Menjawab Krisis Ekonomi Global, Enam Doktor FEB UMM Rumuskan Strategi Pembangunan Inklusif

MALANG, Suara Muhammadiyah – Di tengah arus perubahan ekonomi global yang semakin kompleks, kebutuhan pendekatan baru dalam pembangunan berkelanjutan menjadi sangat mendesak. Merespons tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menyelenggarakan Colloquium Post Doctoral bertajuk “Risalah Ekonomi dan Bisnis Berkemajuan: Integrasi Business Sustainability dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”. Kegiatan ini digelar Selasa, 14 April 2026, di Aula GKB 4 UMM, sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan dan mendiseminasikan hasil riset para dosen yang baru merampungkan studi doktoral. Terdapat enam dosen yang mempresentasikan disertasinya, yakni M. Sri Wahyudi S., M.E., Ph.D., Dr. Ida Nuraini, M.Si., Yeyen Pratika, MBA., Ph.D., Dr. Sri Wahjuni L., M.M., Ak., CA., Fika Fitriasari, M.M., Ph.D., dan Novita Ratna Satiti, M.M., Ph.D. Kolokium ini bertujuan memetakan kepakaran dosen sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi yang inklusif. Forum ini juga memastikan agar hasil disertasi dapat diaplikasikan lebih luas oleh akademisi dan pemangku kebijakan. Dalam presentasinya, M. Sri Wahyudi S., M.E., Ph.D., menyoroti persoalan kemiskinan dan ketimpangan global. Menurutnya, indikator kesejahteraan dari lembaga seperti World Bank dan UNDP masih terlampau materialistik dan belum mencakup aspek moral. Melalui perspektif Islam, ia menawarkan pendekatan holistik yang mengukur kesejahteraan lewat penjagaan terhadap lima dimensi utama: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. “Selama ini kesejahteraan sering diukur dari angka ekonomi semata. Kita perlu indikator utuh. Integrasi nilai spiritual adalah kunci agar pembangunan tidak sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga martabat manusia,” tegasnya. Sementara itu, Dr. Ida Nuraini, M.Si. membahas isu ketimpangan ekonomi wilayah, terutama kesenjangan kawasan barat dan timur Indonesia. Ia mengkritik kebijakan pembangunan daerah yang cenderung copy-paste tanpa menimbang potensi lokal, yang justru berisiko menghambat kesejahteraan masyarakat. “Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda dan tidak bisa disamaratakan. Perencanaan pembangunan harus berbasis data serta kebutuhan nyata lokal,” ungkap Ida. Ia kemudian mengusulkan pendekatan berbasis ekologi wilayah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai solusi mengatasi ketimpangan. Disisi lain, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menegaskan bahwa kolokium ini adalah agenda strategis untuk mengembangkan institusi dan mengidentifikasi kepakaran dosen. Ia mendorong para doktor baru agar segera mengakselerasi kenaikan jabatan akademik. “FEB memiliki potensi besar melahirkan banyak guru besar. Momentum ini penting diiringi inovasi seperti program mikrokredensial dan kolaborasi internasional untuk meningkatkan daya saing institusi,” ujarnya. Secara keseluruhan, kolokium ini menjadi refleksi kritis mengenai arah pembangunan ekonomi di Indonesia. Melalui penegasan akan pentingnya integrasi aspek ekonomi, sosial, dan spiritual, gagasan ini diharapkan berkontribusi nyata dalam mewujudkan ekosistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. (diko)

UMM buka jalur kuliah tanpa tes untuk konten kreator, ini syaratnya

Bisnis.com, MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru jalur khusus, yakni tanpa tes, bagi influencer dan konten kreator mulai 1 April hingga 25 Juni 2026 mendatang. Wakil Rektor II UMM,  Ahmad Juanda, mengatakan syarat yang ditawarkan sangat relevan dengan keseharian anak muda masa kini. Para calon pendaftar cukup membuktikan diri dengan kepemilikan minimal 5.000 subscriber di platform YouTube, atau 10.000 followers di Instagram maupun TikTok. Namun, tingginya angka pengikut bukan satu-satunya tolok ukur. “UMM tetap memasang filter ketat: konten yang diproduksi wajib bersifat kreatif, edukatif, dan menularkan energi positif. Hal ini menegaskan bahwa kampus tidak sedang memburu popularitas semata, melainkan mencari substansi dan rekam jejak digital yang baik,” katanya Selasa (14/4/2026). Menurutnya, langkah ini adalah bentuk nyata adaptasi kampus terhadap literasi digital generasi Z. Menurutnya, institusi pendidikan tidak boleh tutup mata terhadap lahirnya profesi-profesi baru dari rahim teknologi. “Dunia sudah berubah, dan cara kita menilai kecerdasan anak bangsa juga harus berekspansi. Para konten kreator ini adalah public relations bagi generasinya. Mereka punya panggung, algoritma, dan pengaruh besar. Melalui jalur ini, UMM ingin mewadahi bakat tersebut agar anak muda kita tak sekadar asal viral, tetapi juga dibekali dengan fondasi akademik yang matang dan berintegritas,” tegasnya. Dia menekankan pula,  program ini adalah investasi strategis untuk mencetak lulusan yang cakap digital sekaligus beretika. “Kami mencari mereka yang bisa menginspirasi publik. Jika mereka sudah mahir berkomunikasi secara visual di media sosial, UMM siap memolesnya menjadi talenta profesional yang dampaknya jauh lebih luas bagi masyarakat,” imbuhnya. Dengan hadirnya jalur influencer ini, kata dia, maka diharapkan tidak hanya menjaring bibit-bibit unggul di ranah digital, tetapi juga mengukuhkan posisi UMM sebagai kampus yang proaktif membaca zaman. “Kini, saatnya mengubah karya kreatif di dunia maya menjadi tiket menuju masa depan yang cerah,” ucapnya.

Kampus Muhammadiyah Ini Jadi Mitra Strategis UNESCO dalam Ekosistem Air Berkelanjutan

Media Kampung – 17 April 2026 | Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi ditetapkan sebagai mitra strategis UNESCO dalam program Sustainable Water Ecosystem, menjadikannya sorotan utama pada tahun 2026. Penetapan tersebut diberikan melalui status UNESCO Chair and Host Institution, yang menempatkan UMM pada posisi strategis untuk mengarahkan riset dan kebijakan air berkelanjutan secara global. UMM menjadi satu dari hanya tiga perguruan tinggi di Indonesia yang memperoleh status serupa, menegaskan keunggulan institusional dalam bidang lingkungan dan teknologi air. Rektor UMM, Prof. Dr. H. Ahmad Fauzi, M.A., menyatakan, ‘Pengakuan UNESCO ini merupakan bukti komitmen kami dalam mengatasi tantangan krisis air melalui inovasi ilmiah dan kolaborasi lintas sektor.’ UNESCO Chair bertujuan memperkuat kapasitas akademik, meningkatkan transfer teknologi, serta memfasilitasi dialog internasional tentang konservasi sumber daya air. Di UMM, laboratorium penelitian air telah meluncurkan lima proyek utama, meliputi pemantauan kualitas sungai, pengembangan biofilter, serta model prediksi banjir berbasis AI. Kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang, Dinas Lingkungan Hidup, serta organisasi non‑profit lokal memungkinkan penerapan hasil riset langsung ke masyarakat, termasuk program edukasi warga tentang penggunaan air efisien. Mahasiswa kini terlibat aktif dalam proyek lapangan, memperoleh kredit akademik sekaligus pengalaman praktis, yang diharapkan meningkatkan kesiapan mereka menjadi profesional bidang kelautan dan lingkungan. Pencapaian ini selaras dengan agenda nasional Indonesia untuk mencapai Sustainable Development Goal nomor 6, yakni memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi semua. Ke depan, UMM berencana memperluas jaringan kerjasama internasional, menyelenggarakan konferensi tahunan UNESCO Chair, serta meluncurkan beasiswa khusus bagi peneliti muda yang fokus pada inovasi pengelolaan air berkelanjutan.

UMM Jadi Mitra Strategis UNESCO dalam Ekosistem Air Berkelanjutan

Klikwarta.com, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir sejarah di panggung internasional. Pada tahun 2026, Kampus Putih secara resmi ditetapkan sebagai mitra strategis global melalui status UNESCO Chair and Host Institution untuk program Sustainable Water Ecosystem. Pencapaian tersebut menempatkan UMM dalam jajaran elit pendidikan dunia, menjadikannya satu dari hanya tiga kampus di Indonesia yang dipercaya mengemban amanah besar tersebut. ​Penetapan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi panjang dalam riset dan pengabdian masyarakat. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi menjelaskan, inovasi adalah harga mati bagi perguruan tinggi yang ingin berdampak. “Visi kami bukan sekadar menjadi menara gading. Kami ingin setiap riset di laboratorium memiliki kaki untuk berjalan dan memberikan solusi nyata bagi krisis global,” ungkap Salis dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (17/4). ​Sebagai mitra resmi UNESCO, UMM kini memotori tiga program strategis untuk keberlanjutan air. Salah satu jejak paling nyata adalah penyelamatan kawasan Subak, Bali. Saat itu, krisis air dan alih fungsi lahan mengancam kedaulatan pangan lokal. UMM hadir dengan teknologi smart farming untuk memulihkan kesehatan tanah yang rusak akibat zat kimia. “Kita memang tidak secara khusus merawat airnya secara langsung saat itu. Namun, melalui pengembangan smart farming dan energi terbarukan, kita secara otomatis menyelamatkan daerah resapan air. Dari sanalah, pada tahun 2024 lalu, UMM mendapat penghargaan bergengsi UNESCO atas upaya konservasi di Subak,” jelas Salis lebih lanjut. ​Tak berhenti di Bali, UMM juga melebarkan sayap ke Indonesia Timur. Sebanyak 52 akademisi diterjunkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memetakan sumber air baru dan membangun ketahanan pangan. Proyek ini kian ambisius dengan pengembangan teknologi desalinasi air laut bertenaga surya untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat pesisir. Di sektor energi, UMM telah lama menjadi pionir melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang memanfaatkan aliran Sungai Brantas. Fasilitas ini tidak hanya menjadi sumber listrik ramah lingkungan bagi kampus, tetapi juga telah dikembangkan di berbagai lokasi ekowisata seperti Sumber Maron dan Boon Pring Turen. Bagi Salis dan keluarga besar UMM, pengakuan dunia ini adalah bentuk dakwah lingkungan yang berlandaskan nilai Islam Berkemajuan. Ia menekankan pentingnya warisan bagi generasi mendatang agar tetap bisa menikmati bumi yang layak huni. “Kita tidak hanya berpikir tentang hari ini, tapi berpikir 50, 100, hingga 500 tahun ke depan untuk anak cucu kita. Mereka membutuhkan lingkungan yang tetap sustain, termasuk ketersediaan airnya. Inilah tugas kemanusiaan yang sebenarnya,” pungkas Salis.

Mesin Pengering Mie Otomatis Karya Mahasiswa UMM, Pangkas Biaya dan Waktu Produksi

pwmu.co – Inovasi teknologi kembali lahir dari Universitas Muhammadiyah Malang. Tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri berhasil menciptakan mesin pengering mie otomatis berbasis Gas Heated Air Circulation Dryer, yang mampu memangkas biaya operasional sekaligus mempercepat proses produksi bagi pelaku UMKM.Selama ini, cuaca yang tidak menentu serta tingginya biaya oven listrik menjadi kendala utama bagi produsen mie kering. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa UMM menghadirkan solusi mesin pengering yang lebih efisien, ekonomis, dan praktis. Ketua tim, Hanum Salsabila Djirimu, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari hasil observasi langsung terhadap pelaku UMKM. “Kami melihat mereka masih kewalahan menggunakan oven listrik berkapasitas kecil, di mana waktu pengeringannya bisa lebih dari tiga jam. Dari situ kami bertekad merancang solusi yang lebih efisien,” ujarnya. Tim ini juga beranggotakan Berlinda Amalia Diami, Aisyah Leilani Salsabillah, Nadhea Aurelie Salsabila, dan Frisca Shannon Alexandra. Berbeda dengan metode konvensional, mesin ini menggabungkan sumber panas gas dengan sistem sirkulasi udara modern. Blower di dalam mesin memastikan distribusi panas merata ke seluruh ruang pengering. Tak hanya itu, alat ini dilengkapi: Sensor pengatur suhu otomatis Timer digital Sistem kontrol panas stabil “Jika suhu melebihi batas, sistem akan menyesuaikan secara otomatis. Hasilnya lebih konsisten dan tidak bergantung pada cuaca,” tambah Hanum. Dari sisi ekonomi, penggunaan bahan bakar gas dinilai jauh lebih hemat dibanding listrik atau panel surya yang membutuhkan investasi besar. Dengan biaya pembuatan prototipe sekitar Rp3 juta, alat ini dinilai sangat realistis untuk diterapkan oleh pelaku UMKM. Dosen pembimbing, Adhi Nugraha, mengapresiasi hasil kerja tim yang mampu mengaplikasikan teori ke dalam solusi nyata. “Mereka tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga memperhatikan aspek ekonomi agar alat ini benar-benar bisa digunakan oleh pelaku usaha kecil,” ujarnya. Ia menilai inovasi ini mencerminkan esensi pendidikan teknik, yakni menghadirkan solusi praktis bagi masyarakat. Inovasi Gas Heated Air Circulation Dryer menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa UMM dalam mendukung sektor UMKM. Harapannya, teknologi ini tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat diproduksi secara massal sehingga mampu membantu pelaku usaha kecil meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing. “Kuncinya berani mencoba dan peka terhadap masalah di sekitar. Dari situlah inovasi yang bermanfaat akan lahir,” pungkas Hanum. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Saingi Ribuan Profesor Dunia, Mahasiswi Anjani Terpilih Presentasikan Hasil Risetnya di Oxford

Mataram (NTBSatu) – Mahasiswi asal Anjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Fatimatuzzahro’ Sholehuddin mencatat prestasi internasional dengan tampil mempresentasikan hasil risetnya di University of Oxford, Inggris. Ia berhasil lolos seleksi ketat dan tampil sebagai pemakalah dalam forum bergengsi 76th Political Studies Association (PSA) Annual International Conference , yang berlangsung pada 30 Maret hingga 1 April 2026. Dalam forum tersebut, Fatimatuzzahro’ mempresentasikan riset berjudul “ Determinants of Indonesian Women’s Interest in Political Participation: An Extended Theory of Planned Behavior Approach ”. Penelitian tersebut mengkaji faktor yang memengaruhi minat perempuan Indonesia dalam berpartisipasi pada dunia politik. Penelitiannya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 304 responden dari Indonesia. Ia mengumpulkan data secara selektif, melalui formulir daring dan memastikan responden memiliki ketertarikan terhadap isu politik sebelum melanjutkan pengisian. Hasil penelitian menunjukkan, dukungan sosial menjadi faktor paling kuat yang mendorong perempuan untuk terlibat dalam politik. Ia menambahkan, penerimaan lingkungan, dorongan keluarga serta status sosial ikut memperkuat kepercayaan diri perempuan untuk terjun ke dunia politik. Fatimatuzzahro’ saat ini menempuh studi Magister semester akhir pada National Chung Hsing University , Taiwan, dengan fokus Hukum Internasional dan Politik Internasional. Ia merupakan, putri kelima dari TGH. Sholehuddin. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Aikmel, lalu melanjutkan studi S1 Hubungan Internasional di Universitas Muhammadiyah Malang. Ia juga sempat mengikuti program studi singkat di Beijing dan Guangxi Normal University , China. “Minder” Bersaing dengan Profesor Dunia Proses seleksi menuju forum internasional tersebut berlangsung panjang dan ketat. Ia menyampaikan, tahapan seleksi berlangsung hampir satu tahun sejak pengajuan awal hingga keberangkatan. Seleksi melibatkan penilaian akademik, telaah paper oleh panelis internasional, serta revisi berlapis melalui mekanisme peer-review jurnal. Pengumuman hasil seleksi muncul pada 18 November 2025. Ia menegaskan, peserta yang mendaftar mencapai ribuan orang dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, mayoritas peserta berasal dari kalangan profesor dan doktor. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia, sekaligus peserta dengan latar belakang S2 yang tergolong minoritas. “Dari seluruh dunia ada ribuan yang mendaftar, kurang lebih ada 8.000 orang. 143 Profesor dunia berhasil lolos, ada doktor sekitar 578 orang, dan yang master 158 orang. Jadi saya minoritas, dan ini jadi tekanan berat,” ungkapnya kepada NTBSatu pada Jumat, 17 April 2026. Selama konferensi, ia menghadapi berbagai tantangan, terutama perbedaan aksen bahasa Inggris serta tekanan akademik dari peserta lain yang mayoritas Profesor dan Doktor. Meski sempat merasa rendah diri karena bersaing dengan Profesor dan Doktor dunia, ia tetap mampu menyampaikan argumen secara kritis dan menjawab berbagai pertanyaan dari panelis serta peserta. “Setiap ngobrol sama peserta lain, mereka semua Profesor dan Doktor dengan penelitian sebelumnya bagus banget, jujur minder banget. Mereka rata-rata S3, yang kuliah sambil bekerja. Sedangkan saya ini masih anak kecil, dari situ mikir enggak ada yang bisa dibanggakan,” ucapnya. Selain pengalaman akademik, ia juga memperoleh manfaat besar berupa jaringan internasional. Ia berkesempatan berinteraksi langsung dengan para profesor dunia dan membuka peluang melanjutkan studi lanjutan. Ia menyampaikan pesan kepada generasi muda NTB agar tidak takut menghadapi keterbatasan, terutama dalam hal bahasa. “Sebenarnya keterbatasannya memang bahasa, karena saya juga merasakan sebelum daftar beasiswa. Tetapi, jangan takut gagal, terobos saja. Kalau takut gagal tidak akan jalan, tidak akan sampai targetnya,” ungkapnya. Ia juga menegaskan, pentingnya semangat belajar mandiri dan keberanian mencoba sebagai kunci meraih kesempatan. (*)

Bawa Visi Titik Temu Aktivis Profetik, M. Rizqi Ulin Nuha Mantab Maju Calon Ketua Umum PC IMM Malang Raya

MALANG, PIJARNEWS.ID – Dinamika menjelang suksesi kepemimpinan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya kian menghangat. Di tengah kebutuhan akan figur terbaik dan visioner, M. Rizqi Ulin Nuha secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa Calon Ketua Umum. Dengan mengusung visi besar bertajuk “Titik Temu IMM: Menjadikan IMM Malang Raya sebagai Etalase Aktivisme Profetik menuju Peradaban Utama”, sosok yang akrab disapa Ulin ini hadir menawarkan gagasan segar bagi arah gerak IMM Malang Raya kedepan.Visi tersebut ia rumuskan setelah mengidentifikasi permasalahan mendasar yang menghambat gerakan IMM Malang Raya. Dalam pembacaannya, ia melihat terdapat beberapa tantangan internal yang menjangkiti IMM Malang Raya, seperti dinamika loyalitas kader, hilangnya keteladanan dan regenerasi, fragmentasi gerakan komisariat, serta lemahnya tata kelola organisasi. Sementara tantangan eksternal yang turut berpengaruh ialah karakter generasi Z di era Society 5.0, fenomena disrupsi ideologi, hingga attention war. Untuk itu, ia membangun kerangka pikir dasar yang terdiri dari tiga pilar, yakni perkaderan, manajemen organisasi, dan gerakan. Melalui kerangka pikir dasar tersebut, lahir misi yang ia sebut sebagai 4 Misi Revolusioner, yaitu (1) membentuk ekosistem kader yang memiliki basis Trikoda, (2) menghidupkan gerakan mahasiswa IMM yang berlandaskan nilai-nilai aktivisme profetik dan berorientasi pada transformasi sosial, (3) membangun tata kelola organisasi yang kolaboratif, inklusif, dan mampu merawat keberagaman kader, dan (4) mendorong lahirnya kader dan alumni IMM yang memiliki kapasitas sebagai intelektual publik. Seluruh misi revolusioner tersebut ia pastikan bukan sebatas retorika kosong. Jauh sebelum memberanikan diri terjun ke arena kontestasi Musycab, ia telah menempuh jalan persiapan diri yang panjang dan matang. Akar religiusitas, intelektualitas dan humanitas telah disemai dan dirawat secara berjenjang sejak dari tanah kelahirannya. Ditempa di bangku MTs YTP Kertosono, ia mewarisi fondasi religiusitas dan kedisiplinan hidup yang mengakar kuat. Langkah ini kemudian berlanjut ke pendidikan menengah akhir di SMAN 1 Kertosono. Perpaduan antara basis pendidikan madrasah dan sekolah umum ini secara alamiah membentuk karakternya yang luwes namun tegas dalam hal-hal prinsipil. Setamat SMA, ia memutuskan untuk merantau ke Kota Malang dan menempuh pendidikan sarjana Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di kampus ini, ia mencoba menyelami lebih dalam anatomi perilaku manusia dalam sebuah sistem. Hal ini dibuktikan melalui karya skripsi yang berjudul “Peran Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Afektif Karyawan pada Organisasi”. Menurutnya, karya skripsi ini bukan sekadar pemenuhan syarat kelulusan semata, melainkan manifestasi dari komitmennya tentang bagaimana cara merawat loyalitas, membangun ikatan emosional, dan menciptakan ekosistem sosial yang sehat—sebuah modal fundamental yang dibutuhkan untuk mengelola dan mengembangkan organisasi seperti IMM. Tak berhenti pada pencapaian sarjana, kesadarannya akan tantangan kepemimpinan masa depan yang kian kompleks mendorongnya untuk terus belajar. Saat ini, ia tengah mematangkan kapasitas intelektualnya dengan menempuh studi magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Universitas Airlangga (Unair). Keputusannya untuk mendalami ilmu PSDM ini memberikan penegasan yang jelas, bahwa ia sangat siap untuk merevolusi tata kelola perkaderan IMM Malang Raya—memastikannya berjalan lebih sistematis, adaptif, dan mampu mencetak kader-kader pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah. Di ranah praksis, kapasitas manajerial dan modal sosialnya telah teruji secara nyata melalui berbagai organisasi. Ia mendedikasikan pengabdian strukturalnya di IMM sejak akar rumput, yakni dengan mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (SPM) IMM Komisariat Restorasi UMM. Kepemimpinannya yang berdampak di level komisariat tersebut kemudian mengantarkannya untuk melanjutkan kiprah strategis pada posisi yang sama di PC IMM Malang Raya.Lebih dari sekadar organisatoris, ia juga memiliki visi yang tajam pada jantung IMM, yaitu ranah perkaderan. Komitmennya dalam mencetak dan merawat generasi penerus IMM dibuktikan lewat kontribusi penuhnya sebagai Instruktur Cabang IMM Malang Raya sepanjang tahun 2023 hingga 2025. Tak berhenti di situ, saat ini ia juga dipercaya mengambil peran vital sebagai Instruktur Madya di tingkat IMM Jawa Timur. Kapasitas kepemimpinannya juga teruji di luar lingkungan IMM. Nalar riset dan ketajaman analitisnya pernah diasah dengan sangat baik saat ia memimpin Bidang Research and Development (R&D) BEM Fakultas Psikologi UMM pada tahun 2022. Kini ia turut dipercaya untuk memikul tanggung jawab sebagai Ketua PC Pemuda Muhammadiyah Kertosono. Rentetan pengabdian ini semakin menegaskan bahwa ia adalah kader tulen Muhammadiyah yang lahir dan tumbuh berkembang dalam tradisi Kemuhammadiyahan yang kuat. Sementara di luar aktivisme organisasi, ia mendedikasikan keilmuannya ke dalam ranah profesional dengan menjadi Asisten Psikolog di Pusat Layanan Psikologi UMM sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Kepiawaiannya dalam mentransformasikan gagasan dan membentuk karakter manusia juga tervalidasi lewat peran strategisnya sebagai Instruktur di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) UMM hingga saat ini. Rangkaian rekam jejak ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa ia bukan sekadar pemikir, melainkan juga aktor penggerak yang tangguh. Bahkan lebih jauh lagi, ia memiliki cukup kapasitas untuk merawat, mendidik, dan memberdayakan seluruh potensi kader di IMM Malang Raya dalam bingkai aktivisme profetik menuju peradaban utama.

Jaring Pemimpin Muda, UMM Buka Beasiswa Jalur OSIS Tanpa Tes Masuk

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pelajar berprestasi untuk meraih impian di bangku perguruan tinggi. Memberikan panggung bagi talenta kepemimpinan, kampus putih secara resmi membuka Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik (Minat dan Bakat) yang secara khusus menyasar para pemimpin muda di tingkat sekolah. Program unggulan ini ditujukan bagi para pelajar yang memiliki rekam jejak aktif sebagai pengurus organisasi, mencakup OSIS, MPK, maupun IPM. Menariknya, penerimaan melalui jalur beasiswa prestasi ini memungkinkan calon mahasiswa untuk masuk UMM tanpa harus melalui tahapan tes. Keuntungan yang ditawarkan melalui skema beasiswa ini sangat meringankan biaya pendidikan awal. Para penerima beasiswa berhak mendapatkan benefit berupa potongan Biaya Studi Semester (BSS) pada semester pertama dengan besaran mulai dari 50% hingga 75%. Besaran persentase potongan ini nantinya akan disesuaikan dengan program studi yang dipilih oleh calon mahasiswa. Kesempatan emas ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/sederajat dari rentang kelulusan tahun 2024 hingga 2026. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menjelaskan Jalur prestasi ini disediakan secara khusus bagi calon mahasiswa yang telah membuktikan dedikasinya sebagai pengurus organisasi di tingkat sekolah. UMM sangat menghargai jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan kolaborasi yang diasah melalui keaktifan di OSIS. “Melalui potongan biaya studi ini, kami berharap dapat menjaring dan mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh sebagai pionir pemimpin bangsa di masa depan.” jelasnya Bagi pendaftar yang ingin mengikuti seleksi ini, syarat administratif yang ditetapkan cukup terukur. Calon mahasiswa wajib membuktikan keaktifannya dengan melampirkan Surat Tugas kepengurusan organisasi dari sekolah. Beberapa program studi spesifik seperti Biologi, Matematika, dan PGSD juga mensyaratkan adanya Surat Keterangan Dokter tidak buta warna. Beasiswa Jalur Prestasi ini dibuka pada 1 April hingga ditutup pada 25 Juni 2026. Calon mahasiswa dapat memantau hasil pengumuman kelulusan seleksi secara berkala melalui laman resmi online.umm.ac.id setelah tim seleksi selesai melakukan proses validasi berkas. “Mari bersama-sama mencetak sejarah baru dan menjadi pemimpin masa depan yang tangguh serta berdaya saing global melalui Universitas Muhammadiyah Malang,” tutupnya Juanda.(*faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

UMM buka jalur kuliah tanpa tes untuk konten kreator, ini syaratnya

Bisnis.com, MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru jalur khusus, yakni tanpa tes, bagi influencer dan konten kreator mulai 1 April hingga 25 Juni 2026 mendatang. Wakil Rektor II UMM,  Ahmad Juanda, mengatakan syarat yang ditawarkan sangat relevan dengan keseharian anak muda masa kini. Para calon pendaftar cukup membuktikan diri dengan kepemilikan minimal 5.000 subscriber di platform YouTube, atau 10.000 followers di Instagram maupun TikTok. Namun, tingginya angka pengikut bukan satu-satunya tolok ukur. “UMM tetap memasang filter ketat: konten yang diproduksi wajib bersifat kreatif, edukatif, dan menularkan energi positif. Hal ini menegaskan bahwa kampus tidak sedang memburu popularitas semata, melainkan mencari substansi dan rekam jejak digital yang baik,” katanya Selasa (14/4/2026). Menurutnya, langkah ini adalah bentuk nyata adaptasi kampus terhadap literasi digital generasi Z. Menurutnya, institusi pendidikan tidak boleh tutup mata terhadap lahirnya profesi-profesi baru dari rahim teknologi. “Dunia sudah berubah, dan cara kita menilai kecerdasan anak bangsa juga harus berekspansi. Para konten kreator ini adalah public relations bagi generasinya. Mereka punya panggung, algoritma, dan pengaruh besar. Melalui jalur ini, UMM ingin mewadahi bakat tersebut agar anak muda kita tak sekadar asal viral, tetapi juga dibekali dengan fondasi akademik yang matang dan berintegritas,” tegasnya.  Dia menekankan pula,  program ini adalah investasi strategis untuk mencetak lulusan yang cakap digital sekaligus beretika. “Kami mencari mereka yang bisa menginspirasi publik. Jika mereka sudah mahir berkomunikasi secara visual di media sosial, UMM siap memolesnya menjadi talenta profesional yang dampaknya jauh lebih luas bagi masyarakat,” imbuhnya. Dengan hadirnya jalur influencer ini, kata dia, maka diharapkan tidak hanya menjaring bibit-bibit unggul di ranah digital, tetapi juga mengukuhkan posisi UMM sebagai kampus yang proaktif membaca zaman. “Kini, saatnya mengubah karya kreatif di dunia maya menjadi tiket menuju masa depan yang cerah,” ucapnya.

Zero-Waste Challenge: Peran Generasi Muda dalam Mengurangi Sampah dan Mendukung Keberlanjutan Global

Penulis: Resta Athaya Rayssa Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang BATU, JurnalPost.com – Upaya meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Zero-Waste Challenge: Peran Generasi Muda dalam Mengurangi Sampah dan Mendukung Keberlanjutan Global” yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Batu pada Senin (13/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Politik Lingkungan yang diinisiasi oleh Kelompok 04, Kelas Politik Lingkungan A, Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang. Mengusung tema “Edukasi Zero Waste Challenge dari Perspektif Bioenvironmentalisme”, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran ekologis serta mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan di kalangan pelajar. Workshop interaktif ini diawali dengan pemutaran video edukatif yang menyoroti krisis global sampah plastik. Tayangan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh konsumsi plastik berlebihan, sekaligus memperkenalkan konsep gaya hidup zero waste sebagai solusi alternatif yang berkelanjutan. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi penyampaian materi yang mengangkat perspektif bioenvironmentalisme. Dalam konteks ini, bioenvironmentalisme dipahami sebagai pendekatan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas manusia dan daya dukung lingkungan. Melalui diskusi interaktif, siswa diajak untuk memahami bahwa permasalahan sampah bukan hanya isu lokal, melainkan bagian dari tantangan global yang memerlukan perubahan perilaku kolektif. Interaksi dua arah antara pemateri dan peserta menjadi salah satu kekuatan utama dalam kegiatan ini. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta memberikan pandangan kritis terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekitar mereka. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran serta ketertarikan terhadap isu keberlanjutan. Sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif. Kuis ini tidak hanya berfungsi untuk mengukur pemahaman peserta, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan partisipatif. Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Pemenang kuis Zero-Waste Challenge di SMA Negeri 3 Batu (Sumber: Dokumentasi Pribadi) Tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, kegiatan ini juga diakhiri dengan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2026. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa mengenai peluang pendidikan tinggi serta mendorong mereka untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Seluruh siswa-siswi SMA Negeri 3 Batu menunjukkan partisipasi aktif dan sikap kooperatif selama kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi indikator keberhasilan program dalam menyampaikan pesan edukatif secara efektif. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya memahami konsep zero waste secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka dapat berperan sebagai agen perubahan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, baik di tingkat lokal maupun global.