Kampung Budaya Polowijen Jadi Objek Kajian Multidisipliner Pusat Studi Kebudayaan UMM

MALANG (SurabayaPost.id) – Kampung Budaya Polowijen (KBP) kembali menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium kebudayaan bagi kalangan akademisi. Melalui seri webinar Ramadhan 1447 H, Pusat Studi Kebudayaan (PSK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengangkat Kampung Budaya Polowijen sebagai objek kajian multidisipliner yang melibatkan berbagai bidang ilmu. Kegiatan ini diselenggarakan selama empat hari, Selasa hingga Jumat (3–6/3/2026), dengan menghadirkan 12 pembicara dari berbagai disiplin keilmuan. Selama empat hari pelaksanaan, webinar ini diikuti sekitar 320 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia. “Kampung Budaya Polowijen telah menunjukkan bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan dalam membangun identitas dan pemberdayaan masyarakat,” kata Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si, Kepala PSK UMM. Kajian yang dilakukan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berbasis pada pengalaman lapangan. Para pembicara melakukan observasi langsung ke Kampung Budaya Polowijen dan berdialog dengan pengelola kampung budaya. Hasil kajian akan diterbitkan sebagai artikel ilmiah dan dihimpun menjadi buku yang akan diserahkan kepada pengelola Kampung Budaya Polowijen. (lil).

Ngabuburit Seru di Kayutangan: UMM Hadirkan Literasi, Batik Ecoprint, dan Kuliner Lezat

MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghidupkan kawasan Kayutangan Heritage dengan kegiatan ngabuburit yang menarik dan edukatif. Pada Selasa (10/3/2026), UMM menghadirkan konsep ngabuburit yang berbeda dengan memadukan literasi, kampanye ramah lingkungan, serta hiburan interaktif bagi masyarakat. Kegiatan Ngabuburit ini menampilkan batik ecoprint karya dosen UMM yang dikenakan oleh putera-puteri kampus. Batik ecoprint merupakan teknik membatik yang memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alami lainnya untuk menghasilkan motif unik pada kain. Kegiatan Ngabuburit ini menampilkan batik ecoprint karya dosen UMM yang dikenakan oleh putera-puteri kampus. (ist). Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.I.Kom., menjelaskan bahwa kehadiran batik ecoprint dalam kegiatan ini bukan sekadar pelengkap acara, tetapi merupakan bagian dari upaya edukasi publik mengenai gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa karya kreatif dari kampus juga bisa berpihak pada keberlanjutan, memanfaatkan bahan alami, dan tetap memiliki nilai seni yang tinggi,” ujar Maharina dikutip dari rilis Bagian Humas UMM, Jumat (13/3/2026). Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya sesi live cooking yang menghadirkan tim dari Hotel Rayz UMM. (ist). Kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda dengan menghadirkan mobil perpustakaan Kamis Membaca (Mobil KaCa). Kehadiran mobil perpustakaan ini memungkinkan pengunjung, khususnya anak-anak, membaca buku secara langsung di ruang terbuka sambil menikmati suasana ngabuburit. Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya sesi live cooking yang menghadirkan tim dari Hotel Rayz UMM. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses memasak berbagai hidangan yang disiapkan menjelang waktu berbuka puasa. Antusiasme anak-anak terlihat ketika mereka membaca buku dari Mobil KaCa serta mengikuti berbagai fun game yang telah disiapkan panitia. Suasana kawasan Kayutangan pun terasa semakin hidup dengan kehadiran keluarga yang menikmati kegiatan edukatif sambil menunggu waktu berbuka. (lil).

Ngabuburit UMM di Kayutangan Heritage Hadirkan Ecoprint dan Live Cooking

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Universitas Muhammadiyah Malang menggelar kegiatan ngabuburit di kawasan Kayutangan Heritage dengan menghadirkan edukasi literasi, kampanye ramah lingkungan melalui batik ecoprint, serta hiburan interaktif bagi masyarakat, Jumat 13 Maret 2026. Suasana kegiatan diwarnai tawa anak-anak, motif batik dari daun dan bunga, serta berbagai aktivitas edukatif yang menarik perhatian pengunjung yang menunggu waktu berbuka puasa. Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut adalah penampilan batik ecoprint karya dosen UMM yang dikenakan putra-putri kampus. Batik ecoprint merupakan teknik membatik yang memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alami lainnya sehingga dikenal lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya. Penampilan tersebut sekaligus menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan produk fesyen berbasis keberlanjutan kepada masyarakat. Kepala Humas UMM Maharina Novia Zahro menjelaskan kehadiran batik ecoprint dalam kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap acara, tetapi juga bagian dari edukasi publik mengenai gaya hidup ramah lingkungan. “Batik ecoprint ini kami hadirkan sebagai bentuk kampanye gaya hidup ramah lingkungan. Kami ingin menunjukkan karya kreatif dari kampus juga dapat berpihak pada keberlanjutan dengan memanfaatkan bahan alami dan tetap memiliki nilai seni yang tinggi,” ujarnya. Selain mengangkat isu keberlanjutan, kegiatan ngabuburit tersebut juga dirancang untuk menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda. Untuk mendukung program tersebut, UMM menghadirkan mobil perpustakaan Kamis Membaca atau Mobil KaCa yang membawa berbagai koleksi buku bacaan anak dan remaja. “Melalui Mobil KaCa, kami ingin membawa buku lebih dekat ke ruang publik. Literasi tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas atau perpustakaan, tetapi juga bisa tumbuh di tengah suasana ngabuburit yang hangat dan penuh kebersamaan,” pungkasnya. Kemeriahan acara semakin terasa dengan sesi live cooking yang menghadirkan tim dari Hotel Rayz UMM, salah satu unit bisnis UMM yang berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran terapan bagi mahasiswa. (edr)

Safari Ramadan UMM: Islam Berkemajuan Bukan Sekadar Teknologi, Tetapi Ilmu yang Memuliakan Manusia

PENAJATIM – Spirit Islam berkemajuan menjadi refleksi utama dalam kegiatan Safari Ramadan pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digelar di Hall Dome kampus setempat, Selasa (10/3/2026). Forum tersebut menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. M. Saad Ibrahim, M.A., yang mengajak civitas akademika memahami makna kemajuan dalam Islam secara lebih utuh. Dalam pemaparannya, Saad menegaskan bahwa kemajuan dalam perspektif Islam tidak dapat dimaknai hanya sebagai perkembangan teknologi dan sains. Ia menilai dunia modern menunjukkan fenomena ketika kemajuan ilmu pengetahuan tidak selalu berjalan beriringan dengan kemajuan moral dan kemanusiaan. “Banyak negara maju secara teknologi, tetapi tidak selalu maju secara kemanusiaan. Karena itu Islam menekankan bahwa kemajuan harus berjalan bersama nilai spiritual, etika, dan tanggung jawab sosial. Tanpa keseimbangan itu, kemajuan justru bisa melahirkan masalah baru bagi kehidupan manusia,” ujarnya. Saad, yang akrab disapa demikian, menjelaskan bahwa Al-Qur’an sejak awal telah menempatkan ilmu pengetahuan sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia. Wahyu pertama yang memerintahkan membaca, menurutnya, menjadi fondasi bagi umat Islam untuk membangun tradisi literasi, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun ia menekankan bahwa literasi dalam Islam tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan semata. Lebih dari itu, ilmu harus melahirkan kesadaran moral dalam cara manusia menggunakan pengetahuan tersebut. Menurut Saad, tantangan umat Islam saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagaimana memastikan ilmu tersebut digunakan untuk kemaslahatan manusia. Di tengah era digital, kemajuan teknologi kerap menghadirkan paradoks sosial, seperti meningkatnya individualisme, penyebaran informasi yang tidak sehat, hingga melemahnya empati sosial. “Ilmu yang tidak dibimbing oleh nilai hanya akan melahirkan manusia yang pintar, tetapi tidak bijaksana. Inilah yang harus dihindari oleh dunia pendidikan. Kampus harus menjadi ruang yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab moral,” tegasnya. Karena itu, ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan intelektual dan pembentukan karakter. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan nilai yang memastikan ilmu tersebut digunakan untuk kepentingan kemanusiaan. Saad juga menekankan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran sosial. Menurutnya, puasa tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai latihan spiritual yang membangun empati terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. “Puasa itu bukan sekadar ibadah ritual, tetapi latihan spiritual yang membentuk empati terhadap kondisi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Dari empati itulah lahir kepedulian sosial yang menjadi dasar gerakan kemanusiaan dalam Islam,” terangnya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan bahwa Safari Ramadan menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat nilai spiritualitas di tengah dinamika aktivitas akademik. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial. “UMM berkomitmen menjadikan nilai spiritualitas, intelektualitas, dan kepedulian sosial sebagai fondasi dalam pengembangan pendidikan di kampus ini,” pungkasnya.

UMM Dipercaya TNI AD Kembangkan Sistem Pemusnahan Amunisi Ramah Lingkungan

MALANG, PENAJATIM – Kepercayaan terhadap kapasitas riset perguruan tinggi kembali diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus ini dipercaya oleh Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad) untuk merancang dan mengembangkan sistem pemusnahan amunisi yang lebih aman, modern, sekaligus ramah lingkungan. Penugasan tersebut melanjutkan kerja sama strategis yang telah terjalin sejak 2024. Sebelumnya, UMM juga dipercaya mengerjakan rancang bangun kendaraan khusus (ransus) yang dilengkapi sistem pelepas runflat untuk kendaraan tempur panser Anoa milik TNI AD. UMM Dipercaya TNI AD Kembangkan Sistem Pemusnahan Amunisi Ramah Lingkungan Pada pengembangan yang dijalankan sepanjang 2026 ini, tim peneliti UMM merancang sistem pemusnahan berbagai jenis munisi. Cakupannya meliputi Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB), hingga Munisi Khusus (Musus). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan sistem pengelolaan amunisi di lingkungan TNI agar lebih aman serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ketua tim ahli proyek, Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Mesin UMM, menjelaskan bahwa proyek ini difokuskan pada pengembangan teknologi pemusnahan amunisi dengan standar keamanan tinggi sekaligus tetap memperhatikan dampak terhadap lingkungan. “Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan sistem pemusnahan amunisi yang lebih modern, aman, dan juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” ujarnya. Salah satu komponen penting yang akan dikembangkan dalam proyek tersebut adalah insinerator untuk memusnahkan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dengan diameter di bawah 20 milimeter. Sistem insinerator tersebut dirancang menggunakan metode pembakaran dalam dua ruang bakar atau chamber. Menurut Iis, penggunaan dua ruang bakar memungkinkan proses pembakaran berlangsung lebih sempurna sehingga sisa-sisa bahan peledak dapat terurai secara lebih efektif. “Proses pemusnahan dirancang menggunakan sistem pembakaran di dalam dua ruang bakar atau chamber. Sistem ini dilengkapi teknologi pengolahan air serta filtrasi gas buang beracun agar dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan,” jelasnya. Seiring perkembangan proyek, cakupan kerja sama antara UMM dan Puspalad juga diperluas. Awalnya sistem yang dirancang hanya difokuskan pada pemusnahan Munisi Kaliber Kecil (MKK). Namun dalam pengembangannya, hibah riset tersebut diperluas untuk menangani Munisi Kaliber Besar (MKB) serta Munisi Khusus (Musus). Perluasan ini membuat tim peneliti harus menyiapkan berbagai perangkat tambahan. Di antaranya mesin disassembly untuk membongkar komponen munisi kaliber besar, sistem conveyor untuk memindahkan material secara aman, alat press, hingga alat ayakan untuk memisahkan material. Selain itu, proyek juga mencakup pembangunan sumur peledakan yang akan digunakan dalam proses penghancuran jenis munisi khusus, seperti detonator dan bahan peledak TNT yang tidak dapat dimusnahkan melalui metode pembakaran. Sementara itu, Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Senjata Optronik dan Munisi Pusat TNI Angkatan Darat, Letkol Cpl Syaiful Bahri, S.T., menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi pertahanan. “Kami mengapresiasi kerja sama dengan UMM karena melibatkan keahlian akademisi dalam pengembangan teknologi pemusnahan amunisi yang lebih aman dan modern. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung peningkatan sistem pengelolaan amunisi di lingkungan TNI,” ungkapnya. Ia berharap kerja sama yang telah berjalan sejak 2024 tersebut dapat terus berkembang dan semakin memperkuat kolaborasi antara institusi militer dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan teknologi pertahanan nasional.

UMM Kembali Dipercaya TNI Kembangkan Sistem Pemusnahan Amunisi Ramah Lingkungan

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat kepercayaan dari Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad) untuk merancang dan mengembangkan sistem pemusnahan amunisi yang lebih aman, modern, dan ramah lingkungan. Amanah ini melanjutkan kerja sama strategis yang telah terjalin sejak 2024, setelah sebelumnya UMM dipercaya mengerjakan rancang bangun kendaraan khusus (ransus) yang dilengkapi pelepas runflat untuk panser Anoa. Kerja sama terbaru yang dijalankan sepanjang 2026 ini mencakup pengembangan sistem pemusnahan berbagai jenis munisi, mulai dari Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB), hingga Munisi Khusus (Musus). Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan amunisi di lingkungan TNI yang lebih aman, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memperhatikan dampak lingkungan. Ketua tim ahli proyek Ir Iis Siti Aisyah ST MT PhD menjelaskan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah menghadirkan sistem pemusnahan amunisi yang lebih modern dengan standar keamanan tinggi. “Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan sistem pemusnahan amunisi yang lebih modern, aman, dan juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” ujar dosen Program Studi Teknik Mesin UMM itu, Kamis (12/3/2026). Menurutnya, salah satu komponen utama yang akan dikembangkan dalam proyek ini adalah insinerator untuk memusnahkan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dengan ukuran diameter di bawah 20 milimeter. Sistem insinerator tersebut dirancang menggunakan metode pembakaran dalam dua ruang bakar atau chamber. Konsep dua ruang bakar ini memungkinkan proses pembakaran berlangsung lebih sempurna sehingga sisa-sisa bahan peledak dapat terurai dengan lebih efektif. “Proses pemusnahan dirancang menggunakan sistem pembakaran di dalam dua ruang bakar atau chamber. Sistem ini dilengkapi teknologi pengolahan air serta filtrasi gas buang beracun agar dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan,” jelasnya. Seiring perkembangan proyek, cakupan kerja sama antara UMM dan Puspalad juga mengalami perluasan. Awalnya sistem yang dirancang hanya difokuskan untuk pemusnahan Munisi Kaliber Kecil (MKK). Namun dalam perkembangannya, program tersebut diperluas untuk menangani pemusnahan Munisi Kaliber Besar (MKB) serta Munisi Khusus (Musus). Perluasan cakupan ini tentu membutuhkan berbagai peralatan pendukung. Beberapa di antaranya meliputi mesin disassembly untuk membongkar komponen munisi kaliber besar, sistem conveyor untuk memindahkan material secara aman, alat press, alat ayakan untuk proses pemisahan material, hingga pembangunan sumur peledakan yang akan digunakan dalam proses penghancuran jenis munisi khusus seperti detonator dan TNT yang tidak dapat dimusnahkan melalui pembakaran. Sementara itu, Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Senjata Optronik dan Munisi Pusat TNI Angkatan Darat Letkol Cpl Syaiful Bahri ST menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Kampus Putih. “Kami mengapresiasi kerja sama dengan UMM karena melibatkan keahlian akademisi dalam pengembangan teknologi pemusnahan amunisi yang lebih aman dan modern. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung peningkatan sistem pengelolaan amunisi di lingkungan TNI,” ungkapnya. Ia juga berharap kerja sama yang telah terjalin sejak 2024 tersebut dapat terus berlanjut dan semakin luas antara institusi militer dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional di masa depan. (Faqih/AS)

TNI AD Gandeng UMM Kembangkan Teknologi Pemusnahan Amunisi Modern

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dipercaya oleh TNI Angkatan Darat untuk merancang sistem pemusnahan amunisi yang lebih aman, modern, dan ramah lingkungan. Kepercayaan tersebut diberikan melalui kerja sama dengan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad) yang melanjutkan kolaborasi strategis antara kedua pihak sejak 2024, setelah sebelumnya UMM terlibat dalam rancang bangun kendaraan khusus (ransus) yang dilengkapi pelepas runflat untuk panser Anoa. Pengembangan Sistem Pemusnahan Berbagai Jenis Munisi Pada kerja sama terbaru yang dijalankan sepanjang 2026 ini, UMM dipercaya mengembangkan sistem pemusnahan berbagai jenis munisi, mulai dari Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB), hingga Munisi Khusus (Musus). Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan amunisi di lingkungan TNI yang lebih aman, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Fokus pada Sistem Modern dan Ramah Lingkungan Ketua tim ahli proyek, Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D., yang juga merupakan dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang, menjelaskan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah menghadirkan sistem pemusnahan amunisi yang modern dengan standar keamanan tinggi. “Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan sistem pemusnahan amunisi yang lebih modern, aman, dan juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa salah satu komponen utama yang dikembangkan dalam proyek tersebut adalah insinerator untuk memusnahkan Munisi Kaliber Kecil (MKK) dengan diameter di bawah 20 milimeter. Sistem insinerator tersebut dirancang menggunakan metode pembakaran dalam dua ruang bakar atau chamber sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih sempurna dan sisa bahan peledak dapat terurai secara lebih efektif. “Proses pemusnahan dirancang menggunakan sistem pembakaran di dalam dua ruang bakar atau chamber. Sistem ini dilengkapi teknologi pengolahan air serta filtrasi gas buang beracun agar dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan,” jelasnya. Cakupan Proyek Diperluas Seiring dengan perkembangan proyek, cakupan kerja sama antara UMM dan Puspalad juga mengalami perluasan. Pada tahap awal, sistem yang dirancang hanya difokuskan untuk pemusnahan Munisi Kaliber Kecil (MKK). Namun dalam perkembangannya, program tersebut diperluas untuk menangani pemusnahan Munisi Kaliber Besar (MKB) serta Munisi Khusus (Musus). Perluasan cakupan ini tentu membutuhkan tambahan berbagai peralatan pendukung, seperti mesin disassembly untuk membongkar komponen munisi kaliber besar, sistem conveyor untuk memindahkan material secara aman, alat press, hingga alat ayakan untuk proses pemisahan material. Selain itu, proyek ini juga mencakup pembangunan sumur peledakan yang digunakan dalam proses penghancuran munisi khusus seperti detonator dan TNT yang tidak dapat dimusnahkan melalui metode pembakaran. TNI AD Apresiasi Kolaborasi dengan Akademisi Sementara itu, Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Senjata Optronik dan Munisi Pusat TNI Angkatan Darat, Letkol Cpl Syaiful Bahri, S.T., menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang terjalin dengan pihak kampus. Menurutnya, kerja sama dengan kalangan akademisi menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi pemusnahan amunisi yang lebih aman dan modern. “Kami mengapresiasi kerja sama dengan UMM karena melibatkan keahlian akademisi dalam pengembangan teknologi pemusnahan amunisi yang lebih aman dan modern. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung peningkatan sistem pengelolaan amunisi di lingkungan TNI,” ungkapnya. Ia juga berharap kerja sama yang telah terjalin sejak 2024 tersebut dapat terus berlanjut dan semakin diperluas, khususnya dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional yang melibatkan institusi militer dan perguruan tinggi di masa depan. *) Penulis : Humas Universitas Muhammadiyah Malang | Editor : Satria

Komitmen HMI Koorkom UMM Perkuat Ukhuwah Lewat Silaturrahmi Lintas Generasi

AKURAT.CO, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Koordinator Komisariat Universitas Muhammadiyah Malang (HMI Koorkom UMM) menggelar buka puasa bersama dan silaturrahmi Keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), alumni, dan kader di lingkungan HMI Koorkom UMM. Acara yang dihadiri ratusan kader itu digelar di Sengkaling Kuliner, Taman Rekreasi Sengkaling, Malang, Rabu (11/03/2026) malam. Ketua umum HMI Koorkom UMM, Ismail Mony mengatakan, acara ini bertujuan untuk makin mempererat ukhuwah di bulan suci Ramadan. “Kegiatan yang penuh kekeluargaan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan lintas generasi kader HMI—mulai dari kader aktif, alumni muda, hingga senior KAHMI—dalam satu ruang dialog, refleksi, dan kebersamaan,” kata Ismail Mony dalam sambutannya. Ismon –sapaan akrab Ismail Mony– menegaskan, silaturrahmi di bulan Ramadan memiliki makna yang sangat strategis, tidak hanya sebagai ibadah sosial tetapi juga sebagai ruang memperkuat jaringan intelektual dan kebangsaan di antara kader dan alumni HMI. “Silaturrahmi seperti ini penting untuk menjaga semangat kebersamaan serta merawat nilai-nilai perjuangan HMI sebagai organisasi kader yang berkomitmen pada keislaman dan keindonesiaan,” tambah Ismon. Sebagai organisasi kader yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa, HMI diharapkan terus melahirkan generasi intelektual yang memiliki integritas, kepekaan sosial, serta komitmen terhadap kemajuan umat dan bangsa. “Para alumni dan kader HMI diajak untuk terus menjaga tradisi intelektual, memperkuat etika kepemimpinan, serta mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan saat ini, mulai dari polarisasi sosial, distorsi informasi di ruang publik, hingga tantangan pembangunan ekonomi dan sosial,” terang dia. Menurutnya, momentum Ramadan sangat tepat untuk memperkuat refleksi diri, mempererat ukhuwah, serta meneguhkan kembali nilai dasar perjuangan HMI, yaitu terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT. “Kami berharap melalui kegiatan buka puasa bersama dan silaturrahmi ini, terbangun semangat kolaborasi antar generasi kader HMI, sehingga alumni dan kader dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, menjaga persatuan, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keislaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pungkasnya.

UMM Hadir di Bungah Gresik, Bakti Sosial Ramadan Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Literasi Anak

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar kegiatan bakti sosial di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, pada 12 Maret 2026. Kegiatan ini dihadiri ratusan warga setempat yang tampak antusias mengikuti berbagai program yang disiapkan oleh tim UMM. Dalam kegiatan tersebut, UMM menghadirkan beragam layanan untuk masyarakat. Mulai dari pembagian sembako, fun games, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pelatihan parenting bagi para orang tua. Tak hanya itu, kegiatan untuk anak-anak juga berlangsung meriah dengan berbagai aktivitas edukatif yang disiapkan panitia. Kehadiran Mobil Kamis Membaca (Mobil KaCa) dan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Mobil Terbang) milik UMM turut menambah semarak kegiatan. Kedua mobil perpustakaan keliling tersebut menghadirkan berbagai aktivitas literasi sebagai upaya menumbuhkan minat baca serta meningkatkan budaya literasi pada anak-anak sejak dini. Wakil Rektor V UMM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa senang melihat antusiasme warga yang hadir. Ia berharap kegiatan ini dapat membawa berkah bagi semua pihak sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketakwaan di bulan Ramadan. “Alhamdulillah saya sangat senang melihat banyak warga yang hadir. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi warga Bungah dan tim UMM, serta menjadi jalan bagi kita semua untuk mencapai ketakwaan yang sesungguhnya,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bungah, Drs. Suhali, M.Si., menyampaikan terima kasih kepada tim UMM yang telah memilih Kecamatan Bungah sebagai lokasi kegiatan bakti sosial. Ia menjelaskan bahwa gedung PRM dipilih sebagai lokasi kegiatan karena fasilitasnya dinilai strategis untuk mendukung berbagai rangkaian kegiatan berbasis pendidikan dan sosial. “Saat dihubungi pihak UMM untuk melaksanakan bakti sosial di Kecamatan Bungah, kami langsung menindaklanjutinya dengan mempersiapkan tempat ini. Fasilitasnya sangat mendukung, mulai dari lembaga pendidikan, masjid, aula, hingga halaman yang luas,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya bersama tim PCM setempat siap berkolaborasi kembali dengan UMM dalam kegiatan serupa di masa mendatang. Selain berpusat di area PRM, warga bersama tim UMM juga membagikan takjil gratis di tepi jalan raya. Takjil berupa buah-buahan tersebut habis dalam waktu kurang dari 10 menit karena para pengguna jalan telah tertib mengantre sebelum pembagian dimulai. Rangkaian kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra yang aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.(*rik/faq) Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

UMM dan Puspalad Kembangkan Sistem Pemusnahan Amunisi Modern dan Ramah Lingkungan

MAKLUMAT – Kerja sama antara perguruan tinggi dan institusi militer terus diperkuat dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional. Salah satunya kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad). Kerja sama keduanya adalahmerancang dan mengembangkan sistem pemusnahan amunisi yang lebih aman, modern, serta ramah lingkungan. Ini merupakan kelanjutan kerja sama strategis yang telah terjalin sejak 2024. Sebelumnya, UMM dipercaya mengerjakan rancang bangun kendaraan khusus yang dilengkapi pelepas runflat untuk panser Anoa milik TNI Angkatan Darat. Pada 2026, ruang lingkup kerja sama diperluas dengan fokus pada pengembangan sistem pemusnahan berbagai jenis munisi. Mulai dari munisi kaliber kecil (MKK), munisi kaliber besar (MKB), hingga munisi khusus (Musus). Bukan Sekadar Penyedia Teknologi Langkah ini sangat penting untuk mendukung pengelolaan amunisi di lingkungan TNI yang lebih aman sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ketua tim ahli proyek, Ir. Iis Siti Aisyah, S.T., M.T., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Mesin UMM, menjelaskan bahwa tujuan utama proyek ini menghadirkan pemusnahan amunisi dengan standar keamanan tinggi, sekaligus memperhatikan dampak lingkungan. “Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan sistem pemusnahan amunisi yang lebih modern, aman, dan juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan,” ujarnya. Baca Juga  Langkah UMM Perkuat Jalinan Internasional dengan UKM Malaysia Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah insinerator untuk memusnahkan MKK dengan diameter di bawah 20 milimeter. Sistem ini menggunakan metode pembakaran dalam dua ruang bakar atau chamber agar pembakaran lebih sempurna. Prioritas Dampak Lingkungan Menurut Iis, konsep dua ruang bakar tersebut memungkinkan sisa-sisa bahan peledak terurai lebih efektif. Sistem itu juga dilengkapi teknologi pengolahan air serta filtrasi gas buang beracun untuk meminimalkan dampak lingkungan. “Proses pemusnahan dirancang menggunakan sistem pembakaran dua ruang bakar. Teknologi ini dilengkapi pengolahan air dan penyaring gas buang agar dampaknya terhadap lingkungan dapat ditekan,” jelasnya. Dalam perkembangannya, cakupan proyek tidak hanya terbatas pada pemusnahan MKK. Hibah kerja sama juga diperluas untuk menangani pemusnahan MKB dan Musus. Perluasan tersebut menuntut pengadaan berbagai peralatan pendukung. Di antaranya mesin disassembly untuk membongkar komponen munisi kaliber besar, sistem conveyor untuk memindahkan material secara aman, alat press, alat ayakan untuk pemisahan material, hingga pembangunan sumur peledakan untuk menghancurkan jenis munisi tertentu seperti detonator dan TNT yang tidak dapat dimusnahkan melalui pembakaran. Dukungan Kampus dalam Sistem Pertahanan Negara Sementara itu, Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan Senjata Optronik dan Munisi Puspalad, Letkol Cpl Syaiful Bahri, S.T., mengapresiasi keterlibatan kalangan akademisi dalam pengembangan teknologi pertahanan. Menurutnya, kolaborasi antara UMM dan Puspalad menjadi langkah penting untuk meningkatkan sistem pengelolaan amunisi di lingkungan TNI agar lebih aman dan modern. “Kami mengapresiasi kerja sama dengan UMM karena melibatkan keahlian akademisi dalam pengembangan teknologi pemusnahan amunisi. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung peningkatan sistem pengelolaan amunisi di lingkungan TNI,” ujarnya. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan institusi militer tersebut dapat terus diperluas di masa mendatang. Tidak hanya dalam pengembangan sistem pemusnahan amunisi, tetapi juga pada berbagai inovasi teknologi pertahanan nasional lainnya.