Dolar Menguat, Begini Cara Menyiasati Pengeluaran Rumah Tangga

momiesdaily-Belakangan, isu dolar menguat semakin meresahkan masyarakat. Walau sekilas, mungkin kehidupan kita sehari-hari masih terasa aman terkendali. Transaksi untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, bahan pokok, transportasi, uang sekolah anak, masih cukup lancar. Namun realitasnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berdampak pada ekonomi rumah tangga. Coba mommies perhatikan. Beberapa bahan kebutuhan pokok mulai naik. Ini salah satu dampak dari dolar menguat. Mungkin naiknya dikit-dikit aja, nggak langsung melonjak. Tetapi, jika diakumulasi, berasa juga. BBM non subsidi sudah naik sejak beberapa minggu lalu. Diprediksi, elektronik dan barang impor juga akan mengalami lonjakan harga. Skincare pun bukan tak mungkin akan kena dampak, mengingat biaya layanan toko online di e-commerce juga ikut naik yang salah satunya sebagai dampak dari menguatnya dolar. Bagi mommies yang menjalankan usaha, juga bisa ikut kena dampak akibat biaya produksi yang naik. Lalu, bagaimana cara kita mengamankan ekonomi keluarga di tengah kondisi ekonomi global dan nasional yang tidak pasti? Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang, Yunan Syaifullah, melalui situs Universitas Muhammadiyah Malang mengimbau kepada masyarakat untuk mendunda konsumsi yang tidak mendesak, mengamankan dana darurat dan fokus pada kebutuhan primer. Sebab, kita tidak tahu sampai kapan kondisi ini berlangsung. Jangan sampai ekonomi keluarga yang tadinya hanya terdampak, menjadi terancam akibat pengelolaan keuangan yang salah di situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini. Cara Menyiasati Pengeluaran Rumah Tangga di Tengah Gejolak Ekonomi Akibat Dolar Menguat Ini beberapa cara yang bisa mommies lakukan untuk mengamankan ekonomi keluarga di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit. 1. Fokus pada kebutuhan primer Utamakan kebutuhan pangan, transportasi, sekolah anak-anak dan kebutuhan primer lainnya. Artinya, tahan untuk membeli makanan dan pakaian yang sifatnya tidak mendesak, seperti menyetok camilan banyak-banyak dan membeli pakaian baru demi memenuhi dress code acara. 2. Kendalikan pengeluaran untuk lifestyle Kalau mommies punya keanggotaan di tiga klub olahraga, bolehlah dipertahankan satu, yang dua lagi ditutup sementara hingga kondisi ekonomi kembali aman. Cobalah beralih ke olahraga yang tidak memerlukan banyak biaya seperti jalan pagi/jogging/lari. Tapi, jangan juga jadi latah beli sepatu dan baju buat lari, ya! Begitu juga dengan liburan. Jika liburan harus mengocek dana yang belum dipersiapkan sebelumnya, tahan dulu. Coba pilih alternatif liburan yang lebih terjangkau, seperti city tour, mengunjungi perpustakaan nasional, atau wisata alam di Sentul. 3. Belanja di pasar tradisional Semurah-murahnya belanja sayur di toko online, belanja di pasar tradisional masih lebih murah. Saya udah membuktikan. Beli daun bawang Rp5.000 di pasar tradisional atau tukang sayur bisa dapat seabrek-abrek, sementara di supermarket atau toko online paling dapat setengahnya saja. Dengan belanja di pasar tradisional, kita juga membantu perputaran uang di toko-toko yang belum tersentuh dengan platform digital. 4. Kalau bisa, usahakan lebih sering memasak, ketimbang beli makanan jadi Paham banget, masak itu butuh waktu dan energi. Buat ibu bekerja, ini terkadang menantang untuk dieksekusi. Sebagai orang yang suka memasak namun sering juga terdesak beli makanan jadi, saya akui, memasak itu jauh lebih hemat dari membeli makanan jadi. Masak yang gampang-gampang aja, bund. Selain hemat, gizi dan kebersihannya pun lebih terjaga. 5. Siapkan dana darurat ”Mau nambah tabungan dari mana, buat sehari-hari aja udah pas-pasan?” Lagi-lagi, pahaaammm banget! Ketika kita sudah berhasil menahan pengeluaran untuk kebutuhan sekunder dan tersier, maka pasti akan ada lebihannya, tho? Maka simpanlah lebihan uang tersebut untuk menambah dana darurat mommies, berapapun besarnya! Ibaratnya, kalau mommies setiap hari nyelengin Rp10.000, sebulan sudah Rp300.000, setahun sudah terkumpul Rp3.600.000. Apa nggak lumayan? 6. Normalisasi makan di tempat makan sederhana Sekarang banyak warteg, rumah masakan padang, bakmi dan warung makan kecil lainnya yang tempatnya nyaman. Harga tentu jauh lebih murah ketimbang makan di mal atau resto mewah. Apalagi untuk makan siang sehari-hari, tetapkan anggaran maksimum agar pengeluaran terkendali. 7. Beli produk lokal Beli produk lokal untuk kebutuhan pangan seperti sayur mayur, buah-buahan, pakaian, elektronik dan sebagainya, selain harganya lebih terjangkau karena tidak terkena biaya impor, juga lebih ramah lingkungan (karena jejak karbon lebih sedikit), dan turut mendukung pengusaha kecil. 8. Coba mencari tambahan pemasukan Punya keterampilan berbahasa, coba jadi penerjemah. Bisa musik? Coba kasih les ke anak-anak. Jago admin? Coba daftar ke situs kerja freelance dan cari pekerjaan administrasi. Sekarang ini, banyak dibutuhkan pekerjaan sebagai data annotator untuk menyediakan jawaban bagi berbagai platform AI juga, lho. Hal yang perlu kita lakukan hanyalah aktif mencari, bertanya dan berjejaring. 9. Bay bay paylater Buat yang belum pakai paylater, jangan pakai. Buat yang sudah, stop paylater. Prinsipnya, berbelanja ketika uangnya sudah ada. Jika uang belum ada, tunda sampai gajian atau menabung dulu. Hindari kebiasaan berutang. Kalau terbiasa paylater, bisa-bisa gaji bulanan habis buat bayar cicilan paylater. Ini bisa memicu perilaku keuangan yang nggak sehat karena bisa mendorong kebiasaan belanja impulsif. Selain cara di atas, mungkin mommies punya cara lain untuk menyiasati pengeluaran keluarga di kala dolar menguat? Yuk, berbagi! Cover: Image by tirachardz on Magnific
Intip Daftar Beasiswa untuk Mahasiswa Baru UMM, Bebas Kuliah 100% untuk Alumni Muhammadiyah Selama 1 Semester

MALANG, RADAR MALANG – UMM membuka berbagai jalur beasiswa untuk calon mahasiswa baru tahun 2026. Salah satunya adalah beasiswa saudara kandung hingga alumni sekolah Muhammadiyah. Berikut adalah rincian potongan Biaya Studi Semester (BSS), program studi penerima beasiswa, dan beberapa syarat umum: BEASISWA SAUDARA KANDUNG Potongan BSS pada Semester I sebesar: 50% Non-FIKES dan Kedokteran, 25% FIKES, 10% Kedokteran Syarat yang harus dipenuhi: Mempunyai saudara kandung yang kuliah di UMM dan masih aktif. Melengkapi syarat ke kantor PMB atau melalui email: Foto copy Kartu Keluarga (KK), Foto copy KTM adik dan kakak, Foto Copy Kartu Studi Mahasiswa (KSM) kakak, Foto copy Akta Lahir Adik dan Kakak ALUMNI SEKOLAH MUHAMMADIYAH Potongan 100% BSS pada Semester I untuk semua Program Studi Syarat yang harus dipenuhi: Alumni Sekolah SMA/SMK/MA Muhammadiyah Biaya Seragam tetap dibayarkan sesuai dengan ketentuan BEASISWA YATIM/YATIM PIATU Beasiswa Berupa Bebas DPP dan SPP selama 8 semester untuk S-I dan 6 semester untuk Vokasi (D-3) Program Studi Tertentu sesuai rekomendasi AIK Syarat Administrasi yang harus dipenuhi: Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Yatim/Yatim Piatu dari desa setempat. Rekomendasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Tetap ada pembayaran: Her-Registrasi, Pengembangan Akademik, Seragam dan FLSP Editor : Aditya Novrian
Dosen Kedokteran UMM Ungkap Gejala dan Pencegahan Hantavirus, Waspada dengan Tikus dan Musim Hujan

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Dosen sekaligus Kepala Laboratorium Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. dr. H. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM., menanggapi tentang topik hangat seputar kesehatan saat ini yakni Hantavirus. Menurut Febri Endra, tingginya curah hujan yang kerap memicu genangan air dan banjir di berbagai daerah tidak hanya membawa ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), tetapi juga penyakit berbahaya lain yang ditularkan oleh hewan pengerat, yaitu Hantavirus. Hantavirus mempunyai gejala awal yang sangat menyerupai DBD, penyakit ini patut diwaspadai karena dapat memicu komplikasi serius pada paru-paru dan ginjal jika terlambat ditangani. Febri menjelaskan bahwa hantavirus merupakan kelompok virus RNA (Ribonucleic Acid) yang disebarkan oleh tikus. Berbeda dengan leptospirosis (penyakit kencing tikus) yang disebabkan oleh bakteri, hantavirus murni merupakan infeksi virus yang penularannya sangat mudah menyebar lewat medium cairan hingga udara. “Virus ini bisa menular kepada manusia melalui urin atau gigitan langsung oleh hewan pengerat. Bahkan, penularannya juga bisa melalui aerosol karena paparan udara yang mengandung partikel virus hanta dari kotoran tikus yang terhirup oleh manusia,” ungkap Febri. Secara klinis, dipaparkan Febri bahwa infeksi virus ini terbagi dalam dua kondisi utama, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang mengganggu fungsi ginjal, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan. Gejala awalnya berupa demam, nyeri tubuh, dan lemas layaknya flu biasa. Namun seiring waktu, pasien bisa mengalami sesak napas, perdarahan, hingga munculnya ruam kulit yang spesifik. “Yang membedakan dengan DBD, biasanya muncul ruam-ruam di kulit yang disertai gangguan pada ginjal maupun pernapasan. Kalau sudah ada tanda seperti sakit kepala berat, sulit kencing, atau sesak napas, ini sudah masuk kondisi serius dan baiknya segera periksa ke layanan kesehatan terdekat,” bebernya. Hingga saat ini, belum ada obat spesifik maupun vaksin yang ditemukan untuk mematikan hantavirus. Penanganan medis hanya berfokus pada terapi suportif guna menjaga fungsi organ vital pasien agar tetap berjalan dengan baik. Risiko penularan virus ini akan semakin melonjak saat musim hujan dan banjir, di mana kawanan tikus kerap keluar dari sarang menuju area kering seperti gudang atau sudut lembap di dalam rumah. “Karena virus itu tidak ada pengobatan spesifik, maka hal utama yang bisa dilakukan secara medis adalah membantu tubuh melawan virus tersebut dengan meningkatkan daya tahan tubuh pasien,” lanjut Febri. Walau hantavirus merupakan salah satu ancaman kesehatan saat ini, masyarakat diimbau Febri untuk tidak panik namun tetap mengedepankan tindakan preventif secara disiplin. Langkah mitigasi paling efektif dimulai dari rumah, yakni dengan rutin membersihkan lingkungan serta menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sepatu, dan sarung tangan saat membersihkan gudang. Menjaga nutrisi dan istirahat yang cukup juga sangat vital untuk membentuk sistem imun tubuh. “Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan imunitas tubuh agar terhindar dari paparan infeksi,” tegas Febri. Menurut Kementerian Kesehatan RI, Hantavirus atau virus hanta bukanlah penyakit baru; virus ini secara resmi diidentifikasi pada tahun 1981, tetapi diyakini telah menginfeksi manusia sejak tahun 1950-an. Di Indonesia, virus ini telah beredar dan diteliti sejak tahun 1980-an. Sebelum viral pada tahun ini, virus hanta kembali ditemukan di Indonesia pada 2024 dengan 23 orang positif mengidapnya. Lalu secara global, berbagai negara ditemukan beberapa orang terpapar virus hanta seperti Prancis, Amerika Serikat, Argentina, Britania Raya, hingga Spanyol. Menurut WHO, virus hanta masih berisiko rendah dan masih bersifat endemik, namun bagi beberapa orang dengan penyakit bawaan tertentu dapat menjadi berbahaya. Imbauan juga diberikan badan internasional lainnya, CDC, kepada orang-orang yang sedang perjalanan dan beraktivitas luar ruangan untuk selalu mewaspadai area yang dipenuhi tikus saat menginap di kabin atau tempat perkemahan di pedesaan. Editor: YAN
Rincian Biaya Kuliah Kedokteran di UWKS, Ubaya, Petra, dan UMM Terbaru 2026

IniKata-Bagi calon mahasiswa di Jawa Timur yang bercita-cita menjadi dokter, memahami rincian biaya pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS) adalah langkah krusial. Mengingat persaingan masuk ke universitas negeri yang sangat ketat, deretan PTS ternama di Jawa Timur dapat menjadi pilihan alternatif yang menjanjikan. Meskipun menempuh pendidikan di Jurusan Kedokteran membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, minat terhadap program studi ini tetap stabil sebagai salah satu yang terfavorit. Kualitas fasilitas dan akreditasi yang ditawarkan kampus swasta di wilayah ini sering kali menjadi alasan utama bagi para pendaftar. Estimasi Biaya Kedokteran di Kampus Swasta Jawa Timur Berikut adalah ringkasan biaya pendidikan untuk Jurusan Kedokteran di beberapa kampus ternama seperti Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Kristen Petra (UK Petra), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rincian biaya masuk dan perkuliahan di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS): Biaya Pendaftaran: Calon mahasiswa diwajibkan membayar formulir sebesar Rp1.000.000 setelah melakukan registrasi akun. Jalur Masuk: Tersedia dua pilihan jalur, yaitu Jalur Rapor (bebas tes) serta Jalur Reguler (melalui seleksi tes). Uang Kuliah Tunggal (UKT): Biaya operasional pendidikan yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali sebesar Rp15.000.000. Uang Sumbangan Pendidikan (USP): Dana pembangunan yang dibayarkan satu kali di awal masa perkuliahan sesuai dengan gelombang pendaftaran. Besaran dana sumbangan ini sangat bergantung pada periode waktu saat calon mahasiswa mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi. Berikut adalah perbandingan USP untuk tiap gelombang di UWKS: Gelombang Pendaftaran Biaya USP (Sumbangan Pendidikan) Gelombang 1 Rp200.000.000 (Setelah Potongan) Gelombang 2 Rp300.000.000 Gelombang 3 Rp350.000.000 Berdasarkan skema tersebut, total dana awal yang harus disiapkan jika diterima pada Gelombang 1 mencapai Rp236.150.000. Jumlah ini mencakup USP sebesar Rp200 juta, biaya registrasi ulang Rp21,15 juta, dan UKT untuk tiga bulan pertama sebesar Rp15 juta.
Lawan Stunting dengan Bahan Lokal, Tim Dosen UMM dampingi Ibu Balita di Karangploso ————————————————– Sumber artikel dari Malang Inspirasi: https://malanginspirasi.com/malang-raya/peristiwa/25984/lawan-stunting-dengan-bahan-lokal-tim-dosen-umm-dampingi-ibu-balita-di-karangploso

Malanginspirasi.com – Sejumlah posyandu di wilayah Karangploso menggelar kegiatan pengabdian masyarakat untuk mendukung pencegahan stunting pada balita. Program ini memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai bahan utama dalam menyusun menu bergizi sehari-hari anak. Kegiatan yang digagas oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu balita dalam memilih, mengolah, dan menyajikan makanan bergizi berbasis bahan pangan yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari dosen Fakultas Keperawatan dan Fakultas Psikologi UMM, yaitu: Ika Rizki Anggraini, S.Kep.Ns.M.Kep Dr. Siti Maimunah, S.Psi., M.M., M.A. Ratih Eka Pertiwi, M.Psi. Menurut tim, program ini dirancang secara berkelanjutan melalui pendampingan langsung kepada para ibu. Kegiatan mencakup penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang. Juga melakukan simulasi praktik pengolahan pangan lokal seperti sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan, telur, ikan, dan sumber protein lokal lainnya menjadi menu sehat yang menarik bagi anak-anak. Selain edukasi dan praktik memasak, kegiatan ini juga meliputi pemantauan tumbuh kembang balita. Tim melakukan pengukuran dan evaluasi pertumbuhan anak secara rutin, sekaligus memberikan arahan kepada orang tua mengenai pola asuh yang tepat, pola makan sehat, serta pentingnya pemeriksaan rutin ke posyandu sebagai upaya deteksi dini risiko stunting. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pencegahan stunting tidak harus bergantung pada makanan mahal. Bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar kita dapat diolah menjadi makanan bernutrisi tinggi yang mendukung pertumbuhan optimal anak,” ujar salah satu anggota tim. Ibu-ibu yang memiliki anak balita serius mendengarkan pengarahan dari Tim Dosen UMM. (Ist) Baca Juga: Makanan Bergizi Gratis, Tak Perlu Mahal untuk Sehat Program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi model replikasi di wilayah lain. Terutama dalam memberdayakan ibu sebagai garda terdepan dalam pemenuhan gizi keluarga. Dengan pendekatan yang holistik, menggabungkan aspek keperawatan dan psikologi, kegiatan ini tidak hanya menyasar aspek fisik. Tetapi juga pola asuh dan kesiapan mental orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengatasi masalah gizi masyarakat, khususnya penurunan angka stunting di tingkat kecamatan.
Nazaruddin Malik: Guru Bukan Profesi Kelas Dua

KLIKMU.CO – Di tengah maraknya keluhan pendidik terkait beratnya beban birokrasi yang kerap menyita waktu mengajar, kritik tajam sekaligus reflektif mengemuka dari mimbar akademik. Kualitas pendidikan dinilai tidak akan pernah menguat jika sekolah terus terjebak mengejar formalitas administrasi, tetapi abai membangun ekosistem belajar yang sehat. Peringatan tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Nazaruddin Malik MSi dalam Malik Fadjar Bootcamp bertajuk “Manajemen Kelembagaan Sekolah” yang diinisiasi Rumah Baca Cerdas (RBC) Abdul Malik Fadjar Institute. Kegiatan ini dihadiri puluhan akademisi dan pengelola sekolah Muhammadiyah se-Malang Raya pada Jumat (22/5/2026). Dalam stadium generale tersebut, Nazar, sapaan akrabnya, menyoroti ketimpangan distribusi dan kompetensi guru sebagai salah satu akar menurunnya mutu pendidikan nasional. Ia menjelaskan bahwa hingga kini masih banyak tenaga pengajar yang terpaksa bekerja tidak sesuai bidang keahliannya. Ironisnya, di tengah keterbatasan tersebut, sekolah justru terus ditekan memenuhi berbagai target administratif yang sering kali tidak selaras dengan esensi peningkatan kualitas belajar siswa. Kondisi itu dinilai tidak hanya menggerus kualitas pembelajaran, tetapi juga mengancam kredibilitas lembaga pendidikan di mata publik. “Kalau guru mengajar tidak sesuai kompetensinya, dampaknya panjang. Mutu sekolah turun, kepercayaan masyarakat ikut turun, dan akhirnya sekolah kehilangan daya saing,” ujarnya. Lebih lanjut, Nazar mengkritik fenomena birokratisasi pendidikan yang dinilai semakin mencengkeram kebebasan berekspresi institusi pendidikan. Banyak sekolah perlahan berubah menjadi institusi yang sibuk mengejar pengakuan administratif dan terlalu fokus memoles citra luar, sehingga melupakan pentingnya school leadership. Karena itu, pendidikan berbasis masyarakat seperti sekolah Muhammadiyah dituntut tidak sekadar mengekor pola kerja birokrasi, melainkan berani berinovasi sesuai kebutuhan sosial di sekitarnya. “Sekolah perlahan berubah menjadi institusi yang sibuk mengejar formalitas, tetapi kehilangan keberanian membaca kebutuhan riil. Kita jangan hanya sibuk selebrasi dan pencitraan. Yang lebih penting adalah bekerja tenang, membangun kualitas secara konsisten, dan memberi kontribusi nyata,” tegasnya. Selain persoalan sistemik, Nazar juga menyoroti masih melekatnya stigma yang menempatkan profesi guru sebagai pekerjaan kelas dua. Pandangan tersebut dinilai membuat banyak generasi muda berprestasi enggan menjadikan dunia pendidikan sebagai pilihan karier utama. Padahal, maju mundurnya kualitas pendidikan masa depan sangat bergantung pada sejauh mana profesi guru dihargai, baik secara sosial maupun intelektual. “Jika guru merasa second class, sekolah akan sulit berkembang. Pendidikan membutuhkan orang-orang yang percaya bahwa profesi ini adalah jalan pengabdian sekaligus jalan membangun peradaban,” ungkapnya. Sebagai penutup, Nazar menegaskan bahwa manajemen kelembagaan sekolah sejatinya merupakan seni membangun sistem yang hidup, bukan sekadar mengelola tumpukan dokumen dan laporan. Menurutnya, kualitas pendidikan sejati tidak lahir dari deretan slogan besar, melainkan dari konsistensi merawat ekosistem yang sehat antara sekolah, pendidik, siswa, orang tua, dan masyarakat. Lembaga pendidikan yang kuat bukan hanya yang mampu meluluskan siswa bernilai akademik tinggi, tetapi juga berhasil mencetak manusia berkarakter tangguh dalam menghadapi dinamika perubahan zaman. (Faqih/AS)
Berbekal Ilmu dari CoE UMM, Alumnus Ilmu Pemerintahan Ini Berkarier di Industri Tambang

pwmu.co – Tren karier generasi muda kini semakin dinamis, mendobrak batasan linieritas antara program studi di bangku kuliah dan realitas dunia kerja. Hal ini terbukti nyata di tengah masifnya industri pertambangan di Kalimantan Timur yang menyerap puluhan ribu tenaga teknis. Siapa sangka, peran krusial menjaga keselamatan operasional para pekerja tambang justru dipegang oleh seorang lulusan Ilmu Pemerintahan. Berbekal berbagai pengalaman berharga selama berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), salah satunya dengan mengikuti kelas Center of Excellence (CoE), Resky Maharani Ma’mur berhasil menembus kerasnya sektor ekstraktif dan berkarier sebagai Safety Officer. Menjalani peran vital di area operasional PT Pangansari Utama, Resky memikul tanggung jawab besar di Departemen Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE). Alumnus Ilmu Pemerintahan angkatan 2020 ini dituntut untuk terus mengawasi penerapan regulasi Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), hingga menjaga standar keamanan pangan (Food Safety). Meski sekilas pekerjaannya jauh dari urusan administrasi negara, ia justru menyadari bahwa ilmu tata kelola yang dipelajarinya menjadi fondasi kuat. Ia menjelaskan bahwa ilmu dari bangku kuliah menyadarkannya tentang pentingnya pengawasan implementasi sebuah regulasi melalui proses monitoring agar berjalan efektif. “Ilmu Pemerintahan mengajarkan saya bagaimana kebijakan tidak hanya dibuat secara administratif, tetapi juga harus diawasi implementasinya melalui monitoring dan evaluasi agar benar-benar berjalan efektif di lapangan,” tegasnya. Lebih lanjut, kemampuannya beradaptasi di industri swasta ini sangat ditunjang oleh keputusannya mendalami kelas CoE Analis Kebijakan. Langkah strategis tersebut amat relevan dengan kebutuhan industri masa kini yang bertumpu pada data. Kompetensi membedah data terbukti amat krusial ketika dirinya dituntut menyusun laporan HSE, memantau capaian Key Performance Indicators (KPI), hingga merumuskan mitigasi insiden kerja di area tambang yang penuh risiko. Menurutnya, kurikulum yang ditawarkan dalam kelas unggulan Kampus Putih tersebut sangat aplikatif karena langsung menargetkan penguasaan keterampilan teknis seperti pengolahan hingga visualisasi data. “Keunggulan program CoE ini lebih fokus pada praktik dan skill yang dibutuhkan dunia kerja, seperti pengolahan, analisis, dan visualisasi data, bukan hanya teori perkuliahan” ungkapnya. Selain ketajaman analitis, keluwesan Resky saat berkomunikasi dengan pemangku kepentingan maupun pekerja teknis merupakan buah manis dari proses berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMAP) dan keterlibatannya di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Guna melengkapi profesionalismenya, ia bahkan berhasil mengantongi sertifikasi Ahli K3 Umum dari Kementerian Ketenagakerjaan. Mengingat rekam jejak kariernya yang inspiratif tersebut, ia menegaskan bahwa mahasiswa harus peka terhadap peluang dari kampus dan bersabar dalam menekuni satu bidang keahlian secara mendalam. “Manfaatkan program CoE sebaik mungkin karena skill analisis data sangat dibutuhkan. Dalami skill yang disukai, ketika kita sudah tahu apa bidang yang kita sukai, dalami, sabar juga menjadi yang paling utama” pungkasnya. Penulis : Humas UMM | Editor : Danar Trivasya Fikri
Intip Daftar Beasiswa untuk Mahasiswa Baru UMM, Bebas Kuliah 100% untuk Alumni Muhammadiyah Selama 1 Semester

MALANG, RADAR MALANG – UMM membuka berbagai jalur beasiswa untuk calon mahasiswa baru tahun 2026. Salah satunya adalah beasiswa saudara kandung hingga alumni sekolah Muhammadiyah. Berikut adalah rincian potongan Biaya Studi Semester (BSS), program studi penerima beasiswa, dan beberapa syarat umum: BEASISWA SAUDARA KANDUNG Potongan BSS pada Semester I sebesar: 50% Non-FIKES dan Kedokteran, 25% FIKES, 10% Kedokteran Syarat yang harus dipenuhi: Mempunyai saudara kandung yang kuliah di UMM dan masih aktif. Melengkapi syarat ke kantor PMB atau melalui email: Foto copy Kartu Keluarga (KK), Foto copy KTM adik dan kakak, Foto Copy Kartu Studi Mahasiswa (KSM) kakak, Foto copy Akta Lahir Adik dan Kakak ALUMNI SEKOLAH MUHAMMADIYAH Potongan 100% BSS pada Semester I untuk semua Program Studi Syarat yang harus dipenuhi: Alumni Sekolah SMA/SMK/MA Muhammadiyah Biaya Seragam tetap dibayarkan sesuai dengan ketentuan BEASISWA YATIM/YATIM PIATU Beasiswa Berupa Bebas DPP dan SPP selama 8 semester untuk S-I dan 6 semester untuk Vokasi (D-3) Program Studi Tertentu sesuai rekomendasi AIK Syarat Administrasi yang harus dipenuhi: Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Yatim/Yatim Piatu dari desa setempat. Rekomendasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) setempat. Tetap ada pembayaran: Her-Registrasi, Pengembangan Akademik, Seragam dan FLSP PROGRAM PENDIDIKAN ULAMA TARJIH (PPUT) Bebas SPP dan DPP selama 8 semester (LULUS) Bebas biaya pemondokan selama 2 tahun Dibuka pada tahun ajaran ganjil dan genap untuk Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), dan Pendidikan Bahasa Arab. Syarat Administrasi yang harus dipenuhi: Fotocopy ijazah atau transkrip nilai yang dilegalisir masing-masing 2 lembar. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Fotocopy Kartu Keluarga (KK). Pas Foto berwarna ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar. Tetap ada pembayaran: Her-Registrasi, Pengembangan Akademik, Seragam dan FLSP BEASISWA ANAK KANDUNG ALUMNI UMM Potongan BSS pada Semester I sebesar 25% untuk Non FK dan untuk 10% Kedokteran Syarat Administrasi: Fotocopy Ijazah atau kartu alumni orang tua. Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Fotocopy Kartu Keluarga (KK). Editor : Aditya Novrian
Dosen UMM Edukasi Remaja Toyomarto Cegah Kecanduan Game Online

Malanginspirasi.com – Sebanyak 40 remaja Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mengikuti penyuluhan kesehatan jiwa bertajuk “Cegah Internet Gaming Disorder” melalui pendekatan inklusif. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat SAFE-Teens yang diinisiasi dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penyuluhan berlangsung di Balai Desa Toyomarto pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Toyomarto Sumito, SH, Sekretaris Desa Anas, serta penanggung jawab remaja desa, Kak Irgi. Muhammad Rosyidul Ibad, M.Kep, dosen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UMM bertindak sebagai pemateri utama. Ia menjelaskan bahaya kecanduan game online atau Internet Gaming Disorder yang kini semakin marak di kalangan remaja. Dalam penyuluhannya, Rosyidul Ibad memaparkan karakteristik game yang berpotensi menimbulkan kecanduan, antara lain sistem rank atau tier yang membuat pemain ingin terus naik level, tekanan dari tim, match cepat yang memicu efek “satu lagi”, serta kompetisi intens yang memberikan reward dopamin tinggi. Baca Juga: Membangun Generasi Cerdas dan Berkarakter Melalui Tujuh Kebiasaan Ini Sulit Fokus dan Gampang Terdistraksi? Mungkin Kamu Butuh ‘Jeda Mental’ Ia juga mengajak peserta mengenali tanda-tanda gangguan tersebut yang biasanya berlangsung dalam kurun waktu 12 bulan, seperti sulit mengendalikan waktu bermain, game menjadi prioritas utama, tetap bermain meski berdampak negatif, menghindari interaksi sosial, mudah marah saat tidak bermain, hingga mengorbankan waktu untuk kegiatan lain. “Remaja perlu bijak dalam bermain game. Jangan sampai game menguasai hidup kalian,” tegas Rosyidul Ibad. Lebih lanjut, ia memperkenalkan strategi penanganan S.M.A.R.T sebagai solusi praktis: Schedule: Batasi bermain game maksimal 1-2 jam sehari Mindful: Sadar waktu dan emosi saat bermain Active Balance: Seimbangkan dengan olahraga dan kegiatan sosial Relationship: Jaga hubungan dengan keluarga dan teman Take a Breath: Pastikan istirahat yang cukup Para remaja melakukan tandatangan komitmen. (Ist) Antusiasme remaja terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Penyuluhan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para remaja untuk lebih bijak dan selektif dalam bermain game online. Program SAFE-Teens (Supportive, Aware, Free from Excess) ini merupakan intervensi kesehatan jiwa pada remaja melalui kelompok inklusif yang diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental generasi muda di Desa Toyomarto. ————————————————– Sumber artikel dari Malang Inspirasi: https://malanginspirasi.com/malang-raya/pendidikan/25994/dosen-umm-edukasi-remaja-toyomarto-cegah-kecanduan-game-online/ Copyright © 2026 Malang Inspirasi. All rights reserved.
Rektor UMM Soroti Pentingnya Ekosistem Belajar dan Kepemimpinan Sekolah dalam Malik Fadjar Bootcamp

pwmu.co –Kualitas pendidikan dinilai tidak akan menguat jika sekolah terus terfokus pada pemenuhan formalitas administrasi namun mengabaikan pembangunan ekosistem pendidikan yang sehat. Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., dalam agenda Malik Fadjar Bootcamp bertajuk ‘Manajemen Kelembagaan Sekolah’ yang diinisiasi oleh Rumah Baca Cerdas (RBC) Abdul Malik Fadjar Institute. Acara ini dihadiri oleh para akademisi dan pengelola sekolah Muhammadiyah se-Malang Raya, Jumat (22/5/2026). Dalam Stadium Generale tersebut, Nazar, sapaan akrabnya, menyoroti ketimpangan distribusi dan kompetensi guru sebagai salah satu faktor yang memengaruhi mutu pendidikan nasional. Ia menjelaskan bahwa saat ini masih ada tenaga pengajar yang bertugas tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Suasana Malik Fadjar Bootcamp (Istimewa/PWMU.CO) Di tengah keterbatasan itu, sekolah juga menghadapi tuntutan untuk memenuhi berbagai target administratif yang sering kali tidak selaras dengan esensi peningkatan kualitas belajar siswa. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi kualitas pembelajaran serta kredibilitas lembaga pendidikan di mata publik. “Kalau guru mengajar tidak sesuai kompetensinya, dampaknya panjang. Mutu sekolah turun, kepercayaan masyarakat ikut turun, dan akhirnya sekolah kehilangan daya saing,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena birokratisasi pendidikan yang dinilai dapat membatasi ruang gerak institusi pendidikan. Menurutnya, sebagian sekolah kini berfokus pada pengakuan administratif dan pencitraan luar, sehingga mengesampingkan urgensi kepemimpinan sekolah (school leadership). Oleh karena itu, lembaga pendidikan berbasis masyarakat seperti sekolah Muhammadiyah diharapkan tidak sekadar mengikuti pola kerja birokrasi, melainkan berani berinovasi sesuai kebutuhan sosial di sekitarnya. “Sekolah perlahan berubah menjadi institusi yang sibuk mengejar formalitas, tetapi kehilangan keberanian membaca kebutuhan riil. Kita jangan hanya sibuk selebrasi dan pencitraan. Yang lebih penting adalah bekerja tenang, membangun kualitas secara konsisten, dan memberi kontribusi nyata,” tegasnya. Selain persoalan sistemik, ia juga menyayangkan adanya stigma yang menempatkan profesi guru sebagai pekerjaan kelas dua. Pandangan tersebut dinilai membuat sebagian generasi muda enggan menjadikan dunia pendidikan sebagai pilihan karier utama. Foto bersama Rektor UMM dan peserta Malik Fadjar Bootcamp (Istimewa/PWMU.CO) Padahal, perkembangan kualitas pendidikan masa depan bergantung pada sejauh mana profesi ini mampu dihargai, baik secara sosial maupun intelektual. “Jika guru merasa second class, sekolah akan sulit berkembang. Pendidikan membutuhkan orang-orang yang percaya bahwa profesi ini adalah jalan pengabdian sekaligus jalan membangun peradaban,” ungkapnya. Sebagai pesan penutup, Nazar menegaskan bahwa manajemen kelembagaan sekolah merupakan proses membangun sistem yang berjalan, bukan sekadar urusan mengelola dokumen dan laporan. Kualitas pendidikan lahir dari konsistensi dalam merawat ekosistem yang sehat antara sekolah, pendidik, siswa, orang tua, dan masyarakat. Lembaga pendidikan yang kuat diharapkan tidak hanya mampu meluluskan siswa dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga mencetak karakter untuk menghadapi dinamika perubahan zaman. (*) Penulis : Humas UMM | Editor : Tanwirul Huda