Mentan Amran Apresiasi Herbal Karya Prof Elfi: Pukau Pengunjung Studentpreneur Bootcamp UMM

MALANG POST – Inovasi paket herbal pengentas anemia dan penurun residu mikroplastik, karya Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., sukses memukau pengunjung pameran Studentpreneur Bootcamp 2026. Produk kesehatan besutan Pusat Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3 Halal) UMM tersebut, dipamerkan dalam ajang nasional garapan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Hall GKB IV UMM pada Jumat (17/7/2026) dan mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Inovasi paket herbal pengentas anemia dan penurun residu mikroplastik karya Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., memukau pengunjung pameran Studentpreneur Bootcamp 2026. Produk unggulan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3 Halal) UMM tersebut dipamerkan dalam ajang nasional besutan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Hall GKB IV Lantai 9 Kampus III UMM, Jumat (17/7/2026). Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kesehatan berbasis bahan baku lokal tersebut karena dinilai sangat solutif bagi ketahanan kesehatan nasional. Ia menilai hilirisasi riset yang memanfaatkan potensi alam Nusantara ini memiliki dampak langsung yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat luas. “Wah, ini jos sekali inovasinya! Pemanfaatan bahan lokal seperti mawar dan bayam merah untuk mengatasi anemia sekaligus membersihkan tubuh dari mikroplastik adalah langkah cerdas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” puji Amran di sela peninjauan stan pameran. Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., menjelaskan bahwa pengembangan inovasi pengobatan anemia ini berhasil diwujudkan berkat pendanaan riset terapan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) senilai Rp318 juta. Penyembuhan klinis dilakukan lewat dua jalur utama, yakni peningkatan sistem imunitas tubuh melalui kombinasi ekstrak mawar dan jahe merah, serta peningkatan kadar zat besi (Fe) menggunakan suplemen bubuk mawar dan bayam merah. “Jadi, saya menggunakan dua jalur untuk mengatasi anemia. Pertama, meningkatkan imunitas. Kedua, kapsul ini isinya bubuk mawar dan bayam merah yang mengandung Fe untuk meningkatkan kadar hemoglobin penderita,” ujar Prof. Elfi. Tiga varian produk penyembuh anemia yang diluncurkan tersebut meliputi Suplemen Zat Besi+Antioksidan, minuman Roseit, dan Elvibers Go-Herbal Mawar Plus Jahe Merah. Berdasarkan hasil uji klinis oleh tenaga kesehatan terhadap 33 penderita anemia kategori sedang dan berat, ia memaparkan bahwa mayoritas pasien mengalami peningkatan sel darah merah hingga mencapai angka normal hanya dalam waktu satu bulan konsumsi secara rutin. “Alhamdulillah, setelah mengonsumsi tiga paket ini selama empat minggu, 85% penderita anemia kadar hemoglobinnya berhasil kembali normal,” tegasnya. Khasiat suplemen herbal ini rupanya tidak berhenti pada penanganan kasus anemia semata. Berdasarkan pengujian praklinis lanjutan yang dilakukan pada tahun ini, ditemukan fakta ilmiah bahwa inovasinya juga terbukti ampuh membersihkan zat berbahaya dari dalam tubuh serta melindungi fungsi organ vital manusia. “Tahun ini saya meriset kembali, ternyata suplemen ini juga bisa menurunkan residu mikroplastik di dalam tubuh yang sedang ramai dampaknya, serta membantu mencegah kerusakan organ hati dan ginjal,” ungkapnya. Selain formulasi ekstrak mawar, P3 Halal UMM turut menghadirkan berbagai inovasi hilirisasi pangan fungsional lain di pameran tersebut. Di antaranya meliputi kopi rempah berkhasiat, beras analog tinggi protein untuk balita stunting (tengkes), serta beras analog kaya kalsium yang diformulasikan khusus bagi ibu hamil. Kehadiran ragam inovasi pangan fungsional ini menjadi bukti konkret bahwa perguruan tinggi merupakan motor penggerak lahirnya solusi atas permasalahan kebangsaan. Diharapkan karya akademik bernilai tinggi ini dapat terus mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan segera diproduksi massal oleh sektor industri. Dengan demikian, produk ini mampu memberikan manfaat nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan bergizi serta memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia. (*/M. Abd. Rachman Rozzi / Januar Triwahyudi)

KKN Internasional UMM Bekali Mahasiswa Pengalaman Global

Mahasiswa UNN oeserta KKN Internasional. (foto Humas) KKN Internasional UMM mengirim 56 mahasiswa ke Thailand, Taiwan, dan Malaysia untuk mengabdi sekaligus memperluas wawasan internasional. Tagar.co – Langkah menuju panggung dunia dimulai dari kampus. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melepas 56 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional pada Jumat (17/7/26). Selanjutnya, mereka berangkat pada 21 Juli 2026 menuju Thailand, Taiwan, serta Penang dan Selangor di Malaysia. Program strategis ini menjadi ikhtiar UMM mencetak generasi berdaya saing global sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia melalui pengabdian masyarakat. Selama 25 hari, mahasiswa menjalankan program pemberdayaan yang menyesuaikan kebutuhan setiap lokasi pengabdian. Mereka juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi mitra, masyarakat setempat, KBRI, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program semakin luas. Selain memperoleh pengalaman akademik, mahasiswa membangun jejaring internasional untuk mendukung karier maupun studi pada masa depan. Karena itu, KKN Internasional menghadirkan ruang belajar yang melampaui batas ruang kuliah. Kepala Divisi Pengabdian LPPM UMM Dr. Arina Restian, M.Pd., menjelaskan KKN Internasional menjadi program berkelanjutan yang sejalan dengan komitmen UMM sebagai kampus berdampak. Baca Juga:  Gen Z Bicara Gerakan Sosial Kreatif dan Berdampak “Mahasiswa hadir sebagai agen perubahan yang membawa inovasi sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Karena itu, setiap program mengarah pada manfaat nyata sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dengan negara mitra. Arina mengatakan, mahasiswa menjadi bagian diplomasi Indonesia melalui penerapan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Komitmen itu juga mendapat dukungan penuh dari UMM melalui berbagai fasilitas dan jejaring internasional. Kampus menyediakan akomodasi keberangkatan, pendampingan, kerja sama masyarakat lokal, koordinasi bersama KBRI dan diplomat Indonesia, serta koneksi universitas mitra. Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan KKN berlangsung lebih optimal sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan studi lanjut. Mahasiswa pun memperoleh pengalaman internasional yang memperluas jejaring serta kompetensi mereka. Melihat Dunia di KKN Internasional Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menilai, pendidikan tinggi tidak boleh berhenti di ruang kelas. Menurutnya, perguruan tinggi harus mempertemukan mahasiswa dengan persoalan nyata agar ilmu dapat diterapkan secara langsung. Oleh sebab itu, KKN Internasional menjadi sarana pembelajaran yang memperluas wawasan melalui pengalaman sosial, budaya, dan kehidupan masyarakat global. Nazar menegaskan kemampuan berkomunikasi lintas budaya menjadi modal terpenting selama mengikuti program tersebut. Baca Juga:  Followers Jadi Tiket Masuk Kampus, UMM Buka Jalur Kuliah tanpa Tes bagi Konten Kreator “Ketika mampu memahami kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, mahasiswa akan menjadi pribadi yang lebih adaptif,” terangnya. Ia melanjutkan mahasiswa juga menjadi lebih terbuka terhadap perubahan serta memiliki cara pandang yang lebih luas. Selain itu, Nazar menilai pengalaman internasional menjadi bekal penting menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Mahasiswa belajar membangun komunikasi lintas budaya, menghargai keberagaman, dan mengembangkan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru. Terakhir, ia berharap pengalaman tersebut menjadi nilai tambah yang tidak diperoleh hanya melalui perkuliahan di kelas. Ia optimistis program ini melahirkan lulusan unggul secara akademik, berwawasan global, peduli sosial, serta mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat internasional. (#) Penyunting Mahyuddin Syaifulloh

Jutaan Sarjana Masih Nganggur, Wamendiktisaintek Minta Kampus Berbenah

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menyampaikan arahan saat membuka Studentpreneur Bootcamp 2026 di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan melontarkan kritik terhadap tata kelola perguruan tinggi di Indonesia yang dinilai masih usang dan lambat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, kondisi tersebut turut memicu lahirnya sekitar 1,1 juta sarjana yang belum bekerja pada 2025 akibat ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Hal itu disampaikan Fauzan saat membuka Studentpreneur Bootcamp 2026 di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/7/2026). Fauzan menjelaskan bahwa pendidikan tinggi nasional saat ini menghadapi tiga tantangan utama, yakni mutu, akses, dan relevansi. Ia menilai masih banyak perguruan tinggi yang enggan bertransformasi dan belum menjadikan dinamika kehidupan sosial maupun kebutuhan industri sebagai dasar dalam pengembangan kurikulum. “Perguruan tinggi di Indonesia itu masih menggunakan cara-cara atau manajemen pengelolaannya menggunakan abad 20. Satu sisi, kita ini sudah masuk di abad 21,” tegasnya. Menurutnya, kegagalan kampus membaca kebutuhan zaman membuat banyak lulusan hanya memiliki kompetensi yang bersifat umum. Akibatnya, lulusan kehilangan daya saing karena tidak memiliki keahlian yang benar-benar dibutuhkan dunia usaha dan industri. “Sehingga yang terjadi adalah banyaknya mismatch. Di tahun 2025 saja, itu ada 1,1 juta alumni atau sarjana yang belum memperoleh pekerjaan setelah diidentifikasi karena memang peran-peran generik yang dia miliki,” ujarnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Fauzan mendorong perguruan tinggi membangun ekosistem kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri. Ia juga mengapresiasi inovasi UMM melalui program Center of Excellence (CoE) atau kelas profesional yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan dalam menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. “Dalam teori sustainability kampus, sustainability kampus itu hanya bisa dilakukan jika kampus itu bekerja sama atau berkolaborasi dengan pemerintah, dengan dunia usaha, dan dunia industri. Kalau tiga hal ini berkolaborasi, selesai bangsa ini,” paparnya. Selain mendorong transformasi kelembagaan, Fauzan juga memotivasi mahasiswa melalui kisah perjuangannya menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi. Ia mengaku pernah bekerja serabutan demi membiayai sekolah, pengalaman yang membentuk daya juang dan kemandiriannya. “Saya meyakini Saudara masuk di sini ini tidak banyak menggunakan otak kiri, tetapi lebih banyak menggunakan otak kanan. Artinya adalah, sama sekali dia tidak ingin dikasihani, tetapi dia ingin membangun survivability kehidupannya supaya dia bisa mandiri,” tuturnya. Ia pun mengajak mahasiswa meninggalkan pola pikir yang serba minimalis dan membangun mentalitas maksimalis agar mampu bersaing di tengah perubahan yang cepat. “Tanamkan mental Saudara adalah mental maksimalis. Pupuk kerja keras, tidak mudah menyerah kapan dan di mana saja. Sarjana yang pola berpikirnya biasa-biasa saja itu mendominasi jumlahnya,” katanya. Fauzan berharap Studentpreneur Bootcamp 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menjadi langkah nyata dalam membangun University Enterprise Ecosystem di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Dengan demikian, kampus dapat melahirkan lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan dunia kerja. (Faqih/AS)

Mahasiswa Magang UMM Berpartisipasi dalam Project MEKAR dan Project AMARA Yayasan Plan International

Oleh: Channisa Amalia Zahra, Aziza Tri Elvira, Adhwa Nabiila, Elsa, Muhammad Faiz Syahputra, Rosalinda Anissa Cahyani (Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial, FISIP, UMM. Kelompok 3) memorandum.co.id – MAHASISWA Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melaksanakan magang di Yayasan Plan International Indonesia turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan melalui Project MEKAR dan Project AMARA. Keterlibatan mahasiswa dalam kedua proyek tersebut menjadi sarana pembelajaran sekaligus penguatan pengalaman praktik di bidang pemberdayaan masyarakat. Dalam Project MEKAR (Mari Bersama Tingkatkan Edukasi Anak & Parenting). Program ini dilaksanakan di 11 RW yang berada di Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara. Sasaran program meliputi anak usia 0–6 tahun, orang tua, dan kader masyarakat. Program ini dirancang berlangsung selama dua tahun sehingga dampak yang diberikan dapat lebih berkelanjutan. Mahasiswa berkesempatan terlibat dalam kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat. Berbagai kegiatan yang diikuti mahasiswa juga berpartisipasi dalam pelaksanaan kelas parenting BKB HI (Bina Keluarga Balita Holistik Integratif). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, kesehatan, gizi, serta stimulasi tumbuh kembang anak agar dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara optimal. Sementara itu, melalui Project AMARA (Aksi Masyarakat dan Remaja untuk Antisipasi Kanker Serviks dan Payudara), Program AMARA dilaksanakan selama tiga tahun di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur dengan melibatkan remaja, perempuan dewasa, orang tua, tenaga kesehatan, serta fasilitas kesehatan. Mahasiswa turut mendukung pelaksanaan program yang berfokus pada kanker serviks dan kanker payudara. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah skrining IVA Test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) sebagai upaya deteksi dini kanker serviks. Sebelum pemeriksaan, peserta diberikan edukasi mengenai persyaratan IVA Test, yaitu sudah aktif secara seksual, tidak melakukan hubungan seksual selama tiga hari sebelum pemeriksaan, dan tidak sedang mengalami menstruasi, sehingga hasil pemeriksaan dapat lebih akurat. Selama menjalani magang, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengelola program sosial berbasis komunitas, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kerjasama tim, serta fasilitasi masyarakat. Keterlibatan dalam Project MEKAR dan Project AMARA memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai implementasi program pemberdayaan dan perlindungan masyarakat khususnya pada isu perlindungan hak anak dan perempuan secara langsung di lapangan.

Sebelum Masuk Universitas Muhammadiyah Malang, Kenali Fasilitas dan Layanan Kampus

MALANG, RADAR MALANG – Fasilitas kampus menjadi salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan calon mahasiswa sebelum memilih perguruan tinggi. Selain mendukung proses belajar, fasilitas yang lengkap juga dapat menunjang aktivitas organisasi, penelitian, hingga pengembangan keterampilan mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyediakan berbagai fasilitas akademik dan layanan penunjang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa sejak awal perkuliahan. Laboratorium Jadi Penunjang Pembelajaran Praktik Selain ruang kuliah, UMM memiliki berbagai laboratorium yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap program studi. Khusus di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, tersedia Laboratorium Micro Teaching, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Drama, Laboratorium Multimedia, Laboratorium Jurnalistik, hingga Laboratorium Komputasi. Laboratorium tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan praktik sekaligus mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan media pembelajaran. Perpustakaan dan Layanan Digital Permudah Aktivitas Akademik Mahasiswa juga dapat memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat referensi ilmiah. Berbagai koleksi buku, jurnal, dan sumber belajar digital tersedia untuk mendukung proses perkuliahan maupun penyusunan tugas akademik. Selain itu, UMM mengembangkan berbagai layanan berbasis digital sehingga mahasiswa dapat mengakses informasi akademik dan administrasi kampus secara lebih mudah. Fasilitas Penunjang Lengkapi Kehidupan Mahasiswa Selain fasilitas akademik, UMM memiliki masjid, area olahraga, kantin, ruang terbuka, hingga pusat kegiatan mahasiswa yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas nonakademik. Keberadaan fasilitas tersebut membuat mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di kelas, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan minat, bakat, dan pengalaman organisasi selama kuliah.

Serunya Blind Box Dating, Cara Baru Kenalan yang Lagi Hits di Kalangan Anak Muda Malang

siaranberita, MALANG – Suasana berbeda tampak di Djavu Coffee, Kota Malang, Minggu (12/7/2026). Puluhan anak muda antusias mengikuti kegiatan bertajuk Blind Box Dating, sebuah konsep perkenalan unik yang memungkinkan peserta saling mengenal tanpa melihat wajah satu sama lain pada awal pertemuan. Kegiatan yang digagas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut menghadirkan pengalaman berkenalan yang lebih santai dengan menitikberatkan pada kualitas percakapan, bukan kesan pertama dari penampilan fisik. Blind Box Dating dirancang sebagai ruang interaksi yang mendorong peserta membangun komunikasi secara lebih natural. Selama sesi berlangsung, peserta hanya dapat mendengar suara lawan bicaranya, sehingga kesempatan mengenal karakter, cara berpikir, dan kepribadian menjadi fokus utama sebelum akhirnya mengetahui identitas masing-masing. Salah satu mahasiswa yang terlibat sebagai penyelenggara menjelaskan bahwa konsep tersebut lahir dari keinginan menghadirkan ruang perkenalan yang lebih inklusif dan minim tekanan, terutama bagi anak muda yang kerap merasa kurang percaya diri saat berkenalan secara langsung. “Banyak orang jadi minder duluan kalau kenalan berdasarkan tampilan. Makanya kita bikin konsep ini, biar obrolannya dulu yang jalan, urusan tampang belakangan,” ujar salah satu mahasiswa penyelenggara. Secara teknis, peserta laki-laki dan perempuan yang telah mendaftar ditempatkan di ruangan terpisah sebelum dipanggil secara bergiliran menuju sebuah bilik yang dibatasi tirai. Di dalam bilik tersebut, kedua peserta diberi waktu beberapa menit untuk mengobrol tanpa dapat saling melihat wajah. Setelah waktu percakapan berakhir, tirai dibuka dan masing-masing peserta diminta mengangkat salah satu dari dua bendera sebagai penanda keputusan. Bendera merah menunjukkan peserta tidak ingin melanjutkan perkenalan, sedangkan bendera hijau menandakan ketertarikan untuk mengenal lawan bicara lebih jauh. Apabila kedua peserta sama-sama mengangkat bendera hijau, keduanya dinyatakan match dan dipindahkan ke ruangan khusus untuk melanjutkan percakapan dalam suasana yang lebih santai dan personal. Konsep tersebut menjadi daya tarik utama acara karena memberikan kesempatan bagi peserta untuk membangun kesan berdasarkan komunikasi terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan faktor lainnya. Tidak hanya menghadirkan pengalaman berkenalan yang berbeda, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah aktivitas penutup bagi peserta yang berhasil dipasangkan. Setelah sesi tanya jawab ringan bersama host, mereka diajak mengikuti kegiatan melukis mug sebagai kenang-kenangan yang dapat dibawa pulang. Selama acara berlangsung, Djavu Coffee turut menyediakan pizza dan minuman gratis bagi seluruh peserta. Blind Box Dating merupakan bagian dari program praktikum mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang dirancang sebagai implementasi pembelajaran di luar ruang kelas. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun konsep acara, tetapi juga mengelola promosi, pelaksanaan kegiatan, hingga membangun interaksi dengan masyarakat. Sebagai bagian dari rangkaian promosi, panitia sebelumnya menggelar aktivasi di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Kota Malang. Dalam kegiatan tersebut, pengunjung diajak menuliskan berbagai pesan pada sticky note sebagai media interaksi sekaligus memperkenalkan konsep Blind Box Dating kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui pendekatan yang mengedepankan komunikasi tanpa penilaian awal terhadap penampilan fisik, Blind Box Dating menghadirkan pengalaman sosial yang berbeda bagi peserta. Konsep ini sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam merancang kegiatan yang tidak hanya menarik perhatian anak muda, tetapi juga mendorong terciptanya ruang perkenalan yang lebih nyaman, terbuka, dan berfokus pada kualitas interaksi antarpeserta. Oleh: Miranda Tri Ardiani, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Maharesigana UMM Tanam Pohon di Pantai Mondangan, Wujud Nyata Mitigasi Bencana-Peduli Lingkungan

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di Pantai Mondangan, Kabupaten Malang, pada Minggu (12/7). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk aksi nyata mitigasi bencana sekaligus upaya pelestarian ekosistem pesisir. Anggota Maharesigana UMM bergotong royong menanam pohon di kawasan pantai sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko abrasi, menjaga kestabilan garis pantai, serta meningkatkan kualitas lingkungan pesisir. Selain berfungsi sebagai penghijauan, pohon-pohon yang ditanam diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem sekitar. Kegiatan ini dilandasi oleh kesadaran bahwa mitigasi bencana tidak hanya dilakukan saat terjadi keadaan darurat, tetapi juga melalui upaya-upaya pencegahan yang berkelanjutan. Penanaman pohon menjadi salah satu solusi sederhana namun memiliki dampak besar dalam mengurangi potensi kerusakan lingkungan akibat abrasi maupun perubahan iklim. Ketua Umum Maharesigana UMM, Rindya Fery Indrawan atau yang akrab disapa Indra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana berbasis ekosistem. “Menanam pohon bukan sekadar menanam kehidupan, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mitigasi bencana dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, mengurangi risiko abrasi, serta menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujar Indra. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan dan pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh sehingga tercipta masyarakat yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” tambahnya. Apresiasi juga datang dari masyarakat sekitar. Pak Tukul, salah satu warga yang turut mendukung kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa keberadaan para relawan memberikan dampak positif bagi kawasan Pantai Mondangan. “Kami sangat senang dan berterima kasih kepada adik-adik Maharesigana UMM yang telah peduli terhadap lingkungan pantai kami. Pohon-pohon ini nantinya akan sangat bermanfaat untuk menjaga pantai dari abrasi sekaligus membuat kawasan ini semakin hijau. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak anak muda yang ikut peduli terhadap alam,” ungkap Pak Tukul. Melalui kegiatan penanaman pohon di Pantai Mondangan, Maharesigana UMM berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam. Setiap pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi masa depan bumi, sekaligus bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama mampu menciptakan perubahan besar bagi lingkungan dan kehidupan. Dengan mengusung semangat kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat, Maharesigana UMM terus berupaya menghadirkan aksi-aksi nyata yang tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana saat kondisi darurat, tetapi juga pada upaya mitigasi dan pelestarian lingkungan sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan. (dila)

Harga Minyak Dunia Anjlok BBM Belum Turun, Begini Penjelasan Pengamat

Bisnis.com, MALANG—Turunnya harga minyak mentah global tidak serta-merta membuat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia langsung merosot karena pemerintah terikat pada formulasi harga rata-rata, fluktuasi nilai tukar rupiah, dan acuan Mean of Platts Singapore (MOPS). Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Setyo Wahyu S, menjelaskan masyarakat perlu memahami realitas perhitungan ekonomi di balik penetapan harga BBM yang tidak bisa dilakukan secara instan. “Pemerintah secara konsisten menggunakan formulasi harga rata-rata dalam satu periode evaluasi tertentu, sehingga penyesuaian harga selalu membutuhkan waktu. Kita menggunakan formulasi rata-rata, berarti melihat perjalanan harga dalam rentang waktu tertentu. Karena itu, saat ini kita belum melakukan penurunan harga BBM,” ujarnya dikutip Rabu (15/7/2026). Selain bertumpu pada harga historis, dia menuturkan, pelemahan nilai tukar rupiah turut menjadi beban ganda bagi negara, mengingat Indonesia masih berstatus sebagai pengimpor BBM siap pakai menggunakan transaksi dolar Amerika Serikat. Faktor krusial lainnya yang sering luput dari perhatian publik adalah penggunaan acuan harga khusus, di mana penurunan harga minyak mentah dunia tidak akan berdampak langsung jika acuan harga regional belum berubah. “Minyak siap pakai yang kita impor kan dibayar dengan dolar. Jadi, ketika rupiah melemah, selisih kurs itulah yang sangat dirasakan dampaknya terhadap harga BBM, Kita tidak memakai acuan minyak dunia secara langsung. Tapi, yang kita pakai adalah MOPS sebagai harga acuan internasional,” tegasnya. Pada kategori BBM non-subsidi, dia menjelaskan, adanya penerapan skema cost plus pricing yang melibatkan akumulasi dari biaya pengolahan, distribusi, margin, hingga kewajiban pajak yang membuat pergerakan harga lebih kaku. Dalam menjaga stabilitas nasional, dia menilai, pemerintah saat ini memprioritaskan penjagaan daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi yang terukur serta penyesuaian harga secara bertahap agar tidak terjadi guncangan harga di pasar. “BBM non-subsidi itu banyak instrumen biayanya yang keluar. Selain harga baku, ada biaya angkut, pendistribusian, margin pemerintah, hingga pajak yang selanjutnya menjadi cost plus pricing yang dibebankan pada konsumen. Langkah bertahap ini krusial. Pemerintah harus sangat berhati-hati melakukan penyesuaian agar tidak memicu gejolak inflasi pada barang kebutuhan pokok yang sensitif terhadap perubahan biaya energi,” tambahnya. Dia berpesan agar pemerintah semakin transparan dalam mengomunikasikan formula penetapan harga BBM guna meminimalisasi asumsi negatif di tengah masyarakat. “Ke depannya, fokus kita tidak boleh hanya berputar pada fluktuasi harga BBM saja. Pemerintah harus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui peningkatan produktivitas serta percepatan hilirisasi energi yang mandiri,” pesannya.

UMM Buka Beragam Jalur Beasiswa untuk Mahasiswa Baru 2026/2027

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuka berbagai jalur beasiswa bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Kampus Putih dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari berbagai latar belakang.Beberapa skema beasiswa yang disiapkan meliputi Beasiswa Yatim/Yatim Piatu, Jalur Prestasi Akademik dan Non-Akademik, Kelas Takhassus Mubaligh Muhammadiyah (KATAMM), Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT), hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., mengatakan bahwa penyediaan berbagai jalur beasiswa merupakan bentuk komitmen universitas untuk memastikan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tetap terbuka bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim dan yatim piatu yang memiliki potensi akademik tinggi tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak di UMM. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan persyarikatan dan bangsa,” tegas Juanda. Beasiswa Yatim Piatu Dibuka hingga Agustus Salah satu program yang kembali dibuka adalah Beasiswa Yatim/Yatim Piatu dengan masa pendaftaran mulai 13 Juli hingga 8 Agustus 2026 bagi lulusan tahun 2025 dan 2026. Penerima beasiswa memperoleh pembebasan penuh Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) selama delapan semester. Mahasiswa penerima hanya membayar biaya registrasi ulang dan kelengkapan akademik awal sebesar Rp2.550.000 pada semester pertama. Selanjutnya, pada semester kedua dikenakan biaya herregistrasi sesuai ketentuan akademik, sedangkan semester tiga hingga delapan hanya membayar biaya herregistrasi. Program ini tersedia untuk sejumlah program studi di Fakultas Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Psikologi, Fakultas Pertanian-Peternakan, Program Vokasi, hingga Teknik Elektro dengan syarat melampirkan rekomendasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Selain beasiswa yatim piatu, UMM juga membuka Jalur Prestasi Periode 3 yang berlangsung mulai 13 Juli hingga 22 Agustus 2026. Jalur tersebut diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Selain siswa berprestasi di bidang olahraga, seni, dan organisasi, UMM juga memberikan kesempatan kepada kreator konten edukatif, penghafal Al-Qur’an minimal 10 juz melalui Beasiswa Hafidz, serta peserta dengan karya tulis ilmiah. Di sisi lain, UMM juga membuka pendaftaran KATAMM pada 6 Juli hingga 5 Agustus 2026 sebagai beasiswa khusus kader Persyarikatan Muhammadiyah. Mahasiswa yang diterima melalui jalur ini memperoleh Biaya Studi Semester (BSS) sebesar Rp1.500.000 per semester untuk Fakultas Agama Islam. Sementara itu, pendaftaran KIP Kuliah dibuka mulai 13 Juli hingga 1 Agustus 2026, sedangkan Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) berlangsung pada 22 Juni hingga 2 Agustus 2026. Melalui berbagai skema beasiswa tersebut, UMM berharap semakin banyak generasi muda yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala faktor ekonomi. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berdaya saing global, sekaligus memiliki kepedulian sosial yang kuat. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

UMM Terjunkan Mahasiswa untuk Tangani Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di NTT

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah konkret dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem nasional dengan menerjunkan 10 mahasiswa dari rumpun ilmu keperawatan dan kesehatan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberangkatan mahasiswa pada 8 Juli 2026 itu merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) GENTASKIN (Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif). Selama dua bulan hingga September mendatang, para mahasiswa akan mengabdi langsung di tengah masyarakat. Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMM Dr Arina Restian MPd menegaskan bahwa pengiriman delegasi tersebut merupakan bentuk dukungan strategis kampus terhadap program prioritas pemerintah. “KKN GENTASKIN merupakan kontribusi UMM dalam gerakan percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. Kami hadir untuk memperkuat sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan kelembagaan desa,” ujarnya. Menurut Arina, mahasiswa tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga menjalankan berbagai program pemberdayaan yang berfokus pada akar persoalan di masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Malang menghadirkan solusi melalui pengabdian langsung, hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta edukasi gizi dan kesehatan ibu dan anak,” katanya. Program KKN GENTASKIN dijalankan melalui lima klaster utama yang saling terintegrasi. Pada sektor kesehatan, mahasiswa melakukan edukasi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta kampanye kesehatan bersama posyandu. Di bidang ekonomi, mereka mendampingi UMKM dan keluarga melalui pelatihan pengolahan pangan lokal, literasi keuangan, hingga pemasaran digital. Sementara itu, pada aspek kesehatan lingkungan, mahasiswa memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sekaligus mendorong peningkatan sanitasi dan akses air bersih melalui penerapan teknologi tepat guna. Program ini juga memperkuat literasi masyarakat dengan membangun pojok baca desa dan menggelar kelas literasi dasar bagi anak-anak. Selain itu, mahasiswa mendampingi penguatan kelembagaan masyarakat, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan karang taruna, agar program yang dijalankan dapat berkelanjutan. Pelaksanaan KKN GENTASKIN merupakan hasil kolaborasi UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini juga mendapat fasilitasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII dan XV. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, KKN GENTASKIN diharapkan mampu menjadi katalisator dalam mewujudkan masyarakat NTT yang lebih mandiri, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan. (Faqih/AS)