Panggung Kreasi Seni dan Rekreasi Meriahkan KKI dan Abdidaya UMM 2025

Malangpariwara.com – Pelaksanaan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 4–6 Desember berlangsung sangat meriah. Rangkaian acaranya tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menghadirkan berbagai hiburan serta aktivitas rekreatif bagi seluruh peserta. Momen tahunan ini menjadi ajang yang mempertemukan kreativitas, inovasi, dan kebersamaan dalam satu perhelatan besar. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Panggung Kreasi Seni yang menjadi pusat hiburan selama acara berlangsung. Peserta yang menunggu giliran berlomba dapat menikmati berbagai penampilan, seperti musik akustik, tarian, hingga pertunjukan kreatif dari mahasiswa. Selain itu, ada sesi karaoke terbuka yang menjadi favorit karena mampu mencairkan suasana dan membantu mengurangi ketegangan. “Nunggu lomba jadi nggak tegang, soalnya kita bisa ikut karaoke bareng teman-teman. Seru banget!” ujar Indah, salah satu peserta. Di area yang sama, sejumlah stand UMKM turut meramaikan suasana dengan menyajikan aneka makanan dan minuman. Pengunjung bisa menemukan hidangan tradisional Jawa, camilan kekinian, hingga minuman segar yang cocok dinikmati saat cuaca cerah. Kehadiran UMKM ini tidak hanya menambah kenyamanan peserta, tetapi juga menjadi wujud dukungan UMM terhadap pelaku usaha lokal. Keseruan bertambah karena salah satu venue KKI tahun ini berada di Taman Rekreasi Sengkaling, destinasi wisata milik UMM. Banyak peserta memanfaatkan waktu luang mereka untuk mencoba berbagai wahana, terutama bebek air yang menjadi daya tarik utama. Nuansa alami dengan pepohonan rindang juga membuat suasana terasa menyejukkan. Indah pun menambahkan, “Bisa lomba sambil rekreasi itu pengalaman yang jarang. Rasanya capek hilang, apalagi kalau lihat pemandangan Sengkaling yang adem.” Dengan perpaduan kompetisi teknologi, pertunjukan seni, kuliner UMKM, hingga kegiatan rekreasi, KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 sukses menghadirkan atmosfer yang bukan hanya kompetitif, tetapi juga penuh keceriaan, kreativitas, dan kebersamaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi dapat berjalan selaras dengan hiburan serta pengalaman sosial yang hangat. (Djoko W/Ainun)

Abdidaya Ormawa 2025 Resmi Ditutup, Wamendikti Ajak Mahasiswa Terus Berkarya untuk Negeri

MALANGRAYA.CO– Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 resmi ditutup pada Sabtu (6/12/2025) di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kompetisi inovasi maritim dan program pengabdian masyarakat untuk pertama kalinya dipadukan dalam satu panggung besar. Panitia Penyelenggara KKI Abdidaya Ormawa 2025, Mochammad Wachid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan. “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Bagi yang belum berhasil, percayalah bahwa proses panjang dan pembelajaran yang kalian dapatkan jauh lebih berharga daripada sekadar piala,” ucapnya. Wachid menutup sambutannya dengan menyampaikan pesan motivatif kepada seluruh delegasi. Ia menegaskan bahwa penutupan kegiatan ini bukan merupakan akhir dari perjalanan mereka, melainkan awal dari babak baru sebagai generasi muda yang kelak memegang peran penting dalam kepemimpinan bangsa. “Teruslah berinovasi dan berkarya, karena Indonesia menunggu kontribusi kalian berikutnya,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Prof. Dr. Fauzan, menegaskan bahwa capaian mahasiswa dalam ajang tersebut merupakan modal penting guna menghadapi tantangan ke depan. “Acara ini bukan akhir perjalanan, melainkan pemantik untuk melangkah lebih jauh,” katanya.

Kontes Kapal Indonesia Jadi Bukti Konsistensi Kampus Putih UMM Malang Dalam Inovasi Pendidikan

Agroredaksi.com-Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meneguhkan posisinya sebagai pusat inovasi mahasiswa tingkat nasional melalui peresmian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025, yang untuk pertama kalinya disatukan dalam satu panggung. Gelaran akbar pada Kamis, 4 Desember 2025, di Hall Dome UMM ini berlangsung meriah dan sekaligus menandai kepercayaan nasional terhadap UMM, yang kembali dipercaya sebagai tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir membawa karya terbaik mereka, menciptakan atmosfer kompetisi yang penuh energi, kolaborasi, dan kreativitas. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada UMM atas konsistensinya membangun ekosistem inovasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi, dan pengabdian masyarakat. Bagi negara, kedua ajang ini bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan investasi strategis untuk mencetak generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian, piawai menciptakan solusi berbasis sains, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program yang inovatif dan berkelanjutan. Ada tiga pesan penting: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan hanya mengejar juara, namun hadirkan karya yang berdampak dan dapat direplikasi,” tegasnya. Disisi lain, Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menyebut penyelenggaraan tahun ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Itu membuktikan adanya peningkatan signifikan yang menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan bahwa kualitas karya tahun ini meningkat pesat. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi keberlanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menekankan bahwa ajang ini tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ruang kolaborasi lintas kampus seperti ini, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan hanya peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang ditempa,” tutupnya.(Sfl/hms)

UMM Tutup KKI dan Abdidaya Ormawa 2025, Kolaborasi Kampus untuk Indonesia Maju

Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup rangkaian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Yang diadakan dalam sebuah acara akbar di Hall Dome UMM, Sabtu (6/12/2025). Untuk pertama kalinya, dua agenda besar nasional ini digelar dalam satu panggung. Memadukan inovasi teknologi maritim, semangat pengabdian masyarakat, serta momen refleksi kebangsaan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengapresiasi kompetensi para peserta. Ia menyebutnya sebagai representasi terbaik mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli” ujarnya. Fauzan menegaskan, penutupan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal tantangan baru. Ia mengingatkan para pemenang agar tidak cepat puas dan mendorong peserta lain tetap menjaga semangat. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” pesan mantan Rektor UMM itu. Rangkaian acara juga diwarnai momen kemanusiaan. Seluruh hadirin diajak berdoa bersama serta menggalang dana untuk korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Fauzan menyebut empati sosial sebagai bagian penting dari proses pendidikan dan pengabdian mahasiswa. Motivasi Peserta Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., turut hadir dan memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengingatkan pentingnya keteguhan dan sikap rendah hati. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” tegasnya. Muhadjir juga mendorong para mahasiswa untuk meneladani kegigihan para pemimpin bangsa, termasuk Presiden RI, dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Sebagai tuan rumah, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. sendiri menekankan kolaborasi merupakan kunci lahirnya karya akademik dan program pengabdian masyarakat yang berdampak luas. Penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya Ormawa, menurutnya, menjadi contoh nyata kekuatan sinergi antarkampus. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya. (Djoko W)

KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 Ditutup di UMM

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup rangkaian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 melalui sebuah acara puncak yang berlangsung meriah di Hall Dome UMM, Sabtu (6/12/2025). Untuk pertama kalinya, dua agenda gelar nasional yang mewakili semangat inovasi maritim dan pengabdian masyarakat itu dipersatukan dalam satu panggung, menghadirkan atmosfer kolaborasi, refleksi, dan solidaritas kebangsaan. Penutupan ini tidak sekedar menandai berakhirnya kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pemaknaan atas peran strategis siswa dalam menjawab tantangan bangsa. Ribuan peserta, tamu undangan, dan sivitas akademika larut dalam semangat persatuan yang menegaskan bahwa inovasi dan kepedulian sosial adalah dua sisi yang tak terpisahkan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Fauzan, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kualitas para peserta KKI dan Abdidaya Ormawa. Ia menyebut para mahasiswa tersebut sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia yang tengah berjuang untuk meningkatkan kapasitas diri. “Saudara adalah representasi dari jutaan pelajar Indonesia. Jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli,” tegasnya di hadapan hadirin. Prof Fauzan menekankan bahwa penutupan ajang ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan kehidupan yang lebih panjang. Ia berpesan agar para pemenang tidak cepat berpuas diri, sementara mereka yang belum meraih kemenangan tetap menjaga determinasi dan semangat belajar. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” ujarnya. Lebih dari sekedar seremoni, penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 juga dituliskan momen kemanusiaan yang mengharukan. Seluruh hadirin diajak mengheningkan cipta, berdoa bersama, dan menggalang dana sebagai wujud solidaritas bagi para korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Prof Fauzan menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian integral dari pengabdian kepada bangsa dan tidak boleh dipisahkan dari pengembangan ilmu pengetahuan. Motivasi serupa disampaikan Prof. Muhadjir Effendy, M.AP., nasihat khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM. Ia mengingatkan para pelajar agar tidak cepat merasa puas atas pencapaian yang diraih. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa,” tandasnya. Muhadjir mengobarkan semangat pantang menyerah, menegaskan bahwa keyakinan dan keteguhan hati sangat penting untuk mencapai keberhasilan. Ia bahkan mencontohkan kegigihan Presiden RI dalam berbagai perjuangan nasional sebagai inspirasi bagi generasi muda. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si., memaparkan pentingnya kolaborasi sebagai kunci lahirnya karya akademik dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas. Menurutnya, penyelenggaraan KKI terpadu dan Abdidaya Ormawa 2025 menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarperguruan tinggi mampu mempercepat langkah menuju Indonesia Maju 2045. “Kolaborasi adalah jalan utama melahirkan inovasi dan pengabdian yang lebih kuat. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi dan energi baru bagi sivitas akademika UMM dan seluruh peserta untuk terus mengabdi kepada bangsa,” ujarnya. Dengan berakhirnya KKI dan Abdidaya Ormawa 2025, UMM kembali menegaskan sebagai ruang tumbuhnya inovasi, karakter, dan solidaritas. Di panggung penutupan itu, kompetisi memang usai, tetapi semangat pengabdian dan pengabdian justru kian menguat.

Borong Gelar, ITS Back to Back Juara Umum Lomba Kontes Kapal Indonesia 2025

Malang | JATIMSATUNEWS.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan dominasinya di ajang Lomba Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 dengan meraih gelar juara umum secara berturut-turut. Prestasi ini menjadi yang kedua kalinya setelah ITS juga meraih gelar serupa pada KKI 2024. Keberhasilan tersebut diraih berkat pencapaian ITS di berbagai nominasi lomba. Pada KKI 2025, ITS berhasil menyabet Juara 1 Desain Inovasi Perlengkapan Khusus, Juara 1 Inovasi Desain dan Konstruksi, serta Juara Harapan 1 kategori Autonomous Surface Vessel. Deretan prestasi tersebut mengantarkan ITS kembali menjadi juara umum. Mahasiswa ITS, Husein Amin Biruni, mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang terlibat. “Tentu sangat senang. Kita bisa back to back juara umum dari tahun lalu. Semua usaha dan kerja keras terbayar lunas di hasil ini,” ujar Husein saat ditemui di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kampus III, Sabtu (6/12/2025). Senada dengan itu, Toga Gilbert Pengaribuan, mahasiswa Teknik Perkapalan ITS, mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil dari persiapan panjang dan evaluasi menyeluruh dari kompetisi sebelumnya. Tim ITS, kata dia, belajar dari pengalaman KKI 2024 untuk tampil lebih matang pada ajang tahun ini. “Persiapan sudah kami lakukan dari jauh-jauh hari. Kami membuat jadwal dan perencanaan yang teratur karena tahun lalu kami ikut, tapi belum meraih hasil maksimal di beberapa kategori. Dari situ kami evaluasi dan perbaiki,” jelasnya. Pada KKI 2025, salah satu karya unggulan tim ITS adalah desain kapal berjudul “DESAIN KAPAL ROPAX TERINTEGRASI STRUCTURAL HEALTH MONITORING SYSTEM PADA LOADING ARRANGEMENT PLAN UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN TRANSPORTASI LAUT RUTE KETAPANG – GILIMANUK” Desain tersebut menitikberatkan pada aspek keselamatan pelayaran melalui penerapan sistem pemantauan struktur kapal. Toga menjelaskan, inovasi yang diusung timnya berfokus pada pengembangan teknologi structural health monitoring yang terintegrasi dengan perencanaan muatan kapal. Inovasi ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut serta meningkatkan keselamatan operasional kapal. “Kami mencoba menghadirkan inovasi yang out of the box, terutama terkait keselamatan, mulai dari sistem pemantauan struktur hingga pengaturan beban kapal. Kami berusaha agar desain ini bisa direalisasikan secara nyata,” ujarnya. Meski berhasil meraih hasil membanggakan, perjalanan menuju juara umum tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi tim adalah mempelajari teknologi baru, terutama penggunaan sensor dan sistem otomatis pada kapal. “Kami banyak belajar dari jurnal dan referensi teknis, termasuk bagaimana penerapannya di lapangan. Tantangannya cukup besar, tapi dari situ kami belajar hal baru dan akhirnya membuahkan hasil yang baik,” kata Husein. Gelar juara umum ini merupakan akumulasi dari berbagai kategori lomba yang diikuti oleh tim ITS, bukan hanya satu cabang perlombaan. Hal tersebut menunjukkan konsistensi ITS dalam mengembangkan inovasi di bidang teknologi dan rekayasa maritim. Ke depan, tim ITS menargetkan untuk kembali mempertahankan prestasinya pada KKI 2026. Persiapan, menurut Toga, akan dilakukan sejak dini agar ITS dapat terus bersaing dan kembali meraih gelar juara umum. “Harapannya tentu ITS bisa juara umum lagi di KKI 2026. Kami akan mempersiapkan semuanya sebaik mungkin, baik dari tim kami maupun tim ITS lainnya,” pungkasnya. ***

Sarasehan Abdidaya Ormawa 2025 di UMM: Wawali Kota Malang Ajak Mahasiswa Jadi Agen Solusi Bangsa

Generasi muda kini memikul tanggung jawab yang semakin kompleks, hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin di Gedung Basement Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada acara Sarasehan Abdidaya Ormawa 2025, 05 Desember lalu. Dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguran tinggi se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang berupaya meningkatkan kualitas Ormawa dan membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, Pancasilais, dan inovatif yang Pria yang juga merupakan alumnus UMM itu menyoroti potensi Bonus Demografi yang akan dihadapi Indonesia di tahun 2030, disebutnya bisa menjadi nikmat atau ancaman, tergantung pada kesiapan generasi. “Indonesia akan mengalami bonus demografi yang luar biasa di tahun 2030, mengingat bahwa ditahun tersebut, banyak generasi Z sudah memasuki usia produktif” ujar Ali sapaan akrabnya. Lebih lanjut, ali menegaskan, peran aktivis saat ini tidak hanya berkutat pada isu politik lokal, tetapi juga harus memahami isu geopolitik global, dampak kemajuan teknologi seperti AI, dan tantangan lingkungan. Ali mengingatkan bahwa kebijakan di Indonesia tidak bisa lepas dari dinamika luar negeri. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri, tidak hanya fokus pada pengorbanan organisasi. “Kita semua harus menyiapkan dan menyadarkan diri kita semua, bahwa ke depannya negara ini baik tidaknya, meningkat tidaknya, tergantung pada generasi hari ini,” tegas Ali. Ia berpesan bahwa Ormawa harus menjadi agen solusi, termasuk dalam mengatasi masalah lokal seperti banjir, dengan menawarkan rekomendasi yang dapat dieksekusi oleh pemerintah. Disisi lain, Tim Pelaksana Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Dr. Ir. Surfa Yondri, M.Kom. Akrab disapa Surfa, memaparkan pentingnya strategi implementasi program PPK Ormawa yang menekankan kolaborasi, dampak, dan keberlanjutan. Surfa, berbagi pengalaman tentang upaya evakuasi mahasiswa di daerahnya yang terdampak bencana. Menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Mengingat bahwa PPK Ormawa adalah wadah yang diberikan kementerian untuk mahasiswa agar belajar berorganisasi dengan dampak nyata di masyarakat. “Mahasiswa akan belajar bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, mahasiswa belajar bagaimana melihat kontensi yang ada di masyarakat, mengingat bahwa kunci keberhasilan Ormawa terletak pada kolaborasi dan empati.” jelasnya Terakhir Surfa menegaskan bahwa mahasiswa adalah bagian dari solusi yang akan membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045. “Kami sangat yakin, mahasiswa akan selalu berserah terangi, mengeterangkan desa, dan berserah dengan pemerintahan desa maupun pemerintahan daerah,” harapnya.(*ali/faq)   Penulis:

UMM–UiTM Malaysia Harmoni Angkat Permainan Tradisional Jawa

“Nada Budaya Menembus Dunia: UMM–UiTM Malaysia Harmoni Angkat Permainan Tradisional Jawa”  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM:  Kolaborasi bernuansa budaya dan kreativitas lintas negara kembali dihadirkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui program bertajuk “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games Collaboration Program”, Program Studi Ilmu Komunikasi UMM menggandeng Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dalam upaya membawa permainan tradisional Jawa ke panggung global. Agenda penuh warna budaya ini berlangsung selama sepekan sejak 23 November 2025. Kolaborasi ini menghadirkan puluhan mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang terlibat dalam pembelajaran dan pendokumentasian permainan tradisional Jawa. Para peserta terjun langsung ke lapangan untuk observasi, melakukan wawancara, hingga memproduksi karya kreatif berupa coffee table book dan video tutorial permainan tradisional—yang kelak akan diperkenalkan ke khalayak internasional. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa UiTM merupakan momen penting dalam memperkuat jejaring akademik kedua institusi. “UMM sangat senang dan bangga menerima mahasiswa dari luar negeri. Saya berharap adik-adik memperkuat kolaborasi dan komunikasi, karena itu adalah social capital,” ujarnya. Dr. Fauzik juga mengingatkan pentingnya menjaga norma, perilaku, serta meningkatkan kompetensi selama program berlangsung. Para peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi budaya dan edukatif di Malang dan Batu, seperti Museum Panji, Desa Wisata Ngawonggo, dan Taman Dolan. Di sana, mereka akan mencoba langsung sejumlah permainan tradisional, melakukan dokumentasi, hingga memproduksi video peraga yang siap disebarluaskan. Tengku Syamimi Afiqah, salah satu mahasiswa UiTM yang mengikuti program ini, mengaku mendapatkan pengalaman akademik dan budaya yang luar biasa. “Lingkungan di UMM sangat ramah dan menginspirasi. Kolaborasi ini memberi kami wawasan dalam tentang budaya Indonesia, terutama permainan tradisional yang kami dokumentasikan,” ungkapnya. Puncak dari kegiatan ini ialah lahirnya sebuah coffee table book yang menampilkan ragam permainan tradisional Indonesia berikut nilai budaya yang dikandungnya. Selain itu, karya video kreatif juga disiapkan untuk memberikan panduan cara memainkan setiap permainan, sehingga dapat diakses oleh masyarakat global. Perpaduan kreatif antara mahasiswa UMM dan UiTM menjadi langkah nyata melestarikan warisan budaya Nusantara dan memperdengarkan “nada budaya” Indonesia ke seluruh dunia. ANS

Beradu Solusi Demi Masyarakat: UMM Gelar KKI dan Abdidaya Ormawa 2025

MALANG POST – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperlihatkan komitmennya sebagai pusat inovasi bagi mahasiswa nasional lewat peresmian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Ini menjadi kali pertama dan kedua acara besar tersebut dipentaskan dalam satu panggung yang sama. Gelaran meriah pada Kamis, 4 Desember 2025, di Hall Dome UMM ini tidak hanya semata soal kompetisi, tetapi juga sebuah momen kepercayaan yang lebih luas. UMM dipercaya lagi menjadi tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus hadir dengan karya terbaik mereka, menciptakan suasana yang penuh energi, kolaborasi dan kreativitas. Mendikbudristek Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., secara tulus menyampaikan apresiasi kepada UMM atas konsistensi dalam membangun ekosistem inovasi. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya adalah momen penting untuk memperkuat budaya riset, rekayasa teknologi dan pengabdian masyarakat. Bagi negara, kedua ajang ini lebih dari sekadar lomba tahunan. Ini investasi strategis untuk menyiapkan generasi muda yang berani menghadapi ketidakpastian, piawai menciptakan solusi berbasis sains, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat melalui program-program yang inovatif dan berkelanjutan. Ada tiga pelajaran utama: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen pada keberlanjutan. Lomba ini adalah investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Jangan sekadar mengejar juara, tetapi hadirkan karya yang berdampak dan bisa direplikasi,” tegasnya. Di sisi lain, Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D., menilai tahun ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya KKI dan Abdidaya digelar secara terpadu. Tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi dengan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya. Angka tersebut menunjukkan peningkatan antusiasme yang sangat signifikan terhadap inovasi maritim dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan bahwa kualitas karya para peserta meningkat pesat. “Desain kapal, sistem kontrol, dan pendekatan teknis para mahasiswa semakin cerdas dan efisien. Abdidaya juga terus menjadi rujukan nasional dalam menilai program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menekankan bahwa ajang ini tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan mental kompetitif mahasiswa. Ruang kolaborasi lintas kampus seperti ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah nilai penting dalam proses pembentukan calon pemimpin bangsa. Mereka bukan sekadar peserta lomba; mereka adalah generasi masa depan yang sedang ditempa,” tutupnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)