Studentpreneur Bootcamp Muhammadiyah Dorong Lahirnya Wirausahawan Muda

Para narasumber, panitia, dan peserta Studentpreneur Bootcamp Muhammadiyah 2026 berfoto bersama usai rangkaian kegiatan di Universitas Muhammadiyah Malang, Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan tersebut membekali mahasiswa dengan kompetensi kewirausahaan, inkubasi bisnis, serta penguatan jejaring usaha untuk mencetak wirausaha muda berdaya saing (Foto: Dok. MCEBI) RRI.CO.ID, Malang – Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) melalui penyelenggaraan Studentpreneur Bootcamp. Program yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang pada 17-19 Juli ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi bisnis sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang berdaya saing. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua MCEBI PTMA, Dr Endang Rudiatin, M.Si, menyerahkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Kewirausahaan kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. RPS tersebut merupakan hasil penyusunan bersama 30 PTMA dalam Workshop Bootcamp 2025 di Yogyakarta. Penyerahan RPS disaksikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof Dr Fauzan, yang turut membuka Studentpreneur Bootcamp. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu kegiatan kemahasiswaan yang memiliki pendekatan berbeda karena menggabungkan pembelajaran akademik dengan praktik kewirausahaan. Wamendiktisaintek menilai Studentpreneur Bootcamp mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis sekaligus membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih fungsional di perguruan tinggi. Karena itu, ia mendorong MCEBI agar terus mengembangkan program tersebut secara berkelanjutan. Memasuki hari kedua dan ketiga, peserta mendapatkan pendampingan intensif dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Materi yang diberikan meliputi manajemen rantai pasok oleh Asisten Deputi Rantai Pasok serta pengembangan inkubator bisnis oleh Asisten Deputi Inkubasi Kementerian UMKM. Selain itu, peserta memperoleh pembekalan dari kalangan industri. PT Jatinom Indah memberikan materi mengenai penguatan mentalitas bisnis, sementara Lembaga Pemeriksa Halal (LPH-KHT) PP Muhammadiyah menyampaikan edukasi mengenai pentingnya sertifikasi halal bagi produk pangan. Tidak hanya menerima materi, para mahasiswa juga mengikuti kompetisi bisnis yang melibatkan unit usaha pada tujuh kategori. Yaitu, kerajinan, fesyen, kuliner siap saji, kuliner kemasan, jasa digital, jasa non-digital, dan budidaya. Penilaian dilakukan secara menyeluruh melalui presentasi proposal bisnis (pitch deck), penilaian konten video promosi, hingga wawancara langsung terhadap produk yang dipamerkan di kawasan Sengkaling Culinary. Rangkaian Studentpreneur Bootcamp ditutup pada Minggu, 19 Juli 2026 dengan kegiatan jalan sehat. Serta, penguatan visi “Becoming Muslimtechnopreneurs” yang disampaikan Ketua MCEBI, Dr. Endang Rudiatin, M.Si. Endang mengatakan, peserta terbaik akan memperoleh kesempatan mengikuti program business matching yang mempertemukan mereka dengan jaringan pelaku usaha untuk membuka peluang kolaborasi dan pendanaan. “Melalui penilaian kompetisi yang kompetitif ini, para peserta terbaik berhak mendapatkan peluang emas berupa fasilitas business matching yang mempertemukan mereka langsung dengan jaringan pengusaha besar untuk keberlanjutan dan pendanaan bisnis nyata di masa depan,” kata Endang kepada wartawan, Minggu, 19 Juli 2026.

Inovasi Herbal UMM Curi Perhatian Menteri Pertanian, Diklaim Efektif Atasi Anemia dan Turunkan Residu Mikroplastik

Pameran Studentpreneur Bootcamp 2026 di Hall GKB IV Lantai 9 UMM, Jumat (17/7/2026). (Humas UMM for JN) KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Inovasi paket herbal untuk pengentasan anemia sekaligus penurunan residu mikroplastik karya Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Dr Ir Elfi Anis Saati MP, menjadi salah satu daya tarik dalam pameran Studentpreneur Bootcamp 2026. Produk unggulan Pusat Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3 Halal) UMM tersebut dipamerkan pada ajang nasional yang diselenggarakan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Hall GKB IV Lantai 9 UMM, Jumat (17/7/2026). Menteri Pertanian RI, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP yang meninjau langsung stan pameran memberikan apresiasi terhadap inovasi kesehatan berbasis bahan baku lokal tersebut. Baca juga: Progresifitas Kampus 3 UIN Maliki Malang Dengan Peresmian Gedung Ar-Rakhim Menurutnya, hilirisasi hasil riset yang memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia memiliki nilai strategis karena mampu menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. “Wah, ini joss sekali inovasinya! Pemanfaatan bahan lokal seperti mawar dan bayam merah untuk mengatasi anemia sekaligus membersihkan tubuh dari mikroplastik adalah langkah cerdas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Amran. Prof Elfi Anis Saati menjelaskan bahwa inovasi tersebut dikembangkan melalui pendanaan riset terapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) senilai Rp318 juta. Penanganan anemia dilakukan melalui dua pendekatan, yakni meningkatkan sistem imun menggunakan kombinasi ekstrak mawar dan jahe merah, serta meningkatkan kadar zat besi (Fe) melalui suplemen berbahan bubuk mawar dan bayam merah untuk membantu pembentukan hemoglobin. “Jadi saya menggunakan dua jalur untuk mengatasi anemia. Pertama, meningkatkan imunitas. Kedua, kapsul ini isinya bubuk mawar dan bayam merah yang mengandung Fe untuk meningkatkan hemoglobin,” jelasnya. Ia menyebutkan, paket herbal tersebut terdiri atas tiga produk, yakni Suplemen Zat Besi+ Antioksidan, minuman Roseit, dan Elvibers Go-Herbal Mawar Plus Jahe Merah. Berdasarkan hasil uji klinis terhadap 33 pasien dengan anemia sedang hingga berat, mayoritas peserta mengalami peningkatan kadar hemoglobin hingga kembali ke batas normal setelah mengonsumsi paket herbal selama empat minggu. “Alhamdulillah, setelah mengonsumsi tiga paket ini selama empat minggu, 85 persen penderita anemia kadar hemoglobinnya kembali normal,” katanya. Tidak hanya berfungsi untuk mengatasi anemia, Prof Elfi mengungkapkan bahwa hasil penelitian praklinis lanjutan pada 2026 menunjukkan suplemen herbal tersebut juga berpotensi menurunkan residu mikroplastik di dalam tubuh. Selain itu, produk tersebut dinilai mampu membantu melindungi organ vital, seperti hati dan ginjal, dari risiko kerusakan. “Tahun ini saya meriset kembali, ternyata suplemen ini juga bisa menurunkan residu mikroplastik yang sedang ramai, serta membantu mencegah kerusakan hati dan ginjal,” ungkapnya. Selain produk berbasis ekstrak mawar, P3 Halal UMM juga memamerkan sejumlah inovasi pangan fungsional lainnya, di antaranya kopi rempah, beras analog tinggi protein untuk balita stunting, serta beras analog kaya kalsium bagi ibu hamil. Melalui berbagai inovasi tersebut, UMM menunjukkan peran perguruan tinggi sebagai penggerak hilirisasi riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat. Produk-produk hasil penelitian tersebut diharapkan memperoleh dukungan untuk memasuki tahap produksi massal sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas, mendukung ketahanan pangan bergizi, sekaligus memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia. (**) Pewarta: Rendika Rakita Editor: Doi Nuri

Cegah Sarjana Nganggur, Wamendiktisaintek Prof Fauzan Desak Transformasi Perguruan Tinggi

Cegah Sarjana Nganggur, Wamendiktisaintek Prof Fauzan Desak Transformasi Perguruan Tinggi INFOMU.CO | Malang – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Fauzan menyoroti tata kelola perguruan tinggi di Indonesia yang dinilainya belum mampu mengikuti perubahan zaman. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada rendahnya relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Hal itu ia sampaikan saat membuka Studentpreneur Bootcamp 2026 di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/7/2026). “Perguruan tinggi di Indonesia itu masih menggunakan cara-cara atau manajemen pengelolaannya menggunakan abad 20. Satu sisi, kita ini sudah masuk di abad 21,” tegasnya. Fauzan menjelaskan, pendidikan tinggi saat ini menghadapi tiga tantangan yang saling berkaitan, yakni mutu, akses, dan relevansi. Ia menilai masih banyak kampus yang belum menjadikan dinamika kehidupan sosial dan kebutuhan industri sebagai rujukan dalam menyusun kurikulum. Akibatnya, lulusan lebih banyak menguasai kemampuan yang bersifat umum, sementara dunia kerja membutuhkan kompetensi yang lebih spesifik. Ia mengatakan kondisi tersebut turut memicu terjadinya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Berdasarkan data yang ia sampaikan, pada 2025 terdapat sekitar 1,1 juta sarjana yang belum memperoleh pekerjaan karena keterampilan yang dimiliki belum sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Baca Juga  Wamen Fauzan Nilai Kampus Muhammadiyah-Aisyiyah Punya Posisi Strategis dalam Peta Pendidikan Nasional “Sehingga yang terjadi adalah banyaknya mismatch. Di tahun 2025 saja, itu ada 1,1 juta alumni atau sarjana yang belum memperoleh pekerjaan setelah diidentifikasi karena memang peran-peran generik yang dia miliki,” ujarnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Fauzan mendorong perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi salah satu kunci agar kampus mampu menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Ia juga mengapresiasi langkah UMM yang mengembangkan program Center of Excellence (CoE) atau kelas profesional bersama sejumlah perusahaan sebagai upaya mempersempit kesenjangan kompetensi. “Dalam teori sustainability kampus, sustainability kampus itu hanya bisa dilakukan jika kampus itu bekerja sama atau berkolaborasi dengan pemerintah, dengan dunia usaha, dan dunia industri. Kalau tiga hal ini berkolaborasi, selesai bangsa ini,” jelasnya. Di hadapan peserta Studentpreneur Bootcamp, Fauzan juga membagikan pengalaman pribadinya saat menempuh pendidikan. Ia mengaku pernah menghadapi keterbatasan ekonomi dan harus bekerja serabutan untuk membiayai sekolah. Pengalaman itu, menurutnya, membentuk daya juang dan kemandirian yang kemudian menjadi bekal dalam menjalani kehidupan. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak memiliki pola pikir yang serba minimal. Generasi muda, katanya, perlu membangun mental yang tangguh, mau bekerja keras, dan tidak mudah menyerah agar mampu bersaing di tengah perubahan yang terus berlangsung. Baca Juga  Abdul Mu’ti: Ijazah Penting, Tapi Kompetensi Lebih Penting di Dunia Kerja “Tanamkan mental Saudara adalah mental maksimalis. Pupuk kerja keras, tidak mudah menyerah kapan dan di mana saja. Sarjana yang pola berpikirnya biasa-biasa saja itu mendominasi jumlahnya,” tuturnya. (maklumat)

Tembus Kancah Global! UMM Lepas 56 Mahasiswa KKN Internasional ke Tiga Negara

Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd. bersama para dosen melepas 56 mahasiswa secara resmi untuk mengabdi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di tiga negara, yakni Thailand, Taiwan, dan Malaysia. MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Sebanyak 56 mahasiswa secara resmi dilepas untuk mengabdi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di tiga negara, yakni Thailand, Taiwan, dan Malaysia. Pelepasan puluhan pahlawan akademik ini dilangsungkan pada Jumat (17/7/2026). Rencananya, mereka akan mulai bertolak menuju negara tujuan pada 21 Juli mendatang, dengan fokus wilayah Malaysia mencakup Penang dan Selangor. Selama 25 hari ke depan, para mahasiswa UMM ini tidak sekadar memindahkan lokasi belajar. Mereka memikul misi penting: berkolaborasi dengan perguruan tinggi mitra, warga lokal, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memberdayakan masyarakat setempat sekaligus memperkuat diplomasi bangsa. Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd., menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata UMM sebagai kampus yang berdampak luas. Mahasiswa diterjunkan sebagai agen perubahan yang membawa inovasi solutif. “Mahasiswa di sana menjadi bagian dari diplomasi Indonesia melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,” tegas Arina. Demi kelancaran misi tersebut, UMM memberikan support system secara totalitas. Dukungan itu mencakup akomodasi, pendampingan intensif, hingga penjajakan koneksi dengan KBRI dan universitas mitra. Fasilitas ini didesain tidak hanya untuk menyukseskan program KKN, tetapi juga sebagai karpet merah bagi mahasiswa yang ingin membangun jejaring karier atau studi lanjut di luar negeri. Pendidikan Tak Boleh Terkurung di Ruang Kelas Senada dengan hal itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyoroti pentingnya menerobos batas-batas ruang kuliah tradisional. Menurutnya, perguruan tinggi wajib menghadapkan mahasiswanya pada persoalan riil di tengah masyarakat global agar ilmu yang didapat benar-benar aplikatif. “Modal terpenting dalam KKN Internasional adalah kemampuan berkomunikasi lintas budaya. Ketika mampu memahami kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, mahasiswa akan menjadi pribadi yang lebih adaptif, lebih terbuka terhadap perubahan, serta memiliki cara pandang yang lebih luas dalam menghadapi berbagai persoalan,” urai Prof. Nazar. Bagi orang nomor satu di UMM tersebut, pengalaman berinteraksi langsung dengan keragaman budaya internasional adalah bekal paling mahal. Di era kompetisi dunia kerja yang kian bengis, kelincahan beradaptasi dan komunikasi lintas budaya menjadi kunci utama. Melalui gebrakan KKN Internasional ini, Prof. Nazar optimistis UMM akan terus menetaskan lulusan-lulusan unggul. Bukan sekadar cerdas secara akademik, melainkan sosok berwawasan global yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan mampu menciptakan dampak nyata bagi dunia internasional.

Mahasiswa UMM Lancarkan Gebrakan Promosi “Blind Box Dating” di CFD Kota Malang

Siaran Berita – Malang, 27 Juni 2026 — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar aktivasi promosi di Car Free Day (CFD) Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Public Relations, sekaligus menjadi rangkaian promosi untuk acara bertajuk “Blind Box Dating” yang akan digelar di Djavu Coffee. Dalam aktivasi tersebut, mahasiswa mendirikan sebuah standee berbentuk siluet sepasang muda-mudi sebagai media interaksi dengan pengunjung CFD. Standee ini difungsikan sebagai sarana bagi pengunjung untuk menuliskan pesan atau perasaan pribadi mereka , yang kemudian ditempelkan langsung pada standee tersebut. Panitia menyediakan tumpukan sticky note warna-warni beserta alat tulis di sekitar standee. pengunjung yang tengah berolahraga maupun berjalan-jalan di area CFD diajak untuk berhenti sejenak, menuliskan pesan pribadinya, lalu menempelkannya di standee. Sebagai bentuk apresiasi, setiap pengunjung yang berpartisipasi diberikan makanan ringan secara gratis oleh panitia. Untuk memancing partisipasi, panitia terlebih dahulu menempelkan pesan pembuka pada standee tersebut, yakni ajakan untuk turut hadir dalam acara “Blind Box Dating” di Djavu Coffee. Ajakan ini kemudian disambut antusias oleh pengunjung, ditandai dengan banyaknya sticky note yang terkumpul dalam waktu singkat. Sejumlah pesan yang dituliskan warga di antaranya berisi harapan untuk kembali menjalin hubungan, ungkapan rasa rindu, keinginan mengakhiri hubungan pertemanan yang menggantung, hingga rasa syukur atas hubungan yang telah bertahan bertahun-tahun. Aktivasi di CFD ini sengaja dirancang dengan konsep yang berbeda dari acara puncaknya. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa penasaran masyarakat terhadap “Blind Box Dating” sebelum acara utamanya digelar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMM berkesempatan untuk menerapkan langsung ilmu Public Relations yang diperoleh di bangku perkuliahan, khususnya dalam merancang strategi promosi dan membangun interaksi langsung dengan masyarakat.

Kenalan dengan Asrama Universitas Muhammadiyah Malang, Hunian Mahasiswa yang Dilengkapi Program Pembinaan

Rusunawa (Rumah Susun Sewa Mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Malang (Sumber: Universitas Muhammadiyah Malang) MALANG, RADAR MALANG – Tinggal di asrama menjadi salah satu pilihan bagi mahasiswa baru yang berasal dari luar kota. Selain menawarkan lokasi yang dekat dengan lingkungan kampus, asrama juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan dan membangun relasi dengan sesama mahasiswa dari berbagai daerah. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan asrama mahasiswa sebagai bagian dari sistem pendampingan mahasiswa baru. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, asrama juga menjadi ruang pembinaan yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengenal budaya akademik, meningkatkan kemandirian, serta membentuk karakter selama masa awal perkuliahan. Fasilitas Mendukung Aktivitas Sehari-hari Mahasiswa Asrama UMM dilengkapi berbagai fasilitas yang menunjang kebutuhan penghuni selama menjalani aktivitas sehari-hari. Setiap kamar telah dilengkapi perabot dasar yang dapat digunakan mahasiswa, sehingga penghuni tidak perlu membawa terlalu banyak perlengkapan dari rumah. Selain kamar tidur, tersedia pula ruang belajar, ruang bersama, area ibadah, akses internet, serta sistem keamanan yang beroperasi selama 24 jam. Lingkungan asrama dirancang agar mahasiswa dapat belajar dengan nyaman sekaligus berinteraksi dengan penghuni lainnya dalam suasana yang kondusif. Tak Sekadar Tempat Tinggal, Asrama Jadi Sarana Pembinaan Karakter Menurut pengelola UMM, keberadaan asrama tidak hanya bertujuan menyediakan hunian bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Selama tinggal di asrama, mahasiswa akan mengikuti berbagai program pembinaan yang telah disusun secara terstruktur. Kegiatan tersebut meliputi pembinaan keagamaan, mentoring, pelatihan kepemimpinan, diskusi kelompok, pengembangan soft skill, hingga berbagai aktivitas yang bertujuan meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Melalui program-program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki bekal karakter dan kemampuan sosial yang akan bermanfaat selama menjalani perkuliahan maupun ketika memasuki dunia kerja. Pendaftaran Menjadi Bagian dari Registrasi Mahasiswa Baru Mahasiswa yang ingin tinggal di asrama dapat mengikuti proses pendaftaran yang menjadi bagian dari rangkaian registrasi mahasiswa baru. Setelah melengkapi administrasi yang dipersyaratkan, calon penghuni akan memperoleh informasi mengenai jadwal masuk asrama, pembagian kamar, tata tertib, serta berbagai ketentuan yang berlaku selama masa pembinaan. UMM juga menyediakan informasi mengenai asrama melalui laman resmi universitas maupun akun media sosial Asrama UMM. Calon mahasiswa disarankan untuk memantau informasi tersebut secara berkala agar tidak tertinggal jadwal pendaftaran maupun pengumuman penting lainnya. Dengan fasilitas yang memadai serta program pembinaan yang terintegrasi, Asrama Universitas Muhammadiyah Malang menjadi salah satu alternatif hunian bagi mahasiswa baru yang ingin memulai kehidupan perkuliahan dalam lingkungan yang mendukung proses belajar, pembentukan karakter, dan pengembangan diri. Editor : Aditya Novrian

Inovasi Herbal UMM untuk Atasi Anemia Dipuji Mentan Amran di Pameran MCEBI 2026

pwmu.co – Inovasi paket herbal untuk membantu mengatasi anemia berbahan baku lokal karya Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., mendapat perhatian dalam pameran Studentpreneur Bootcamp 2026 yang digelar Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Hall GKB IV Lantai 9 UMM, Jumat (17/7/2026). Produk unggulan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3 Halal) UMM tersebut dipamerkan bersama berbagai inovasi lainnya. Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., memberikan apresiasi terhadap inovasi berbasis bahan baku lokal yang dinilai mampu memberikan solusi bagi masyarakat. “Wah, ini joss sekali inovasinya! Pemanfaatan bahan lokal seperti mawar dan bayam merah untuk mengatasi anemia sekaligus membersihkan tubuh dari mikroplastik adalah langkah cerdas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” puji Amran. Prof. Elfi Anis Saati menjelaskan bahwa inovasi tersebut dikembangkan melalui pendanaan riset terapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) senilai Rp318 juta. Menurutnya, metode penanganan anemia dilakukan melalui dua pendekatan, yakni meningkatkan sistem imun menggunakan kombinasi ekstrak mawar dan jahe merah serta meningkatkan kadar zat besi (Fe) melalui suplemen berbahan bubuk mawar dan bayam merah. “Jadi saya menggunakan dua jalur untuk mengatasi anemia. Pertama, meningkatkan imunitas. Kedua, kapsul ini isinya bubuk mawar dan bayam merah yang mengandung Fe untuk meningkatkan hemoglobin,” ujarnya. Produk yang dikembangkan terdiri atas tiga varian, yaitu Suplemen Zat Besi+ Antioksidan, minuman Roseit, dan Elvibers Go-Herbal Mawar Plus Jahe Merah. Berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan tenaga kesehatan terhadap 33 penderita anemia sedang dan berat, Prof. Elfi menyampaikan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan kadar hemoglobin hingga mencapai kondisi normal setelah mengonsumsi paket herbal tersebut selama empat minggu. “Alhamdulillah, setelah mengonsumsi tiga paket ini selama empat minggu, 85 persen penderita anemia kadar hemoglobinnya kembali normal,” tegasnya. Selain membantu penanganan anemia, Prof. Elfi mengungkapkan bahwa penelitian praklinis lanjutan yang dilakukan pada tahun ini menunjukkan produk tersebut juga memiliki potensi menurunkan residu mikroplastik di dalam tubuh serta membantu melindungi fungsi hati dan ginjal. “Tahun ini saya meriset kembali, ternyata suplemen ini juga bisa menurunkan residu mikroplastik yang sedang ramai, serta membantu mencegah kerusakan hati dan ginjal,” ungkapnya. Selain produk berbahan ekstrak mawar, P3 Halal UMM juga menampilkan sejumlah inovasi pangan fungsional lainnya, di antaranya kopi rempah, beras analog tinggi protein untuk balita stunting, serta beras analog kaya kalsium bagi ibu hamil. Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. UMM berharap hasil penelitian tersebut terus memperoleh dukungan sehingga dapat diproduksi secara massal oleh industri untuk mendukung ketahanan pangan bergizi dan memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.

Hadir di UMM, Menteri Pertanian Bedah Mental Bisnis Mahasiswa

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan materi tentang pembentukan mental wirausaha kepada peserta Studentpreneur Bootcamp 2026 di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO — Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman memberikan pandangan bisnis yang out of the box kepada ratusan mahasiswa dalam pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026 di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/7/2026). Dalam kegiatan yang diinisiasi Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) tersebut, Amran menegaskan bahwa kerugian merupakan guru terbaik bagi seorang pengusaha muda, melampaui teori keuntungan instan yang dipelajari di bangku kuliah. Pernyataan itu muncul saat sesi tanya jawab dengan salah satu peserta yang merupakan pengusaha mebel asal Jepara. Peserta tersebut mengeluhkan persaingan harga yang semakin ketat. Alih-alih memberikan kiat teknis agar usahanya cepat memperoleh keuntungan, Amran justru mendoakan agar bisnis mahasiswa tersebut lebih dahulu mengalami kerugian demi membentuk mental petarung yang sesungguhnya. Menurutnya, realitas dunia usaha sangat berbeda dengan perhitungan matematis yang dipelajari di kampus dan selalu menghasilkan keuntungan. Karena itu, mahasiswa harus belajar menghadapi kerugian secara langsung di lapangan. “Tidak diajari di kampus seluruh dunia untung. Satu tambah satu dua, dua tambah dua empat. Semua untung, indah. Tidak seindah dengan kenyataan. Jadi harus diajari rugi. Yang mengajari rugi adalah lapangan,” tegasnya. Amran mengibaratkan pembentukan mental pebisnis seperti pasukan khusus militer yang harus menghabiskan ribuan peluru setiap hari untuk membangun insting dan ketepatan. Menurutnya, pebisnis harus siap mengalami kegagalan dan kerugian pada masa awal membangun usaha agar memiliki fondasi yang kuat pada masa depan. “Kalau Anda terbiasa terlatih rugi lima tahun, sepuluh tahun, itu pada titik tak menentu, begitu untung, itu Anda untung sampai anak cucumu. Dan guru terbaikmu adalah rugi,” ujarnya. Rektor UMM Nazaruddin Malik menyambut baik paparan tersebut sebagai bekal penting untuk melahirkan wirausahawan tangguh dari lingkungan kampus. Menurutnya, mental tahan banting dan etos kerja keras menjadi modal penting dalam mencetak kader yang mampu berkontribusi di sektor ketahanan pangan dan energi. “Ini nanti akan menjadi modal penting bagi Muhammadiyah untuk terus menanamkan tekad kuat melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru bagi bangsa melalui program-program inkubasi,” ungkapnya. Senada dengan itu, Ketua MCEBI Endang Rudiatin menjelaskan bahwa ratusan peserta tidak hanya dikader untuk mencari keuntungan, tetapi juga menjadi pengusaha yang beretika dan berlandaskan nilai-nilai agama. Ia menambahkan, MCEBI berkomitmen mencetak wirausahawan yang mampu menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak lagi terjebak pada mentalitas serba instan atau sekadar book smart. Mereka didorong untuk berani memulai dari bawah, mengesampingkan gengsi, serta menjadikan kerugian sebagai proses pembelajaran untuk membangun karakter, relasi, dan bisnis yang mampu bertahan lintas generasi. (Faqih/AS)

Mentan RI bersama MCEBI Berkomitmen Membangun Wirausaha Muda yang Handal dan Beretika

MALANG, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (MCEBI PTMA) resmi membuka gelaran bergengsi Studentpreneur Bootcamp 2026 di Kota Malang. Mengusung tema “Entrepreneurial Mindset & Business Networking, Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan”, acara ini diselenggarakan selama tiga hari penuh, mulai tanggal 17 hingga 19 Juli 2026. Rangkaian acara berpusat di dua lokasi strategis, yaitu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan area karantina di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang. Langkah strategis ini diinisiasi oleh MCEBI PTMA untuk menumbuhkan minat berwirausaha serta mencetak wirausaha muda yang handal, sukses, dan tetap menjunjung tinggi etika serta nilai profesionalisme. Diikuti oleh perwakilan dari 30 Lembaga Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan PTMA se-Indonesia dengan delegasi yang terdiri dari 2 unit usaha mahasiswa dan 1 dosen pendamping dari tiap kampus. Ketua MCEBI Endang Rudiatin menyatakan dengan tagline Becoming muslimtechnopreneur, kegiatan ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan sense of business, yang bukan hanya orientasi pada keuntungan, tetapi juga tanpa merusak lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan diawali dengan kuliah umum Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia memotivasi Mahasiswa bekerja dan membangun usaha untuk membiayai kuliahnya sendiri. Menteri juga memberikan banyak filosofi berwirausaha dengan mengangkat hadist-hadits, bahwa jangan takut rugi, entrepreneur jangan meminta misal mengajukan proposal dana, melainkan bekerja menghasilkan dana. Ia juga memberi contoh orang-orang pendidikannya biasa saja namun bisa menjadi orang hebat karena ulet dan tangguh. Acara akbar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. yang berbagi pengalaman menjadi pengusaha. Mau memulai dari bawah untuk menjadi cerdas dan tangguh. Pada hari pertama, atmosfer akademik dan bisnis langsung terasa kuat melalui Seminar Panel yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Erwin Dwiyana, plt. dirjen Peningkatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional RI, yang juga anggota Kadin pusat Prof. Dr. H. Muhammad Mufti Mubarok. Pembicara lain Dr. Andy Bawono dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan dari Kpw BI Jatim bidang UMKM. Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat hilirisasi dan komersialisasi produk inovasi mahasiswa yang berbasis pada potensi lokal. Dalam diskusi mahasiswa mempertanyakan berbagai iklim bisnis, terkait formalisasi hukum yang mahal dan rumit, standarisasi produk berkualitas tinggi, sindrom unbankable, persentase dengan marketplace online. Studentpreneur Bootcamp dilaksanakan oleh MCEBI setiap tahun dan selalu mengundang tokoh nasional, menteri, kalangan industri, yang biasanya dimanfaatkan oleh anggota PTMA nya yang mendapatkan giliran penyelenggaraan. Demikian dengan UMM kali ini dengan kementan. Memberi benefit kepada anggota menjadi komitmen MCEBI, sebagai upaya membangun budaya saling bermanfaat, demikian Endang Rudiatin mengakhiri pemberitaannya. Artikel ini telah tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Mentan RI bersama MCEBI Berkomitmen Membangun Wirausaha Muda yang Handal dan Beretika, https://www.suaramuhammadiyah.id/read/mentan-ri-bersama-mcebi-berkomitmen-membangun-wirausaha-muda-yang-handal-dan-beretika

Tak Hanya Belajar di Kelas, Ini Fasilitas Universitas Muhammadiyah Malang yang Perlu Diketahui

Gedung Student Center sebagai salah satu fasilitas yang disediakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (Sumber: Program Studi Ekonomi Syari’ah UMM – Universitas Muhammadiyah Malang) MALANG, RADAR MALANG – Menjadi mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di ruang kuliah. Berbagai aktivitas organisasi, praktik, penelitian, hingga pengembangan keterampilan juga membutuhkan dukungan fasilitas kampus yang memadai. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyediakan beragam fasilitas yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menjalani perkuliahan. Laboratorium Lengkap untuk Berbagai Bidang Keilmuan UMM memiliki laboratorium yang digunakan sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik. Di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia tersedia Laboratorium Bahasa, Laboratorium Jurnalistik, Laboratorium Drama, Laboratorium Multimedia, Laboratorium Komputasi, dan Laboratorium Micro Teaching. Keberadaan laboratorium tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif sesuai bidang keilmuannya. Hal ini juga sebagai bentuk komitman kampus untuk memberikan dukungan untuk kegiatan pembelajaran bagi mahasiswanya. Perpustakaan dan Kampus Virtual Bantu Mahasiswa Mengenal Lingkungan Kampus Selain menyediakan perpustakaan sebagai pusat referensi ilmiah, UMM juga menghadirkan layanan Kampus 360 yang memungkinkan calon mahasiswa melihat berbagai sudut kampus secara virtual. Melalui layanan ini, calon mahasiswa dapat mengenal gedung perkuliahan, fasilitas umum, hingga lingkungan kampus sebelum mengikuti kegiatan perkuliahan secara langsung. Fasilitas Penunjang Mendukung Aktivitas Sehari-hari Untuk menunjang aktivitas mahasiswa, UMM juga menyediakan berbagai fasilitas seperti tempat ibadah, area olahraga, kantin, ruang organisasi, serta ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar maupun berdiskusi. Dengan dukungan fasilitas akademik dan nonakademik tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperluas pengalaman selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang. Editor : Aditya Novrian