UMM Bangun Ekosistem Wisata Kuliner Halal di Kampus

Ketenangan batin saat menyantap hidangan kini menjadi prioritas utama di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terbaik se-Indonesia, Kampus Putih terus memperkuat identitasnya sebagai Kampus Islami melalui inisiasi Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Langkah strategis ini bukan sekadar pemenuhan label, melainkan wujud nyata visi UMM dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan standar kesehatan internasional. Ketua Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (PS-P3H) UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP., menegaskan bahwa Zona KHAS hadir untuk menjamin setiap suapan yang dikonsumsi civitas akademika dan tamu kampus telah memenuhi standar syariat sekaligus prosedur higienitas yang ketat. “Kami ingin memastikan ketenangan batin bagi siapa pun yang berkunjung. Melalui Zona KHAS, kualitas gizi dan keamanan pangan terjaga, sementara ekosistem wisata halal di lingkungan kampus semakin kuat,” ujarnya Sebagai langkah konkret, UMM menggelar Focus Group Discussion (FGD) Zona KHAS pada Rabu (15/4) di ruang sidang Wakil Rektor V. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang sebagai mitra pendanaan. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, MP., IPM, saat membuka acara menyatakan bahwa rintisan ini merupakan komitmen jangka panjang. Persiapan telah dimulai sejak delapan bulan lalu melalui serangkaian workshop bagi pelaku UMKM kantin dan pendampingan sertifikasi halal untuk tiga dapur hotel milik UMM. Pria yang juga Dekan Fakultas Pertanian Peternakan UMM itu menyebutkan bahwa untuk tahap awal, terdapat tiga titik prioritas yang akan menjadi pilot project, yakni kantin Fakultas Teknik di GKB III, Kantin Asri, dan kantin Rumah Sakit UMM. Ke depannya, program ini akan diperluas hingga ke area GKB I dan kawasan wisata Sengkaling. Disisi lain, ketua program, Dr. Ir. Asmah Hidayati, M.P., IPM., menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan pelatihan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi para pengelola kantin. Tak hanya itu, pengecekan kualitas air dan pengujian sampel makanan dari bahan tambahan berbahaya seperti boraks dan formalin juga akan dilakukan secara berkala. Targetnya, sekitar 25 tenant kuliner di area prioritas akan segera tersertifikasi. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Zona KHAS UMM dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur dalam kurun waktu 2 hingga 4 bulan ke depan. Melalui rintisan ini, UMM tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku usaha lokal, tetapi juga memantapkan posisinya sebagai pionir kampus yang menyediakan ekosistem halal yang profesional dan penuh keberkahan.(*faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

UMM Buka Jalur Influencer 2026, Cara Baru Masuk Kampus Tanpa Tes Tulis untuk Kreator Digital

Malang, WISATA – Kabar menarik datang dari dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan inovasi baru dalam sistem penerimaan mahasiswa dengan membuka jalur khusus bagi influencer dan konten kreator. Program ini resmi dibuka mulai 1 April hingga 25 Juni 2026, menjadi peluang segar bagi generasi muda yang aktif di dunia digital untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus melalui jalur ujian tulis konvensional. Melalui skema ini, eksistensi di media sosial bukan lagi sekadar hobi atau ajang ekspresi, tetapi bisa menjadi tiket masuk ke perguruan tinggi. Calon mahasiswa cukup menunjukkan portofolio digital mereka, seperti jumlah pengikut dan kualitas konten yang telah diproduksi. Syarat minimal yang ditetapkan antara lain memiliki setidaknya 5.000 subscriber di YouTube atau 10.000 followers di platform seperti Instagram dan TikTok. Namun, UMM tidak hanya menilai dari angka popularitas semata. Kampus tetap menekankan kualitas konten sebagai faktor utama. Konten yang dihasilkan harus bersifat kreatif, edukatif, dan memberikan dampak positif bagi audiens. Hal ini menunjukkan bahwa UMM ingin menjaring individu yang tidak hanya terkenal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam penggunaan media digital. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi karakter generasi Z yang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Ia menilai bahwa dunia pendidikan perlu bertransformasi agar tetap relevan dengan dinamika profesi masa kini. Menurutnya, para konten kreator memiliki peran besar sebagai komunikator publik di era digital. Mereka mampu memengaruhi opini, menyebarkan informasi, dan membangun tren. Oleh karena itu, UMM ingin memberikan ruang bagi talenta-talenta tersebut agar dapat berkembang lebih terarah melalui pendidikan formal. Program ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi digital yang kuat. Dengan bekal tersebut, diharapkan para mahasiswa dapat menjadi figur inspiratif yang mampu memberikan dampak positif lebih luas bagi masyarakat. Hadirnya jalur influencer ini sekaligus mempertegas posisi UMM sebagai institusi pendidikan yang adaptif dan visioner. Kampus tidak lagi terpaku pada metode seleksi tradisional, melainkan mulai mengakui potensi baru yang lahir dari perkembangan teknologi. Bagi para kreator muda, ini adalah kesempatan untuk mengubah karya digital menjadi masa depan yang lebih pasti. Kini, aktivitas di media sosial bukan hanya soal eksistensi, tetapi juga bisa menjadi langkah awal menuju pendidikan tinggi dan karier yang lebih profesional.

Kuliah Tamu PGSD UMM Bahas Modesta, Penguatan Moderasi Beragama Melalui Literasi Digital Pada Pembelajaran SD

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah tamu (15/4) di aula GKB IV lantai 9. Diskusi menetapkan tema  Modesta di Ruang Lingkup Digital: Penguatan Moderasi Beragama Melalui Literasi Digital Pada Pembelajaran SD dengan peserta mahasiswa PGSD UMM. Hadir sebagai pemateri pertama Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) UMM,  Fahrudin Muklish, M. IRKH, menyampaikan Konsep dan Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Era Sosial dan Digital. Bahwa konsep moderasi beragama sebagai sikap beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta saling menghargai di tengah keberagaman. Fahrudin menegaskan moderasi beragama sangat relevan untuk diterapkan sejak dini, khususnya dalam lingkungan pendidikan dasar. “Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan, melainkan bagaimana kita mampu menghargai perbedaan dengan sikap yang bijak,” tandas Fahrudin. Tantangan implementasi konsep mederasi beragama di era sosial dan digital, seperti maraknya penyebaran informasi yang tidak valid, ujaran kebencian, serta konten yang berpotensi memecah belah persatuan. “Di era digital, literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif,” kata Fahrudin. Atas dasar tantangan tersebut, Fahrudin menyebutkan strategi penguatan moderasi beragama dapat dilakukan melalui literasi digital dalam pembelajaran di sekolah dasar, penguatan karakter peserta didik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi yang positif. Pentingnya peran guru dan calon pendidik dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada siswa sejak dini. Sebab guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam membangun sikap toleransi dan moderasi di lingkungan sekolah. Di tempat sama, Dosen PGSD Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Muhammad Ragil K, M.Pd, menjelaskan materi Numerasi Itu Seru! Mengajar Matematika SD Dengan Pembelajaran Kontekstual. Bahasannya  pentingnya moderasi beragama sebagai sikap yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, serta saling menghargai di tengah keberagaman. Moderasi beragama dipandang sebagai nilai yang perlu ditanamkan sejak dini, khususnya dalam lingkungan pendidikan sekolah dasar. Muhammad Ragil menjelaskan moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan, melainkan bagaimana seseorang mampu bersikap bijak dalam menyikapi perbedaan. Saat ini perkembangan teknologi di era digital Revolusi Industri 4.0, membawa dampak besar terhadap dunia pendidikan. Pesatnya arus informasi menuntut adanya kemampuan literasi digital yang baik agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak valid, hoaks, maupun konten negatif. Dalam hal ini, tandas Muhammad Ragil, literasi digital tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menganalisis, serta menyaring informasi secara bijak. Diantaranya pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan Human-AI Cognitive Collaboration, AI dapat dimanfaatkan sebagai mitra dalam berpikir untuk membantu proses eksplorasi, analisis, hingga rekonstruksi pengetahuan. Namun penggunaannya harus tetap memperhatikan keseimbangan antara nilai agama dan akal, serta antara teks dan konteks, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Muhammad Ragil menyebutkan strategi penguatan moderasi beragama meliputi integrasi literasi digital dalam pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi yang positif dan konstruktif. Pentingnya peran guru dan calon pendidik sebagai teladan dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, sikap moderat, serta penggunaan teknologi secara bijak di lingkungan sekolah. dikegiata Kegiatan kuliah tamu ini berlangsung dengan lancar dan interaktif, di mana peserta turut aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama serta memanfaatkan literasi digital secara bijak dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan nyata maupun di ruang digital. Sekedar diketahui, kuliah tamu diawali ceremony lagu kebangsaan, mars muhammadiyah, doa, serta welcome speech disampaikan Sekprodi PGSD UMM Maharani Putri Kumalasani, M.Pd. Dilanjutkan penampilan mahasiswa juara lomba menyanyi-baca puisi solo pop Talentopia. Kuliah tamu berlangsung efektif-komunikatif terbukti mahasiswa antusias bertanya, bahkan mahasiswa diberikan reward dan voucher. (HMPS PGSD UMM/najwa andiena putri)

UNESCO Tunjuk UMM sebagai Mitra Strategis Konservasi Air, Indonesia Kian Diperhitungkan di Dunia

LANGIT7.ID-Jakarta; Krisis air global kini mendapat respons serius dari ranah akademik Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi ditetapkan sebagai UNESCO Chair and Host Institution untuk program Sustainable Water Ecosystem pada 2026, menjadikan kampus ini salah satu dari hanya tiga perguruan tinggi di Indonesia yang menyandang status tersebut. Status ini bukan sekadar gelar seremonial. Di baliknya terdapat serangkaian program nyata yang telah dan sedang dikerjakan UMM di lapangan, dari Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Di Bali, UMM terlibat langsung dalam penyelamatan kawasan Subak yang terancam krisis air dan alih fungsi lahan. Pendekatannya tidak konvensional — bukan intervensi langsung pada sumber air, melainkan lewat teknologi smart farming untuk memulihkan kesehatan tanah yang rusak akibat zat kimia. “Kita memang tidak secara khusus merawat airnya secara langsung saat itu. Namun, melalui pengembangan smart farming dan energi terbarukan, kita secara otomatis menyelamatkan daerah resapan air. Dari sanalah, pada tahun 2024 lalu, UMM mendapat penghargaan bergengsi UNESCO atas upaya konservasi di Subak,” jelas Muhamad Salis Yuniardi, Wakil Rektor IV UMM dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026). Gerak UMM tidak berhenti di Bali. Sebanyak 52 akademisi dikirim ke Nusa Tenggara Timur untuk memetakan sumber air baru sekaligus membangun ketahanan pangan. Program ini diperluas dengan pengembangan teknologi desalinasi air laut bertenaga surya sebagai solusi kebutuhan air bersih bagi masyarakat pesisir. Di dalam kampus sendiri, UMM telah lebih dulu memanfaatkan aliran Sungai Brantas melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Teknologi serupa kemudian dikembangkan di sejumlah lokasi ekowisata, termasuk Sumber Maron dan Boon Pring Turen. Salis menegaskan bahwa seluruh program ini berpijak pada nilai Islam Berkemajuan, di mana riset harus memiliki dampak sosial yang terukur. “Visi kami bukan sekadar menjadi menara gading. Kami ingin setiap riset di laboratorium memiliki kaki untuk berjalan dan memberikan solusi nyata bagi krisis global,” ujar Salis. Ia juga menekankan bahwa kerja konservasi UMM bukan hanya soal kebutuhan hari ini, melainkan investasi jangka sangat panjang. “Kita tidak hanya berpikir tentang hari ini, tapi berpikir 50, 100, hingga 500 tahun ke depan untuk anak cucu kita. Mereka membutuhkan lingkungan yang tetap sustain, termasuk ketersediaan airnya. Inilah tugas kemanusiaan yang sebenarnya,” pungkas Salis.

UMM Bangun Ekosistem Wisata Kuliner Halal di Kampus

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang terus memperkuat identitasnya sebagai kampus Islami melalui pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ketenangan batin bagi civitas akademika dan pengunjung saat menikmati hidangan di lingkungan kampus.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terbaik di Indonesia, UMM tidak hanya berfokus pada label halal, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan standar kesehatan internasional. Ketua Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (PS-P3H) UMM, Elfi Anis Saati, menegaskan bahwa Zona KHAS dirancang untuk menjamin kualitas konsumsi yang sesuai syariat sekaligus higienis. “Kami ingin memastikan ketenangan batin bagi siapa pun yang berkunjung. Melalui Zona KHAS, kualitas gizi dan keamanan pangan terjaga, sementara ekosistem wisata halal di lingkungan kampus semakin kuat,” ujarnya. Sebagai langkah konkret, UMM menggelar Focus Group Discussion (FGD) Zona KHAS pada Rabu (15/4) di ruang sidang Wakil Rektor V. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan Bank Indonesia Malang sebagai mitra pendukung. Dalam kesempatan tersebut, Warkoyo menyampaikan bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang yang telah dipersiapkan sejak delapan bulan lalu. Persiapan mencakup workshop bagi pelaku UMKM kantin serta pendampingan sertifikasi halal untuk tiga dapur hotel milik UMM. Pada tahap awal, terdapat tiga lokasi yang dijadikan proyek percontohan, yaitu: Kantin Fakultas Teknik GKB III Kantin Asri Kantin Rumah Sakit UMM Ke depan, program ini akan diperluas ke kawasan GKB I serta destinasi wisata Sengkaling. Ketua program, Asmah Hidayati, menjelaskan bahwa pelatihan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) akan segera dilaksanakan bagi pengelola kantin. Selain itu, UMM juga akan melakukan: Uji kualitas air Pengujian bahan makanan Deteksi zat berbahaya seperti boraks dan formalin Langkah ini dilakukan secara berkala untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga. Sebanyak 25 tenant kuliner di area prioritas ditargetkan memperoleh sertifikasi. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Zona KHAS UMM akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Jawa Timur dalam waktu 2 hingga 4 bulan ke depan. Melalui program ini, UMM tidak hanya memperkuat identitas kampus Islami, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha lokal. Inisiatif ini menegaskan posisi UMM sebagai pionir kampus yang menghadirkan ekosistem halal yang profesional, modern, dan penuh keberkahan. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Tapak Suci UMM Borong Medali di Paku Bumi Open 2026 Yogyakarta

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Prestasi gemilang diraih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di bidang olahraga, yakni bela diri pencak silat. Melalui delegasi Tapak Suci UMM, deretan medali diraih di kejuaraan nasional yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Teriakan lantang penuh semangat dalam setiap sesi latihan menjadi energi utama bagi tim Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kedisiplinan, kekompakan, dan mental juang yang terus diasah terbukti sukses mengantarkan seluruh delegasi atletnya memborong medali pada kejuaraan nasional Paku Bumi Open Championship yang digelar pada 4-5 April di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Pada kategori Seni Tunggal IPSI, gelar Juara 1 sukses diamankan oleh Nurmalita Aulia di sektor putri dan M. Abdul Rozzaq Naufal di sektor putra. Dominasi tersebut berlanjut pada nomor ganda, di mana pasangan M. Azwin Kurniawan dan M. Allam Imaduddin menyabet Juara 1 Ganda Putra, disusul oleh Balqies Al-Mulkiyah dan Rosyidatul Hasanah yang meraih Juara 1 Ganda Putri. Kemudian, Kelvin Putra Mahendra turut menorehkan prestasi sebagai Juara 2 Tanding Kelas G Putra. Melengkapi pencapaian luar biasa tim ini, medali perunggu masing-masing berhasil dibawa pulang oleh Nurdin Doni Tupen, Jesica Indira Fauzi, Jeryfer Rinda Salsabila, dan Dzakiyah Talita Saki. Ketua UKM Tapak Suci UMM, Rio Esa Prayoga, menjelaskan bahwa prestasi ini lahir dari persiapan panjang dan terencana. “Latihan dilakukan secara rutin lima kali dalam seminggu. Ritme latihan yang terjaga serta suasana kompetitif di internal tim menjadi faktor penting dalam meningkatkan performa,” bebernya, dalam rilis UMM, Kamis (16/4). Keberhasilan ini juga didukung penuh oleh fasilitas menyeluruh dari pihak kampus. Mulai dari pendanaan operasional, transportasi, hingga penyediaan sarana latihan memadai agar atlet bisa fokus mencetak prestasi. Meskipun seluruh atlet membawa pulang medali, Rio mengingatkan bahwa hasil ini tetap menjadi bahan evaluasi menuju target yang lebih optimal. “Tantangan utama dunia olahraga sering kali datang dari dalam diri atlet itu sendiri. Kuncinya adalah membiasakan diri disiplin, menjaga konsistensi, serta memperkuat doa dan ibadah,” ungkapnya. Menanggapi prestasi ini, Kepala Bagian Minat dan Bakat Kemahasiswaan UMM, Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., mengungkapkan rasa bangganya atas capaian gemilang tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa universitas akan selalu hadir mendukung pengembangan potensi mahasiswa. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras, kedisiplinan, dan mental juara yang ditunjukkan oleh tim Tapak Suci. Prestasi di ajang nasional ini membuktikan bahwa mahasiswa UMM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh di bidang non-akademik. Jadikan hasil ini sebagai pemacu semangat untuk mendulang lebih banyak emas di The 1st Muhammadiyah Games 2026 mendatang,” ujar Ary Bakhtiar. Melalui rilis resminya, UMM berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem dan fasilitas terbaik guna mencetak generasi berprestasi yang berdaya saing. Melalui sinergi antara semangat pantang menyerah para atlet dan dukungan penuh kampus, tradisi juara ini diharapkan oleh pihak kampus dapat terus berlanjut dan mampu mengharumkan nama almamater di kancah nasional hingga internasional. ***

UMM Jadi Mitra UNESCO, Pimpin Program Ekosistem Air Berkelanjutan

MAKLUMAT — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi ditetapkan sebagai mitra UNESCO (UNESCO Chair and Host Institution) untuk program Sustainable Water Ecosystem pada 2026, menjadikannya salah satu dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang meraih status tersebut. Pengakuan ini menegaskan posisi UMM sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak global. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menyebut capaian ini merupakan hasil konsistensi panjang dalam inovasi dan riset keberlanjutan. “Ini bukan proses instan, tetapi perjalanan panjang riset dan pengabdian,” ujar Salis dikutip Jumat (17/4/2026). Dorong Solusi Krisis Air dan Subak Bali Sebagai mitra UNESCO, UMM mengemban peran dalam pengembangan ekosistem air berkelanjutan, termasuk merespons krisis air dan alih fungsi lahan di sistem irigasi Subak, Tabanan, Bali. Melalui pendekatan green farming dan smart farming, UMM mendorong pemulihan kualitas tanah sekaligus menjaga daerah resapan air yang terdampak alih fungsi lahan. “Dari pengembangan smart farming, secara tidak langsung kita menyelamatkan ekosistem air,” kata Salis. Program ini sebelumnya juga mengantarkan UMM meraih pengakuan UNESCO pada 2024 atas kontribusi konservasi Subak. Fokus NTT dan Teknologi Air Bersih Langkah kedua difokuskan pada wilayah Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT). UMM menerjunkan 52 akademisi untuk pemetaan sumber air, penguatan ketahanan pangan, dan penanganan stunting. Ke depan, UMM juga menyiapkan penerapan teknologi desalinasi bertenaga surya untuk penyediaan air bersih berkelanjutan di wilayah tersebut. Energi Terbarukan dan PLTMH Di sektor energi, UMM mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang memanfaatkan aliran Sungai Brantas di lingkungan kampus dan Taman Rekreasi Sengkaling. Selain itu, pengembangan PLTMH juga diperluas ke berbagai daerah seperti Sumber Maron dan Boonpring Turen untuk mendukung ekowisata berbasis energi hijau. Komitmen Jangka Panjang Status mitra UNESCO tidak membuat UMM berhenti berinovasi. Menurut Salis, capaian ini menjadi amanah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan jangka panjang. “Kita berpikir untuk 50 sampai 100 tahun ke depan demi keberlanjutan air dan lingkungan,” ujarnya. Komitmen ini sejalan dengan nilai Islam Berkemajuan yang diusung Persyarikatan Muhammadiyah, yang menekankan keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis.***

Tim PS Halal UMM Peroleh Hibah Kemendiktisaintek Lagi: Kembangkan Produk Halal dan Thoyyib, Bukti Dampak Pengabdian Kampus

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kampus yang berdampak bagi sosial dan bangsa. Hal ini tak lepas dari upaya UMM untuk selalu ingin terus maju dan menebar manfaat bagi kemajuan IPTEKS dan meningkatkan kesejahteraan bangsa. Kampus yang mempunyai visi untuk menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) berdasarkan nilai-nilai Islam, kembali menunjukkan bukti terbarunya melalui riset dan pengabdian tim pusat studi (PS) P3 Halal. Praktik ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen UMM untuk menyelenggarakan pendidikan unggul, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang menghasilkan lulusan berakhlak mulia dan berdaya saing global. Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah tiga pilar kewajiban utama perguruan tinggi di Indonesia yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Inilah yang juga diusung oleh UMM. Tiga pilar ini bertujuan mencetak lulusan berkualitas, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Pilar ini juga wajib dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa untuk menciptakan inovasi dan kemajuan bangsa. Riset atau penelitian dan pengembangan, berperan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memecahkan masalah praktis, seperti membantu UMKM. Dosen dan mahasiswa diharapkan aktif menghasilkan publikasi dan inovasi. Kemudian, pengabdian kepada Masyarakat, menjadi wahana penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMM sebagai kampus yang islami, dan mempunyai Pusat Studi P3 Halal menyadari pentingnya mempunyai tujuan dan target yang jelas agar riset-riset yang dijalankan tidak sekadar menghasilkan temuan baru, tetapi juga dapat diaplikasikan kepada masyarakat. Misi ini kemudian terlaksana melalui riset inovatif dan pengabdian terkait tema halal-thoyyib. Pada tahun anggaran 2026 ini, cukup banyak dosen yang termasuk Tim halal PS P3 Halal UMM yang memperoleh pendanaan dari KemDiktisaintek RI. Ada tujuh orang/tim yang mempunyai keragaman judul, materi/obyek yang diteliti dan dikembangkan yang lolos persyaratan. Keberhasilan ini disikapi sebagai kesempatan untuk menunjukkan semangat pemberdayaan dan gotong royong membangun bangsa agar berdampak pada pengembangan mutu akademik, jiwa kreatif-inovatif dosen mahasiswa dan alumninya. Selain itu, juga diharapkan pihak kampus dapat membawa dampak perbaikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Keberhasilan dalam memberi dampak kepada masyarakat juga akan membawa perbaikan mutu kampus, memperbanyak jurnal terpublikasi, hak intelektual (HAKI), layanan sosial, dan peningkatan peringkat kampus secara nasional maupun internasional. Ketujuh akademisi tersebut, yaitu: Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P, I.P.M Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P, I.P.M Dr. Ir. Asmah Hidayati, M.P Dr. Ahmad Sobrun Jamil, S.Si., M.P Dr. Dana Marsetiya Utama, S.T., M.T Ramli Ramadhan, S.Hut, M.A. Kemudian materi dan judul riset-risetnya, seperti berikut ini: (i) Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P: Pemanfaatan Minuman Sehat-Tinggi Antioksidan dari Ekstrak Bunga Mawar untuk Mencegah cemaran Mikroplastik pada Menu MBG di Sekolah; (ii) Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P, I.P.M: Sibost Biohayati 3/1; (iii) Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P, I.P.M: Bioprospeksi Kasumba Turate (Carthamus Tinctorius L) Tanaman Endemik Sulawesi Sebagai Kandidat Obat Immunomodulator; (iv) Dr. Ir. Asmah Hidayati, M.P: Pengembangan Desa Tukum sebagai Desa Zero Waste Berbasis Integrated Farming melalui Vermikultur Village; (v) Dr. Ahmad Sobrun Jamil, S.Si., M.P: Pemberdayaan BUMDESMA Wajak Jaya Abadi melalui Peningkatan Teknik Pengawetan Mendong, Kualitas Produk Anyaman, dan Pemasaran Digital Berbasis Kemitraan; (vi) Dr. Dana Marsetiya Utama, S.T., M.T: Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Penggilingan Padi melalui Digitalisasi Bisnis dan Diversifikasi Produk Limbah Sekam Berbasis Ekonomi Sirkular; (vii) Ramli Ramadhan, S.Hut, MA: Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan melalui Inovasi Solar Dome Dryer berbasis IoT Kopi Endemik untuk Penguatan Ekonomi di Kawasan Hutan Lindung. Prof. Dr. Ir. Elfi Anis sejak 2005, sudah meneliti pigmen sebagai sumber pewarna alami yang dapat diperoleh dari beragam bunga, buah, umbi. Pigmen ini dapat digunakan untuk menggantikan pewarna Rhodamin B berbahaya. Ia terus konsisten melanjutkan penelitiannya dengan mengolah ekstrak pigmen antosianin menjadi minuman sehat tinggi antioksdian. Atas dedikasinya, ia memperoleh granted paten No. IDP 000071786, serta menjadi suplemen anemia (hibah DIKTI 2025) pada 2026. Kemudian juga menghasilkan suplemen yang berantioksidan untuk mencegah residu/cemaran mikroplastik pada menu MBG–program Makan Bergizi Gratis–di sekolah. Usulan pengabdian lain yang lolos pendanaan TA 2026, yaitu (i) Tim Dr. Ir. Asmah Hidayati, MP., (ii) Tim Dr. Ahmad Sobrun Jamil, S.Si., M.P. tentang Pemberdayaan Bumdesma Wajak Jaya Abadi melalui Peningkatan Teknik Pengawetan Mendong, Kualitas Produk Anyaman dan Pemasaran Digital Berbasis Kemitraan. Kemudian, (iii) Tim Ramli Ramadhan, S.Hut, MA, berjudul Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan melalui Inovasi Solar Dome Dryer berbasis IoT Kopi Endemik untuk Penguatan Ekonomi di Kawasan Hutan Lindung, dan Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Beberapa periset sudah sangat dikenal dengan hasil karyanya, dan cukup sering memperoleh penghargaan, seperti Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini., MP, IPM, yang pernah memperoleh penghargaan Indo Livestock Research And Innovation Award 2024 kategori Sapi Perah pada Juli 2024. Penghargaan ini diberikan atas inovasinya menciptakan probiotik ternak (mikroba pendegradasi senyawa kompleks organik) yang meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak secara efisien. Kemudian, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP yang juga menjabat sebagai Kepala PS P3 Halal UMM yang pernah memperoleh empat penghargaan bergengsi. Di antaranya: i) Penghargaan dari LLDIKTI VII Jatim sebagai Dosen Inovatif Terpuji 2020, ii) Dosen Terinspiratif IMHS (Indonesia Mental Health Summit) 2024; iii) Penghargaan PATPI/Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Award Tahun 2019 juara II, iv) dan The Five (5) Best Poster Product Halal Excellent at World Halal Research Kuala Lumpur 8-9 April 2011. Dengan perolehan prestasi tersebut diharapkan pihak kampus akan dapat mempercepat capaian tujuan PS halal UMM, yaitu memperkuat ekosistem halal nasional dengan menjadikan mahasiswa sebagai aktor utama, yang juga didukung kurikulum terintegrasi dan pendampingan UMKM. UMM juga mengusung visi besar yaitu menjadi pelopor kajian pangan aman halal yang berkelanjutan sejak 2008, sekaligus mengawal jaminan kehalalan produk bagi konsumen. Tujuan dan visi tersebut dimaksudkan mendukung implementasi UU JPH No.33/2014 dan membantu tercapainya target Indonesia menjadi Pusat Halal Dunia. Menariknya, UMM juga mempunyai rencana besar yakni membentuk CoE halal dengan dua cluster berupa Produk Halal (pangan, obat, kosmetik dan barang penggunaan) dan Jasa, serta Manajemen Halal (bisnis syariah, pariwisata, hospitality). Dokumentasi UMM terkait prestasi dosen dan tim PS P3 Halal UMM:

Mesin Pengering Mie Otomatis Karya Mahasiswa UMM, Pangkas Biaya dan Waktu Produksi

pwmu.co – Inovasi teknologi kembali lahir dari Universitas Muhammadiyah Malang. Tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri berhasil menciptakan mesin pengering mie otomatis berbasis Gas Heated Air Circulation Dryer, yang mampu memangkas biaya operasional sekaligus mempercepat proses produksi bagi pelaku UMKM.Selama ini, cuaca yang tidak menentu serta tingginya biaya oven listrik menjadi kendala utama bagi produsen mie kering. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa UMM menghadirkan solusi mesin pengering yang lebih efisien, ekonomis, dan praktis. Ketua tim, Hanum Salsabila Djirimu, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari hasil observasi langsung terhadap pelaku UMKM. “Kami melihat mereka masih kewalahan menggunakan oven listrik berkapasitas kecil, di mana waktu pengeringannya bisa lebih dari tiga jam. Dari situ kami bertekad merancang solusi yang lebih efisien,” ujarnya. Tim ini juga beranggotakan Berlinda Amalia Diami, Aisyah Leilani Salsabillah, Nadhea Aurelie Salsabila, dan Frisca Shannon Alexandra. Berbeda dengan metode konvensional, mesin ini menggabungkan sumber panas gas dengan sistem sirkulasi udara modern. Blower di dalam mesin memastikan distribusi panas merata ke seluruh ruang pengering. Tak hanya itu, alat ini dilengkapi: Sensor pengatur suhu otomatis Timer digital Sistem kontrol panas stabil “Jika suhu melebihi batas, sistem akan menyesuaikan secara otomatis. Hasilnya lebih konsisten dan tidak bergantung pada cuaca,” tambah Hanum. Dari sisi ekonomi, penggunaan bahan bakar gas dinilai jauh lebih hemat dibanding listrik atau panel surya yang membutuhkan investasi besar. Dengan biaya pembuatan prototipe sekitar Rp3 juta, alat ini dinilai sangat realistis untuk diterapkan oleh pelaku UMKM. Dosen pembimbing, Adhi Nugraha, mengapresiasi hasil kerja tim yang mampu mengaplikasikan teori ke dalam solusi nyata. “Mereka tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga memperhatikan aspek ekonomi agar alat ini benar-benar bisa digunakan oleh pelaku usaha kecil,” ujarnya. Ia menilai inovasi ini mencerminkan esensi pendidikan teknik, yakni menghadirkan solusi praktis bagi masyarakat. Inovasi Gas Heated Air Circulation Dryer menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa UMM dalam mendukung sektor UMKM. Harapannya, teknologi ini tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat diproduksi secara massal sehingga mampu membantu pelaku usaha kecil meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing. “Kuncinya berani mencoba dan peka terhadap masalah di sekitar. Dari situlah inovasi yang bermanfaat akan lahir,” pungkas Hanum. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Cek Anemia Kini Cukup Pakai Kamera HP Berkat Inovasi AI Dosen UMM

radarmalang, MALANG – Di era yang serba digital, urusan cek kesehatan pun makin praktis dan di ujung jari. Menepis ketakutan banyak orang terhadap jarum suntik, Dosen Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Lailis Syafa’ah, M.T., sukses menciptakan aplikasi deteksi anemia mandiri. Hanya bermodal kamera smartphone dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang membaca citra mata, tes hemoglobin kini bisa dilakukan kapan saja dari rumah. Terobosan teknologi medis ini tidak digarap secara individual. Lailis menggandeng tim dosen dan mahasiswa Vokasi UMM lintas disiplin, termasuk La Febry Andira Rose Cynthia, S.T., M.T. dan Zulfatman, Ph.D. Lewat kolaborasi ini, mereka berupaya menghadirkan layanan deteksi dini kesehatan yang inklusif, praktis, dan mendobrak ketergantungan pada fasilitas klinis konvensional. “Selama ini banyak orang menunda pemeriksaan karena malas harus datang ke fasilitas kesehatan dan menjalani prosedur ambil darah yang tidak nyaman. Padahal, deteksi dini itu krusial untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Saya ingin membuat solusi praktis agar masyarakat bisa lebih sadar dan rutin mengecek kesehatannya secara mandiri,” tegas Lailis. Wanita yang juga Dekan Vokasi tersebut menjelaskan, bahwa secara teknis aplikasi tersebut bekerja dengan memanfaatkan citra konjungtiva (selaput lendir) mata sebagai indikator visual. Foto mata yang diambil lewat kamera ponsel akan langsung diproses oleh AI yang telah dilatih dengan basis data khusus. Sistem secara pintar membaca pola kecerahan dan karakteristik warna mata yang berkorelasi dengan kadar hemoglobin (Hb), lalu mengklasifikasikannya menjadi estimasi nilai. Mekanisme ini sukses menggeser praktik uji laboratorium menjadi sekadar sentuhan jari di layar perangkat pribadi. “Yang kami kembangkan bukan sekadar aplikasi, tetapi sebuah sistem canggih yang mampu menerjemahkan data visual menjadi informasi kesehatan medis. Proses ini membutuhkan pemodelan yang sangat presisi agar hasilnya tetap akurat ketika dipakai oleh berbagai pengguna dengan kondisi berbeda,” jelasnya. Gagasan revolusioner ini bukan proyek instan. Risetnya bermula dari studi doktoral Lailis di bidang kedokteran yang berfokus pada pemodelan kesehatan melalui variabel citra. Dalam pengembangannya, sistem ini terus “belajar” menghubungkan kondisi mata dengan kadar hemoglobin. Hingga kini, tingkat akurasi aplikasi telah menyentuh kisaran 80 persen, sebuah indikator menjanjikan untuk riset yang masih dalam tahap pengembangan lanjutan. “Karena riset ini bertumpu pada machine learning, maka semakin banyak dan beragam datanya, hasil analisanya akan semakin tajam. Saat ini sistemnya terus kami sempurnakan agar klasifikasinya makin presisi untuk penggunaan massal,” ungkapnya. Ke depan, Lailis memproyeksikan aplikasi ini menjadi alat deteksi mandiri harian bagi masyarakat luas. Secara spesifik, pengembangannya juga difokuskan untuk membantu kelompok rentan yang membutuhkan pemantauan hemoglobin rutin tanpa rasa sakit, seperti ibu hamil. “Harapannya, teknologi seperti ini bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan layanan kesehatan. Deteksi dini tidak harus selalu menunggu antrean di rumah sakit, tetapi bisa dimulai dari kesadaran individu dari rumah masing-masing untuk memantau kondisi tubuhnya,” tutup Lailis optimis.