Mahasiswa UMM Rancang Alat Optimalisasi Sistem Panen Tebu

MINIMNYA penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian, utamanya pertanian tebu, menjadi penghambat produktivitas. Berangkat dari situ, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari berbagai jurusan memiliki inovasi di bidang pertanian dengan merancang sebuah alat untuk mengoptimalisasi produktivitas hasil pemanenan dan tebang angkut oleh petani tebu. Alat ini dinamai dengan Magic Machine Sugar Cane. Alat yang didaftarkan Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Anggota kelompok ini terdiri dari Moch. Noor Fajar Rohmatullah, Moh. Miftachul Fadhil, dan Retno Muji Rahayu. “Dengan Magic Mechine Sugar Cane, petani dapat mengoptimalkan jumlah tenaga kerja untuk kegiatan pertanian yang lain. Implementasi Magic Mechine Sugar Cane hanya membutuhkan tiga orang pekerja guna memudahkan proses panen tebu. Kegiatan tenaga kerja yang dibutuhkan antara lain satu orang operator mesin dan dua orang pengendali lahan,” terang Moch. Noor Fajar Rohmatullah, selaku ketua tim yang merupakan mahasiswa Prodi Teknik Industri ini. Selama ini, mobilisasi pada proses tebang angkut dilakukan dengan memuat hasil tebu yang sudah dipotong ke dalam truk untuk dibawa ke pabrik. Truk yang digunakan memiliki kapasitas 6-8 atau 10-12 ton. Tebu yang digiling di suatu pabrik gula jelas hanya sebagian kecil saja yang akan menjadi gula. Jika satu Kw tebu mempunyai rendemen 10 %, maka hanya 10 Kg gula yang didapat dari satu Kw tebu tersebut. Data inilah yang menjadi rujukan kelompok ini untuk mencari pemecahan masalah dalam konsep pengoptimalan pengiriman hasil panen ke pabrik yang dihasilkan Magic Machine Sugar Cane, yaitu dengan mengirimkan hasil panen tebu dalam bentuk cair atau nira guna mengoptimalakan volume pengiriman. Mekanisme kerjanya yakni pertama, proses pemotongan daun tebu yang dilakukan pada bagian alat yang menjorok kedepan guna memisahkan antar batang tebu dengan daunnya. Kedua, proses pemotongan batang tebu pada bagian bawah. Proses tersebut berfungsi untuk memisahkan akar dengan batang dalam proses pemanenan tebu. Ketiga, proses penggilingan atau pemerahan dilakukan oleh dua komponen penggilingan dengan tujuan proses nira yang dihasilkan dapat maksimal. “Ampas tebu yang sudah selesai dari proses pemerahan akan keluar melalui cerobong dengan dibantu conveyor. Sedangkan nira yang sudah terpisah dengan ampas tebu akan melalui tahap penyaringan guna meisahkan bagian ampas tebu yang masih ikut kedalam nira. Setelah melalui tahap penyaringan nira akan disimpan pada tabung khusus dengan suhu 10º agar kualitas nira tetap terjamin,” terang Fajar, Kamis (19/11). Magic Mechine Sugar Cane dirancang dengan ketinggian 2,5 meter dan lebar 2,5 meter panjang 3 meter. Adapun mesin yang dibuat dapat memudahkan operator dalam menjalakan mesin serta menyesuikan dengan kondisi lahan tebu yang ada. Rangkaian Magic Mechine Sugar Cane memiliki tenaga motor penggerak utama yaitu disel. Disel dapat menggerakan beberapa komponen mesin, antara lain cane carier, cane cuter dan roll gillingan. (*/can)
Milad ke-108 Tahun Muhammadiyah: UMM Sematkan Pita Penghormatan untuk Nakes yang Gugur selama Pandemi

SIVITAS akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut memeriahkan resepsi Milad ke-108 Persyarikatan Muhammadiyah, Rabu (18/11). Perayaan ini dilakukan melalui agenda nonton bareng (nobar) resepsi Milad 108 Tahun Muhammadiyah yang disiarkan secara langsung melalui saluran resmi Youtube Muhammadiyah. Agenda nobar dilakukan di Hall Dome UMM dengan mematuhi protokol kesehatan ketat. Di samping itu, Kampus Putih UMM punya cara tersendiri merayakan Milad ke-108 Tahun Muhammadiyah, yakni dengan penyematan pita Merah Putih kepada seluruh peserta nobar yang hadir. Penggunaan pita ini sebagai simbolisasi penghormatan bagi ratusan tenaga kesehatan (nakes) di seluruh wilayah Indonesia yang gugur selama pandemi Covid-19. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. di sela acara menyampaikan bahwa Milad ke-108 Muhammadiyah ini mengandung spirit bahwa seluruh kader Muhammadiyah harus menjadi solutor atau problem solver terhadap persoalan-persoalan bangsa. Khususnya menghadapi pandemi Covid-19 ini. “Jadi, sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, maka Universitas Muhammadiyah Malang memiliki kewajiban untuk turut serta memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan bangsa ini,” ungkap Fauzan. Tentu harapannya, lanjut Fauzan, dalam perjalanan menyongsong kehidupan kedepan tentu kader Muhammadiyah harus lebih meningkatkan peran-peran strategis dan memiliki kebermanfaatan yang lebih luas untuk masyarakat Indonesia. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam semboyan Kampus Putih, “UMM, dari Muhammadiyah untuk Bangsa”. Di sisi lain, dalam pidato Milad ke-108 Tahun Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. menyatakan bahwa warga Muhammadiyah harus tetap bersemangat dalam usaha-usaha memajukan dan menyelesaikan masalah bangsa seberat apapun. Ditegaskan Haedar, di tengah pandemi Covid-19 dan masalah negeri, segenap keluarga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah diharapkan terus memupuk ghirah dalam gerakan organisasi serta mengembangkan dan menjalankan peran keumatan dan kebangsaan sesulit apapun situasi yang dihadapi. “Bukalah pandangan positif, bukalah cakrawala luas dan penuh optimisme. Yakinlah, terdapat kuasa dan rahasia Tuhan di tengah masalah yang dihadapi seberat apapun. Jalan ruhaniah bagi kaum beriman setelah berikhtiar adalah mengembalikan urusan kepada Allah SWT yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Faidza ‘azamta fatawakal ‘alallah,” kata Haedar. Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo juga turut menghadiri agenda ini secara virtual. “Atas nama masyarakat, bangsa dan negara saya ucapkan selamat Milad ke-108 kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Usia yang telah banyak diisi oleh Muhammadiyah dengan banyak karya dan kontribusi, dengan pengabdian yang ikhlas dan sungguh-sungguh yang semakin kuat dan kokoh bersama waktu,” kata Joko Widodo dalam pidato sambutannya. Paduan Suara Gita Surya UMM juga turut berkontribusi sebagai pengisi acara Milad ke-108 Muhammadiyah. Unit kegiatan mahasiswa di bidang musikal ini membawakan lagu ciptaan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Lagu yang diaransemen oleh gitaris Sheila On 7 Eross Candra ini dijadikan lagu resmi Muktamar Muhammadiyah. (riz/can)
Mahasiswa UMM Juarai Kompetisi Pasar Modal Nasional

Nur Azizah dan Harpiyansa, mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) awal November ini berhasil menjuarai Kompetisi Pasar Modal Nasional. Keduanya ditetapkan sebagai juara III di kompetisi yang diselenggarakan Capital Market Student Club Universitas Indonesia. Mereka mengajukan paper berjudul “Analisis Saham Perusahaan dari Berbagai Sektor dan Industri di Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal”. Secara khusus, papper ini membahas dan menganalisisis perusahaan dari berbagi jenis sektor yang berbeda agar mendapat sebuah data, dari sektor manakah yang cukup baik untuk diinvestasikan di saat pandemi dan New Normal. Berdasarkan hasil analisis terhadap 11 emiten/perusahaan, terdapat 7 perusahaan yang optimal yaitu PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA), PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT. Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT. Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT. XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT. Vale Indonesia Tbk (INCO). Dari hasil analisis, optimalnya perusahaan tersebut didukung selain dari laporan keuangan setiap perusahaan juga pada valuasi saham serta analisa teknikal setiap perusahaan tersebut. “Yang mana pada laporan keuangan perusahaan memiliki laporan yang cukup baik pada beberapa tahun terakhir. Serta dilihat dari valuasi saham, setiap perusahaan rata-rata memiliki kondisi yang cukup baik, meskipun bisa dikatakan cukup overprice,” ungkap Nur Azizah. Sementara, dilanjutkan Nur, berdasarkan analisa teknikal setiap perusahaan dapat disimpulkan juga bahwa PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA), PT. Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT. Supra Boga Lestari Tbk (RANC), PT. Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT. Vale Indonesia Tbk (INCO) mendapat rangkuman Sangat Beli. Namun PT. XL Axiata Tbk (EXCL) mendapat analisis Sangat Jual pada bulan Oktober-November 2020. (*/can)
PMM UMM Kembangkan Agribisnis Kreatif di Kota Malang

PANDEMI Covid-19 belum juga mereda. Hal ini tentu berdampak pada tingkat ketersediaan cadangan bahan pangan. Masalah ketahanan pangan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu Abdillah dan Ali yang dibimbing Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Ary Bakhtiar dan Istis Baroh melakukan kegiatan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) dengan tema “Agribisnis Kreatif”. Program pengabdian ini mengusung topik hidroponik untuk masyarakat Lowokwaru, Kota Malang. Hidroponik yang digarap menggunakan metode Deep Flow Technique dengan paralon sederhana. Tanaman disemai menggunakan rockwool selama kurang lebih 7 hari dan kemudian dipindahkan ke paralon. Tanaman yang bisa untuk ditanam secara hidroponik antara lain adalah kangkung, sawi, dan selada. “Tujuan kami melakukan kegiatan bercocok tanam dengan hidroponik pada saat pandemi ini adalah sebagai salah satu alternatif untuk mendukung ketahanan pangan dari rumah. Kita tahu saat ini kondisi lahan semakin sempit dan masyarakat kota juga memiliki lahan yang terbatas, serta kebutuhan akan konsumsi semakin bertambah,” ungkap Ary Bakhtiar. Salah satu aktivitas yang efektif dalam upaya mendukung ketahanan pangan saat pandemi, sambung Ary, adalah bercocok tanam secara hidroponik. Terlebih, aplikasi biaya yang dikeluarkan cukup murah dan hasil panen bisa didapatkan dengan pasti. Kegiatan PMM merupakan salah satu program Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM dilakukan sebagai salah satu bentuk melaksanakan Tri Darma perguruan tinggi. “Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan masyakarat kota lainnya yang ingin bercocok tanam di lahan sempit,” ungkap Alik Anshori selaku Kepala Divisi KKN UMM. (*/can)
Karya Mahasiswa UMM Jadi Film Terpilih di Movimax Film Festival

Film berjudul “Sinyal Nol Biji Nol” garapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinobatkan sebagai Film Terpilih di ajang Movimax Film Festival 2020. Film besutan rumah produksi Gardav Pictures itu berhasil menyisihkan 17 film lain yang ditayangkan di jaringan bioskop Movimax (Movimax Dinoyo dan Movimax Sarinah), 10-14 November 2020. Film berdurasi 16 menit 5 detik yang disutradarai Ilham Fahmi Dzauqy ini sejatinya menampilkan premis sederhana, namun mampu mengangkat problematika sekolah daring di masa pandemi Covid-19. “Sinyal Nol Biji Nol” menceritakan tentang seorang sekolah Sekolah Dasar bernama Tansah (diperankan oleh Muhammad Latansa), yang berumur 12 tahun. Tansah yang tinggal di pedesaan harus bersusah payah mencari koneksi internet, demi mengikuti upacara daring di hari Kemerdekaan Indonesia. Upacara tersebut sangat penting baginya demi mendapatkan nilai sekolah. Ia pun lantas melibatkan paklik-nya, Andik untuk mencari koneksi internet. Alih-alih membantu, peran Andik malah menimbulkan masalah lain. Namun Andik pulalah yang akhirnya menyelesaikan masalah yang ditimbulkannya, dengan cara yang tak terduga. Proses produksi “Sinyal Nol Biji Nol” melibatkan 10 orang kru dan 4 aktor. Tujuh di antaranya merupakan mahasiwa UMM dari berbagai jurusan. Sedangkan sisanya adalah para pegiat film Malang Raya. Penghargaan Film Terpilih Movimax Film Festival 2020 adalah penghargaan kedua yang diraih “Sinyal Nol Biji Nol”. Dua bulan sebelumnya, film yang sama juga meraih Juara 3 dalam event Indiskop Festival 2020 Online Short Film Competition. Selain Film Terpilih, dalam acara Awarding Night yang dihelat di Studio 3 Movimax Sarinah, Sabtu malam (14/11/2020) juga menobatkan pemeran utama film “Sinyal Nol Biji Nol”, Muhammad Latansa sebagai Pemeran Utama Terpilih. (*/can)
Pascasarjana Gelar Program Visiting Profesor secara Gratis

DIREKTORAT Program Pascasarjana UMM kembali mengadakan program percepatan guru besar. Bukan hanya untuk kalangan dosen internal yang ada di UMM saja, namun program percepatan kali ini ditujukan bagi para dosen yang ada di perguruan tinggi lainnya,melalui kegiatan Visiting Profesor secara gratis. Kegiatan yang berisi pendampingan serta pengisian perkuliahan antar universitas ini memdapat antusias yang tinggi. Terbukti dengan jumlah peserta yg mencapai 57 orang dosen dari 24 perguruan tinggi,baik negeri maupun swasta dengan status doktor dan profesor. Selanjutnya para peserta mendapatkan pendampingan langsung oleh Prof. Ahsanul In’am secara daring. “Peserta kita arahkan untuk bagaimana membuat poster yang bagus menggantikan power point dalam presentasi yang nantinya bisa didaftarkan menjadi HAKI.Lalu juga mengisi kuliah pakar, membuat makalah untuk Book Chapter, dan membuat makalah untuk Seminar Internasional berbahasa Inggris.Dari sini nantinya mereka akan punya luaran berupa book chapter, prosiding serta sertifikat visiting profesor yg nantinya akan berguna baik untuk kepangkatan maupun meningkatkan mutu prodinya,” ungkap guru besar bidang Matematika tersebut. Tidak hanya sampai disitu saja, Akhsanul In’am juga menjelaskan bahwa tujuan lain yang bisa dicapai dari program ini adalah nantinya kegiatan ini bisa dipakai untuk mendukung akreditasi 9 standar yang mulai ditempuh oleh beberapa prodi yang ada di UMM. Serta adanya peningkatan jalinan kerjasama yang semakin baik antar universitas melalui program pascasarjana.Seperti kerjasama peningkatan mutu dosen pengajar dengan pengiriman dosen untuk kuliah di UMM. Jugasaling mengisi kuliah tamu baik dari pihak UMM sebagai narasumber maupun sebaliknya. “Terlebih lagi pada saat keadaan pandemi Covid-19 seperti sekarang ini semuanya menjadi serba mudah karena bisa dilakukan secara daring. Sehingga tidak ada alasan bahwa pandemi ini menjadi halangan” ungkap Akhsanul In’am. Dilain pihak Dr. Esti Ismawati yang juga merupakan salah satu peserta program visiting profesor menyatakan bahwa dirinya sangat senang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan Visiting Profesor ini. “Saya bersama enam teman dari Universitas Widya Dharma Klaten yang rata-rata telah memiliki masa kerja 35 tahun ke atas ini berharap kegiatan Visiting Pofesor ini dapat mengantarkan kami lebih dekat ke jenjang Guru Besar,” ujar Esti. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi berkah.Tak hanya bagi dirinya namun juga bagi semua peserta yamg mengikuti kegiatan Visiting Profesor ini. (*/can)
Menangi Lomba Poster Nasional BAPOMI Jawa Timur

MENGAWALIbulan November, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang kembali torehkan prestasi. Adalah Dinda Erlinda dan Durrotun Nafysah, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yang berhasil menyabet juara III lomba poster mahasiswa nasional yang digelar oleh Badan Pembina Olah raga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur. Kemenangan ini disampaikan lewat Surat Keputusan Hasil Lomba KTI dan Poster Mahasiswa Nasional Tahun 2020 BAPOMI Jawa Timur, Rabu (4/11/2020). Ya, lewat poster berjudul “Pentingnya Pembinaan Bola Basket”, Dinda dan Nafysah berhasil menyingkirkan puluhan poster peserta lainnya. Setidaknya, ada tiga muatan informasi yang disampaikan Dinda dan Nafysah dalam poster tersebut, yakni hakikat pembinaan olah raga, pentingnya pembinan olah raga bola basket, dan peran pemerintah dalam pembinaan olahraga bola basket. “Pembinaan olahraga bola basket menurut kami sangat penting. Olahraga ini sebenarnya adalah olahraga yang sudah umum atau populer, tetapi nyatanya belum semua daerah memahami dan melakukan pembinaan terhadap cabang olahraga ini, terutama di daerah yang notabenenya daerah pelosok. Kegiatan ini dapat memotivasi para pelajar, meningkatkan daya tarik, mengembangkan potensi para pelajar, dan meningkatkan prestasi olahraga dalam mengikuti kompetisi Prokab, Proprov, hingga PON,” tambah Dinda saat diwawancarai via WhatsApp, Senin (9/11/2020). Ditanya ihwal kemenangannya, Dinda mengaku tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Pasalnya, poster ini hakikatnya adalah produk mata kuliah Kajian Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Sekolah Dasar. “Jujur, saya tidak pernah menyangka bisa menang karena awalnya cuma memenuhi tugas dan ikut berpartisipasi saja. Tapi, saya mulai optimis untuk menang setalah pengumuman lolos seleksi 20 besar. Dari situ saya dan teman saya menyiapkan materi yang akan dipresentasikan dengan sungguh-sungguh dan akhirnya berhasil mendapat juara tiga,” tutur Dinda. Atas pencapaian ini, Arina Restian, ketua Prodi PGSD mengaku bangga dan berharap kedua mahasiswa ini dapat terus mengasah potensi agar bisa bersaing pada jenjang yang lebih tinggi. “Alhamdulillah sangat bangga memiliki mahasiswa berprestasi. Saya ucapakan Selamat dan sukses atas kemenangan lomba poster Bapomi Jatim kepada Dinda Erlinda Durrotun Nafysah. Semoga bisa terus mengasah potensi dan kemampuan untuk bersaing secara nasional maupun International,” ungkap Arina. Capaian ini membuktikan formula SAL Experience yang merupakan akronim dari Student Active Learning Experience Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UMM berhasil menyajikan perkuliahan yang inovatif, kreatif, bermakna dan menyenangkan bagi mahasiswa. Hal inilah yang mendorong mahasiswa untuk terus mengukir prestasi. (*/can)
Rancang Alat Olahraga bagi Penyandang Tuna Daksa

DILATARBELAKANGI minimnya fasilitas olahraga bagi penyandang disabilitas, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang suatu alat rancang bangun untuk membantu olahraga bagi yang memiliki keterbatasan fisik (difabel). Alat ini diberi nama Difabel of Statis Health. Prinsipnya, alat olahraga ini memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan para penyandang difabel khususnya Tuna Daksa agar dapat melakukan olahraga dengan mudah. Olah raga merupakan aktivitas penting dalam hidup. Olahraga yang teratur dapat membantu tubuh tetap fit dan mengurangi resiko sakit. Ada banyak macam-macam olahraga saat ini diantaranya Olahraga Sepak bola, Bulutangkis, Berlari, Bersepeda, Bela Diri, Futsal, Catur, Tinju, dan lainnnya.Tetapi tidak semua masyarakat memiliki kondisi fisik yang sama dikarena adanya masyarakatkhususnyayang menyandang Tuna Daksa dan tidak dapat melakukan olahraga tersebut. Sayangnya, alat olahraga rata-rata dilakukanuntuk orang yang mempunyai fisik normal. Di Indonesia khususnya diKota Malang saat ini,berdasarkan penelusuran kelompk ini,100% tempat olah raga belum ada yang menyediakan tempat dan alat yang fokus terhadap mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau difabel. Kelompok yang seluruh anggotanya berasal dari Program Studi Teknik Industri ini dibimbing oleh Dian Palupi Restuputri, S.T., M.T. Berkat inovasi ini, kelompok yang terdiri dari Anggi Ramadhani, Muhammad Fahrul Islam, Alfina Damayanti ini berhasil memenangi (Juara 1) Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Kategori Umum Mahasiswa Nasional Tahun 2020 Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur. Di lomba yang digelar awal November ini, mereka mengusung karya tulis berjudul “Rancang Bangun Alat Difabel Of Statis Health sebagai Alat Olahraga Penyandang Tuna Daksa”. “Alat ini dikembangkan dari sebuah alat olahraga yaitu sepeda statis yang pada umumnya digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berolahraga. Alat ini akan dapat digunakan dan dioperasikan dengan mudah oleh orang penyandang Tuna Daksa. Jadi alat ini memiliki manfaat untuk membantu menjaga kesehatan Tuna Daksa, sehingga penyandang Tuna Daksa bisa melakukan olahraga dengan mudah,” kata Anggi, ketua kelompok dihubungi via WhatsApp, Jumat (13/11). Kelompok ini mengklaim alat ini sangat erginomis. Terdapat pedal dari kayu yang dilapisi spons dan kulit untuk kenyamanan berpijaknya kaki atau tangan. Ada dua pedal di bawah dan di atas. Terdapat juga roda yang digunakan untuk penggerak beban untuk bisa naik dan turun. Alat ini juga dapat diatur bebannya sesuai berat beban yang dikehendaki. Mulai dari 2 kilo gram hingga 5 kilo gram. Alat ini diatur dengan ketinggian disesuaikan agar mudah menaikinya. (can)
UMM Sabet 4 Gelar di KKCTBN 2020

Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil merebut kemenangan di 2 nomor lomba pada gelaran final Kompetisi Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2020, 5-7 November 2020. Kampus Putih yang diwakili Mekatronic Team 1 dan 2 masing-masing berhasil menjadi Juara 2 di kategori Performa Prototipe Kapal Fuel Engine Remote Control (FERC) dan Electric Remote Control (ERC), Juara katagori Best Prototype Kapal FERC dan Mekatronik 2 menjadi juara pada katagori tim terfavorit. Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang yang telah secara kompetitif dan sportif mengikuti kompetisi. Meski berada di kondisi yang serba terbatas di tengah Covid-19, ia mengaku puas dengan penyelenggaraan kedua kalinya di UMM, perhelatan yang merupakan agenda bergengsi Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud RI ini diadakan. “Kompetisi semisal KKCTBN ini akan memberikan dampak yang sangat positif bagi para peserta. Di masa depan, mereka akan lebih mudah mendapat pekerjaan dan mendapat penghasilan yang lebih tinggi. Karena acara semacam ini akan sangat membantu mobilitas mahasiswa di masa yang akan datang. Tentu kami akan senang jika UMM dilipih untuk ketiga kalinya sebagai tuan rumah,” kata Syamsul. Di sisi lain, Sekretaris LLDikti Wilayah VII Jawa Timur, Dr. Widyo Winarso, M.Pd. yang mewakili Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud RI menutup secara simbolik gelaran KKCTBN yang telah terselenggara sebanyak 7 kali ini. Setiap tahunnya, antusiasme kepesertaan semakin meningkat. Secara pribadi, Widyo bangga, banyak dari universitas dampingannya di LLDikti Jawa Timur yang masuk ke babak final. “Terimakasih kepada UMM atas kesukarelaannya menjadi tuan rumah gelaran KKCTBN 2020. Bahkan tadi disebut Prof. Syamsul, mengaku ingin menjadi tuan rumah untuk ketiga kalinya. Kami menyambut baik tawaran ini. Karena memang, tidak semua kampus memiliki karakteristik khusus (memiki arena lomba balap kapal cepat berupa danau dalam kampus, red.) seperti UMM,” katanya di Rayz Hotel UMM. (*/can)
KKCTBN 2020 di UMM Siap Ulang Kesuksesan Tahun Lalu

FINAL Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2020 digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 5-7 November 2020. Kegiatan ini hendak mengulang kesuksesannya dimana pada tahun 2019, UMM juga menjadi tuan rumah dan berhasil mendominasi kemenangan. Berbeda dari tahun sebelumnya, KKCTBN 2020 kali ini dilakukan daring dan luring. Dilaporkan Ketua Pelaksana KKCTBN 2020 di Kampus Putih UMM Zulfatman, M.Eng., Ph.D., lomba ini terdiri dari 3 kategori, Pada tahun ini, KKCTBN diikuti oleh tim 44 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia. Rinciannya, yakni 46 tim pada Kategori I (Desain Inovasi Kapal), 49 tim pada Kategori II (Performa Prototipe Kapal), dan 82 tim masing-masing jenis poster pada Kategori III (Poster). Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dalam sambutannya di pembukaan gelaran KKCTBN 2020 di Rayz Hotel UMM, Jumat (6/11) menyatakan bahwa dengan mengikuti kegiatan ini, para peserta telah mengasah dan menyiapkan diri untuk siap berkompetisi. Oleh karenanya, Fauzan mengajak kepada seluruh peserta untuk bisa memanfaatkan kesempatan semaksimal mungkin. “Saat ini saudara berkompetisi. Di masa yang akan datang, saya berharap saudara dapat menjadi ahli-ahli dari yang saat ini saudara lombakan,” kata Fauzan. KKCTBN 2020 ini merupakan kerjasama antara Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan mengambil tema Inovasi Teknologi Kemaritiman dalam Penanganan Covid-19. Tema ini diambil sebagai salah satu bentuk respon dan keterlibatan pendidikan tinggi di Indonesia dalam menangani musibah pandemi yang sedang terjadi saat ini. Sementara itu, Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional Asep Sukmayadi mengatakan KKCTBN 2020 ini merupakan salah satu agenda penting Pusat Prestasi Nasional, dalam kondisi era baru Covid-19 ini. Kontes ini merupakan wadah untuk mengembangkan inovasi bidang perkapalan yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari bidang ilmu terkait. Berdasarkan hasil evaluasi tahap I dan tahap II diperoleh finalis untuk masing-masing kategori. Untuk gelaran final dilaksanakan secara daring dan luring. Final daring dilakukan untuk Kategori I. Sedangkan final luring dilakukan khusus pada Kategori II, meliputi Autonomous Survace Vehicle (ASV), Electric Remote Control (ERC), dan Fuel Engine Remote Control (FERC). Pada tahap final luring ini dikuti oleh 15 tim terseleksi yang terdiri dari 8 institusi perguruan tinggi dengan rincian 5 Tim ASV, 5 Tim ERC, dan 5 Tim FERC. Sementara itu, untuk Kategori III tidak dilaksanakan babak final, namun berupa desk evaluasi satu putaran dan langsung memilih pemenang. “Penyelenggaraan KKCTBN 2020 ini adalah merupakan penyelenggaraan dengan kondisi dan situasi yang mengharuskan menyertakan protocol kesehatan sesuai kondisi Covid-19,” ungkap Asep Sukmayadi. (can)