Informatika UMM Raih Akreditasi International IABEE
El Nino Godzilla Picu Heat Stroke, Pakar Ungkap Profesi Paling Rentan

Ilustrasi Pexels Muhamad Marup • 7 April 2026 21:38 METROTV – Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan terjadinya fenomena iklim El Nino Godzilla pada musim kemarau 2026. Fenomena ini membuat kemarau lebih kering dan panjang. Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nur Melizza, El Nino Godzilla bukan sekadar fenomena biasa. Suhu panas yang sangat ekstrem bisa memicu terjadinya heat stroke yang berbahaya bagi kesehatan. “Kondisi paling parah itu bisa menyebabkan kerusakan otak dan gangguan fungsi organ. Tubuh kekurangan oksigen dan bisa memicu pingsan hingga mengancam nyawa,” ujar Nur, mengutip laman resmi UMM, Selasa, 7 April 2026. Ia menjelaskan heat stroke terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan otomatis untuk mengatur suhu. Kondisi medis ini jauh lebih parah daripada dehidrasi biasa. Suhu panas dari luar terus menumpuk di dalam tubuh. Akibatnya, produksi keringat terhenti total dan panas terperangkap. “Risiko ini akan makin parah jika seseorang kurang minum, kurang istirahat, serta memakai pakaian yang tidak menyerap keringat,” ucapnya. Profesi Paling Rentan Nur mengungkapkan, terdapat beberapa profesi kerja paling. Menurutnya, pekerja yang sering berada di lapangan harus mewaspadi heat stroke. Mereka adalah: Pengemudi ojek online (ojol) Kurir ekspedisi Pekerja konstruksi Petani Petugas keamanan (satpam) Ilustrasi Pexels Nur menyebut, penyebab mereka paling rentan terdampak bukan hanya karena terus terpapar sinar matahari secara langsung selama berjam-jam. Kewajiban mereka untuk memakai perlengkapan kerja seperti jaket tebal bagi ojol dan kurir, atau helm tertutup pada pekerja konstruksi membuat suhu panas makin mudah terperangkap dan memanggang tubuh dari dalam. Cara Pencegahan Nur memberikan sejumlah kiat untuk menghindari heat stroke bagi pekerja lapangan sebagai berikut ini: Pekerja wajib membawa persediaan air minum berukuran sedang setiap kali bekerja Pekerja juga wajib menyempatkan istirahat sekitar 20 hingga 30 menit di tempat yang teduh Sebisa mungkin batasi aktivitas fisik berat pada jam rawan panas, yakni pukul 10.00 pagi hingga 13.00 siang Jika harus memakai jaket sesuai aturan perusahaan, biarkan resleting sedikit terbuka agar panas tubuh bisa bertukar lebih mudah dengan udara luar Segera hentikan aktivitas jika tubuh mulai merasa pusing, mual, lemas, atau bahkan kebingungan Nutrisi makanan juga harus diperhatikan agar tubuh memiliki cadangan energi Nur memberikan saran tegas kepada pihak korporasi. Menurutnya, kebijakan tempat kerja harus adaptif demi menyelamatkan nyawa karyawannya. “Perusahaan mohon mengatur jam kerja yang lebih fleksibel. Sediakan juga air minum yang cukup dan berikan tempat istirahat yang layak, jangan dibiarkan istirahat di tempat panas,” terangnya.
Terik El Nino Godzilla Bisa Mengancam Nyawa, Dosen UMM Beberkan Cara Hadapi Cuaca Panas Ekstrem

EL NINO – Dosen Keperawatan UMM, Nur Melizza SKep Ns MKep, menjelaskan tentang ancaman El Nino Godzilla dan cara menghadapi cuaca panas ekstrem, Selasa (7/4/2026). SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Cuaca panas ekstrem yang dipicu fenomena El Nino Godzilla kini tak sekadar membuat gerah, tetapi juga menyimpan ancaman serius bagi kesehatan, khususnya bagi pekerja lapangan. Akademisi kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengingatkan bahaya tersembunyi berupa heat stroke atau serangan panas yang bisa berujung fatal. Dosen Keperawatan UMM, Nur Melizza SKep Ns MKep, menjelaskan bahwa heat stroke merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu secara normal. Berbeda dengan dehidrasi biasa, kondisi ini jauh lebih berbahaya karena panas terperangkap di dalam tubuh dan produksi keringat berhenti. “Akibatnya, suhu tubuh terus meningkat. Dalam kondisi parah, bisa menyebabkan kerusakan otak hingga gangguan fungsi organ,” ucap Nur Melizza kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (7/4/2026). Menurutnya, kelompok pekerja seperti pengemudi ojek online (ojol), kurir, pekerja konstruksi, petani, hingga satpam menjadi pihak paling rentan. Mereka harus beraktivitas di bawah paparan sinar matahari langsung selama berjam-jam, ditambah penggunaan perlengkapan kerja seperti jaket tebal atau helm tertutup yang justru memerangkap panas di tubuh. “Jika harus memakai jaket sesuai prosedur perusahaan, biarkan resleting sedikit terbuka. Tujuannya agar panas tubuh bisa bertukar lebih mudah dengan udara luar,” jelasnya. Nur menambahkan, risiko heat stroke semakin tinggi jika pekerja kurang minum, minim waktu istirahat, serta mengenakan pakaian yang tidak menyerap keringat. Kondisi ini juga bisa diperparah saat aktivitas berat dilakukan pada jam-jam rawan, yakni pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Untuk itu, ia membagikan sejumlah langkah pencegahan sederhana namun krusial. Pekerja disarankan selalu membawa air minum dan rutin mengonsumsi air putih tanpa menunggu rasa haus. Selain itu, penting untuk menyempatkan istirahat selama 20–30 menit di tempat teduh. Jika penggunaan jaket kerja tidak bisa dihindari, ia menyarankan agar resleting dibuka sedikit untuk membantu sirkulasi udara. Lebih dari itu, Nur menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi tubuh.
Informatika UMM Raih Akreditasi Internasional IABEE

KOMPETEN: Mahasiswa Informatika UMM semakin percaya diri dengan diraihnya akreditasi Internasional IABEE yang dapat menunjang masa depan mereka MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Program Studi Sarjana Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengukuhkan posisinya di jajaran elit pendidikan teknologi dunia. Tepat pada 31 Maret 2026 lalu, prodi tersebut berhasil meraih status Accredited dari lembaga akreditasi internasional bergengsi, The Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE), untuk disiplin Computer Science and Informatics. Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan “paspor” bagi para lulusannya untuk diakui secara profesional di level internasional. Ketua Prodi Informatika UMM Dr. Ir. Agus Eko Minarno, M.Kom., menegaskan bahwa akreditasi IABEE merupakan bukti nyata dari ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada hasil (outcome-based education). “Pengakuan ini mencerminkan keseriusan kami dalam membangun sistem yang konsisten. Mahasiswa kini berada dalam ekosistem yang sangat serius terhadap mutu, mulai dari kurikulum hingga budaya evaluasi yang berkelanjutan,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini adalah buah kerja keras kolektif antara dosen, mahasiswa, hingga alumni yang berkomitmen menjaga standar akademik tetap tinggi di tengah kompetisi global yang kian ketat. Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, Ph.D., menyebut raihan ini sebagai bukti otentik kapasitas “Kampus Putih” dalam bersaing di kancah internasional. Namun, ia mengingatkan bahwa status akreditasi ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. ”Kita harus berpikir keras dan terus berinovasi. Akreditasi ini mendorong kita untuk berkontribusi bukan hanya untuk Indonesia, namun juga untuk dunia,” tegas Salis. Beliau juga menekankan pentingnya membangun kemitraan strategis dengan berbagai negara agar lulusan UMM memiliki daya saing yang melampaui level nasional. Bagi mahasiswa dan calon mahasiswa, pengakuan dari IABEE ini memberikan jaminan bahwa pendidikan yang mereka tempuh telah selaras dengan standar industri global. Sementara bagi mitra industri, status ini memperkuat kepercayaan bahwa lulusan Informatika UMM siap menjawab tantangan nyata di era digital yang dinamis. Dengan pijakan baru ini, Informatika UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan atmosfer akademik dan memperluas kolaborasi internasional, memastikan setiap lulusannya mampu menjadi pemain utama dalam perkembangan teknologi dunia.(imm/lim)
Inovasi Dosen TI UMM: Limbah Sekam Disulap Jadi Energi, Kemasan Jadi Kunci Daya Saing

Tim pengabdian UMM untuk pengembangan wood pellet di PB Gemilang Temu Rejeki, Poncokusumo, Kabupaten Malang. (Foto: doc pribadi) RRI.CO.ID, Malang – Inovasi pemanfaatan limbah berbasis keberlanjutan kembali dikembangkan oleh dosen Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tyas Yuli Rosiani, selaku ketua tim pengabdian, memimpin pengembangan wood pellet berbahan limbah sekam padi sekaligus menitikberatkan pada desain kemasan produk sebagai strategi peningkatan nilai jual dan daya saing di pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PB Gemilang Temu Rejeki, Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang merupakan unit penggilingan gabah dengan potensi limbah sekam mencapai sekitar 400–500 kg per hari. Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Tim pengabdian yang terdiri dari Tyas Yuli Rosiani (ketua), Dana Marsetiya Utama, dan Rahmad Wisnu Wardhana bekerja secara kolaboratif dalam mendukung pengembangan usaha berbasis limbah ini secara menyeluruh. Program ini juga melibatkan dua mahasiswa Teknik Industri UMM dalam proses pendampingan dan implementasi di lapangan. Dalam implementasinya, program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga peningkatan kapasitas mitra secara menyeluruh. Edukasi terkait konsep circular economy diberikan kepada pekerja dengan target peningkatan pemahaman lebih dari 80%. Selain itu, pelatihan teknis produksi wood pellet dilakukan secara komprehensif agar mitra mampu menjalankan proses produksi secara mandiri dan berkelanjutan. Upaya pemanfaatan limbah sekam dilakukan secara bertahap melalui pendampingan produksi dan penguatan kualitas produk, sehingga limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan. Pada aspek pemasaran, strategi yang dikembangkan mencakup analisis pasar, branding, promosi digital, serta perluasan distribusi melalui marketplace dan kerja sama industri. Upaya ini ditargetkan mampu meningkatkan margin keuntungan dibandingkan pola penjualan konvensional. Dalam keseluruhan proses tersebut, desain kemasan menjadi elemen kunci yang dikembangkan oleh Tyas. Kemasan dirancang modern, informatif, dan menonjolkan identitas produk ramah lingkungan, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai media komunikasi nilai keberlanjutan kepada konsumen. “Kemasan adalah faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar terhadap produk berbasis limbah. Dengan kemasan yang tepat, produk menjadi lebih kompetitif dan mudah diterima masyarakat,” ungkap Tyas. Kegiatan pengabdian ini didanai melalui skema pendanaan internal Universitas Muhammadiyah Malang, sebagai bentuk dukungan institusi terhadap inovasi dosen dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan solusi berkelanjutan. Melalui pendekatan circular economy, inovasi ini diharapkan mampu mengubah limbah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Ke depan, model ini berpotensi direplikasi di berbagai daerah dengan potensi limbah pertanian yang melimpah, guna mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Fenomena El Nino Godzilla, Akademisi Ingatkan Ancaman Heat Stroke

Fenomena “El Nino Godzilla” menyebabkan suhu panas ekstrem yang meningkatkan risiko heat stroke bagi pekerja lapangan seperti pengemudi ojek online, kurir, dan pekerja konstruksi. Pencegahan heat stroke meliputi membawa persediaan air minum, rutin minum sebelum haus, istirahat di tempat teduh, dan menghindari aktivitas berat pada jam rawan panas. Perusahaan disarankan untuk mengatur jam kerja lebih fleksibel, menyediakan air minum, dan tempat istirahat yang layak untuk melindungi pekerja dari bahaya panas ekstrem. Bisnis.com, MALANG — Fenomena iklim “El Nino Godzilla” tengah mengubah area terbuka menjadi zona bahaya akibat paparan suhu panas yang sangat ekstrem, berupa ancaman fatal bernama heat stroke (serangan panas) yang mengintai nyawa para pekerja di luar ruangan. Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nur Melizza, mengatakan kelompok pekerja seperti pengemudi ojek online (ojol), kurir ekspedisi, pekerja konstruksi, petani, hingga petugas keamanan (satpam) kini berada di garis terdepan risiko heat stroke. “Heat stroke terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan otomatis untuk mengatur suhu,” kata Nur Melizza, Selasa (7/4/2026). Dia menambahkan kondisi medis ini jauh lebih parah daripada dehidrasi biasa. Suhu panas dari luar terus menumpuk di dalam tubuh yang berakibat produksi keringat terhenti total dan panas terperangkap. Fenomena El Nino Godzilla menjadi faktor utama pemicu cuaca panas ekstrem ini. Risiko tersebut akan makin parah jika seseorang kurang minum, kurang istirahat, serta memakai pakaian yang tidak menyerap keringat. “Kondisi paling parah itu bisa menyebabkan kerusakan otak dan gangguan fungsi organ. Tubuh kekurangan oksigen dan bisa memicu pingsan hingga mengancam nyawa,” ucap Nur mengingatkan besarnya bahaya El Nino Godzilla.
Bukan Sekadar “Kampus Putih”, Mengupas Perjalanan 62 Tahun UMM Menjadi Raksasa PTS di Jawa Timur

KAMPUS SWASTA MALANG: Saat ini UMM telah mengelola total 56 program studi. (umm.ac.id) MALANG KOTA, RADAR MALANG – Memilih perguruan tinggi bukan hanya sekadar nama besar saja, melainkan memahami rekam jejak dan konsistensi kualitasnya. Salah satu kampus swasta ternama di Kota Malang, yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang kini dikenal sebagai “Kampus Putih”, memiliki sejarah panjang. Akar Sejarah Kampus Putih Pada tahun 1964, UMM berawal dari cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. UMM didirikan atas inisiatif tokoh Muhammadiyah Malang untuk menyediakan akses pendidikan tinggi di Jawa Timur. Pada masa awal, kampus ini hanya memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Hukum, dan FKIP. Kemudian pada 1 Juli 1968, UMM resmi menyandang status sebagai universitas mandiri. Sejak saat itu, ekspansi akademik dilakukan secara besar besaran dengan menambah fakultas-fakultas baru seperti Ilmu Sosial, Teknik, hingga Pertanian. Lompatan terbesar UMM terjadi pada era 1983-an, di mana pembenahan administrasi, peningkatan kualitas dosen, dan pembangunan fasilitas mulai digencarkan hingga UMM memiliki tiga lokasi kampus strategis yang kita kenal sekarang, yakni Kampus I (Jl. Bandung), Kampus II (Bendungan Sutami), dan Kampus Terpadu III (Tlogo Mas).
Ancaman Panas Ekstrem Mengintai, Dosen Kesehatan UMM Beberkan Kiat Mencegah Heat Stroke

Ilustrasi cuaca panas ekstrem di kota. (Istimewa) KLIKMU.CO – Fenomena iklim El Nino Godzilla tengah mengubah jalanan dan area terbuka menjadi zona bahaya akibat paparan suhu panas yang ekstrem. Di balik teriknya matahari, ancaman heat stroke (serangan panas) mengintai nyawa para pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan. Kelompok pekerja seperti pengemudi ojek online (ojol), kurir ekspedisi, pekerja konstruksi, petani, hingga petugas keamanan (satpam) berada di garis depan risiko mematikan tersebut. Menanggapi urgensi keselamatan ini, dosen Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nur Melizza SKep Ns MKep membagikan panduan krusial agar para pekerja lapangan tetap aman. Nur menjelaskan, heat stroke terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan otomatis untuk mengatur suhu. Kondisi ini jauh lebih parah daripada dehidrasi biasa, karena panas dari luar terus menumpuk di dalam tubuh, produksi keringat terhenti total, dan panas terperangkap. Faktor pemicu utama adalah cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Risiko meningkat bila seseorang kurang minum, kurang istirahat, atau memakai pakaian yang tidak menyerap keringat. “Kondisi paling parah bisa menyebabkan kerusakan otak dan gangguan fungsi organ. Tubuh kekurangan oksigen dan bisa memicu pingsan hingga mengancam nyawa,” tegas Nur, Selasa (7/4/2026). Kelompok pekerja lapangan sangat rentan karena terus terpapar sinar matahari berjam-jam dan harus mengenakan perlengkapan kerja, seperti jaket tebal bagi ojol dan kurir, atau helm tertutup pada pekerja konstruksi. Hal ini membuat panas mudah terperangkap dan “memanggang” tubuh dari dalam. Kiat Pencegahan Heat Stroke Nur membagikan beberapa langkah pencegahan. Pertama, bawa air minum setiap kali bekerja dan minum rutin, jangan menunggu haus. Kedua, istirahat 20–30 menit di tempat teduh. Ketiga, batasi aktivitas fisik berat pada jam rawan panas (10.00–13.00 WIB). Keempat, biarkan resleting jaket terbuka sedikit bila aturan perusahaan mengharuskan memakai jaket, agar panas tubuh bisa bertukar lebih mudah dengan udara luar. Peka terhadap sinyal tubuh sangat penting. Segera hentikan aktivitas bila merasa pusing, mual, lemas, atau kebingungan. Nutrisi juga harus diperhatikan agar tubuh memiliki cadangan energi. Nur menegaskan, pihak korporasi juga memiliki peran penting. “Perusahaan mohon mengatur jam kerja lebih fleksibel. Sediakan air minum yang cukup dan tempat istirahat yang layak. Jangan biarkan pekerja istirahat di tempat panas,” pungkasnya. Dengan edukasi preventif dan langkah-langkah sederhana namun konsisten, angka fatalitas akibat panas ekstrem dapat ditekan. Para pekerja lapangan tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari secara aman tanpa mengorbankan kesehatan di tengah cuaca ekstrem akibat krisis iklim global. (Faqih/AS)
Akademisi UMM Peringatkan Bahaya Heat Stroke di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang, Nur Melizza, S.Kep., Ns., M.Kep pwmu.co –Fenomena iklim ekstrem yang dikenal sebagai “El Nino Godzilla” meningkatkan risiko kesehatan serius bagi masyarakat, terutama pekerja lapangan. Suhu panas yang tinggi kini menjadikan area terbuka sebagai zona berbahaya akibat ancaman Heat Stroke. Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang, Nur Melizza, S.Kep., Ns., M.Kep., mengingatkan bahwa kondisi ini dapat mengancam nyawa jika tidak diantisipasi dengan baik. Menurutnya, heat stroke terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu secara normal. Kondisi ini lebih berbahaya dibanding dehidrasi biasa. “Suhu panas dari luar terus menumpuk di dalam tubuh hingga produksi keringat terhenti. Ini bisa menyebabkan kerusakan organ bahkan kematian,” jelasnya. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko heat stroke antara lain: Paparan panas ekstrem dalam waktu lama Kurangnya asupan cairan Minimnya waktu istirahat Penggunaan pakaian tebal atau tertutup Perlengkapan kerja seperti jaket dan helm justru dapat menjebak panas di dalam tubuh, sehingga memperparah kondisi. Nur mengingatkan pentingnya mengenali gejala awal, seperti: Pusing Mual Lemas Kebingungan Jika gejala tersebut muncul, aktivitas harus segera dihentikan untuk mencegah kondisi memburuk. Untuk menghindari heat stroke, pekerja disarankan melakukan langkah-langkah berikut: Rutin minum air putih tanpa menunggu haus Membawa persediaan air saat bekerja Istirahat 20–30 menit di tempat teduh Menghindari aktivitas berat pada pukul 10.00–13.00 Menggunakan pakaian yang memungkinkan sirkulasi udara “Jika memakai jaket kerja, sebaiknya resleting sedikit dibuka agar panas tubuh bisa keluar,” tambahnya. Selain upaya individu, Nur juga menekankan pentingnya kebijakan perusahaan dalam melindungi pekerja. “Perusahaan perlu mengatur jam kerja lebih fleksibel, menyediakan air minum, dan tempat istirahat yang layak,” tegasnya. Di tengah ancaman krisis iklim global, edukasi dan pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan risiko fatal akibat heat stroke. Dengan langkah sederhana namun konsisten, pekerja lapangan tetap dapat beraktivitas dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan. *) Penulis : Humas Universitas Muhammadiyah Malang | Editor : Satria
UMM Siapkan Beasiswa Khusus Aktivis, Dinilai Sebagai Jalur Prestasi

Suasana forum Dialektika Kampus Putih yang digelar BEM UMM di Convention Hall Sengkaling Kuliner, Sabtu, 4 April 2026. (Foto: BEM UMM) KETIK, MALANG– Aktivitas organisasi mahasiswa yang selama ini sering dianggap hanya kegiatan tambahan, kini mulai mendapat perhatian lebih di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui forum “Dialektika Kampus Putih” yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Convention Hall Sengkaling Kuliner, Sabtu, 4 April 2026, pihak kampus menyampaikan rencana kebijakan baru terkait mahasiswa aktivis. UMM tengah menyiapkan beasiswa khusus bagi mahasiswa yang aktif di organisasi, seperti BEM, Senat, Himpunan, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Tidak hanya itu, keaktifan dalam organisasi juga akan dikategorikan sebagai bentuk prestasi. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, menegaskan bahwa kampus selama ini konsisten mendukung kegiatan mahasiswa. “UMM berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kemahasiswaan. Seperti PPK Ormawa, mahasiswa kami fasilitasi mulai dari pendampingan hingga pelaksanaan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan tersebut tidak hanya terbatas pada program internal kampus. “Kalau mahasiswa mengikuti lomba akademik maupun non-akademik, pasti kami dukung,” lanjutnya. Rencana beasiswa aktivis ini menjadi langkah yang lebih konkret. Artinya, keterlibatan mahasiswa dalam organisasi tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan mulai dihargai sebagai bagian penting dari proses pengembangan diri. Di sisi lain, Presiden Mahasiswa UMM, Wahyuddin Fahrurrijal, menyebut kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi pascalebaran, tetapi juga ruang penyampaian aspirasi mahasiswa. “Di sini juga diagendakan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai aspirasi maupun keluhan dari teman-teman Ormawa,” jelasnya. Menurutnya, BEM telah menjalankan berbagai program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa selama satu periode kepengurusan. “Berbagai program kerja sudah kami rancang dan banyak yang terlaksana untuk mahasiswa berdasarkan kebutuhan mereka,” tambahnya. Ia juga mengajak mahasiswa untuk lebih aktif dalam organisasi karena manfaat yang didapat cukup besar. “Pengalaman soft skill yang didapatkan akan menjadi bekal ke jenjang selanjutnya,” ungkapnya. Meski demikian, kebijakan ini tentu membutuhkan mekanisme yang jelas, terutama dalam penilaian dan penyaluran beasiswa agar tepat sasaran. Dengan langkah ini, UMM menunjukkan bahwa aktivitas organisasi mahasiswa bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi mulai menjadi bagian dari nilai prestasi yang diakui kampus.(*)