EduLab: Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Inovasi Pendidikan Dasar
EduLab: Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Inovasi Pendidikan Dasar LIMADETIK.COM, MALANG – Laboratorium Ke SD-an bersama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan “EduLab: Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Inovasi Pendidikan Dasar”. Edulab, sebuah forum kolaboratif yang dirancang untuk memperkuat kompetensi pendidik, memperluas ruang praktik pembelajaran serta mendorong lahirnya inovasi untuk pendidikan dasar yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Acara ini menghadirkan dosen PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM, kepala sekolah dan guru sekolah dasar. Sebanyak 12 perwakilan SD baik dari SD Muhammadiyah dan beberapa SD Negeri di Kota Malang. Dalam frum FGD ini dilakukan diskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan serta peluang pengembangan pembelajaran di sekolah dasar. Kepala Laboratorium KeSD-an Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd, menyatakan bahwa EduLab hadir sebagai sebuah inisiatif untuk mempertemukan kampus dengan sekolah dalam sebuah ekosistem pembelajaran yang dinamis dan berbasis penelitian. Program ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mencari solusi terhadap berbagai permasalahan pendidikan di sekolah dasar. “Melalui kolaborasi ini, sekolah menjadi sumber data autentik bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengembangan inovasi pendidikan” kata Kepala Laboratorium KeSD-an Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd, Kamis (4/12/2025). Ia menjelaskan, salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pengisian Google Form (G-Form) oleh peserta. Instrumen ini dirancang untuk mengumpulkan data dan pemetaan aktual terkait implementasi kurikulum di sekolah dasar, pelaksanaan kegiatan kokurikuler dan ragam serta kualitas kegiatan ekstrakurikuler. Data tersebut digunakan sebagai bahan analisis untuk memahami kebutuhan sekolah dalam pengembangan mutu pembelajaran. “Hasil pengisian G-Form nantinya akan menjadi dasar perumusan rekomendasi bersama antara kampus dan sekolah, sehingga inovasi pembelajaran dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan siswa” ungkapnya. Dikatakan Ima Wahyu Putri Utami, melalui kegiatan “EduLab: Sinergi Kampus dan Sekolah untuk Inovasi Pendidikan Dasar”, diharapkan terbangun kemitraan berkelanjutan antara kampus dan sekolah, serta tercipta lingkungan belajar yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, kebutuhan peserta didik, dan tantangan pendidikan nasional. “Untuk memperkuat sinergi ini juga dilakukan penandatangan MOA di akhir kegiatan” pungkasnya.
Abdidaya Ormawa 2025: UMM Jadi Panggung Lahirnya Solusi Inovatif untuk Pertanian Lokal
MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi saksi bisu pertemuan gagasan terbaik bangsa pada Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2025,.Jumat (5/12/2025). Digelar bersamaan dengan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025, ajang ini tak sekadar menjadi panggung apresiasi, tetapi juga perayaan kolaborasi, inovasi, dan semangat pemberdayaan. Tim mahasiswa UMM memperkenalkan alat Smart Farming berbasis IoT bertenaga surya yang mampu mengusir hama burung dan tikus menggunakan gelombang ultrasonik, solusi yang lahir dari observasi mereka terhadap keluhan kelompok tani. “Kami turun langsung ke lahan dan melihat sendiri bagaimana burung dan tikus merusak hasil panen. Dari situ kami sadar, harus ada teknologi yang bisa membantu tanpa membebani petani,” kata Muhammad Firdaus, anggota tim. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika UMM. “Tahun ini kami pecah rekor! Ini pertama kalinya Himpunan Mahasiswa Agribisnis mencapai titik ini,” tambah Firdaus dengan bangga. Abdidaya Ormawa 2025 juga menampilkan Lokakarya dan Expo Poster, galeri terbuka yang menampilkan luaran wajib dan produk tambahan dari ratusan tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Dewan juri menyeleksi poster dan video berdasarkan unsur informatif, kreatif, visual menarik, kelengkapan, serta inovasi. Rizal, salah satu peserta dari UNDIP, mengenang hangatnya suasana yang tercipta. “Kesan dari teman-teman sih seru banget ya kemarin. Bahkan hampir gak mau pulang,” ujarnya. Keseruan itu hadir karena semangat kebersamaan yang terbangun, di mana seluruh tim saling bahu-membahu tanpa hanya membebankan pada satu penanggung jawab. Pemenang Anugerah Abdidaya akan diumumkan pada sesi penganugerahan malam nanti, dengan kategori penghargaan mencakup Tim Pelaksana, Ormawa, Mitra Keberlanjutan, hingga Perguruan Tinggi. (**).
UMM Jadi Tuan Rumah KKI dan Abdidaya yang Digelar Terpadu, Tegaskan Posisi dalam Ekosistem Inovasi Nasional
MAKLUMAT — Gelaran akbar Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 untuk pertama kalinya diresmikan dan digelar dalam suatu panggung bersama, yang diresmikan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (4/12/2025). Ajang tersebut sekaligus menegaskan keunggulan dan posisi UMM sebagai kampus pusat inovasi tingkat nasional. Sebagai informasi, KKI tahun ini adalah untuk yang keempat kalinya digelar di UMM sebagai tuan rumah. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia hadir membawa karya unggulan, menciptakan atmosfer kompetisi yang penuh energi, kolaborasi, dan kreativitas. Memperkuat Budaya Riset Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yulianto MEng PhD, memberikan apresiasi kepada UMM atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa. Ia menegaskan, penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya merupakan momentum penting memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, kedua ajang tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari investasi negara untuk melahirkan generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian dan peduli terhadap solusi berbasis sains. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar Brian. “Ada tiga pesan penting: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” sambungnya. Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Ketua Pelaksana, Amrul Faruq MEng PhD, menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat sebanyak 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan total 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Hal tersebut menunjukkan peningkatan signifikan yang menandakan antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Tak cuma secara kuantitas yang mengalami peningkatan, ia menegaskan bahwa kualitas karya peserta juga meningkat pesat. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan,” ujarnya. Wakil Rektor III UMM, Dr Nur Subeki MT, menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya wadah kompetisi teknis, tetapi juga ruang pembentukan karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Menurutnya, ruang kolaborasi lintas kampus sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tandas Subeki.
Kolaborasi Lintas Negara, Mahasiswa Komunikasi UMM-UiTM Melaka Malaysia Eksplor Warisan Dolanan Jawa
Malangpariwara.com – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat jejaring internasional dengan kolaborasi bersama Universiti Teknologi Mara (UiTM) Melaka, Malaysia. Setelah sukses berpartner dalam ajang International Communication Competition (ICC), konferensi internasional, dan kuliah tamu pada Juni lalu, kini UiTM mengirim 16 mahasiswanya untuk menjalani praktikum bersama mahasiswa UMM. Selama sepekan hingga Sabtu (29/11/2025), mahasiswa kedua kampus menggarap collaborative project bertajuk Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games. Proyek ini melibatkan produksi interactive e-book dan video dokumenter yang menyoroti permainan tradisional Jawa yang masih dimainkan anak-anak di Malang. “Ini merupakan projek bersama dalam bentuk pembuatan interactive e-book dan video documenter yang mendemontrasikan kemampuan multimedia mahasiswa,” ujar Kepala Laboratorium Komunikasi UMM, Widiya Yutanti. Usai melakukan riset, untuk menghasilkan dokumentasi yang otentik, mahasiswa UMM dan UiTM ikut terlibat langsung dalam permainan tradisional di sejumlah lokasi. Di antaranya Ngawonggo Patirtan, Museum Panji, dan Taman Dolan. Sebelum turun lapangan, mahasiswa UiTM terlebih dahulu mengikuti kuliah online selama dua minggu. Dua dosen UiTM, yakni Mohd Hilmi bin Bakar dan Shafezah binti Abdul Wahab, turut mendampingi mereka selama program ini berlangsung di Malang. Hilmi mengaku antusias dengan keberlanjutan kolaborasi antara UMM dan UiTM. Ia berharap kerja sama tak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi juga berkembang hingga dunia industri. “Insha Allah kolaborasi ini tidak hanya saat ini saja tetapi juga kelak kalua memasuki dunia industri, mahasiswa kedua negara bisa bertemu kembali dalam kerjasama suatu projek pekerjaan,” harapnya. Senada, Dekan FISIP UMM, Fauzik Lendriyono menyebut kerja sama ini tidak boleh berhenti hanya pada tataran konsep, dokumen, tetapi menghasilkan output yang jelas. “Harus ada dampak yang terlihat, termasuk kolaborasi di dunia kerja nantinya,” katanya. Jelajah Malang Di sela produksi dokumenter, para mahasiswa diajak menjelajahi beberapa destinasi populer di Malang. Seperti Kampung Warna-Warni Jodipan, Kampung Heritage Kayutangan, Coban Rondo, serta city tour dengan bus Macito. Mereka juga melakukan kunjungan media ke redaksi Harian Surya Malang untuk berdiskusi seputar jurnalistik dan produksi berita. Beragam pengalaman menarik disampaikan para peserta. Salah satu mahasiswa UiTM, Tengku Syamimi Afiqah Noor, mengaku sangat puas dengan program ini. “Ini benar-benar memuaskan karena saya memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan UMM di tempat yang benar-benar baru bagi saya. Saya sangat senang dengan kolaborasi ini karena UMM banyak membantu kami,” ujarnya. “Kami bertukar ide, dan meskipun kami masing-masing memiliki konsep masing-masing, kami tetap dibimbing dan didukung selama proses. Saya bersyukur bahwa kami memiliki kesempatan untuk bekerja sama,” akunya. Mahasiswa lain, Airiel Danial, merasa pendampingan mahasiswa UMM sangat membantu. “Mahasiswa UMM sangat membantu dan kreatif, terutama dengan videografi dan berbagi ide, sehingga membuat pekerjaan kami jauh lebih mudah,” ungkapnya. Sementara Nurin Aisha Najla Binti Mohd Nasir berbagi pengalaman unik saat harus mengatur jalannya permainan bersama anak-anak kecil di lokasi syuting. Menurutnya, komunikasi dan empati menjadi kunci agar anak-anak tetap nyaman selama kegiatan. Kesempatan serupa dirasakan Hannah Zurain binti Hasnoal. Ia memuji fasilitas UMM serta keramahan para dosen dan mahasiswa. “UMM memiliki fasilitas yang luar biasa dan saya dapat melihat bahwa kualitas mahasiswa mereka baik. Para dosen dan mahasiswa dalam kolaborasi ini pasti ramah dan baik. Mereka telah sangat membantu melalui program ini. Pasti membantu melestarikan permainan tradisional untuk generasi mendatang,” kesannya. Wakil Rektor VI UMM, Salis Yanuardi, mengapresiasi kuatnya hubungan antara UMM dan UiTM. Ia berkomitmen untuk melakukan kunjungan balik ke Malaysia. “Banyak kampus Malaysia yang sudah ke UMM, giliran kami yang harus ke sana,” tutur Wakil Rektor.(Djoko W/Janu)
UMM Mantapkan Dominasi Nasional, KKI dan Abdidaya 2025 Catat Sejarah Baru Inovasi Mahasiswa
jatimsatunews.com, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat inovasi mahasiswa terbesar di Indonesia melalui peresmian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025, yang untuk pertama kalinya digelar dalam satu panggung besar. Acara yang berlangsung pada Kamis, (5/12), di Hall Dome UMM ini menghadirkan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, menghadirkan atmosfer kompetisi yang penuh energi, kreativitas, dan kolaborasi. Keberhasilan UMM menjadi tuan rumah KKI untuk keempat kalinya semakin menegaskan reputasinya sebagai kampus dengan ekosistem inovasi yang matang dan dipercaya secara nasional. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., memberikan apresiasi besar atas konsistensi UMM dalam membangun budaya teknologi dan pengabdian mahasiswa. Ia menyebut penyatuan KKI dan Abdidaya sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan. Ada tiga pesan penting: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa lomba bukan semata mengejar juara, melainkan menghadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi. Ketua Pelaksana KKI–Abdidaya 2025, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyebut tahun ini sebagai momen bersejarah dengan penyelenggaraan terpadu kedua ajang. Sebanyak 93 perguruan tinggi berpartisipasi, menghadirkan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sekaligus tingginya antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kualitas karya peserta juga meningkat pesat, baik dalam kecerdasan desain, efisiensi sistem kontrol kapal, maupun pendekatan teknis lainnya. Sementara di Abdidaya, tren inovasi dan orientasi keberlanjutan semakin kuat dan terus menjadi rujukan nasional. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga wahana pembentukan karakter mahasiswa. Ia menilai ruang kompetisi terbuka lintas kampus seperti ini sangat penting dalam mencetak calon pemimpin bangsa yang percaya diri, adaptif, dan memiliki visi global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” ujarnya menutup rangkaian acara. Dengan sejarah baru penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya, UMM kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pusat inovasi nasional, sekaligus rumah bagi lahirnya talenta muda yang siap bersaing di level global. (*)
Mendiktisaintek sebut kontes Kapal Indonesia investasi strategis negara
Malang (ANTARA) – Menteri Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulianto menyatakan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 merupakan investasi strategis bagi negara. “Bagi negara, kedua ajang ini (KKI dan Abdidaya Ormawa) bukan sekadar ajang lomba tahunan, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian, piawai menciptakan solusi berbasis sains, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat,” kata Mendiktisaintek Brian dalam keterangan Humas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diterima di Malang, Jawa Timur, Jumat. Mendiktisaintek mengatakan hal itu saat membuka KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 di Malang, Kamis malam. Menurutnya, KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sedangkan Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan. Penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya, menurutnya, merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Pada kesempatan itu Mendiktisaintek menyampaikan tiga pesan penting, yakni keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. “Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto. Ia mengapresiasi UMM atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa dan penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya dalam memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Sementara itu Ketua Pelaksana KKI Amrul Faruq menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat ada 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan yang menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan kualitas karya tahun ini meningkat pesat. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan,” ujarnya. Sementara itu Wakil Rektor III UMM Nur Subeki menekankan ajang tersebut tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ruang kolaborasi lintas kampus seperti itu, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” ujarnya.
Kolaborasi UMM – UiTM Melaka Eksplor Dolanan Tradisional
MALANG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berkolaborasi dengan Universiti Teknologi Mara (UiTM), Melaka, Malaysia. Setelah sebelumnya berkolaborasi dalam International Communication Competition (ICC) sampai tahun ke-4, dilanjut konferensi dan kuliah tamu internasional Juni lalu, kali ini UiTM mengirim 16 mahasiswanya untuk praktikum bersama mahasiswa UMM. Selama seminggu hingga Sabtu (29/11/2025), mereka menyelesaikan collaborative project bertajuk Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games. “Ini merupakan project bersama dalam bentuk pembuatan interactive e-book dan video documenter yang mendemontrasikan kemampuan multimedia mahasiswa,” kata Kepala Laboratorium Komunikasi UMM, Widiya Yutanti. Isi e-book maupun dokumenter yang diproduksi adalah dokumentasi permainan tradisional yang sampai saat ini masih dimainkan anak-anak di Malang. Untuk itu, tim UMM maupun UiTM tak hanya mendokumentasikan, tetapi juga melakukan riset dan ikut terlibat dalam permainan tradisional sebagai heritage cultural Jawa itu. Beberapa tempat dolanan tradisional yang digali antara lain Ngawonggo Patirtan, Museum Panji dan Taman Dolan. Menurut Widiya, sebelum praktikum di lapangan, mahasiswa UiTM juga memperoleh materi kuliah selama dua minggu secara online. Selain dosen Komunikasi UMM, dua dosen dari UiTM juga terlibat dan ikut mengantarkan sampai Malang. Mereka adalah Mohd Hilmi bin Bakar dan Shafezah binti Abdul Wahab. Hilmi mengungkapkan antusiasmenya bekerjasama dengan UMM. Menurutnya, interaksi diantara mahasiswa kedua kampus akan melahirkan hubungan yang baik bukan saja dalam produksi karya kreatif tetapi dapat berlanjut pada kerjasama di dunia kerja. “Insha Allah kolaborasi ini tidak hanya saat ini saja tetapi juga kelak kalua memasuki dunia industri, mahasiswa kedua negara bisa bertemu kembali dalam kerjasama suatu projek pekerjaan,” harap Hilmi. Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM, Fauzik Lendriyono. Kerjasama ini tidak boleh berhenti hanya pada tataran konsep, dokumen, tetapi menghasilkan output yang jelas. “Harus ada dampak yang terlihat, termasuk kolaborasi di dunia kerja nantinya,” katanya. Di sela-sela produksi dokumenter, mahasiswa juga diajak untuk eksplorasi Kampung Warna-warni Jodipan, Kampung Heritage Kayu Tangan, Coban Rondo, serta menikmati city tour menggunakan bus Macito. Selain mencari oleh-oleh khas Malang, mereka juga melakukan kunjungan media ke kantor redaksi Biro Harian Surya Malang dan berdiskusi dengan redaksi. Salah seorang mahasiswa UiTM, Tengku Syamimi Afiqah Noor, mengaku terkesan dengan studi lapangan ini. “Ini benar-benar memuaskan karena saya memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan UMM di tempat yang benar-benar baru bagi saya. Saya sangat senang dengan kolaborasi ini karena UMM banyak membantu kami. Kami bertukar ide, dan meskipun kami masing-masing memiliki konsep masing-masing, kami tetap dibimbing dan didukung selama proses. Saya bersyukur bahwa kami memiliki kesempatan untuk bekerja sama,” tuturnya. Sementara itu mahasiswa UiTM lainnya, Airiel Danial, terkesan dengan pendampingan dari mahasiswa UMM. Menurutnya UMM sangat nyaman dan telah menyiapkan semua yang dibutuhkan mulai dari akomodasi hingga peralatan syuting, tempat syuting, dan bahkan bakat. “Mahasiswa UMM sangat membantu dan kreatif, terutama dengan videografi dan berbagi ide, sehingga membuat pekerjaan kami jauh lebih mudah. Secara keseluruhan, mudah untuk berdiskusi, bertukar ide, dan bekerja sama, dan seluruh pengalaman terasa bermakna dan sangat bermanfaat bagi kami,” ungkapnya. Hal berbeda diungkapkan Nurin Aisha Najla Binti Mohd Nasir. Dia sempat mengalami kesulitan ketika harus mengatur dolanan bersama anak-anak kecil di lokasi syuting. Ketika dengan mahasiswa UMM sudah berjalan sangat baik, tak mudah buatnya ketika menghadapi anak-anak. “Tapi kemudian yang ada macam jadi susah-susah, leceh-leceh sikit itu karena-nya kita mahu kerja sama kanak-kanak. Jadi kiranya kita benar-benar harus berkomunikasi dengan sangat baik dengan mereka dan kita harus memahami perasaan mereka juga untuk memastikan mereka terlibat dalam kegiatan semacam ini. So kita kena fahamlah jika mereka capek itu, bila apa mereka ingin istirahat itu, kita harus benarkan saja,” tutur Nurin. Kesan istimewa disampaikan Hannah Zurain binti Hasnoal. Secara keseluruhan menurutnya UMM sangat oke. “UMM memiliki fasilitas yang luar biasa dan saya dapat melihat bahwa kualitas mahasiswa mereka baik. Para dosen dan mahasiswa dalam kolaborasi ini pasti ramah dan baik. Mereka telah sangat membantu melalui program ini. Pasti membantu melestarikan permainan tradisional untuk generasi mendatang,” kesannya. Sebagai orang Malaysia, lanjut Hannah, belajar sesuatu yang baru dan bahkan penduduk setempat belajar cara bermain permainan yang baru mereka dengar. “Kami bahkan berhasil berbagi persamaan dan perbedaan budaya Malaysia dan Indonesia. Secara keseluruhan, proyek ini bagus dan sangat menguntungkan untuk banyak penilai,” ungkapnya. Wakil Rektor VI Salis Yanuardi mengapresiasi kolaborasi Komunikasi UMM dengan UiTM ini. Ke depan, dia berjanji akan membawa dosen dan mahasiswanya untuk berkunjung balik ke Malaysia. “Banyak kampus Malaysia yang sduah ke UMM, giliran kami yang harus ke sana,” tutr Wakil Rektor. (Ist)
Abdidaya Ormawa 2025: UMM Jadi Panggung Lahirnya Solusi Inovatif

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi saksi bisu pertemuan gagasan terbaik bangsa pada Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2025. Digelar bersamaan dengan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 pada 4-6 Desember 2025, ajang yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini tak sekadar menjadi panggung apresiasi, tetapi juga perayaan kolaborasi, inovasi, dan semangat pemberdayaan. Sebagai tuan rumah, UMM tampil melalui tim mahasiswanya yang menyuguhkan inovasi konkret untuk problem pertanian lokal. Kolaborasi lintas disiplin antara Himpunan Mahasiswa Agribisnis, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika menjadi magnet perhatian pengunjung hari kedua. Tim ini memperkenalkan alat Smart Farming berbasis IoT bertenaga surya yang mampu mengusir hama burung dan tikus menggunakan gelombang ultrasonik, solusi yang lahir dari observasi mereka terhadap keluhan kelompok tani. Salah satu anggota tim, Muhammad Firdaus, menjelaskan bahwa keluhan petani mengenai hama menjadi titik awal lahirnya inovasi tersebut. “Kami turun langsung ke lahan dan melihat sendiri bagaimana burung dan tikus merusak hasil panen. Dari situ kami sadar, harus ada teknologi yang bisa membantu tanpa membebani petani,” ujarnya. Firdaus juga mengungkapkan kebanggaan timnya ketika akhirnya bisa melaju hingga tahap Abdidaya. “Tahun sekarang ini kami pecah rekor! Ini pertama kalinya Himpunan Mahasiswa Agribisnis mencapai titik ini,” tuturnya. “Kami ingin membuktikan bahwa inovasi dari mahasiswa UMM bukan hanya konsep, tapi benar-benar bisa menyentuh kebutuhan masyarakat.” Sejak pagi, kompleks kampus UMM dipenuhi energi. Aroma kopi dan masakan dari bazar UMKM berbaur dengan semangat para peserta yang hilir mudik. Sorotan utama tertuju pada kegiatan Lokakarya dan Expo Poster, galeri terbuka yang menampilkan luaran wajib dan produk tambahan dari ratusan tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Area pameran menjadi ruang penilaian karya terbaik. Dewan juri menyeleksi poster dan video berdasarkan unsur informatif, kreatif, visual menarik, kelengkapan, serta inovasi. Persaingan ketat terlihat, mengingat pemenang Anugerah Abdidaya akan diumumkan pada sesi penganugerahan malam nanti. Kategori penghargaan mencakup Tim Pelaksana (13 kategori), Ormawa (7 kategori), Mitra Keberlanjutan (3 kategori), hingga Perguruan Tinggi (5 kategori). Euforia masih terasa sejak pembukaan Abdidaya Ormawa di UMM pada Kamis malam, 4 Desember 2025. Rizal, salah satu peserta dari UNDIP, mengenang hangatnya suasana yang tercipta. “Kesan dari teman-teman sih seru banget ya kemarin. Bahkan hampir gak mau pulang,” ujarnya. Keseruan itu hadir karena semangat kebersamaan yang terbangun, di mana seluruh tim saling bahu-membahu tanpa hanya membebankan pada satu penanggung jawab. Menutup hari yang penuh inspirasi, Rizal menyampaikan harapan agar Abdidaya Ormawa terus hadir setiap tahun. “Impact-nya bukan cuma ke individu, tapi benar-benar ke pemberdayaan masyarakat.” Doa agar pemerintah terus mendukung penyelenggaraan ini menjadi penutup manis dari rangkaian kegiatan hari kedua di Bumi Arema.(*bil/faq) Penulis: Zlatan Abil Ibrahim | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Ribuan Mahasiswa Adu Inovasi di Kontes Kapal Indonesia
detikjatim, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kontes Kapal Indonesia (KKI). Ajang tingkat nasional kali ini menjadi yang keempat kalinya digelar di UMM. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir meramaikan kompetisi tersebut. Atmosfer persaingan yang kompetitif pun sangat terasa dalam kontes ini. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir meramaikan kompetisi tersebut. Atmosfer persaingan yang kompetitif pun sangat terasa dalam kontes ini. Ketua Pelaksana Amrul Faruq menyebut, penyelenggaraan tahun ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya Ormawa digelar secara terpadu. Tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan,” ujar Amrul pada Jumat (5/12/2025). Kontes kapal cepat yang diikuti ratusan tim dari berbagai perguruan ini dimulai sejak Kamis (4/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025). Lokasinya berada di danau depan gedung GKB I. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menekankan, selain melatih kemampuan teknis, kontes ini juga bertujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ia menambahkan bahwa ruang kolaborasi lintas kampus semacam ini juga sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tandasnya.
KKI 2025 Satukan Teknologi, Kreativitas, dan Kolaborasi Mahasiswa Berinovasi Maritim Menggema di UMM
Malangpariwara.com – Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 tingkat nasional berlangsung meriah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 4–6 Desember 2025. Tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan mahasiswa dalam teknologi maritim. Kegiatan ini juga menunjukkan kesiapan UMM sebagai tuan rumah berfasilitas lengkap dan berstandar nasional. Para peserta dari berbagai kampus memberikan apresiasi atas penyelenggaraan yang dinilai rapi, nyaman, dan mendukung jalannya lomba. Persiapan Panjang UMM sendiri turut berkompetisi melalui Lembaga Semi Otonom Mekatronic dengan dua kapal andalan. Antara lain Sangkaling Evo 6 untuk kategori Fuel Engine Remote Control (FERC) dan Boeing Mary Evo 5 untuk kategori Electric Remote Control (ERC). Persiapan panjang dilakukan selama enam bulan penuh. Devany Aurellia Putri Setiawan, mahasiswa Teknik Industri UMM, menegaskan keseriusan timnya. “Dari tim UMM ini sudah menyiapkan dari enam bulan sebelum lomba, mulai dari desainnya. Sebelum turun regulasi pun kami sudah bikin planning-planning ke depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa berbagai kendala sempat dihadapi, terutama saat uji coba. “Kalau nabrak kan ada kemungkinan tenggelam, jadi mesin-mesinnya harus di-repair dan di-upgrade lagi,” katanya. Selain lomba kapal cepat, ada juga lomba Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK). Menitikberatkan pada kemampuan peserta merancang kapal berdasarkan pendekatan Desain Konstruksi Kapal (DKK). Peserta melewati tahapan konsep, desain awal, desain kontrak, hingga desain detail. Berbagai sistem konstruksi memanjang, melintang, hingga campuran menjadi elemen penilaian, disertai pemahaman struktur kapal seperti lunas, pelat alas, dan penumpu. Lomba ini menuntut ketelitian tinggi agar rancangan memenuhi standar kekuatan dan keselamatan. Respon Positif Disisi lain, fasilitas UMM juga mendapat perhatian positif dari peserta luar kampus. Reviana Azzara Putri dari Universitas Sebelas Maret (UNS) mengaku terkesan dengan kondisi kampus. “Jujur, ini pertama kali aku datang ke UMM, dan menurutku sangat bagus,” ungkap Revi. Ia secara khusus memuji sarana pendukung. “Menurut aku sudah cukup bagus dari segi tata letak dan arsitekturnya. Terutama kamar mandinya itu bersih,” tambahnya. Revi juga menilai arena perlombaan di Danau Kampus UMM dan area Sengkaling sudah sangat memadai untuk kompetisi kapal. Selain memacu kemampuan teknis, KKI 2025 mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah, membuka peluang relasi baru dan pertukaran ide. Dengan fasilitas lengkap dan lingkungan tertata, UMM berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Gelaran ini sekaligus menegaskan komitmen UMM untuk menjadi pusat pengembangan teknologi dan inovasi maritim di Indonesia. (Djoko W)