UMM Sukses Gelar KKI 2025, Ajang Teknologi Kapal Nasional yang Gaungkan Inovasi dan Kreativitas Mahasiswa
jatimsatunews.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi sorotan nasional setelah berhasil menyelenggarakan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 pada 4–6 Desember 2025. Ajang yang mempertemukan talenta terbaik dari berbagai perguruan tinggi ini tidak hanya menampilkan kecanggihan teknologi maritim, tetapi juga menunjukkan kesiapan UMM sebagai tuan rumah yang memiliki fasilitas lengkap dan berstandar nasional. Para peserta turut memuji penyelenggaraan yang dinilai tertata, nyaman, dan sangat mendukung jalannya kompetisi. UMM sendiri ikut berpartisipasi melalui Lembaga Semi Otonom Mekatronic dengan menghadirkan dua kapal unggulan: Sangkaling Evo 6 untuk kategori Fuel Engine Remote Control (FERC) dan Boeing Mary Evo 5 untuk kategori Electric Remote Control (ERC). Persiapan kedua kapal ini dilakukan secara intensif selama enam bulan. Devany Aurellia Putri Setiawan, mahasiswa Teknik Industri UMM yang tergabung dalam tim, mengungkapkan keseriusan mereka. “Tim kami sudah mulai menyiapkan sejak enam bulan sebelum lomba, mulai dari desain awal. Bahkan sebelum regulasi lomba keluar, kami sudah menyusun rencana-rencana teknis,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa proses uji coba tak selalu mulus. “Kalau kapal menabrak, ada risiko tenggelam, jadi mesinnya harus diperbaiki dan di-upgrade lagi,” tambahnya. Selain kompetisi kapal cepat, KKI 2025 juga menghadirkan lomba Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK). Pada kategori ini, peserta ditantang untuk merancang kapal menggunakan pendekatan Desain Konstruksi Kapal (DKK). Tahapan penilaian mencakup penyusunan konsep, desain awal, desain kontrak, hingga desain detail. Struktur konstruksi memanjang, melintang, hingga campuran menjadi poin penting, termasuk pemahaman peserta mengenai elemen kapal seperti lunas, pelat alas, dan penumpu. Lomba ini menuntut ketelitian tinggi agar rancangan memenuhi standar kekuatan dan keselamatan. Fasilitas UMM yang tertata juga mendapatkan apresiasi dari peserta luar kampus. Reviana Azzara Putri dari Universitas Sebelas Maret (UNS) mengaku terkesan saat pertama kali mengunjungi UMM. “Menurutku kampusnya sangat bagus,” ujarnya. Ia memuji berbagai sarana yang tersedia. “Dari penataan, arsitektur, sampai kebersihan kamar mandinya, semuanya rapi. Arena perlombaannya juga sudah sangat layak,” katanya. Revi menilai Danau Kampus UMM dan area Sengkaling sebagai lokasi yang ideal untuk kompetisi kapal. KKI 2025 tidak hanya menguji inovasi dan keterampilan teknis, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah, membuka ruang kolaborasi dan pertukaran ide. Dengan fasilitas lengkap dan pengalaman yang berkesan bagi para peserta, UMM semakin meneguhkan posisinya sebagai pusat pengembangan teknologi dan inovasi maritim di Indonesia.(*)
UMM Jadi Tuan Rumah Event Akbar Kontes Kapal dan Abdidaya Ormawa
Sudutkota.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah dua event akbar sekaligus. Yakni Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025, yang untuk pertama kalinya disatukan dalam satu panggung. Gelaran akbar pada Kamis, 4 Desember 2025, di Hall Dome UMM ini berlangsung meriah. Sekaligus menandai kepercayaan nasional terhadap UMM, yang kembali diamanahi sebagai tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir membawa karya terbaik mereka. Mereka menciptakan atmosfer kompetisi yang penuh energi, kolaborasi, dan kreativitas. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Prof Dr Brian Yulianto MEng PhD memberikan apresiasi tinggi kepada UMM. Terutama atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya ini untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Bagi negara, kedua ajang ini bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian. Juga piawai menciptakan solusi berbasis sains, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan,” ucapnya. Menurut Menteri Diktisaintek, ada tiga pesan penting: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. “Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” kata Brian. Disisi lain, Ketua Pelaksana, Amrul Faruq MEng PhD menyebut tahun ini momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Itu membuktikan adanya peningkatan signifikan dan tingginya antusiasme mahasiswa. Ia menambahkan bahwa kualitas karya tahun ini meningkat pesat. Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr Nur Subeki MT menekankan bahwa ajang ini tidak hanya melatih kemampuan teknis. Tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ruang kolaborasi lintas kampus seperti ini, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tutupnya.
KKI 2025: UMM Jadi Tuan Rumah Inovasi Maritim Terbaik
MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menjadi tuan rumah Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 tingkat nasional pada 4-6 Desember 2025. Ajang ini tidak hanya menampilkan kemampuan mahasiswa dalam teknologi maritim, tetapi juga menunjukkan kesiapan UMM sebagai pusat pengembangan teknologi dan inovasi maritim di Indonesia. Dua kapal andalan UMM, Sangkaling Evo 6 dan Boeing Mary Evo 5, turut berkompetisi dalam kategori Fuel Engine Remote Control (FERC) dan Electric Remote Control (ERC). Persiapan panjang selama enam bulan telah dilakukan oleh tim UMM, dengan berbagai kendala yang dihadapi dan diatasi. “Dari tim UMM ini sudah menyiapkan dari enam bulan sebelum lomba, mulai dari desainnya. Sebelum turun regulasi pun kami sudah bikin planning-planning ke depan,” kata Devany Aurellia Putri Setiawan, mahasiswa Teknik Industri UMM, Kamis (4/12/2025). Lomba ini tidak hanya menampilkan kemampuan teknis, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah, membuka peluang relasi baru dan pertukaran ide. Fasilitas UMM juga mendapat perhatian positif dari peserta luar kampus, seperti Reviana Azzara Putri dari Universitas Sebelas Maret (UNS). “Jujur, ini pertama kali aku datang ke UMM, dan menurutku sangat bagus,” ungkap Revi. “Menurut aku sudah cukup bagus dari segi tata letak dan arsitekturnya. Terutama kamar mandinya itu bersih,” tambahnya. Dengan fasilitas lengkap dan lingkungan tertata, UMM berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Gelaran ini sekaligus menegaskan komitmen UMM untuk menjadi pusat pengembangan teknologi dan inovasi maritim di Indonesia. (lil).
Ribuan Mahasiswa 93 Kampus Adu Cerdik Kontes Kapal di UMM
memorandum – “KKI adalah, arena inovasi maritim. Memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan, bagaimana membaca kebutuhan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan. Tiga pesan penting, keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan,” terangnya saat pembukaan di DOME UMM, Kamis malam 04 Desember 2025. Lomba ini, kata dia, sebuah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Tidak hanya mengejar juara, namun menghadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi. Ia menegaskan, penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya merupakan momentum penting, memperkuat budaya riset, teknologi, dan pengabdian masyarakat. Bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan investasi strategis mencetak generasi muda, berani menghadapi ketidakpastian. Sementara itu, Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyebut, tahun ini momen bersejarah. Karena pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. “Ada 93 perguruan tinggi berpartisipasi, dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Membuktikan peningkatan signifikan, tingginya antusiasme terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan, desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT menyebut, Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. “Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tegasnya.(edr)
UMM jadi Tuan Tumah, 93 Kampus Adu Inovasi di KKI dan Abdidaya 2025
MALANGRAYA.CO– Untuk pertama kalinya, dua ajang bergengsi nasional yaitu Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa, digelar secara terpadu dalam satu panggung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Perhelatan yang diikuti 250 tim dari 93 perguruan tinggi ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah sebagai momentum penguatan budaya inovasi dan pengabdian masyarakat. Pembukaan KKI dan Abdidaya Ormawa berlangsung meriah di Dome UMM, Kamis (4/12/2025) ini juga menandai kembali dipercayakannya UMM sebagai tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia, Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., memberikan apresiasi atas konsistensi UMM membangun ekosistem inovasi. Dalam sambutan virtualnya, ia menyatakan bahwa penyelenggaraan terpadu ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sementara Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar Brian. Ia menekankan tiga pesan kunci yaitu keberanian menghadapi masalah, pencarian solusi berbasis iptek, dan komitmen pada keberlanjutan. “Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” tegasnya. Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyebut penyelenggaraan tahun ini bersejarah karena memadukan KKI dan Abdidaya untuk pertama kali. Partisipasi mencapai 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya, yang menunjukkan peningkatan antusiasme mahasiswa.
Peserta KKI dan Abdidaya Ormawa Bersaing di UMM
MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 dan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 telah dimulai pada Kamis (4/12) kemarin. Kedua kegiatan ini diinisiasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Agenda bergengsi ini dipercayakan kepada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai tuan rumah. KKI akan berlangsung hingga 6 Desember mendatang. Di saat bersamaan, UMM juga menjadi tuan rumah Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 yang menghadirkan tantangan baru bagi peserta. Ketua Panitia Lokal, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa tahun ini panitia menerapkan perubahan total pada lintasan lomba serta peningkatan standar teknis yang lebih ketat. Fasilitas unggulan UMM, seperti tiga danau uji berstandar nasional, menjadi arena utama pengujian navigasi, manuverabilitas, hingga stabilitas prototipe kapal. “Belmawa telah melakukan dua kali visitasi untuk memastikan lokasi memenuhi standar kompetisi nasional. Panitia juga kembali mengikuti bimbingan teknis bersama juri nasional pada 28 November untuk finalisasi aturan keselamatan, inspeksi prototipe, serta operasional arena lomba,” ujarnya. Antusiasme peserta meningkat tajam dengan hadirnya 110 tim dari 51 perguruan tinggi, sehingga total pergerakan peserta, juri, serta pendamping diprediksi melampaui 1.500 orang selama kegiatan berlangsung. KKI 2025 mempertandingkan tiga kategori utama: Autonomous Surface Vessel (ASV), Electric Remote Control (ERC), dan Fuel Engine Remote Control (FERC). Meskipun tidak ada penambahan kategori, peningkatan standar teknis diprediksi membuat kompetisi lebih ketat. Untuk mendukung kelancaran acara, lebih dari 200 mahasiswa UMM dilibatkan sebagai panitia dan liaison officer (LO). Mereka bertugas mengoordinasikan peserta, membantu aspek teknis, dan memastikan kelancaran tiap rangkaian lomba. Selain menjadi sarana praktik manajemen acara, para mahasiswa juga akan memperoleh sertifikat dari UMM dan Belmawa. Melalui penyelenggaraan dua agenda nasional ini, UMM kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi dengan kemampuan manajerial acara berskala besar serta menjadi pusat kolaborasi akademik dan inovasi mahasiswa dari seluruh Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun ke-5 Anugerah Abdidaya Ormawa, UMM menyiapkan berbagai rangkaian acara mulai dari pembukaan, Abdidaya Ormawa Expo, semiloka nasional, hingga malam penganugerahan. Expo menjadi kegiatan utama yang menampilkan pameran poster, luaran wajib, dan produk tambahan dari tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari berbagai perguruan tinggi. “Semiloka nasional juga digelar dengan melibatkan pimpinan bidang kemahasiswaan, pengurus Ormawa, dosen pendamping, serta mitra desa dan eksternal untuk membahas strategi peningkatan kapasitas organisasi mahasiswa,” kata Amrul. (imm/udi)
Harga Pangan Meroket Jelang Nataru, Dosen UMM Ungkap Akar Masalahnya
KLIKMU.CO – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Indonesia kembali dihadapkan pada lonjakan harga bahan pangan yang kian memberatkan masyarakat. Sejak awal November, harga sejumlah komoditas pokok di berbagai pasar tradisional terus merangkak naik, terutama beras, cabai, bawang merah, dan daging sapi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus petani asal Banyuwangi, Ary Bakhtiar M.Si IPM Asean Eng, menegaskan bahwa produksi pangan turun signifikan pada akhir tahun ini. “Harga cabai saja yang awalnya Rp20.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp73.000. Ibu-ibu akhirnya hanya membeli seperempat kilogram,” jelasnya, Selasa (2/12/2025). Dia menambahkan, berbagai agenda besar yang berdekatan—Natal, Tahun Baru, hingga Ramadan pada Februari 2026—turut mendorong peningkatan permintaan. Ia menerangkan bahwa kenaikan harga juga dipicu kombinasi cuaca ekstrem, terganggunya distribusi pasokan, serta penurunan produksi akibat curah hujan tinggi. Perubahan iklim memperburuk situasi, sementara kebutuhan masyarakat meningkat menjelang akhir tahun. Sebagai langkah mitigasi, Ary menawarkan sejumlah solusi. “Pemerintah perlu hadir lebih kuat dalam menjaga stabilitas pangan, terutama di tingkat produksi dan distribusi,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa pendampingan dan perlindungan bagi petani perlu diperkuat, mulai dari teknologi pengendalian hama berbasis cuaca hingga akses pupuk dan bibit yang lebih stabil. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur distribusi agar pasokan tidak terhambat saat cuaca ekstrem. Selain itu, pemerintah daerah maupun pusat perlu menyiapkan operasi pasar dan cadangan pangan untuk menekan lonjakan harga pada komoditas sensitif. Lonjakan harga bahan pangan ini menjadi persoalan serius karena memengaruhi banyak lapisan masyarakat dan mengancam stabilitas ekonomi rumah tangga maupun usaha kecil. Jika tidak segera dikendalikan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperburuk daya beli masyarakat dan keberlanjutan usaha di awal tahun mendatang. Ary berharap upaya stabilisasi pangan dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan oleh berbagai pihak. “Saya berharap pemerintah dapat memperkuat sistem pangan kita, bukan hanya saat krisis atau menjelang hari besar, tetapi sepanjang tahun,” ujarnya. Dia menekankan bahwa petani, UMKM, dan konsumen harus sama-sama mendapatkan perlindungan agar rantai pasok tetap kuat. Menurutnya, perencanaan matang, dukungan teknologi, dan pendampingan konsisten adalah kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan yang benar-benar tangguh. (Faqih/AS)
UMM Satukan KKI dan Abdidaya 2025, Menteri Brian: Ini Investasi Strategis Bangsa
Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan dominasinya dalam ekosistem inovasi pendidikan tinggi di Indonesia. Kampus Putih ini mencatatkan sejarah baru dengan menyatukan dua kompetisi bergengsi nasional, yakni Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025, dalam satu panggung megah di Hall Dome UMM, Kamis (4/12/2025). Momentum ini sekaligus mengukuhkan kepercayaan pemerintah terhadap UMM yang terpilih menjadi tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru nusantara hadir memamerkan riset dan inovasi terbaik mereka, menciptakan atmosfer kompetisi yang sarat akan energi kolaborasi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., yang hadir meresmikan acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi UMM. Menurutnya, penyatuan KKI dan Abdidaya bukan sekadar efisiensi acara, melainkan langkah strategis untuk mempertemukan teknologi maritim dengan pengabdian masyarakat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sementara Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang berkelanjutan,” ujar Prof. Brian dalam sambutannya. Menteri Brian menegaskan bahwa ajang ini adalah investasi jangka panjang negara. Ia menekankan tiga poin krusial bagi para peserta: keberanian menghadapi masalah, kemampuan menciptakan solusi berbasis sains, dan komitmen pada keberlanjutan. “Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan yang piawai menghadapi ketidakpastian,” tegasnya. Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., melaporkan bahwa penggabungan dua kompetisi besar ini memicu antusiasme yang luar biasa. Tercatat sebanyak 93 perguruan tinggi turut ambil bagian, dengan rincian 131 tim bertarung di ajang KKI dan 119 tim berkompetisi di Abdidaya Ormawa. “Ini adalah momen bersejarah. Kualitas karya tahun ini meningkat pesat, mulai dari desain kapal, sistem kontrol yang semakin efisien, hingga pendekatan pengabdian masyarakat yang lebih cerdas dan berorientasi jangka panjang,” ungkap Amrul. Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menyoroti aspek pembangunan karakter dalam kompetisi ini. Menurutnya, UMM tidak hanya menyediakan tempat bertanding, tetapi juga ruang kolaborasi lintas kampus yang vital untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka yang hadir di sini bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa mentalitasnya,” pungkas Nur Subeki. [dan/aje]
Pertama Kali KKI dan Abdidaya Ormawa Satu Panggung, UMM Tegaskan Dominasi dalam Ekosistem Inovasi Nasional
Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meneguhkan posisinya sebagai pusat inovasi mahasiswa tingkat nasional melalui peresmian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Untuk pertama kalinya dua kegiatan ini disatukan dalam satu panggung dan diikuti 93 perguruan tinggi nasional. Gelaran akbar pada Kamis, 4 Desember 2025, di Hall Dome UMM ini berlangsung meriah dan sekaligus menandai kepercayaan nasional terhadap UMM. Di mana kembali dipercaya sebagai tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir membawa karya terbaik mereka, menciptakan atmosfer kompetisi yang penuh energi, kolaborasi, dan kreativitas. Apresiasi dan Pesan Mendiktisaintek Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada UMM atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Bagi negara, kedua ajang ini bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian. Serta piawai menciptakan solusi berbasis sains dan memiliki kepedulian sosial yang kuat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya. “Ada tiga pesan penting: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” tegasnya. Momen Bersejarah Disisi lain, Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Membuktikan adanya peningkatan signifikan yang menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan bahwa kualitas karya tahun ini meningkat pesat. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menekankan bahwa ajang ini tidak hanya melatih kemampuan teknis. Tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ruang kolaborasi lintas kampus seperti ini, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tutupnya. (Djoko W)
Menelusuri Praktik Hukum Perusahaan di Bali: Pengalaman Magang Mahasiswa HKI UMM di Mantra Legal Counsel
pwmu.co – Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia. Namun, di balik pesonanya, pulau ini juga menjadi salah satu pusat investasi asing terbesar di Indonesia. Dalam dinamika bisnis yang berkembang pesat tersebut, Qori Mutiah Lubis, mahasiswa Hukum Kekayaan Intelektual (HKI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berkesempatan mengikuti magang profesional COE–Corporate Law School di Mantra Legal Counsel. Mantra Legal Counsel merupakan perusahaan konsultan hukum yang bergerak pada layanan pendirian usaha, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), legal compliance, serta pengurusan visa dan KITAS untuk klien asing. Program magang berlangsung selama tiga bulan. Selama magang, Qori melihat langsung bagaimana hukum bekerja dalam aktivitas bisnis modern, mulai dari pendirian perusahaan hingga proses perizinan yang menentukan legalitas sebuah usaha. Ia terlibat dalam berbagai layanan, antara lain pendaftaran badan usaha, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan NPWP perusahaan, serta legal drafting perjanjian seperti NDA, PKWTT, perjanjian pemegang saham, dan perjanjian kerja sama. Ia juga mendampingi pengurusan visa dan KITAS bagi investor asing. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa hukum merupakan fondasi penting yang membuat bisnis berjalan tertib dan terlindungi. Bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai instrumen penguatan keberlanjutan usaha. Salah satu pengalaman paling berkesan dialami ketika seorang investor asing menanyakan kemungkinan membeli tanah di salah satu pulau di Indonesia. Pertanyaannya tampak sederhana, tetapi memiliki konsekuensi hukum besar. Qori melakukan analisis berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan menemukan bahwa Warga Negara Asing (WNA) tidak dapat memiliki tanah secara pribadi. Kepemilikan hanya dimungkinkan melalui badan hukum yang didirikan di Indonesia, yakni PMA, dengan status hak tertentu seperti Hak Pakai atau Hak Guna Bangunan (HGB). Hasil analisis tersebut kemudian digunakan mentor sebagai bahan advisory report untuk klien. “Ketika hasil analisis saya dijadikan pertimbangan untuk pengambilan keputusan bisnis, itu menjadi momen yang sangat berarti. Saya belajar bahwa setiap riset kecil dalam dunia hukum memiliki dampak nyata bagi klien,” ungkap Qori. Ritme Kerja Profesional dan Pembelajaran Lapangan Selama proses magang, Qori bekerja bersama para konsultan Mantra Legal Counsel dalam merumuskan solusi hukum yang aplikatif sekaligus patuh regulasi. Ritme kerja yang cepat dan dinamis melatih keterampilan berpikir kritis, manajemen waktu, serta komunikasi profesional. Pihak perusahaan menilai Qori cepat memahami alur kerja, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan mampu membantu sejumlah tugas teknis. Mentor bahkan menyampaikan kesediaan untuk menerima Qori kembali apabila ingin berkarier setelah lulus. Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa HKI UMM membuktikan bahwa praktik hukum perusahaan tidak hanya berkaitan dengan regulasi bisnis, tetapi juga mencakup aspek keimigrasian, investasi, serta hubungan kontraktual dalam dunia usaha. “Magang ini membuka mata saya bahwa menjadi konsultan hukum tidak hanya berkutat pada membaca undang-undang, tetapi juga memahami kebutuhan klien dan konteks bisnisnya. Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujarnya.