Santri PPI AMF Borong Empat Penghargaan di ME Confest 2025

KLIKMU.CO – Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Muhammadiyah Education Conference and Festival (ME Confest) 2025 yang digelar di Sidoarjo pada 29–30 November lalu, mereka berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dari berbagai kategori lomba. ME Confest 2025 mengusung tema Ekspresi, Kolaborasi, dan Kepeloporan Generasi Berkemajuan dan diikuti lebih dari 4.000 peserta dari sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dan Bali, mulai jenjang SD hingga SMA. Prestasi ini menjadi bukti kualitas pembinaan PPI AMF dalam mencetak generasi yang kompetitif dan percaya diri. Wakil Kepala SMP–SMA AMF Bidang Kesiswaan, Iqbal Alfian Rusydi, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Dari enam kategori lomba yang diikuti, empat di antaranya berhasil meraih prestasi. Rinciannya yaitu: Juara 2 Tapak Suci Kategori Tunggal Tangan Kosong SMP oleh Rabbani Kaffatan Hasan; Juara 3 Bulu Tangkis Ganda Putra SMP oleh Abyan Agha Alghifari dan Dzabdan Arkananta Nasrullah; Special Award Kreator Konten SMP oleh Delisa Anandita Rachman, Berlian Rigana Kasih, dan Honey Azzahra Ratu Anggra; serta Special Award Mendongeng SMP oleh Mumtaz Hanin Nabilah. Iqbal menjelaskan bahwa peserta dipilih melalui seleksi internal. Sebagian merupakan para juara Bulan Bahasa dan Sastra 2025, sementara lainnya direkomendasikan oleh pembina dan pelatih. Setelah seleksi, mereka menjalani pelatihan intensif selama sebulan. Untuk kategori mendongeng, sekolah bahkan menyiapkan properti khusus sebagai penunjang penampilan. Iqbal berharap prestasi santri terus meningkat pada ajang-ajang yang lebih tinggi. Salah satu peraih prestasi, Rabbani Kaffatan Hasan, mengaku sangat senang meraih Juara 2 Tapak Suci Kategori Tunggal Tangan Kosong. Capaian itu sesuai dengan target pribadinya. “Target saat itu juara satu atau dua,” ujar santri yang akrab disapa Kaffa itu. Menariknya, Kaffa baru mulai menekuni Tapak Suci setelah masuk PPI AMF. Saat SD, ia tidak pernah mengikuti bela diri tersebut. Namun berkat ketekunan dan minat besar, ia cepat menguasai teknik dasar hingga akhirnya dipercaya mewakili sekolah di ME Confest 2025. Meski sempat gugup, ia mampu mengatasinya dengan doa dan selawat. Kaffa pun membawa pulang piala, sertifikat, uang pembinaan, dan boneka Tapak Suci. Kebahagiaan juga dirasakan tim kreator konten: Delisa Anandita Rachman, Berlian Rigana Kasih, dan Honey Azzahra Ratu Anggra. Mereka tidak menyangka videonya mendapat perhatian juri. “Senang banget. Dari sekian peserta, kita masuk 10 besar se-Jawa Timur dan Bali,” ujar Honey. Konten yang mereka buat menampilkan profil sekolah, program unggulan, suasana PPI AMF, serta pesan motivasi. Pengambilan gambar dilakukan di beberapa titik pondok, seperti resepsionis, lapangan, asrama, lorong kelas, dan halaman sekolah. Mereka berharap bisa terus berkompetisi dan meraih prestasi lebih tinggi. Berbagai capaian tersebut menjadi bukti komitmen PPI AMF dalam memfasilitasi minat dan bakat para santri serta mendorong mereka tampil percaya diri di ajang kompetisi tingkat daerah maupun nasional. (Wildan/AS)

FEB Unismuh Makassar Studi Tiru OBE ke UMM untuk Penguatan Kurikulum

UNISMUH.AC.ID, MALANG — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) melaksanakan studi tiru ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memperkuat implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025 itu, dipimpin Wakil Dekan I FEB Unismuh, Agusdiwana Suarni, bersama jajaran pimpinan program studi. Rombongan diterima langsung oleh pimpinan FEB UMM, yakni M. Sri Wahyudi S, S.E., M.E., Ph.D (Dekan), Dr. R. Iqbal Robbie, M.M (Kaprodi Manajemen), Gina Harventy, S.E., Ak., M.Si., CA., CSRS (Kaprodi Akuntansi), Hendra Susanto, S.E., M.S.E (Kaprodi Ekonomi Pembangunan), serta Ardik Praharjo, S.AB., M.AB selaku Sekretaris Kantor CoE UMM. Pertemuan berlangsung di Kantor Center of Excellence (CoE) UMM. Pelajari Praktik Terbaik Dalam kunjungan tersebut, tim FEB Unismuh mendalami praktik terbaik UMM dalam menyusun dan melaksanakan OBE, mulai dari Outcome-Based Curriculum (OBC), Outcome-Based Learning and Teaching (OBLT), hingga Outcome-Based Assessment and Evaluation (OBAE). Rombongan juga melihat langsung bagaimana UMM menerapkan OBE dalam proses pembelajaran dan sistem penilaiannya. Selain mempelajari kurikulum, tim Unismuh juga meninjau beberapa CoE unggulan UMM, termasuk CoE Manajemen Bisnis dan Inovasi Digital serta CoE Perbankan dan Fintech Syariah. CoE tersebut dinilai mampu memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pelatihan profesional, magang industri, serta program sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penguatan Jejaring Akademik Ketua Prodi Manajemen FEB Unismuh, Nasrullah, S.E., M.M, menyampaikan bahwa studi tiru ini menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat kapasitas dosen dalam menerapkan OBE. “Kami ingin memperkuat jejaring akademik, meningkatkan kapasitas dosen, dan memastikan kurikulum OBE berjalan optimal,” ujarnya. Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan Unismuh, Asdar, S.E., M.Si, menambahkan bahwa CoE Perbankan dan Fintech Syariah UMM dapat menjadi inspirasi pembentukan pusat keunggulan serupa di Unismuh Makassar. UMM Paparkan Sistem Pengelolaan CoE Sekretaris Kantor CoE UMM, Ardik Praharjo, memaparkan mekanisme pengelolaan CoE di UMM. Ia menjelaskan bahwa setiap program studi minimal memiliki dua CoE dengan dukungan hibah sebesar Rp100 juta per CoE. Program dijalankan pada semester 6–7, bekerja sama dengan sedikitnya empat mitra industri (DUDI). Mahasiswa yang mengikuti CoE dan magang industri diperbolehkan mengonversi kegiatannya menjadi mata kuliah, bahkan dapat menjadikan lokasi mitra industri sebagai objek penelitian. Arah Kolaborasi Berkelanjutan Kedua institusi sepakat untuk membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, magang industri, serta penguatan implementasi OBE. Studi tiru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan FEB Unismuh Makassar agar semakin kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era digital.

FKIK Unismuh Makassar Lakukan Studi Tiru ke Universitas Muhammadiyah Malang

UNISMUH.AC.ID,. MALANG – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan kunjungan Studi Tiru ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa, 2 Desember 2025. Memasuki hari kedua kunjungan, rombongan diterima pihak UMM dan melanjutkan peninjauan laboratorium kedokteran serta keperawatan di Rumah Sakit Umum UMM. Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran FKIK Unismuh, Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N (K), menyampaikan bahwa pengembangan Center of Excellence di FKIK banyak mengacu pada model yang telah diterapkan UMM. “Kemarin tim FKIK sudah berdiskusi banyak. Dasarnya adalah bagaimana mempersiapkan lulusan sebagai job seeker yang siap bersaing,” ujarnya. Dalam diskusi bersama pihak RS UMM, Andi Weri menambahkan bahwa tim FKIK ingin melihat penerapan laboratorium terpadu serta manajemen pemanfaatannya lintas program studi. “Kami ingin mengetahui bagaimana pengaturan fasilitas agar dapat digunakan bersama. Karena di FKIK Unismuh, beberapa ruangan seperti Laboratorium CBP dan OSCE sudah mulai digunakan secara bersama,” jelasnya. Ia juga menyinggung pengelolaan laboratorium basah dan kering, serta kondisi beberapa gedung prodi yang masih terpisah di FKIK Unismuh Makassar. Kunjungan ini turut membahas pengelolaan laboratorium terpadu, konsep kedokteran sebagai industri, penerapan K3, serta pengelolaan dokumen-dokumen akademik dan penunjang di lingkungan RS UMM. Dekan FIKES UMM, Dr. Apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, memaparkan perjalanan integrasi antara Prodi S1 Farmasi, S1 Kedokteran, dan S1 Keperawatan terhadap visi institusi. Ia menekankan pentingnya pemahaman ilmiah dalam kolaborasi antarprodi. “Setiap program studi memiliki kompetensi yang berbeda. Karena itu, kita harus memahami dasar ilmiahnya, bukan mempertentangkan,” tegasnya. Sementara itu, pihak Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Malang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis kompetensi dan kewenangan antarprofesi. Dokter pendamping menjelaskan bahwa setiap tenaga kesehatan harus memahami batas peran agar tidak terjadi tumpang tindih dalam layanan, terutama dalam proses diagnosis, terapi, dan telaah obat. Adapun rombongan FKIK Unismuh Makassar yang hadir terdiri atas Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N (K) selaku Wakil Dekan I Kedokteran; Dr. dr. Sitti Musafirah, Sp.KK selaku Ketua Prodi Profesi Dokter; apt. Nurfadilah, S.Farm., M.Si. selaku Ketua Prodi Farmasi; Dr. Sitti Zakiyyah Putri, S.ST., S.Kep., Ns., M.Kes. selaku Ketua Prodi Keperawatan; Dr. Dahniar, S.ST., M.Kes. selaku Ketua Prodi D3 Kebidanan; Bdn. Fitria, S.ST., M.Keb. selaku Sekretaris Prodi Sarjana Kebidanan; serta Dr. Muzdalifah B. selaku Sekretaris Pendidikan Dokter. Dari FIKES UMM turut hadir Nur Alini, M.Kep., Ph.D (Ketua Prodi S1 Keperawatan); Anis Ita Nur R. (Ketua Prodi Profesi Ners); Zakaria (Humas FIKES); Herlita Tri Rahayu (Wakil Dekan II FIKES); Fachri Arfandi (Kepala Lab Keperawatan); Indah Dwi P. (Ketua Prodi D3 Keperawatan); Anug Putri Mulinne (Sekprodi II PPD UMM); Dian (Sekprodi I PPD UMM); dan Lusteja Inasania A.

Viral Dakwah Gus Kurang Beretika, Begini Kata Dosen FAI UMM

pwmu.co –Menjadi seorang dai di era modern bukanlah perkara mudah. Bukan sekadar tentang kemampuan berbicara atau menyampaikan nilai-nilai agama di atas mimbar. Terlebih lagi, baru-baru ini publik dihebohkan dengan cara salah satu Gus yang berdakwah dengan etika yang tidak mencerminkan seorang pendakwah. Menyikapi hal itu, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ainur Roziqi, S. Pd. I., M.Pd. turut memberikan pendapatnya. Ainur menegaskan bahwa profesi ini harus mempunyai akhlak yang tinggi, kesabaran, serta pemahaman mendalam tentang karakter jamaah. Lebih lanjut, Ainur memaparkan, Rasulullah SAW telah mencontohkan bahwa seorang dai tidak cukup hanya berilmu, tetapi juga harus memiliki akhlak yang mulia seperti jujur, amanah, dan sabar. Menurutnya, seorang pendakwah memegang dua peran sekaligus yaitu penyampai materi dan teladan bagi jamaahnya. Dakwah bukan hanya tentang ucapan, namun dakwah juga harus berupa tindakan. Masyarakat atau jamaah melihat bukan hanya apa yang diajarkan, tetapi bagaimana dai tersebut menjalani apa yang sudah disampaikan. “Maka dari itu, pendakwah perlu menekankan pentingnya menjaga integritas, tutur kata, serta perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Kemudian, pendakwah seharusnya mencontohkan perilaku yang baik ketika berdakwah. Penyampaian yang dianggap terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan adab dakwah menjadi sorotan dan memicu diskusi pada masyarakat luas. Vulgaritas, gurauan berlebihan, atau perilaku yang tidak pantas sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Hal inilah yang justru merusak citra dakwah dan sering kali menimbulkan stigma negatif bagi pendakwah lain. pwmu.co – Menjadi seorang dai di era modern bukanlah perkara mudah. Bukan sekadar tentang kemampuan berbicara atau menyampaikan nilai-nilai agama di atas mimbar. Terlebih lagi, baru-baru ini publik dihebohkan dengan cara salah satu Gus yang berdakwah dengan etika yang tidak mencerminkan seorang pendakwah. Menyikapi hal itu, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ainur Roziqi, S. Pd. I., M.Pd. turut memberikan pendapatnya. Ainur menegaskan bahwa profesi ini harus mempunyai akhlak yang tinggi, kesabaran, serta pemahaman mendalam tentang karakter jamaah. Lebih lanjut, Ainur memaparkan, Rasulullah SAW telah mencontohkan bahwa seorang dai tidak cukup hanya berilmu, tetapi juga harus memiliki akhlak yang mulia seperti jujur, amanah, dan sabar. Menurutnya, seorang pendakwah memegang dua peran sekaligus yaitu penyampai materi dan teladan bagi jamaahnya. Dakwah bukan hanya tentang ucapan, namun dakwah juga harus berupa tindakan. Masyarakat atau jamaah melihat bukan hanya apa yang diajarkan, tetapi bagaimana dai tersebut menjalani apa yang sudah disampaikan. “Maka dari itu, pendakwah perlu menekankan pentingnya menjaga integritas, tutur kata, serta perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Kemudian, pendakwah seharusnya mencontohkan perilaku yang baik ketika berdakwah. Penyampaian yang dianggap terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan adab dakwah menjadi sorotan dan memicu diskusi pada masyarakat luas. Vulgaritas, gurauan berlebihan, atau perilaku yang tidak pantas sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Hal inilah yang justru merusak citra dakwah dan sering kali menimbulkan stigma negatif bagi pendakwah lain. *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim

Banjir dan Longsor Sumatera, Akademisi UMM Ajak Perbaiki Pengawasan dan Ketaatan Hukum

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025 menimbulkan dampak besar. Ratusan warga dilaporkan meninggal dunia, puluhan ribu lainnya mengungsi, dan kerusakan lingkungan terjadi di banyak titik. Di balik bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan tinggi ini, sorotan kini mengarah pada dugaan deforestasi dan praktik tambang ilegal. Dosen Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sumali, M.Hum, menegaskan bahwa persoalannya bukan pada kurangnya aturan, tetapi lemahnya implementasi. “Regulasinya sudah baik, tetapi implementasi law enforcement selalu menyisakan kesenjangan. Kenapa aturan kuat justru tidak mampu mencegah kerusakan lingkungan?” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa undang-undang mengenai lingkungan dan pertambangan telah tersedia sejak 2012, termasuk kewajiban pemerintah daerah untuk mengawasi izin tambang dan AMDAL. Lembaga lingkungan juga diberi ruang untuk berpartisipasi dalam pengawasan. Namun, Sumali mengidentifikasi tiga masalah utama yang membuat penegakan hukum sulit berjalan optimal. Pertama, dominasi kapital korporasi yang mampu mempengaruhi aparat. “Aparat sering kali tergoda oleh fasilitas atau materi, sehingga izin diterbitkan tanpa kajian layak, tanpa AMDAL, bahkan disertai praktik suap,” katanya. Kedua, persoalan peradilan, di mana vonis tidak sebanding dengan kerusakan. Ia menegaskan, “Ada kasus yang dituntut puluhan triliun, tetapi divonis hanya miliaran. Ini bentuk judicial corruption.” Ketiga, minimnya akses dan informasi bagi masyarakat, sehingga kontrol publik menjadi lemah. Ia juga mengutip teori Donald Black yang menjelaskan bahwa penegakan hukum dipengaruhi stratifikasi sosial. “Kelompok yang punya modal dan jabatan lebih mudah mendapat izin. Belum lagi kedekatan pejabat dan korporasi yang membuat persyaratan perizinan sering kali diloloskan,” terangnya. Melihat kerusakan yang terjadi, Sumali menegaskan bahwa inti penyelesaian berada pada penegakan amanat. “Kerusakan ini adalah peringatan. Allah menunjukkan akibat ulah manusia agar kita kembali ke jalan benar,” ujarnya merujuk Surat Ar-Rum ayat 41. Ia berharap aparat dan pemerintah memiliki kesadaran moral serta keberanian untuk menjaga lingkungan. “Kita butuh pemimpin yang berani memberi penghargaan kepada pejabat yang tegas menegakkan hukum. Intinya, kualitas amanat harus dibangun dari manusia yang beriman dan bertanggung jawab,” pungkasnya .(bil/faq)   Penulis: Zlatan Abil Ibrahim | Editor:  Faqih Ahmad Wafir Rahman

FAI Unismuh Makassar Jajaki MoA dan IA dengan FAI UMM, Perkuat Kolaborasi Antarprodi

UNISMUH.AC.ID,. MAKASSAR – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah ( Unismuh ) Makassar menjajaki penguatan kerja sama dengan FAI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada hari fakultas kedua rangkaian studi tiru, Selasa, 2 Desember 2025. Pertemuan berlangsung di kantor FAI UMM dan diikuti jajaran pimpinan serta para ketua program studi dari kedua fakultas. Rombongan FAI Unismuh diterima Dekan FAI UMM Dr Imamul Hakim, didampingi Wakil Dekan I Muhammad Arif Zuber dan Wakil Dekan II Dr M Fadli Ramadhan. Turut hadir para pengelola program studi FAI UMM dari Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Keluarga Islam (HKI), Ekonomi Syariah, dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Ketua rombongan FAI Unismuh Dr M Ilham Muchtar menyampaikan, pihak tuan rumah menyambut baik kunjungan tersebut dan membuka ruang kerja sama lanjutan. “Tuan rumah menyambut dengan baik dan siap membuka ruang kolaborasi dengan FAI Unismuh,” ujar Ilham melalui pesan WhatsApp kepada redaksi. Dari FAI Unismuh, tim yang hadir antara lain Dr M Ilham Muchtar (Wakil Dekan I), Dr Abdul Fattah (Kaprodi PAI), Dr Muktashim Billah (Kaprodi Hukum Keluarga/Ahwal Syakhshiyah), Dr Hasanuddin (Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah), Dr Aliman (Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam), Rukiana Novianti Putri (Kaprodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam), serta Abd Rahman (Sekretaris Prodi PBA). Menurut Ilham, pertemuan diarahkan agar menghasilkan dokumen kerja sama yang lebih kuat, seperti nota kesepakatan (MoA) dan pengaturan implementasi (IA) guna memperkuat kolaborasi antarprogram studi. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan IA antara Prodi PAI UMM dengan Prodi PAI, Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Unismuh Makassar. Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari agenda studi tiru program unggulan Center of Excellence (CoE) “Sekolah Unggul” yang dikembangkan PAI UMM. Selain itu, Prodi Hukum Keluarga UMM dan Prodi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) Unismuh Makassar menyepakati rencana kerja sama berupa pertukaran dosen, kolaborasi jurnal ilmiah, serta studi tiru pengembangan CoE pada “Sekolah Hukum Korporat”. Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk menyetujui hasil diskusi melalui penyusunan dokumen kerja sama yang lebih teknis pada tahap berikutnya.

UMM Gandeng UiTM Malaysia, Angkat Permainan Tradisional Jawa ke Ranah Global

UMM Gandeng UiTM Malaysia, Angkat Permainan Tradisional Jawa ke Ranah Global pwmu.co –Berbagai program internasional tersedia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya agenda bertajuk “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games Collaboration Program” yang menjadi program kerja sama UMM dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Puluhan mahasiswa Malaysia dan Indonesia berkolaborasi dalam agenda yang berlangsung satu minggu itu sejak 23 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan mahasiswa internasional dari UiTM untuk mempelajari dan mendokumentasikan permainan tradisional Jawa sebagai bagian dari proyek pembuatan coffee table book. Ini juga bagian dari pertukaran mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada pengembangan wawasan budaya, tetapi juga penguatan jejaring internasional mahasiswa. Selama program, peserta akan melakukan pengamatan langsung, wawancara, hingga proses kreatif untuk menghasilkan coffee table book yang menampilkan kekayaan permainan tradisional Indonesia kepada audiens global. Saat pembukaan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si. menyampaikan, kehadiran mahasiswa UiTM menjadi momentum penguatan kerja sama kedua institusi. “UMM sangat senang dan bangga menerima mahasiswa dari luar negeri. Saya berharap adik-adik memperkuat kolaborasi dan komunikasi karena itu adalah social capital,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga perilaku, norma, serta mengembangkan kompetensi selama mengikuti program ini. Apalagi kegiatan ini akan berlangsung di beberapa lokasi di Malang dan Batu. Mulai dari Museum Panji, Desa Wisata Ngawonggo, dan Taman Dolan. Para peserta diajak melihat dan merasakan pengalaman bermain permainan tradisional di masing-masing lokasi. Kemudian menyusun video yang terkait bagaimana memainkannya dan bisa disebarluaskan. Salah satu mahasiswa Malaysia, Tengku Syamimi Afiqah, mengungkapkan bahwa program itu memberikan pengalaman akademik dan budaya yang berharga. Menurutnya, lingkungan di UMM sangat ramah dan menginspirasi. Kolaborasi itu memungkinkan mereka untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang budaya Indonesia, terutama permainan tradisional yang didokumentasikan. Output utama kegiatan ini berupa coffee table book yang menampilkan berbagai permainan tradisional Indonesia. Selain itu juga video-video yang menjelaskan bagaimana permainan tradisional Indonesia itu dimainkan. Adapun kegiatan kolaboratif ini menjadi langkah konkret UMM dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus mempromosikan budaya lokal ke tingkat global melalui pendekatan multimedia.(*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim

UMM dan Polresta Malang Perkuat Literasi Hukum Lawan Bullying dan Narkoba di Sekolah

MALANG – Lonjakan kasus bullying yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. Bentuk perundungan semakin beragam, mulai dari hinaan verbal, pelecehan psikologis, intimidasi di media sosial, hingga kekerasan fisik yang dapat menyebabkan luka berat bahkan berujung kematian. Kondisi ini membuat sekolah dituntut untuk menjadi ruang yang aman bagi siswa. Menanggapi situasi tersebut, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) menggandeng Polresta Malang Kota, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Kedokteran untuk menggelar edukasi terpadu ke sekolah-sekolah. Kegiatan perdana dilaksanakan di SMP Negeri 3 Kota Malang pada Selasa (25/11/2025) lalu melalui program bertajuk “Sekolah Bebas Bullying & Narkoba”. Program sosialisasi ini ke depan direncanakan menyasar puluhan sekolah menengah se-Malang Raya. Dalam kegiatan tersebut, Trisno MH, dosen FH UMM yang menjadi narasumber utama, menjelaskan bahwa pencegahan bullying membutuhkan keberanian kolektif seluruh warga sekolah. “Kita tidak bisa membiarkan kasus bullying menjamur di lembaga pendidikan. Mari kita bersuara bersama. Speak up jika ada dugaan perundungan dan segera laporkan ke pihak berwajib,” ujarnya. Ia juga memaparkan dasar hukum yang mengatur perundungan, termasuk ketentuan dalam UU Perlindungan Anak yang melindungi hak tumbuh kembang anak, UU ITE yang mengatur cyberbullying, serta pasal-pasal dalam KUHP terbaru yang memberi sanksi tegas terhadap kekerasan fisik, psikis, hingga penghinaan dan ancaman. Selain fokus pada bullying, sosialisasi juga menghadirkan materi mengenai bahaya narkoba, yang kini semakin menyasar pelajar melalui modus yang beragam. Para siswa diberi pemahaman mengenai dampak medis dan psikologis narkoba serta jerat hukum berdasarkan UU Narkotika dan UU Psikotropika. Penjelasan disampaikan secara detail, termasuk ancaman pidana berat atas kepemilikan, penggunaan, maupun peredaran gelap narkotika yang dapat menghancurkan masa depan pelajar. Di sisi lain, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota, Iptu Khusnul Khotimah, menegaskan peran guru sebagai figur kunci dalam pencegahan. Sebagai wakil orang tua di sekolah, guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, peka terhadap perubahan perilaku siswa, serta menjadi tempat berlindung bagi korban perundungan. Sementara itu, Dekan FH UMM Prof Dr Tongat MH, dalam koordinasi sebelumnya dengan Polresta Malang Kota, menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mengurai permasalahan bullying. “Dengan sumber daya kompeten yang dimiliki kampus, kehadiran UMM diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan sekolah bebas kekerasan dan bebas narkoba demi terwujudnya generasi muda Indonesia yang sehat, aman, dan berdaya,” harapnya. sumber: klikmu.co

Agam Rea Muslivani Sandang Gelar Sarjana Hukum UMM, Angkat Keadilan Korban KDRT di Malang

TIMES MALANG, MALANG – Prosesi wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 27 November 2025 mengukuhkan Agam Rea Muslivani sebagai Sarjana Hukum (S.H.). Ia dinyatakan lulus setelah menyelesaikan tugas akhir berjudul “Analisis Penerapan Asas Kemanfaatan Hukum dalam Putusan Pengadilan atas Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga (Studi Putusan Nomor 296/Pid.Sus/2024/PN Mlg)”. Penelitian tersebut menyoroti pertimbangan hakim dalam menjatuhkan vonis terhadap pelaku kekerasan psikis dalam rumah tangga yang hanya dijatuhi pidana penjara tiga bulan, meskipun bukti medis dan psikologis dinyatakan kuat. Dalam penelitiannya, Agam menilai putusan dalam perkara tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan asas kemanfaatan yang menempatkan kepentingan korban sebagai prioritas putusan peradilan. “Keadilan tidak cukup hanya dinilai dari terpenuhinya prosedur formal. Dalam kasus KDRT, perlindungan bagi korban harus menjadi orientasi utama hakim. Putusan yang terlalu ringan dapat melemahkan efek jera dan kepercayaan publik terhadap hukum, khususnya di Malang,” ujarnya, Selasa, (02/12/2025). Selama masa studi, Agam aktif melakukan penguatan kapasitas melalui magang di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang. Ia terlibat dalam pengelolaan dokumen kelembagaan, penyusunan surat dinas, agenda rapat, serta materi presentasi yang berhubungan dengan pelayanan publik. Di luar ranah birokrasi, Agam juga mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di TK ABA 01 dan Desa Sisir, Batu. Ia merancang pendidikan anti-bullying dan penguatan karakter untuk anak usia dini, sekaligus memfasilitasi kegiatan kelas berbasis empati dan penyelesaian konflik positif. Selain itu, Agam telah aktif sebagai penulis berita sejak pertengahan 2024. Dalam aktivitasnya, ia menganalisis tren informasi dan pola audiens untuk menentukan topik yang relevan bagi publik. Menurut Agam, pengalaman lapangan membuatnya memahami bahwa sistem hukum tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan kesadaran sosial masyarakat. Ia menyatakan siap mendedikasikan gelarnya untuk memperluas akses perlindungan hukum bagi kelompok rentan. “Saya ingin bekerja di sektor pelayanan hukum dan advokasi masyarakat. Banyak korban kekerasan di Malang yang sebenarnya memiliki hak, tetapi mereka tidak tahu cara memperjuangkannya atau tidak berani melapor. Gelar Sarjana Hukum ini adalah amanah untuk berpihak kepada mereka,” tegasnya. Agam menambahkan bahwa fokus utamanya pasca-kelulusan adalah berkontribusi pada lembaga bantuan hukum atau lembaga publik yang concern terhadap perlindungan perempuan dan anak. Baginya, kondisi penegakan hukum di Malang membutuhkan kolaborasi antara akademisi, aparat penegak hukum, pemerintah, dan media agar pemenuhan keadilan dapat dirasakan secara merata. “Hukum harus hadir sebagai perlindungan, bukan ketakutan. Jika penegakan hukum kuat mendukung korban, maka masyarakat akan percaya dan berani mencari keadilan,” jelasnya. Dengan penyematan gelar Sarjana Hukum, Agam Rea Muslivani memasuki dunia profesional dengan visi advokasi berbasis kemanusiaan. “Rekam akademik, pengalaman birokrasi, aktivitas sosial, dan keterlibat saya di dunia media menjadi landasan kuat. Saya siap untuk memperkuat ekosistem hukum di Malang,” pungkasnya. (*) Pewarta : Hainor Rahman Editor : Hainorrahman

Student Day 2025 Resmi Dimulai, Fakultas Psikologi UMM Dorong Mahasiswa Baru Kembangkan Mindset Adaptif

Malang, JATIMSATUNEWS.COM — Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka rangkaian Student Day 2025 pada Sabtu, (22/11/25), sebagai langkah awal dalam menyambut mahasiswa baru dan membentuk fondasi pengembangan diri di lingkungan kampus. Mengusung tema besar “Resilience in Action: Forging Adaptive Mind” dengan tagline “Adaptive Thinking, Pioneering Future” serta dengan subtema “Innovate Your Mind, Lead Your Future,” kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai ketangguhan mental dan kemampuan berpikir adaptif yang relevan dengan tantangan era modern. Pembukaan Student Day berlangsung meriah di area Fakultas Psikologi, dengan dihadiri sivitas akademika, organisasi kemahasiswaan, serta para peserta yang merupakan mahasiswa baru angkatan 2025. Suasana antusias terlihat sejak pagi, ketika para peserta mulai memasuki lokasi untuk mengikuti rangkaian acara pembukaan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Student Day tahun ini, dilakukan prosesi simbolis pemotongan pita oleh Wakil Dekan Fakultas Psikologi, Gubernur Mahasiswa, dan Ketua Pelaksana. Prosesi tersebut menjadi momen penting yang menandai komitmen fakultas dalam menghadirkan program pengembangan mahasiswa yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif. Dalam sambutannya, pihak fakultas menekankan bahwa Student Day bukan sekadar ajang pengenalan kampus, melainkan wadah pembelajaran awal yang dirancang untuk memperkuat karakter mahasiswa baru. Melalui tema “Resilience in Action” mahasiswa diharapkan mampu membangun pola pikir adaptif yang siap menghadapi perubahan, tantangan, dan kompleksitas dunia akademik maupun kehidupan sosial. Ketua Pelaksana juga menyampaikan bahwa subtema “Innovate Your Mind, Lead Your Future” dipilih untuk mendorong mahasiswa berpikir inovatif sejak awal bergabung di Fakultas Psikologi. Ia menegaskan  “Student Day Fapsi 2025 bukan sekadar acara penyambutan, tetapi momentum penting untuk membangun pondasi karakter, menanamkan nilai-nilai psikologi, serta membuka ruang relasi yang akan menemani perjalanan kuliah kalian ke depan. Di sinilah kalian mulai belajar memahami diri, mengenali potensi, dan menyiapkan pola pikir adaptif untuk menghadapi dinamika kehidupan kampus.” Setelah acara pembukaan, rangkaian kegiatan Student Day akan dilanjutkan dengan berbagai agenda menarik, termasuk penyampaian materi di setiap kelas peminatan seperti Leadership, Kepenulisan Ilmiah, Interpersonal Communication and Collaboration, Public Speaking, serta Influencer. Dengan dibukanya Student Day 2025 ini, Fakultas Psikologi UMM berharap mahasiswa baru dapat memulai perjalanan akademik mereka dengan semangat, kesiapan mental, serta kepercayaan diri untuk menjadi generasi yang adaptif dan berdaya saing dalam menghadapi masa depan.