Mahasiswa UMM Jadi CEO Cokelat Premium, Produk Kakao Lokal Tembus Pasar Internasional

Mahasiswa UMM Jadi CEO Cokelat Premium, Produk Kakao Lokal Tembus Pasar Internasional pwmu.co –Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Paul Teller, membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk memimpin perusahaan berskala global. Mahasiswa angkatan 2023 tersebut saat ini menjalankan peran sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Aagney Cocoa Persada, perusahaan pengolahan kakao yang berbasis di Tabanan, Bali. Melalui konsep cokelat premium bean to bar, Paul berhasil membawa produk berbahan baku kakao lokal Indonesia menembus pasar internasional dan bersaing di tengah ketatnya industri cokelat global. Perjalanan bisnisnya dimulai sejak usia 17 tahun. Saat itu, ia merasa prihatin melihat banyak merek cokelat ternama dunia menggunakan biji kakao asal Indonesia, namun nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh negara lain. Kondisi tersebut mendorongnya untuk mengembangkan produk cokelat premium dengan memanfaatkan potensi kakao lokal secara mandiri. “Kita punya sumber daya alam melimpah. Kalau negara lain bisa mengembangkan bisnis menggunakan biji kakao dari Indonesia, kenapa kita di negeri sendiri tidak bisa memanfaatkannya,” ujarnya. Pada awal pengembangan usaha, Paul menghadapi tantangan dalam mengedukasi konsumen mengenai karakter cokelat asli yang cenderung memiliki rasa pahit. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mengembangkan formulasi khusus dengan memadukan biji kakao fermentasi dan gula aren alami. Strategi tersebut berhasil diterima pasar hingga produknya kini hadir di berbagai supermarket premium dan bandara internasional. Menurut Paul, perkembangan bisnis yang dijalankannya tidak lepas dari dukungan lingkungan akademik UMM yang dinilai memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang sebagai wirausahawan. Ia mengaku dapat menerapkan berbagai teori yang dipelajari di kelas secara langsung dalam pengelolaan bisnis, termasuk strategi pemasaran dan pemahaman perilaku konsumen. “Dosen muda di UMM sangat suportif dan membuka pola pikir mahasiswa. Ilmu tentang sasaran perilaku konsumen yang saya dapatkan di kelas sangat membantu eksekusi strategi bisnis secara langsung,” ungkapnya. Untuk menyeimbangkan aktivitas akademik dan bisnis, Paul menerapkan manajemen waktu yang ketat dengan memadatkan jadwal kuliah. Dengan cara tersebut, ia masih memiliki waktu untuk mengawasi operasional pabrik sekaligus menjalankan tugas sebagai pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Perguruan Tinggi UMM. Kiprah Paul di dunia usaha juga mengantarkannya meraih berbagai penghargaan dan pengakuan. Beberapa di antaranya adalah Juara 2 Paritrana Award Provinsi Bali, partisipasi dalam ajang internasional Bali Interfood Expo 2025, serta apresiasi dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis, Paul juga aktif berbagi pengalaman melalui berbagai kegiatan kewirausahaan bagi generasi muda. Ia menilai lingkungan yang positif dan suportif menjadi faktor penting bagi seseorang yang ingin memulai usaha. “Jika ingin merintis karier sebagai pengusaha, langkah awalnya adalah memilih lingkungan yang positif dan suportif. Komunitas yang tepat akan membuat kita tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan,” pesannya. Kisah Paul Teller menunjukkan bahwa dunia pendidikan dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan. Melalui dukungan lingkungan kampus, pengalaman praktik, dan keberanian mengambil peluang, mahasiswa dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian. Perjalanan CEO muda tersebut juga menjadi bukti bahwa pemanfaatan sumber daya lokal yang dikelola secara inovatif mampu menciptakan produk berdaya saing global dan membuka peluang baru bagi generasi muda Indonesia. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Mahasiswa UMM Sukses Jadi CEO Cokelat Premium di Bali

Paul Teller, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur yang sukses menjadi CEO cokelat premium di Bali (Tagar.co/Humas UMM) Mahasiswa UMM Paul Teller buktikan mimpi besar bisa menembus pasar global lewat bisnis cokelat premium Bali dari biji kakao lokal. Tagar.co – Tembus pasar internasional, Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Paul Teller, sukses menjadi CEO cokelat premium di Bali. Di samping itu, ia membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk memimpin perusahaan berskala global. Mahasiswa angkatan 2023 ini menyeimbangkan perannya sebagai akademisi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT. Aagney Cocoa Persada. Melalui pabrik pengolahan kakao miliknya di Tabanan, Bali, Paul berhasil membawa produk cokelat premium berkonsep bean to bar menembus ketatnya pasar internasional. Bisnis cokelat ini ia rintis sejak usia 17 tahun. Bermula dari keprihatinannya saat melihat produk cokelat ternama di Eropa justru menggunakan biji kakao asal Indonesia. Fakta tersebut memotivasinya untuk mengolah kakao lokal secara mandiri. Rahasia Sukses Paul Teller Awalnya, ia menemui tantangan keras dalam mengedukasi masyarakat. Ia berusaha meyakinkan bahwa cokelat asli yang menyehatkan memiliki cita rasa dominan pahit. Berkat kepiawaiannya, ia berhasil meracik biji fermentasi dan gula aren alami hingga produknya merajai supermarket premium dan bandara internasional. “Kita punya sumber daya alam melimpah. Kalau negara lain bisa mengembangkan bisnis menggunakan biji kakao dari Indonesia, kenapa kita di negeri sendiri tidak bisa memanfaatkannya,” tegasnya. Ekspansi pasar yang pesat ini nyatanya sangat didukung oleh ekosistem akademik Kampus Putih UMM yang adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa wirausaha. Paul menyebutkan, teori dari mata kuliah Perilaku Konsumen langsung ia praktikkan untuk merancang strategi pemasaran produknya. Sementara itu, manajemen waktu juga ia terapkan dengan memadatkan jadwal kuliah. Dengan demikian, sisa waktu sepekan dapat ia gunakan untuk memantau pabrik dan memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) UMM. “Dosen muda di UMM sangat suportif dan membuka pola pikir mahasiswa. Ilmu tentang sasaran perilaku konsumen yang saya dapatkan di kelas sangat membantu eksekusi strategi bisnis secara langsung,” ungkapnya. Paul Teller berfoto bersama Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024 (Tagar.co/Humas UMM) Capaian Prestisius Kiprah gemilang Paul di dunia wirausaha mengantarkannya pada berbagai pencapaian prestisius. Ia berhasil menjadi Juara 2 Paritrana Award Provinsi Bali pada tahun 2024, dan pameran internasional Bali Interfood Expo 2025. Tidak berhenti sampai disitu, ia juga mendapatkan apresiasi dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Baca Juga:  Mengapa Siswa Masih Pasif di Kelas? Selain berorientasi pada profit, Paul rutin menebar misi sosial dengan menjadi pembicara kewirausahaan bagi generasi muda. Ia sekaligus mengingatkan pentingnya membangun relasi strategis saat baru memulai bisnis. “Jika ingin merintis karier sebagai pengusaha, langkah awalnya adalah memilih lingkungan yang positif dan suportif. Komunitas yang tepat akan membuat kita tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan,” pesannya. Perjalanan Paul Teller menegaskan peran strategis UMM sebagai ruang tumbuh yang ideal bagi calon pengusaha muda bukan hanya sekadar membekali mahasiswa dengan keilmuan teoritis di dalam kelas, tetapi membentuk mentalitas dan karakter tangguh yang relevan dengan kebutuhan zaman. Bekal inilah yang memastikan setiap lulusan Kampus Putih siap mandiri, berdaya saing tinggi, bahkan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah ketatnya persaingan industri global masa depan. (#) Jurnalis Faqih Ahmad Wafir Rahman Penyunting Nadhirotul Mawaddah

Ketum PP Muhammadiyah: UMM Harus Mampu Menjaga Karakter Dasarnya Melahirkan Tokoh Muhammadiyah dan Bangsa

Malang, kartanusa – Selain melakukan groundbreaking pabrik infus Suryavena, Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., yang berkesempatan hadir dan meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setinggi 11 lantai. Kamis (11/06/2026). Hadir sejumlah tokoh penting, baik dari internal Muhammadiyah maupun pemerintahan, yakni; Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM., Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DiktiSaintek) dalam Kabinet Merah Putih Dalam kesempatan tersebut, Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., mengungkapkan tentang sejarah singkat perjalanan Universitas Muhammadiyah Malang, mulai dari tempat yang angker hingga menjadi kampus yang maju. “Dahulu sebelum adanya kampus I UMM, kawasan ini dikenal angker bahkan disebut-sebut sebagai tempat orang buang ‘anak jin’. Namun berkat ketelatenan para pendahulu Muhammadiyah, daerah ini sekarang menjadi maju.” Tutur Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar. Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., bersama tokoh lainnya meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) setinggi 11 lantai Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut juga, Prof. Haedar berharap UMM bisa menjaga karakter dasarnya, sehingga mampu melahirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah dan Bangsa yang berintegritas dan profesional. “Saya berharap UMM dapat terus menjaga karakter dasarnya sehingga mampu melahirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah dan Bangsa yang kuat pada prinsip, menjaga akhlak, integritas, amanah, sekaligus profesional.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

20 Kampus Swasta di Kota Malang Jawa Timur, Pilih Yang Terbaik

news.kk.sains – Sebagaimana diketahui bahwa Kota Malang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan terbaik di Indonesia. Selain memiliki kampus negeri ternama, Malang juga mempunyai banyak perguruan tinggi swasta berkualitas dengan beragam fakultas dan program studi unggulan. Berikut daftar 20 kampus swasta di Malang yang dapat menjadi referensi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. 1. STIMIK PPKIA PRADYA PARAMITHA Webiste: https://stimata.ac.id Chat WA KLIK DISINI STMIK PPKIA PRADYA PARAMITHA merupakan salah satu penyelenggara kelas karyawan yang cukup dikenal di Malang. Kampus ini menawarkan jadwal kuliah malam dan akhir pekan dengan sistem pembelajaran yang dirancang khusus bagi mahasiswa yang bekerja dengan biaya cukup terjangkau. Program Studi Unggulan Sistem Informasi Teknologi Informasi Teknik Informatika Manajemen Informatika 2. Universitas Muhammadiyah Malang Alamat: Jl. Raya Tlogomas No.246, Malang Website: www.umm.ac.id Fakultas & Program Studi: Kedokteran Teknik Ekonomi dan Bisnis Hukum Pertanian dan Peternakan Psikologi Ilmu Sosial dan Politik Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program studi unggulan: Informatika, Manajemen, Ilmu Komunikasi, Farmasi 3. Universitas Tribhuwana Tunggadewi Alamat: Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Lowokwaru, Malang Website: www.unitri.ac.id Fakultas & Program Studi: Pertanian Teknik Ilmu Sosial dan Politik Keguruan dan Ilmu Pendidikan Ekonomi Program studi: Agribisnis, Agroteknologi, Teknik Sipil, Manajemen, Ilmu Komunikasi, Keperawatan 4. Universitas Widyagama Malang Alamat: Jl. Borobudur No.35, Mojolangu, Malang Website: www.widyagama.ac.id Fakultas & Program Studi: Teknik Ekonomi dan Bisnis Hukum Pertanian Program studi: Teknik Informatika, Teknik Sipil, Manajemen, Akuntansi, Hukum 5. Universitas Wisnuwardhana Alamat: Jl. Danau Sentani No.99, Madyopuro, Malang Website: www.wisnuwardhana.ac.id Fakultas & Program Studi: Teknik Ekonomi Hukum Pertanian Psikologi FKIP Program studi: Manajemen, Akuntansi, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Psikologi Baca Juga:  25 WA Lowongan Kerja Di Beberapa Daerah 6. Universitas Islam Malang Alamat: Jl. MT Haryono No.193, Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang Website: www.unisma.ac.id Fakultas & Program Studi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Manajemen, Akuntansi Fakultas Hukum: Ilmu Hukum Fakultas Pertanian: Agribisnis, Agroteknologi Fakultas Teknik: Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro Fakultas Kedokteran Fakultas Agama Islam Fakultas MIPA: Biologi, Farmasi Pascasarjana berbagai program magister 7. Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang Alamat: Jl. Soekarno Hatta – Rembuksari 1A, Malang Website: asia.ac.id Fakultas & Program Studi: Fakultas Teknologi dan Desain Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program studi: Teknik Informatika, DKV, Sistem Komputer, Akuntansi, Manajemen 8. Universitas Merdeka Malang Alamat: Jl. Terusan Dieng No.62-64, Malang Website: www.unmer.ac.id Fakultas & Program Studi: Hukum Teknik Ekonomi dan Bisnis Ilmu Sosial dan Politik Teknologi Informasi Psikologi 9. Universitas Gajayana Alamat: Jl. Mertojoyo Blok L, Malang Website: www.uniga.ac.id Fakultas & Program Studi: Teknik dan Informatika Ekonomi Ilmu Sosial dan Budaya Program studi: Sistem Informasi, Informatika, Manajemen, Akuntansi 10. Universitas Kanjuruhan Malang Alamat: Jl. S. Supriadi No.48, Malang Website: www.unikama.ac.id Fakultas & Program Studi: FKIP Teknik Peternakan Bahasa dan Sastra Ekonomi dan Bisnis 11. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Malang Alamat: Jl. Mega Mendung No.1-9, Pisang Candi, Malang Website: www.stieimlg.ac.id Program Studi: Akuntansi Manajemen Perkantoran 12. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang Alamat: Jl. Baiduri Sepah No.27, Malang Website: stia-malang.ac.id Program Studi: Administrasi Negara Administrasi Niaga Administrasi Bisnis 13. STIKI Malang Alamat: Jl. Raya Tidar No.100, Malang Website: www.stiki.ac.id Program Studi: Teknik Informatika Sistem Informasi Desain Komunikasi Visual 14. Institut Teknologi Nasional Malang Alamat: Jl. Bendungan Sigura-gura No.2, Malang Website: www.itn.ac.id Fakultas & Program Studi: Teknik Sipil dan Perencanaan Teknologi Industri Arsitektur Teknik Mesin Teknik Elektro Informatika Baca Juga:  15 Magister S2 Hukum Di Medan Yang Terbaik 15. Politeknik Negeri Malang PSDKU Swasta Mitra Alamat: Kota Malang Website: www.polinema.ac.id Program Studi: Teknik Elektro Akuntansi Teknik Informatika Administrasi Bisnis 16. Politeknik Kota Malang Alamat: Jl. Raya Tlogowaru No.3, Malang Website: www.poltekom.ac.id Program Studi: Teknik Informatika Teknik Telekomunikasi Teknik Mekatronika 17. Sekolah Tinggi Teknik Malang Alamat: Jl. Tumenggung Suryo No.44, Malang Website: www.sttmalang.ac.id Program Studi: Teknik Sipil Teknik Mesin Teknik Elektro 18. Universitas Bhinneka Nusantara Alamat: Jl. Raya Tidar No.100, Karangbesuki, Sukun, Malang Website: ubhinus.ac.id Program Studi: Sistem Informasi Informatika Bisnis Digital Manajemen 19. Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Alamat: Jl. S. Supriadi No.48, Malang Website: www.unikama.ac.id Fakultas & Program Studi: Pendidikan Teknik Ekonomi Peternakan Bahasa dan Sastra Program studi: PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, Teknik Informatika, Manajemen 20. STMIK PPKIA PRADNYA PARAMITA Kampus STIMATA merupakan salah satu Institusi Pendidikan Tinggi di wilayah Malang yang mendapat peringkat Top-40 Sekolah Tinggi dan Top-100 Perguruan Tinggi se-Jawa Timur. Alamat: Jl. Laksda Adi Sucipto No.249a, Pandanwangi, Kec. Blimbing, Kota Malang Website: https://stimata.ac.id Program Studi: D3 – Sistem Infromasi S1 – Teknologi Informasi​ S1 – Sistem Informasi​

Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Magang di Kantor Hukum Hidayat & Co, Implementasi Teori-Praktek di Dunia Kerja

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (Fh UMM) melaksanakan magang di kantor Hukum Hidayat & Co periode Februari hingga Juni 2026. Hal ini dijelaskan salah satu mahasiswa anggota kelompok magang  FH UMM Achmad Billy Badruzzaman. Selain dirinya juga ada anggota lain yakni, Zidan Qibran, Muhammad Amru Fillah, dan ⁠Nida Nahwa.  Magang ini menguatkan pendidikan hukum secara teori sekaligus kemampuan praktek ilmu yang diperoleh dalam menghadapi permasalahan hukum di kehidupan nyata. Mahasiswa FH UMM ketika menyerahkan cinderamata kepada kantor Hukum Hidayat & Co. Menurut Achmad Billy Badruzzaman, kelompoknya saat magang ini dibawah bimbingan dosen Yohana Puspitasari Wardoyo, SH, MH. Program magang tersebut wujud pelaksanaan kurikulum mengintegrasikan teori dan praktik, dimana Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang  mewajibkan mahasiswa mengikuti program magang. Dipilihnya kantor Hukum Hidayat & Co sebagai tempat magang karena memiliki reputasi dan kredibilitas dalam menangani berbagai jenis perkara hukum, baik di bidang perdata, pidana, komersial, maupun hukum khusus. Kantor ini juga telah berpengalaman lama dalam membimbing mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi, sehingga mampu memberikan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pengembangan kompetensi hukum peserta. Pelaksanaan magang diawali pengenalan lingkungan kerja, struktur organisasi, serta tata tertib di kantor. Pimpinan dan staf memberikan gambaran umum tentang pelayanan hukum yang disediakan, mulai dari konsultasi hukum, penyusunan dokumen, pendampingan hingga penyelesaian sengketa melalui jalur pengadilan maupun di luar pengadilan. Selain itu aspek manajemen kantor, meliputi sistem pengarsipan dokumen, prosedur penerimaan klien, hingga mekanisme pembagian tugas penanganan perkara. Mahasiswa FH UMM saat kunjungan ke Polresta Malang Kota bersama tim dari kantor Hukum Hidayat & Co. Mahasiswa FH UMM juga diajarkan bagaimana menjaga kerahasiaan informasi klien, sikap profesional dalam berkomunikasi, serta standar pelayanan yang wajib diterapkan oleh setiap praktisi hukum. Termasuk peran dan kedudukan organisasi profesi Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), tugas pokok Sekretariat Nasional PERADI, serta peraturan yang mengatur hak, kewajiban, dan kode etik advokat sesuai UU No 18/2003 tentang Advokat. Hal ini menjadi dasar agar mahasiswa memahami batasan dan tanggung jawab yang melekat pada profesi hukum. Selama masa magang, tandas Achmad Billy Badruzzaman, mahasiswa FH UMM kelompoknya mengikuti serangkaian diskusi dan pembahasan materi hukum secara terstruktur. Mencakup berbagai bidang hukum, antara lain Hukum Acara: Memahami alur dan tahapan persidangan, mulai dari pendaftaran perkara, sidang pendahuluan, pembuktian, hingga pembacaan putusan. Mempelajari perbedaan prosedur antara perkara perdata dan pidana. Hukum Materiil: Mendalami ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, hukum pidana, hukum ketenagakerjaan, hukum pertanahan, hukum perlindungan konsumen, hukum hak kekayaan intelektual, hingga hukum kepailitan dan PKPU. Berikutnya, Persiapan Kompetensi Profesi: mahasiswa FH UMM dibekali materi dan mengikuti pembahasan soal serta simulasi ujian menyerupai Ujian Profesi Advokat (UPA). Kegiatan ini meliputi analisis kasus, penyusunan argumen hukum, hingga teknik menjawab persoalan hukum secara sistematis. Tampak mahasiswa FH UMM ketika melakukan magang di kantor Hukum Hidayat & Co. Menariknya, Achmad Billy Badruzzaman mengungkapkan pembelajaran tidak hanya bersifat teoretis, tetapi dihubungkan dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Peserta dilatih untuk melakukan analisis kasus nyata, seperti Tragedi Kanjuruhan, sengketa perjanjian bisnis, perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa, peredaran narkotika, sengketa pemutusan hubungan kerja, hingga permasalahan hukum dalam pengelolaan koperasi. Melalui pembahasan ini, mahasiswa FH UMM belajar mengidentifikasi fakta hukum, menemukan dasar hukum yang relevan, serta menyusun strategi penyelesaian sengketa yang tepat. Kegiatan magang, lanjut Achmad Billy Badruzzaman, mahasiswa FH UMM  langsung praktik yang mendukung penanganan perkara, antara lain: Pemeriksaan dan Penyusunan Dokumen Hukum: mahasiswa membantu memeriksa isi surat perjanjian, akta pendirian badan usaha, gugatan, jawaban gugatan, dan dokumen hukum lainnya. Mahasiswa diajarkan cara menilai kekuatan hukum dokumen serta mengidentifikasi risiko hukum yang mungkin timbul. Selanjutnya, mahasiswa FH UMM kunjungan ke Instansi Penegak Hukum: Polresta Malang Kota. Mahasiswa FH UMM mengamati secara langsung proses penanganan perkara pada tahap penyidikan, berkoordinasi dengan penyidik, serta memahami peran advokat dalam mendampingi klien sejak awal proses hukum. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai kerja sama antarlembaga dalam sistem peradilan. Mengikuti kegiatan resmi organisasi profesi, dimana mahasiswa FH UMM menghadiri pertemuan dan pelatihan PERADI. Sehingga memperluas wawasan peserta tentang perkembangan hukum terbaru serta standar profesionalisme yang harus dijaga oleh setiap anggota profesi. Pada akhir masa pelaksanaan magang, kelompok mahasiswa FH UMM menyerahkan cinderamata kepada pimpinan dan seluruh staf Kantor Hukum Hidayat & Co. Pimpinan kantor menyampaikan apresiasi atas kesungguhan dan semangat yang ditunjukkan oleh peserta dalam menjalani setiap kegiatan. Achmad Billy Badruzzaman menegaskan  bahwa pengalaman magang ini sangat berharga karena mampu menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di kampus dengan kenyataan yang ada di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai penanganan perkara, tetapi juga membentuk pola pikir analitis, etika profesi, serta kematangan sikap yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Melalui program magang mahasiswa FH UMM ketika lulus memiliki kompetensi, karakter, dan memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum dan keadilan di Indonesia. (tim mahasiswa fh umm)

20 Universitas Paling Berprestasi di Indonesia Versi SIMT 2026

Ilustrasi UGM.(Dok. UGM) media kompeten – Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terdapat daftar 20 universitas paling berprestasi di Indonesia pada tahun 2026. Peringkat ini diukur berdasarkan akumulasi jumlah prestasi yang berhasil dikumpulkan oleh masing-masing perguruan tinggi sejak tahun 1998 hingga sekarang. Universitas Gadjah Mada (UGM) — Kampus ini berhasil menduduki peringkat pertama dengan torehan 669 prestasi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) — Menempati posisi kedua dengan akumulasi sebanyak 666 prestasi. Universitas Brawijaya (UB) — Berada di peringkat ketiga dengan mengumpulkan 606 prestasi yang juga merupakan buah dari strategi klasterisasi minat bakat mahasiswa. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) — Mengamankan posisi keempat dengan total 504 prestasi. Universitas Indonesia (UI) — Menempati urutan kelima dengan catatan 410 prestasi. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) — Meraih peringkat keenam dengan total 349 prestasi. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) — Berada di posisi ketujuh dengan perolehan 335 prestasi. Universitas Diponegoro (Undip) — Menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 312 prestasi. Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) — Berada di urutan kesembilan dengan total 310 prestasi. Institut Pertanian Bogor (IPB) — Mengisi peringkat kesepuluh dengan torehan 300 prestasi. Universitas Telkom (Telkom University) — Memiliki jumlah yang sama di peringkat kesebelas dengan 300 prestasi. Universitas Negeri Malang (UM) — Menempati posisi kedua belas dengan raihan 281 prestasi. Universitas Hasanuddin (Unhas) — Berada di peringkat ketiga belas dengan jumlah yang sama yaitu 281 prestasi. Universitas Sebelas Maret (UNS) — Mengamankan urutan keempat belas dengan total 261 prestasi. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) — Berada di posisi kelima belas dengan torehan 250 prestasi. Institut Teknologi Bandung (ITB) — Menempati peringkat keenam belas dengan koleksi 234 prestasi. Universitas Airlangga (Unair) — Berada di urutan ketujuh belas dengan catatan 232 prestasi. Universitas Negeri Semarang (Unnes) — Mengisi posisi kedelapan belas dengan total 215 prestasi. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) — Menempati peringkat kesembilan belas dengan raihan 205 prestasi. Universitas Tanjungpura — Menutup daftar di peringkat kedua puluh dengan total 197 prestasi.

Founder Social Movement Institute Soroti Pudarnya Tradisi Berpikir Kritis di Kalangan Mahasiswa

Founder Social Movement Institute Eko Prasetyo SH menyampaikan materi dalam Kuliah Tamu Nasional Program Studi Sosiologi FISIP UMM. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Krisis intelektual yang melanda generasi muda saat ini bukanlah soal rendahnya kapasitas kecerdasan, melainkan pudarnya keberanian untuk berpikir kritis dan melawan ketidakadilan yang terjadi di depan mata. Realitas tersebut menjadi sorotan utama Founder Social Movement Institute Eko Prasetyo SH dalam Kuliah Tamu Nasional Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (13/6/2026). Mengusung tema Kaum Cendekiawan dan Krisis Moral Perlawanan, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk merefleksikan kembali fungsi sejati kampus sebagai rahim lahirnya intelektual pemberani yang mampu mengoreksi realitas sosial. Dalam pemaparannya di Gedung Kuliah Bersama (GKB) I Lantai 6 UMM, Eko menjelaskan bahwa krisis moral perlawanan tidak muncul dari ruang hampa, melainkan merupakan konsekuensi dari perubahan struktural di dunia pendidikan. Orientasi pendidikan yang semakin pragmatis, menjamurnya budaya individualisme, serta dominasi teknologi secara perlahan menggeser marwah kampus. Lembaga pendidikan tinggi dinilai lebih menyerupai pabrik pencetak tenaga kerja dibandingkan ruang pembentukan karakter yang berpihak pada kebenaran. Akibatnya, mahasiswa semakin terasing dari tradisi menyuarakan kepentingan publik. “Kampus adalah dunia yang dinamis, jangan hanya hidup monoton. Mahasiswa perlu memanfaatkan lingkungan akademik sebagai ruang berdiskusi, berorganisasi, dan menguji gagasan, bukan hanya mengejar nilai atau menyelesaikan perkuliahan. Keberanian mempertanyakan persoalan sosial merupakan fondasi utama bagi lahirnya kaum intelektual yang mampu membawa perubahan,” tegasnya. Lebih lanjut, Eko mengkritisi fenomena komersialisasi pendidikan dan disrupsi informasi yang dinilai menggerus daya nalar kritis mahasiswa. Menurutnya, ketika akses pendidikan semakin mahal dan eksklusif, ruang perjumpaan lintas kelas sosial otomatis menyempit sehingga empati sosial turut terkikis. Di sisi lain, banjir informasi akibat penggunaan gawai justru sering melahirkan pemahaman yang dangkal. Mahasiswa mengetahui banyak isu, tetapi gagal memetakan akar persoalan karena mengabaikan budaya literasi, dialog yang komprehensif, serta ketajaman berpikir analitis. “Egoisme dan hasrat kekuasaan kini mengakar kuat karena terus dipelihara oleh berbagai lembaga dalam masyarakat. Kondisi ini berkontribusi terhadap melemahnya keberanian masyarakat untuk mengkritik ketidakadilan. Budaya kepatuhan dibuat lebih dominan daripada budaya berpikir independen. Dalam kondisi seperti itu, kampus memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga tradisi intelektual agar tetap hidup,” urainya. Menutup kuliah tamu nasional tersebut, Eko menyampaikan pesan penting yang perlu direfleksikan bersama oleh seluruh civitas academica. Menurutnya, krisis moral perlawanan hanya dapat diakhiri apabila mahasiswa berani menanggalkan sikap apatis dan mulai terlibat langsung dalam memahami berbagai persoalan masyarakat. Dia menegaskan bahwa esensi seorang intelektual sejati tidak pernah diukur dari tumpukan gelar akademik, melainkan dari keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan secara nyata. Karena itu, kampus harus kembali ditegakkan sebagai ruang yang subur bagi tumbuhnya gagasan kritis, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (Faqih/AS)

Founder Social Movement Institute: Marwah Kampus Mulai Bergeser Akibat Pragmatisme Pendidikan

ILUSTRASI: penyampaian aspirasi mahasiswa melalui aksi demo. (FOTO: BBC) TimesIndonesia – MALANG – Perguruan Tinggi sejatinya mencetak generasi yang tidak hanya unggul pada prestasi akademik, tetapi juga karakter diri sendiri. Namun nyatanya, banyak institusi pendidikan saat ini dinilai hanya sebagai pencetak tenaga kerja saja dibandingkan menjadi ruang pembentukan karakter yang berpihak pada kebenaran. Pandangan tersebut disampaikan Founder Social Movement Institute, Eko Prasetyo, S.H., saat menjadi narasumber dalam Kuliah Tamu yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (13/6/2026). Menurut Eko, saat ini terjadi pergeseran fungsi dan marwah perguruan tinggi yang ditandai dengan semakin menurunnya keberanian generasi muda untuk berpikir kritis dan menyuarakan ketidakadilan. Ia menilai orientasi pendidikan yang semakin pragmatis, menguatnya budaya individualisme, serta dominasi teknologi menjadi faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut. “Hal-hal tersebut secara tidak sadar mulai menggeser marwah kampus. Mahasiswa akan semakin terasing dari tradisi menyuarakan kepentingan publik,” ujarnya. Eko menegaskan bahwa kampus merupakan ruang yang dinamis dan seharusnya dimanfaatkan mahasiswa tidak hanya untuk mengejar prestasi akademik. Lingkungan perguruan tinggi juga harus menjadi tempat berdiskusi, berorganisasi, bertukar gagasan, serta menguji berbagai pemikiran yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, keberanian mempertanyakan berbagai persoalan sosial merupakan fondasi penting bagi kaum intelektual yang ingin membawa perubahan. “Berani mempertanyakan persoalan sosial adalah fondasi utama kaum intelektual yang mampu membawa perubahan,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, Eko juga menyoroti fenomena komersialisasi pendidikan yang semakin menguat. Ia menilai biaya pendidikan yang semakin tinggi berpotensi mempersempit ruang perjumpaan antarberbagai kelompok sosial dan pada akhirnya mengikis empati mahasiswa terhadap realitas masyarakat. Selain itu, ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di era digital juga menghadirkan tantangan tersendiri. Mahasiswa kerap memperoleh informasi dalam jumlah besar, namun tidak selalu memiliki kesempatan untuk memahami akar persoalan secara mendalam. Kondisi tersebut, menurutnya, diperparah oleh menurunnya budaya literasi, diskusi yang komprehensif, serta kemampuan berpikir analitis. Otto Media Grup Gandeng Sadewi Essential Care, Perkuat Kolaborasi Brand, Kreator, dan Rantai Pasok Digital “Budaya kepatuhan kini lebih dominan daripada berpikir kritis. Karena itu, kampus harus menjaga tradisi intelektual agar tetap hidup,” jelasnya. Di akhir pemaparannya, Eko mengajak seluruh sivitas akademika untuk merefleksikan berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini. Ia mendorong mahasiswa agar tidak bersikap apatis, melainkan terlibat langsung dalam memahami dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, intelektual sejati tidak diukur dari banyaknya gelar akademik yang dimiliki, tetapi dari keberanian untuk memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam kehidupan nyata. Ia juga mengingatkan bahwa kampus harus tetap menjadi ruang tumbuhnya gagasan yang kritis, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. “Esensi seorang intelektual sejati tidak pernah diukur dari tumpukan gelar akademik, melainkan dari seberapa besar nyali dan keberaniannya dalam mempertahankan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan secara nyata,” ucapnya. (*)

Haedar Nashir: UMM Harus Jadi Kampus Pelopor dan Penggerak Perubahan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan tausiiah dan pengarahan di Auditorium Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (11/6/2026). Dalam kesempatan itu, Haedar menantang UMM bertransformasi menjadi kampus pelopor yang mampu memimpin perubahan melalui penguatan ekonomi dan pembangunan SDM unggul. (Tagar.co/Humas UMM) Haedar Nashir meminta UMM tidak berpuas diri dengan capaian saat ini. Ia menegaskan Kampus Putih harus menjadi pelopor dan penggerak perubahan melalui penguatan ekonomi serta pembangunan SDM unggul. Tagar.co – Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menantang Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk naik kelas dari kampus maju menjadi kampus pelopor. Dia menilai, di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, UMM perlu melahirkan berbagai terobosan agar tetap berada di barisan terdepan. Pesan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan tausiah dan pengarahan di Auditorium Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM, Kamis (11/6/2026). Dalam arahannya, Haedar mengingatkan bahwa berbagai capaian yang telah diraih UMM tidak boleh membuat sivitas akademika merasa cukup. Menurutnya, dunia pendidikan tinggi bergerak sangat dinamis. Perguruan tinggi negeri maupun swasta terus mengembangkan inovasi dan model pengelolaan yang lebih adaptif. Karena itu, UMM perlu berani mengambil langkah-langkah progresif agar tidak tertinggal dalam persaingan yang semakin kompetitif. Baca Juga:  UMM Salurkan THR Rp314,6 Juta untuk 525 Guru dan Karyawan AUA di Malang “Bagi PTMA dan para rektor, jika tidak berani melakukan langkah yang lebih progresif, kita akan tertinggal, padahal saat ini kita merasa sudah berada di posisi yang cukup maju,” tegas Haedar. Pimpinan dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Tausiyah dan Pengarahan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si., di Auditorium GKB 5 UMM, Kamis (11/6/2026). Haedar menekankan pentingnya langkah progresif agar perguruan tinggi Muhammadiyah tetap menjadi pelopor kemajuan bangsa. (Tagar.co/Humas UMM) Dua Fokus UMM Haedar kemudian menjelaskan dua bidang yang perlu menjadi fokus UMM untuk memimpin perubahan. Pertama, penguatan sektor ekonomi. Kedua, pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul. Menurutnya, umat tidak boleh terus berkutat pada sektor ekonomi menengah ke bawah. Perguruan tinggi harus mendorong lahirnya generasi yang mampu menguasai industri, teknologi mutakhir, serta posisi-posisi strategis dalam pengambilan keputusan. Dengan peran tersebut, kampus dapat menjadi motor penggerak kemajuan bangsa. “Siapa yang mampu membangun sumber daya manusia berkarakter kuat, menguasai Iptek, keahlian, dan memiliki jaringan yang luas, ke depan dia yang akan memberi kontribusi besar bagi masa depan Indonesia. UMM harus kembali menjadi pelopor dalam menghadirkan kemajuan tersebut,” papar tokoh kelahiran Bandung itu. Selain memberikan arahan strategis, Haedar juga mengapresiasi perkembangan pesat perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), termasuk UMM. Ia menilai kemajuan infrastruktur pendidikan, penguatan ekosistem akademik, serta perluasan jejaring nasional dan internasional menjadi modal besar untuk menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari dedikasi panjang para kader dan gerakan dakwah perserikatan Muhammadiyah. Berbagai kemajuan yang terlihat saat ini, lanjutnya, lahir melalui proses panjang yang dibangun dengan semangat pengabdian dan keikhlasan. “Kita sungguh bersyukur kepada Allah atas segala anugerah ini. Saya yakin, berbagai capaian yang diraih hari ini lahir dari keikhlasan mereka yang terus berkhidmat membesarkan perserikatan,” ujarnya. (#) Penyunting Mohammad Nurfatoni

Bangun Pabrik Infus, Muhammadiyah Sediakan Lahan Tiga Hektare

INFUS UNTUK BANGSA: Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir (tiga dari kiri) menyampaikan sambutan saat acara peletakan batu bata pertama pem,bangunan pabrik infus di Kabupaten Malang, Jawa Timur. INDOSatu.co – MALANG – Rencana PP Muhammadiyah untuk memiliki pabrik infus dipastikan segera terealisasi. Hal itu dibuktikan dengan kesiapan mengalokasikan lahan untuk pembangunan pabrik. Renacananya, lokasi pabrik tersebut menggunakan lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia bakal menggunakan lahan kurang lebih 3 hektare dari total 14 hektare aset lahan UMM di lokasi tersebut. Untuk merealisasikan misi tersebut, peletakan batu pertama pembangunan pabrik tersebut langsung dilakukan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir. Selain menghadirkan Haedar, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah DR. Saad Ibrahim, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sekaligus Sekretaris BPH UMM Prof Fauzan serta Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur Prof. Sukadiono juga tampak menghadiri peletakan batu pertama proyek tersebut pada Kamis (11/6/2026). Pabrik tersebut diproyeksikan menjadi penopang utama rantai pasok alat kesehatan, baik jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah maupun masyarakat. Hal itu bisa dimaklumi karena Muhammadiyah memang memiliki ratusan rumah sakit dan balai pengobatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Prof Haedar mengatakan, pendirian pabrik infus adalah manifestasi dari ekosistem socio-religious corporation yang digagas oleh persyarikatan. Menurut dia, inisiatif tersebut membuktikan organisasi keagamaan mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang orientasi utamanya adalah kemaslahatan publik dan kontribusi nyata bagi negara, bukan sekadar mencari keuntungan finansial. PT Suyavena Farma Indonesia sendiri ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. ” Ini (PT Suryavena, Red) bukan untuk Muhammadiyah, tetapi juga untuk bangsa. Bisnis yang kami bangun bukan bisnis demi bisnis, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” ucap Haedar. Menurut Haedar, agama tidak sebatas mengatur akidah dan ibadah, melainkan juga urusan muamalah dalam tata kehidupan sosial ekonomi. Karena itu, sambung dia, keterlibatan di sektor industri medis ini diposisikan sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan guna menopang berbagai layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat. Wakil Rektor II UMM Dr Ahmad Juanda menjelaskan, kontribusi Kampus Putih tidak berhenti pada penyediaan lahan. Ke depannya, kawasan ini akan diintegrasikan menjadi ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM yang mempertemukan aktivitas industri dengan fungsi tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Pembangunan ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menjawab kebutuhan strategis nasional. Selain mendukung layanan kesehatan, kawasan ini juga dirancang untuk menjadi pusat kolaborasi yang mengintegrasikan inovasi, pendidikan, dan praktik industri sehingga mampu mencetak sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan sektor kesehatan,” ucap Juanda. Dengan beroperasinya pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia tahun depan, kata Juanda, langkah itu diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan industri kesehatan berbasis nilai sosial di Tanah Air. Kolaborasi lintas sektor menjadi pesan kuat bahwa kemandirian ekonomi, inovasi pendidikan, dan pelayanan publik yang inklusif dapat berjalan beriringan demi menghadirkan manfaat yang seluas-luasnya bagi pembangunan bangsa. (*)