PSIB UMM Petakan Implementasi Risalah Islam Berkemajuan di Lingkungan Kampus

pwmu.co –Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Model Implementasi Risalah Islam Berkemajuan Berbasis Kampus: Studi Kasus Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kampus yang berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah sekaligus menyusun model implementasi dan peta jalan (roadmap) Risalah Islam Berkemajuan (RIB) yang lebih terukur. FGD tersebut melibatkan berbagai unsur sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, pimpinan fakultas, hingga tenaga kependidikan. Hasil diskusi nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi penguatan budaya kampus yang selaras dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Kepala PSIB UMM, Prof. Gonda Yumitro, Ph.D., menegaskan bahwa penguatan Islam Berkemajuan tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen normatif. Menurutnya, pemahaman yang kuat dari seluruh sivitas akademika menjadi kunci keberhasilan implementasi nilai-nilai tersebut. “FGD ini menjadi langkah strategis untuk memetakan sejauh mana pemahaman sivitas akademika terhadap Risalah Islam Berkemajuan. Temuan-temuan yang muncul akan menjadi dasar dalam menyusun model implementasi yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika kampus,” ujarnya. Ia menjelaskan, sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Indonesia, UMM memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa nilai-nilai Islam Berkemajuan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga tercermin dalam budaya akademik, tata kelola kelembagaan, serta perilaku sehari-hari warga kampus. Senada dengan itu, peneliti PSIB UMM, Diki Wahyudi, S.Sos., M.IP., menyebut pengukuran tingkat pemahaman internal terhadap Risalah Islam Berkemajuan merupakan langkah penting dalam memperkuat peran dakwah Muhammadiyah. “Pemahaman yang kuat terhadap Risalah Islam Berkemajuan bukan hanya penting untuk kehidupan kampus, tetapi juga menjadi modal bagi sivitas akademika dalam menjalankan peran pengabdian dan dakwah yang mencerahkan di masyarakat,” katanya. Dalam forum diskusi, sejumlah peserta turut menyampaikan berbagai pandangan mengenai tantangan implementasi RIB di lingkungan kampus. Dr. Fathoni menilai banyak nilai Islam Berkemajuan sebenarnya telah dipraktikkan oleh warga kampus dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih ada sebagian yang belum menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan bagian dari implementasi Islam Berkemajuan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan kerentanan ketika seseorang menghadapi pengaruh eksternal karena tidak memiliki landasan konseptual yang kuat. Karena itu, ia mengusulkan penyusunan panduan perilaku Islam Berkemajuan yang dilengkapi indikator yang jelas bagi dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan. “Perlu ada sosialisasi yang lebih masif dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Media seperti buku saku, e-book, maupun podcast bisa menjadi sarana efektif untuk menjangkau seluruh kalangan,” ujarnya. Sementara itu, Hairi, M.Ag. menekankan pentingnya kehadiran panduan implementasi yang dapat menjadi rujukan bersama agar nilai-nilai Islam Berkemajuan dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh warga kampus. Masukan lainnya disampaikan Munawir, yang menilai berbagai program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di UMM telah berjalan cukup baik. Meski demikian, tantangan masih ditemukan pada aspek kesadaran dan partisipasi sebagian warga kampus. Ia menyoroti masih adanya mahasiswa yang memandang kegiatan AIK hanya sebagai pemenuhan kewajiban administratif. Selain itu, sebagian tenaga kependidikan yang berasal dari luar lingkungan Muhammadiyah juga belum memahami struktur organisasi Muhammadiyah di daerah tempat tinggal mereka. “Karena itu, akses informasi mengenai Muhammadiyah perlu diperluas dan sosialisasi harus menjangkau hingga level paling bawah. Yang tidak kalah penting adalah keteladanan, karena implementasi nilai tidak akan berhasil tanpa contoh nyata,” tegasnya. Dari unsur pimpinan fakultas, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM, M. Sri Wahyudi, Ph.D., menyoroti pentingnya penguatan nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan sosial mahasiswa. Menurutnya, dinamika pergaulan mahasiswa saat ini perlu mendapat perhatian agar tetap sejalan dengan nilai-nilai yang dikembangkan Muhammadiyah. Perspektif mahasiswa juga turut mewarnai jalannya diskusi. Sofian, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, menilai sebagian program penguatan nilai keislaman masih dipandang sebagai formalitas oleh mahasiswa. Ia mendorong penggunaan pendekatan yang lebih dekat dengan karakter generasi muda, termasuk melalui pemanfaatan media sosial dan penguatan kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan dengan organisasi otonom Muhammadiyah. “Penguatan nilai Islam Berkemajuan harus dikemas dengan pendekatan yang lebih dekat dengan mahasiswa. Selain itu, penguatan akhlak juga perlu menjadi tanggung jawab bersama, baik dosen, karyawan, maupun mahasiswa,” ujarnya. Melalui FGD ini, PSIB UMM menargetkan lahirnya model implementasi Risalah Islam Berkemajuan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga operasional dan terukur. Hasil diskusi akan menjadi pijakan dalam merumuskan berbagai kebijakan, program, dan strategi penguatan budaya kampus berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi unggul yang mampu mengintegrasikan kualitas akademik, inovasi, dan pengamalan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan kampus.

Belasan Mahasiswa CoE BIPA UMM Ditugaskan Mengajar di Vietnam dan Thailand

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas kiprah internasional melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Sebanyak 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dipercaya menjadi tutor bahasa Indonesia di dua perguruan tinggi ternama di kawasan ASEAN, yakni Open University dan Srinakharinwirot University. Para mahasiswa tersebut akan menjalankan tugas mengajar selama dua bulan sebagai bagian dari upaya internasionalisasi kampus sekaligus promosi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat global. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM, M. Isnaini, menjelaskan bahwa pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua gelombang. Sebanyak 10 mahasiswa diberangkatkan lebih dahulu ke Open University di Vietnam pada 18 Juni 2026, sedangkan lima mahasiswa lainnya dijadwalkan berangkat ke Srinakharinwirot University, Thailand, pada Agustus mendatang. “Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya. Untuk mendukung kelancaran program tersebut, UMM memberikan berbagai fasilitas bagi para mahasiswa selama menjalankan tugas di luar negeri. Dukungan tersebut mencakup penyediaan tempat tinggal serta sejumlah kebutuhan penunjang kegiatan mengajar yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing negara tujuan. “Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, termasuk beberapa kebutuhan persiapan kegiatan. Nominal dukungan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” jelas Isnaini. Menurutnya, program internasional ini tidak hanya memberikan pengalaman mengajar secara langsung kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pembentukan kompetensi sebagai pengajar BIPA yang profesional. Lebih dari itu, para mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai duta bahasa dan budaya Indonesia di lingkungan internasional. “Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menyampaikan apresiasi atas semangat dan keberanian para mahasiswa yang mengambil kesempatan untuk berkiprah di tingkat internasional. Ia berpesan agar para peserta program senantiasa menjaga nama baik almamater serta menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang ramah, santun, dan terbuka terhadap keberagaman budaya. Menurutnya, pengalaman mengajar di perguruan tinggi luar negeri akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan pedagogik, tetapi juga memperluas wawasan global dan memperkuat kemampuan beradaptasi di lingkungan multikultural. Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi internasionalisasi UMM dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Melalui penugasan mahasiswa sebagai tutor BIPA di berbagai negara, UMM terus memperkuat perannya dalam memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus memperluas jejaring akademik di kawasan ASEAN.

Dipercaya Mengajar di Vietnam dan Thailand

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara agresif terus memperluas kiprah internasionalnya melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Kali ini, Kampus Putih menerbangkan 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Belasan duta bahasa tersebut resmi ditugaskan menjadi tutor bahasa Indonesia selama dua bulan penuh di dua perguruan tinggi terkemuka ASEAN, yakni Open University di Vietnam dan Srinakharinwirot University di Thailand. Langkah taktis ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar global. Ketua Program Studi (Kaprodi) Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM Dr. M. Isnaini, M.Pd., menjelaskan bahwa pemberangkatan belasan mahasiswa ini tidak dilakukan serentak, melainkan dibagi ke dalam dua gelombang menuju negara tujuan masing-masing. “Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya. Untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan mahasiswa selama menjalankan tugas kebahasaan di mancanegara, pihak universitas memberikan dukungan material secara penuh. Isnaini menuturkan bahwa kampus menyalurkan subsidi yang secara spesifik dialokasikan untuk menjamin kebutuhan tempat tinggal dan beberapa persiapan teknis para tutor muda tersebut. “Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, sama beberapa item persiapan kegiatannya itu. Nominalnya tidak dipukul rata, karena disesuaikan dengan studi kasus kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” tambahnya. Terakhir, ia berharap agar program ini mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan mengajar praktis, sekaligus meresmikan peran mereka sebagai ujung tombak promosi budaya dan bahasa Indonesia di kancah internasional. “Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama dari Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik,  M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberanian, antusiasme, dan dedikasi para mahasiswa untuk mengambil peran strategis di level ASEAN. Ia secara khusus berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga marwah almamater dan menampilkan karakter luhur bangsa Indonesia yang santun selama berinteraksi di lingkungan global. “Pengalaman mengajar di kampus mancanegara ini tidak hanya mengasah kompetensi pedagogik, tetapi juga mematangkan kedewasaan kultural mahasiswa, sekaligus semakin mengokohkan reputasi UMM sebagai institusi pendidikan bertaraf internasional,” tegasnya.

UMM Jadi PTS Pertama di Jatim yang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Berbasis Sport Science

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan Program Studi (Prodi) baru Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Langkah ini mencatat UMM sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) pertama di Jawa Timur yang memiliki prodi tersebut. Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi Kampus Putih dalam merespons dinamika dan kebutuhan industri olahraga modern, dengan fokus melahirkan lulusan yang siap menjadi pelatih profesional, guru olahraga, hingga wirausahawan berbasis sport science. Pembentukan Prodi PKO bukan langkah reaktif, melainkan hasil kajian dan pematangan yang komprehensif sejak 2015. UMM melihat tingginya antusiasme masyarakat serta kebutuhan ekosistem olahraga nasional yang kini semakin mengandalkan pendekatan ilmiah dan data analitik. Ketua Program Studi PKO UMM Frendy Aru Fantiro MPd menegaskan bahwa prodi ini dirancang untuk memberikan nilai tambah yang spesifik. Mahasiswa tidak hanya dibekali keahlian fisik, tetapi juga penguasaan sport science, teknologi analitik olahraga, serta penguatan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. “Ekosistem pendidikan dan nama besar UMM menjadi poin plus. Sport science dan teknik kepelatihan olahraga merupakan fondasi utama kurikulum kami, sehingga mahasiswa mampu menganalisis proses ilmiah di balik performa seorang atlet juara,” jelas Frendy. Untuk mendukung iklim akademis dan praktik, UMM telah memiliki infrastruktur olahraga yang mumpuni. Area stadion kampus secara aktif digunakan untuk kegiatan olahraga masyarakat, bahkan pernah dipercaya menjadi tuan rumah multievent internasional ASEAN University Games pada 2025. Sebagai komitmen pengembangan, Prodi PKO juga akan membangun laboratorium sport science khusus untuk memenuhi standar kebutuhan industri olahraga modern. Lulusan PKO nantinya tidak hanya mengantongi ijazah strata satu (S1), tetapi juga dibekali lisensi kepelatihan profesional sesuai cabang olahraga yang dipelajari. Hal ini membuka peluang karier yang luas, mulai dari guru pendidikan jasmani, dosen, analis performa atlet, pelatih fisik, personal trainer, hingga instruktur kebugaran. Peluang kerja diperkuat dengan kolaborasi strategis UMM bersama berbagai pihak, seperti Sekolah Olahraga (SMANOR) Sidoarjo, KONI, serta klub-klub profesional di cabang sepak bola, basket, pencak silat, dan bola voli. Prodi ini juga mengembangkan inovasi lintas disiplin dengan menggandeng Prodi Teknik Informatika dan Elektro UMM untuk pembuatan perangkat lunak penunjang performa olahraga. Selain itu, UMM menyediakan jalur khusus bagi atlet agar tetap dapat menempuh pendidikan tinggi dengan jadwal kuliah yang fleksibel tanpa mengganggu karier olahraga mereka. Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka melalui beberapa jalur, yakni Jalur Reguler Periode 1 pada 21 April–30 Juni 2026, Periode 2 pada 1 Juli–31 Agustus 2026, serta Jalur Prestasi pada 21 April–25 Juni 2026. “Tidak perlu ragu, kuliahnya sangat fleksibel dan lebih banyak praktik. Peluang kerja di PKO sudah terpampang nyata, ditambah banyak beasiswa yang menunggu para calon mahasiswa berprestasi,” pesan Frendy. Hadirnya Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga ini diharapkan menjadi pionir dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia keolahragaan, baik di Jawa Timur maupun tingkat nasional. Melalui fasilitas lengkap dan kurikulum terstruktur, UMM menegaskan komitmennya untuk melahirkan generasi juara yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas secara ilmiah dan tangguh.

15 Mahasiswa CoE BIPA UMM Jadi Tutor Bahasa Indonesia di Vietnam dan Thailand

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperluas jaringan internasionalnya melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Kali ini, sebanyak 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mendapat kesempatan menjadi tutor bahasa Indonesia di dua perguruan tinggi ternama di kawasan ASEAN, yakni Open University di Vietnam dan Srinakharinwirot University di Thailand. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen UMM dalam menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing global sekaligus berperan aktif dalam promosi bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd., menjelaskan bahwa pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua tahap sesuai negara tujuan masing-masing. “Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, UMM memberikan berbagai fasilitas kepada mahasiswa yang bertugas di luar negeri. Dukungan itu mencakup kebutuhan tempat tinggal dan sejumlah persiapan teknis yang diperlukan selama menjalankan tugas sebagai tutor bahasa Indonesia. “Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, sama beberapa item persiapan kegiatannya itu. Nominalnya tidak dipukul rata, karena disesuaikan dengan studi kasus kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” tambahnya. Isnaini berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang pengajaran sekaligus memperluas wawasan internasional mereka. Selain menjadi pengajar, para mahasiswa juga diharapkan mampu menjalankan peran sebagai duta bahasa dan budaya Indonesia. “Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama dari Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan apresiasi atas semangat dan kesiapan mahasiswa yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, kesempatan mengajar di perguruan tinggi luar negeri merupakan pengalaman berharga yang dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat karakter mahasiswa. Ia juga berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik almamater dan menunjukkan sikap santun sebagai representasi bangsa Indonesia selama menjalankan tugas di lingkungan internasional. Rektor meyakini pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya kemampuan pedagogik mahasiswa, tetapi juga memperluas pemahaman lintas budaya. Selain itu, program ini turut memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi pendidikan di tingkat global.

SOSIALISASI PENYULUHAN HUKUM DI DESA GERSI: LBH GARDA KEADILAN HADIRKAN LAYANAN BANTUAN HUKUM GRATIS

RADARJATIM.CO ~ Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Garda Keadilan Blora telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan hukum yang ditujukan kepada seluruh warga Desa Gersi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Kegiatan yang berlangsung pada 14 April 2026. ini berjalan dengan suasana penuh semangat dan antusias, dipimpin langsung oleh Bapak Eko Mulyono selaku pengurus LBH Garda Keadilan sekaligus Advokat di Kantor Hukum Eko Mulyono & Rekan. Turut serta dalam kegiatan ini adalah para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) yang berperan aktif mendukung jalannya acara dari awal hingga akhir. Mendekatkan Hukum kepada Masyarakat Desa. Kegiatan penyuluhan hukum ini dilandasi oleh kepedulian yang mendalam terhadap kondisi masyarakat pedesaan yang selama ini kerap merasa jauh dari jangkauan layanan hukum. Keterbatasan informasi dan kekhawatiran akan besarnya biaya seringkali menjadi hambatan utama bagi warga desa untuk mencari keadilan. Melalui program sosialisasi ini, LBH Garda Keadilan Blora berupaya hadir sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan hak-hak hukum yang sesungguhnya telah menjadi milik mereka sebagai warga negara. Dalam sesi penyampaian materi, Bapak Eko Mulyono dengan tegas menegaskan bahwa setiap warga negara Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan pendampingan. hukum. Beliau menyampaikan bahwa LBH Garda Keadilan Blora berdiri justru untuk  melayani masyarakat yang paling membutuhkan, yakni mereka yang selama ini terkendala  biaya namun tetap berhak atas keadilan yang layak. Layanan Bantuan Hukum Gratis untuk Semua Warga Salah satu bagian terpenting dari penyuluhan ini adalah pemaparan mengenai berbagai layanan bantuan hukum yang dapat dinikmati secara gratis oleh seluruh lapisan  masyarakat melalui LBH Garda Keadilan Blora. Layanan konsultasi hukum diberikan tanpa dipungut biaya apapun untuk berbagai permasalahan hukum yang dihadapi warga, mulai dari sengketa kepemilikan tanah, persoalan perceraian dan keluarga, permasalahan di bidang ketenagakerjaan, hingga kasus-kasus pidana yang membutuhkan pendampingan. Selain konsultasi, LBH Garda Keadilan Blora juga menyediakan layanan pendampingan hukum secara langsung bagi masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi dalam menghadapi proses persidangan. Bagi warga yang mengalami sengketa namun ingin menyelesaikannya tanpa harus melalui jalur pengadilan, tersedia pula layanan mediasi yang dapat membantu kedua pihak mencapai kesepakatan secara damai dan kekeluargaan. Seluruh layanan tersebut dapat diakses dengan mudah, cukup dengan mendatangi Kantor Hukum Eko Mulyono & Rekan secara langsung atau melalui saluran komunikasi yang telah disediakan. Kehadiran para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang dalam kegiatan ini memberikan dimensi yang lebih kaya sekaligus bermakna. Mereka tidak sekadar menjadi peserta pasif, melainkan tampil sebagai bagian aktif dari tim penyuluh yang  menyampaikan materi hukum kepada warga. Para mahasiswa ikut terlibat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh warga, serta mendampingi proses konsultasi ringan yang berlangsung di tempat bagi warga yang ingin segera mendapatkan arahan. Keterlibatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu pilar pendidikan tinggi di Fakultas Hukum UMM. Bagi para mahasiswa sendiri, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang tak ternilai, di mana teori-teori hukum yang dipelajari di bangku kuliah bertemu langsung dengan permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat. Pengalaman berinteraksi langsung dengan warga Desa Gersi menjadikan pemahaman mereka tentang hukum jauh lebih kontekstual dan membumi. Masyarakat Desa Gersi menyambut kedatangan tim LBH Garda Keadilan Blora dan para mahasiswa FH UMM dengan penuh kehangatan. Kegiatan ini dihadiri oleh warga dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, para petani, generasi muda, hingga tokoh-tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat. Mereka semua hadir dengan rasa ingin tahu yang besar terhadap informasi seputar hak-hak hukum yang mungkin selama ini belum pernah mereka ketahui. Suasana sesi tanya jawab berlangsung sangat hidup dan penuh dialog. Warga secara aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang menyangkut persoalan hukum sehari-hari, di antaranya mengenai hak waris dan pembagian harta peninggalan, permasalahan sengketa lahan antartetangga, prosedur hukum dalam kasus perceraian, serta tata cara mengakses layanan yang tersedia di LBH Garda Keadilan Blora. Semua pertanyaan tersebut dijawab dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh Bapak Eko Mulyono bersama para mahasiswa Banyak di antara warga yang mengungkapkan rasa syukur dan kelegaan setelah mengetahui adanya layanan bantuan hukum gratis ini. Selama ini, tidak sedikit warga yang mengubur permasalahan hukum mereka dalam diam, semata karena tidak mengetahui ke mana harus meminta bantuan atau karena takut dengan bayangan biaya yang besar. Kegiatan penyuluhan ini berhasil membuka wawasan mereka dan memberikan harapan baru bahwa keadilan bukanlah sesuatu yang hanya bisa dijangkau oleh kalangan berduit. Melalui kegiatan sosialisasi penyuluhan hukum di Desa Gersi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora ini, LBH Garda Keadilan menaruh harapan besar agar kesadaran hukum masyarakat desa terus tumbuh dan berkembang. Ketika masyarakat memahami hak-hak mereka dan tidak lagi merasa takut untuk mencari keadilan, maka fondasi kehidupan hukum yang sehat di tingkat akar rumput dapat terwujud. Keadilan sejati bukan hanya milik mereka yang mampu secara ekonomi, melainkan hak setiap warga negara tanpa terkecuali. Bapak Eko Mulyono menegaskan kembali komitmen lembaganya untuk terus membuka diri dan melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. Bagi warga mana pun yang tengah menghadapi persoalan hukum dan ingin berkonsultasi, pintu Kantor Hukum Eko Mulyono & Rekan selalu terbuka lebar tanpa memandang kemampuan finansial. Kegiatan penyuluhan hukum seperti ini direncanakan akan terus dilaksanakan secara rutin di berbagai desa dan wilayah lain di Kabupaten Blora, sebagai wujud nyata dari tanggung jawab sosial lembaga demi tercapainya keadilan yang merata bagi seluruh masyarakat.

Dosen Hukum UMM: Relokasi PKL Jalan Veteran Malang Tak Boleh Matikan Ekonomi Rakyat

Sketsamalang.com – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan pendidikan Jalan Veteran menuai kritik tajam. Pakar Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Surya Anoraga, S.H., M.Hum., mengingatkan agar kebijakan penataan kota tersebut tidak dilakukan secara sepihak, melainkan wajib menggunakan pendekatan hukum progresif yang memprioritaskan relokasi manusiawi. Pernyataan tegas ini disampaikan Surya menyikapi polemik rencana sterilisasi kawasan Jalan Veteran dari aktivitas pedagang kecil pada Jumat (19/6/2026). Menurutnya, penerapan aturan tata ruang tidak boleh kaku hingga mengorbankan hak ekonomi warga yang menggantungkan hidup di jalur tersebut. “Prinsip utamanya, usaha kecil di kawasan mana pun harus mendapatkan perlindungan komprehensif dari negara. Keadilan bagi mereka berarti adanya kemudahan dan kepastian akses ruang untuk tetap bisa berdagang,” ujar Surya saat diwawancarai. Surya menilai, penataan kota yang bersih dan tertib jangan sampai direduksi menjadi sekadar aksi pemberantasan PKL. Jika keberadaan lapak terbukti mengganggu fungsi utama jalan atau memicu kemacetan, Pemkot Malang memikul tanggung jawab penuh untuk menyediakan tempat pengganti yang layak. Ia menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan penataan ini ada pada pemilihan lokasi baru. Opsi pemindahan harus memperhitungkan keberlangsungan omzet pedagang ke depan. “Jika penertiban mutlak dilakukan, solusinya adalah relokasi ke titik strategis yang tidak jauh dari jangkauan konsumen lama. Jangan sampai roda perekonomian harian pedagang terhenti,” paparnya. Lebih lanjut, Surya menyoroti pentingnya asas partisipatif dan musyawarah dalam merumuskan kebijakan ruang publik. Melibatkan perwakilan pedagang secara aktif dinilai menjadi benteng utama untuk mencegah tindakan represif dan eskalasi konflik sosial di lapangan. Ia menyayangkan jika pemerintah daerah hanya melakukan sosialisasi searah tanpa mendengarkan aspirasi riil dari akar rumput. “Perlu ada musyawarah mufakat yang intensif, transparan, dan setara. Peran serta masyarakat di sini bukan sekadar mendengarkan pemberitahuan atau sosialisasi satu arah dari pihak penguasa,” tegas Surya. Sebagai penutup, akademisi UMM ini memberikan peringatan keras bahwa memaksakan relokasi ke tempat yang sepi sama saja dengan mematikan usaha rakyat secara perlahan. Momentum penataan Jalan Veteran ini seharusnya menjadi pembuktian bagi Pemkot Malang untuk melahirkan terobosan kebijakan tata kota yang inklusif dan berkeadilan sosial. “Penertiban yang ideal bukan memilih antara estetika kota atau kesejahteraan perut rakyat. Pemerintah harus mampu merangkul keduanya agar bisa berjalan harmonis, beriringan, dan saling menghidupi,” pungkasnya.