IKA UMM Gelar Reuni Ruang Rindu

IKATAN Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (IKA UMM) menghelat reuni yang mengangkat tema Ruang Rindu, Sabtu (27/7). Hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P, Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf, S.E, MMA yang juga ketua umum IKA UMM, Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah M.Si serta Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. Reuni ini merupakan salah satu agenda dalam rangka merajut kembali ikatan silaturahmi yang lama tidak terjalin karena jarak dan waktu. Setelah diresmikan melalui surat keputusan Rektor UMM, Irsyad dengan sigap melaksanakan koordinasi untuk menggagas beberapa langkah strategis bersama jajarannya.“Kami sudah canangkan ide-ide untuk mendukung kemajuan UMM ke depan,” tuturnya saat sambutan. Pria yang akrab disapa Gus Irsyad ini pun lantas berharap ke depan masing-masing provinsi memiliki cabang-cabang IKA UMM. Hal ini untuk mengkoordinir perluasan gerakan kebermanfaatan. Melalui skala yang besar, kebermanfaatan alumni UMM akan lebih terasa secara menyeluruh. Tentunya bagi kemajuan umat dan bangsa yang juga termaktub dalam visi dan misinya. Bupati Kutai Kertanegara, Edi juga menyampaikan rasa bangganya menjadi alumni UMM. Pada kesempatan tersebut pula, ia melakukan penandatangan nota kesepemahaman dengan UMM untuk bekerja sama mendirikan Pusat Pendidikan Vokasi di Kutai Kertanegara. “Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk menyebarluaskan semangat dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” ungkapnya. “Momen ini saat yang tepat untuk beraksi memberikan kebermanfaatan umat,” ujar Fauzan, Rektor UMM. IKA UMM musti menjadi garda terdepan yang menginisiasi berbagai upaya memajukan almamater Jas Merah Kampus Putih. Bagi Mendikbud Muhadjir, hadirnya IKA UMM dapat menjadi bagian strategis UMM untuk terus berkembang pesat. “Mungkin usia kita mentok 90 tahun. Tetapi mari berpikir seratus bahkan ribuan tahun ke depan untuk masa depan yang cerah, salah satunya melalui IKA UMM ini,” katanya. Di usia UMM yang ke-55 ini, Muhadjir berharap IKA UMM dapat terus menerus istiqomah memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. Persebaran alumni UMM di seluruh Indonesia, lanjut Muhadjir yang merupakan Rektor UMM periode 2008-2016 ini, semestinya dimanfaatkan dengan baik. Terkhusus bagi mereka yang tengah menjabat di pemerintahan, pengusaha dan di berbagi sektor lainnya. Seperti yang berdiaspora di dunia politik seperti Irsyad Yusuf yang tengah menjabat sebagai Bupati Pasuruan. Perhelatan dimeriahkan band kenamaan Indonesia yang sempat booming di era 2007, Letto. Grup musik asal Yogyakarta ini beranggotakan Noe sebagai vokalis, Patub sebagai gitaris, Arian sebagai bassis, dan Dhedot sebagai drummer. Beberapa lagu andalan yang dibawakan berhasil menghanyutkan suasana, di antaranya Sandaran Hati, Permintaan Hati, Sebelum Cahaya dan tentu pamungkasnya Ruang Rindu. (mir/can)
UMM-Kukar Teken Kerjasama Pendirian Pusat Pendidikan Vokasi

Momentum Reuni Aktivis dan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 90-95, serta Silaturahmi Ikatan Alumni (IKA) UMM, Sabtu (27/7), ditandai dengan penandatanganan nota kerjasama antara UMM dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam pendirian Pusat Pendidikan Vokasi. Drs. Edi Damansyah. M.Si, Bupati Kukar hadir langsung untuk menandatangi nota kesepemahaman yang disaksikan oleh Mendikbud Republik Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf, S.E, MMA yang juga ketua umum IKA UMM, serta Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. Berdasarkan data statistik, sumber daya alam (SDA) berupa minyak dan gas (Migas) yang merupakan sektor penyumbang ekonomi terbesar yakni 63%. Namun demikian, belajar dari negara lainnya yang mengalami kemunduran karena hanya mengandalkan SDA. Sehingga, Edi menilai perlu paradigma baru dalam proses membangun. Jika sumber daya yang tak terbarukan itu habis, sambung Edi, maka kita perlu menyiapkan sektor pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), yakni melalui Pendidikan,” ungkap Bupati Kukar di hadapan Alumnus Kampus Putih. Kerjasama ini, dinilai Edi, penting sebagai bentuk ikhtiar memajukan kualitas SDM Indonesia. Selain pemanfaatan lahan eks-tambang dan asset bangunan, ruang lingkup kesepakatan juga melakukan pengembangan pusat pendidikan vokasi di beberapa bidang. Di antaranya agrokompleks, teknologi informasi dan komunikasi, pariwisata, kesehatan manajemen logistik, hingga, pengembangan ekonomi kreatif. Pendirian dan pengembangan Pusat Pendidikan Vokasi dalam bentuk Politeknik ini memanfaatkan lahan dan aset eks-tambang milik Pemerintah Kukar. “Pemilihan lahan ini dimaksudkan agar stigma yang selama ini melekat di masyarakat bahwa lahan tambang yang sudah tak terpakai, bisa dimanfaatkan lagi,” terang Edi. “Pesan saya kepada seluruh elemen yang hadir saat ini, semoga bisa menanamkan Budaya Kerja atau Corporate Culture serta kedisiplinan yang baik kepada generasi selanjutnya. Hal ini dimaksudkan menuju bangsa yang lebih baik,” tutur Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P yang juga Wakil Ketua Badan Pembina Harian UMM. “Kerjasama ini bisa terjadi karena adanya peran aktif dari Ikatan Alumni UMM yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim). Terima kasih atas segala kontribusi yang telah diberikan. Semoga silaturahmi ini semakin memperluas serta menguatkan kebermanfaatan para alumni di seluruh pelosok Indonesia,” pungkas Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd. (riz/can)
UMM Resmi Buka Prodi Profesi Fisioterapi

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) memperoleh Surat Keputusan (SK) izin operasional Program Studi (Prodi) Profesi Fisioterapi, Jumat (26/7). SK dengan nomor akreditasi 0218/LAM-PTes/Akr/Sar/IV/2019 diserahkan langsung oleh kepala LL-DIKTI Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA kepada wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si, di UMM. Kehadiran Prodi Profesi Fisioterapi sekaligus melengkapi program pendidikan keprofesian di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM. Setelah sebelumnya Prodi Profesi Ners dan Prodi Profesi Apoteker. Pendirian ini didasarkan pada surat permohonan Rektor UMM nomor E.1.c/970/UMM/X/2018 dan Surat KOPERTIS Wilayah VII nomor 1882/K7/KL/2017. Dengan diperolehnya izin operasional Prodi Profesi Fisioterapi ini, UMM menjadi Universitas pertama di Jawa Timur yang memiliki prodi tersebut . “Selamat kepada UMM, saya berharap dengan diberikannya izin pada Prodi yang ke-56 ini akan membuat UMM semakin maju ke depannya,” ujar Suprapto di Ruang Sidang Rektorat saat memberikan sambutan. Melalui nomor akreditasi 0218/LAM-PTes/Akr/Sar/IV/2019, Prodi Fisioterapi FIKES UMM baru-baru ini juga mendapat skor akreditasi baik, yakni B. “Kehadiran Program Studi Pendidikan Fisioterapis Program Profesi pada Universitas Muhammadiyah Malang menjawab pertanyaan para alumni strata I Fisioterapi di manapun,” ungkap Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si, di UMM. Proses pembelajaran pada Prodi Profesi Fisioterapi ini akan berlangsung selama tiga semester dan mulai membuka pendaftaran bagi mahasiswa strata I Fisioterapi pada tes gelombang III (15 Juli – 22 Agustus 2019) . Diharapkan dengan dibukanya prodi ini secara resmi, dapat membantu para lulusan strata I Fisioterapi menuju ke jenjang selanjutnya. “Ketersediaan Program Profesi Fisioterapi di Indonesia yang terbatas mengakibatkan lulusan Strata 1 Fisioterapi tidak diperbolehkan bekerja. Dengan hadirnya Prodi Profesi Fisioterapi di FIKES UMM, alumni Fisioterapi UMM tidak perlu ke mana-mana,” terang Ketua Program Studi yang merupakan ketua tim taskforce pendirian profesi Fisioterapi, Atika Yulianti, SST., Ft., M.Fis. Sementara di Indonesia sendiri, selain Kampus Putih, setidaknya baru lima perguruan tinggi yang memiliki program Profesi Fisioterapi. Di antaranya Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Solo, Universitas Udayana Bali, Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar, serta Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Selain sarana dan prasarana sebagai syarat instrumen pendiriannya, juga dibutuhkan 12 staf pengajar yang berlatar belakang Sarjana Fisioterapis dan Master Fisioterapis dengan latar belakang biomekanik; olahraga; Keamanan, Kesehatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta lainnya. “Alhamdulillah, sudah terpenuhi semua,” terangnya Atika usai pemberian SK. “Didirikannya pendidikan program Profesi Fisioterapi sebagai tantangan, juga lahan kami untuk menjadikan Fisioterapi lebih berkembang lagi. Mahasiswa juga diharapkan mengenalkan Fisioterapi ke daerah-daerah. Karena bagaimanapun di Jawa Timur sendiri, jumlah Fisioterapis ini sangat terbatas, tidak seperti di daerah-daerah lainnya,” ungkapnya. (shi/can)
Mobil KaCa di Donomulyo: Dorong Siswa Kuliah hingga Beri Inspirasi Wirausaha lewat Kelas Barista

Ada dua dilema yang secara umum dialami siswa kelas 3 SMA, khususnya di daerah pinggiran. Yakni memilih melanjutkan pendidikan atau bekerja. Hal ini juga yang dirasakan oleh siswa kelas 12 MAN 3 Malang, Donomulyo, Kabupaten Malang. Dari hasil tes kepribadian yang diberikan tim Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sebagian besar siswa belum menentukan pilihan pasca lulus sekolah. Melihat kenyataan tersebut, mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 79 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Mobil Kamis Membaca (KaCa) UMM menyambangi MAN 3 Malang. Dalam kesempatan itu, selain hadir dengan menyediakan berbagai koleksi buku, Mobil KaCa UMM kali ini menghadirkan dua program khusus, yaitu kelas Barista dan konsultasi Psikologi. Menghadirkan Helmi Mahendra, mahasiswa UMM yang merupakan owner Becak Kopi Keliling atau becak Koling sebagai pembicara pada kelas Barista. Ia menceritakan pengalamannya bersama kedua temannya membangun bisnis becak Koling di saat masih berkuliah. “Pada awalnya saya malu, teman-teman saya pulang kuliah bisa nongkrong, kok saya malah mendorong becak untuk berjualan kopi,” ceritanya. Meskipun jurusan yang ditempuh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tidak linier dengan bidang bisnis yang digeluti, tidak menciutkan nyalinya. Bahkan ia lebih termotivasi untuk mencari peluang. Helmi memberikan tips kepada siswa-siswi membagi waktu kuliah dengan berbisnis. Menurutnya, kuliah harus tetap diutamakan karena sudah tugas utamanya dan penuntasan tanggungjawab kepada orang tua. “Bisnis tidak boleh mengganggu kuliah, meskipun sudah tau rasanya mendapatkan uang sendiri, ya tetap yang diutamakan kuliah. Saya menentukan jam untuk bekerja disaat tidak ada jadwal kuliah. Kalau lagi banyak tugas, saya bisa kerjakan di becak saya,” lanjutnya. Diakhir, Helmi memberi pelatihan pembuatan es kopi susu dan sosialisasi berbagai macam kopi. Juga pembagian jenis dan cara menyajikannya. Peserta terlihat antusias dari saat ikut mempraktekkan pembuatan es kopi. “Yang saya tahu ya mengudek kopi. Tidak tahu kalau ternyata bikin kopi juga ada alatnya, ada takarannya, ada tata caranya. Jadi kelas ini merupakan pengalaman baru bagi saya. Saya juga baru tahu kalau kopi ada macamnya. Yang saya tahu ya kopi saschet yang di jual di warung kopi,” jelas Fitria, salah satu siswa kelas 12 jurusan Tata Boga. Humas MAN 3 Malang, Mukhlis, S.Pd mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi sekolahnya. Terlebih MAN 3 Malang sendiri merupakan lembaga reguler yang menginovasikan diri dengan pendidikan vokasi. Kelas ini menurutnya dapat memberikan inspirasi kepada anak-anak untuk berwirausaha. Selain itu, melalui tes kepribadian, para siswa juga diharapkan terdorong melanjutkan pendidikannya. “Karena memang banyak murid kami yang tidak melanjutkan kuliah. Tahun lalu tercatat dari 160 siswa yang lulus, hanya 8 orang yang melanjutkan kuliah. Jadi saya berharap dengan adanya dua program yang diadakan UMM melalui Mobil KaCa-nya ini, siswa kami dapat terbuka pikirannya. Bahwa ada banyak pilihan yang bisa dilakukan meskipun harus sibuk dengan berbagai aktivitas perkuliahan,” sebut Mukhlis. (bel/can)
UMM Kirim Mahasiswa Ikut Short Course ke Taiwan

Asia University 2019 Summer Program di Taiwan kembali dilaksanakan. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirimkan sembilan mahasiswanya dari Fakultas Psikologi mengikuti kursus singkat di sejumlah bidang. Mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok pemberangkatan. Gelombang pertama 1-15 Juli dan gelombang kedua 16-30 Juli. Ialah Santhia Roya Fauziah, Dita Fomara Tuasikal, Sri Wahyuni dan Ivan Jati Kusuma di gelombang pertama. Sedangkan gelombang kedua diikuti oleh lima orang yakni Alfina Diana Irfani, Rizka Widianti, Andi Afliniasari Ainun Nabila F, Andi Zainuddin Japeri, dan Bintang Sasmita Wicaksana selaku koordinator rombongan mahasiswa UMM. “Sebelum memberangkatkan mahasiswa ke Taiwan, Fakultas Psikologi melakukan seleksi internal. Hasilnya ya mahasiswa yang saat ini kita kirim,“ ungkap Dekan Fakultas Psikologi, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Kelompok gelombang pertama fokus belajar ke pemberdayaan komunitas. Seperti kelompok lukis, tempat pembuatan kue, dan lainnya. Di sini mereka mencari di mana letak modal kekuatan untuk melihat potensi pengembangannya. Sedangkan di gelombang kedua, lima orang mahasiswa UMM berfokus pada pelayanan kesehatan lansia. “Mereka ikut merawat dan belajar pelayanan kesehatan lansia sama seperti yang diajarkan Posyandu Indonesia,” terangnya. Diselenggarakannya short course ini bermula dari pertemuan Fakultas Psikologi dengan pihak Asia University di sebuah pameran pendidikan yang diselenggarakan di Kota Surabaya. Pihak UMM kemudian membuka obrolan kerjasama. Dari hasil perbincangan itu berlanjut dengan kesepakatan kerjasama melalui program pertukaran mahasiswa. “Pihak Asia University sendiri belum siap untuk mengirim mahasiswa ke sini (UMM) karena mendadak,” kata Salis. “Melalui program Internasional seperti ini, saya harapkan agar anak-anak kita mempunyai pengalaman baru, dan nantinya benar-benar bermanfaat untuk mereka dan bisa diterapkan di lingkungan,” ungkap Salis, Kamis (25/7) siang. (riz/can)
Mahasiswa UMM Inisiasi Festival Pasar Apung Senggreng

Momentum Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) biasanya dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi lokal. Misalnya yang dilakukan Kelompok KKN 120 UMM di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung. Desa Senggreng memiliki potensi wisata alam yang dapat dikembangkan yaitu Danau Kromoleo. Salah satunya didorong lewat “Festival Pasar Apung Senggreng”. Festival Pasar Apung ini merupakan kegiatan yang berbentuk pasar apung bercirikan tradisional. Muhammad Luthfi Kurniawan, koordinator desa KKN 120 UMM menjelaskan, kegiatan ini nantinya menjadi etalase bagi potensi-potensi yang ada di Desa Senggreng. Harapannya agenda ini dapat berkelanjutan dan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. “Desa Senggreng memiliki potensi wisata di bidang budaya, dan alam khususnya dalam bidang perairan. Dengan banyaknya kekayaan ini, kami akan menampilkan secara keseluruhan kekayaan yang ada di Senggreng, dalam satu kegiatan festival ini. ” ujar Luthfi (18/7). Dijadwalkan, Festival Pasar Apung Senggreng di adakan 4 Agustus 2019 mendatang. Festival ini sendiri mengusung tema “Perekonomian Tempo Dulu”. Sutopo selaku PJ Kepala Desa Senggreng berharap masyarakat Desa Senggreng turut berpartisipasi dalam kegiatan festival ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiasi mahasiswa UMM membuat Pasar Apung Desa Senggreng. Terlebih diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. dan Wisatawan luar diharapkan turut berpartisipasi dalam bentuk serangkaian kegiatan festival ini,” ujar Sutopo. Gelaran ini bakal diiringi alunan instrumen musik gamelan sebagai penguat nuansa Jawa. Selain itu juga terdapat lapak dagang di atas perahu. Mulai dari olahan kuliner khas yang menjual makanan, minuman tradisional, hasil perikanan, kerajinan, dan kekayaan alam Senggreng lain. Proyek pemberdayaan yang didampingi Ilyan Nuryasin, S.Kom, M.Kom sebagai dosen pendamping lapangan KKN 120 UMM ini juga akan dimeriahkan Tari Topeng Tradisional Senggreng, nyanyi Kroncong dan beberapa pertunjukan budaya tradisional lainnya. (can)
Tes Masuk Profesi Apoteker dan Ners UMM Berbasis Komputer

Tak mau ketinggalan dengan pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tingkat strata 1, prodi Profesi Apoteker dan Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuka pendaftaran untuk calon mahasiswa baru 2019. Berlokasi di Kampus II UMM di Jalan Bendungan Sutami diikuti oleh ratusan calon mahasiswa, (23-24/7). Kali ini, terdapat tiga jenis tes yang harus dilalui oleh calon mahasiswa baru. Yakni tes bidang keilmuan, psikotes dan tes wawancara. Seluruh rangkaian tes ini akan dilakukan dua hari berturut-turut. Hari pertama difokuskan pada tes bidang keahlian dan juga psikotes. Sedangkan hari kedua tes masuk difokuskan pada tes wawancara. Sedikit berbeda dari tahun lalu, untuk tes bidang keilmuan saat ini menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Hal ini dilakukan agar pelaksanaan tes lebih efisien dan sekaligus sebagai modernisasi. Karena jumlah computer yang masih terbatas yakni 95 unit saja, maka untuk tes bidang keilmuan ini dibagi menjadi tiga sesi ujian. “Meskipun para peserta didominasi oleh lulusan S1 UMM, namun tak sedikit pula lulusan dari perguruan tinggi lain. Baik negeri maupun swasta. Seperti Universitas Negeri Malang hingga Universitas Hassanudin Makassar,” terang Siti Rofida, S.Si., M.Farm., Apt. selaku ketua panitia UTBK Prodi Profesi Apoteker dan Ners. Prodi profesi apoteker sendiri masih menjadi favorit dengan ratusan peserta yang mendaftar. Hal ini dikarenakan di Indonesia hanya ada sekitar 43 institusi pendidikan yang membuka Prodi Profesi Apoteker dari 240 Perguruan Tinggi Farmasi (PTF) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali Jawa Timur sendiri. “Dengan adanya tes berbasis sistem UTBK ini diharapkan kami mendapat mahasiswa untuk lulusan apoteker dan Ners yang benar-benar berkualitas dan kompeten, karena memang yang menentukan kelulusan mereka adalah uji kompetensi,” terang Siti Rofida yang sekaligus menjabat sebagai wakil dekan 1 Fakultas Ilmu Kesehatan UMM. Untuk diketahui, bahwa tes gelombang III UMM juga akan dilakukan melalui sistem UTBK dan dilakukan dalam dua tahap. Tahap 1 yakni 14-18 Agustus, dan tahap 2 dilaksanakan 19-23 Agustus. Seluruh proses seleksi akan dilakukan di sejumlah laboratorium komputer di Kampus III UMM Jalan Raya Tlogomas. (zak/can)
Spray Anti Nyamuk Alami untuk Cegah Demam Berdarah

Tingginya angka penderita demam berdarah di wilayah ini mendorong sekelompok mahasiswa ini ciptakan spray anti nyamuk alami. Adalah mahasiswa kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 10 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Jambesari, kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang meramu spray anti nyamuk dari bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. “Ide kami membuat spray anti nyamuk dengan bahan alami ini untuk mencari solusi sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada lotion dan spray pembasmi nyamuk pabrikan. Yang notabene banyak mengandung bahan-bahan zat kimia yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Di antaranya beresiko menyebabkan gangguan pernapasan,” terang Dinda Muni Nurhandini, anggota Divisi Kesehatan KKN 10 UMM. Diciptakannya spray ini juga sebagai solusi bagi masyarakat yang alergi dan sensitif terhadap lotion anti nyamuk. Spray ini terbilang alami, karena memanfaatkan potensi pembudidayaan buah jeruk di Desa Jambesari belum mampu termanfaatkan dengan baik. “Fogging dan program 3M plus juga belum cukup efektif untuk mengurangi penyebaran penyakit mematikan ini,” ucap Dinda Muji selaku pencetus ide. Bahannya sendiri terdiri dari serai, kulit jeruk dan cengkeh. Sereh terbukti dapat mengusir nyamuk. Sementara aroma kulit jeruk tidak disukai oleh nyamuk karena terdapat senyawa limonene di dalamnya. Juga bunga cengkeh yang terbukti mempunyai senyawa bioaktif terhadap adanya serangga. “Semua bahan mudah didapatkan dan harganya terjangkau,” ucap Refa Maulana selaku koordinator divisi kesehatan dan lingkungan. Pembuatan spray ini merupakan salah satu program kerja dari divisi kesehatan dan lingkungan kelompok KKN 10 UMM. Atik selaku kepala Posyandu Desa Jambesari yang lantas mengapresiasi langkah inovatif kelompok mahasiswa UMM ini. Menurutnya, produk ini berpotensi menjadi produk unggulan desanya. “Kami berterimakasih atas temuan berharga mahasiswa UMM di desa kami,” ungkap Atik. (zak/can)
Film Mahasiswa UMM Raih Ide Cerita Terbaik di FFMI 2019

Film pendek karya mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih penghargaan dalam Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2019. Tim UMM memenangi kategori “Ide Cerita Terbaik” yang diselenggarakan di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Lampung, Sabtu (20/7). Melalui film “Kim Soo Ri”, kelompok praktikum Route Cinema yang diproduseri Eka Aprilda Astrid ini berhasil maju di putaran final gelaran FFMI 2019. Dari ratusan film yang turut serta, Kim Soo Ri berhasil masuk ke 60 besar terbaik dan berlanjut ke tahap 20 besar. Di sana mereka mempresentasikan film yang dibuat tahun 2017. Selain itu, film ini berhasil masuk dalam 5 kategori nominasi dari 10 kategori penghargaan yang diperebutkan. Di antaranya Aktris Film Mahasiswa Terbaik, Penata Musik Film Mahasiswa Terbaik, Ide Cerita Film Mahasiswa Terbaik, Penyunting Gambar Film Mahasiswa Terbaik, hingga Film Mahasiswa Terbaik. Septiani Lukita, sutradara sekaligus script writer film mengungkapkan, pesan yang terkandung dalam film ini sesuai tema FFMI tahun ini yakni “Indonesia Gemilang”. Film berdurasi 10 menit menceritakan tentang betapa banyaknya kebudayaan Indonesia yang patut dilestarikan di tengah terpaan budaya luar (K-pop) di Indonesia. Sebelum diikutkan lomba, film Kim Soo Ri punya durasi 15 menit. Sementara, panitia FFMI mensyaratkan film berdurasi maksimal 10 menitan. Lukita mengaku syarat ini menjadi tantangan terbesar buat timnya. Alhasil, ia harus memotong beberapa scene, dengan tanpa mengurasi esensi yang ingin disampaikan. “Ini merupakan suatu kebanggaan untuk kami. Karena ini baru pertama kalinya kami mengikuti festival film di tingkat nasional. Semoga ini menjadi start awal yang bagus baik untuk Route Cinema dan juga dapat memicu mahasiswa lainnya untuk dapat menghasilkan sebuah karya film yang inspiratif,” ungkap Lukita (23/7). “Saya harap ini dapat menjadi pemicu untuk mahasiswa lain agar dapat melahirkan karya film yang berkualitas selanjutnya. Serta dapat memicu mahasiswa dalam melakukan riset yang sedang berkembang di masyarakat, sebelum diaplikasikan dalam sebuah film,” terang Rahadi M.Si selaku pembimbing. (zak/can)
Gemerlap Lilin Warnai Perhelatan Misbar Masyarakat Sumberoto

KELOMPOK Kuliah Kerja Nyata (KKN) 79 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Sumberoto Kecamatan Donomulya, Kabupaten Malang menghadirkan hiburan gratis berupa layar tancap. Media hiburan yang pada era 80-90 an dikenal dengan Misbar (Gerimis Bubar), dikemas dengan nama Mobil Bioskop Keliling (Bioling) UMM Goes to Sumberoto. Acara yang digelar Minggu (21/7) mulai pukul 19.00 tersebut menyuguhkan dua judul film yang bertemakan motivasi. Tidak hanya nonton film, kegiatan tersebut juga diisi dengan kuis seputar film yang ditayangkan dan dibarengi dengan acara peresmian pelaksanaan KKN 79 UMM di Desa Sumberoto, selama satu bulan ke depan. Masyarakat bernostalgia terhadap kebiasaan lama yang saat ini sudah jarang kita jumpai yaitu budaya nonton layar tancap. Bioling UMM hadir dengan kemasan anyar tanpa menghilangkan esensi dari layar tancap itu sendiri. “Selain menjadi media hiburan kegiatan tersebut menjadi ajang silahturahmi antar masyarakat Desa Sumberoto,” kata Rino Anugrawan, koordinator Mobil Bioling UMM. Ajang silahturahmi ini dipermanis dengan gemerlap lilin yang dipegang oleh masyarakat yang hadir malam itu. Suasana gelap dan dingin seketika menghangat karena gemerlap lilin dan keguyuban masyarakatnya. “Kami mengkonsep kegiatan ini tidak hanya sebatas nonton bareng, namun juga sebagai ajang pendekatan kepada masyarakat setempat,” ujar Haikal Hidayat, Koordinator Desa Kelompok KKN 79 UMM. Acara ini di dusun Kali Sangkrah tepatnya di perempatan depan rumah kepala desa Sumberoto. Antusiasme masyarakat yang begitu besar dibuktikan dengan jumlah masyarakat yang hadir mencapai kurang lebih 350 orang yang terdiri dari berbagai kalangan usia. Acara dibuka dengan sambutan oleh Budi Utomo, S.E. selaku kepala desa Sumberoto. Sebelum pemutaran film dimulai, seluruh masyarakat yang hadir diarahkan untuk mematikan lilin yang sudah di berikan sebelumnya, berbarengan dengan pemotongan pita oleh kepala desa sebagai tanda dimulainya KKN 79 di Desa Sumberoto dan sekaligus menjadi penanda diputarnya film 5 CM. “Film 5 cm menggambarkan bahwa setiap hal yang ingin kita raih haruslah disertai dengan perjuangan. Kita harus percaya bahwa usaha tidak akan menghianati hasilnya. Tidak hanya tentang perjuangan, namun film ini juga mengandung pesan persahabatan,” ungkap Kepala Desa Sumberoto Budi Utomo, S.E. Masyarakat Desa Sumberoto terlihat begitu menikmati film yang ditayangkan. Terlihat dari keseriusan yang ditunjukkan oleh penonton pada setiap adegan dalam film tersebut. Tanggapan mayarakat dari kegiatan inipun terbilang cukup positif. Terbukti lewat wawancara bersama salah satu masyarakat seusai pemutaran film. “Terimakasih atas kehadiran adik – adik KKN untuk menghibur masyarakat disini sangat menghibur sekali dan sangat terimakasih, dan masyarakat sini semua menerima kedatangan adik-adik KKN. Mudah-mudahan kedatangan adik-adik KKN bisa menjadi motivasi anak-anak ke depan,” ungkap Sukamsi, Warga Sumberoto. Sebelum acara Bioling UMM Goes To Sumberoto ditutup, kuis seputar film yang diputar diberikan dipenghujung acara. Dengan tujuan sebagai bentuk apresiasi untuk masyarakat yang telah menyaksikan film dari awal hingga akhir. Berbagai doorprize menarik diberikan kepada mereka yang dapat menjawab pertanyaan Sementara itu, Jamroji, M.Comms, Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 79 KKN UMM di Donomulyo menyatakan bahwa kegiatan nonton layar tancap ini dimaksudkan untuk menghibur dan sekaligus mengedukasi masyarakat. Yakni tentang pentingnya generasi muda sekarang memiliki semangat dan motivasi yang kuat untuk menghadapi era Indutri 4.0. (can)