UMM Siapkan Beasiswa Khusus Demi Hapus Stigma Negatif Aktivis Kampus

babelinsgiht – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalankan langkah progresif untuk mengikis anggapan negatif mengenai aktivis kampus. Kegiatan berorganisasi selama ini sering dituding membuang waktu dan menunda kelulusan mahasiswa. Perguruan tinggi yang dikenal sebagai Kampus Putih tersebut berencana mengapresiasi kiprah penggerak organisasi. Apresiasi ini diberikan melalui skema beasiswa khusus dan pengakuan sebagai mahasiswa berprestasi, seperti dilansir dari Edukasi. Rencana besar ini mencuat dalam forum Dialektika Kampus Putih yang digelar Badan Executif Mahasiswa (BEM) UMM di Convention Hall Sengkaling Kuliner, Sabtu (4/4/2026). Forum silaturahmi pasca-Idul Fitri tersebut berubah menjadi panggung kabar gembira bagi ratusan fungsionaris organisasi mahasiswa (Ormawa). Wakil Rektor III UMM Nur Subeki menegaskan komitmen universitas untuk mengubah paradigma mengenai aktivis. Kontribusi mahasiswa yang aktif di BEM, Senat, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan aset berharga bagi reputasi universitas. ”Kami sedang mematangkan mekanisme beasiswa khusus bagi mahasiswa aktivis. Kami ingin mereka tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga merasa didukung secara finansial dan akademis oleh kampus,” ujarnya melansir laman UMM, Selasa (7/4/2026). Keaktifan para mahasiswa tersebut ke depan akan dikategorikan sebagai prestasi. Nur Subeki meyakini bahwa berkiprah di dalam organisasi adalah bentuk pencapaian yang luar biasa bagi mahasiswa. UMM juga berkomitmen memberikan fasilitas pendampingan selain dukungan materi. Pihak kampus akan mengawal setiap inisiatif mahasiswa, termasuk Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan lapangan. Jawaban atas Keresahan Mahasiswa Kebijakan baru ini disambut positif oleh Presiden Mahasiswa UMM, Wahyuddin Fahrurrijal. Langkah ini dinilai menjadi solusi atas dilema mahasiswa dalam membagi fokus antara biaya kuliah, tuntutan akademik, dan tanggung jawab organisasi. ”Ini adalah langkah strategis. Selama satu periode ini, kami di BEM berusaha menjalankan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan mahasiswa,” tutur Wahyuddin. Minat mahasiswa dalam berorganisasi diyakini akan meningkat tajam dengan adanya beasiswa bagi pengurus ormawa. Wahyuddin menambahkan bahwa berorganisasi adalah soft skill yang tidak didapatkan mahasiswa di dalam kelas. Perwakilan UKM yang hadir, Siti Aminah, turut mengaku lega dengan adanya kebijakan baru tersebut. Ia merasa peran aktivis yang selama ini dianggap bekerja di balik layar akhirnya mendapatkan apresiasi yang setara. “Selama ini kami sering merasa ‘pejuang di balik layar’ yang kurang terlihat. Dengan adanya kategori mahasiswa berprestasi bagi aktivis, kami merasa dihargai. Ini membuktikan UMM melihat prestasi secara luas, tidak hanya soal angka di KHS (Kartu Hasil Studi),” ungkap Siti. Dukungan beasiswa dan pengakuan resmi ini diharapkan membantu para aktivis UMM tidak hanya lulus sebagai sarjana secara akademik. Mahasiswa juga diharapkan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kemandirian serta integritas tinggi. Advertisement
Rincian Biaya Kuliah UMM 2026 Semua Jurusan S1, Cek Estimasi Terbaru Sekarang

inikata – Memilih kampus swasta memerlukan perencanaan matang, terutama terkait kesiapan finansial calon mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah merilis rincian biaya kuliah untuk tahun akademik 2026/2027 sebagai panduan pendaftaran. Komponen utama biaya pendidikan di UMM disebut dengan Biaya Studi Semester atau BSS. Penting untuk dicatat bahwa calon mahasiswa yang mendaftar pada gelombang II akan mengalami kenaikan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) sekitar 10 persen. Memahami Komponen Biaya Kuliah UMM Biaya Studi Semester (BSS) di UMM mencakup beberapa elemen penting pendukung perkuliahan. Komponen ini meliputi biaya daftar ulang, SPP, DPP, serta biaya layanan untuk teknologi informasi dan perpustakaan. Pihak kampus memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk melunasi BSS melalui sistem cicilan tiga kali dalam setiap semester. Pembayaran tersebut dibagi menjadi angsuran pertama saat KRS, angsuran kedua menjelang UTS, dan angsuran terakhir sebelum UAS dimulai. Beberapa pengeluaran akademik tertentu tidak termasuk dalam skema BSS rutin dan harus dibayarkan secara terpisah : Kuliah Kerja Nyata (KKN) Penyusunan Skripsi Proses Yudisium Pelaksanaan Wisuda Biaya di atas dibayarkan sesuai dengan waktu pelaksanaan masing-masing kegiatan tersebut di akhir masa studi. Hal ini perlu dipersiapkan oleh mahasiswa di luar biaya semesteran rutin. Estimasi Biaya Kuliah Per Jurusan Tahun 2026 Besaran biaya kuliah di UMM sangat bervariasi tergantung pada program studi yang dipilih dan gelombang pendaftaran mahasiswa. Perbedaan biaya paling mencolok biasanya terlihat pada program studi bidang kesehatan dibandingkan humaniora. Tabel di atas menunjukkan bahwa biaya pada semester pertama cenderung lebih tinggi karena mencakup biaya pengembangan dan pendaftaran awal. Memasuki semester pertengahan hingga akhir, biaya studi umumnya menjadi lebih stabil atau bahkan menurun. Bagi calon mahasiswa yang memilih program studi seperti Sosiologi atau Kesejahteraan Sosial, biaya semester awal dimulai dari Rp 7,2 juta. Seluruh data ini bersumber dari ketentuan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Universitas Muhammadiyah Malang.
Waspada Hantavirus, Pakar Ingatkan Gejala dan Pencegahan

timesindonesia, MALANG – Beberapa waktu terakhir, masyarakat mulai khawatir akan ancaman hantavirus, yaitu penyakit yang ditularkan oleh hewan pengerat dan harus diwaspadai karena dapat memicu komplikasi serius pada paru-paru dan ginjal jika terlambat ditangani. Gejala awal penyakit ini cukup tricky karena mirip dengan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD), seperti demam, nyeri tubuh, dan lemas layaknya flu biasa. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pasien dapat mengalami sesak napas, pendarahan, hingga munculnya ruam. Dosen sekaligus Kepala Laboratorium Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. dr. H. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM., menjelaskan bahwa hantavirus masuk dalam kelompok virus RNA (Ribonucleic Acid) yang disebarkan oleh tikus. Infeksi virus hantavirus mudah menyebar melalui medium cairan hingga udara. Hal tersebut yang membedakannya dengan leptospirosis (penyakit kencing tikus) yang disebabkan oleh bakteri. “Virus ini mudah menyebar kepada manusia melalui urin atau gigitan hewan pengerat. Bahkan bisa melalui aerosol karena paparan udara yang mengandung partikel virus hanta dan terhirup oleh manusia,” tambahnya. Febri menambahkan, infeksi virus ini terbagi dalam dua kondisi utama, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang mengganggu fungsi ginjal, serta Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan. Febri menyebut belum ada obat spesifik atau vaksin untuk mengatasi hantavirus. Penanganan medis hanya berfokus pada terapi suportif guna menjaga fungsi organ vital pasien agar tetap berjalan dengan baik. Ia juga menganjurkan untuk memperkuat imunitas tubuh. “Risiko penularan ini semakin tinggi apabila musim hujan dan banjir, karena kawanan tikus kerap keluar dari sarang menuju area lembab atau kering,” tambahnya. Kendati demikian, ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dengan mengutamakan tindakan preventif secara disiplin. Langkah mitigasi paling efektif dimulai dari rumah, yakni dengan rutin membersihkan lingkungan serta menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sepatu, dan sarung tangan saat membersihkan gudang. Menjaga nutrisi dan istirahat yang cukup juga sangat vital untuk membentuk sistem imun tubuh. “Kuncinya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan imunitas tubuh agar terhindar dari paparan infeksi, lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkasnya. (*)
Peluang Emas Maba 2026! Intip Skema Beasiswa Prestasi, Indonesia Emas, hingga KIP Kuliah di UMM

MALANG, RADAR MALANG – UMM membuka berbagai jalur beasiswa untuk calon mahasiswa baru tahun 2026. Salah satunya adalah beasiswa akademik dan Kartu Indonesia Pintar. Berikut adalah rincian potongan Biaya Studi Semester (BSS), program studi penerima beasiswa, dan beberapa syarat umum: BEASISWA JALUR PRESTASI *) Beasiswa Potongan 75% BSS pada Semester I Sosiologi, Teknik Elektro, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, Agroteknologi, Kehutanan, Hukum Keluarga Islam, Kesejahteraan Sosial, Biologi, Ekonomi Syariah, Akuakultur (Perikanan), Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, PGSD, Teknologi Pangan, Ilmu Pemerintahan, Agribisnis, Ekonomi Pembangunan, Peternakan, D-3 Teknologi Elektronika, D-3 Perbankan dan Keuangan, Sarjana Terapan Agribisnis Unggas, Sarjana Terapan Bisnis Properti. Beasiswa Potongan 50% BSS pada Semester I Manajemen, Hukum, Psikologi, Ilmu Komunikasi, Teknik Informatika, Fisioterapi, Keperawatan, Teknik Sipil, Teknik Industri, Hubungan Internasional, Akuntansi, Teknik Mesin. *) Biaya Seragam tetap dibayarkan sesuai dengan ketentuan (Kuota Terbatas) BEASISWA PENDIDIKAN INDONESIA EMAS Potongan 50% BSS pada Semester I Program Studi: Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Civic Hukum), Pendidikan Biologi, PGSD, Bahasa & Sastra Indonesia Modern, Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, Ekonomi Syariah, Pendidikan Bahasa Arab, Sosiologi, Hubungan Internasional, Ilmu Pemerintahan, Kesejahteraan Sosial, Teknik Elektro, Ekonomi Pembangunan, Agroteknologi, Agribisnis, Kehutanan, Peternakan, Perikanan, Ilmu Keperawatan, Fisioterapi, D-III Teknologi Elektronika, D-III Perbankan dan Keuangan, Sarjana Terapan Agribisnis Unggas, dan Sarjana Terapan Bisnis Properti. KARTU INDONESIA PINTAR (KIP) Bebas Biaya Studi Semester (BSS) dan subsidi biaya hidup selama Semester Wajib menyesuaikan Program Studi Untuk program studi: Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, Ekonomi Syariah, Pendidikan Bahasa Arab, Kesejahteraan Sosial, Sosiologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, PPKn (Civic Hukum), Bahasa & Sastra Indonesia Modern, Pendidikan Bahasa Inggris, Teknik Elektro, Ekonomi Pembangunan, Kehutanan, Peternakan, Perikanan/Akuakultur, Agroteknologi, Agribisnis, D-3 Teknologi Elektronika, D-3 Perbankan dan Keuangan, Sarjana Terapan Agribisnis Unggas, Sarjana Terapan Bisnis Properti. Syarat Umum: Siswa SMA/SMK/MA atau sederajat lulusan tahun 2025-2026. Biaya seragam tetap dibayarkan sesuai dengan ketentuan Kesempatan emas ini tentu wajib dimanfaatkan sebaik mungkin demi mematangkan rencana studi di perguruan tinggi terakreditasi internasional tanpa terbebani biaya tinggi di awal semester. Diimbau untuk terus memantau laman resmi https://pmb.umm.ac.id/ agar tidak melewatkan informasi penting.
OSN 2026 Digelar di UMM, Kemendikdasmen: Tahun Lalu yang Terbaik!

MAKLUMAT – Olimpiade Sains Nasional (OSN 2026) tingkat SMA resmi digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus Putih kembali mendapat kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya. Kepercayaan ini diberikan berkat rekam jejak UMM yang sukses menghadirkan fasilitas dan atmosfer akademik berstandar dunia pada penyelenggaraan sebelumnya. Keputusan ini pun telah melalui evaluasi dan kurasi ketat dari pemerintah. “Review dari para juri, mengatakan bahwa tahun lalu adalah OSN yang terbaik karena diadakan di tempat yang atmosfer akademiknya benar-benar terasa,” jelas Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, di sela-sela konferensi pers, Kamis (21/5/2026). Langganan Majalah Islam Fasilitas dan Infrastruktur Jadi Nilai Plus Maria memaparkan, pemerintah menyoroti kesiapan infrastruktur fisik, kelengkapan fasilitas laboratorium tingkat tinggi, serta profesionalitas kerja panitia lokal. Kepuasan terhadap ekosistem belajar UMM bahkan diamini langsung oleh para dewan juri yang sebagian besar diisi guru besar dan penilai olimpiade kaliber internasional. “Langkah strategis ini diambil guna memberikan pengalaman langsung bagi para peserta didik SMA untuk merasakan atmosfer pembelajaran di perguruan tinggi yang unggul,” imbuhnya. Baca Juga UMM, Rumah Kreativitas dan Prestasi Pelajar Indonesia di OSN 2025 OSN 2026 dipastikan berjalan sangat kompetitif. Ajang prestisius ini akan mempertemukan sekitar 600 talenta siswa-siswi berprestasi dari seluruh penjuru Nusantara. Mereka menyisihkan lebih dari 946 ribu pendaftar pada tahapan seleksi daerah. Puspresnas tahun ini merancang terobosan agar siswa tidak hanya tegang menghadapi ujian keilmuan semata. “Anak-anak lintas bidang ilmu, lintas daerah, dan sekolah akan kita buatkan suatu program kolaborasi untuk memperkuat kemampuan problem solving mereka melalui OSN 2026, yang nantinya diselenggarakan di UMM,” ungkapnya. Sains Di sela-sela jadwal ujian, para peserta akan dilibatkan dalam program baru bertajuk ‘Bina Talenta Indonesia Kolaboratif’. Program ini difokuskan pada penguatan jejaring, kolaborasi, dan kecerdasan emosional anak bangsa. Alih-alih sekadar adu cepat mengerjakan soal, OSN 2026 di UMM ingin melahirkan problem solver sejati. Kawah Candradimuka Generasi Emas Perhelatan akbar OSN 2026 di lingkungan UMM diharapkan bukan sekadar ajang seremonial pemberian medali. Ia adalah kawah candradimuka sesungguhnya bagi generasi emas Indonesia. Kolaborasi antara Kemendikdasmen dan UMM membawa pesan penting bahwa institusi pendidikan harus terus berinovasi menyiapkan pemimpin masa depan. Pendidikan “Harapannya adalah hasil anak-anak juara ini benar-benar layak dan kompetitif untuk bisa lanjut di ajang internasional dengan hasil yang terbaik,” pungkas Maria. Baca Juga Sains Halal dan Islam Berkemajuan, Pesan Prof Damat dari Thailand Halal Assembly 2025 OSN 2026 di UMM bukan sekadar lomba sains. Ada program kolaborasi, pembentukan problem solver, dan mimpi besar membawa Indonesia ke panggung olimpiade dunia.
Bedah Rahasia di Balik Kampanye Digital yang Menggerakkan Massa

MALANG, Suara Muhammadiyah – Di tengah tantangan rendahnya kesadaran pajak generasi muda dan rasio pajak Indonesia yang masih stagnan di angka 8,42 persen, narasi birokrasi yang kaku dinilai tak lagi relevan. Menjawab urgensi tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya sebagai Kampus Inovasi Mandiri dan Berdampak. Melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Kampus Putih menggelar bootcamp berskala internasional bertajuk “Digital Engagement That Moves People: Tax-fluencer Bootcamp” di Ruang Sidang Senat, Rabu (13/5). Acara hybrid ini sukses menyatukan puluhan mahasiswa dan pemikir muda dari berbagai perguruan tinggi se-Malang Raya untuk meramu kampanye digital perpajakan yang humanis. Penyuluh Pajak Ahli Madya Kanwil DJP Jawa Timur III, Abdul Muis, mengungkapkan bahwa angka rasio pajak tersebut menjadi sinyal kuat perlunya pendekatan baru yang lebih mendalam untuk menggaet kepercayaan publik. Ia menilai, demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045, generasi muda harus dibekali dengan ‘imunitas kewarganegaraan’ agar memandang pajak sebagai investasi masa depan, bukan sekadar beban finansial semata. “Kita harus memastikan generasi ini memiliki pemahaman kuat bahwa pajak bukanlah beban, melainkan investasi bersama untuk masa depan kita,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Public Relations Staff Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Anum Intan Maulidi, menyoroti kendala komunikasi pemerintah yang kerap terjebak dalam jargon akademis atau ‘bahasa langit’. Mengambil inspirasi dari program kebun komunitas Austin Grown di Chicago, ia mengibaratkan pajak layaknya gotong royong demi panen bersama. Oleh karena itu, edukasi pajak harus berani beralih menggunakan pendekatan yang lebih membumi agar mudah diterima oleh Gen Z dan Gen Alpha. “Pemerintah harus merombak total cara mereka berbicara kepada masyarakat, beralih dari gaya menuntut menjadi gaya yang kolaboratif,” jelasnya. Untuk mengeksekusi gaya komunikasi kolaboratif tersebut, Digital Media Coordinator Build Chicago Amerika Serikat, Todd York, hadir membedah rahasia di balik kampanye digital yang menggerakkan massa. Ia memperkenalkan strategi upstream storytelling, yakni metode bercerita yang berfokus pada akar masalah. Menurutnya, kampanye digital yang sukses harus berani mengangkat suara masyarakat dari akar rumput dan menonjolkan keberhasilan komunitas, bukan sekadar memaparkan narasi krisis yang menakutkan. “Kami percaya bahwa pihak yang paling dekat dengan suatu masalah adalah pihak yang paling mengerti solusinya, sehingga suara merekalah yang harus kita tonjolkan,” ungkapnya. Menyambut hangat inisiatif lintas negara ini, Dekan FEB UMM, M. Sri Wahyudi Suliswanto, Ph.D., menegaskan pentingnya peran media sosial dalam membentuk opini publik. Ia berharap para mahasiswa tidak hanya menguasai teori perpajakan di kelas, tetapi juga mempraktikkannya sebagai agen perubahan melalui konten-konten edukatif yang segar dan berdampak luas bagi masyarakat umum. “Selain menjadi relawan pajak, kalian diharapkan juga mampu menjadi pemberi pengaruh yang mempromosikan literasi pajak kepada seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Wahyudi. Pada akhirnya, transformasi komunikasi perpajakan bukanlah tugas satu entitas saja, melainkan butuh sinergi berbagai pihak. Melalui kolaborasi apik antara akademisi, praktisi pemerintah, dan pakar internasional ini, diharapkan lahir generasi kreator digital yang mumpuni. Generasi inilah yang kelak akan mengubah data rumit menjadi cerita yang memikat, membangun kesadaran kolektif, dan memastikan setiap warga negara merasa bangga telah berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. (diko)
UMM Dorong Riset Dosen Berbasis Kekayaan Intelektual

www.majelistabligh.id – Sentra Hak Kekayaan Intelektua (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama ASKI PTMA membekali para akademisi melalui Workshop Kekayaan Intelektual sebagai Strategi Unggulan Meningkatkan Daya Saing Dosen dalam Kompetisi Hibah. Hal ini mengingat HKI, kini tidak lagi sekadar berstatus sebagai luaran di akhir penelitian, melainkan telah menjadi syarat mutlak di awal pengajuan proposal. Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, Ph.D menegaskan bahwa kampus kini berfokus pada tindakan nyata untuk mewujudkan target hilirisasi dan komersialisasi. “Paten ternyata tidak menjadi sebatas luaran hibah penelitian, namun menjadi syarat pengajuan penelitian itu sendiri. Riset harus berangkat dari persoalan nyata, dan komunikasi dengan industri harus diperkuat agar melahirkan penelitian yang memecahkan problem praktis, bukan sekadar diam dan tidak ditindaklanjuti,” tegas Salis saat membuka acara. Sementara itu, Ketua Sentra HKI UMM, Nur Putri Hidayah, AMd, SH, MH membenarkan adanya pengetatan seleksi pada platform BIMA maupun Sinergi baru-baru ini. Menurutnya, untuk skema penelitian terapan di atas Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 3, dosen dituntut memiliki KI di luar hak cipta, seperti desain tata letak sirkuit terpadu, desain industri, paten, maupun paten sederhana. Pakar sekaligus reviewer nasional, Prof. Dr. Ir. Tri Yuni Hendrawati, MSi, IPM, ASEAN Eng memaparkan bahwa aturan baru menetapkan standar kualifikasi yang lebih spesifik bagi ketua pengusul hibah terapan. “Syarat mutlaknya saat ini adalah pendidikan S3 atau S2 dengan fungsional minimal Lektor, dan memiliki minimal dua artikel jurnal internasional bereputasi, atau memiliki minimal satu KI relevan di luar Hak Cipta sebagai inventor pertama,” paparnya. Lebih lanjut, Prof. Tri Yuni mendorong para dosen untuk memanfaatkan sisa waktu enam bulan di tahun ini untuk mendaftarkan paten sederhana atau desain industri sebagai amunisi pengajuan hibah tahun 2027. Terlebih, pemerintah menargetkan peluncuran insentif KI berdampak berupa uang tunai bagi inventor pada akhir tahun 2026. Untuk menembus target tersebut, peneliti senior UMM Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP, IPU mengingatkan para dosen untuk memiliki insting kebaruan (novelty) dan jeli melihat nilai ekonomi sejak menyusun proposal. Ia juga menyoroti kesalahan taktis yang sering dilakukan peneliti. “Biasakan mendaftarkan patennya terlebih dahulu baru mempublikasikannya. Kalau sudah masuk ranah public domain atau terpublikasi di jurnal, kita tidak bisa lagi mendaftarkan patennya,” pungkasnya. (*/tim)
Sekda Kota Batu yang Ideal Menurut Pengamat, Siapa Sosoknya?

KETIK, BATU – Tahapan seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu terus berjalan dengan menyisakan enam kandidat terbaik. Di balik proses tersebut, pengamat menilai figur Sekda harus mampu menjaga integritas sekaligus menjembatani kepentingan birokrasi dan kepala daerah. Enam pejabat yang masih bertahan dalam bursa calon Sekda tersebut yakni Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Badan Pendapatan Daerah Mohammad Nur Adhim, Kepala Bakesbangpol Akhmad Dahlan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Arief As Siddiq, Kepala Bapelitbangda Bangun Yulianto, serta Inspektur Kota Batu Endro Wahjudi. Menanggapi proses seleksi tersebut, Pengamat Sosial Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Wahyudi Winarjo, M.Si., menekankan pentingnya sosok Sekda yang memiliki rekam jejak bersih serta integritas tinggi. Menurutnya, figur Sekda tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus menunjukkan loyalitas, dedikasi, dan komitmen yang kuat selama menjalankan tugas di pemerintahan maupun dalam kehidupan pribadi. “Sekda ideal tentu harus memiliki rekam jejak yang bersih, berpengalaman, mempunyai jiwa pengabdian tinggi, serta memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas yang tidak diragukan,” ujar Prof. Wahyudi, Jumat, 15 Mei 2026. Dalam dinamika yang berkembang, dua nama disebut menjadi kandidat kuat dalam persaingan tersebut, yakni Alfi Nurhidayat dan Mohammad Nur Adhim. Keduanya dinilai memiliki keunggulan berdasarkan pengalaman dan bidang kerja masing-masing. Alfi dinilai memiliki kemampuan lapangan dan kedekatan dengan masyarakat. Sebelum menjabat Kepala Dinas Pendidikan, ia diketahui pernah memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu. “Mas Alfi merupakan salah satu ASN yang memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas tinggi terhadap pimpinan maupun lembaga tempat ia mengabdi,” katanya. Sementara Mohammad Nur Adhim dianggap memiliki penguasaan kuat dalam pengelolaan pendapatan daerah, terutama berkaitan dengan pajak dan retribusi daerah. Prof. Wahyudi juga menyoroti pentingnya independensi panitia seleksi (pansel) agar proses selter berjalan objektif dan bebas kepentingan pribadi maupun kedekatan tertentu dengan kandidat. Namun demikian, ia mengakui kondisi tersebut tidak mudah diwujudkan, terutama dalam lingkup daerah yang relatif kecil seperti Malang Raya. “Dalam tradisi di Indonesia, mencari personalia pansel yang benar-benar tidak memiliki hubungan dengan kandidat itu tidak mudah, apalagi di wilayah yang lingkupnya sempit seperti Malang. Karena itu semuanya kembali pada komitmen pribadi pansel dan pemegang kekuasaan,” jelasnya. Ia menegaskan seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi harus mampu menghindari konflik kepentingan agar hasil seleksi benar-benar melahirkan figur terbaik untuk memimpin birokrasi Kota Batu. Sebelumnya, keenam kandidat Sekda telah menjalani asesmen manajerial dan sosial kultural (mansoskul) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Senin, 11 Mei 2026. Dalam tahapan tersebut, para peserta mengikuti berbagai metode penilaian mulai analisis studi kasus, simulasi penyelesaian persoalan pemerintahan, tes intelektual, hingga penggalian potensi individu. Tahapan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Among Tani pada Senin, 18 Mei 2026, melalui pemaparan makalah dan wawancara akhir di hadapan panitia seleksi. Selain itu, seluruh kandidat juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani di RSUD Karsa Husada pada Kamis, 21 Mei 2026, sebagai bagian dari syarat penetapan Sekda definitif Kota Batu. (*)
Profil Calon Sekda Kota Batu: Alfi Si Merakyat vs Adhim Ahli Keuangan Daerah, Begini Pendapat Analis UMM

MALANGRAYA.CO – Proses Seleksi Terbuka (Selter) jabatan Sekretaris Daerah Kota Batu terus berlanjut ke tahap selanjutnya. Dari sepuluh pendaftar awal, kini tersisa enam nama yang berkompetisi memperebutkan kursi pimpinan tertinggi birokrasi pemerintahan Kota Batu. Keenam calon yang melaju tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mohammad Nur Adhim, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Akhmad Dahlan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Arief As Siddiq, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Bangun Yulianto, dan Inspektur Endro Wahjudi. Menanggapi persaingan ini, Pengamat Sosial Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Wahyudi Winarjo, M.Si, menguraikan kriteria sosok Sekda yang ideal untuk memimpin roda pemerintahan daerah. Menurutnya, syarat utama yang wajib dimiliki adalah rekam jejak yang bersih, baik selama bertugas di lingkungan Pemkot Batu maupun dalam kehidupan bermasyarakat. “Sekda tentunya harus punya track record bersih, berpengalaman, memiliki jiwa pengabdian yang tinggi, serta memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas yang tidak diragukan lagi,” ungkap Prof. Wahyudi Winarjo, pada Jumat (15/5/2026). Melihat dinamika yang berkembang dan perbandingan langsung antar-kandidat, nama Alfi Nurhidayat dan Mohammad Nur Adhim disebut-sebut sebagai dua calon terkuat dengan keunggulan masing-masing. Alfi Nurhidayat dikenal sebagai sosok pejabat yang merakyat, sigap, dan tangguh di segala medan. Pengalamannya saat memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebelumnya telah menempa dirinya piawai bekerja langsung di lapangan. Sementara itu, Mohammad Nur Adhim yang kini menjabat Kepala Bapenda dinilai sangat menguasai seluk-beluk keuangan daerah, khususnya dalam pengelolaan serta pemungutan pajak dan retribusi daerah. “Mas Alfi adalah salah satu ASN yang memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas yang tinggi, baik kepada pimpinan maupun lembaga tempat dia mengabdi,” imbuh Wahyudi menyoroti salah satu calon unggulan. Selain menilai kualitas kandidat, Wahyudi juga menyinggung tantangan netralitas Panitia Seleksi (Pansel). Ia mengakui, dalam tradisi birokrasi di Indonesia, terutama di lingkup wilayah yang relatif sempit seperti Malang Raya, sangat sulit menemukan panitia yang sama sekali tidak memiliki hubungan kedekatan atau kekerabatan dengan peserta. Oleh karena itu, kunci keberhasilan seleksi ada pada komitmen pribadi panitia dan pemegang kekuasaan. “Semua kembali ke komitmen pribadi para Pansel dan pemegang kekuasaan. Mereka harus sekuat mungkin menghindari benturan kepentingan dalam menjalankan amanahnya,” tegasnya. Sebelumnya, keenam kandidat telah menyelesaikan tahap asesmen manajerial dan sosial kultural (Mansoskul) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, Surabaya, pada Senin (11/5/2026) lalu. Di tahap itu, mereka diuji melalui analisis studi kasus, simulasi pemecahan masalah pemerintahan, hingga tes intelektual dan penggalian potensi diri. Rangkaian seleksi belum usai. Tahap selanjutnya, para calon akan menjalani pemaparan makalah dan wawancara akhir di hadapan panitia seleksi di Balai Kota Among Tani pada Senin (18/5/2026). Proses penentuan akan ditutup dengan tes kesehatan jasmani dan rohani yang diagendakan pada Kamis (21/5/2026) di RSUD Karsa Husada, sebagai syarat akhir penetapan Sekda definitif Kota Batu.(gus)***
Memilih Hewan Kurban untuk Iduladha Jangan Cuma Lihat Ukurannya

MAKLUMAT — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, masyarakat mulai mencari hewan kurban. Namun, masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan tidak sekadar tergiur dan terpaku hanya oleh ukuran tubuh hewan yang besar atau harga yang mahal. Dosen Program Studi (Prodi) Peternakan Fakultas Peternakan-Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM), Prof Dr drh Lili Zalizar MS, menyebut bahwa kondisi kesehatan hewan menjadi faktor paling krusial agar ibadah kurban sah secara syariat, serta dagingnya aman dikonsumsi Ia membagikan panduan dan tips bagi masyarakat untuk mendeteksi kesehatan hewan kurban melalui pengamatan fisik sederhana. Langkah pertama, kata dia, pembeli bisa mengamati postur dan cara berdiri hewan secara menyeluruh. Dosen Peternakan UMM, Prof Dr drh Lili Zalizar MS. (Foto: UMM) “Pertama kita lihat dulu (hewan) ternaknya dari depan, samping, dan belakang. Pastikan hewan bisa berdiri tegak dan tidak pincang,” ujarnya, dikutip laman resmi UMM pada Jumat (15/5/2026). Hewan dengan cacat fisik, kata Lili, termasuk pincang, tidak diperbolehkan menjadi hewan kurban menurut syariat. Selain postur, kejernihan mata dan kebersihan kulit juga menjadi indikator penting. Ia menegaskan bahwa hewan kurban tidak boleh buta atau mengalami gangguan penglihatan yang sering kali ditandai dengan selaput putih atau mata yang keruh. Baca Juga Pemkot Surabaya Waspadai Penyebaran PMK, Ahli UM Surabaya Jelaskan Penyebabnya Kulit hewan juga harus dipastikan bersih dari penyakit seperti kudis atau scabies. “Kalau untuk kurban, pilih yang kulitnya mulus dan tidak kudisan karena kita ingin mengurbankan hewan yang terbaik,” tandasnya. Lili juga meminta masyarakat mewaspadai tanda-tanda penyakit menular berbahaya, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Antraks. Ia menjelaskan, hewan ternak yang terindikasi PMK umumnya menunjukkan gejala berupa keluarnya lendir berlebihan dari mulut, adanya luka pada gusi dan lidah, hingga radang kemerahan dan luka di sela kuku kaki. Sementara itu, hewan yang terkena Antraks biasanya mengalami kejang-kejang yang kerap disertai pendarahan dari hidung atau anus (rektum). Daging dari hewan ini sangat berbahaya jika dikonsumsi. “Kalau ada tanda-tanda seperti itu, sebaiknya jangan dipilih untuk kurban,” tegas Lili. Indikator kesehatan lainnya dapat dilihat dari nafsu makan hewan. Hewan yang sehat akan aktif makan dan terlihat bugar. Agar daging yang dihasilkan lebih banyak dan manfaatnya maksimal, Lili menyarankan supaya masyarakat memilih hewan yang berbadan gemuk. Tak lupa, usia hewan juga harus dipastikan sudah memenuhi ketentuan syariat, yakni minimal berusia dua tahun untuk sapi dan satu tahun untuk kambing atau domba. Lebih jauh, Lili mengingatkan sebuah prosedur yang sering terlewatkan, yakni masa istirahat hewan sebelum disembelih. Hewan ternak yang baru menempuh perjalanan jauh wajib diistirahatkan terlebih dahulu untuk menghindari stres. Kelelahan pada hewan dapat memicu sindrom DFD (Dark, Firm, Dry), sebuah kondisi yang membuat kualitas daging menurun drastis karena teksturnya berubah menjadi gelap, keras, dan kering. Dengan pemahaman tersebut, Lili berharap masyarakat dapat menjadi pembeli yang cerdas. Sebab, ibadah kurban bukan sekadar ritual atau kegiatan pemotongan hewan rutin tahunan, melainkan wujud keikhlasan yang juga mengajarkan kepedulian terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi bersama.