UMM Gelar Dua Event Besar Nasional Secara Bersamaan

MEMORANDUM.CO.ID – Universitas Muhammadiyah MALANG (UMM) mendapatkan kepercayaan nasional menjadi tuan rumah dua agenda besar, Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 dan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025, 04–06 Desember 2025 mendatang. Keduanya, diinisiasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Diperkirakan, menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. UMM menyiapkan berbagai rangkaian acara pembukaan. Mulai Abdidaya Ormawa Expo, semiloka nasional, hingga malam penganugerahan. Dalam Expo menampilkan pameran poster, luaran wajib, dan produk tambahan dari tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Semiloka nasional, juga digelar dengan melibatkan pimpinan bidang kemahasiswaan, pengurus Ormawa, dosen pendamping, serta mitra desa dan eksternal. Membahas strategi peningkatan kapasitas organisasi mahasiswa. Puncaknya, panitia mengumumkan peraih Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 di Dome UMM. Penghargaan diberikan kepada tim pelaksana, organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, perguruan tinggi, serta mitra berkelanjutan. Karena dinilai berhasil menjalankan program pemberdayaan melalui PPK Ormawa. Di saat bersamaan, UMM juga menjadi tuan rumah Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025, tantangan baru bagi peserta. “Panitia menerapkan perubahan pada lintasan lomba serta peningkatan standar teknis. Fasilitas unggulan UMM, seperti tiga danau uji berstandar nasional, menjadi arena utama pengujian navigasi, manuverabilitas, hingga stabilitas prototipe kapal,” terang Ketua Panitia Lokal, Amrul Faruq. Melalui dua agenda nasional ini, UMM menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi. Dengan kemampuan manajerial berskala besar, kolaborasi inovasi mahasiswa dari seluruh Indonesia. (edr)

Mamsaka Utus Dua Guru Ikuti ToT Pengembangan Website di UMM

pwmu.co – Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran terus memperkuat kapasitas digital para pendidiknya sebagai bagian dari komitmen membangun madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.Tahun ini, Mamsaka mengutus dua guru terbaiknya, yakni Aqil Aziz S.Pd.I dan Fitroh Amaluddin, S.T., M.T., untuk mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) Pengembangan Website yang diselenggarakan oleh Laboratorium Pengembangan dan Aplikasi Komputer (LPAK) Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin (1/12/2025). Pelatihan ini berlangsung intensif dengan mencakup materi Desain Website, Pemrograman Website, hingga Proyek Pemrograman Website. Seluruh materi dipandu oleh instruktur berpengalaman dari UMM yang memadukan teori dan praktik secara langsung, sehingga peserta benar-benar dibekali keterampilan yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah. Keikutsertaan dua guru ini memiliki arti penting, terutama karena salah satu dari mereka, Fitroh Amaluddin juga merupakan Ketua Program Information Technology Class Program (ITCP) Mamsaka. Dengan perannya yang strategis, peningkatan kompetensi dalam bidang pengembangan website ini diharapkan akan memperkuat arah dan mutu program ITCP, khususnya dalam menyiapkan siswa agar lebih kompeten dalam dunia teknologi informasi. Sementara itu, Aqil Aziz juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia menilai pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama untuk mendukung pengembangan website madrasah sebagai media informasi, publikasi prestasi, dan sarana komunikasi yang lebih efektif. Kepala Mamsaka, Purwanto, M.Pd. menegaskan bahwa partisipasi kedua guru tersebut bukan sekadar memenuhi undangan pelatihan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam penguatan teknologi di Mamsaka. “Kehadiran tenaga pendidik yang kompeten di bidang digital menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tuntutan pembelajaran berbasis teknologi dan kebutuhan branding madrasah melalui platform digital” Ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi atas dedikasi keduanya dalam mengikuti pelatihan ini. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat segera ditransfer kepada guru-guru lain melalui pelatihan internal serta diwujudkan dalam pembaruan website madrasah yang lebih modern dan responsif. “Kami ingin Mamsaka semakin siap menghadapi era digital, dan langkah ini menjadi bagian penting dalam mencapai visi madrasah,” harapnya. *) Penulis : Wahidul Qohar | Editor : Aalimah Qurrata Ayun

Polresta Malang Kota dan UMM Edukasi Siswa SMPN 3 tentang Bahaya Bullying dan Narkoba

Malang – Polresta Malang Kota bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi bagi siswa di SMP Negeri 3 Kota Malang pada Selasa 25 November 2025. Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman tentang bentuk-bentuk perundungan dan bahaya penyalahgunaan narkoba. Dalam sesi edukasi, petugas menjelaskan jenis bullying seperti kekerasan fisik, verbal, sosial, dan cyber. Mereka juga menjelaskan dampak negatif dari bullying dan narkoba, termasuk gangguan mental. Peserta diajak berdiskusi dan diberi ruang untuk bertanya agar mereka benar-benar paham. Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Kepala sekolah menyatakan sosialisasi membantu siswa menyadari risiko dan memberi keberanian untuk melaporkan jika mereka atau teman mereka menghadapi perundungan atau tawaran narkoba. Seorang siswi mengungkapkan bahwa acara itu membuka mata banyak siswa. Ia berkata bahwa sekarang mereka tahu cara menghadapi bullying dan narkoba. Dengan kegiatan ini, Polresta Malang Kota dan UMM berharap bisa menurunkan angka perundungan dan penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa SMP. sumber: umm.ac

UMM Siap Sambut Ribuan Peserta Abdidaya Ormawa dan Kontes Kapal Indonesia 2025

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapatkan kepercayaan nasional dengan menjadi tuan rumah dua agenda besar sekaligus pada 4–6 Desember 2025 mendatang, yakni Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 dan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025. Kedua kegiatan yang diinisiasi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut diperkirakan akan menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun ke-5 Anugerah Abdidaya Ormawa, UMM menyiapkan rangkaian acara mulai dari pembukaan, Abdidaya Ormawa Expo, semiloka nasional, hingga malam penganugerahan. Expo menjadi kegiatan utama yang menampilkan pameran poster, luaran wajib, dan produk tambahan dari tim pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) berbagai perguruan tinggi. Semiloka nasional turut digelar dengan melibatkan pimpinan bidang kemahasiswaan, pengurus Ormawa, dosen pendamping, serta mitra desa dan mitra eksternal untuk membahas strategi peningkatan kapasitas organisasi mahasiswa. Puncaknya, panitia akan mengumumkan peraih Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 di Dome UMM. Penghargaan diberikan kepada tim pelaksana, organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, perguruan tinggi, serta mitra berkelanjutan yang dinilai berhasil menjalankan program pemberdayaan melalui PPK Ormawa. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas organisasi mahasiswa melalui proyek pemberdayaan masyarakat, mencakup isu pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga pengembangan Desa Wirausaha, Smart Farming, Kampung Iklim, serta Desa/Kelurahan Cerdas dan Wisata. Pada waktu bersamaan, UMM juga menjadi tuan rumah Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025 yang menghadirkan tantangan baru bagi peserta. Ketua Panitia Lokal, Amrul Faruq MEng PhD, menjelaskan bahwa tahun ini panitia menerapkan perubahan total pada lintasan lomba serta peningkatan standar teknis yang lebih ketat. “Fasilitas unggulan UMM, seperti tiga danau uji berstandar nasional, menjadi arena utama pengujian navigasi, manuverabilitas, hingga stabilitas prototipe kapal,” tuturnya. Dia menambahkan, Belmawa telah melakukan dua kali visitasi untuk memastikan lokasi memenuhi standar kompetisi nasional. “Panitia juga mengikuti bimbingan teknis bersama juri nasional pada 28 November untuk finalisasi aturan keselamatan, inspeksi prototipe, dan operasional arena lomba,” katanya. Antusiasme peserta meningkat tajam dengan hadirnya 110 tim dari 51 perguruan tinggi. Total pergerakan peserta, juri, dan pendamping diprediksi melampaui 1.500 orang selama kegiatan berlangsung. KKI 2025 mempertandingkan tiga kategori utama: Autonomous Surface Vessel (ASV), Electric Remote Control (ERC), dan Fuel Engine Remote Control (FERC). Meski tanpa penambahan kategori, peningkatan standar teknis diperkirakan membuat kompetisi jauh lebih ketat. Untuk mendukung kelancaran acara, lebih dari 200 mahasiswa UMM terlibat sebagai panitia dan liaison officer (LO). Mereka bertugas mengoordinasikan peserta, membantu aspek teknis, serta memastikan setiap rangkaian lomba berjalan lancar. Selain menjadi sarana praktik manajemen acara, para mahasiswa juga akan memperoleh sertifikat dari UMM dan Belmawa. Melalui penyelenggaraan dua agenda nasional ini, UMM kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi dengan kapasitas manajerial acara berskala besar, sekaligus pusat kolaborasi akademik dan inovasi mahasiswa dari seluruh Indonesia. (Faqih/AS)

Fakultas Teknik Unismuh Perkuat Kerja Sama dan Studi Tiru CoE ke UMM

KUMPARAN – KABAR UNISMUH, MALANG — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan studi tiru dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar pada Selasa, 2 Desember 2025. Kunjungan ini merupakan rangkaian agenda hari kedua yang bertujuan memperkuat pengembangan kurikulum, penelitian, serta pengembangan pusat studi keunggulan (Center of Excellence/CoE) di lingkungan Fakultas Teknik Unismuh Makassar. Rombongan diterima di Ruang Rapat Fakultas Teknik UMM oleh Dekan, Dr. Ir. Sulianto, MT, didampingi Wakil Dekan I Dr. Ir. Machmud Effendy, ST., M.Eng., serta Wakil Dekan II Ir. Shanty Kusuma Dewi, M.T., yang baru dilantik untuk periode 2025–2029. Pertemuan turut dihadiri ketua dan sekretaris program studi Informatika, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Elektro, serta perwakilan PIC CoE Fakultas Teknik UMM. Dari Unismuh Makassar hadir Wakil Dekan I Fakultas Teknik, Dr. Ir. Ar. Hj. Irnawaty Idrus, ST., MT., IPM., IAI, bersama Sekretaris Prodi Informatika Titin Wahyuni, S.Pd., MT.; Sekretaris Prodi Elektro A. Halik Lateko, ST., MT., Ph.D; serta Sekretaris Prodi Teknik Pengairan Sumardi, ST., MT. Penguatan Kerja Sama Akademik Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas ruang lingkup kerja sama yang akan dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA). Menurut Irnawaty Idrus, kerja sama mencakup empat bidang utama: pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan CoE. Pada bidang pendidikan, rencana kerja sama meliputi pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pertukaran dosen tamu, serta penguatan program magang, praktik industri, Kuliah Kerja Nyata tematik, dan student mobility. Pada bidang penelitian, kedua fakultas membuka peluang kolaborasi berupa joint research, publikasi bersama di jurnal maupun prosiding, serta pertukaran luaran publikasi mahasiswa. Pada aspek pengabdian masyarakat, model community development berbasis kebutuhan lokal menjadi salah satu pendekatan yang dinilai dapat direplikasi di masing-masing wilayah. Studi Tiru CoE Fakultas Teknik UMM Kunjungan ini juga memfokuskan studi tiru pada pengembangan CoE di Fakultas Teknik UMM, terutama pada tiga prodi: Teknik Elektro, Informatika, dan Teknik Sipil. Ketiga prodi tersebut menjadi rujukan Unismuh Makassar dalam penyusunan roadmap CoE, mekanisme pendanaan, manajemen kelembagaan, serta pengembangan produk unggulan. Para PIC CoE UMM memaparkan praktik baik pengembangan CoE yang selama ini menjadi keunggulan institusi. Hampir seluruh program studi di Fakultas Teknik UMM telah meraih akreditasi Unggul, dan beberapa di antaranya telah memperoleh akreditasi internasional dari IABEE. Langkah Penguatan Unismuh Makassar Wakil Dekan I Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Irnawaty Idrus, menyampaikan bahwa UMM merupakan mitra strategis dalam pengembangan fakultas. “Kami memandang Fakultas Teknik UM Malang sebagai salah satu role model yang insya Allah dapat kami jadikan rujukan dalam memperkuat pengembangan Fakultas Teknik di UM Makassar,” ujarnya. Menurut Irnawaty, forum tersebut memberikan banyak masukan untuk pengembangan kurikulum, penelitian bersama, publikasi, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa penguatan CoE menjadi prioritas strategis Fakultas Teknik Unismuh Makassar. Kedua institusi sepakat melanjutkan dialog teknis terkait penyusunan kelembagaan CoE dan pengembangan program kerja sama strategis lainnya.

UMM Kukuhkan Dua Guru Besar Penggerak Inovasi Ketahanan Pangan

  KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan dua guru besar baru pada Sabtu (29/11/2025), sebagai bagian dari komitmen memperkuat kapasitas riset dan inovasi kampus. Pengukuhan ini sekaligus menegaskan fokus UMM pada pengembangan keilmuan strategis di bidang silvikultur serta teknik produksi tanaman hortikultura, yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Langkah tersebut selaras dengan pendirian Direktorat Saintek UMM yang bertujuan mempercepat hilirisasi riset dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dua guru besar yang dikukuhkan adalah Prof Dr Ir Joko Triwanto MP IPU dan Prof Dr Ir Syarif Husen MP. Dalam pemaparannya, Syarif menyoroti tantangan rendahnya produktivitas kentang nasional yang masih jauh dari potensi maksimal akibat keterbatasan benih bermutu. Produktivitas yang hanya sekitar 17,67 ton/ha, menurutnya, dapat ditingkatkan apabila petani memperoleh benih bebas virus dan memahami standar benih unggul. Kondisi ini terjadi karena banyak petani masih menggunakan benih generasi lanjut dan minim akses terhadap benih berkualitas. Untuk menjawab persoalan tersebut, UMM mengembangkan teknologi kultur meristem, planlet in vitro, serta sistem Temporary Immersion Bioreactor (TIB) guna menghasilkan benih sehat dan berstandar. “UMM telah memiliki SOP produksi, legalitas, dan hak cipta yang mendukung penyediaan benih unggul. Teknologi stek pucuk berakar serta produksi benih G0 hingga G2 penting untuk menyediakan benih secara cepat, efisien, dan terstandar. Teknologi ini perlu diteruskan melalui pendampingan dan pelatihan agar petani dapat mengaplikasikannya di lapangan,” ujarnya. Syarif menambahkan, UMM bekerja sama dengan pemerintah daerah, penangkar milenial, dan BUMDes untuk memastikan inovasi tersebut tidak berhenti di laboratorium. Program pelatihan dirancang agar petani memahami cara memanfaatkan teknologi produksi benih secara benar dan berkelanjutan. Ia menilai kolaborasi ini sebagai kunci memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Berbeda dengan Syarif, Joko menekankan pentingnya pemanfaatan lahan bawah tegakan hutan sebagai strategi berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Ia menyebut bahwa model agroforestri mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menghadapi perubahan iklim, degradasi lahan, serta meningkatnya kebutuhan pangan. “Lingkungan bawah tegakan hutan memiliki potensi besar jika dikelola dengan bijak. Melalui agroforestri, kita dapat menghasilkan pangan beragam, menjaga stabilitas ekosistem, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Tanaman toleran naungan seperti ganyong, garut, talas, dan porang dapat dikembangkan secara produktif di area tersebut,” kata Joko. Ia menjelaskan bahwa integrasi tanaman pangan dengan pohon hutan tidak hanya memperkaya ketersediaan pangan lokal, tetapi juga menjaga kesehatan tanah dan memperkuat infiltrasi air. Menurutnya, agroforestri mampu menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar hutan. Karena itu, pemanfaatan lahan bawah tegakan perlu terus didorong melalui riset, pelatihan, dan pendampingan berbasis masyarakat. Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi menegaskan peran strategis guru besar dalam memperkuat riset dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai pembentukan Direktorat Saintek menjadi langkah penting bagi UMM untuk mempercepat hilirisasi riset dan memastikan inovasi kampus dapat dimanfaatkan secara luas. Nazaruddin juga menekankan pentingnya riset terapan sebagai jawaban atas tantangan deindustrialisasi nasional. “UMM akan terus berinvestasi pada riset terapan untuk melahirkan inovasi yang mampu mendorong transformasi ekonomi dari konsumsi menuju produksi,” ujarnya. (Wildan/AS)

Santri PPI AMF Borong Penghargaan di ME Confest 2025

Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Muhammadiyah Education Conference and Festival (ME Confest) 2025 yang digelar di Sidoarjo pada 29–30 November lalu, mereka berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dari berbagai kategori lomba. ME Confest 2025 mengusung tema “Ekspresi, Kolaborasi, dan Kepeloporan Generasi Berkemajuan” dan diikuti lebih dari 4.000 peserta dari sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dan Bali, mulai jenjang SD hingga SMA. Prestasi ini menjadi bukti kualitas pembinaan PPI AMF dalam mencetak generasi berprestasi dan percaya diri. Wakil Kepala SMP-SMA AMF Bidang Kesiswaan, Iqbal Alfian Rusydi, mengungkapkan rasa syukurnya. Dari enam lomba yang diikuti, empat di antaranya berhasil meraih prestasi. Adapun rinciannya yaitu Juara 2 Tapak Suci Kategori Tunggal Tangan Kosong SMP oleh Rabbani Kaffatan Hasan, Juara 3 Bulu Tangkis Ganda Putra SMP oleh Abyan Agha Alghifari dan Dzabdan Arkananta Nasrullah, Special Award Kreator Konten SMP oleh Delisa Anandita Rachman, Berlian Rigana Kasih, dan Honey Azzahra Ratu Anggra, serta Special Award Mendongeng SMP yang diraih oleh Mumtaz Hanin Nabilah. Iqbal menjelaskan, peserta lomba dipilih melalui seleksi internal, sebagian diambil dari para juara Bulan Bahasa dan Sastra 2025 di PPI AMF. “Ada juga yang dipilih berdasarkan rekomendasi pembina dan pelatih,” ujarnya saat ditemui di PPI AMF, Senin (1/12/2025). Setelah proses seleksi, para santri menjalani pelatihan intensif selama sebulan penuh. Untuk kategori mendongeng, sekolah bahkan menyiapkan properti khusus sebagai pendukung lomba. Iqbal berharap prestasi santri bisa semakin meningkat pada ajang yang lebih tinggi. Salah satu peraih prestasi, Rabbani Kaffatan Hasan, mengaku sangat senang bisa meraih Juara 2 Tapak Suci Kategori Tunggal Tangan Kosong. Raihan tersebut sesuai dengan target pribadinya. “Target saat itu juara satu atau dua,” ungkap santri yang akrab disapa Kaffa itu. Menariknya, Kaffa baru mulai mengikuti Tapak Suci setelah masuk PPI AMF. Saat di SD ia tidak pernah menekuni bela diri tersebut. Berkat ketekunan dan minat besar, ia cepat menguasai teknik dasar hingga akhirnya dipercaya mewakili sekolah di ME Confest 2025. Meski sempat gugup, Kaffa mampu mengatasinya dengan doa dan selawat. Ia pun membawa pulang piala, sertifikat, uang pembinaan, dan boneka Tapak Suci. Kebahagiaan juga dirasakan oleh tim kreator konten: Delisa Anandita Rachman, Berlian Rigana Kasih, dan Honey Azzahra Ratu Anggra. Mereka tidak menyangka videonya mendapat perhatian juri. “Senang banget. Dari sekian peserta, kita masuk 10 besar se-Jawa Timur dan Bali,” ujar Honey. Konten yang mereka buat menampilkan profil sekolah, program unggulan, suasana PPI AMF, serta pesan motivasi. Pengambilan gambar dilakukan di beberapa titik pondok, seperti resepsionis, lapangan, asrama, lorong kelas, hingga halaman sekolah. Mereka berharap bisa terus berkompetisi dan meraih prestasi lebih tinggi. Dengan berbagai prestasi yang telah diraih tersebut, membuktikan bahwa PPI AMF berkomitmen penuh dalam memfasilitasi minat dan bakat yang dimiliki oleh para santrinya. (faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Cetak talenta kreatif, Alumnus UMM Ini Jadi Sosok Penting di Creative Production Krisdayanti

Perjalanan panjang mencari jati diri justru mengantarkan Dwi Prasetyo Yulianto, alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menuju pencapaian yang membanggakan. Saat ini, Pras begitu ia akrab disapa telah dipercaya menjadi bagian dari Creative Production pribadi keluarga diva internasional Krisdayanti. “Aku sekarang ada di bagian dari Krisdayanti, banyak terlibat dalam projectnya seperti konten manggung, liburan, ataupun yang lain. Aku di percayai menjadi tim creative production dibagian videografi maupun fotografi yang outputnya nanti dimuat dimedia sosial.” jelasnya Mengingat bahwa skill yang dimiliki pras sangatlah profesional, ia juga terkadang menggarap project bisnis yang diberikan oleh suami Krisdayanti, Raul Lemos. “kalau project yang saat ini aku kerjakan bikin video promosi pariwisata untuk Timor Leste” tambahnya Namun, perjalanan menuju titik ini tidaklah singkat. Pras mengaku sempat mengalami masa pencarian identitas ketika awal kuliah. “Jadi aku waktu semester 1–2 itu cuma mencari jati diri, masih bingung ke depan mau fokus ke mana,” ungkapnya. Baru pada semester tiga ia mulai berani bangkit dan mencoba berbagai hal baru, termasuk mengikuti program magang. Kesempatan pertama datang saat ia bergabung dengan salah satu production house (PH) ternama di Malang. Selama enam bulan magang, ia belajar banyak hal, terutama tentang mengelola sumber daya manusia. Menurutnya, pengalaman itu sangat berharga karena tidak mungkin didapatkan secara otodidak. Ia pun bersyukur karena dukungan dosen UMM menjadi jembatan baginya untuk menembus dunia profesional lebih awal. Tidak berhenti di situ, Pras juga memperluas pengalamannya dengan magang di Polres Malang Kota dan Humas UMM. Di Humas UMM, ia merasakan perkembangan signifikan dalam keterampilan videografi dan fotografi. “Di Humas UMM ini menurut saya menjadi gudang ilmu. Banyak sekali para ahli yang mempercepat peningkatan skill saya, mulai dari bikin konten harian, liputan wisuda, hingga pembuatan video pesmaba,” jelasnya. Berbagai pengalaman itu kemudian membentuk portofolio yang sangat kuat. Bekal tersebutlah yang akhirnya membukakan pintu bagi Pras untuk dipercaya mendokumentasikan kegiatan keluarga Krisdayanti. Tak hanya itu, ia juga menyalurkan hobinya lewat kanal YouTube pribadi bernama “Prastopia”. Kanal tersebut kini telah meraih lebih dari 100 ribu subscriber dan mendapatkan penghargaan Silver Play Button dari YouTube. Bagi Pras, semua pencapaian yang diraih saat ini merupakan hasil dari konsistensi serta keberanian memanfaatkan peluang. Ia menekankan bahwa UMM memberikan ruang sangat luas bagi mahasiswanya untuk berkembang, baik lewat jaringan maupun program magang. “Jaringan di UMM ini luas sekali, itu yang saya rasakan dan manfaatkan. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan UMM,” pesannya. Kisah sukses Pras membuktikan bahwa kebingungan di awal bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan menuju kesuksesan. Dengan tekad, kerja keras, serta pemanfaatan fasilitas kampus secara maksimal, ia kini berhasil berdiri di barisan terdepan dokumentasi keluarga salah satu penyanyi ternama Indonesia. (faq)   Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Dosen Sastra Indonesia Fida Dapat Beasiswa S3 ke Austria Berkat Riset Bahasa dan AI

      Head Topics – Dosen Bahasa Sastra Indonesia (BSI) Modern Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini tengah menempuh studi S3 di Austria.   Ia kuliah sebagai penerima Indonesia -Austria Scholarship Programme yang diselenggarakan oleh Ditjen Diktiristek Kemendikti saintek, bekerja sama dengan OeAD-GmbH atas nama Kementerian Pendidikan, Sains, dan Riset Austria. Sembari ia mengumpulkan pengalaman akademik mulai dari Microcredential Literacy di Western Sydney University Australia pada 2023 hingga program PKBI di UPI Bandung pada 2024. “Saya sudah mengetahui beasiswa IASP sejak dua tahun lalu dan tertarik karena kualitas institusi di Austria. Ketika syarat masa kelulusan magister dihapus, saya merasa inilah waktunya mencoba. Perjalanan akademik saya sejak 2023 justru menjadi pintu yang mengarahkan saya sampai ke titik ini,”ujarnya, dikutip dari situs UMM, Minggu . Fida menjalani proses seleksi mulai dari berkas administrasi hingga wawancara luring dengan empat pewawancara Austria dan satu pewawancara Indonesia yang langsung membahas inti penelitiannya. “Yang paling menantang adalah mencari supervisor karena banyak yang menolak topik saya. Wawancara juga langsung fokus ke riset tanpa perkenalan, seperti seminar proposal versi kilat,” ungkapnya.-Assisted Grammar Learning in Indonesian as a Foreign Language, yang fokus menilai bagaimana generative-AI bisa meningkatkan metalinguistic awareness atau kesadaran kebahasaan pemelajar. “Saran saya, persiapkan portofolio sejak awal, bangun jaringan dengan calon pembimbing, dan pilih topik yang benar-benar relevan. Kesiapan dan ketekunan sering lebih berpengaruh daripada sekadar kecerdasan,” kata Fida. Menurut Fida Pangesti, S.Pd., M.A. , materi tata bahasa adalah salah satu yang paling sering dianggap “menguras tenaga” baik bagi pengajar maupun pelajar.Risetnya memang belum berjalan, tetapi penyusunan desain intervensi menjadi tantangan tersendiri bagi Fida karena harus mencakup fonologi, morfologi, sintaksis, hingga semantik. “Supervisor sangat suportif. Saya bebas memilih mata kuliah lintas jenjang dan diarahkan melakukan pilot penelitian di kelas BIPA di Vienna, bahkan disarankan berkunjung dan berkolaborasi dengan ahli AI dalam pembelajaran bahasa di Nanyang Technological University Singapore,” ujarnya. Penelitiannya menunjukkan bahwa AI bukan hanya tren, tetapi alat strategis dalam pembelajaran tata bahasa Indonesia lebih mudah, menarik, dan siap bersaing di ranah global. Kehidupan di Austria juga membawa banyak kejutan menyenangkan. Mulai dari budaya Ruhetag yang membuat semua toko tutup pada hari Minggu, mengutamakan pejalan kaki.Perpustakaan menjadi tempat favorit Fida. Di tengah suasana tenang, ia sering melihat lansia yang tetap giat belajar, sebuah pemandangan yang menurutnya sangat menginspirasi.

Syarif Husen Dikukuhkan Sebagai Profesor Kentang

Tugujatim.id – Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, MP. dikukuhkan sebagai Profesor Kentang. Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu, 29 November 2025. Syarif menyoroti tantangan rendahnya produktivitas kentang nasional yang masih jauh dari potensi maksimal akibat keterbatasan benih bermutu. Ia menjelaskan bahwa produktivitas yang hanya mencapai 17,67 ton/ha dapat ditingkatkan apabila petani memperoleh benih bebas virus dan memahami standar kualitas benih unggul. Kondisi tersebut terjadi karena penggunaan benih generasi lanjut dan minimnya akses petani terhadap benih berkualitas tinggi. “Permasalah terbesar dari pengembangan tanaman kentang adalah penyediaan benih, petani tidak bisa mencetak sendiri dan pemerintah baru bisa menyediakan kurang dari 10 persen dari kebutuhan benih,” kata Syarif Husen dalam orasi ilmiahnya di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (29/11/2025). Guna menjawab persoalan ini, UMM mengembangkan teknologi kultur meristem, planlet in vitro, serta sistem Temporary Immersion Bioreactor (TIB) sebagai upaya menghasilkan benih sehat dan berstandar. “UMM telah memiliki SOP produksi, legalitas, dan hak cipta yang mendukung penyediaan benih unggul. Teknologi stek pucuk berakar serta produksi benih G0 hingga G2 menjadi langkah penting untuk menyediakan benih secara cepat, efisien, dan terstandar. Teknologi tersebut perlu diteruskan melalui pendampingan dan pelatihan agar petani dapat mengaplikasikannya langsung di lapangan. Dengan cara itu, peningkatan produktivitas dan kemandirian benih nasional dapat tercapai secara berkelanjutan,” ujarnya. Lebih lanjut, Syarif menjelaskan bahwa UMM bekerja sama dengan pemerintah daerah, penangkar milenial, dan BUMDes untuk memastikan inovasi ini tidak berhenti pada skala laboratorium. Berbagai program pelatihan dirancang agar petani memahami cara memanfaatkan teknologi produksi benih secara benar dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa kerja kolaboratif tersebut merupakan kunci untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan pendapatan petani dalam jangka panjang. UMM mengukuhkan dua guru besar yakni Prof. Dr. Ir. Syarif Husen, MP dan Prof. Dr. Ir. Joko Triwanto, MP., IPU. Pengukuhan tersebut sebagai bagian dari komitmen memperkuat kapasitas riset dan inovasi kampus dan menegaskan fokus UMM pada pengembangan keilmuan strategis di bidang silvikultur dan teknik produksi tanaman hortikultura yang berperan penting bagi ketahanan pangan. Langkah tersebut juga sejalan dengan pendirian Direktorat Saintek UMM yang bertujuan mempercepat hilirisasi riset dan menghadirkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sementara Prof Joko menekankan pentingnya pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan sebagai strategi berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Ia menyebut bahwa model agroforestri mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Pendekatan ini dipandang relevan dalam menghadapi perubahan iklim, degradasi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan yang memerlukan solusi berkelanjutan. “Lingkungan bawah tegakan hutan memiliki potensi besar jika dikelola secara bijak. Melalui agroforestri, kita bisa menghasilkan pangan yang beragam, menjaga stabilitas ekosistem, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Berbagai tanaman toleran naungan seperti ganyong, garut, talas, dan porang dapat dikembangkan secara produktif di area tersebut. Potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal agar manfaat ekologis dan ekonominya semakin luas,” ujarnya. Dalam penjelasan lanjutnya, Joko menguraikan bahwa integrasi tanaman pangan dengan pohon hutan tidak hanya memperkaya ketersediaan pangan lokal, tetapi juga menjaga kesehatan tanah dan memperkuat infiltrasi air. Menurutnya, agroforestri mampu menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memberikan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar hutan. Karena itu, pemanfaatan lahan bawah tegakan merupakan peluang besar yang perlu didorong melalui riset, pelatihan, dan pendampingan berbasis masyarakat. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan peran guru besar yang sangat strategis dalam memperkuat riset dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai pembentukan Direktorat Saintek menjadi langkah penting bagi UMM untuk mempercepat hilirisasi riset dan memastikan inovasi kampus dapat dimanfaatkan secara luas. Nazaruddin juga menekankan pentingnya riset terapan sebagai jawaban terhadap tantangan deindustrialisasi nasional. “UMM akan terus berinvestasi pada riset terapan untuk melahirkan inovasi yang mampu mendorong transformasi ekonomi dari konsumsi menuju produksi,” ujarnya.