Materi Kuliah dan Persaingan Antar Mahasiswa Bisa Bikin Stres

MALANG POST – Sejumlah faktor bisa menjadi penyebab stres pada mahasiswa. Bahkan diantaranya sampai berujung pada bunuh diri. Diantara faktor yang menyebabkan tekanan psikologis pada mahasiswa, termasuk kesulitan memahami materi kuliah dan persaingan antar teman. Hal itu disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang, Maulana Nazil Al Haq, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Sabtu (6/12/2025) kemarin. Nazil menyampaikan, pihak kampus memang sudah menyediakan layanan konseling. Tapi sayangnya belum menjangkau seluruh mahasiswa. “Selain itu juga ada stigma dan ketakutan mahasiswa, untuk menggunakan layanan konseling secara formal,” katanya. Sementara Wakil Rektor Kemahasiswaan, Alumni, dan Keagamaan Universitas Islam Malang, Dr. Muhammad Yunus menambahkan, kampus melakukan pendekatan lewat tiga cara. Kurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler. Yunus juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat, untuk ikut memperhatikan kesehatan mental mahasiswa, melalui interaksi sosial yang lebih baik. Sedangkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Bimbingan Konseling (UPT BK) Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Cahyaning Suryaningrum menyebut, ada kurang lebih 50 sampai 80 kasus per bulan, yang masuk ke layanan bimbingan konseling untuk mahasiswa. “Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa, untuk mencari pertolongan ketika menghadapi masalah,” sebutnya. Cahyaning menyampaikan, sangat penting untuk mengubah branding kalau Bimbingan Konseling bukan tempat orang bermasalah. Tapi juga tempat untuk mengembangkan diri yang lebih positif. Menurut Cahyaning, pendekatan proaktif dan preventif harus dilakukan lewat berbagai cara termasuk edukasi lewat media sosial. (Anisa Afisunani/Ra Indrata)

Bencana Sumatera, Universitas Brawijaya dan UMM Kirim Tim ke Agam

koranjakarta, MALANG – Sebagai respon awal tanggap bencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, Universitas Brawijaya Malang mengirimkan tim pendahulu menuju Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim ini berangkat dari Malang pada Sabtu (6/12) pagi dan diperkirakan mendarat di Bandara International Minangkabau, Sumatera Barat di hari yang sama. . “Tim ini akan melakukan uji cepat sekaligus berkoordinasi dengan stakeholder setemlat sebelum kedatangan logistik dan tim yang lebih lengkap”, jelas Aurick selaku ketua tim tanggap bencana Sumbar UB-UMM. Kolaborasi tim emergensi UB dan UMM ini akan menuju Kabupaten Agam. “Ini setelah hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pemberxayaan Perempuan dan Anak, sehingga diputuskan fokus bantuan akan dikerahkan di Kecamatan Palembayan dan Malalak, Kabupaten Agam”, imbuhnya. Tim ini terdiri atas 15 orang dosen, 9 orang tenaga kependidikan, dan 27 orang mahasiswa dari kedua kampus. Informasi yang didapat oleh Tim, Kecamatan Palembayan dan Malalak merupakan wilayah terdampak paling parah akibat banjir bandang. Di Palembayan sendiri, pemukiman warga rata dengan tanah akibat Lumpur dan miminnya akses air bersih. Hasil asesemen ini, jelasnya, akan menjadi panduan tim selanjutnya yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, dan bertugas hingga tanggal 17 December mendatang.

UB-UMM Kolaborasi Kirimkan Tim tanggap Bencana ke Sumbar

MALANG POST – Respons cepat Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terhadap bencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) telah memasuki tahap pendahuluan. Tim pendahulu yang dinilai siap untuk melakukan penilaian lapangan dan koordinasi awal telah diberangkatkan dari Malang menuju Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu pagi 6 Desember 2025. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif kedua kampus dalam membantu proses respon kemanusiaan yang intensif di wilayah terdampak. Tim pendahulu terdiri dari, dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM., KPEC., Bdn, Mustika Dewi, S.ST., M.Keb dan dr. Ahmadal Mustafa. Tim gabungan ini terdiri dari 15 dosen, 9 tenaga kependidikan dan 27 mahasiswa dari kedua kampus. Ketua tim tanggap bencana Sumbar UB-UMM, dr. Aurick Yudha Nagara, menjelaskan bahwa misi awal tim adalah melakukan uji cepat terhadap kondisi lapangan sekaligus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan setempat. Tujuannya adalah untuk memetakan kebutuhan prioritas sebelum kedatangan logistik dan tim teknis yang lebih besar. Kolaborasi emergensi antara UB dan UMM ini akan menuju Kabupaten Agam untuk melakukan asesmen awal. “Koordinasi kami dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak menghasilkan keputusan bahwa fokus bantuan akan dipusatkan di Kecamatan Palembayan dan Malalak,” jelas Aurick. Hasil asesmen lapangan awal menunjukkan bahwa Palembayan dan Malalak adalah wilayah yang paling terdampak. Di Palembayan, sejumlah permukiman warga teramat rusak berat akibat banjir bandang dan lumpur yang membentuk permukaan tanah. Akses terhadap air bersih juga menjadi tantangan serius bagi warga setempat. Rencana kerja berikutnya adalah merangkum temuan asesmen ini menjadi pedoman bagi tim yang akan berangkat dalam waktu dekat. Tim lanjutan diperkirakan akan bertugas hingga tanggal 17 Desember, dengan fokus pada penanganan kebutuhan mendesak, pemulihan infrastruktur dasar, serta dukungan kesehatan dan perlindungan bagi korban terdampak. Kata seorang dosen pendamping yang terlibat dalam persiapan, “Kehadiran tim ini tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga semangat solidaritas dari komunitas akademik yang peduli pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.” Kehadiran tim pendahulu UB-UMM di Kabupaten Agam menjadi bagian dari respons komprehensif yang mengedepankan kolaborasi lintas institusi, akurasi data di lapangan, serta kepekaan terhadap kebutuhan korban dampak bencana. Pihak kampus berharap hasil asesmen ini mempercepat pelaksanaan bantuan yang tepat sasaran dan berdampak positif bagi pemulihan warga Palembayan dan Malalak. Rektor UB melalui Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Kemendikbudsaintek, serta menyiapkan berbagai aktivitas dan dukungan lapangan. “Tim emergensi dan disaster juga sudah bersiap membantu teman-teman yang ada di lokasi bencana,” katanya. Menurutnya, Kemendikbudsaintek telah mengoordinasikan sembilan perguruan tinggi di Jawa untuk terlibat langsung dalam penanganan bencana di Sumatera dan Aceh. UB menjadi salah satu kampus yang diminta mengirimkan tim dan proposal resmi terkait bentuk partisipasi kampus. “Insyaallah tanggal 6 kita rencanakan tim tanggap bencana dari Universitas Brawijaya akan berangkat dengan mengerahkan perangkat yang kita miliki, termasuk teknologi inovasi yang dapat diterapkan di daerah bencana,” jelas Prof. Widodo. “Tim akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain, termasuk Universitas Muhammadiyah Malang, serta universitas lokal sebagai mitra di lokasi bencana. Mahasiswa dari program dokter spesialis, kesehatan, gizi, hingga bidang terkait lainnya akan dilibatkan dalam misi kemanusiaan ini,” imbuhnya. Selain itu, UB juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang berasal dari wilayah bencana. Kampus akan menyediakan skema advokasi, termasuk bantuan pembayaran UKT serta kebutuhan bulanan yang mungkin terhambat akibat kondisi darurat. “Selama ada mahasiswa yang melapor ke kita, insyaallah akan kita bantu semaksimal mungkin. UKT dan kebutuhan lain akan kita advokasi sesuai kondisi yang dihadapi,” tegasnya. Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, Prof. Unti Ludigdo menambahkan, tim UB akan diterjunkan ke Kabupaten Agam, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah namun masih dapat dijangkau tim darurat. “UB menyiapkan sekitar 45 mahasiswa lintas jenjang S1, S2, hingga profesi untuk bergabung dalam program KKN Kemanusiaan di wilayah terdampak,” ungkapnya. Dalam misi tersebut, UB akan membawa beberapa perangkat teknologi inovatif, di antaranya Teknologi penjernihan air bersih, hingga upaya pendampingan trauma healing. “Sementara kebutuhan jaringan komunikasi dan listrik akan dikoordinasikan dengan Komdigi serta BNPB,” tandasnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Kanit Binmas Polsek Dau Hadiri Malam Penutupan Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa 2025 di UMM

jurnalpolisi.cocid, Malang, 6 Desember 2025 – Kepolisian Sektor (Polsek) Dau menunjukkan komitmennya dalam mendukung inovasi dan kegiatan kemahasiswaan dengan berpartisipasi dalam acara tingkat nasional. Kanit Binmas Polsek Dau, AKP Hari Eko Utomo S.Ap.,M.H., menghadiri Malam Penutupan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kehadiran Kanit Binmas Polsek Dau Mewakili Kapolsek Dau Kompol Suyatno S.Sos dalam acara bergengsi ini adalah sebagai bentuk pemenuhan undangan resmi dari pihak universitas dan merupakan upaya nyata dalam memperkuat sinergi kemitraan antara institusi kepolisian dengan dunia pendidikan tinggi. Acara Malam Penutupan ini menjadi puncak apresiasi bagi para peserta Kontes Kapal Indonesia, yang menampilkan inovasi rancang bangun kapal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, serta apresiasi terhadap program pengabdian masyarakat terbaik melalui Abdidaya Ormawa. Kehadiran unsur kepolisian dalam acara kemahasiswaan dan akademik ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan yang selama ini sudah terjalin baik. Polsek Dau berharap sinergi yang terbangun antara kepolisian dan civitas akademika dapat terus ditingkatkan, terutama dalam menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan kampus dan sekitarnya, serta dalam program-program kemitraan lainnya di masa mendatang. #PolsekDauOfficial #BinmasPolsekDau #HumasPolsekDau #PolresMalang #PolriUntukMasyarakat

Universitas Muhammadiyah Malang Sukses Gelar Kontes Kapal Indonesia 2025, Karya Inovasi Kuatkan Solidaritas Generasi Bangsa

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengapresiasi Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu, (6/12) malam. Gelaran meriah yang dilaksanakan di Hall Dome UMM ini menjadi sebuah acara akbar, sekaligus penanda berakhirnya kompetisi inovasi maritim dan pengabdian masyarakat. Prof. Fauzan menilai kompetensi yang dimiliki para peserta KKI dan Abdidaya Ormawa sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia. Menurutnya, negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual,” ungkap Prof. Fauzan dengan semangat. Ia juga menegaskan bahwa penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik perjalanan kehidupan selanjutnya. “Kami berharap para pemenang tidak cepat puas, dan bagi yang belum meraih kemenangan untuk tetap menjaga determinasi. Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” imbuhnya. Menariknya dari acara penutupan ini juga terdapat momen kemanusiaan. Seluruh hadirin diajak menggalang dana dan berdoa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Prof. Fauzan mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta sejenak dan mendoakan para korban bencana banjir di Pulau Sumatera. “Mari sejenak berdoa bersama, karena kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari pengabdian,” ujarnya. Di sisi lain, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji menyampaikan motivasi yang membangkitkan semangat para mahasiswa agar terus berjuang dan tidak cepat merasa puas. Prof. Muhajir turut mengobarkan semangat pantang menyerah, meyakinkan para peserta bahwa keyakinan dan keteguhan merupakan bekal penting untuk meraih keberhasilan, mencontohkan kegigihan Presiden RI dalam berbagai perjuangan nasional. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” ujar Prof. Muhajir yang merupakan Ketua Badan Pembina Harian UMM. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan bahwa kolaborasi merupakan kunci lahirnya karya akademik dan pengabdian masyarakat yang mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Maju 2045. Ia juga berharap penyelenggaraan terpadu ini dapat menumbuhkan inspirasi bagi sivitas akademika UMM mengenai pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” pungkasnya. (imm/lim).

UMM Program Studi Farmasi dan Apoteker Mengadakan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Singosari

Malang, Mediajurnalindonesia.id – Menutup akhir tahun UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) Program Studi Farmasi dan Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan mengadakan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja kepada siswa SMA di aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Singosari Malang. Kegiatan yang diikuti oleh 66 Siswa SMA ini dilakukan pada hari Sabtu (6/12/25) dengan tim pengabdi apt. Nailis Syifa’, M.Sc., Ph.D. , Dr. apt. Engrid Juni Astuti, M.Farm, apt. Artabah Muchlisin, M.Farm dengan dibantu adik-adik mahasiswa Almas Syamma, ⁠Camelia Churil Aini, Iin Hiqmathul Risqi, Nala Tazkia Azizid, S.Farm, Muhammad Rosyiq Daffa Haq, S.Farm, Talitha Rofi’ah Rosanda Menurut apt. Nailis Syifa’, M.Sc., Ph.D., ketua tim penyuluhan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan penyuluhan narkoba dan kenakalan remaja pada beberapa Sekolah yang ada di Wilayah Singosari Malang. Masa remaja adalah saat mencari identitas diri, apabila tidak hati-hati mudah terkena pengaruh negative dari teman ataupun lingkungan. Dengan memberikan gambaran terkait bahaya narkoba dan kenakalan remaja pada siswa sekolah, kami berharap kegiatan ini menjadi benteng pencegahan bagi remaja supaya bisa tegas mengatakan “Tidak” pada narkoba dan kenakalan remaja, sehingga anak-anak dapat mewujudkan cita-cita dan masa depan yang cemerlang dengan prestasi. Hal ini tentunya akan sejalan dengan target Pemerintah mencapai generasi emas 2045. Ketua Program Studi Profesi Apoteker Dr. Engrid Juni Astuti, M.Farm., yang juga menjadi tim pengabdi mengatakan: “Narkoba dan kenakalan remaja saling terikat untuk itulah kami mengadakan penyuluhan efek dari bahaya narkoba dan kenakalan remaja pada beberapa Sekolah di Singosari, dan saat ini kami melakukan kegiatan ini di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 di Singosari”. Kegiatan penyuluhan ini berjalan lancar dengan mendapatkan antusiasme dari siswa Sekolah Rakyat. Mereka mendapatkan materi bahaya narkoba dan kenakalan remaja dengan menyenangkan karena kegiatan dikemas dengan memadukan game-game interaktif sehingga siswa mudah menangkap materi yang disampaikan. Pada akhir kegiatan, para siswa menuliskan sikap dan harapannya terhadap Tindakan yang harus mereka lakukan untuk mencegah narkoba dan kenakalan remaja. Dari hasil kegiatan ini dapat terlihat bahwa siswa SMA di Sekolah Rakyat tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi dapat berpotensi menjadi kader atau duta anti narkoba dalam pergaulan sehari-hari. Kepala sekolah dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 47, Bapak Warsito, S.Pd. mengatakan, kami berterima kasih sekali kepada UMM khususnya Program Studi Farmasi dan Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan yang telah memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadikan mereka generasi tangguh tanpa narkoba di masa depan.(msa)

KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 Ditutup Meriah di UMM: Inovasi Mengakhiri Laga, Solidaritas Menguatkan Bangsa

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup giat Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 dalam sebuah acara akbar yang digelar meriah di Hall Dome UMM pada Sabtu, 6 Desember 2025. Gelaran yang untuk pertama kalinya disatukan dalam satu panggung ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya kompetisi inovasi maritim dan pengabdian masyarakat, tetapi juga momen refleksi dan solidaritas kebangsaan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memuji kompetensi yang dimiliki para peserta KKI dan Abdidaya Ormawa, menyebut mereka sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli” ungkapnya Ia juga menegaskan bahwa penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik perjalanan kehidupan selanjutnya. Fauzan berpesan agar para pemenang tidak cepat puas, dan bagi yang belum meraih kemenangan untuk tetap menjaga determinasi. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” Menariknya dari acara penutupan ini juga terdapat momen kemanusiaan, di mana seluruh hadirin diajak menggalang dana dan berdoa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Fauzan sapaan akrabnya mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta sejenak dan mendoakan para korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Ia juga menekankan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari pengabdian Disisi lain, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM menyampaikan motivasi yang membangkitkan semangat para mahasiswa agar terus berjuang dan tidak cepat merasa puas. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” tegasnya. Ia turut mengobarkan semangat pantang menyerah, meyakinkan para peserta bahwa keyakinan dan keteguhan merupakan bekal penting untuk meraih keberhasilan, mencontohkan kegigihan Presiden RI dalam berbagai perjuangan nasional. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan bahwa menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci lahirnya karya akademik dan pengabdian masyarakat yang mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Maju 2045. Ia juga berharap penyelenggaraan terpadu ini dapat menumbuhkan inspirasi bagi sivitas akademika UMM mengenai pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya. (*ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

KKI and Abdidaya Ormawa 2025 Conclude in Grand Celebration at UMM: Innovation Reaches the Finish Line, Solidarity Strengthens the Nation

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) officially closed the 2025 Kontes Kapal Indonesia (KKI) and Abdidaya Ormawa in a grand and festive closing ceremony held at the UMM Dome Hall on Saturday (December 6, 2025). For the first time, the two prestigious national programs—representing maritime innovation and community engagement—were united on a single stage, creating a powerful atmosphere of collaboration, reflection, and national solidarity. The closing ceremony marked not merely the end of competition, but also a moment to reflect on the strategic role of students in responding to national challenges. Thousands of participants, invited guests, and members of the academic community gathered to celebrate a shared vision that innovation and social responsibility must go hand in hand. Indonesia’s Deputy Minister of Higher Education, Science, and Technology, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., praised the competence and dedication of the KKI and Abdidaya Ormawa participants, describing them as a selected group drawn from millions of Indonesian students striving to improve their capacities. “You represent millions of Indonesian students who are working hard to develop themselves. Use this competition as mental and intellectual training. The nation needs a generation that is not only intelligent, but also strong in character and deeply caring,” he stated. Prof. Fauzan emphasized that the closing of KKI and Abdidaya Ormawa should not be viewed as an endpoint, but rather as the beginning of a longer life journey. He encouraged award recipients not to become complacent, while motivating those who did not yet achieve victory to maintain their determination. “This experience is capital for transforming your life toward a better future,” he added. Beyond its ceremonial significance, the event was marked by a meaningful humanitarian moment. All attendees were invited to observe a moment of silence, pray together, and contribute to a fundraising initiative as a gesture of solidarity with victims of the recent floods in Sumatra. Prof. Fauzan stressed that social compassion is an inseparable part of community service and must always accompany academic excellence. Inspirational messages were also delivered by Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Special Presidential Advisor for Hajj Affairs and Chair of the UMM Board of Trustees. He urged students to remain humble and avoid being quickly satisfied with their achievements. “Do not be easily satisfied, and those who win must never become arrogant,” he asserted. Emphasizing perseverance, he reminded participants that faith and resilience are essential assets in achieving success, citing the Indonesian President’s perseverance in various national struggles as a powerful example. Meanwhile, UMM Rector Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., highlighted collaboration as a key driver in producing impactful academic work and community service capable of accelerating Indonesia’s vision toward 2045. He expressed hope that this integrated implementation of KKI and Abdidaya Ormawa would inspire the UMM academic community and other universities to strengthen inter-institutional cooperation. “May this event become a new source of energy and renewed spirit for all of us to continue serving the nation,” he concluded. With the conclusion of KKI and Abdidaya Ormawa 2025, UMM reaffirmed its role as a nurturing ground for innovation, character building, and social solidarity. Ans

UMM Satukan KKI dan Abdidaya 2025 dalam Gelaran Nasional

Kab Malang, iKoneksi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi pusat perhatian nasional lewat penyelenggaraan terpadu Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Untuk pertama kalinya, dua kompetisi besar itu disatukan dalam satu panggung yang sama dan resmi dibuka pada Kamis (4/12/2025), di Hall Dome UMM. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi hadir membawa karya terbaik mereka, menampilkan energi kompetisi yang kuat dan kreativitas yang kian berkembang. UMM sendiri semakin mengukuhkan reputasinya sebagai kampus inovasi setelah kembali dipercaya menjadi tuan rumah KKI untuk keempat kalinya. Konsistensi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan nasional terhadap kapasitas UMM dalam mengelola ajang teknologi maritim sekaligus program pemberdayaan masyarakat berskala besar. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Dr. Brian Yulianto, M.Eng., Ph.D., yang membuka acara, memberikan apresiasi mendalam terhadap UMM. Ia menilai penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya merupakan momentum strategis untuk memperkuat budaya riset, inovasi teknologi, dan kepedulian sosial mahasiswa. “KKI adalah arena inovasi maritim yang memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Abdidaya menunjukkan bagaimana mahasiswa membaca kebutuhan masyarakat dan menawarkan solusi yang berkelanjutan. Ada tiga pesan utama: keberanian menghadapi masalah, kemampuan mencari solusi berbasis ilmu dan teknologi, serta komitmen terhadap keberlanjutan. Ini bukan sekadar lomba, tetapi investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan,” tegasnya. Sinergi penyelenggaraan KKI dan Abdidaya tahun ini juga disebut sebagai tonggak baru oleh Ketua Pelaksana, Amrul Faruq, M.Eng., Ph.D. Ia menyebut bahwa tahun ini tercatat 93 perguruan tinggi berpartisipasi, menghadirkan 131 tim KKI dan 119 tim Abdidaya—jumlah yang menunjukkan lonjakan antusiasme mahasiswa dalam inovasi maritim dan pengabdian masyarakat. Menurut Amrul, kualitas kompetisi juga meningkat signifikan. “Desain kapal, sistem kontrol, hingga strategi teknis semakin matang. Sementara Abdidaya terus menjadi tolok ukur penilaian nasional untuk program pengabdian masyarakat yang fokus pada keberlanjutan,” ujarnya. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT., menekankan bahwa kedua kompetisi ini tidak hanya melatih kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan. Ia menyebut ruang kompetisi lintas kampus seperti ini penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi persaingan global. “Keberanian tampil dan membawa nama almamater adalah proses penting dalam menempa calon pemimpin bangsa. Mereka bukan sekadar peserta lomba, tetapi generasi masa depan yang sedang dibentuk,” ungkapnya. Melalui penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya 2025, UMM kembali menunjukkan posisinya sebagai pusat inovasi mahasiswa nasional. “Kehadiran ribuan karya dari berbagai daerah sekaligus memperkuat ekosistem kolaboratif yang menjadi fondasi percepatan inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia,” pungkasnya.

Abdidaya Ormawa 2025 Resmi Ditutup, Wamendikti Ajak Mahasiswa Terus Berkarya untuk Negeri

MALANGRAYA.CO– Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 resmi ditutup pada Sabtu (6/12/2025) di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kompetisi inovasi maritim dan program pengabdian masyarakat untuk pertama kalinya dipadukan dalam satu panggung besar. Panitia Penyelenggara KKI Abdidaya Ormawa 2025, Mochammad Wachid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan. “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Bagi yang belum berhasil, percayalah bahwa proses panjang dan pembelajaran yang kalian dapatkan jauh lebih berharga daripada sekadar piala,” ucapnya. Wachid menutup sambutannya dengan menyampaikan pesan motivatif kepada seluruh delegasi. Ia menegaskan bahwa penutupan kegiatan ini bukan merupakan akhir dari perjalanan mereka, melainkan awal dari babak baru sebagai generasi muda yang kelak memegang peran penting dalam kepemimpinan bangsa. “Teruslah berinovasi dan berkarya, karena Indonesia menunggu kontribusi kalian berikutnya,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Prof. Dr. Fauzan, menegaskan bahwa capaian mahasiswa dalam ajang tersebut merupakan modal penting guna menghadapi tantangan ke depan. “Acara ini bukan akhir perjalanan, melainkan pemantik untuk melangkah lebih jauh,” katanya.