UMM Jadi Kampus Progresif Versi BRIN
AI Kebutuhan Ekosistem Pendidikan, UMM Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Gemini AI Google
Laki-Laki Bukan Tumbal
UMM Olah Ratusan Ton Sampah Organik Jadi Pupuk, Wujud Nyata Kampus Hijau Berkelanjutan

Malang, WISATA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kampus berkelanjutan melalui inovasi pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular. Kampus yang dikenal sebagai Kampus Putih tersebut berhasil mengolah limbah sisa makanan menjadi pupuk organik berkualitas untuk mendukung penghijauan di seluruh area kampus. Baca Juga : Retrorika Coffee & Bar Batu: Cafe Estetis Ramah Lingkungan Tanpa Sampah Plastik di MalangIni cara untuk menambah tinggi badan Anda! +18 CM dalam 2 BULAN Program pengelolaan sampah ini menjadi salah satu langkah nyata UMM dalam mengurangi beban lingkungan sekaligus menciptakan sistem mandiri yang ramah lingkungan. Melalui pengelolaan terpadu, limbah organik dari kantin, taman, hingga kebun edukasi tidak lagi berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan diproses kembali menjadi produk yang bermanfaat. Ketua Tim GreenMetric UMM, Sandi Wahyudiono, menjelaskan bahwa konsep pengelolaan tersebut mampu menyelesaikan dua persoalan sekaligus, yakni pengurangan sampah organik dan penyediaan pupuk untuk kebutuhan ruang hijau kampus. Dengan sistem ini, UMM dapat menjaga keberlanjutan lingkungan tanpa bergantung pada pasokan pupuk dari luar kampus. Baca Juga : Sambut Hari Transportasi Nasional, Transjakarta Raih Predikat Transportasi Publik Terbaik ke-2 di ASEAN Data tahun 2025 menunjukkan jumlah sampah organik yang dihasilkan seluruh fasilitas kampus mencapai sekitar 438 ton. Dari total tersebut, sekitar 92 persen atau lebih dari 402 ton berhasil diolah secara optimal melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kampus III. Angka tersebut menjadi bukti keberhasilan sistem pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan kampus. Salah satu program utama yang menjadi andalan UMM adalah vermikompos atau pengolahan sampah menggunakan bantuan cacing tanah. Dalam proses ini, sampah organik berupa sisa makanan, buah, dan sayuran terlebih dahulu dipilah lalu dicacah menjadi ukuran kecil agar lebih mudah terurai. Setelah itu, material organik difermentasi bersama bahan karbon seperti sekam padi dengan pengaturan kelembapan tertentu. Proses fermentasi berlangsung selama satu hingga dua pekan di dalam reaktor tertutup. Setelah melewati tahap tersebut, bahan organik dipindahkan ke unit vermikompos untuk diurai oleh cacing tanah jenis Eisenia fetida. Cacing tersebut membantu mempercepat proses penguraian hingga menghasilkan pupuk organik yang kaya nutrisi dan aman digunakan untuk tanaman. Seluruh proses pengolahan didukung fasilitas modern hasil pengembangan internal kampus. UMM memiliki mesin pencacah sampah berkapasitas besar, alat penyaring kompos, hingga mesin granulator yang dikelola tenaga profesional. Dengan dukungan teknologi tersebut, proses pengolahan sampah menjadi lebih efektif dan mampu menghasilkan kompos berkualitas tinggi dalam waktu sekitar 40 hingga 60 hari.
AI Kebutuhan Ekosistem Pendidikan: UMM Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Gemini AI Google

MALANG POST – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem pendidikan tinggi saat ini bukan lagi sekadar tren teknologi. Namun sudah menjadi sebuah kebutuhan esensial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini ditekankan oleh Arija Rose Wanodya, Google Education Specialist, dalam agenda Pelatihan Pemanfaatan AI dan Sertifikasi Gemini AI Google yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (12/5/2026). Dalam paparannya, Rose sapaan akrabnya menegaskan bahwa AI hadir sebagai katalisator untuk memberdayakan pendidik, bukan untuk menggantikan peran mereka. Melalui pemanfaatan platform Google Workspace for Education, AI generatif berfungsi layaknya asisten kolaboratif tanpa lelah yang mampu mengakselerasi berbagai tugas administratif repetitif. “Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), perancangan kuis, hingga pembuatan rubrik penilaian yang objektif kini dapat dilakukan dengan sangat presisi.” “Efisiensi ini memberikan ruang waktu berharga bagi pendidik untuk kembali fokus pada aspek esensial: interaksi langsung, bimbingan emosional, dan pengembangan karakter anak didiknya,” jelasnya. Sejalan dengan wawasan tersebut, Kepala Biro Informasi dan Komunikasi UMM, Dr. Ir. Suyatno, M.Si., menyatakan bahwa dosen dituntut terus beradaptasi dengan teknologi. Agenda kolaborasi antara Indosat dan Google Education ini secara khusus diikuti oleh 30 dosen muda, sebagai langkah konkret UMM dalam merespons disrupsi digital. Lebih jauh, Suyatno sapaan akrabnya menyoroti fenomena mahasiswa masa kini yang semakin mahir teknologi namun cenderung pasif di ruang kelas. Menurutnya, sejak masifnya penggunaan AI, mahasiswa bisa menggali informasi dengan sangat cepat. “Kalau kita menulis judul di papan tulis, misalnya tentang animal breeding, mereka sudah mencari sendiri di internet. Jika dosen tidak meramu metode mengajar yang lebih cerdas, kita pasti akan tertinggal,” ungkapnya. Ia juga turut mengkritisi pemberian tugas berupa makalah ketik yang tingkat kesamaannya kini bisa mencapai 80 persen. Ia mengingatkan bahwa raga mahasiswa sering kali terlihat ada di kelas, tetapi jiwa dan pikiran mereka sepenuhnya tertuju pada layar gawai pintar masing-masing. “AI ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan sebuah tuntutan nyata kebutuhan zaman. Sama seperti taksi konvensional yang dulu sempat menolak kehadiran transportasi online, jika kita terus bermusuhan dengan AI, maka kita sendiri yang akan kolaps,” tegas Suyatno. Acara pelatihan intensif ini dilanjutkan dengan ujian sertifikasi pada sesi kedua. UMM sangat berharap, melalui sertifikasi Gemini AI ini, para dosen muda mampu menularkan virus positif literasi digital kepada rekan sejawat lainnya. Melalui langkah tersebut, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif, inovatif, serta senantiasa relevan dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan global.(*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)
Daftar Universitas yang Menerima KIP Kuliah 2026

Daftar Isi Daftar universitas yang menerima KIP Kuliah 1. Universitas Indonesia 2. Universitas Gadjah Mada 3. Institut Teknologi Bandung 4. Institut Pertanian Bogor 5. Universitas Airlangga 6. Universitas Diponegoro 7. Universitas Padjadjaran Jakarta, CNN Indonesia — Sejumlah universitas menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Simak daftar universitas yang menerima KIP Kuliah di tahun 2026. KIP Kuliah adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi bagi lulusan SMA atau sederajat yang berprestasi akademik, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Berkat bantuan ini, pemerintah menjamin akan membiaya biaya kuliah calon mahasiswa dan memberikan bantuan biaya hidup agar mereka bisa fokus menimba ilmu dan memutuskan rantai kemiskinan. Sekarang ini, hampir seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia menerima KIP Kuliah. Jika kamu penasaran, berikut beberapa universitas yang menerima bantuan KIP Kuliah di Indonesia. Daftar universitas yang menerima KIP Kuliah Melansir dari situs resmi Kartu Indonesia Pintar Kuliah, berikut adalah daftar universitas yang menerima KIP Kuliah di tahun 2026. 1. Universitas Indonesia Universitas Indonesia atau UI menjadi salah satu kampus favorit penerima KIP Kuliah. Kampus ini menyediakan banyak program studi dari rumpun saintek, soshum, hingga vokasi. Mahasiswa penerima KIP Kuliah di UI tetap mendapatkan fasilitas pendidikan yang sama seperti mahasiswa lainnya, termasuk akses beasiswa pendukung dan kegiatan kampus. 2. Universitas Gadjah Mada UGM dikenal sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia yang menerima banyak mahasiswa penerima KIP Kuliah setiap tahun. Kampus ini memiliki berbagai program pendampingan mahasiswa agar penerima bantuan tetap bisa berprestasi secara akademik maupun nonakademik. Pilihan Redaksi Apakah KIP Bisa Digunakan untuk Kuliah di PTS? Ini Aturannya Apakah Desil 7 Bisa Lolos KIP Kuliah? Begini Penjelasan dan Syaratnya Berapa IPK Minimal Penerima KIP Kuliah? Ini Ketentuannya 3. Institut Teknologi Bandung ITB juga menerima mahasiswa melalui jalur KIP Kuliah, terutama bagi siswa berprestasi yang ingin melanjutkan studi di bidang teknik, sains, dan seni. Kampus ini cukup diminati karena kualitas pendidikan dan peluang karier lulusannya sangat baik. 4. Institut Pertanian Bogor IPB University membuka kesempatan bagi penerima KIP Kuliah di berbagai program studi, terutama bidang pertanian, pangan, peternakan, dan lingkungan. Kampus ini juga dikenal aktif memberikan pembinaan untuk mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. 5. Universitas Airlangga Universitas Airlangga atau Unair menjadi salah satu kampus negeri yang rutin menerima mahasiswa KIP Kuliah. Pilihan jurusannya cukup lengkap, mulai dari kesehatan, hukum, bisnis, hingga sains dan teknologi. 6. Universitas Diponegoro Undip menerima penerima KIP Kuliah melalui berbagai jalur masuk seperti SNBP, SNBT, dan mandiri. Kampus ini memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap dan menjadi salah satu tujuan favorit calon mahasiswa dari Jawa Tengah dan sekitarnya. 7. Universitas Padjadjaran UNPAD termasuk universitas negeri yang cukup populer bagi penerima KIP Kuliah. Kampus ini menawarkan banyak program studi unggulan dan memiliki lingkungan belajar yang aktif serta kompetitif. Daftar universitas lain yang menerima KIP Kuliah: Universitas Brawijaya Universitas Sebelas Maret Universitas Negeri Yogyakarta Universitas Negeri Malang Universitas Hasanuddin Universitas Andalas Universitas Negeri Semarang Universitas Pendidikan Indonesia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Universitas Negeri Jakarta Universitas Lampung Universitas Sriwijaya Universitas Negeri Surabaya Universitas Jember Universitas Riau Universitas Negeri Medan Universitas Sumatera Utara Universitas Tadulako Universitas Syiah Kuala Universitas Negeri Padang Universitas Negeri Makassar Universitas Mulawarman Universitas Mataram Universitas Udayana Universitas Negeri Gorontalo Universitas Bengkulu Universitas Khairun Universitas Palangka Raya Universitas Cenderawasih Universitas Negeri Manado Universitas Tanjungpura Universitas Trunojoyo Madura Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Telkom University Universitas Katolik Parahyangan BINUS University Universitas Kristen Maranatha Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Universitas Muhammadiyah Malang Universitas Ahmad Dahlan Universitas Gunadarma Universitas Mercu Buana Universitas Islam Indonesia Universitas Pelita Harapan Universitas Atma Jaya Yogyakarta Universitas Dian Nuswantoro Universitas Esa Unggul Universitas Pancasila Universitas Nasional Universitas Paramadina Universitas Bina Sarana Informatika Universitas Ciputra Universitas Surabaya Universitas Pasundan Universitas Tarumanagara Universitas Kristen Petra Selain universitas yang tertulis, masih ada banyak lagi universitas negeri atau swasta lainnya yang menerima KIP Kuliah. Untuk melihat lebih lengkap, kamu bisa mengakses situs KIP Kuliah di https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/. Demikian adalah daftar universitas yang menerima KIP Kuliah di tahun 2026. Semoga bermanfaat. (sac/fef)
Tips Pilih Hewan Kurban Sehat ala Pakar, Jangan Cuma Tergiur Jumbo!

Ilustrasi hewan kurban/Foto: Aprilia Devi/detikJatim Malang -Hari Raya Idul Adha sudah di depan mata. Masyarakat kini mulai memadati pasar-pasar hewan untuk mencari sapi atau kambing terbaik untuk kurban. Namun, jangan sampai detikers hanya terpaku pada ukuran tubuh yang besar atau harga yang selangit. Ada kriteria kesehatan dan syariat yang wajib dipenuhi agar ibadah kurban menjadi sah. Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. drh. Lili Zalizar mengingatkan, masyarakat untuk menjadi pembeli yang cerdas. Ia membagikan panduan praktis mendeteksi kesehatan hewan melalui pengamatan fisik sederhana sebelum melakukan transaksi. Langkah paling awal yang harus dilakukan adalah memantau postur dan cara berdiri hewan secara menyeluruh. Pembeli disarankan melihat ternak dari berbagai sisi, baik depan, samping, maupun belakang. Hal ini penting untuk memastikan hewan dalam kondisi fisik yang sempurna tanpa cacat. “Pertama kita lihat dulu ternaknya dari depan, samping, dan belakang. Pastikan hewan bisa berdiri tegak dan tidak pincang,” ujar Prof Lili kepada wartawan, Selasa (12/5/2026). Prof Lili juga menegaskan, dalam syariat Islam, hewan dengan cacat fisik seperti pincang tidak diperbolehkan untuk dijadikan kurban. Selain postur, kejernihan mata menjadi indikator vital. Hewan kurban tidak boleh buta atau memiliki gangguan penglihatan yang biasanya ditandai dengan munculnya selaput putih atau mata yang tampak keruh. Kebersihan kulit juga tidak boleh luput dari perhatian. Prof. Lili menyarankan masyarakat untuk memilih hewan dengan kulit yang mulus dan bebas dari penyakit kulit seperti kudis atau scabies. Menurutnya, memberikan yang terbaik adalah inti dari ibadah kurban itu sendiri. Masyarakat juga diminta ekstra waspada terhadap ancaman penyakit menular berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Antraks. Gejala PMK yang mudah dikenali adalah keluarnya lendir berlebih dari mulut, adanya luka pada gusi dan lidah, serta peradangan kemerahan di sela kuku kaki. Sementara itu, gejala Antraks jauh lebih mengerikan dan fatal jika dagingnya dikonsumsi manusia. Hewan yang terinfeksi biasanya mengalami kejang-kejang dan pendarahan dari lubang tubuh seperti hidung atau anus. “Kalau ada tanda-tanda seperti itu, sebaiknya jangan dipilih untuk kurban,” tegas Prof. Lili. Selain faktor kesehatan fisik, faktor usia juga menjadi syarat mutlak keabsahan kurban. Pastikan sapi sudah berumur minimal dua tahun, sedangkan untuk kambing atau domba minimal sudah menginjak usia satu tahun. Hewan yang sehat juga bisa dilihat dari nafsu makannya yang tinggi dan terlihat bugar. Satu hal penting yang sering kali dilupakan oleh panitia kurban maupun pembeli adalah masa istirahat hewan sebelum disembelih. Prof. Lili mengingatkan agar hewan yang baru saja menempuh perjalanan jauh tidak langsung dipotong demi menghindari stres. Kelelahan ekstrem pada hewan dapat memicu sindrom DFD (Dark, Firm, Dry). “Kondisi itu, bisa menyebabkan kualitas daging menurun drastis menjadi berwarna gelap, bertekstur keras, dan terasa kering,” pungkasnya. (auh/hil)
PPG UMM Kantongi Lisensi HKI, Resmi Lahirkan 4 Model Pembelajaran Inovatif

Mahasiswa PPG UMM 2025 melahirkan empat karya inovatif model pembelajaran yang mendapat lisensi HKI./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2025 berhasil menorehkan prestasi akademik dengan melahirkan empat karya inovatif berupa model pembelajaran. Keempat karya strategis yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini telah resmi mengantongi lisensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang ditetapkan secara serentak pada 15 April lalu. Ini menjadi bukti adanya upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui dedikasi para calon guru masa depan. Dosen PPG UMM, Dr. Arina Restian, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa meskipun luaran visual dari karya-karya ini disajikan dalam bentuk desain poster, esensi utama dan bobot keilmuannya terletak pada rancangan model pendekatan pendidikan di baliknya. Terdapat empat model spesifik yang telah diakui oleh HKI. Pertama adalah Model Profiling Kunci Pembelajaran Adaptif dan Inklusif, yang disusun untuk merespons keragaman karakter dan kebutuhan siswa di dalam kelas. Kedua, Model Simfoni Kelas Harmoni melalui Deep Learning, sebuah metode yang bertujuan menyelaraskan iklim belajar secara komprehensif. Ketiga, Model Pendekatan Holistik Pembelajaran E-learning, yang dirancang agar sangat relevan dengan masifnya arus digitalisasi pendidikan saat ini. Keempat, Model Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2024 dengan Memanusiakan dan Membangun Potensi Siswa, yang menjadi wujud kontribusi nyata terhadap visi besar pendidikan nasional. Empat model pembelajaran inovatif dari mahasiswa PPG UMM 2025 mendapat HKI./dok. UMM Arina memaparkan bahwa pengembangan dan perolehan HKI atas keempat model ini dilatarbelakangi oleh visi yang kuat untuk mencetak pendidik profesional dengan kompetensi global. Tujuan utamanya adalah memastikan lulusan program profesi ini siap menghadapi dinamika kelas modern. “Tujuannya karena calon pendidik di program profesi guru itu harus bisa melahirkan kompetensi 4C, yaitu creative (kreatif), collaborative (kolaboratif), communication (komunikasi), dan critical thinking (berpikir kritis),” beber Arina pada rilis UMM, Selasa (12/5). Melalui perancangan model-model pembelajaran tersebut, para mahasiswa didorong agar tidak sekadar mampu mentransfer ilmu, tetapi juga sanggup menciptakan ekosistem belajar yang adaptif. Pencapaian dari angkatan 2025 ini menjadi bukti bahwa program PPG UMM secara konsisten berhasil menjadi inkubator bagi lahirnya inovator pendidikan yang siap mewujudkan pembelajaran yang memanusiakan siswa. *** Editor: YAN
UMM Sukses Daur Ulang 92 Persen Sampah Organik, Buktikan Diri sebagai Pelopor Kampus Hijau

Universitas Muhammadiyah Malang dapat mengolah 92% sampah organik kampus menjadi pupuk./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan tajinya sebagai kampus inovasi mandiri yang senantiasa memberikan dampak dalam mewujudkan ekosistem berkelanjutan. Melalui tata kelola sirkular yang terintegrasi, Kampus Putih kini sukses menyulap sisa makanan menjadi nutrisi bagi seluruh ruang terbuka hijaunya. Ketua Tim GreenMetric UMM, Sandi Wahyudiono, MT., menegaskan bahwa siklus mandiri ini ibarat peribahasa sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, sebuah inovasi berdampak yang menyelesaikan dua masalah besar sekaligus. “Melalui program ini, UMM tidak hanya memangkas drastis jumlah sampah organik yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga memperkuat komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan,” ungkap Sandi pada rilis UMM, Senin (11/5). Sebagai kampus inovasi mandiri, UMM membuktikan bahwa dengan tata kelola melingkar ini, urusan limbah kantin tuntas teratasi, dan di saat yang sama kebutuhan pupuk tanaman kampus pun beres terpenuhi dari dalam kampus. Keberhasilan ekosistem ini dibuktikan dengan angka yang fantastis. Pada 2025, total volume sampah organik yang dihasilkan di seluruh fasilitas UMM tercatat mencapai 438 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 402,9 ton atau setara dengan 92% berhasil diselamatkan dan diolah secara optimal melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kampus III. “Kuncinya ada pada implementasi program vermikompos yang menjadi jantung dari upaya pengelolaan sampah berkelanjutan kami,” beber Sandi. Bagaimana keajaiban ekologis ini bekerja? Siklus ramah lingkungan tersebut bermula langsung dari meja makan mahasiswa. Sampah organik berupa sisa makanan, sayur, dan buah yang terkumpul dari kantin, taman, serta kebun edukasi dipilah secara ketat lalu dicacah hingga berukuran 2–3 sentimeter. Material cacahan ini kemudian memasuki tahap fermentasi, di mana sampah dicampur dengan bahan karbon seperti sekam padi dan diatur kelembapannya pada kisaran 60–70%. Setelah difermentasi di dalam reaktor tertutup selama 7–14 hari, hasil olahan tersebut dipindahkan ke unit modular. Di sinilah proses vermikompos terjadi, di mana olahan sampah organik tadi disajikan sebagai hidangan utama yang akan diurai dan dimakan oleh cacing tanah jenis Eisenia fetida hingga menjadi pupuk yang kaya nutrisi. Proses masif ini didukung oleh fasilitas dan mesin mutakhir hasil pengembangan kampus, mulai dari mesin pencacah berkapasitas 200 kg/jam, saringan kompos 100 kg/jam, hingga granulator 100 kg/jam yang dikelola oleh staf profesional. Pasca 40–60 hari, kompos organik berkualitas tinggi siap dipanen untuk menyuburkan taman kampus, kebun edukasi, dan lahan pertanian mitra. Memproses limbah organik menjadi pupuk./dok. UMM Tahap fermentasi limbah menjadi pupuk./dok. UMM Selain mengolah limbah menjadi kompos, limbah spesifik kantin seperti kulit sayur dan buah juga didaur ulang menjadi cairan kaya manfaat, yakni eko-enzim. Melalui program edukatif yang berjalan setiap hari di UMM Edupark, kampus ini sanggup memproduksi lebih dari 5 liter cairan eko-enzim per harinya. Kesuksesan mengolah 92% sampah organik ini menjadi bukti nyata bahwa operasional kampus berskala besar dapat berjalan harmonis dengan alam. Sebagai kampus inovasi mandiri yang berdampak lead, capaian ini menegaskan posisi UMM di garda terdepan dalam aksi iklim. Melalui inovasi dan kemandirian ini, UMM tidak sekadar merawat lingkungan kampusnya sendiri, melainkan tengah memimpin dengan membangun cetak biru (blueprint) inspiratif bagi institusi pendidikan lain di Indonesia untuk bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. *** Editor: YAN
Fahmi Daud: Mahasiswa UMM Lolos Program Google Student Ambassador, Kalahkan Puluhan Ribu Pesaing

Fahmi Daud, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang lolos GSA 2026./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Tantangan besar dipikul oleh Fahmi Daud Ibrahim, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Prestasinya tak main-main, yakni berhasil terpilih sebagai peserta fully funded inauguration Google Student Ambassador (GSA) 2026. Di tengah derasnya arus perkembangan Artificial Intelligence (AI), mahasiswa kini tidak lagi punya kemewahan untuk sekadar duduk manis sebagai penikmat teknologi. Mereka dituntut untuk bisa memahami, mengelola, sekaligus mengedukasi sekitarnya agar teknologi tidak hanya lewat sebagai tren sesaat. Inilah yang dihadapi salah satu mahasiswa UMM, Fahmi. GSA adalah program bergengsi dari Google untuk mencari mahasiswa dengan jiwa kepemimpinan, kecakapan komunikasi, dan visi kuat di bidang teknologi digital. Tingkat persaingannya pun luar biasa ketat. Dari 81.000 pendaftar di seluruh Indonesia, hanya 2.000 peserta yang lolos seleksi awal. Hebatnya, Fahmi menembus daftar 150 mahasiswa elit yang mendapat undangan dibiayai penuh untuk pelantikan di Jakarta, dan menjadi satu-satunya perwakilan UMM. “Kami menjadi jembatan antara Google dan kampus. Jadi bukan cuma belajar teknologi, tapi juga mengedukasi mahasiswa lain tentang ekosistem Google, khususnya Gemini,” ungkap Fahmi pada rilis UMM, Senin (11/5). Selama inagurasi di MGP Space Jakarta, ia tidak hanya mengikuti pelantikan, tetapi juga berkesempatan melakukan office tour ke kantor Google Indonesia, berjejaring, hingga mengikuti talkshow eksklusif membahas masa depan AI. Di balik euforia pencapaiannya, Fahmi memiliki pandangan kritis terhadap tren AI di kalangan mahasiswa. Ia menyoroti fenomena di mana AI kerap disalahgunakan sebatas ‘mesin penjawab instan’, yang memicu budaya copy-paste tanpa proses analitis. “AI seharusnya menjadi partner diskusi buat riset, brainstorming, atau ngembangin ide. Bukan menggantikan otak sepenuhnya,” ujarnya. Jalan menuju kursi GSA tentu bukan proses instan. Fahmi harus menaklukkan serangkaian seleksi ketat, mulai dari penilaian administrasi, portofolio, wawancara rekaman, hingga wawancara langsung yang membedah pemahamannya soal AI dan kepemimpinan. Sebagai penentu akhir, personal branding digitalnya diuji melalui screening media sosial dan LinkedIn. Pada tahapan ini, Fahmi mengandalkan rekam jejak profesionalnya sebagai content creator dan tim Marketing Communication di Telkomsel. Bagi Google, rekam jejak digital sangat krusial karena tugas seorang GSA adalah mempengaruhi audiens melalui edukasi yang tepat sasaran. Kini, ia mengemban tanggung jawab besar untuk menyelesaikan misi mingguan seperti membuat konten edukasi tentang fitur mutakhir Google (Gemini Canvas dan Deep Research), serta menginisiasi berbagai acara teknologi di lingkungan kampus. Kunci menyeimbangkan tugas GSA, rutinitas kuliah, dan magang ada pada manajemen waktu. Fahmi rutin menyusun timeline mingguan yang sangat detail untuk memastikan tidak ada tanggung jawab yang terbengkalai. Baginya, capaian ini adalah sebuah pembuktian diri. “Menang dari 81 ribu orang bikin aku sadar kalau nggak ada yang nggak mungkin. Aku pengen mahasiswa lain terutama dari daerah juga percaya kalau kesempatan itu selalu terbuka lebar, asalkan kita berani mulai dan mau belajar hal baru,” tegas Fahmi. *** Editor: YAN