Gagas Metode Cegah Kecemasan Pasien Berobat ke Rumah Sakit

MAHASISWA Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya metode untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan masyarakat dalam berobat ke rumah sakit. Gagasan yang diusung Sania Umazatul Amsa, mahasiswa semester 5 Program Studi Keperawatan ini memenangi kompetisi esay nasional keperawatan dengan menjadi juara pertama di ajang PIMANAS yang diselenggarakan Prodi Keperawatan Poltekkes Semarang awal November 2020. Gagasan yang diberi nama Electronic House Call berbasis Telemedicineini berangkat dari keprihatinannyaterhadapkecemasan dan ketakutan masyarakat dalam berobat ke rumah sakit. Kecemasan dan ketakutan itu dikarenakan mewabahnyaCovid-19. Jika ini dibiarkan, maka angka kematian bisa meningkat sebabseseorang,misalnya penyakit jantung terlambatditangani, maka pasien tersebut bisa tidak tertolong karena tidak tertangani oleh tenaga kesehatan. Selain itu, pihak rumah sakit sebetulnya sudah berupaya menerapkan protokol kesehatan yang sesuai serta memisahkan pasien isolasi Covid-19 dengan umum. Serta, himbauan demi himbauan juga dilakukan Pemerintah agar masyarakat tidak takut berobat ke rumah sakit. Namun, fakta yang terjadi hingga tujuh bulan terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia, masyarakat tetap tidak mau berobat ke rumah sakit. Di sinilah pentingnya diterapkan Electronic House Call berbasis Telemedicine ini. “Electronic House Call berbasis Telemedicine merupakan metode pelayanan kesehatan kunjungan rumah yang menggunakan teknologi dan internet untuk menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode ini cocok digunakan pada masa pandemi. Pasien yang harus melakukan kontrol rutin ke rumah sakit setiap bulannya namun takut terpapar virus, tidak mengharuskan pasien untuk datang ke rumah sakit,” terangnya dihubungi via WhatsApp (6/11). Metode ini membutuhkan laptop yang terinstal software, internet dan monitor vital sign. Sebelum melakukan konsultasi melalui video call, pasien harus melakukan kontrak waktu dengan petugas kesehatan karena pasien tidak dapat langsung melakukan video call untuk mencegah kelebihan sistem perawatan. Namun, apabila dalam keadaan darurat pasien dapat menghubungi langsung mendapatkan sistem pelayanan 24 jam yang langsung terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat. Sementara itu, Ketua Program StudiKeperawatanFIKES UMM, Nurlailatul Masrurohmengapresiasi temuan mahasiswanya ini. Nurlailatulmenambahkan, sistem ini sangatlah futuristik dan merupakan solusi dalam jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. “Saya kira harusnya setiap rumah sakit harus sudah memikirkan hal ini guna mengurangi dampak kecacatan dan kematian yang semakin tinggi,” ujarnya. Ia sekaligus merekomendasikan motede ini untuk bisa diterapkan oleh Pemerintah. (*/can)
Ana Fauzia Raih Juara 1 Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional

MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi. Kali ini Ana Fauzia, mahasiswa Fakultas Hukum UMM yang berhasil mengalahkan delegasi dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta lainnya se-Indonesia di ajang Pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional. Pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh The Platinum Skills Indonesia dan diikuti oleh 107 universitas se-Indonesia. Agenda final dan awarding Pemilihan Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional digelar di Ayola Tasneem Conventional Hotel, Yogyakarta (29-31 Oktober 2020) lalu. Peserta yang diundang hanyalah finalis yang mewakili Provinsi masing-masing. Ana berhasil mewakili Provinsi Jawa Timur setelah sebelumnya mengikuti seleksi di tingkat wilayah dan melalui beberapa tahap lomba. Di babak final, Ana berhasil mengalahkan delegasi top 3 dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, saat di tahap semifinal, seluruh peserta diminta untuk menawarkan program kerja yang nantinya akan dijalankan saat terpilih sebagai duta mahasiswa berprestasi. Ana memiliki usulan program kerja berupa sosialisasi kunjungan kerja. “Sosialisasi kunjungan kerja ini semacam kita berkunjung ke suatu instansi lalu mendengarkan arahan dan pengetahuan disana. Mentornya itu rencana program kerja yang saya buat diambil dari praktisi hukum,” kata mahasiswa angkatan 2018. Selama menempuh studi Kampus Putih UMM, Ana telah banyak menjuarai kompetisi. Utamanya kompetisi debat nasional. Misalnya saja Ana pernah Juara 1 Debat Ekonomi Nasional Manufair yang diadakan oleh Universitas Jember Tahun 2019, Participant of Fully Funded Program oleh Studec Malaysia-Singapore 2020, Best Honorable Mentions Delegate Bali International Model United Nations 2020 oleh Little Circle Foundations, serta beragam lomba lainnya di tingkat nasional. “Alhamdulillah, bersyukur banget. Wawasan selama kuliah dan berorganisasi di kampus turut membantu saya dalam menjawab pertanyaan para dewan juri. Alhamdulillah, dapat juara 1,” ungkap mahasiswa asal Pasuruan Jawa Timur ini. Pasca menang, Ana memiliki kewajiban untuk menjalankan program yang diusulkannya di ajang yang diselenggarakan lembaga kursus dan pelatihan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia ini. (can)
Lulusan D-3 Keperawatan UMM Langsung Kerja di Jepang

Untuk kesekian kali, Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Universitas Muhammadiyah Malang (DPVP-UMM) memberangkatkan 18 lulusan Prodi Keperawatan ke Jepang. Pemberangkatan kali ini bukan saja diikuti lulusan D-3, tapi juga S1 dan Profesi Ners. Sesampainya di Jepang, mereka akan ditempatkan di beberapa rumah sakit lansia sebagai care giver dengan masa kontrak 3 tahun. Sebenarnya, care giver merupakan kerja transisi. Tujuan utama pergi ke Jepang adalah berkarir sebagai Perawat bersertifikat internasional. Untuk itu, selepas masa kontrak, peserta harus mengikuti ujian sertifikasi profesi yang diselenggarakan pemerintah Jepang. Sejauh ini, sudah ada peserta yang telah berhasil mengantongi sertifikat internasional dan diterima bekerja sebagai perawat professional di rumah sakit umum Jepang. Melalui visi ini, diharapkan perjalanan karir lulusan keperawatan UMM bisa lebih berkembang dan berkesinambungan. Untuk mewujudkan visi ini, DPVP-UMM disupport oleh perusahaan penerima (Acceptance Officer, AO) yaitu Cooperative Fuku. Ini semacam holding company yang menghimpun puluhan rumah sakit yang ada di Jepang yang siap menerima lulusan UMM. Juga ada Sending Officer (SO) PT. Duta Mandiri Indonesia, yang tugasnya mengurus semua dokumen kerja ke Jepang, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang, dan International Test Center (ITC) yaitu sebuah lembaga yang menyelenggarakan ujian dan mengeluarkan sertifikat penguasaan Bahasa Jepang. Direktur DPVP-UMM, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si., Senin (2/11) menerangkan, bahwa pada tahun ini sudah dibentuk lembaga baru yaitu Outsourcing Training Center hasil kerjasama UMM dan PT. OS Selnajaya Indonesia. Lembaga baru ini fungsinya melatih dan menyalurkan angkatan kerja terdidik lulusan Perguruan Tinggi serta tenaga terampil lulusan SMK dan SMA. Skema pekerjaan yang menjadi prioritas pada tahun ini adalah care giver, karyawan hotel, dan restoran. “Program ini paling lambat dimulai awal tahun 2021,” tandas Tulus, di ruang kerjanya. Yessy Witantry, salah satu perawat alumni Prodi Keperawatan UMM yang berangkat ke Jepang dalam sambutan mewakili rekan sejawatnya mengatakan, bisa berangkat ke Jepang di tengah pandemic Covid-19 adalah mukzizat Allah. Pada awalnya, terlintas dalam benaknya bahwa tidak akan ada pemberangkatan pada tahun ini karena pandemi. Sebab dikabarkan pada bulan Maret ketika mengurus visa sehari setelahnya, mendapatkan telepon dari Konjen Jepang bahwa Jepang sedang lockdown. (*/can)
Kuliah Perdana HI UMM bersama Dubes Rizal Sukma

PROGRAM Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) menggelar Kuliah Perdana Virtual. Di hadapan lebih dari 400 mahasiswa baru Prodi HI UMM, Dr Rizal Sukma, MSc, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional 2016-2020 didapuk memberikan kuliah umum. Dalam paparannya Rizal Sukma mengungkap arti penting Inggris bagi Indonesia. Menurutnya, pertanyaan tentang apa arti penting sebuah negara penempatan adalah pertanyaan pertama yang harus dijawab oleh seorang duta besar maupun diplomat pada umumnya ketika ditempatkan di negara sahabat. Sebagai duta besar yang berkedudukan di London, Inggris, Dubes Rizal Sukma mengungkap setidaknya ada empat arti penting Inggris bagi Indonesia. Pertama, Inggris merupakan salah satu dari lima negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB). Posisi Inggris ini menunjukkan bahwa negara itu memiliki kapasitas dan kapabilitas power yang besar di dunia. Sekaligus penting bagi upaya pencapaian kepentingan nasional Indonesia yang saat ini menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB. “Arti penting yang kedua adalah Inggris merupakan negara dengan ekonomi terbesar kelima di dunia dan negara dagang terbesar kesepuluh di dunia. Hal ini penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi dengan Inggris,” ungkapnya, Senin, (2/11). Peneliti senior dan Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) 2009-2015 itu juga mengatakan bahwa bersama Indonesia, Inggris merupakan negara anggota G-20. G-20 sendiri merupakan forum bagi dua puluh negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Posisi ini menempatkan kedua negara memiliki hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang erat. Selain itu, Inggris merupakan negara dengan jaringan media terbesar di dunia, seperti BBC, Reuters, dan lainnya. “Tidak hanya media, Inggris juga memiliki lembaga pendidikan peringkat dunia seperti Oxford, Cambridge dan lainnya. Inggris juga menjadi basis berbagai organisasi internasional pemerintah maupun organisasi internasional non-pemerintah, seperti Amnesty International dan lainnya. Semua ini menjadi penting bagi pencapaian kepentingan nasional Indonesia,” papar dubes yang juga aktif di Persyarikatan Muhammadiyah itu. Sebagai dubes yang juga ditugaskan sebagai perwakilan tetap pada Organisasi Maritim Dunia atau International Maritime Organization (IMO), Inggris penting karena IMO berlokasi di negara itu. Menurutnya, IMO merupakan badan khusus PBB yang sangat penting bagi Indonesia, khususnya terkait kepentingan di bidang maritim. Karena itulah, sebagai dubes, pihaknya juga ditugaskan untuk memaksimalkan diplomasi maritim Indonesia di dunia internasional untuk mendukung tercapainya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Inggris telah terjalin selama lebih 70 tahun. Dalam kurun waktu itu, kedua negara memiliki hubungan dan kerja sama yang cukup erat di berbagai bidang, seperti ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, maritim, sosial budaya hingga pertahanan. Setidaknya ada enam irisan kepentingan nasional Indonesia dan Inggris. Irisan kepentingan nasional inilah yang menjadikan hubungan kedua negara relatif stabil tanpa adanya ketegangan yang berarti. Hal yang pertama adalah kedua negara sama-sama merupakan negara maritim. “Kondisi geografis sebagai negara kepulauan ini menjadikan laut sebagai prioritas kepentingan nasional bagi kedua negara. Laut merupakan aset ekonomi dan perdagangan. Sekaligus pula, keamanan dan keselamatan di laut menjadi perhatian bersama bagi kedua negara,” paparnya. Kedua negara juga memiliki kepentingan bersama di bidang perdagangan dan investasi. Inggris melihat Indonesia sebagai prioritas perdagangan dan investasi. Sebaliknya, Indonesia memandang Inggris sebagai negara maju mitra perdagangan strategis. “Sampai tahun 2016, Inggris merupakan sumber investasi terbesar kelima bagi Indonesia di berbagai bidang,” tambah peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) itu. Lebih lanjut, kedua negara juga memiliki irisan kepentingan di bidang pendidikan dan teknologi. Berbagai perguruan tinggi kelas dunia yang ada di Inggris, seperti Oxford, Cambridge, London School of Economic and Political Science dan lainnya miliki beragam kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, kedua negara adalah negara demokrasi. Keduanya memiliki komitmen yang sama tentang pentingnya perwujudan nilai-nilai demokrasi. Pria yang pernah mendapat penghargaan sebagai One of 100 Global Thinkers oleh Foreign Policy Magazine itu juga menegaskan bahwa Indonesia dan Inggris memiliki kepentingan yang sama terkait kawasan Asia Tenggara yang stabil. “Asia Tenggara yang stabil memudahkan Inggris untuk melakukan hubungan perdagangan dengan seluruh negara anggota ASEAN dan negara Asia Timur. Stabilitas di Laut China Selatan dan Selat Malaka sebagai arus utama lalu lintas perdagangan internasional menjadi penting,” ungkapnya. Terakhir, kedua negara yang memulai hubungan diplomatik sejak 1949 juga memiliki kepentingan dan komitmen dalam mengatasi masalah-masalah global, seperti isu perubahan iklim, kejahatan transnasional terorganisir, dan masalah global lainnya. Irisan kepentingan nasional yang sama inilah rahasia yang menjadikan hubungan kedua negara semakin kokoh yang terbangun melalui nilai-nilai persahabatan, saling menghormati, dan kerja sama. (*can)
Rektor UMM dan Napoleon Hill Foundation Bicara The Science of Success

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Napoleon Hill Foundation dan Napoleon Hill Indonesia menggelar talk show motivasional, Selasa (3/11), bertajuk Preview The Science of Success: Discover Your Definity Major Purpose, Embrace Your Success. Menghadirkan empat pembicara termasuk Rektor UMM Assoc. Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Pembicara lainnya yakni CEO of Napoleon Hill Foundation, USA Don Green; Founder and CEO of Napoleon Hill Foundation Indonesia Dato’ Muhammad Azhar, dan; CEO of PT MIR Engineering Capt. Aloysius Sigit H. Untuk diketahui, didirikannya Napoleon Hill Foundation berangkat dari semangat seorang Napoleon Hill. Napoleon Hill (26 Oktober 1883 – 8 November 1970) adalah seorang penulis Amerika Serikat beraliran pemikiran baru yang menjadi salah satu produser genre sastra kesuksesan pribadi modern pertama. Ia dianggap luas sebagai salah satu penulis buku bertopik kesuksesan terhebat. Bukunya yang paling terkenal, Think and Grow Rich (1937), adalah salah satu buku terlaris sepanjang masa. Ketika Hill meninggal tahun 1970, Think and Grow Rich telah terjual sebanyak 20 juta kopi. Rektor UMM Fauzan, dalam penyampaiannya di agenda yang diikuti sivitas akademika UMM secara daring dan luring ini menekankan, tidak ada orang di dunia ini yang tidak ingin sukses. Namun kesuksesan yang diharapkan diraih, khususnya oleh sivitas akademika UMM, harus kesuksesan yang beradab. “Banyak orang sukses tetapi tidak beradab. Artinya adalah kita ingin menempuh kesuksesan tetapi tidak boleh kehilangan humanisme, punya tanggung jawab peradaban. Inilah yang akan kita tekankan,” ungkap Fauzan di agenda yang disiarkan secara langsung di channel YouTube. Jadi, sambung Fauzan, berbicara kesuksesan menurutnya tidak saja hanya menggapai sesuatu titik, tetapi di dalamnya adalah sebentuk nilai kemanusiaan. Karena bagaimanapun, seseorang juga harus memiliki tanggung jawab dalam rangka untuk memperbaiki peradaban, khususnya peradaban bangsa. “Kita ingin menjadi bangsa yang beradab. Ada dua hal yang ingin kita targetkan, sukses dan beradab,” demikian pesan yang disampaikan Rektor UMM Fauzan di Auditorium BAU Kampus III UMM. Agenda ini secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa baru angkatan 2020. Memperkuat apa yang disampaikan rektor Fauzan, CEO of PT MIR Engineering Capt. Aloysius Sigit H. apapun yang seseorang lakukan harus memiliki makna bagi yang lain. Karena, kesuksesan yang diraihnya merupakan sebentuk pemberian Tuhan yang diditipkan kepadanya untuk membantu yang lainnya. “Saya sangat terinspirasi dari Mother Teresa tentang kesetiaan. Pertama setia kepada Tuhan. Berikutnya saya akan setia kepada kemanusiaan, saya akan setia kepada bangsa Indonesia, saya setia untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif. Itulah arti kesuksesan sesungguhnya,” katanya. Sementara itu, CEO of Napoleon Hill Foundation, USA Don Green saat menanggapi pertanyaan dari peserta tentang bagaimana agar suatu pekerjaan tidak ditunda-tunda. Menurutnya, suatu pekerjaan agar tidak ditunda-tunda kuncinya adalah dengan melakukan perencanaan. Perencanaan inilah, menurut Don Green, merupakan ciri kebiasaan dari orang-orang sukses. “Salah satu kunci orang sukses adalah apapun yang dia lakukan harus terencana dan memiliki tujuan yang jelas. Praktik menunda pekerjaan dan tidak punya tujuan adalah ciri orang tidak akan pernah sukses,” ujarnya. Di sisi lain, Founder and CEO of Napoleon Hill Foundation Indonesia Dato’ Muhammad Azhar dalam pemaparannya mengutip kata-kata mutiara BJ Habibie tentang kesuksesan. Disebutkannya kesuksesan membutuhknan konsistensi. Konsistensi di manapun bidang yang ditekuni. Karena konsistensi menjadi salah satu kunci sukses. “Apabila kamu sudah memutuskan menekuni suatu bidang, jadilah orang yang konsisten. Karena konsistensi adalah kunci keberhasilan yang sebenarnya. Tidak ada ceritanya seseorang bisa berhasil tanpa konsistensi atas keahliannya,” ungkapnya. (*/can)
Kisah Sukses Film Publicist di Kuliah Perdana Komunikasi UMM

Sukses sebuah film membutuhkan kerja kolaboratif yang kuat. Tak hanya dari kalangan film maker yang berlatar kompetensi sineas, tetapi juga tim promosi yang melibatkan kerja-kerja public relations (PR) dan pendekatan jurnalistik. Demikian salah satu poin Kuliah Perdana Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (2/11/2020). Kuliah yang dikemas dalam bentuk Communication Talk: Expert Sharing Session secara online ini menghadirkan narasumber alumni yang sukses di bidang promosi film Novi Hanabi dan seorang jurnalis Azizah Hanum. Novi adalah alumni Komunikasi UMM yang kini menjadi film publicist sekaligus co-founder dan COO GoodWork, Indonesia. Sedangkan Hanum adalah news anchor CNN Indonesia yang juga drummer Arah Band dan Cast Story of Kale. Diskusi bertajuk “Film Nggak Cuma Camera, Rolling, Action” ini dipandu moderator Rahadi, MSi. Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi UMM, Widiya Yutanti, mengatakan Kuliah Perdana ini terutama diperuntukkan bagi mahasiswa baru angkatan 2020. Tapi ketika tayang live di Youtube, ternyata jumlah viewernya di luar dugaan. “Sebenarnya untuk memotivasi dan memberi insight bagi mahasiswa baru. Alhamdulillah mereka sangat antusias. Tidak sampai sehari ditonton lebih dari 10 ribu viewers. Ini artinya peminat dunia Komunikasi sangat besar,” kata Widiya yakin. Dalam paparannya, Novi menekankan peran penting publicist dan marketing film. Selama ini pembahasan post production dari film lebih sering pada persoalan teknis, colouring, grading, editing, dan hal teknis lainnya. “Padahal proses memasarkan film itu juga sama penting dan challengingnya,” katanya. Dijelaskannya, berbeda dengan film publicist yang fokus pada media partnership, maka film marketing meliputi banyak hal, seperti media partnership, social media, distribution, activation, digital marketing, termasuk promotion contents. “Idealnya semua produk harus dipasarkan dengan cost 1:1 dengan biaya produksinya, termasuk film,” urai Novi yang tak hanya menangani film lepas tapi juga serial. Di Indonesia, lanjut Novi, perhatian pada promosi masih rendah. Film Indonesia masih banyak yang berorientasi pada produksi yang bagus secara konten, tetapi belum pada promosinya. Menurutnya, jika film mau sukses, maka budget promonya juga harus besar. “Proses produksi film membutuhkan budget besar, dan film marketinglah kerjasama dengan producer yang dapat menjadikan film laku, dan dapat mengembalikan cost production serta untung besar,” tutur Novi yang mengaku selalu tertantang ketika harus memasarkan film yang kurang bagus. Novi mengisahkan contoh suksesnya mempromosikan beberapa film. Antara lain NKCTHI (Visinema) yang tembus 2 juta lebih penonton. Film Dear Nathan Hello Salma (Rapi Film) sukses meraih 800 ribu penonton dalam waktu singkat. Lebih fenomenal lagi, Film Button Ijo juga dapat 800 ribu penonton hanya dalam waktu 22 menit. Sementara itu, Hanum membagi pengalaman keterlibatannya dalam beberapa film. Sebagai pemain band, dia sering terlibat baik tampil maupun mengisi sound tracknya. “Kalau soal acting, tidak sampai menuntut skill yang tinggi karena kebanyakan saya memerankan diri saya sendiri,” ungkapnya. Sebagai news anchor, Hanum melihat peran jurnalis dalam dunia film sangat besar. “Jurnalis bisa membangun society awareness pada film yang akan atau sedang tayang,” kata Hanum yang sejak kecil sudah terobsesi menjadi anchor karena terinspirasi sosok anchor seniornya, Desi Anwar. Hanum tak pernah melupakan pengalaman wawancara yang membuatnya deg-degan karena berhadapan dengan tokoh idolanya. Dia menyebut mewawancarai David Foster dan Menteri Luar Negri Retno Marsudi adalah pengalaman tak terlupakan. Kepada mahasiswa baru, kedua narasumber berpesan agar terus mengasah kemampuan dan menambah pengalaman. Selain itu, sejak awal harus membangun jaringan. “Bangun networking sejak sekarang karena itu sangat penting,” pungkas Hanum. Di era pandemi COVID-19 ini, Prodi Komunikasi UMM terus menyapa mahasiswa, alumni dan masyarakat umum. Melalui serial Communication Talk, prodi ini menghadirkan narasumber baik dari kalangan pakar, alumni, mahasiswa, hingga masyarakat awam yang memiliki pengalaman unik di bidang Komunikasi. “Kami memanfaatkan media sosial untuk terus membangun motivasi dan inspirasi agar tetap produktif. Pandemi tidak boleh menghalangi kita untuk terus menyapa dan membangun sinergi,” pungkas Ketua Prodi Komunikasi UMM, M Himawan Sutanto. (*/can)
Perkuat Ketahanan Pangan di Masa Pandemi dengan Hidroponik

ANGKA statistik kasus Covid-19 yang semakin hari semakin meningkat membawa kekhawatiran dalam banyak hal, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Kita sebagai masyarakat konsumen harus lebih berhati-hati dalam memilih bahan pangan yang akan kita konsumsi setiap harinya. Dosen dari Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ary Bakhtiar melaksanakan pengabdian bersama dengan dua mahasiswanya yakni, Arifiyan dan Fidela mengenalkan bertanam sayur dengan media hidroponik sederhana kepada anak-anak Panti Asuhan Ulil Absor, Kecamatan Dau, Malang, Senin (12/10). Hidroponik adalah sistem bertanam dengan menggunakan media air dan tambahan nutrisi. “Dengan bahan-bahan yang mudah di dapat kita dapat bertanam sayur sendiri yang kemudian nanti akan menghasilkan hasil panen sayur kita sendiri,” ungkap Ary Bakhtiar, selaku Dosen UMM sekaligus sebagai pengisi acara. Bahan seperti wadah bak air kecil, net pot, rockwool, kain flanel, penutup plastik impraboard, benih sayur, air dan nutrisi hanya sebagai contoh dari pemasangan hidroponik sederhana. Bahan tersebut dapat digantikan dengan bahan-bahan lain seperti bekas bungkus air mineral gelas, kain bekas atau ember dan lainnya. Selain mudah penerapannya hasil panennya pun aman untuk dikonsumsi. Antusias anak-anak Panti Asuhan UlilAsordalam belajar hidroponik sangat tinggi. Bahkan mereka berebutan pada saat sesi prakteknya. Muhammad Fajar Hiidayat selaku perwakilan Yayasan Panti Asuhan Ulil Absor menyampaikan rasa terimakasih kepada dosen dan mahasiswa Agribisnis UMM atas ilmunya.“Bermanfaat sekali,bisa buat kegiatan anak anak diwaktu senggang, juga hasilnya bisa untuk dikonsumsi sendiri atau bisa kami jual,” kata Fajar. Acara pengabdian ini bertujuan untuk mempertahankan ketahanan pangan rumah tangga mandiri.Dengan begitu harapannya dapat dilakukan dan dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari khususnya kebutuhan pangan.(*/can)
Lagi, UMM Jadi Tuan Rumah Kontes Kapal Cepat Nasional

PELAKSANAAN Kontes Kapal Cepat Tak Berawak (KKCTBN) merupakan salah satu agenda penting Pusat Prestasi Nasional pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia, dalam kondisi era baru Covid-19 ini. Kompetisi ini untuk mendukung pengembangan inovasi bidang perkapalan yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari bidang-bidang ilmu terkait. Setelah melewati beberapa kali penyelenggaraan, maka pada KKKCTBN tahun 2020 ini, penyelenggaraannya kembali dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 5-7 November 2020. Pada tahun 2020 ini kegiatan lomba diikuti oleh tim 44 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia dengan rincian 46 tim pada Kategori I, 49 tim pada Kategori II, dan 82 tim masing-masing jenis poster pada Kategori III. Berdasarkan hasil evaluasi tahap I dan tahap II akhirnya diperoleh finalis untuk masing-masing kategori. Untuk gelaran final dilaksanakan secara daring dan luring. Final daring dilakukan untuk Kategori I (Desain Inovasi Kapal Kesehatan) dan Kategori III (Poster Kapal Kesehatan-pengumuman). Sedangkan final luring dilakukan khusus pada Kategori II yaitu Lomba Pembuatan dan Performa Prototype, yang meliputi Autonomous Survace Vehicle (ASV), Electric Remote Control (ERC), dan Fuel Engine Remote Control (FERC). Pada tahap final luring ini dikuti oleh 15 Tim terseleksi yang terdiri dari 8 Institusi Perguruan Tinggi dengan rincin 5 Tim ASV, 5 Tim ERC, dan 5 Tim FERC. Penyelenggaraan KKCTBN 2020 ini adalah merupakan penyelenggaraan dengan kondisi dan situasi yang mengharuskan menyertakan protokol kesehatan sesuai kondisi COVID 19. “Oleh karena itu, even yang besar dan berkualitas ini harus dilaksanakan secara disiplin dan tetap berkualitas. Salah satu kebutuhan yang menunjang disiplin dan kualitas penyelenggaraan even ini adalah adanya protokol kesehatan dan panduan teknis lomba, yang secara detail menjelaskan seluruh tahapan lomba, dengan segala ketentuan-ketentuannya,” ungkap ketua pelaksana KKCTBN 2020 lokal UMM, Zulfatman, M.Eng., Ph.D. Harapannya adalah dengan adanya protokol kesehatan dan panduan teknis lomba ini, kata dosen Teknik Elektronika ini, akan membantu semua pihak yang terlihat dapat memahami standar kesehatan dan tahapan serta tata laksana lomba dengan sebaik mungkin, sehingga perlombaan dapat dilaksanakan secara aman, fair dan terbuka. Sebelumnya, pada tahun 2019, UMM berhasil mendominasi kemenangan dengan menyabet 3 gelar sekaligus. Pertama, peringkat 2 di 2 kategori sekaligus, yakni kategori ERC dan FERC. Kedua, nominasi tim favorit di kategori FERC yang dimenangkan oleh Team UMM I, UMM. Ketika itu, UMM tampil dengan performa terbaiknya. Team UMM 2 di kategori ERC mendapat raihan terbaik dengan skor akhir 120,678. Sedangkan Team UMM 1 di kategori FERC dengan skor akhir 121,379. Sementara di kategori ASV, UMM harus puas di posisi ke-14 dengan skor 10,8252. (can)
UMM Siapkan Skema KKN Dampingi TKI di Kinabalu

SEBAGAI salah satu kota utama di Malaysia, Kota Kinabalu menjadi tempat bertandang bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tidak heran, juga terdapat banyak TKI ilegal ikut mengadu nasib di kota ini. Ketidakmilikan kewarganegaraan membuat anak mereka tidak dapat mengenyam pendidikan formal di sekolah resmi Negeri Jiran ini. Melihat kondisi ini, Direktorat Penelian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (DPPM UMM) akan mengirim mahasiswanya ke wilayah Kinabalu khususnya daerah perkebunan kelapa sawit. Pengiriman mahasiswa ini dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang difokuskan pada pendidikan dan psikologis. “Mereka hanya bisa bersekolah di Community Learning Center (CLC), tempat pusat pembelajaran warga Indonesia bentukan pemerintah Indonesia. Sementara, sedikitnya tenaga pengajar di CLC dirasa belum mencukupi untuk menjamin pendidikan yang layak,” terang Prof. Dr. Yus Mochammad Cholily, direktur DPPM UMM, Selasa (30/7) Selain di aspek pendidikan, terdapat banyak masalah lain ditemukan. “Pelaksanaan CLC di sana masih sangat kurang layak. Bangunannya saja terbuat dari gedek dan seng. Pengajarnya juga hanya satu orang. Mereka perlu diedukasi dari segala macam hal seperti pendidikan, kesehatan, psikologis dan administrasi,” tambah Yus. Kegiatan ini telah dijembatani oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kinabalu. DPPM juga merencanakan KKN internasional ini akan dimulai pada tahun ajaran periode 2019/2020 semester mendatang. Sejauh ini, pihak DPPM UMM sedang menyusun pedoman-pedoman dan mencari dana sponsor untuk KKN ini. KKN Internasional UMM tahun ini saja sudah diikuti 97 mahasiswa. Dilaksanakan di enam negara yakni Turkey, Thailand, Malaysia, China, Kamboja & Taiwan. Para mahasiswa yang terseleksi ini akan mengabdi selama enam minggu dan menjalankan program di tiga bidang. Yakni bidang lingkungan, pendidikan dan kesehatan. (bel/can)
Lewat Outbond, Mobil Pintar UMM Bikin Dua Sekolah Ini Kompak

Mobil Pintar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (30/7), kali ini mengaspal ke Desa Kademangan. Yakni desa di wilayah Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Mobil berkonsep literasi inklusi ini, selain membuka lapak baca, juga menggelar psikotes dan outbond yang diselenggarakan khusus bagi para siswa SMP Dharmawanita 10 dan MTS NU GP Kademangan. Meski letaknya bertetangga dusun saja, keduanya teramat jarang melakukan kegiatan bersama. Hadirnya Mobil Pintar UMM melalui kegiatan outbond dan psikotes membuat keduanya kompak dalam kerja tim. Beberapa permainan yakni Bola Ranjau, Langkah Door dan Janggut Manis berhasil memacu kekompakan dan kebersamaan antara kedua sekolah ini. Kegiatan luar ruangan ini dipandu Lutfi Nurul Rosyidah. Azwa Hilwa Naqiya, mahasiswa Psikologi UMM yang memandu jalannya psikotes mengungkapkan, dari hasil asesmen (psikotes) bersama enam puluhan siswa, rata-rata siswa memiliki masalah di karir dan pendidikan. Menurut mahasiswa angkatan 2015 ini, hal ini disebabkan akses wilayahnya yang terbilang pinggiran. Sebagian dari siswa ini belum menentukan kemana dan akan bagaimana mereka di masa depan. Dari hasil asesmen ini, kata Azwa, pihaknya siap jika diminta untuk melakukan konseling kepada kedua sekolah. Sementara ini, laporan hasil asesmen akan diserahkan kepada bagian Bimbingan Konseling (BK) masing-masing sekolah dengan harapan ditindaklanjuti. “Meski laporan hasil asesmen ini sederhana, tapi bisa digunakan untuk penggalian dan penyelesaian masalah siswa,” katanya. Rian Aji selaku koordinator Bidang Pendidikan KKN 35 UMM menyatakan, dihadirkanya Mobil Pintar di tempat pengabdiannya bertujuan menumbuhkan minat baca. Sebab, keterbatasan anak-anak mengakses buku amatlah minim. Kalupun ada perpustakaan di sekolah, sebagian besar diisi oleh buku-buku tekstual pelajaran juga buku-buku sejarah yang sudah usang tak menarik minat siswa membaca, terlebih ke perpustakaan. Seperti pengakuan Ikhsan Nawawi, siswa kelas 11 MTs Nahdlatul Ulama’ GP Kademangan. Kehadiran Mobil Pintar di sekolahnya mampu menjawab pencariannya pada buku-buku baru dan bernuansa hiburan. Seperti novel dan buku-buku ensiklopedi berwarna. “Saya malas ke perpustakaan karena buku-buku di sana sekedar buku pelajaran. Tidak selengkap yang ada di Mobil Pintar ini,” begitu kata Ikhsan. Tak cuma sampai di sini, mobil yang dikenal juga dengan Mobil Kamis Membaca (KaCa) ini akan ekspedisi ke tempat dan lokasi khusus. Di antaranya ke lembaga pemasyarakatan (LP), wilayah dengan resiko bencana, daerah termarjinalkan, serta wilayah dengan tingkat literasi dan akses pendidikan terbatas. “Hal ini sebagai wujud bakti kami kepada bangsa melalui literasi,” sebut Ridho, koordinator Mobil KaCa. (can)