Tak Ada Pemberitahuan, Ini Cara Cek Wilayah yang Kena Padam Bergilir

 Lihat Foto Penulis: Sandra Desi Caesaria | Editor: Resa Eka Ayu Sartika KOMPA.com – Informasi mengenai pemadaman listrik sering dicari masyarakat nyaris setiap hari. PT PLN rajin memberikan informasi akan adanya jadwal pemadaman melalui akun Instagram resmi masing-masing daerah. Namun akhir-akhir ini, masyarakat banyak yang protes ketika tak ada info pemadaman. Banyak masyarakat yang mengatakan wilayah mereka tiba-tiba padam bergilir tanpa pemberitahuan sebelumnya di media sosial. Sehingga hal ini cukup merepotkan masyarakat yang masih beraktivitas pada siang hari. Masyarakat dapat mengecek lokasi pemadaman bergilir yang mendadak. Seperti pada Sabtu (20/6/2026) tercatat daerah Solo, Yogyakarta, Lamongan, Surabaya, dan beberapa lokasi lainnya. Bagaimana caranya? Cara mengecek wilayah yang padam bergilirJika tak ada pemberitahuan di media sosial PLN, masyarakat masih bisa mencari info mana saja daerah yang terdampak. PT PLN (Persero) menyediakan berbagai layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile bagi pelanggan. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat apakah terjadi gangguan listrik di area tertentu, mengetahui wilayah yang terdampak, serta memantau kondisi jaringan listrik di sekitar lokasi pelanggan. Berikut langkah-langkah untuk mengecek pemadaman listrik secara online: Unduh dan buka aplikasi PLN Mobile. Masuk menggunakan nomor ponsel yang telah terdaftar. Pilih menu Pengaduan pada halaman utama. Klik fitur Cek Padam Sekitar Saya. Pilih ID Pelanggan atau nomor yang ingin diperiksa. Tunggu hingga sistem selesai memproses data. Aplikasi akan menampilkan peta dan informasi kondisi kelistrikan di sekitar lokasi pelanggan, termasuk area yang sedang mengalami gangguan atau pemadaman. Melalui fitur tersebut, pelanggan dapat memperoleh informasi terkait listrik padam di sekitar rumah tanpa harus terlebih dahulu menghubungi layanan pelanggan PLN. Jika tidak dapat mengakses PLN Mobile, pelanggan tetap dapat menyampaikan laporan melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi atau dengan menghubungi Call Center PLN 123.   Lihat Foto Apa yang harus dilakukan saat padam bergilir? Guru Besar Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Machmud Effendy, membagikan beberapa hal yang harus dilakukan saat padam bergilir dadakan. 1. Melepas kabel dari colokan Pria yang juga wakil dekan 1 FT UMM mengatakan, saat lampu mati mendadak segeralah mencopot colokan barang elektronik dulu. Mulai dari TV, kulkas, bahkan sampai laptop, dan mesin cuci. Mengapa harus mencopot kabel barang-barang elektronik dari stop kontak? Hal itu untuk mencegah alat cepat rusak saat listrik menyala lagi. “Kalau listrik mulai menyala, sering kali disertai dengan lonjakan tegangan (voltage surge) yang tinggi dan mendadak. Jadi berbahaya kalau tegangan masuk ke barang elektronik,” katanya, saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (14/6/2026). Baca juga: Mengapa Listrik Padam Bergilir di Jawa? Ini Penjelasan PLN 2. Jangan langsung menyalakan alat elektronik Jika listrik sudah menyala, ia mengatakan jangan terburu-buru langsung mencolokkan barang elektronik. Sebaiknya ditunggu beberapa menit, baru dicolokkan. “Sebab kalau langsung dinyalakan ketika listrik baru nyala, berpotensi merusak mesin di dalamnya,” tutupnya..    

Sedang Sering Terjadi Mati Lampu Bergilir, Ini 4 Tips Pakar agar Elektronik Awet

 Lihat Foto  | Editor: Resa Eka Ayu Sartika KOMPAS.com – Pemadaman listrik bergilir belakangan ini nampaknya mulai mengkhawatirkan bagi masyarakat. Masalahnya bukan cuma soal aktivitas yang terganggu, tapi juga ancaman barang elektronik yang rawan rusak. Mulai dari TV, kulkas, hingga perangkat digital lainnya dikhawatirkan mulai mengalami kerusakan akibat mati-nyala arus yang mendadak. Pemerintah melalui PT PLN (Persero) akhirnya buka suara dan mengakui adanya gangguan listrik yang melanda beberapa wilayah di Pulau Jawa. Pihak manajemen menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh faktor teknis di lini hulu pasokan listrik. Pertama, karena kendala teknis operasional pembangkit yang mengganggu efisiensi produksi listrik harian. Kedua, gangguan fatal pada dua unit pembangkit besar yang mengakibatkan fasilitas tersebut terpaksa perlu perhatian dari PLN untuk sementara waktu. Lalu untuk masyarakat, apa yang harus dilakukan agar barang elektronik tak gampang rusak? Tips agar barang elektronik tidak mudah rusak saat lampu mati Guru Besar Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Machmud Effendy mengatakan ada perbedaan alat elektronik masa kini dan dulu yang membuatnya rentan rusak. Sehingga perawatan untuk elektronik pun perlu kehati-hatian. “Segala hal barang elektronik yang digital, memang rawan rusak. Karena komponennya untuk tegangan Direct Current atau DC (arus searah) sementara tegangan kita Alternating Current (arus bolak-balik),” kata Machmud, saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (20/6/2026). Ia mengatakan elektronik dengan regulator DC kalau masuk ke sumber AC biasanya akan ada perubahan konverter yang menyebabkan alat gampang rusak saat lampu mati. “Ketika lampu mati, tegangan itu langsung drop. Kaya kulkas itu langsung drop. Tegangan hilang. TV juga. Makanya itu yang bikin rusak,” kata dia. 1. Membeli Stabilizer Voltage Machmud mengatakan, kalau kondisi daerah tempat masyarakat tinggal gampang mati listrik, memang ada baiknya mempersiapkan alat tambahan. “Sebetulnya untuk merawat alat elektronik itu dalam kondisi listrik mudah padam bergilir, ya pakai Stabilizer Voltage,” tambahnya. Stabilizer Voltage atau sering disebut Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah perangkat yang berfungsi untuk menjaga agar tegangan listrik yang masuk ke perangkat elektronik tetap stabil dan aman di angka normal. Biasanya mencapai 220 Volt di Indonesia. Machmud mengatakan, stabilizer ini ibarat benteng pertahanan pertama sebelum listrik masuk ke TV atau alat elektronik lain. Sehingga alat ini membantu tegangan alat elektronik lainnya tidak langsung hilang saat lampu mati. Namun tegangan akan hilang secara perlahan-lahan. 2. Mencopot kabel elektronik dari colokan Pria yang juga wakil dekan 1 FT UMM mengatakan, saat lampu mati mendadak bisa langsung mencopot colokan barang elektronik dulu. Sebab saat listrik mulai menyala, sering kali disertai dengan lonjakan tegangan (voltage surge) yang tinggi dan mendadak. Kalau listrik sudah menyala, ia mengatakan jangan terburu-buru langsung mencolokkan barang elektronik. Sebaiknya ditunggu beberapa menit, baru dicolokkan. Sebab kalau langsung dinyalakan ketika listrik baru nyala, berpotensi merusak mesin di dalamnya. Baca juga: Pemadaman Listrik di Bogor Ganggu Usaha Pedagang: Enggak Bisa Apa-apa, Tinggal Pasrah Aja Menata Kabel Semrawut Jakarta, Misi yang Belum Selesai Artikel Kompas.id 3. Memilih alat elektronik hybrid Ia juga menyarankan untuk masyarakat yang berencana membeli barang, mulailah mencari yang hybrid. “Elektronik yang berbasis hybrid itu menguntungkan masyarakat. Hemat juga di kantong,” kata dia. Alat elektronik hybrid adalah perangkat elektronik yang bisa memanfaatkan dua sumber daya berbeda untuk beroperasi, biasanya demi menghemat biaya listrik. Biasanya alat elektronik hybrid menggabungkan sumber AC, DC, hingga bersumber dari tenaga solar panel sekaligus. Sehingga tidak terlalu rawan rusak saat ada pemadaman bergilir. Salah satu contohnya, Air Conditioner (AC) Inverter plus solar panel. AC jenis ini bisa menyala menggunakan listrik PLN (AC) sekaligus listrik dari panel surya (DC). Pada siang hari, AC akan memprioritaskan energi matahari yang gratis, dan jika mendung atau malam hari, ia otomatis beralih menggunakan listrik PLN. 4. Mulai menggunakan surge protector Selain itu, merawat alat elektronik bisa mempertimbangkan colokan berupa surge protector. Jika stabilizer bertugas meratakan ombak listrik yang naik-turun perlahan, maka surge protector bertugas sebagai tanggul darurat yang menahan lonjakan listrik mendadak. “Misal tegangan hilang, maksudnya listrik mati, alat ini bisa menyerap sebagian lonjakan tegangan, sehingga dia bisa lebih aman,” kata dia. Di toko online banyak dijual surge protector dengan harga ekonomis. Meski sekilas nampak seperti colokan kabel biasa, tetapi kompenen surge protector ini dilengkapi dengan komponen elektronik khusus bernama MOV (Metal Oxide Varistor). Komponen inilah yang bertindak sebagai sakelar darurat untuk menyerap dan membuang lonjakan listrik berbahaya ke jalur tanah (grounding atau arde). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang.

Fenomena Clipper: Membantu Kreator atau Menumpang Popularitas ?

oleh: Ahmad Ridwan*) JATIMNET.COM – Media sosial telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi dan hiburan. Jika sebelumnya seseorang harus menonton acara televisi atau mendengarkan radio untuk mendapatkan informasi, kini berbagai konten dapat diakses hanya melalui telepon genggam. Perkembangan platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts juga mendorong lahirnya budaya baru dalam konsumsi media, yaitu kecenderungan menikmati konten dalam bentuk singkat, cepat, dan mudah dipahami. Di tengah perubahan tersebut, muncul fenomena yang semakin populer, yakni clipper. Istilah clipper merujuk pada individu atau akun yang mengambil bagian tertentu dari sebuah video, podcast, siaran langsung, atau wawancara, kemudian mengunggah ulang potongan tersebut ke platform media sosial. Saat ini, hampir setiap hari pengguna internet dapat menemukan potongan podcast, cuplikan siaran langsung, maupun kutipan video tokoh publik yang beredar luas di berbagai platform digital. Fenomena clipper berkembang pesat karena sesuai dengan kebiasaan audiens modern yang lebih menyukai konten singkat dibandingkan video berdurasi panjang. Sebuah podcast yang berdurasi dua jam sering kali sulit menarik perhatian pengguna media sosial yang memiliki rentang perhatian terbatas. Sebaliknya, potongan video berdurasi satu hingga tiga menit yang berisi pernyataan menarik atau momen lucu lebih mudah mendapatkan perhatian publik. Tidak mengherankan jika banyak akun clipper berhasil memperoleh jutaan penonton hanya dengan mengunggah potongan konten dari kreator lain. Namun, di balik popularitas tersebut muncul pertanyaan yang semakin sering diperdebatkan: apakah clipper membantu kreator memperluas jangkauan audiens, atau justru menumpang popularitas dan keuntungan dari karya orang lain? Perdebatan mengenai clipper juga pernah muncul dalam berbagai podcast populer di Indonesia. Beberapa kreator menganggap potongan video membantu memperluas jangkauan audiens, sementara yang lain merasa dirugikan ketika cuplikan mereka digunakan tanpa izin dan menghasilkan keuntungan bagi pihak lain. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa fenomena clipper masih berada di wilayah abu-abu antara promosi dan pelanggaran hak cipta. Di satu sisi, keberadaan clipper memang memberikan manfaat yang tidak dapat diabaikan. Banyak kreator mengakui bahwa potongan video yang beredar di media sosial mampu meningkatkan jumlah penonton pada konten asli mereka. Cuplikan menarik sering kali berfungsi sebagai “teaser” yang membuat audiens penasaran untuk menonton video lengkapnya. Dalam konteks ini, clipper dapat dipandang sebagai pihak yang membantu promosi secara tidak langsung. Fenomena tersebut dapat dilihat pada berbagai podcast populer di Indonesia. Tidak sedikit cuplikan percakapan yang menjadi viral di TikTok atau Instagram sebelum akhirnya mengarahkan audiens menuju kanal utama kreator. Potongan video yang menarik mampu menjangkau pengguna yang sebelumnya tidak mengenal podcast tersebut. Dengan kata lain, clipper berperan dalam memperluas distribusi informasi dan meningkatkan visibilitas suatu konten. Selain itu, beberapa clipper tidak sekadar mengunggah ulang video. Mereka melakukan penyuntingan, memberikan subtitle, menambahkan narasi, atau mengemas ulang konten agar lebih mudah dipahami oleh audiens. Aktivitas semacam ini menunjukkan adanya unsur kreativitas yang turut berkontribusi dalam penyebaran informasi. Oleh karena itu, tidak semua aktivitas clipping dapat disamakan dengan tindakan pencurian konten. Meski demikian, manfaat tersebut tidak menghapus berbagai persoalan yang muncul. Salah satu masalah utama adalah banyaknya akun yang memanfaatkan karya orang lain untuk memperoleh keuntungan pribadi. Beberapa akun clipper hanya memotong video tanpa memberikan nilai tambah yang berarti, kemudian mengunggahnya kembali untuk memperoleh jumlah tayangan tinggi, pengikut baru, hingga pendapatan dari monetisasi platform. Kondisi ini menimbulkan ketidakadilan bagi kreator asli. Sebuah podcast atau video tidak tercipta secara instan. Di balik konten yang ditonton jutaan orang terdapat proses panjang yang melibatkan riset, penyusunan konsep, produksi, pengambilan gambar, penyuntingan, hingga promosi. Semua proses tersebut membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, ketika pihak lain memperoleh keuntungan dari konten tersebut tanpa berkontribusi dalam proses pembuatannya, muncul pertanyaan mengenai etika dan keadilan dalam ekosistem digital. Persoalan lain yang sering terjadi adalah hilangnya identitas kreator asli. Tidak sedikit akun clipper yang mengunggah potongan video tanpa mencantumkan sumber atau nama pemilik konten. Akibatnya, penonton tidak mengetahui asal-usul video yang mereka tonton. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengurangi peluang kreator asli untuk mendapatkan pengakuan maupun manfaat ekonomi dari karya mereka sendiri. Dari perspektif hukum media massa, fenomena clipper juga berkaitan erat dengan hak cipta. Di Indonesia, perlindungan terhadap karya kreatif diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Melalui regulasi tersebut, pencipta memiliki hak moral dan hak ekonomi atas karya yang dihasilkannya. Hak moral berkaitan dengan pengakuan terhadap identitas pencipta, sedangkan hak ekonomi berkaitan dengan manfaat finansial yang diperoleh dari suatu karya. Dalam praktiknya, batas antara clipping dan pelanggaran hak cipta sering kali tidak jelas. Tidak semua potongan video dapat langsung dianggap melanggar hukum. Jika sebuah konten dipotong kemudian diberikan analisis, kritik, komentar, atau sudut pandang baru, maka terdapat unsur kreativitas yang membedakannya dari sekadar reupload biasa. Namun, apabila seseorang hanya mengunggah ulang bagian video tanpa izin dan tanpa memberikan nilai tambah yang berarti, maka tindakan tersebut berpotensi merugikan pemilik karya. Menurut saya, perdebatan mengenai clipper sebenarnya mencerminkan tantangan baru yang dihadapi dunia media digital. Teknologi berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan masyarakat dalam memahami etika penggunaan konten. Banyak orang fokus pada jumlah tayangan dan keuntungan yang dapat diperoleh, tetapi melupakan pentingnya menghargai proses kreatif di balik sebuah karya. Karena itu, solusi terhadap fenomena ini tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Literasi digital juga perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami bahwa setiap karya memiliki pemilik yang berhak mendapatkan penghargaan. Pengguna media sosial perlu menyadari bahwa mencantumkan sumber, meminta izin, dan memberikan kredit kepada kreator merupakan bentuk penghormatan terhadap hak cipta. Selain itu, platform media sosial juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan sistem yang lebih adil. Fitur pelaporan pelanggaran hak cipta perlu diperkuat agar kreator dapat melindungi karya mereka dengan lebih mudah. Di sisi lain, platform juga dapat mendorong budaya kolaborasi yang memungkinkan hubungan yang saling menguntungkan antara kreator dan clipper. Pada akhirnya, fenomena clipper tidak dapat dilihat hanya dari satu sudut pandang. Keberadaan mereka memang dapat membantu memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan popularitas suatu konten. Namun, ketika aktivitas tersebut berubah menjadi sarana untuk memperoleh keuntungan dari hasil kerja orang lain tanpa izin atau penghargaan yang layak, maka muncul persoalan etika dan hukum yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, pertanyaan mengenai apakah clipper membantu kreator atau menumpang popularitas mungkin tidak memiliki jawaban yang mutlak. Jawabannya bergantung pada bagaimana aktivitas tersebut dilakukan. Jika clipping dilakukan

Mahasiswa UMM Akan Menggelar Fun Trail Bersama Motoestjava di Coban Jahe

Kelompok Praktikum 3 Mahasiswa Ilkom FISIP UMM Berkolaborasi Akan Menggelar Fun Trial Trax 2026 di Coban Jahe ( Foto: Artheera) SUARAMALANG.COM, Kota Malang— Kelompok Artheera yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyelenggarakan fun trail bertajuk TRAX 2026 (Trail Adventure X-perience) bekerja sama dengan Moto East Java, dalam rangka Brand Activation. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada akhir Juni 2026 ini, dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk menikmati pengalaman adventure trail sekaligus mengenal wisata petualangan yang ada di Malang. Melalui kegiatan ini, peserta akan diajak merasakan pengalaman berkendara di jalur alam terbuka yang dikemas dalam suasana yang aman, edukatif, dan menyenangkan. Moto East Java merupakan operator adventure trail berbasis di Malang yang menyediakan berbagai layanan, mulai dari rental motor trail, adventure trail, jeep off-road, overland trip, hingga coaching trail. Kolaborasi Bagian Dari Pembelajaran  Kolaborasi ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran mahasiswa dalam mengelola program komunikasi dan aktivasi secara langsung bersama mitra industri. Ketua Pelaksana Kelompok Praktikum 3 Mahasiswa UMM Artheera, Mutiah Nursabrina mengatakan, bahwa TRAX 2026 tidak hanya menjadi sarana promosi bagi klien, tapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam proyek nyata. “Melalui kegiatan ini, kami belajar merancang strategi komunikasi, membangun kerja sama dengan berbagai pihak, serta mengelola sebuah event yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya. Saat ini Artheera juga tengah menjalankan berbagai rangkaian pra-event untuk memperkenalkan TRAX 2026 kepada masyarakat di Kota Malang. Sinergi Akademik dan Industri Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal Moto East Java dan tertarik menjadi bagian dari pengalaman petualangan yang ditawarkan dalam TRAX 2026. Sebagai bagian dari praktikum Brand Activation, kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara dunia akademik dan industri dalam menciptakan program komunikasi yang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun mitra yang terlibat. Mahasiswa UMM Sebar Informasi TRAX 2026 Dalam sosialisasi kelompok Artheera dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga menggelar rangkaian pra-event TRAX 2026 (Trail Adventure X-perience) dengan mendatangi sejumlah kampus di Kota Malang. Kegiatan ini dilakukan melalui pembagian flyer, distribusi stiker, serta pemasangan pamflet pada beberapa titik mading kampus yang telah memperoleh izin. Aktivasi tersebut menjadi bagian dari praktikum Brand Activation bersama Moto East Java sebagai klien. Melalui pendekatan langsung kepada mahasiswa, Artheera berupaya memperkenalkan TRAX 2026 sekaligus meningkatkan awareness terhadap Moto East Java sebagai operator adventure trail di Malang. “Kami ingin mahasiswa mengetahui bahwa ada pengalaman baru yang bisa dicoba selain rutinitas kuliah sehari-hari. Karena itu kami hadir langsung untuk mengenalkan konsep event ini,” ujar anggota Artheera lainnya. Selain menyampaikan informasi event, tim juga mengajak mahasiswa mengakses QR Code yang terhubung ke media sosial dan kanal pendaftaran. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme mahasiswa sekaligus memperluas jangkauan informasi menjelang pelaksanaan TRAX 2026. Pewarta : *Artheera

Membebaskan Ruang Gagasan Peneliti Muda

malangposcomedia – Kita sering takjub melihat seorang anak yang bisa duduk berjam-jam, fokus total, membedah mainan atau menuntaskan gim di gawainya. Di sana ada rasa ingin tahu yang menyala tanpa perlu diperintah. Sayangnya, pemandangan magis itu mendadak sirna begitu mereka dihadapkan pada buku pelajaran. Ada tembok tebal yang telanjur memisahkan antara indahnya bermain dan pahitnya belajar. Ironi ini menempatkan dunia pendidikan kita di persimpangan jalan yang gawat. Generasi hari ini lahir dengan gawai di genggaman; mereka kebanjiran informasi, tetapi kelaparan konfirmasi. Data yang melimpah ruah itu sering kali hanya mampir di layar, tanpa sempat dicerna oleh nalar. Di sinilah literasi kritis menemukan urgensinya. Literasi bukan lagi urusan mengeja huruf atau merangkai kalimat, melainkan kemampuan transformatif untuk memisahkan fakta dan bualan (hoaks). Sayangnya, salah satu instrumen terbaik untuk mengasah nalar kritis ini yaitu Karya Tulis Ilmiah (KTI) sering kali lahir dengan wajah yang keliru. Mendengar istilahnya saja, banyak siswa sekolah menengah yang sudah “mati angin.” Di mata mereka, KTI adalah monster akademik yang menakutkan: kaku, penuh istilah rumit, dan membosankan. Stigma klasik inilah yang perlu didekonstruksi secara total. Pengalaman di SMP Muhammadiyah 6 Malang, misalnya, membuktikan bahwa wajah penelitian remaja bisa diubah dari tugas yang menyiksa menjadi petualangan yang memikat. Kuncinya sederhana: kembalikan otonomi mereka dan nyalakan gairahnya. Ketika riset berangkat dari kegelisahan dunia anak-anak itu sendiri, menulis ilmiah tak ubahnya seperti menyelesaikan sebuah level di dalam gim kesukaan mereka. Memberi Kebebasan: Penelitian Sesuai Kata Hati Kunci pertama dari transformasi ini adalah pemulihan otonomi siswa. Selama ini, dosa terbesar dalam tradisi riset sekolah adalah kecenderungan guru bertindak sebagai “penyedia tunggal” topik. Guru menentukan judul, merumuskan masalah, lalu siswa dipaksa mengeksekusinya. Hasilnya bisa ditebak: siswa merasa terasing. Mereka seperti dipaksa mengadopsi anak orang lain; meneliti sesuatu yang tidak mereka sukai hanya demi menggugurkan kewajiban angka di rapor. Di SMP Muhammadiyah 6 Malang, belenggu itu diputus. Tradisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) justru dimulai dari meja bermain, di mana kemudi riset diserahkan sepenuhnya kepada siswa. Mereka diajak berdialog dengan diri sendiri melalui satu pertanyaan sederhana: “Apa yang membuat saya penasaran?” Jika seorang siswa kecanduan gim, mereka tidak lantas dihukum. Alih-alih dilarang, minat itu diarahkan menjadi riset metodologis: menguji korelasi antara durasi bermain gim dengan tingkat konsentrasi di kelas. Begitu pula bagi para pencinta lingkungan. Mereka ditantang membedah sengkarut sampah plastik di kantin sekolah, lalu berkolaborasi dengan akademisi seperti Atika Permatasari untuk merumuskan solusinya melalui program pengabdian masyarakat. Ketika topik riset berakar pada kedekatan emosional, pemicu (trigger) utama akan menyala secara alami tanpa perlu diengkol oleh guru. Meneliti bukan lagi menjelma beban kurikulum yang melelahkan, melainkan sebuah misi pribadi untuk memecahkan teka-teki di lingkungan sekitar mereka. Inilah esensi sejati dari otonomi belajar: membiarkan anak-anak menyelami samudra ilmu karena dorongan rasa ingin tahu yang tulus, bukan karena ketakutan pada paksaan sistem Merawat Gairah: Riset yang Kekinian dan Membumi Setelah siswa diberi kebebasan memilih jalan, tantangan berikutnya adalah merawat api semangat itu agar tidak lekas padam. Kuncinya terletak pada ekosistem penelitian yang menyenangkan. Meneliti tidak boleh lagi diidentikkan dengan kutukan mengurung diri di perpustakaan berdebu, menatap tumpukan buku tua, atau dilingkupi kesunyian yang mencekam. Di SMP Muhammadiyah 6 Malang, perburuan data dikemas dengan cara yang “kekinian” dan akrab dengan dunia remaja. Wawancara dengan narasumber tidak lagi kaku seperti interogasi, melainkan didesain menyerupai obrolan seru dalam sebuah rekaman podcast. Observasi lapangan dirancang laksana investigasi detektif yang penuh kejutan dan teka-teki. Pendekatan ini berhasil meruntuhkan dinding pembatas sains; anak-anak sadar bahwa ilmu pengetahuan bisa lahir di mana saja, mulai dari ruang tamu rumah hingga sudut-sudut kantin sekolah. Bahkan, format pelaporan pun disesuaikan dengan selera visual Generasi Z dan Alpha. Laporan penelitian tidak lagi melulu berupa tumpukan kertas jilid tebal yang membosankan, melainkan ditransformasikan ke dalam bentuk infografis yang estetik atau video pendek yang kreatif. Puncaknya, tidak ada lagi sidang ujian yang menegangkan atau menghakimi. Sekolah justru menggelar “Galeri Penelitian”—sebuah ruang selebrasi di mana setiap karya dipajang dan dipresentasikan dengan penuh kebanggaan di hadapan sejawat. Atmosfer apresiasi inilah yang pada akhirnya berhasil menyalakan gairah belajar yang sejati. Investasi Karakter: Merawat Integritas Ilmiah Pada akhirnya, aktivitas meneliti bukan sekadar urusan kognitif untuk mengejar ilmu duniawi. Meneliti adalah manifestasi nyata dari etos ijtihad—sebuah ikhtiar sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran berbasis bukti objektif (evidence-based). Melalui penelitian mandiri inilah, benih kejujuran intelektual sedang ditanamkan secara kokoh ke dalam jiwa setiap anak sejak dini. Dalam ruang riset, siswa dipaksa berhadapan dengan cermin kejujuran. Mereka belajar bahwa data adalah fakta sakral yang tidak boleh dimanipulasi demi memuaskan ekspektasi. Jika hasil penelitian di lapangan ternyata tidak sesuai dengan hipotesis awal, mereka diajarkan untuk tidak bersiasat atau berbohong. Di sinilah integritas sejati diuji. Anak-anak dilatih untuk bertanggung jawab atas setiap lembar argumen yang mereka bangun secara logis. Walhasil, strategi ini tidak sekadar ingin mencetak penulis atau ilmuwan hebat di masa depan, melainkan menyemai karakter manusia yang lurus dalam bertindak, tangguh menghadapi kenyataan, dan terampil mencari solusi (problem solver) atas problem di sekitarnya. Dengan mendekonstruksi wajah Karya Tulis Ilmiah (KTI) menjadi lebih ramah anak, kita sebenarnya sedang meletakkan batu pertama bagi fondasi peradaban yang mencerahkan. Peradaban yang tidak dibangun di atas mitos atau bualan, melainkan di atas tradisi riset yang menyenangkan dan mandiri. Masa depan pendidikan kita sejatinya bertumpu pada pundak setiap siswa yang hari ini berani bertanya “mengapa”, dan secara jujur bergerak mencari jawabannya. Inilah esensi transformasi pendidikan yang sejati: mengubah beban kurikulum menjadi kegembiraan, dan membalik rasa takut menjadi keberanian untuk berkarya.(*)

Jurusan di UMM Malang 2026, Pilihan Program Studi dari Kedokteran hingga Informatika

by Redaksi Hai Malang June 20, 2026 0 comments Share  Haimalang – Memilih jurusan kuliah menjadi salah satu keputusan penting bagi calon mahasiswa sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain mempertimbangkan minat dan bakat, banyak siswa juga mencari kampus yang memiliki pilihan program studi lengkap agar dapat menyesuaikan dengan rencana karier di masa depan. Salah satu kampus yang sering menjadi pilihan calon mahasiswa di Kota Malang adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Putih ini memiliki beragam program studi dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan, teknik, pendidikan, ekonomi, hingga ilmu sosial dan politik. Bagi yang sedang mencari informasi mengenai jurusan di UMM, berikut daftar program studi yang tersedia beserta beberapa jurusan yang banyak diminati calon mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Malang merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Jawa Timur. Kampus ini memiliki ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. UMM menawarkan program pendidikan mulai dari vokasi, sarjana, profesi, magister, hingga doktor. Dengan banyaknya pilihan program studi yang tersedia, calon mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk memilih jurusan sesuai minat dan tujuan karier. Selain dikenal memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap, UMM juga menjadi salah satu kampus yang aktif dalam pengembangan riset, kewirausahaan, serta kerja sama internasional. Daftar Jurusan di UMM Malang Berikut daftar jurusan di UMM Malang 2026 atau program studi yang tersedia. Fakultas Agama Islam Pendidikan Agama Islam Hukum Keluarga Islam Ekonomi Syariah Pendidikan Bahasa Arab Jurusan-jurusan di Fakultas Agama Islam tidak hanya mempelajari ilmu keislaman, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan profesional sesuai bidang masing-masing. Fakultas Psikologi Psikologi Program Studi Psikologi menjadi salah satu jurusan yang cukup diminati karena memiliki peluang karier yang luas, mulai dari bidang pendidikan, industri, sumber daya manusia, hingga konseling. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen Akuntansi Ekonomi Pembangunan Fakultas ini menjadi pilihan banyak calon mahasiswa yang ingin berkarier di dunia bisnis, keuangan, perbankan, maupun sektor pemerintahan. Fakultas Hukum Hukum Mahasiswa di jurusan ini mempelajari berbagai aspek hukum, mulai dari hukum pidana, perdata, tata negara, hingga hukum bisnis. Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Keperawatan Farmasi Fisioterapi Bidang kesehatan menjadi salah satu sektor yang terus berkembang. Oleh karena itu, program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan memiliki prospek karier yang cukup menjanjikan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ilmu Komunikasi Hubungan Internasional Ilmu Pemerintahan Sosiologi Kesejahteraan Sosial Jurusan-jurusan ini banyak diminati oleh siswa yang tertarik pada dunia komunikasi, kebijakan publik, diplomasi, hingga isu-isu sosial masyarakat. Fakultas Kedokteran Pendidikan Dokter Program studi ini menjadi salah satu jurusan paling kompetitif karena banyak diminati calon mahasiswa yang bercita-cita menjadi dokter. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Biologi Pendidikan Matematika Fakultas ini menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Fakultas Pertanian dan Peternakan Agribisnis Agroteknologi Kehutanan Teknologi Pangan Akuakultur Peternakan Program studi di fakultas ini berfokus pada pengembangan sektor pertanian modern, pangan, perikanan, dan peternakan yang masih menjadi sektor penting di Indonesia. Fakultas Teknik Informatika Teknik Sipil Teknik Industri Teknik Mesin Teknik Elektro Jurusan teknik selalu menjadi pilihan favorit karena kebutuhan tenaga profesional di bidang teknologi dan industri terus meningkat setiap tahun. Fakultas Vokasi Perbankan dan Keuangan Keperawatan Teknologi Elektronika Agribisnis Unggas Bisnis Properti Program vokasi dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dengan porsi praktik yang lebih besar dibandingkan teori. Jurusan Favorit di UMM yang Banyak Diminati Dari berbagai pilihan program studi yang tersedia, terdapat beberapa jurusan yang cukup populer di kalangan calon mahasiswa. Informatika Jurusan Informatika menjadi salah satu pilihan favorit karena perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Lulusan jurusan ini memiliki peluang kerja di bidang pengembangan perangkat lunak, data analyst, keamanan siber, hingga kecerdasan buatan. Ilmu Komunikasi Program studi Ilmu Komunikasi banyak diminati oleh siswa yang tertarik pada dunia media, public relations, jurnalistik, penyiaran, hingga pemasaran digital. Psikologi Jurusan Psikologi terus menjadi favorit karena dapat membuka peluang karier di berbagai bidang, termasuk pendidikan, industri, sumber daya manusia, dan konseling. Manajemen Manajemen merupakan salah satu jurusan dengan peminat tinggi karena memiliki cakupan ilmu yang luas dan relevan dengan berbagai sektor pekerjaan. Hubungan Internasional Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada isu global, diplomasi, dan kerja sama antarnegara, Hubungan Internasional menjadi pilihan yang menarik. Farmasi Farmasi menjadi salah satu program studi kesehatan yang memiliki prospek karier cukup luas, baik di rumah sakit, industri obat-obatan, laboratorium, maupun instansi pemerintah. Pendidikan Dokter Jurusan Kedokteran selalu menjadi salah satu program studi yang paling diminati karena profesi dokter masih menjadi profesi yang banyak dibutuhkan masyarakat. Tips Memilih Jurusan Kuliah Sebelum menentukan pilihan jurusan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan: 1. Kenali minat dan bakat yang dimiliki. 2. Pelajari mata kuliah yang akan dipelajari di program studi tersebut. 3. Cari informasi mengenai prospek kerja setelah lulus. 4. Sesuaikan pilihan jurusan dengan rencana karier jangka panjang. 5. Jangan hanya mengikuti tren atau pilihan teman. Dengan banyaknya pilihan jurusan di UMM Malang, calon mahasiswa memiliki kesempatan untuk memilih program studi yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan cita-cita mereka. Memahami karakteristik setiap jurusan sejak awal dapat membantu menentukan keputusan yang lebih tepat sebelum memasuki dunia perkuliahan.

Suntik Keberanian Hadapi Masa Depan, UMM Dampingi Smadiga hingga Makin Diminati

Suntik Keberanian Hadapi Masa Depan, UMM Dampingi SMADIGA hingga Makin Diminati pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya memberikan pendampingan akademik kepada sekolah binaannya, tetapi juga turut hadir memeriahkan pelepasan siswa SMA Muhammadiyah 3 (SMADIGA) Bungah Gresik dalam acara wisuda yang digelar Sabtu (20/6/2026). Pada kesempatan tersebut, UMM menghadirkan berbagai program edukatif, mulai dari orasi ilmiah, layanan Mobil Pintar, hingga pembagian puluhan doorprize bagi para wisudawan. Dalam orasi ilmiahnya, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) Modern UMM sekaligus anggota tim pendamping sekolah, menegaskan pentingnya memiliki karakter yang responsif dalam melihat peluang dan tantangan masa depan. Menurut Dr. M. Isnaini, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Keberanian mengambil peluang dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam membangun masa depan. “Kalau kalian kurang pintar, maka kejarlah keberuntungan. Keberuntungan itu datang kepada mereka yang berani mengambil peluang dan kesempatan lebih dulu,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa dunia kerja dan pendidikan tinggi membutuhkan pribadi yang disiplin, percaya diri, serta mampu membangun hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Selain itu, ia menekankan bahwa adab memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan. “Adab lebih tinggi daripada intelektual. Saya yakin lulusan SMADIGA hari ini adalah orang-orang yang beruntung dan memiliki adab yang baik untuk menjadi pemimpin di masa depan,” tambahnya. Kehadiran Mobil Pintar UMM menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan wisuda tersebut. Fasilitas perpustakaan keliling ini disambut antusias oleh siswa maupun tamu undangan. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen UMM dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Suasana semakin meriah ketika perwakilan UMM membagikan berbagai doorprize kepada para wisudawan. Momen tersebut menghadirkan keceriaan sekaligus menjadi kenangan manis sebelum para siswa melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Gresik, Mufrikha, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa sekolahnya mengalami perkembangan signifikan sejak menjadi sekolah binaan UMM pada awal tahun 2024. Menurutnya, pendampingan yang diberikan UMM berlangsung secara komprehensif, mulai dari peningkatan mutu akademik, tata kelola sekolah, hingga strategi pemasaran pendidikan. “Semua sistem dibantu oleh UMM. Kami jadi tahu apa saja yang harus dikerjakan. Bahkan sampai marketing pun diajari oleh UMM,” ungkapnya. Dampak dari pendampingan tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peserta didik baru yang mencapai sekitar 200 persen dibandingkan sebelumnya. Momentum wisuda ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama antara UMM dan SMA Muhammadiyah 3 Bungah Gresik. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, wawasan literasi yang luas, serta akhlak yang mulia. Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah-sekolah binaan agar mampu berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, adaptif, dan semakin dipercaya oleh masyarakat. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Belasan Mahasiswa UMM Dipercaya Mengajar di Vietnam dan Thailand

Sebanyak 15 mahasiswa CoE BIPA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan menjadi tutor bahasa Indonesia di Open University Vietnam dan Srinakharinwirot University Thailand. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas kiprah internasional melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Kali ini, Kampus Putih memberangkatkan 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk menjadi tutor bahasa Indonesia di dua perguruan tinggi terkemuka di kawasan ASEAN, yakni Open University Vietnam dan Srinakharinwirot University Thailand. Para mahasiswa tersebut akan menjalankan tugas sebagai tutor bahasa Indonesia selama dua bulan. Program ini menjadi bagian dari upaya UMM mencetak lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM Dr M Isnaini MPd menjelaskan bahwa pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua gelombang. “Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, UMM memberikan fasilitasi berupa tempat tinggal dan berbagai kebutuhan penunjang kegiatan selama mahasiswa berada di negara tujuan. “Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, sama beberapa item persiapan kegiatannya itu. Nominalnya tidak dipukul rata karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” tambahnya. Isnaini berharap program ini dapat memperkuat keterampilan mengajar mahasiswa sekaligus membentuk mereka menjadi duta bahasa Indonesia di tingkat internasional. “Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama dari Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi mengapresiasi keberanian dan antusiasme mahasiswa yang dipercaya menjalankan peran strategis di level ASEAN. Ia berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik almamater serta menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang santun selama berinteraksi di lingkungan internasional. Menurutnya, pengalaman mengajar di perguruan tinggi luar negeri tidak hanya mengasah kompetensi pedagogik mahasiswa, tetapi juga memperkaya pengalaman lintas budaya dan memperkuat reputasi UMM sebagai kampus berkelas internasional.

Mahasiswa FH UMM Magang di Mahkamah Agung, Belajar Praktik Hukum Nasional

Mahasiswa FH UMM Magang di Mahkamah Agung, Belajar Praktik Hukum Nasional Media Kampung – Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) berhasil mendapatkan kesempatan magang di Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI). Mereka adalah Hendrico Noval Ramadhani, Satria Ananta Agung Nugraha, dan Arjuna Galih Taruna. Program magang berlangsung selama kurang lebih lima bulan, dimulai sejak 23 Februari 2026, dan merupakan bagian dari kegiatan Laboratorium Fakultas Hukum UMM yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktik hukum secara langsung. Penempatan di Biro Hukum dan Humas Ketiga mahasiswa ditempatkan di Biro Hukum dan Humas, Bagian Peraturan Perundang-Undangan (PUU). Selama magang, mereka terlibat dalam berbagai kegiatan terkait pembentukan regulasi dan pengelolaan informasi hukum di lingkungan Mahkamah Agung. Salah satu agenda penting yang diikuti adalah pembahasan rancangan kebijakan MA. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa dapat mengamati langsung mekanisme penyusunan kebijakan yang melibatkan hakim dan pejabat MA. Pemahaman tentang Pembentukan Regulasi Dalam pembahasan kebijakan, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai bagaimana suatu kebijakan dirumuskan dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebutuhan praktik peradilan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa pembentukan regulasi tidak hanya berfokus pada perumusan norma, tetapi juga pada penerapan norma secara efektif dalam penyelenggaraan peradilan. Selain itu, mereka juga mendapatkan wawasan tentang proses penafsiran hukum yang dilakukan dalam pembahasan regulasi, di mana berbagai isu praktik peradilan menjadi bahan pertimbangan. Validasi Produk Hukum melalui JDIH Tidak hanya terlibat dalam pembahasan kebijakan, mahasiswa juga berpartisipasi dalam kegiatan validasi produk hukum Mahkamah Agung melalui sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) MA. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesesuaian data sebelum dipublikasikan, seperti pengecekan nomor, identitas, nama pengadilan negeri, serta kelengkapan dokumen dalam sistem. Keterlibatan dalam validasi memberikan pemahaman tentang pentingnya akurasi data dalam mendukung keterbukaan informasi di lingkungan peradilan. Melalui JDIH, MA menyediakan akses terhadap berbagai produk hukum dan putusan pengadilan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, akademisi, maupun praktisi hukum. Testimoni Mahasiswa Hendrico Noval Ramadhani mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan. “Selama melaksanakan kegiatan magang yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, saya sangat bersyukur karena banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Kegiatan magang selama kurang lebih lima bulan ini memberikan kesan yang sangat baik dan banyak ilmu yang dapat saya ambil. Saya berterima kasih kepada Fakultas Hukum dan Mahkamah Agung Republik Indonesia yang telah memberikan ilmu yang semoga berguna di masa yang akan datang,” ujarnya. Senada dengan Hendrico, Satria Ananta Agung Nugraha juga menyampaikan rasa syukur. “Selama melaksanakan kegiatan magang yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, saya merasa sangat beruntung dan bersyukur karena banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Kegiatan magang selama kurang lebih lima bulan ini memberikan kesan yang baik dan banyak ilmu yang dapat saya ambil. Saya berterima kasih kepada Fakultas Hukum dan Mahkamah Agung Republik Indonesia atas ilmu yang diberikan dan semoga dapat berguna di masa yang akan datang,” tuturnya. Sementara itu, Arjuna Galih Taruna menilai program magang ini sebagai pengalaman luar biasa. “Bagi saya, kesempatan ini sangat luar biasa. Kami berkesempatan magang di Mahkamah Agung Republik Indonesia guna menimba ilmu secara praktik. Semoga program magang yang dirancang oleh Laboratorium Fakultas Hukum UMM ini dapat terus berlanjut dan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjadi calon-calon sarjana hukum yang kompeten,” ungkapnya. Manfaat Program Magang Program magang di Mahkamah Agung RI merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik yang dikembangkan oleh FH UMM. Melalui pengalaman langsung di lembaga peradilan tertinggi di Indonesia, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat pemahaman terhadap sistem hukum nasional serta memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai praktik hukum di tingkat nasional.

Balik Dolanan Viral di Malang, Ribuan Warga Diajak Tinggalkan Gawai dan Kembali Main Tradisional

Mahasiswa UMM melalui kampanye Balik Dolanan menghidupkan kembali permainan tradisional di Malang Raya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi pembuka Festival Dolanan 2026 yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Foto iNewsSurabaya.id/ist MALANG, iNewsSurabaya.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil perlahan mulai ditinggalkan. Anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibanding berinteraksi dan bermain bersama teman sebaya di lingkungan sekitar. Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Wavvy Creative menggagas kampanye bertajuk “Balik Dolanan”. Gerakan ini hadir untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan menikmati permainan tradisional sekaligus memperkuat ikatan sosial antar generasi. Sebagai rangkaian awal menuju Festival Dolanan 2026 yang akan digelar pada 27 Juni 2026 di Taman Dolan Batu, tim Wavvy Creative mengadakan kegiatan roadshow bertajuk “Dolanan Mubeng”. Mahasiswa UMMmelalui kampanye Balik Dolanan menghidupkan kembali permainan tradisional diMalang Raya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi pembuka Festival Dolanan 2026 yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Foto iNewsSurabaya.id/ist Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi strategis, yakni kawasan Car Free Day (CFD) Singosari pada 14 Juni 2026 dan Alun-Alun Kota Batu pada 15 Juni 2026. Melalui roadshow ini, masyarakat diajak berhenti sejenak dari rutinitas harian untuk merasakan kembali keseruan permainan tradisional yang pernah populer di berbagai daerah. Beragam permainan tradisional disediakan secara gratis bagi pengunjung dari berbagai usia. Mulai dari egrang, congklak, engklek, bola bekel, bakiak, gasing hingga hula hoop dapat dimainkan bersama dalam suasana penuh keakraban. Selain mencoba berbagai permainan tradisional, peserta juga dapat mengikuti tantangan Spin Wheel “7 Misi Dolanan”. Pengunjung yang berhasil menyelesaikan misi dan membagikan pengalaman mereka melalui media sosial berkesempatan memperoleh hadiah berupa Wayang Lukis. Hadiah tersebut dipilih sebagai simbol pelestarian budaya lokal sekaligus menjadi kenang-kenangan bagi peserta yang ikut memeriahkan kegiatan. Kampanye ini mengusung konsep besar “Balik Dolanan”. Dalam bahasa Jawa, “balik” berarti kembali, sedangkan “dolanan” berarti bermain. Makna yang ingin disampaikan tidak hanya mengajak masyarakat datang ke Taman Dolan, tetapi juga menghidupkan kembali pengalaman bermain yang sarat dengan kebersamaan, tawa, komunikasi, dan interaksi sosial yang mulai jarang ditemui di era digital. Ketua pelaksana Wavvy Creative menjelaskan bahwa kampanye tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin sempitnya ruang bermain tradisional bagi anak-anak. “Kami ingin mengingatkan bahwa permainan tradisional bukan hanya sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kerja sama, komunikasi, kreativitas, sportivitas, hingga kebersamaan keluarga. Melalui kampanye Balik Dolanan, kami berupaya menghadirkan kembali pengalaman tersebut dengan cara yang menyenangkan dan mudah diikuti semua kalangan,” ujarnya. Kegiatan Dolanan Mubeng mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak berlangsung, area permainan dipadati keluarga, mahasiswa, hingga wisatawan yang tertarik mencoba berbagai permainan tradisional. Momen menarik terlihat ketika banyak orang tua mengenalkan permainan masa kecil mereka kepada anak-anak secara langsung. Interaksi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana permainan tradisional mampu menjembatani hubungan antar generasi. Salah satu peserta, Anisa, mengaku senang dapat kembali memainkan permainan yang pernah menjadi bagian dari masa kecilnya. “Rasanya seperti kembali ke masa kecil. Sekarang anak-anak lebih sering bermain gadget, padahal dulu kami bermain engklek, bekel, congklak, dan permainan lainnya bersama teman-teman. Permainan seperti ini justru melatih anak menjadi lebih aktif, berpikir, dan bekerja sama. Menurut saya kegiatan seperti ini sangat bagus dan perlu terus diadakan,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar generasi muda tetap mengenal budaya Indonesia melalui cara yang menyenangkan. “Semoga anak-anak sekarang tetap dikenalkan dengan permainan tradisional supaya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, aktif, dan tidak melupakan budayanya sendiri,” tambahnya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Festival Dolanan 2026 yang akan menghadirkan pengalaman bermain, belajar, sekaligus menikmati suasana pedesaan khas Taman Dolan Batu. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 tersebut akan menyuguhkan sedikitnya 12 jenis permainan tradisional, pertunjukan seni budaya, drama teatrikal, live percussion, hingga penampilan spesial Lentera Dalu. Atraksi pelepasan lentera harapan itu akan menjadi penutup rangkaian acara, sekaligus simbol harapan agar permainan tradisional tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Editor : Arif Ardliyanto