FH UMM Gelar INCLAR 2026, Rumuskan Keadilan Ekologis Lintas Generasi Bersama Dubes Tiga Benua

Krisis lingkungan global kini berkembang menjadi persoalan keadilan lintas generasi yang menuntut pembaruan sistem hukum dunia secara mendesak. Merespons hal tersebut, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar 7th International Conference on Law Reform (INCLAR) 2026 bertajuk “Reordering Law for Ecological Justice and Sustainable Development in the Age of Global Environmental Crisis” pada Rabu, 22 Juli 2026. Bertempat di Rayz Hotel UMM, forum ini mempertemukan duta besar dari Selandia Baru, Kenya, dan Portugal, pakar dan akademisi dari berbagai kampus di Indonesia, serta pakar hukum internasional untuk merumuskan tata hukum ekologis yang baru. Sebagai tuan rumah, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa ancaman perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya alam tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan sektoral semata. Menurutnya, Kampus Putih mendorong hukum untuk bertransformasi dari instrumen yang bersifat reaktif menjadi perangkat proaktif yang mampu mencegah kerusakan lingkungan sejak dini. “Perlindungan lingkungan bukan hanya persoalan ekologi, tetapi juga menyangkut keadilan, tata kelola pemerintahan, hak asasi manusia, dan supremasi hukum. Hukum tidak boleh hanya hadir ketika kerusakan telah terjadi, tetapi harus menjadi instrumen proaktif yang mendorong akuntabilitas, melindungi kelompok rentan, dan menjaga kepentingan generasi mendatang,” tegas Nazar. Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Phillip Nathan Taula. Ia menilai krisis lingkungan yang semakin kompleks kini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan keamanan global. Taula menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan harus dijalankan tanpa merampas hak hidup generasi masa depan di lingkungan yang layak. “Pihak yang paling sedikit berkontribusi terhadap perubahan iklim justru sering menjadi kelompok yang paling rentan menanggung dampaknya. Karena itu, pembangunan berkelanjutan tidak boleh dipandang sebagai hambatan bagi pertumbuhan, melainkan sebagai jalan jangka panjang menuju kemakmuran yang adil dan tangguh,” ungkapnya. Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D., menyoroti tantangan nyata dalam penegakan regulasi tersebut. Ia mengapresiasi konsistensi UMM dalam menyelenggarakan INCLAR sebagai ruang perumusan solusi dunia. “Hukum internasional bekerja dalam sistem global yang terdesentralisasi. Dalam praktiknya, kepentingan negara-negara yang memiliki kekuatan politik dan ekonomi besar sering kali lebih dominan, sehingga implementasi berbagai kesepakatan lingkungan internasional tidak selalu berjalan efektif,” jelasnya. Rangkaian diskusi dalam INCLAR 2026 menunjukkan bahwa krisis lingkungan tidak lagi cukup dijawab melalui kebijakan teknis semata. Reformasi hukum dituntut mampu menjembatani kepentingan pembangunan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keadilan antar-generasi. Melalui forum ini, UMM mendorong lahirnya kolaborasi internasional yang diharapkan dapat menghasilkan model tata hukum yang lebih adaptif, inklusif, dan responsif terhadap krisis ekologis global.(*vin/faq)   Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Trans Jatim Mengaspal, DPRD Desak Pemkot Malang Perjelas Nasib Angkot

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, secara tegas mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk segera memberikan kepastian terkait masa depan angkutan kota (angkot). Desakan ini muncul sebagai respons atas pengembangan transportasi publik baru di Malang Raya, khususnya kehadiran bus Trans Jatim. Dikutip dari malangtimes.com, Dito menilai bahwa keberadaan angkot tidak bisa lagi dibiarkan beroperasi tanpa arah kebijakan yang pasti dari pemerintah daerah. Persaingan yang semakin ketat dengan transportasi online serta hadirnya moda transportasi regional membuat posisi angkot semakin terpinggirkan dan sangat membutuhkan perlindungan regulasi. “Harus tegas, harus jelas sikap dari Pemerintah Kota Malang. Tidak mengambang, sehingga memberikan ketenangan bagi teman-teman angkot,” kata Dito. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Malang diminta segera menyusun dan mengesahkan skema transportasi publik lokal yang mampu terintegrasi penuh dengan jalur operasional Trans Jatim. Integrasi ini bisa berwujud penataan ulang rute hingga pemanfaatan angkot sebagai armada pengumpan (feeder). Sebagai bentuk komitmen awal, DPRD Kota Malang sendiri telah merealisasikan dukungannya dengan mengesahkan anggaran miliaran rupiah khusus untuk program angkutan pelajar gratis. “Yang terdekat, gagasan angkot sebagai angkutan pelajar gratis sudah di depan mata. Dari DPRD juga sudah menganggarkan Rp1,9 miliar,” ujarnya. Pemkot Malang juga didesak untuk segera merealisasikan program tersebut seraya menyiapkan cetak biru transportasi publik yang lebih holistik. Menurut Dito, pengembangan Trans Jatim sebagai solusi kemacetan tidak seharusnya berjalan secara parsial tanpa memperhitungkan keberadaan angkutan lokal yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat perkotaan. “Bagaimana transportasi publik harus berjalan beriringan dengan transportasi lokal yang existing, salah satunya keberadaan angkutan kota,” jelasnya. Lebih jauh, politikus ini mengingatkan bahwa tantangan operasional bagi angkot ke depan tidak hanya bersumber dari Trans Jatim. Perkembangan Kota Malang yang bersiap menuju kawasan megapolitan membuka keran masuknya berbagai operator transportasi baru berbasis aplikasi yang akan semakin memperketat peta persaingan. Oleh karena itu, angkot yang telah lama beroperasi harus segera ditempatkan pada posisi yang strategis dalam sistem transportasi resmi kota. “Bisa jadi bukan hanya Trans Jatim yang menjadi tantangan bagi paguyuban angkot. Sangat memungkinkan ada pengusaha-pengusaha transportasi yang masuk di Kota Malang. Bagaimana angkutan existing ini bisa diintegrasikan dengan jelas dalam sistem dan skema Pemerintah Kota Malang,” pungkasnya. Kehadiran moda transportasi modern memang menjadi sebuah keniscayaan bagi kota yang terus bertumbuh seperti Malang. Namun, modernisasi tersebut idealnya tidak mematikan mata pencaharian elemen lokal yang telah berpuluh tahun melayani masyarakat. Sudah saatnya pemerintah daerah hadir merangkul dan membina para sopir angkot melalui kebijakan kolaboratif, demi mewujudkan tata kelola transportasi yang adaptif, terintegrasi, dan berkeadilan sosial bagi seluruh pihak.(*faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Transisi Energi B50 Diterapkan, Dosen UMM Soroti Ancaman Kebocoran Seal Mesin Lawas

Penerapan Bio Solar B50 sebagai wujud transisi energi terbarukan di Indonesia membawa sejumlah tantangan teknis yang mengancam performa mesin diesel, mulai dari penyumbatan sistem injeksi hingga kebocoran komponen. Merespons potensi kerusakan tersebut, Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi’i, S.T., M.T., memberikan tinjauan kritis serta langkah antisipasi mutlak agar pemilik kendaraan dapat menjaga keawetan mesin di tengah perubahan regulasi bahan bakar. Yepy sapaan akrabnya menjelaskan bahwa tantangan teknis mendasar dari B50 adalah tingginya tingkat viskositas (kekentalan), yang menuntut kerja injektor menjadi lebih berat karena butuh penyesuaian tekanan. Lebih jauh, ia memaparkan bahwa B50 memiliki sifat pelarut sangat kuat yang mampu mengikis kerak kotoran lama di dasar tangki, yang kemudian terbawa dan berisiko fatal menyumbat sistem injeksi pada mesin. “Sifat pelarut pada B50 akan melunturkan endapan kotoran di tangki yang berpotensi memicu sumbatan, sehingga frekuensi penggantian filter solar mutlak harus dipercepat dari jadwal perawatan normal guna mencegah keausan komponen,” tegasnya. Tantangan berikutnya bersumber dari karakteristik B50 yang higroskopis atau sangat rentan menyerap air. Kandungan air yang mengendap tidak hanya memicu korosi pada baja, tetapi juga menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan jamur pembentuk lumpur di saluran bahan bakar. Secara struktural, ia juga mengingatkan bahwa tingginya kadar biodiesel ini sangat berisiko bagi mesin diesel lawas karena memicu reaksi kimia yang merusak komponen berbahan karet. “Seal dan jalur bahan bakar yang masih menggunakan karet biasa akan cepat melar saat terkena B50, sehingga sangat disarankan untuk segera melakukan pembaruan komponen menggunakan material berbahan sintetik yang lebih tahan banting,” urainya. Menghadapi risiko tersebut, pemilik kendaraan wajib melakukan perawatan mandiri secara disiplin, seperti mengecek filter berkala dan rutin menguras genangan air di tangki. Di balik kewajiban penyesuaian teknis yang ketat ini, Yepy meyakini bahwa pemerataan B50 akan berdampak signifikan terhadap perbaikan kualitas udara dan kemandirian energi nasional. “Implementasi ini sangat strategis untuk menekan ketergantungan kita pada energi fosil, namun masyarakat dan industri otomotif harus siap beradaptasi dengan pola perawatan mesin yang lebih disiplin demi menjaga performa jangka panjang,” pungkasnya.(*ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Muhammadiyah Harus Inklusif, Jangan Jadi Pagar bagi Masyarakat

Makassar, panjimas – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak boleh menjadi pagar yang hanya membuat masyarakat merasa sulit masuk dan menjadi bagian dari gerakan. Pesan tersebut ia sampaikan dalam sesi kuliah tamu dan silaturahim bersama jajaran Pimpinan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bertempat di Ruang Rapat Senat, Lantai 17 Gedung Iqra, Kamis, (16/7). “Muhammadiyah harus lebih inklusif. Jangan segera membuat barikade karena banyak orang menjalani proses bermuhammadiyah dalam perjalanan yang panjang,” tegas Muhadjir. Mengisi kuliah tamu di kampus Muhammadiyah, Muhadjir menjelaskan bahwa lingkungan kampus (Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah / PTMA) bukan sekadar tempat berkumpulnya orang-orang yang sejak awal memahami dan menjalankan seluruh tradisi Muhammadiyah. Sebaliknya, PTMA juga harus membuka ruang bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Maka dari itu, Muhadjir menyebut, sektor perguruan tinggi, melalui pendidikan, interaksi akademik, keteladanan, dan pembinaan mahasiswa maupun tenaga pendidik dapat menjadi ruang mengenalkan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah secara bertahap. Dalam hal ini, ia sedikit mengingat kilas baik pengalamannya ketika memimpin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia mengungkapkan bahwa UMM menerima keterbukaan mahasiswa dari beragam daerah, agama, tradisi, dan kondisi sosial. Menurutnya, keterbukaan itu bukan berarti menghilangkan identitas Muhammadiyah, tetapi justru menjadi jalan baik untuk memperluas jangkauan dakwah. “Jadi Perguruan tinggi Muhammadiyah adalah sarana dakwah. Jangan sampai kita terlalu keras menetapkan standar sehingga orang lain tidak bisa masuk ke dalamnya,” pesan Muhadjir. Hal tersebut, menurut Muhadjir justru selaras dengan cita-cita Muhammadiyah. “Bukan hanya melayani kelompok internal, melainkan menghadirkan nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” sebutnya. Ia kemudian turut mencontohkan semangat inklusivitas itu telah dilakukan dalam layanan rumah sakit Muhammadiyah. Ia menjelaskan, ketika seseorang datang dalam keadaan sakit, rumah sakit tidak terlebih dahulu menanyakan kartu anggota organisasi, pilihan mazhab, maupun latar belakang keagamaannya. Pasien dilayani berdasarkan kebutuhan kemanusiaannya. Semangat serupa, menurut Muhadjir, perlu dipelihara dalam lembaga pendidikan. Kampus perlu memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada siapa pun sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam melalui praktik yang santun dan mencerahkan. “Muhammadiyah jangan dibawa melewati jalan yang sempit. Banyak jalan untuk meraih dan mengajak masyarakat,” ujarnya. “Semua berproses. Jangan segera menetapkan ukuran-ukuran ideal sebagai syarat awal bagi setiap orang,” imbuh mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menambahkan. Maka dari itu dalam kesimpulannya, Muhadjir menegaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad bukan semata-mata dibangun melalui dakwah lisan atau ceramah-ceramahnya, tetapi juga melalui pelayanan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi wajah dakwah Muhammadiyah yang paling dekat dengan kehidupan umat. Karena itu, ia berharap seluruh PTMA terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan yang inklusif sekaligus instrumen dakwah berkemajuan

Bahaya Sound Horeg bagi Pendengaran: Pakar UMM Peringatkan Risiko Tuli Permanen

Kota Malang, blok-a.com – Fenomena sound horeg yang kian populer di Malang Raya ternyata menyimpan dampak serius bagi kesehatan. Dentuman suara berintensitas tinggi yang menjadi ciri khas hiburan berisiko merusak organ pendengaran secara permanen jika terpapar terlalu lama. Pakar Telinga, Hidung, dan Tenggorok (THT) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Indra Setiawan, Sp.THT, mengatakan tingkat kebisingan sound horeg umumnya berada di kisaran 120 hingga 135 desibel. Angka itu jauh melampaui batas aman yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni maksimal 85 desibel selama delapan jam per hari. Menurutnya, semakin tinggi intensitas suara, semakin singkat pula batas aman telinga menerima paparan. Pada tingkat kebisingan 121 desibel, telinga hanya mampu mentoleransi paparan sekitar tujuh detik. Sementara pada 130 desibel, durasi amannya hanya sekitar 1,5 detik. “Kerusakan paling rentan terjadi pada bagian telinga dalam atau koklea, tepatnya pada sel-sel rambut koklea yang berfungsi mengubah energi suara menjadi impuls listrik ke otak. Jika sel ini rusak parah, sifatnya permanen dan tidak bisa diperbaiki,” ujar Indra, dikutip dari Humas UMM. Ia menjelaskan, paparan suara yang terlalu keras tidak hanya merusak sel rambut koklea, tetapi juga dapat menimbulkan trauma pada telinga tengah. Bahkan, tekanan udara dari pengeras suara berdaya tinggi berpotensi merusak tulang pendengaran hingga menyebabkan robekan gendang telinga yang membutuhkan tindakan operasi. Indra juga menyoroti masih adanya orang tua yang membawa balita mendekati sumber suara saat pertunjukan sound horeg. Menurutnya, kebiasaan tersebut sangat berisiko karena anak-anak memiliki organ pendengaran yang lebih rentan terhadap kebisingan. Ia mengingatkan, telinga yang berdenging setelah mendengar suara keras bukan kondisi normal, melainkan tanda awal terjadinya gangguan pendengaran. Berdasarkan pengalaman klinisnya, kasus penurunan fungsi pendengaran cenderung meningkat usai penyelenggaraan acara dengan tingkat kebisingan tinggi di Malang. Sayangnya, banyak pasien baru menyadari gangguan tersebut ketika sudah mengalami kesulitan berkomunikasi. Untuk mengurangi risiko, Indra menilai penggunaan penyumbat telinga berbahan busa belum cukup efektif karena hanya mampu meredam suara sekitar 10 desibel. Langkah terbaik adalah menjaga jarak dari sumber suara atau menghindari lokasi dengan tingkat kebisingan ekstrem, terutama bagi anak-anak. Sebagai bentuk dukungan, Fakultas Kedokteran UMM menyatakan siap membantu pemerintah daerah memetakan tingkat kebisingan dalam berbagai kegiatan masyarakat menggunakan alat pengukur suara yang dimiliki. “UMM memiliki alat pengukur suara yang sangat memadai. Kami dari Fakultas Kedokteran siap bersinergi dengan pemerintah daerah maupun institusi terkait untuk memetakan jarak aman sehingga hiburan tetap dapat berlangsung tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (bob)

Komitmen Membangun Wirausaha Muda Handal

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menghadiri Studentpreneur Bootcamp 2026 yang diselenggarakan MCBEI PTMA. Foto: Istimewa.Jakarta: Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (MCEBI PTMA) resmi membuka gelaran bergengsi Studentpreneur Bootcamp 2026 di Kota Malang. Langkah strategis ini untuk menumbuhkan minat berwirausaha serta mencetak wirausaha muda yang handal, sukses, dan tetap menjunjung tinggi etika serta nilai profesionalisme. “Kegiatan ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan sense of business, yang bukan hanya orientasi pada keuntungan, tetapi juga tanpa merusak lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” kata Ketua MCEBI Endang Rudiatin melalui keterangan tertulis, Sabtu, 18 Juli 2026. Mengusung tema Entrepreneurial Mindset & Business Networking, Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan, acara ini diselenggarakan selama tiga hari penuh, 17-19 Juli 2026.  Rangkaian acara berpusat di dua lokasi strategis, yaitu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan area karantina di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang, Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan kuliah umum Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Endang menyampaikan Mentan memotivasi mahasiswa bekerja dan membangun usaha untuk membiayai kuliahnya sendiri. “Menteri juga memberikan banyak filosofi berwirausaha dengan mengangkat hadist-hadits, bahwa jangan takut rugi, entrepreneur jangan meminta misal mengajukan proposal dana, melainkan bekerja menghasilkan dana,” ungkap Endang Pada hari pertama, atmosfer akademik dan bisnis langsung terasa kuat melalui seminar panel yang menghadirkan Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Erwin Dwiyana Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Erwin Dwiyana; PlT Dirjen  Peningkatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. H. Muhammad Mufti Mubarok, dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dr. Andy Bawono. “Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat hilirisasi dan komersialisasi produk inovasi mahasiswa yang berbasis pada potensi lokal,” sebut Endang. Ilustrasi. Foto: Medcom.id. Dalam diskusi tersebut, mahasiswa mempertanyakan berbagai iklim bisnis, terkait formalisasi hukum yang mahal dan rumit, standarisasi produk berkualitas tinggi, sindrom unbankable, persentase dengan marketplace online. Endang menjelaskan, Studentpreneur Bootcamp yang dilaksanakan oleh MCEBI selalu mengundang tokoh nasional, menteri, kalangan industri. Hal itu dilakukan untuk memberikan benefit kepada anggota menjadi komitmen MCEBI, sebagai  upaya membangun budaya saling bermanfaat.

Sapa Warga di CFD Malang, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dan Anjani Batik Gelar Workshop Membatik Bernuansa Piknik

Tim Redaksi Minggu, 19 Juli 2026 15:47 WIB Media Bangsa – MALANG – Suasana pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Malang dipastikan bakal tampil berbeda dan lebih berwarna. Kelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bekerja sama dengan Anjani Batik Galeri siap menyapa masyarakat di ruang publik melalui agenda pra-event bertajuk “Nggelar Batik”. Kegiatan brand activation ini mengusung konsep segar yang memadukan edukasi pelestarian budaya lokal dengan kebersamaan di tengah aktivitas pagi kota. Mengambil momentum keramaian CFD Malang, acara ini dirancang khusus untuk mendekatkan kembali warisan batik secara langsung kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda, melalui pengalaman interaktif. Daya tarik utama dari perhelatan ini adalah workshop membatik yang dikemas dengan nuansa piknik santai, sehingga mampu menciptakan oase kreatif yang nyaman di tengah area bebas kendaraan bermotor. Melalui aktivitas mencanting di alam terbuka tersebut, para pengunjung diajak untuk merasakan langsung proses pembuatan kain batik dengan cara yang menyenangkan, kasual, dan mudah dipahami. Lewat brand activation “Nggelar Batik” di CFD Malang ini, mahasiswa UMM ingin membuktikan bahwa komunikasi budaya tidak melulu harus kaku, melainkan bisa melebur secara dinamis, rekreatif, serta tetap menyentuh hati masyarakat urban. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata aplikasi ilmu komunikasi humas dan pemasaran terintegrasi dalam mengangkat potensi industri kreatif lokal.

Berbahan Mawar dan Bayam Merah, Inovasi Anti-Anemia Guru Besar UMM Bikin Mentan Terpukau

Kunjungan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. , dakam acara Ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) MALANG | JATIMSATUNEWS.COM:  Ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mencuri perhatian Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. Mentan memuji habis-habisan inovasi paket herbal pengentas anemia dan penurun residu mikroplastik karya Guru Besar UMM, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P. Produk unggulan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3 Halal) UMM ini dipamerkan dalam eksebisi nasional besutan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Hall GKB IV Lantai 9 UMM, Jumat (17/7/2026). Melihat hilirisasi riset yang cerdik memanfaatkan potensi alam nusantara, Mentan Amran tak segan melontarkan apresiasi tertingginya. Produk ini dinilai sebagai solusi konkret untuk mendongkrak kualitas kesehatan masyarakat luas. “Wah, ini joss sekali inovasinya! Pemanfaatan bahan lokal seperti mawar dan bayam merah untuk mengatasi anemia sekaligus membersihkan tubuh dari mikroplastik adalah langkah cerdas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” puji Amran antusias saat mengunjungi pameran. Dua Jalur Penyembuhan Berbahan Lokal Prof. Elfi memaparkan, inovasi kesehatan ini berhasil diwujudkan berkat suntikan pendanaan riset terapan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) senilai Rp318 juta. Herbal ini dirancang untuk menyembuhkan anemia melalui dua jalur utama. “Jadi saya menggunakan dua jalur untuk mengatasi anemia. Pertama, meningkatkan imunitas. Kedua, kapsul ini isinya bubuk mawar dan bayam merah yang mengandung zat besi (Fe) untuk mendongkrak hemoglobin,” urainya. Terdapat tiga varian produk jagoan yang dikembangkan, yakni: Suplemen Zat Besi + Antioksidan Minuman Roseit Elvibers go-herbal Mawar Plus Jahe Merah Keampuhannya bukan isapan jempol belaka. Berdasarkan hasil uji klinis oleh tenaga medis terhadap 33 penderita anemia sedang hingga berat, mayoritas pasien mengalami pemulihan sel darah merah secara signifikan hanya dalam waktu satu bulan. “Alhamdulillah, setelah mengonsumsi tiga paket ini selama empat minggu, 85 persen penderita anemia kadar hemoglobinnya kembali normal,” tegas Prof. Elfi. Rontokkan Mikroplastik hingga Solusi Stunting Hebatnya lagi, khasiat inovasi ini terus berkembang. Berdasarkan uji praklinis lanjutan tahun ini, suplemen herbal tersebut terbukti ampuh membersihkan tubuh dari zat-zat berbahaya dan melindungi organ vital. “Tahun ini saya meriset kembali, ternyata suplemen ini juga bisa menurunkan residu mikroplastik yang sedang ramai, serta membantu mencegah kerusakan hati dan ginjal,” ungkapnya bangga. Selain ekstrak mawar, stan P3 Halal UMM juga memamerkan beragam produk hilirisasi lain yang tak kalah solutif. Di antaranya adalah kopi rempah, beras analog tinggi protein untuk menekan angka balita stunting, hingga beras analog kaya kalsium khusus ibu hamil. Deretan inovasi pangan fungsional ini menjadi bukti sahih bahwa perguruan tinggi merupakan motor penggerak lahirnya solusi kebangsaan. Diharapkan, karya akademik dari UMM ini segera mendapat dukungan penuh untuk diproduksi massal oleh kalangan industri, demi mewujudkan ketahanan pangan bergizi sekaligus memperkuat ekosistem industri halal di Tanah Air.

Sosiolog UMM: Bullying Meningkat karena Perilaku Menyimpang Mulai Dinormalisasi

KEDIRI, (KUBUS.ID) – Tren kasus perundungan (bullying) di Indonesia yang meningkat dalam lima tahun terakhir dinilai bukan terjadi secara tiba-tiba. Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Wahyudi, M.Si., menyebut fenomena tersebut merupakan hasil dari proses sosialisasi yang membuat perilaku menyimpang perlahan dianggap sebagai sesuatu yang wajar. “Kalau ada peningkatan fenomena bullying, berarti ada proses sosialisasi nilai-nilai tentang tindakan menyimpang yang didapatkan anak-anak dari keluarga, kelompok bermain, komunitas, maupun media sosial,” ujar Prof. Wahyudi saat wawancara dengan Radio ANDIKA. Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kasus perundungan adalah munculnya normalisasi terhadap perilaku yang seharusnya dianggap salah. Candaan yang merendahkan, menghina, atau mempermalukan orang lain kini sering dianggap hal biasa, padahal berdampak pada kondisi psikologis korban. “Dalam sosiologi, ini disebut normalisasi perilaku menyimpang. Tindakan yang dulu dianggap salah, sekarang dianggap biasa, padahal tetap mencederai, merendahkan, dan menyakitkan orang lain,” jelasnya. Prof. Wahyudi menambahkan, meningkatnya jumlah kasus juga dipengaruhi oleh berubahnya cara pandang masyarakat terhadap hak setiap individu. Perilaku yang dahulu dianggap lumrah kini mulai dikenali sebagai bentuk perundungan karena masyarakat semakin memahami pentingnya penghormatan terhadap martabat dan kesetaraan setiap orang. Untuk menekan kasus bullying, ia menilai diperlukan peran seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, media, hingga lembaga keagamaan. Orang tua diminta menanamkan nilai saling menghormati sejak dini, sementara sekolah harus memberikan teladan dan tidak mentoleransi tindakan yang merendahkan orang lain. “Media punya peran penting untuk menunjukkan kepada masyarakat mana yang salah dan mana yang benar. Sementara di rumah, orang tua harus menyosialisasikan nilai penghormatan, kesetaraan, dan segera meluruskan jika anak mulai menunjukkan perilaku menyimpang,” katanya. Ia juga mendorong agar penanganan kasus perundungan yang telah diproses secara hukum dipublikasikan sebagai bentuk edukasi dan efek jera bagi pelaku. Menurutnya, budaya saling menghormati harus terus dibangun agar tercipta lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari perundungan. “Kita harus menjalin kehidupan sosial yang penuh harmoni, kasih sayang, dan damai. Kita harus menghormati setiap orang, siapa pun dia, karena semua memiliki harkat dan martabat yang sama,” pungkas Prof. Wahyudi. (rif)

Pameran MCEBI, Mentan Puji Inovasi Herbal UMM Sebagai Solusi Anemia Berbahan Lokal

Malanginspirasi.com – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., beri apresiasi inovasi paket herbal pengentasan anemia dan penurun residu mikroplastik karya Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., di pameran Studentpreneur Bootcamp 2026. Produk unggulan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3 Halal) UMM tersebut dipamerkan dalam ajang nasional besutan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Hall GKB IV Lantai 9 UMM, Jumat (17/7/2026). Mentan memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kesehatan berbasis bahan baku lokal tersebut karena dinilai sangat solutif. Ia menilai hilirisasi riset yang memanfaatkan potensi alam Nusantara ini memiliki dampak langsung yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat luas. “Wah, ini joss sekali inovasinya! Pemanfaatan bahan lokal seperti mawar dan bayam merah untuk mengatasi anemia sekaligus membersihkan tubuh dari mikroplastik adalah langkah cerdas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” pujinya. Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P. menjelaskan pengembangan inovasi pengobatan anemia ini terwujud berkat pendanaan riset terapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) senilai Rp318 juta. Penyembuhan dilakukan lewat dua jalur utama, yakni peningkatan sistem imunitas melalui kombinasi ekstrak mawar dan jahe merah, serta peningkatan kadar zat besi (Fe) menggunakan suplemen bubuk mawar dan bayam merah. “Jadi saya menggunakan dua jalur untuk mengatasi anemia. Pertama, meningkatkan imunitas. Kedua, kapsul ini isinya bubuk mawar dan bayam merah yang mengandung Fe untuk meningkatkan hemoglobin,” katanya. Ketiga varian produk penyembuh anemia tersebut meliputi Suplemen Zat Besi+ Antioksidan, minuman Roseit, dan Elvibers go-herbal Mawar Plus Jahe Merah. Ia memaparkan bahwa mayoritas pasien mengalami peningkatan sel darah merah hingga mencapai angka normal hanya dalam waktu satu bulan berdasarkan hasil uji klinis oleh tenaga kesehatan terhadap 33 penderita anemia sedang dan berat. “Alhamdulillah, setelah mengonsumsi tiga paket ini selama empat minggu, 85 persen penderita anemia kadar hemoglobinnya kembali normal,” tegasnya. Khasiat suplemen herbal ini rupanya tidak berhenti pada penanganan anemia semata. Berdasarkan pengujian praklinis lanjutan pada tahun ini, menemukan fakta bahwa inovasinya juga terbukti ampuh membersihkan zat berbahaya dari dalam tubuh serta melindungi fungsi organ vital. “Tahun ini saya meriset kembali, ternyata suplemen ini juga bisa menurunkan residu mikroplastik yang sedang ramai, serta membantu mencegah kerusakan hati dan ginjal,” ungkapnya. Ragam Inovasi Hilirisasi Selain ekstrak mawar, P3 Halal UMM turut menghadirkan inovasi hilirisasi lain, termasuk kopi rempah, beras analog tinggi protein untuk balita stunting, serta beras analog kaya kalsium bagi ibu hamil. Kehadiran ragam inovasi pangan fungsional ini menjadi bukti konkret bahwa perguruan tinggi merupakan motor penggerak lahirnya solusi kebangsaan. Harapannya karya akademik ini dapat terus mendapat dukungan penuh dan segera diproduksi massal oleh industri, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan bergizi serta memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia.