Well-being Based Learning Perkuat Pembelajaran Inklusif dan Kesejahteraan Mahasiswa

timesindonesia, MALANG – Sri Wahyuni, mahasiswa Program Doktor Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, menghasilkan disertasi tentang pengembangan model pembelajaran Well-being Based Learning (WBBL) untuk perguruan tinggi inklusi. Penelitian yang dilaksanakan pada pembelajaran mata kuliah Ortopedagogi di Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Lancang Kuning ini menunjukkan bahwa model yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar sekaligus mendukung kesejahteraan mahasiswa penyandang disabilitas. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pendidikan tinggi inklusif tidak cukup hanya membuka akses bagi mahasiswa disabilitas, tetapi juga harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendukung kesejahteraan mereka secara utuh. Dalam praktiknya, mahasiswa disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari keterbatasan media pembelajaran, aksesibilitas, hingga dukungan akademik dan sosial. Kondisi tersebut dapat menurunkan motivasi, keterlibatan, dan kenyamanan mereka selama proses perkuliahan. Disertasi ini menegaskan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi inklusi perlu bergerak dari sekadar ramah akses menuju benar-benar memperhatikan kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial mahasiswa. Judul disertasi Sri Wahyuni adalah “Pengembangan Model Pembelajaran Well-being Based Learning (WBBL) dalam meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi Inklusi.” Fokus utamanya ialah merancang model pembelajaran yang dapat digunakan pada mata kuliah Ortopedagogi untuk mahasiswa Pendidikan Khusus, dengan menempatkan well-being sebagai dasar pengalaman belajar. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa model, tetapi juga buku model, panduan mengajar bagi dosen, dan modul pembelajaran bagi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan, menguji validitas, menguji praktikalitas, dan menguji efektivitas model WBBL. Untuk mencapai tujuan tersebut, Sri Wahyuni menggunakan pendekatan research and development dengan model ADDIE, yakni analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Responden analisis kebutuhan terdiri atas 24 mahasiswa dan 2 dosen pengampu mata kuliah Ortopedagogi. Validasi model dilakukan oleh 5 ahli, sedangkan uji coba terbatas melibatkan 3 mahasiswa dan uji lapangan melibatkan 24 mahasiswa. Efektivitas model dianalisis menggunakan paired sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model WBBL yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan akademik dan implementatif. Hasil validasi memperlihatkan skor rata-rata 0,80–0,85, yang termasuk dalam kategori valid. Uji praktikalitas juga menunjukkan hasil positif, dengan skor rata-rata 81,77%–88,47%, sehingga model dinilai praktis digunakan oleh dosen maupun mahasiswa. Temuan ini memperlihatkan bahwa WBBL tidak hanya dapat dipahami secara konseptual, tetapi juga realistis untuk diterapkan dalam pembelajaran. Temuan yang paling menonjol tampak pada hasil uji efektivitas. Nilai rata-rata pretest mahasiswa sebesar 50,63 meningkat menjadi 84,58 pada posttest, dengan hasil uji t berpasangan t(23) = -16,824; Sig. = 0,000. Ini berarti terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penerapan model WBBL. Selain meningkatkan pemahaman materi, model ini juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa melalui diskusi, kerja kelompok, presentasi, dan refleksi pembelajaran. Dengan demikian, kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi desain pembelajaran inklusif dengan dimensi kesejahteraan mahasiswa sebagai inti proses belajar, bukan sekadar unsur pendamping. Secara ilmiah, disertasi ini memperkaya pengembangan model pembelajaran di perguruan tinggi inklusi dengan menempatkan well-being sebagai fondasi pedagogis. Secara praktis, hasil penelitian ini memberi rujukan bagi dosen, program studi, dan perguruan tinggi untuk merancang pembelajaran yang lebih manusiawi, adaptif, dan memberdayakan mahasiswa disabilitas. WBBL juga berpotensi mendukung penguatan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan tidak berhenti sebagai karya disertasi, tetapi dapat diimplementasikan lebih luas pada mata kuliah lain dan menjadi rujukan pengembangan kebijakan pembelajaran inklusif di perguruan tinggi. Dengan hadirnya model WBBL, pendidikan tinggi inklusi diharapkan semakin mampu menghadirkan proses belajar yang bukan hanya efektif secara akademik, tetapi juga menyejahterakan mahasiswa sebagai manusia seutuhnya. — Sumber: TIMES INDONESIA
Fisioterapi UMM Hadirkan Sport Physio, Layanan Sigap Cedera Olahraga

Di balik sorak-sorai penonton dan gemilang prestasi para atlet, ada ancaman tak kasat mata yang selalu mengintai di lapangan: cedera olahraga. Dalam hitungan detik, karier seorang atlet bisa berubah drastis tanpa penanganan tepat. Di sinilah kehadiran tim fisioterapi menjadi sangat krusial sebagai pahlawan pertolongan pertama di arena. Menjawab urgensi tersebut, Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Sport Physio sebagai garda terdepan penanganan cedera. Berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (HIMATERA), Sport Physio UMM telah bertransformasi menjadi laboratorium terapan yang efektif. Peran mereka di lapangan bukan sekadar pelengkap, melainkan penentu keselamatan atlet. Saat tensi pertandingan memuncak, tim ini dituntut memiliki ketajaman mata untuk mendeteksi gestur tubuh atlet yang mulai kelelahan atau mengalami trauma fisik ringan. Mereka adalah orang pertama yang berlari ke tengah lapangan saat seorang pemain terjatuh, membawa tanggung jawab besar untuk memutuskan apakah sang atlet layak melanjutkan perjuangan atau harus segera dievakuasi demi mencegah kerusakan permanen. Eksistensi Sport Physio UMM di berbagai ajang olahraga baik internal kampus maupun turnamen eksternal menunjukkan kematangan peran mereka. Fokus utama komunitas ini meliputi penguatan keilmuan, aspek kemanusiaan, dan kegawatdaruratan. Mereka bertugas melakukan pendampingan intensif, memastikan kesiapan fisik atlet melalui teknik stretching dan taping sebelum bertanding, serta memberikan intervensi cepat saat insiden terjadi. Ketua Komunitas, Muhamad Abdilah Ibdaul Hakiki, menekankan bahwa di balik aksi sigap di lapangan, terdapat persiapan yang sangat rigidd. “Kami melakukan pembekalan materi dasar sport physiotherapy secara rutin sebelum terjun ke lapangan. Kesiapan alat medis, seperti perbaikan tandu hingga stok coolant spray dan perban, dipastikan dalam kondisi prima. Namun yang terpenting adalah kesiapan mental; kami melatih tim agar tetap tenang dan tidak panik di bawah tekanan atmosfer pertandingan yang provokatif,” ujarnya pada 22 April lalu. Pembina Sport Physio UMM, Arys Hasta Baruna, S.Ft., M.Kes., mengapresiasi komunitas ini sebagai wadah pembelajaran aplikatif. Pengalaman ini vital untuk membangun clinical reasoning atau nalar klinis mahasiswa sebelum memasuki dunia profesi. Mahasiswa belajar mengelola coping stress saat harus mengambil keputusan medis di depan ribuan penonton. Ke depan, diharapkan Sport Physio UMM terus melebarkan sayapnya sebagai rujukan utama layanan fisioterapi lapangan di Jawa Timur. Semoga komunitas ini tidak hanya mencetak tenaga medis yang ahli secara teknis, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam melindungi impian para atlet. Dengan sinergi antara teori akademik dan praktik profesional, Sport Physio UMM diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan ekosistem olahraga yang lebih aman dan berprestasi di Indonesia.(*faq) Penulis: Faqih Ahmad Wafir Rahman
UMM Diganjar Penghargaan Beritajatim Award Sebagai Pelopor Edu Sociopreneurship

Malang (beritajatim.com) – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20, Beritajatim.com memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak, salah satunya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus Putih ini meraih penghargaan sebagai pelopor edu-sociopreneurship dan ekosistem kampus mandiri untuk sektor pendidikan dan olahraga. Penghargaan ini menjadi bentuk komitmen Beritajatim.com dalam mengangkat sosok hingga institusi yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Para penerima dinilai mampu menghadirkan dampak positif, inovasi, serta inspirasi yang bermanfaat luas di berbagai sektor. Dalam Beritajatim Award 2026, terdapat sejumlah kategori penghargaan yang diberikan, mulai dari sektor pendidikan dan olahraga, pengelolaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan, hingga penguat demokrasi. Setiap kategori merepresentasikan peran strategis para penerima dalam mendorong kemajuan di bidangnya masing-masing. “Kita punya UMM value yang di mana itu bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Program kita pendekatannya dengan inovasi yang kita hasilkan untuk kebermanfaatan masyarakat,” kata Indah usai menerima penghargaan pada Rabu (22/4/2026). Indah menuturkan, UMM memiliki sarana dan prasarana yang mendukung kemandirian bagi kalangan sivitas akademika. Mereka memiliki kemandirian energi mikrohidro dan panel surya, di mana 50 persen kebutuhan listrik UMM sudah disuplai oleh mikrohidro, sedangkan lampu jalan memakai panel surya. “Kita juga punya kemampuan membiayai diri sendiri atau mempunyai kegiatan yang mampu dilakukan secara mandiri. Kita juga punya program internal yang dilakukan untuk mendukung kegiatan di dalam kampus. Ini yang membuat UMM mandiri, baik dalam menghasilkan produk inovasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Indah. Terkait penghargaan dari Beritajatim.com, mereka menganggap raihan ini karena mampu memaksimalkan potensi yang ada. Sebab, selama ini mereka memanfaatkan hasil karya mahasiswa dan dosen untuk tidak hanya menghidupi UMM, tetapi juga menghidupi lingkungan sekitar, termasuk masyarakat di Indonesia. “Makanya tagline UMM itu dari Muhammadiyah untuk bangsa, dari UMM untuk Indonesia. Contohnya, kita punya program yang mendukung pemerintah seperti penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. UMM tidak ragu-ragu mengeluarkan dana miliaran untuk membantu penurunan kemiskinan ekstrem dan stunting di NTT,” kata Indah. Melalui ajang ini, Beritajatim.com berharap dapat terus menjadi wadah inspirasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara media, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan. (luc/kun)
Raih Penghargaan Bergengsi, UMM Buktikan Keberhasilan Edu-Sociopreneurship dan Kampus Mandiri

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan bergengsi dari Berita Jatim untuk Kategori Sektor Pendidikan. Kampus yang dikenal sebagai Kampus Putih ini dinobatkan sebagai pelopor Edu-Sociopreneurship dan Ekosistem Kampus Mandiri.Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Grand City Surabaya, Selasa (21/4/2026). Menanggapi raihan tersebut, Indah Prihartini menegaskan bahwa penghargaan ini selaras dengan nilai dasar yang diusung kampus, yakni UMM Values. “Pada dasarnya, keberadaan UMM harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kami merancang program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang pendekatannya adalah memanfaatkan inovasi yang kita hasilkan untuk kebermanfaatan umat,” ujarnya . Predikat Ekosistem Kampus Mandiri yang diraih UMM bukan sekadar simbol. Kampus ini telah membangun kemandirian energi melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan panel surya. Indah menjelaskan bahwa inovasi tersebut mampu menyuplai sekitar 40–50 persen kebutuhan listrik kampus pada malam hari, termasuk untuk penerangan jalan. Selain energi, UMM juga mengembangkan kemandirian logistik. Kampus ini mengelola lahan pertanian sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat, seperti sayur dan telur, yang disuplai langsung ke Rumah Sakit UMM. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS), UMM juga berhasil membangun kemandirian finansial melalui berbagai unit usaha. Kampus ini mengelola hotel, restoran, SPBU, bengkel yang menjadi tempat magang siswa SMK, hingga Taman Rekreasi Sengkaling. UMM juga memiliki Rumah Sakit Kelas B yang melayani pasien umum maupun BPJS tanpa diskriminasi. “Keuntungan dari unit-unit usaha ini mensupport operasional UMM. Sekaligus, unit produksi ini menjadi tempat magang anak-anak, sehingga bisnis dapat menopang kampus secara mandiri,” jelasnya. Menurut Indah, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kiprah UMM dalam pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan semangat Dari UMM untuk Bangsa. “Kami bahkan memiliki program yang men-support pemerintah untuk mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. UMM tidak ragu mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk membantu ke sana,” tutup Prof. Indah menegaskan kiprah sosiopreneur UMM di tingkat nasional. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Wisudawan Berprestasi UMM, Kiprah Riri di Kampus Hingga Mengabdi untuk Masyarakat

Siapa sangka inovasi beras artifisial berbahan ekstrak daun bayam merah bisa menjadi tiket emas untuk lulus sarjana tanpa harus menyusun skripsi. Prestasi membanggakan inilah yang diraih oleh Nisrina Nabila Nasywa, mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2022. Tak sekadar lulus melalui jalur ekuivalensi, inovasi yang ia buat terbukti nyata mampu menekan angka stunting di masyarakat. Capaian gemilang mahasiswi asal Makassar ini berawal dari keaktifannya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Riri sapaan akrabnya menginisiasi proyek bertajuk Stunting Free Zone with Gen Z yang berfokus pada pengentasan stunting di Kelurahan Tlogomas. Bersama timnya, ia menciptakan inovasi pangan berupa beras yang diperkaya dengan ekstrak bayam merah serta berbagai bahan alami kaya zat besi. “Alhamdulillah, program kami tidak hanya sebatas riset di atas kertas, tapi membawa dampak yang sangat nyata. Dalam waktu empat bulan penerapan saja, angka stunting di wilayah tersebut berhasil menurun secara signifikan, dari yang awalnya 12 persen menjadi 6 persen,” ungkapnya. Seakan tak pernah puas berkarya, ia kembali menorehkan prestasi di ajang PKM pada tahun berikutnya. Kali ini, ia menggagas proyek bertajuk Elder-Greens, Partisipasi Gen Z dalam Degradasi Stres Lansia dengan Pendekatan Hydroponic Serenity. Luar biasanya, program ini sukses menembus tingkat nasional dan berujung pada kerja sama resmi dengan Pemerintah Kota Batu untuk diimplementasikan di lingkungan pondok lansia hingga hari ini. “Melalui keberhasilan dan keberlanjutan proyek Elder-Greens inilah, saya akhirnya mendapatkan ekuivalensi untuk lulus tanpa harus menulis skripsi. Rasanya sangat bangga bisa berkontribusi membantu menurunkan tingkat stres para lansia melalui kegiatan hidroponik,” tambahnya. Di balik kesuksesan riset dan pengabdiannya, Riri adalah sosok yang dinamis. Ia dikenal pandai menyeimbangkan kehidupan akademis dengan berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri di kampus. “Sejak semester dua, aku sudah bergabung di Humas sebagai Reporter. Aku juga aktif di BEMFA juga IMM. Selain itu aku juga pernah meraih Juara 1 dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) 2023,” ujarnya. Kepedulian sosial Riri juga tersalurkan melalui perannya sebagai relawan pendidikan. Ia rutin mengajar anak-anak dari kelompok marjinal, seperti anak pemulung dan kaum duafa, melalui program Sekolah Relawan. Agar materi lebih mudah dicerna, ia kerap menggunakan metode pembelajaran yang interaktif, salah satunya melalui teknik mendongeng. Tak hanya jago di lingkungan kampus dan sosial, Riri juga membekali diri dengan pengalaman profesional lewat program magang di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta pada tahun 2025. Selama empat bulan, ia terlibat aktif dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) perusahaan. “Walaupun 4 bulan tapi aku merasa banyak pengalaman yang berkesan. Di sini aku berkesempatan untuk memberi pelatihan kepada karyawan BUMN dengan psikotes training yang aku berikan,” ceritanya. Bagi Riri, seluruh pengalaman yang ia kumpulkan selama masa kuliah menjadi bekal krusial untuk terus berkembang dan menebar manfaat bagi masyarakat luas. Menutup kisahnya, ia membagikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan mahasiswa agar lebih berani mengeksplorasi potensi diri. “Kalau ada kesempatan, langsung dijalankan saja asalkan konsisten dan percaya diri. Jangan ragu-ragu, kalau ada lomba atau kegiatan yang bisa menambah pengalaman ikutin aja, karena dari situ kita akan menemukan peluang,” tutupnya.(rik/faq) Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Rayz UMM Hotel Malang Hadirkan Kartini Bloom, Wadah Talenta Anak dalam Semangat Hari Kartini

lihat foto TribunJatimTimur.com/Dok Rays UMM Hotel HARI KARTINI – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rayz UMM Hotel Malang sukses menyelenggarakan acara bertajuk Kartini Bloom, Sabtu (18/4/2026). TRIBUNJATIMTIMUR.COM, MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Rayz UMM Hotel Malang sukses menyelenggarakan acara bertajuk Kartini Bloom pada Sabtu, 18 April 2026, yang berlangsung meriah di amphiteater outdoor. Mengusung konsep “mekarnya” potensi generasi muda layaknya semangat Kartini, acara ini menghadirkan berbagai penampilan dari talenta anak-anak yang tengah berkembang. Beragam pertunjukan seperti menyanyi, tarian tradisional, modern dance, hingga berbagai bakat lainnya sukses memukau para pengunjung dan tamu yang hadir. Tidak hanya itu, kemeriahan juga semakin terasa melalui lomba fashion show yang diikuti oleh banyak peserta anak-anak. Mereka tampil anggun dan percaya diri dengan balutan kebaya, mulai dari gaya tradisional hingga sentuhan modern, yang mencerminkan keindahan budaya sekaligus kreativitas generasi masa kini. Dari sisi kuliner, tim Food & Beverage Rayz UMM Hotel Malang turut berpartisipasi dengan menghadirkan berbagai pilihan hidangan yang melengkapi pengalaman acara bagi seluruh tamu. Acara ini juga merupakan hasil kolaborasi bersama Key Entertainment yang berhasil menciptakan suasana penuh semangat dan antusiasme, serta menyedot perhatian banyak pengunjung. Gustam Duga Praseta, Marketing Communication Manager, Rayz UMM Hotel Malang, menambhakan “Acara ini berlangsung dengan penuh keceriaan dan antusiasme. Kartini Bloom menjadi simbol bagaimana generasi muda, khususnya anak-anak, mulai ‘mekar’ menjadi sosok Kartini masa kini yang penuh semangat, percaya diri, serta berani mengekspresikan bakat dan potensi mereka.” Melalui Kartini Bloom, Rayz UMM Hotel Malang berharap dapat terus menghadirkan kegiatan inspiratif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan menunjukkan jati diri mereka. Nice People, Nice Place, Rayz the Moments Mengenai Rayz UMM Hotel Hotel bintang 4 di Malang, memiliki 152 kamar dan 5 villa dengan kolam renang pribadi. Berkonsep city resort, Rayz UMM Hotel memiliki fasilitas yang lengkap seperti ballroom, meeting room, restoran, tempat fitness, sky lounge, dan kolam renang. Hotel yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang ini mempunyai khas dengan dominan warna hitam dan emas dengan 5 tipe kamar yaitu deluxe, super deluxe, executive, family, dan suite. Villa yang berada satu lokasi dengan hotel memiliki 2 tipe yaitu Villa Eureka atau Credo dengan 2 kamar dan Villa Ambasador dengan 3 kamar.(*)
UMM Siapkan Beasiswa Khusus Bagi Aktivis Mahasiswa Penggerak Organisasi

Universitas Muhammadiyah Malang termasuk salah satu kampus dengan jurusan S1 Hubungan Internasional terbaik di Indonesia. (Dok. UMM) BABELINSIGHT – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyiapkan skema beasiswa khusus dan pengakuan sebagai mahasiswa berprestasi bagi para aktivis organisasi kampus guna mengikis stigma negatif mengenai hambatan kelulusan. Kebijakan ini diumumkan dalam forum Dialektika Kampus Putih yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM pada Sabtu (4/4/2026). Langkah progresif ini dilatarbelakangi keinginan universitas untuk mengapresiasi kontribusi penggerak organisasi, sebagaimana dilansir dari Edukasi. Pihak kampus menilai bahwa keaktifan mahasiswa di berbagai level organisasi merupakan aset penting bagi reputasi institusi. Wakil Rektor III UMM, Nur Subeki, menegaskan bahwa universitas sedang mematangkan mekanisme dukungan finansial tersebut. Penegasan ini bertujuan agar mahasiswa aktif tetap mendapatkan dukungan akademis yang seimbang dengan kegiatan organisasi mereka. ”Kami sedang mematangkan mekanisme beasiswa khusus bagi mahasiswa aktivis. Kami ingin mereka tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga merasa didukung secara finansial dan akademis oleh kampus,” ujarnya melansir laman UMM, Selasa (7/4/2026). Nur Subeki meyakini bahwa keterlibatan mahasiswa dalam organisasi merupakan bentuk pencapaian luar biasa yang patut dikategorikan sebagai prestasi. Selain bantuan materi, UMM berkomitmen menyediakan fasilitas pendampingan untuk setiap inisiatif kemahasiswaan. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) menjadi salah satu fokus pendampingan mulai dari perencanaan hingga eksekusi lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap program kerja mahasiswa berjalan maksimal. Presiden Mahasiswa UMM, Wahyuddin Fahrurrijal, menyambut baik kebijakan strategis ini karena dianggap menjawab keresahan mahasiswa terkait pembagian fokus biaya dan waktu. Ia menilai dukungan ini akan memicu peningkatan minat mahasiswa dalam berorganisasi. ”Ini adalah langkah strategis. Selama satu periode ini, kami di BEM berusaha menjalankan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan mahasiswa,” tutur Wahyuddin. Wahyuddin menambahkan bahwa organisasi merupakan sarana penting untuk mengasah kemampuan non-teknis yang tidak diajarkan secara formal di ruang kelas. Apresiasi dari pihak kampus diharapkan memperkuat posisi aktivis sebagai pengembang soft skill. Siti Aminah, perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), menyatakan kelegaannya atas kebijakan tersebut. Menurutnya, pengakuan resmi sebagai mahasiswa berprestasi membuat peran aktivis menjadi lebih terlihat di lingkungan universitas. “Selama ini kami sering merasa ‘pejuang di balik layar’ yang kurang terlihat. Dengan adanya kategori mahasiswa berprestasi bagi aktivis, kami merasa dihargai. Ini membuktikan UMM melihat prestasi secara luas, tidak hanya soal angka di KHS (Kartu Hasil Studi),” ungkap Siti. Kebijakan apresiasi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki integritas dan jiwa kepemimpinan tinggi. Dukungan beasiswa menjadi modal bagi para pengurus organisasi untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang mandiri.
Semangat Kartini Warnai Wisuda Ke-121 UMM, Perempuan Didorong Jadi Pemimpin Berdampak

Para wisudawan mengikuti prosesi Wisuda ke-121 UMM yang bertepatan dengan momentum Hari Kartini. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 menjadi konteks penting dalam pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Momentum ini tidak hanya menandai kelulusan akademik, tetapi juga mengingatkan kembali pada gagasan emansipasi serta peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa. Di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi, pertanyaan mengenai kontribusi nyata mereka menjadi semakin relevan. Kegiatan yang digelar di Hall Dome UMM ini pun menghadirkan refleksi bahwa gelar akademik harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial yang konkret. Topik tentang menumbuhkan perempuan pemimpin untuk Indonesia yang makin sejahtera menjadi sorotan dalam orasi Ira Puspadewi PhD. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas institusi dan sumber daya manusia, bukan semata faktor geografis. Ira juga menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan pada level kepemimpinan strategis, padahal berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran perempuan mampu meningkatkan kualitas keputusan dan kinerja organisasi. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan serius yang perlu segera direspons, terutama oleh kalangan terdidik yang memiliki akses dan kapasitas untuk mendorong perubahan. “Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan. Perempuan harus berani meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin,” ujarnya. Lebih lanjut, perempuan yang merupakan Direktur ASDP periode 2017–2024 itu menegaskan bahwa tantangan terbesar tidak hanya terletak pada struktur sosial, tetapi juga pada persepsi diri perempuan yang kerap meragukan kemampuannya sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan, termasuk keluarga dan institusi pendidikan, dalam membentuk keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin. Menurutnya, keseimbangan antara iman dan kebebasan menjadi fondasi penting bagi setiap individu untuk bertahan dan berkembang di tengah tekanan sosial maupun profesional. Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Dr Mukarromah SKM MKes, dalam sambutannya mengingatkan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan pintu awal untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, dan nilai kejujuran sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, ia juga menyoroti peran perempuan sebagai pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus mendorong kemajuan bangsa. “Ilmu yang kalian peroleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi capaian akademik semata. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, terutama di era digital, menjadi kunci agar tidak tertinggal. Di sisi lain, adab dan etika harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah, karena keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari cara mencapainya,” ujarnya. Pandangan serupa disampaikan Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik MSi. Ia menegaskan bahwa kampus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Berbagai program pengembangan, termasuk Center of Excellence (CoE), dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap perubahan global. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya inovator dan problem solver di masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Malang akan terus kami proyeksikan untuk melahirkan lulusan berkualitas karena prosesnya kami jamin, sekaligus membentuk insan dengan karakter mulia. Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” ujarnya. Di balik prosesi wisuda yang berlangsung khidmat, pesan yang mengemuka tidak berhenti pada capaian akademik semata. Para lulusan dihadapkan pada realitas bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah menyandang gelar, ketika kemampuan, integritas, dan keberanian diuji di tengah masyarakat. Dengan demikian, wisuda tidak hanya menjadi penutup perjalanan pendidikan, tetapi juga titik awal untuk membuktikan peran nyata dalam mendorong kemajuan bangsa.
Kesempatan emas, UMM Buka Peluang Beasiswa Jalur Prestasi, Masuk Tanpa Tes

Kesempatan emas, UMM Buka Peluang Beasiswa Jalur Prestasi, Masuk Tanpa Tes Reporter: Endang | Editor: Endang | Selasa , 21 Apr 2026 – 16:13 Gedung Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) -Tangkaplayar/Bengkuluekspress- Harianbengkuluekspress.id- Ini kesempatan emas bagi para siswa/siswi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis. Pasalnya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka peluang beasiswa bagi pelajar berprestasi melalui program Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik (Minat dan Bakat). Program ini menjadi salah satu langkah kampus dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas, khususnya bagi siswa yang aktif dan memiliki rekam jejak kepemimpinan di lingkungan sekolah. Beasiswa ini secara khusus menyasar pelajar yang memiliki pengalaman organisasi seperti OSIS, MPK, maupun IPM. UMM menilai keterlibatan siswa dalam organisasi merupakan bentuk pembentukan karakter, terutama dalam hal kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan berkolaborasi yang menjadi modal penting di dunia perkuliahan maupun dunia kerja. Melalui jalur ini, calon mahasiswa berkesempatan untuk diterima di UMM tanpa melalui tahapan tes seleksi. Kebijakan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi nyata selama aktif berorganisasi di sekolah. Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menjelaskan bahwa program beasiswa ini dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Menurutnya, pengalaman organisasi di tingkat sekolah menjadi indikator penting dalam melihat kesiapan siswa untuk berkembang di lingkungan pendidikan tinggi. “UMM sangat menghargai jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan kolaborasi yang diasah melalui keaktifan di organisasi sekolah,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa melalui program ini UMM berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai calon pemimpin masa depan. Dari sisi manfaat, program beasiswa ini memberikan keringanan biaya pendidikan yang cukup signifikan. Penerima beasiswa akan mendapatkan potongan Biaya Studi Semester (BSS) pada semester pertama dengan besaran antara 50 hingga 75 persen. Besaran potongan tersebut akan disesuaikan dengan program studi yang dipilih oleh masing-masing calon mahasiswa. Program ini terbuka bagi lulusan SMA atau sederajat dari tahun kelulusan 2024 hingga 2026. Dengan cakupan tersebut, UMM memberikan kesempatan tidak hanya bagi lulusan terbaru, tetapi juga lulusan tahun sebelumnya yang belum melanjutkan studi. Untuk mengikuti program ini, terdapat sejumlah persyaratan administratif yang harus dipenuhi. Calon mahasiswa diwajibkan melampirkan surat tugas atau bukti kepengurusan organisasi dari sekolah sebagai bukti keaktifan dalam kegiatan organisasi. Selain itu, untuk beberapa program studi tertentu seperti Biologi, Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), peserta juga diwajibkan menyertakan surat keterangan dokter yang menyatakan tidak buta warna. Pendaftaran Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik ini dibuka mulai 1 April hingga 25 Juni 2026. Selama periode tersebut, calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran dan mengunggah berkas persyaratan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Hasil seleksi akan diumumkan secara berkala melalui laman resmi online.umm.ac.id setelah proses verifikasi dan validasi berkas selesai dilakukan oleh tim seleksi. UMM menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing global. Kampus juga mendorong para pelajar untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah awal dalam mengembangkan potensi diri di tingkat pendidikan tinggi. “Mari bersama-sama mencetak sejarah baru dan menjadi pemimpin masa depan yang tangguh serta berdaya saing global melalui Universitas Muhammadiyah Malang,” tutup Juanda.(**)
Pemimpin Muda Terbuka, UMM Buka Beasiswa OSIS Tanpa Tes

Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik di Universitas Muhammadiyah Malang Info Malang Raya – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menawarkan kesempatan istimewa bagi para pelajar yang memiliki potensi kepemimpinan dan dedikasi dalam kegiatan organisasi. Melalui Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik (Minat dan Bakat), UMM memberikan akses pendidikan yang lebih mudah bagi siswa-siswi SMA/sederajat yang aktif sebagai pengurus organisasi seperti OSIS, MPK, atau IPM. Beasiswa ini dirancang khusus untuk siswa yang telah membuktikan komitmennya melalui keaktifan di lingkungan sekolah. Tidak perlu mengikuti tes ujian masuk biasa, calon penerima beasiswa hanya perlu menunjukkan rekam jejak aktivitasnya sebagai pemimpin muda. Manfaat Beasiswa yang Diberikan Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda menjelaskan bahwa salah satu keuntungan utama dari beasiswa ini adalah pengurangan biaya studi semester pertama. Para penerima beasiswa akan mendapatkan potongan Biaya Studi Semester (BSS) dengan besaran mulai dari 50% hingga 75%. “Besaran persentase potongan ini akan disesuaikan dengan program studi yang dipilih oleh calon mahasiswa,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa kesempatan ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/sederajat dari tahun 2024 hingga 2026. Selain itu, UMM sangat menghargai jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan kolaborasi yang dibuktikan melalui keaktifan di organisasi sekolah. Dengan adanya beasiswa ini, UMM berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Persyaratan Pendaftaran Untuk bisa mengikuti seleksi beasiswa ini, calon mahasiswa harus memenuhi beberapa syarat administratif. Salah satunya adalah melampirkan Surat Tugas kepengurusan organisasi dari sekolah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta benar-benar aktif dalam kegiatan organisasi. Selain itu, beberapa program studi spesifik seperti Biologi, Matematika, dan PGSD juga mensyaratkan adanya Surat Keterangan Dokter tidak buta warna. Syarat ini dimaksudkan untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar sesuai dengan kebutuhan program studi tersebut. Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik ini dibuka pada tanggal 1 April dan ditutup pada 25 Juni 2026. Calon mahasiswa dapat memantau hasil pengumuman kelulusan seleksi melalui laman resmi online.umm.ac.id setelah tim seleksi selesai melakukan validasi berkas. UMM berharap dengan adanya beasiswa ini, banyak pemuda Indonesia yang bisa merasakan manfaat pendidikan tinggi tanpa terbebani oleh biaya. “Mari bersama-sama mencetak sejarah baru dan menjadi pemimpin masa depan yang tangguh serta berdaya saing global melalui Universitas Muhammadiyah Malang,” ajak Wakil Rektor II UMM.