UMM Kukuhkan Diri sebagai Kampus Paling Berkelanjutan di Malang Raya

Malang (beritajatim.com) – Isu krisis air dan energi global bukan sekadar bahan diskusi di ruang kelas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus Putih ini membuktikan komitmen dengan mengamankan posisi sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan di Malang Raya dan lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) tingkat nasional berdasarkan pemeringkatan UI GreenMetric 2025. Dalam rilis terbaru, UMM berhasil menduduki peringkat 19 nasional, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya, serta menempati posisi 102 dunia. Capaian ini mengukuhkan dominasi UMM dalam pengelolaan kampus hijau yang terintegrasi dan berkelanjutan. Keberhasilan UMM menembus jajaran elit kampus hijau dunia didasarkan pada enam indikator utama UI GreenMetric: Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, hingga Education and Research. Ketua Tim GreenMetric UMM, Sandi Wahyudiono, S.T., M.T., menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil instan. UMM membangun ekosistem keberlanjutan secara menyeluruh, di mana aspek konservasi air dan pendidikan menjadi pilar yang paling menonjol. “Nilai kami cukup menonjol pada aspek Water, salah satunya berkat keberadaan danau kampus sebagai bagian dari konservasi air. Selain itu, aspek Education and Research terus diperkuat secara sistemik melalui riset dan kurikulum,” ujar Sandi. Salah satu pembeda UMM dengan kampus lain adalah implementasi teknologi ramah lingkungan yang berdampak langsung. Beberapa program unggulan yang menjadi motor penilaian meliputi pemanfaatan energi terbarukan melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Kemudian dari segi transportasi ramah lingkungan, pengoperasian mobil listrik kampus dan sistem transportasi internal yang rendah emisi, serta pengelolaan limbah terpadu dan kurikulum berkelanjutan melalui integrasi mata kuliah wajib Wawasan Berkelanjutan bagi seluruh mahasiswa. Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengungkapkan rasa bangganya atas konsistensi kampus dalam menjaga kelestarian bumi. Ia berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus peduli pada lingkungan. “Harapannya ini bisa menambah kepedulian untuk menjaga keberlangsungan bumi, mulai dari hal kecil seperti menjaga kebersihan hingga semangat menanam pohon,” ungkap Salis Senada dengan hal tersebut, Sandi Wahyudiono menekankan bahwa target UMM ke depan adalah menembus 15 besar nasional. Namun, ia menggarisbawahi bahwa fokus utama tetap pada pembentukan budaya. “Harapannya, keberlanjutan dijaga sebagai budaya kampus, bukan sekadar tuntutan penilaian. Di situlah kekuatan UMM yang sesungguhnya,” pungkasnya. (dan/kun)
Mobil Hemat Energi Antarkan Tim Mekatronik UMM Sabet Juara Nasional

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik Fakultas Teknik. Dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Jember pada 23–26 Oktober lalu, tim Mekatronik UMM berhasil meraih Juara 2, bersaing dengan puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Manager Tim Mekatronik UMM, Farelian Izzata Anantara, menerangkan bahwa keikutsertaan UMM dalam KMHE merupakan bagian dari komitmen tim untuk terus mengembangkan riset dan inovasi di bidang teknologi transportasi ramah lingkungan. Ia menjelaskan bahwa tim Mekatronik secara konsisten mengikuti kompetisi nasional sebagai sarana pembelajaran, penguatan riset mahasiswa, sekaligus kontribusi nyata terhadap isu efisiensi energi. Farel, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa kategori lomba yang diikuti tim UMM adalah mobil hemat energi, yang menuntut ketelitian tinggi dalam perancangan sistem kendaraan. Mobil yang dilombakan menggunakan bahan bakar hemat energi, sehingga setiap aspek—mulai dari desain bodi, sistem pembakaran, hingga manajemen energi—harus dirancang seefisien mungkin. ”Tantangan ini menjadikan KMHE sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga sarat nilai inovasi dan keberlanjutan,” katanya, Kamis (18/12/2025). Dalam proses persiapan, tim Mekatronik UMM sempat mengalami sejumlah kendala, khususnya pada aspek teknis dan pengujian performa kendaraan. Farel mengungkapkan bahwa kendala tersebut menuntut tim untuk melakukan evaluasi berulang dan perbaikan menyeluruh. Meski demikian, seluruh tantangan berhasil diatasi melalui kerja kolektif, riset berkelanjutan, serta disiplin tinggi selama masa persiapan. “Kami menghadapi tantangan pada stabilitas prototipe etanol, integrasi sistem, dan manajemen waktu. Namun, hal tersebut dapat diatasi melalui pembagian tugas yang terstruktur, pengujian berkala, serta koordinasi intensif antara tim dan dosen pembina,” ujar Farel. Tim Mekatronik UMM juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak kampus, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas penunjang, maupun dukungan moral. Dukungan ini menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi dan semangat tim selama mengikuti rangkaian kompetisi. Kehadiran UMM sebagai institusi pendukung dinilai mampu menciptakan ekosistem prestasi yang sehat dan berkelanjutan bagi mahasiswa. Sementara itu, pembina LSO Mekatronik UMM, Andi Nusa, menilai capaian Juara 2 KMHE 2025 sebagai hasil yang baik, namun masih menyisakan ruang evaluasi dan peningkatan. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut harus dipandang sebagai pijakan awal untuk mendorong riset yang lebih mendalam, khususnya dalam pengembangan kendaraan hemat energi agar mampu bersaing lebih optimal pada kompetisi berikutnya. Andi, sapaan akrabnya, juga mendorong tim untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan di luar musim lomba, mengingat periode kompetisi biasanya berlangsung pada Oktober hingga Desember. Di luar rentang tersebut, mahasiswa diharapkan fokus pada riset teknis, peningkatan efisiensi energi, serta penguatan performa kendaraan agar hasil yang dicapai semakin maksimal. Terakhir, ia berpesan agar capaian ini tidak membuat mahasiswa cepat berpuas diri. Menurutnya, keseimbangan antara peningkatan kemampuan teknis dan pembinaan sumber daya manusia menjadi kunci agar tim Mekatronik UMM mampu melangkah lebih jauh dan konsisten mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang di ajang nasional maupun internasional. (Faqih/AS)
Website Karya Mahasiswa Komunikasi UMM Pukau Praktisi Media Online

pwmu.co – Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil memukau praktisi media online lewat website karya mereka. Portal- portal tersebut merupakan hasil praktikum Creative Journalism Production di Lab Komunikasi.Empat website dan kelompok yang berhasil menyelesaikan portal adalah soravista.id (Sahwahita), zheltymedia.id (sraddhasatya), clickbites.id (Prabharasa), dan natera.id (Narativa Force). Menandai berakhirnya praktikum, karya mahasiswa dipresentasikan di depan praktisi media online. Mereka berkunjung ke kantor redaksi Tribun Jatim dan Jawa Pos di Surabaya, Kamis (18/12/2025). Pemimpin redaksi tribunjatim.com Trimulyono menyambut baik karya-karya mahasiswa ini. “Bagus sekali mahasiswa langsung diajarkan tidak hanya menjadi jurnalis tapi juga publisher,” ujar Ono, sapaan akrab Trimulyono. Diminta mereview portal berita karya mahasiswa, Ono memberi apresiasi dan berbagai kritik. Salah satunya terhadap pencantuman narasumber. “Bedanya karya jurnalistik dengan konten kreatif ya pada kekayaan informasi dari sumber yang terpercaya,” kritiknya. Ono menyarankan agar mahasiswa lebih berani menulis dengan kutipan-kutipan yang akurat. Pengalaman menemui narasumber, katanya, akan menjadi bekal menjalin jejaring yang bermanfaat di suatu hari nanti. “Jurnalis itu punya previlege, bisa menemui siapapun,” tutur Ono. Lebih jauh, pengembang konten kreatif dan digital Tribun Jatim Adrianur Ardi menekankan pentingnya memahami ideologi platform media. Media online, katanya, harus nyaman dibaca versi desktop maupun mobile. “Sesuaikan saja formatnya. Jangan nulis terlalu panjang untuk versi mobile, tapi perbanyak unsur visual,” saran Ardi. Diskusi berlangsung seru karena antusias mahasiwa memamerkan karya sekaligus mendapatkan insight dari praktisi. Rika, salah satu mahasiswa ingin melanjutkan pengembangan websitenya walau sudah selesai praktikum nanti. Dia minta saran bagaimana agar media online bisa bertahan. “Semakin segmented semakin baik. Tidak perlu terlalu bernafsu pada page view, yang penting punya segmen loyal,” kata Ono. Sementara kunjungan di Jawa Pos diisi dengan diakusi dan observasi newsroom di Graha Pena Surabaya. Dalam sesi diskusi dengan Wapemred Firzan Syahroni. Berbeda dengan media online, koran Jawa Pos memiliki kesempatan lebih besar menjaga kepercayaan publik karena memiliki banyak waktu untuk mengecek berita. “Saat berita online makin banyak, publik justru akan menyandarkan trust nya pada media cetak,” ungkap Wapred yang biasa disapa Oni ini. Itulah sebabnya Oni optimis media cetak akan terus ada. Kunjungan media diikuti 30 mahasiswa didampingi kepala lab Komunikasi Widya Yutanti dan dosen pengampu Nasrullah. “Banyak input positif dari media visit kali ini, semoga bisa menambah pengalaman dan pengetahuan mahasiswa jurnalistik,” harap Widya yang optimis lulusan Komunikasi lebih siap bekerja di dunia media massa maupun media sosial karena bekal di praktikum cukup kuat. *) Penulis : Nasrullah *) Editor : Aalimah Qurrata Ayun
Bedah Buku Moderasi Beragama, PSIB UMM dan FKAUB Malang Raya Gelar Dialog Lintas Iman

pwmu.co – Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya menggelar dialog dan refleksi lintas iman melalui kegiatan bedah buku bertema “Perjuangan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang Raya dalam Mewujudkan Moderasi Beragama”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (6/12/2025) di Auditorium Masjid Lantai 2 UMM.Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor V UMM Bidang Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi FKAUB Malang Raya dalam merawat kerukunan umat beragama. Prof. Tri menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdirinya telah menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, inklusif, dan menjunjung tinggi kehidupan berbangsa yang harmonis. “Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai tersebut, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan sesama anak bangsa,” ujarnya. Kegiatan bedah buku menghadirkan dua narasumber, yakni Sekretaris Jenderal FKAUB Malang Raya Pdt. David Tobing, ST., S.Th., M.Pd., serta Kepala PSIB UMM Prof. Gonda Yumitro, S.IP., MA., Ph.D. Keduanya mengulas peran, tantangan, dan capaian FKAUB Malang Raya sebagai salah satu forum dialog lintas iman yang aktif di wilayah Malang Raya. Dalam pemaparannya, David Tobing menjelaskan bahwa FKAUB lahir pada era reformasi dan FKAUB Malang Raya menjadi cikal bakal terbentuknya forum-forum serupa di berbagai daerah di Indonesia. “Selama ini FKAUB telah banyak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan penguatan persatuan dan kerukunan antarumat beragama. Ke depan, kami berharap semakin banyak karya yang dapat dihasilkan oleh FKAUB,” ujarnya. David juga menambahkan bahwa kegiatan bedah buku ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan. Ia menyampaikan apresiasi kepada PSIB UMM yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. “Ke depan, PSIB UMM dan FKAUB diharapkan dapat terus berkolaborasi, khususnya dalam riset tentang kerukunan antarumat beragama di Malang Raya,” tuturnya. Sementara itu, Prof. Gonda Yumitro mengungkapkan bahwa buku yang dibedah memuat beragam perspektif mengenai toleransi antarumat beragama dari berbagai sudut pandang keagamaan. Ia mengapresiasi upaya FKAUB dalam membangun sikap toleransi di Malang Raya. Namun demikian, Gonda juga menyoroti masih minimnya pembahasan mendalam mengenai perspektif Islam dalam buku tersebut. “Pandangan toleransi yang disajikan sangat komprehensif, tetapi masih kurang dalam menghadirkan perspektif Islam secara mendalam. Padahal, sejarah Islam menunjukkan teladan kuat tentang toleransi, seperti Piagam Madinah yang memberikan ruang setara bagi seluruh warga, termasuk umat Yahudi, serta sikap Nabi Muhammad SAW yang menghormati jenazah umat lain karena memandangnya sebagai sesama manusia,” jelasnya. Ia berharap kekurangan tersebut dapat dilengkapi pada edisi atau karya berikutnya agar tidak terjadi ketimpangan perspektif dalam memahami praktik toleransi beragama. Gonda juga menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri telah menerapkan sikap toleransi dalam kehidupan sosial tanpa memandang latar belakang agama, dengan tetap menjaga prinsip ibadah mahdhah yang tidak dapat dicampuradukkan. Kegiatan yang dimoderatori oleh Sekretaris PSIB UMM, Diki Wahyudi, S.Sos., M.IP., ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat lintas agama, mahasiswa UMM, serta kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah. Menutup kegiatan, Diki Wahyudi menegaskan kembali kiprah Muhammadiyah dalam merawat toleransi di Indonesia. “Muhammadiyah telah lama mempraktikkan toleransi yang tinggi. Bahkan, terdapat istilah KrisMu atau Kristen Muhammadiyah bagi saudara-saudara Kristen yang memiliki kedekatan dengan Muhammadiyah, khususnya di wilayah seperti Papua dan NTT. Ini menunjukkan bahwa sikap toleransi Muhammadiyah tidak perlu diragukan lagi,” pungkasnya. (*) *) Penulis : Wildan Nanda Rahmatullah | Editor : Agus Wahyudi
UMM Jadi Kampus Paling Berkelanjutan di Malang Raya dan Nasional PTMA

Air dan energi kerap dibahas sebagai isu global di ruang konferensi, tetapi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), keduanya justru diterapkan dalam aktivitas kampus sehari-hari. Dari danau konservasi hingga transportasi listrik yang digunakan secara rutin, keberlanjutan tidak diposisikan sebagai jargon, melainkan dijalankan sebagai sistem yang terukur. Pendekatan inilah yang mengantarkan UMM kembali menguatkan posisinya dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2025. Pada pemeringkatan tahun ini, UMM berada di peringkat 19 nasional—naik satu tingkat dibanding 2024—dan menempati posisi 102 dunia. Capaian tersebut sekaligus menegaskan konsistensi UMM dalam membangun kampus berkelanjutan melalui proses panjang dan terukur sejak pertama kali mengikuti UI GreenMetric. Di tingkat regional, UMM menjadi kampus paling berkelanjutan dengan melampaui kampus paling berkelanjutan di Malang Raya. Secara nasional, UMM juga mengokohkan diri sebagai perguruan tinggi paling berkelanjutan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA). Wakil Rektor IV UMM M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. mengucapkan syukur dan bangga atas capaian ini. Menurutnya, ini menjadi tambahan semangat untuk terus menjadikan UMM kampus yang bukan hanya hijau dan asri tapi menjadi bagian elemen bangsa yang peduli dan aktif berkontribusi menjaga kelestarian bumi. “Harapannya ini bisa menambah kepedulian untuk menjaga keberlangsungan bumi, mulai dari hal kecil seperti ikut menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, hingga terus menumbuhkan semangat menanam pohon dan lainnya,” tambahnya. Di sisi lain, Ketua Tim GreenMetric UMM, Sandi Wahyudiono, ST., MT. menilai capaian ini bukan hasil kerja instan atau sekadar mengejar peringkat. UI GreenMetric menilai enam indikator utama, mulai dari Setting and Infrastructure hingga Education and Research. UMM tidak memilih-milih indikator, tetapi membangun semuanya secara terintegrasi dan berkelanjutan. UI GreenMetric memang mengukur keberlanjutan melalui enam aspek utama, yakni Setting & Infrastructure, Energy & Climate Change, Waste, Water, Transportation, serta Education & Research. Dalam konteks ini, kekuatan UMM terletak pada pengelolaan lingkungan yang saling terhubung, terutama pada sektor energi, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sampah dan air, serta pendidikan dan riset yang secara sadar diarahkan pada isu keberlanjutan. “Seluruh indikator UI GreenMetric dapat dipenuhi UMM. Nilai kami cukup menonjol pada aspek Water, salah satunya berkat keberadaan danau kampus sebagai bagian dari konservasi air, serta pada Education and Research yang terus diperkuat secara sistemik,” kata Sandi. Keunikan UMM tidak berhenti pada infrastruktur. Integrasi nilai akademik, praktik langsung, dan budaya keberlanjutan menjadi fondasi utama. Kampanye Go Green dan Go Healthy, mata kuliah wajib Wawasan Berkelanjutan, hingga penggunaan transportasi kampus ramah lingkungan dijalankan secara nyata dan rutin. Seluruh civitas akademika—mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan—dilibatkan aktif dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi program keberlanjutan melalui riset, kegiatan ekstrakurikuler, serta kampanye sadar lingkungan yang konsisten. UMM juga mengembangkan berbagai program unggulan seperti mobil listrik kampus, sistem transportasi internal ramah lingkungan, pengelolaan limbah terpadu menuju zero waste, pemanfaatan energi terbarukan melalui PLTS dan PLTMH, serta integrasi isu keberlanjutan ke dalam kurikulum. Program-program tersebut tidak bersifat simbolik, melainkan berdampak langsung pada indikator penilaian UI GreenMetric. Capaian ini selaras dengan visi UMM sebagai kampus unggul dan berwawasan lingkungan. Lebih jauh, peringkat UI GreenMetric memperkuat posisi UMM di tingkat global, meningkatkan daya saing, peluang kolaborasi internasional, serta daya tarik bagi mahasiswa dan mitra global. Ke depan, UMM menargetkan masuk 15 besar nasional dengan memperkuat inovasi, kualitas data, dan dampak nyata program keberlanjutan. “Harapannya, keberlanjutan dijaga sebagai budaya kampus, bukan sekadar tuntutan penilaian. Di situlah kekuatan UMM yang sesungguhnya,” pungkas Sandi. (vin/faq) Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
LSO Mekatronik UMM Sabet Juara KMHE Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik Fakultas Teknik. Dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 yang diselenggarakan di Universitas Jember pada 23–26 Oktober lalu, tim Mekatronik UMM berhasil meraih Juara 2, bersaing dengan puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Farelian Izzata Anantara selaku Manager Tim Mekatronik menerangkan bahwa keikutsertaan UMM dalam KMHE merupakan bagian dari komitmen tim untuk terus mengembangkan riset dan inovasi di bidang teknologi transportasi ramah lingkungan. Ia menjelaskan bahwa tim Mekatronik secara konsisten mengikuti kompetisi nasional sebagai sarana pembelajaran, penguatan riset mahasiswa, sekaligus kontribusi nyata terhadap isu efisiensi energi. Farel sapaan akrabnya melanjutkan bahwasanya kategori lomba yang diikuti tim UMM adalah mobil hemat energi, yang menuntut ketelitian tinggi dalam perancangan sistem kendaraan. Mobil yang dilombakan menggunakan bahan bakar hemat energi, sehingga setiap aspek, mulai dari desain bodi, sistem pembakaran, hingga manajemen energi, harus dirancang seefisien mungkin. Tantangan ini menjadikan KMHE sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga sarat nilai inovasi dan keberlanjutan. Dalam proses persiapan, tim Mekatronik UMM sempat mengalami sejumlah kendala, khususnya pada aspek teknis dan pengujian performa kendaraan. Farel mengungkapkan bahwa kendala tersebut menuntut tim untuk melakukan evaluasi berulang dan perbaikan menyeluruh. Meski demikian, tim berhasil mengatasi seluruh tantangan melalui kerja kolektif, riset berkelanjutan, serta disiplin tinggi selama masa persiapan. “Kami menghadapi tantangan pada stabilitas prototipe etanol, integrasi sistem, dan manajemen waktu, namun berhasil mengatasinya melalui pembagian tugas yang terstruktur, pengujian berkala, serta koordinasi intensif tim dan dosen pembina,” ujar Farel. Menariknya, tim Mekatronik UMM juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak kampus, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas penunjang, hingga dukungan moral. Dukungan ini menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi dan semangat tim selama mengikuti rangkaian kompetisi. Kehadiran UMM sebagai institusi pendukung dinilai mampu menciptakan ekosistem prestasi yang sehat dan berkelanjutan bagi mahasiswa. Sementara itu, Andi Nusa salaku pembina LSO Mekatronik UMM menilai capaian Juara 2 KMHE 2025 sebagai hasil yang baik, namun masih menyisakan ruang evaluasi dan peningkatan. Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut harus dipandang sebagai pijakan awal untuk mendorong riset yang lebih mendalam, khususnya dalam pengembangan kendaraan hemat energi agar mampu bersaing secara lebih optimal di kompetisi berikutnya. Andi sapaan akrabnya juga mendorong tim untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan di luar musim lomba, mengingat periode kompetisi biasanya berlangsung pada Oktober hingga Desember. Di luar rentang tersebut, mahasiswa diharapkan fokus pada riset teknis, peningkatan efisiensi energi, serta penguatan performa kendaraan agar hasil yang dicapai semakin maksimal. Terakhir, ia berpesan agar capaian ini tidak membuat mahasiswa cepat berpuas diri. Menurutnya, keseimbangan antara peningkatan kemampuan teknis dan pembinaan sumber daya manusia menjadi kunci agar tim Mekatronik UMM mampu melangkah lebih jauh dan konsisten mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang di ajang nasional maupun internasional. (alg/faq) Penulis: Musthafa Ahmad Al-Ghifary | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
UMM-Pemkot Batu Perkuat Program 1000 Sarjana, Akses Kuliah Warga Kian Terbuka

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia melalui Program 1000 Sarjana. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di GOR Gajah Mada Kota Batu, 9 Desember 2025. Program ini dirancang untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya pada program studi unggulan yang mendukung potensi lokal seperti pertanian dan pariwisata. Dalam kolaborasi ini, UMM dipercaya menjadi mitra strategis sebagai support system pendidikan bagi daerah. Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda. Pemerintah daerah, menurutnya, berkomitmen memastikan setiap pelajar memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. “Pendanaan beasiswa menjadi prioritas untuk melahirkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama Bidang IV UMM, Muhammad Fath Mashuri, M.A., menyampaikan bahwa UMM tidak hanya berorientasi pada dampak nasional, tetapi juga ingin memberikan kontribusi nyata bagi wilayah terdekat, termasuk Kota Batu. Ia menjelaskan bahwa UMM turut memberikan subsidi tambahan dalam skema beasiswa tersebut. “Sebagian biaya SPP mahasiswa asal Kota Batu ditanggung oleh UMM, sedangkan sisanya dibayarkan oleh Pemerintah Kota Batu,” jelasnya. Dalam mekanisme pelaksanaan Program 1000 Sarjana, proses seleksi dilakukan melalui verifikasi bersama antara UMM dan Pemerintah Kota Batu dengan fokus pada mahasiswa aktif ber-KTP Kota Batu. Program ini menerapkan persyaratan IPK minimum serta batas maksimal studi hingga semester delapan guna memastikan penerima beasiswa memiliki komitmen akademik yang kuat. Selain itu, Pemerintah Kota Batu secara berkala menerima laporan perkembangan studi mahasiswa dari UMM sebagai bagian dari sistem evaluasi berkelanjutan. Evaluasi ini diselaraskan dengan visi pembangunan daerah, khususnya pada sektor pertanian dan ketahanan pangan, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan akademik UMM. Tidak hanya berfokus pada bantuan biaya pendidikan, UMM juga membekali mahasiswa melalui penguatan soft skill dan karakter. Hal ini dilakukan melalui program P2KK (Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan) serta pelatihan teknis bahasa pemrograman Python, sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi akademik, kepemimpinan, dan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Fath menutup dengan pesan kepada generasi muda Kota Batu agar memanfaatkan peluang ini secara maksimal. “Pemerintah Kota Batu telah menunjukkan kepedulian besar terhadap pembangunan manusia. Tugas generasi muda adalah menyerap sebanyak mungkin pengetahuan dan keterampilan selama menempuh pendidikan tinggi,” pungkasnya.
MTCC UMM Gelar-Sekolah Tani-Mandiri Muhammadiyah di Selo-Boyolali

RRI – KBRN, Boyolali : Pusat Studi Pengendalian Tembakau (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM) kembali menggelar Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2021. Kegiatan yang kini memasuki periode ke-9 tersebut dilaksanakan di kawasan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (17/12/2025). Direktur MTCC UMM, Retno Rusdjijati, mengatakan sekolah tani ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari kalangan petani dan keluarga petani muda berusia 18 hingga 35 tahun. “Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah ini memang rutin kami selenggarakan sebagai upaya membangun kembali minat generasi muda terhadap dunia pertanian,” ujar Retno. Menurutnya, saat ini muncul isu bahwa kaum muda semakin tidak tertarik menekuni sektor pertanian. Oleh karena itu, MTCC UMM berupaya memotivasi para pemuda agar kembali melirik pertanian, namun dengan konsep yang lebih modern dan sesuai dengan karakter generasi muda. “Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian bisa dikelola secara modern, inovatif, dan menjanjikan secara ekonomi,” jelasnya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Mengingat MTCC merupakan pusat studi pengendalian tembakau, sasaran utama program ini adalah petani tembakau yang dinilai saat ini sudah tidak terlalu menjanjikan secara ekonomi. “Kami mendorong petani tembakau untuk beralih ke tanaman pangan yang lebih menguntungkan dan lebih bermanfaat. Di sisi lain, kami juga membawa misi edukasi tentang dampak rokok yang selama ini berbahan dasar tembakau,” imbuh Retno. Dalam kegiatan ini, MTCC UMM menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang. Di antaranya Sofyan, petani muda sekaligus founder sayuran organik Merbabu yang berbasis di Kopeng, Boyolali. Sofyan dikenal sukses mengembangkan pertanian organik dan telah menjadi Duta Kementerian Pertanian di tingkat nasional. Selain itu, hadir pula akademisi dari Universitas Muhammadiyah Magelang yang membahas digitalisasi pertanian, konten kreator asal Purworejo yang fokus pada isu pengendalian tembakau, serta perwakilan dari lembaga keuangan yang memberikan gambaran akses permodalan bagi pemuda yang ingin terjun ke sektor pertanian. “Harapan kami, para peserta bisa mengarah ke pengembangan tanaman pangan yang lebih bermanfaat dan berkelanjutan,” kata Retno. Ke depan, MTCC UMM juga berencana memilih tiga aktor muda dari wilayah yang telah dibina, yang dinilai berhasil dan fokus mengembangkan pertanian, untuk dihadirkan sebagai pemapar dalam pertemuan nasional pengendalian tembakau yang akan digelar pada Januari 2026 mendatang. Salah satu peserta, Kharisudin, anggota Kelompok Tani Petani Milenial Selo, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah sangat bermanfaat bagi petani, khususnya di wilayah Selo. “Acara ini sangat bagus dan bermanfaat untuk masyarakat Selo. Selama ini petani masih terpaku pada tembakau, padahal belakangan banyak yang mengalami kerugian,” ungkapnya. Ia menyebutkan, pada musim tanam terakhir harga tembakau mengalami penurunan. “Tahun ini harga tembakau paling tinggi hanya sekitar Rp60 ribu per kilogram, turun dibanding tahun sebelumnya. Produksi memang naik, tapi karena curah hujan tinggi kualitas menurun, sehingga banyak petani merugi,” katanya..(Kisno/Rill)
Program Magang CoE PAI UMM Masuk Babak Baru di Bojonegoro

MALANG POST – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup program magang Center of Excellence (CoE) sekaligus menandatangani kerja sama dengan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro serta empat sekolah Muhammadiyah, Kamis (11/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula PDM Bojonegoro ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan di daerah. Penutupan magang CoE PAI UMM dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Prodi PAI UMM dengan PDM Dikdasmen Bojonegoro dan empat sekolah mitra. Antara lain, SMP Muhammadiyah 2 Bojonegoro, SMP Muhammadiyah 4 Balen Bojonegoro, MTs Muhammadiyah 1 Banjaranyar, serta MI Muhammadiyah 26 Mudung Bojonegoro. Kerja sama ini diharapkan menjadi pondasi penguatan pelaksanaan pendidikan, pengembangan pembelajaran serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ketua Prodi PAI UMM, Zulfikar Yusuf, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penutupan magang bukanlah akhir dari proses pembelajaran mahasiswa. Menurutnya, pengalaman langsung di sekolah mitra selama program CoE merupakan bekal penting bagi mahasiswa untuk menjadi pendidik yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama yang terjalin harus berorientasi pada program konkret dan berkelanjutan. “Pengalaman lapangan inilah yang akan membentuk mahasiswa menjadi guru yang kontekstual dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan,” tegasnya. Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMM, Dr. Imamul Hakim, M.Sh., menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen FAI UMM dalam mewujudkan konsep link and match antara dunia akademik dan praktik pendidikan di lapangan. Kampus, lanjutnya, tidak boleh terjebak pada teori semata, melainkan harus hadir langsung untuk menjawab tantangan pendidikan di masyarakat. “Kampus harus turun tangan dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan pendidikan yang dihadapi sekolah-sekolah,” ujarnya. Dari pihak mitra, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro, Mustadjid, S.Ag., menyambut positif kerja sama tersebut. Ia berharap program magang dan kolaborasi ke depan dapat diperluas ke lebih banyak sekolah, tidak hanya terbatas pada kegiatan magang, tetapi juga mencakup riset bersama dan inovasi pembelajaran. “Kehadiran mahasiswa PAI UMM membawa semangat baru dan kami berharap kerja sama ini terus berlanjut secara berkesinambungan,” tuturnya. Melalui penutupan magang CoE dan penandatanganan kerja sama ini, Prodi PAI UMM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan Islam yang berlandaskan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, sekaligus responsif terhadap perkembangan zaman.(*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
UMM-Pemkot Batu Hadirkan Program 1000 Sarjana, Mimpi Kuliah Semakin Nyata!

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Kota Batu melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Batu. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pelaksanaan Program 1000 Sarjana. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ini digelar di GOR Gajah Mada Kota Batu pada 9 Desember lalu. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi simbol sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Program 1000 Sarjana merupakan inisiatif Pemerintah Kota Batu sebagai langkah konkret mendorong generasi muda daerah untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya pada program studi unggulan yang menopang potensi lokal seperti pertanian dan pariwisata. UMM, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Kota Pendidikan, dipercaya menjadi mitra strategis dan support system bagi pengembangan sumber daya manusia Kota Batu. Wali Kota Batu Nurochman menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan setiap pelajar memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan program beasiswa sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. “Pendanaan beasiswa menjadi prioritas untuk melahirkan SDM yang lebih kompetitif,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama UMM Bidang IV Muhammad Fath Mashuri MA menyampaikan bahwa UMM tidak hanya ingin memberikan dampak luas bagi Indonesia, tetapi juga dampak nyata bagi wilayah terdekat, salah satunya Kota Batu. Menurut Fath, UMM tidak semata mengandalkan anggaran dari Pemerintah Kota Batu, tetapi juga memberikan subsidi tambahan berupa potongan biaya studi bagi mahasiswa asal Kota Batu. Dalam skema tersebut, sebagian biaya SPP ditanggung oleh UMM, sementara sisanya dibiayai oleh Pemerintah Kota Batu. Dalam mekanisme Program 1000 Sarjana, proses seleksi penerima beasiswa dilakukan melalui verifikasi dua pihak, yakni UMM dan Pemerintah Kota Batu. Kedua institusi bekerja sama mengidentifikasi mahasiswa aktif yang ber-KTP Kota Batu. Untuk menjamin kualitas penerima, program ini menerapkan sejumlah kriteria, di antaranya batas minimal IPK dan masa studi maksimal hingga semester delapan. Fath menjelaskan, ketentuan tersebut penting untuk memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar memiliki komitmen serius dalam menjalani proses perkuliahan. Selain itu, Pemerintah Kota Batu juga secara rutin menerima laporan perkembangan studi mahasiswa dari UMM sebagai bahan evaluasi keberlanjutan program setiap semester. Evaluasi ini selaras dengan visi UMM dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Sektor tersebut menjadi fokus karena UMM dikenal memiliki kekuatan akademik dan riset yang mumpuni di bidang tersebut. “Pemerintah Kota Batu menilai efektivitas kinerja UMM di sektor ini sangat baik. Karena itu, lulusan UMM diharapkan memiliki kesiapan kompetensi untuk langsung mendukung program-program unggulan daerah,” pungkasnya. Selain dukungan beasiswa, UMM juga mengintegrasikan pengembangan soft skill dan karakter mahasiswa melalui Program Pengembangan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK), serta pembekalan keterampilan teknis seperti bimbingan bahasa pemrograman Python. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan, etika, kerja sama, dan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Di akhir, Fath mengajak generasi muda Kota Batu untuk memanfaatkan peluang besar ini secara optimal. Menurutnya, kepedulian Pemerintah Kota Batu terhadap pembangunan manusia dan pengembangan soft skill sudah sangat nyata, sehingga perlu disambut dengan kesungguhan belajar dan berproses di perguruan tinggi. (Faqih/AS)