Fakultas Kedokteran UMM Soroti Kesehatan Ibu dan Anak di Masa Pandemi

Continuing Development Medical Education (CDME) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM) kembali menyelenggarakan webinar berseri bertajuk “Covid-19, Apa dan Bagaimana?” baru-baru ini (24/7). Berdekatan dengan peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli, webinar sesi ke empat ini mengusung tema “Kesehatan Ibu dan Anak serta Rekomendasi Nutrisi di Era Pandemi Covid-19”. Tema ini sangat penting terutama tentang kesehatan anak, sebab jumlah anak yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat. Apalagi untuk bisa menerapkan adaptasi kebiasaan baru pada anak juga tidak mudah, seperti yang disampaikan pemateri pertama, dr. Pertiwi Febriana Chandrawati, M.Sc, Sp.A dalam materi “Imunitas pada Anak dan Cara Meningkatkan Imunitas Anak di Masa Pandemi/ New Normal”. Materi berikutnya tak kalah penting, yakni “Dampak Covid-19 terhadap Kehamilan” yang disampaikan oleh dr. Kusuma Adriana, Sp.OG. Seperti kita ketahui, angka kehamilan meningkat di masa pandemi ini dan ternyata kehamilan bisa menjadi komorbid pada Covid-19 ini. Baca juga: Dosen Komunikasi: Humor itu Serius Untuk itu baik ibu hamil maupun anak, perlu nutrisi yang baik agar bisa terjaga imunitasnya sehingga dapat terhindar dari Covid-19. Hal tersebut disampaikan secara lengkap oleh dr. Gita Sekar Prihanti, M.Pd.Ked dalam materi terakhir berjudul “Rekomendasi Nutrisi saat Pandemi Covid-19”. Sebanyak 1496 peserta terdaftar mengikuti webinar ini dengan antusias. Peserta tak hanya tenaga medis, tapi juga masyarakat umum dari Sabang sampai Merauke, bahkan luar negeri seperti Australia dan Taiwan. Salah seorang peserta dari Probolinggo, dr. Wulan Dewi, mengatakan banyak mengambil manfaat dengan mengikuti webinar ini. Baca juga: Pakar Psikologi Bermain Ingatkan Peran Krusial Orangtua “Alhamdulillah, pemaparannya sangat jelas dan mudah dimengerti. Apa yang disampaikan oleh ketiga pemateri bisa menjawab pertanyaan ibu-ibu seperti saya yang mempunyai anak dan masih menyusui di masa pandemi Covid-19 ini.” ujar dr. Wulan. Pada kesempatan ini, Dekan FK UMM, Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, FINASIM, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan salah satu bentuk kontribusi FK UMM dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak terutama di era Covid-19. (yus/can)

Dosen Komunikasi: Humor itu Serius

HUMOR adalah sesuatu hal yang sangat serius. Ia bukan sekedar guyonan santai pepesan kosong. Dalam konteks komunikasi, humor diciptakan dari sesuatu yang panjang, berdasarkan riset dan bisa menimbulkan efek yang serius. Hal ini disampaikan oleh Sugeng Winarno, M.A, dosen FISIP UMM dalam Expert Sharing Session, event diskusi daring yang diadakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi pada Kamis (23/7). Talkshow yang bisa disimak melalui youtube streaming Laboratorium Ilmu Komunikasi ini mengangkat tema bagaimana  humor dan kritik satire yang bermunculan pada masa pandemi.  Dalam diskusi berdurasi 90 menit tersebut, Sugeng menuturkan bahwa humor ini ternyata memiliki fungsi yang tak sederhana. “Dalam konteks komunikasi, kehadiran humor bisa memuluskan penyampaian informasi. Pesan yang dikemas melalui humor biasanya lebih mudah diterima oleh penerima pesan, dan prosesnya harus pas, tidak too much. Itulah mengapa humor ini sebenarnya adalah sesuatu yang serius karena ia memiliki fungsi yang penting dalam interaksi,” jelas dosen Ikom yang juga menjabat sebagai Kepala Humas UMM ini. Humor juga melekat pada identitas kultural suatu daerah. Sugeng mencontohkan seorang professor komunikasi pernah meminta mahasiswanya untuk menyajikan humor khas dari daerahnya. Dari penugasan tersebut, ternyata terkumpul 100 humor yang berbeda dari berbagai daerah.  Hal ini menunjukkan bahwa lokalitas humor bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan komunikasi dengan pendekatan kearifan lokal. “Pesan akan lebih mudah dipahami, karena komunikan atau penerima pesan daerah setempat familiar akan humor tersebut,” imbuhnya. Misalnya saja humor yang disajikan Kartolo, pelawak Jawa Timur. Pesan-pesan baik berupa kritik atau himbauan yang disajikan Kartolo akan lebih mudah diterima warga Jawa Timuran daripada provinsi lain, disebabkan oleh unsur lokalitas humor Kartolo yang “sangat Jawa Timur”. Dalam kondisi pandemi saat ini, Sugeng mengamati banyak sekali humor dan kritik satire yang muncul. Misalnya saja istilah lockdown yang dipelesetkan menjadi lauk daun, fenomena Youtuber Ucup Klaten yang viral dengan Mbah Minto-nya, dan sosok-sosok entertainer baru lainnya menunjukkan bahwa  humor sebenarnya bisa membangun optimism dalam situasi pandemi. Terbukti, meski kondisnya menyedihkan, namun masyarakat masih bisa tertawa dan menertawakan kondisinya. Host acara tersebut, Radityo Widiatmojo sempat menanyakan, sebenarnya darimana asal istilah humor? Sugeng menjelaskan humor muncul dari bahasa latin yaitu umor yang artinya carian. Pada dasarnya manusia memiliki empat cairan yang berbeda-beda kadarnya dalam tubuhnya. Keempat cairan itu adalah darah, lendir, empedu kuning, empedu hitam. Cairan darah mengarah ke kebahagiaan, lendir mengarah pada ketenangan, empedu kuning kemarahan, dan empedu hitam pada kedukaan. Humor diyakini muncul sejak adanya bahasa, ia tumbuh melalui symbol-simbol dan pesan komunikasi. Humor bisa multifungsi, tak sekedar menghibur, humor juga bisa menjadi sarana untuk mengkritik. Masih ingat stand up comedy Bintang Emon yang mendapat sorotan publik? Humor sebenarnya adalah bagian dari demokrasi  sebab humor bisa menjadi perantara dari penyampai aspirasi. Seorang comedian Amerika pernah mengatakan If everything goes well you have nothing funny. “ Artinya humor sebenarnya muncul dari sesuatu yang tidak ideal, bersumber dari kegelisahan masyarakat. Bahkan dulu di era Gus Dur, Bagito Grup pernah diminta presiden Gus Dur untuk terus mengkritik pemerintah melalui humor-humor yang dibawakan. Karena kritik tersebut adalah bagian dari demokrasi, penyeimbang kebijakan pemerintah,” jelas Sugeng. Namun ketika menyajikan lelucon, Sugeng berpesan, seorang komunikator atau penyampai pesan harus memperhatikan siapa audiensnya. Humor untuk audiens yang homogen tentu berbeda dengan humor untuk audiens yang heterogen. Misal menyajikan lelucon di depan anggota dewan versus di depan penonton pasar malam yang heteregon tentu berbeda. (wnd/can)

Pakar Psikologi Bermain Ingatkan Peran Krusial Orangtua

Pakar Psikologi Bermain Ingatkan Peran Krusial OrangtuaA SITUASI pandemi Covid-19 menjadi pembeda peringatan hari anak nasional (23/7) tahun ini. Wabah yang sudah berlangsung sekitar lima bulan di Indonesia berdampak pada terbatasnya ruang bermain anak. Dr. Iswinarti, M.Si, pakar psikologi bermain Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menanggapi Saat dimintai pendapatnya tentang peringatan hari anak dengan situasi seperti ini. “Sebenarnya kita tidak perlu melakukan ceremonial berlebihan, ya. Justru ada keprihatinan dan kepedulian yang harus kita tunjukkan saat ini berkaitan dengan anak.  Usia anak selalu identik dengan aktivitas bermain dan mengeksplorasi lingkungan sekitar mereka,” kata Iswinarti. Adanya pandemi, sambungnya, tentu sangat membatasi ruang gerak anak untuk melakukan hal tersebut. Apalagi anak usia sekolah, durasi pandemi yang tidak pasti menjadikan anak mulai merasa jenuh, menolak mengerjakan tugas sekolah, bahkan ada yang jam tidur dan makannya mulai terganggu. Ketika ditanya mengenai apa yang harus dilakukan orangtua, Iswinarti menyampaikan bahwa orangtua harus mengambil perannya. “Peran krusial orangtua dalam situasi ini adalah peka mengamati perubahan-perubahan tersebut dan menghadirkan ruang bermain bagi anak meski hanya di sekitar rumah,” ujarnya. Tetapi, lanjutnya, bukan memberikan akses sebesar-besarnya bagi anak untuk bermain gadget. Itu bisa menurunkan daya kognisi dan kemampuan sosialisasi anak, apalagi pembelajaran di sekolah sudah banyak menggunakan gadget. Dalam kondisi ini anak-anak dinilai membutuhkan alternatif permainan. “Permainan tradisional saat pandemi sangat mungkin dilakukan. Seperti bekel, congklak lidi, dan engklek, itu permainan yang sangat menantang dan tidak membosankan”. Lebih lanjut bu Is menghimbau orangtua harus bisa mendampingi dan bermain bersama anaknya di rumah. Sebab, permainan tradisional itu tidak hanya sekedar bermain, tetapi cara asyik membangun karakter anak dan menjadikan aktivitas bermain sebagai fasilitas belajar. “Dari permainan itu anak bisa belajar berhitung, melatih kesabaran, ketelitian, dan mengambil keputusan, manfaatnya luar biasa,” pungkas Iswinarti. (fth/can)

Tim Pengabdian UMM Angkat Potensi Kopi Lokal Malang Selatan

BERAWAL dari keresahan mengenai harga biji kopi (green bean) yang fluktuatif dan diperparah dengan adanya pandemi COVID-19, tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terdiri dari Novi Puji Lestari, Fika Fitriasari, Mochamad Rofik dan Wofi Toyibatul Chusnah merasa terpanggil untuk melakukan inovasi guna meningkatkan harga jual green bean di tingkat petani, khususnya di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Sebagaimana diketahui, Desa Argotirto merupakan salah satu penghasil komoditas kopi robusta terbesar di Malang Selatan. Program pengabdian yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM tersebut memulai upaya peningkatan harga jual green bean dengan melakukan edukasi mengenai biji kopi. “Kami melihat bahwa Robusta Argotirto memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan kopi robusta di daerah lain. Namun, rasa tersebut belum benar-benar tereksplorasi karena proses pemilahan dan roasting yang kurang tepat. Oleh sebab itu, kami memulai dari edukasi sorting process,” ungkap Rofik, Kamis (23/7). Selain itu, Rofik juga mengungkapkan bahwa proyek pengabdian ini bekerjasama dengan roaster berpengalaman untuk semakin menguatkan cita rasa Kopi Argotirto. “Setelah proses sortir, kami mengirim biji kopi pilihan ke roaster terbaik,” ungkap dosen pengampu mata kuliah Matematika Ekonomi dan Statistika Bisnis tersebut. Sementara itu, Novi Puji Lestari mengungkapkan bahwa selain kualitas cita rasa, brand dan packaging merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemasaran. “Setelah kami memastikan memiliki kopi dan proses yang baik, kami mengerjakan aspek branding dan packaging,” cetus Novi. Novi juga bercerita bahwa dari Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan dengan beberapa pakar dan petani akhirnya mereka mengembangkan brand Argotirto dan Aksara. “Pada prinsipnya kandungan Argotirto dan Aksara sama akan tetapi Argotirto memiliki 10-12% kandungan peaberry yang berdasarkan beberapa referensi memiliki kafein yang lebih tinggi,” ungkap dosen Manajemen Keuangan tersebut. Tim pengabdi lainnya, Fika Fitriasari yang juga dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM dan Wofi yang tercatat masih aktif sebagai mahasiswi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM bertanggung jawab untuk mengembangkan jejaring pemasaran. “Saat ini kami sudah memiliki beberapa agen, reseller dan juga dropshipper serta beberapa minimarket lokal,” ungkap mahasiswi kelahiran Tulungagung tersebut. Wofi juga menambahkan bahwa proses pengembangan jejaring pemasaran juga terus dilakukan untuk meningkatkan omset. (nov/can)

Magister Ilmu Hukum UMM Pertahankan Akreditasi A

PROGRAM Studi Magister Ilmu Hukum, salah satu prodi yang ada di Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melanjutkan tradisi dalam meraih perolehan akreditasi dengan nilai A. Raihan sangat baik ini berdasarkan terbitnya Surat Keputusan resmi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) NOMOR: 4131/SK/BAN-PT/Akred/M/VII/2020. Surat Keputusan yang diterbitkan pada tanggal 21 Juli 2020 dan berlaku selama 5 tahun mendatang ini menjadikan prodi Magister Ilmu Hukum mengulang perolehan target memuaskan seperti pada periode akreditasi sebelumnya. Akreditasi Prodi Magister Ilmu Hukum ini merupakan bentuk pengakuan terhadap reputasi dan dedikasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami dan tim akreditasi Prodi Magister Ilmu Hukum berusaha untuk memenuhi segenap komponen akreditasi dan hal tersebut memerlukan kerja keras dan kesungguhan untuk memastikan bahwa semua komponen akreditasi terpenuhi secara baik dan memberikan hasil yang maksimal. Saya sebagai Kaprodi Magister Ilmu Hukum menghargai dan menyadari bahwa tanpa dukungan semua pihak tentu usaha reakreditasi prodi ini tidak berhasil dengan maksimal,” ujar M. Najih, Ph.D saat ditemui di ruang kerjanya. Najih juga menyampaikan bahwa usaha ini butuh kesabaran dan ketekunan, karena dalam pengerjaan dan penyusunan berkas akreditasi  diperlukan dukungan dan kekompakan dari segenap tim Task Force akreditasi pada prodi dan unit-unit terkait yang ada di universitas. Dalam hal ini hasil terbaik hanya bisa dicapai jika dukungan segenap komponen bersatu menjadi kekuatan yang luar biasa. Di sisi lain Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dalam pernyataannya mengucapkan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat. “Terima kasih atas ikhtiar dari Magister Ilmu Hukum, Pimpinan Direktorat Program Pascasarjana, Segenap dosen, Staf, UPT AP, Badan Penjaminan Mutu Internal, Mahasiswa, Pimpinan Universitas, dan semua pihak yang telah mensupport terhadap persiapan penyusunan berkas akreditasi hingga pelaksanaan asesmen lapangan ini berjalan dengan lancar,” ujar Syamsul.  (dch/can)

Fakultas Psikologi Siap Selenggarakan Kelas Internasional

MEMASUKI tahun ajaran baru 2020/2021 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan menyelenggarakan program kelas Internasional. Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (21/7), Dekan Fakultas Psikologi, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D menyatakan bahwa kuota mahasiswa program kelas Internasional Fakultas Psikologi sudah terpenuhi dan akan segera dijalankan. “Di luar dugaan antusiasme khalayak ternyata tinggi. Calon mahasiswa tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Insya Allah, kita siap selenggarakan program tersebut di tahun ajaran baru ini,” ujarnya. Program kelas Internasional yang digagas oleh Fakultas Psikologi UMM telah didesain untuk menjadikan mahasiswanya punya daya saing secara global, mampu berkontribusi secara nyata, dan tetap mengakar pada nilai dan moralitas. “Psikologi itu harus diaplikasikan. Di Psikologi UMM kita akan banyak belajar mengenai psikologi terapan untuk menjawab persoalan manusia. Itu sesuai dengan prinsip kita, Applying Psychology Welfaring Humanity, yaitu ketika keilmuan psikologi diejewantahkan untuk mensejahterakan kehidupan manusia”, ujar Salis. Salah seorang calon mahasiswa baru program kelas Internasional asal Brunei Darussalam, Daffa Rabbani, juga menyampaikan hal serupa bahwa Ia tertarik untuk mendaftarkan diri dikarenakan visi mensejahterakan manusia.  Yakni dengan mengaplikasikan konsep-konsep psikologi juga disertai nafas Islam yang egaliter telah menarik minatnya untuk belajar di program kelas internasional Fakultas Psikologi UMM. “Selama satu dekade Fakultas Psikologi UMM mampu mempertahankan akreditasi A dari BAN-PT. Saat ini kami juga telah memproses akreditasi internasional AUN-QA, tenaga pengajar dan kurikulum di Fakultas juga sudah siap untuk tantangan internasionalisasi,” tambah Salis. (fth/can)

Sivitas Bisa Belajar ke Eropa lewat Beasiswa Erasmus+

FIRDAUS Faraj Ba-Gharib tak pernah bermimpi bisa lolos beasiswa bergengsi untuk berkuliah S1 di Eropa. Mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini diterima International Credit Mobility Programme Beasiswa Erasmus+. Beasiswa ini adalah program Uni Eropa (UE) bidang pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga termasuk beasiswa khusus untuk mahasiswa, staf, kandidat doktor dan dosen yang berminat melanjutkan studi, mengajar atau melakukan penelitian di Eropa. Faraj, begitu ia disapa, sebetulnya punya mimpi untuk melanjutkan sekolah magisternya (S2) di luar negeri. Tidak untuk S1. “Lah, kok Allah ngasihnya lain. Dan lebih dari yang Faraj inginkan. Berawal dari nyari info beasiswa dari jaman mahasiswa baru, tanya-tanya ke sini-ke situ tentang beasiswa mahasiswa berprestasi, ataupun beasiswa lainnya di kampus. Sampai akhirnya pas Faraj jadi buddy mahasiswa dan dosen-dosen asing UMM, Faraj tahu tentang beasiswa kuliah di Eropa,” ungkapnya. Melalui kantor kerjasama luar negeri milik UMM, International Relations Office (IRO), Faraj mengaku dimotivasi dan diberi semangat bahwa siapa saja bisa mengakses beasiswa ini. “Pas nyari-nyari info, disemangatin dan diyakinkan bahwa siapa saja bisa dan jangan takut buat mencoba. Terimakasih banget buat IRO UMM. Big thanks, buat mereka semua,” kata mahasiswa semester 5 ini. Selama enam hingga satu tahun Faraj bakal mengkonversi mata kuliah di Warsaw School of Economics (SGH) Polandia. Di kampus, putri dari Faraj Fuad Ba-Gharib dan Satin Semitha ini, terbilang mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Hal itu ditunjukkan melalui keaktifannya di banyak organisasi kemahasiswaan. Seperti BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, International Buddy UMM, Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana), Relawan Pajak DJP Pajak, Putra-Putri Kampus, serta Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah FEB UMM. “Jangan sia-siakan kesempatan kita saat menjadi mahasiswa,” pesan perempuan kelahiran tahun 1999 ini. Untuk dosen, mahasiswa dan staf Kampus Putih yang ingin mendaftar beasiswa Erasmus+ ini, beberapa persyaratan yang harus dilengkapi meliputi pengisian application form, CV Europass, Copy of passport/ ID Card, melampirkan English Language Test berupa TAEP (minimal skro 301) atau TOEFL ITP (minimal skor 500) atau IELTS (minimal skor 5.5), Motivation Letter (maksimal 1 halaman), Teaching Mobility Agreement, Proof of Registration at home university, serta Work Plan. Ada 25 sivitas akademika yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan staf yang dinyatakan lolos beasiswa Erasmus+ melalui program Student, Teaching and Training Staff Mobility di berbagai universitas di Eropa. Secara bergilir, mahasiwa yang lolos sebagai Awardee Erasmus+ bakal diberangkatkan antara bulan September 2020 hingga Februari 2021. “Untuk dosen dan staf, jadwal pemberangkatan menunggu informasi dari host university,” terang Dimas A. Prassetyo, Erasmus+ Programme Coordinator (22/7). (can)

Perjuangan Literasi Zulyamin Kimo: Dari UMM hingga Raja Ampat

SEMANGAT cinta tanah air yang ada pada diri generasi muda bangsa harus terus digelorakan. Ketika banyak orang yang menyorot kehidupan hedonis pada generasi muda, cerita inspirastif Zulyamin Kimo, alumni Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) menjadi kabar baik. Kimo atau Kim, begitu ia akrab dipanggil, adalah salah satu bukti bahwa proses Pendidikan yang baik akan menghasilkan banyak alumni berkualitas. Ia adalah salah satu bukti bahwa masih banyak generasi muda kita yang rela meninggalkan kemapanan dan kenyamanan kota untuk mewujudkan baktinya kepada Sang Merah Putih. Zulyamin Kimo, lahir di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Sebagai anak pulau, sejak kecil dia sudah terbiasa dengan tantangan dan petualangan. Saat banyak orang yang takut melihat laut dan ombak, sejak kecil Kimo sudah pandai berenang. Ia begitu mencintai laut, pantai, alam, dan masyarakat pesisir. Bahkan, aktivitas snorkling bisa berjam-jam ia lakukan. Tak heran bila novel-novel karya Andrea Hirata, menjadi bacaan favoritnya, sebab banyak mengangkat isu-isu Pendidikan dan daerah-daerah terpencil dengan kebersahajaannya di dalam setiap bukunya. “Berkuliah di Universitas Muhammadiyah Malang adalah sejarah hidup yang sangat luar biasa bagi saya. Pilihan yang benar-benar tepat, sehingga mewarnai pola pikir, semangat, dan perjuangan saya hingga hari ini. Pada saat Yudisium FKIP-UMM, saya mendapatkan penghargaan Mahasiswa Berprestasi di bidang kepemudaan dan kepemimpinan (Non IPK). Ini luar biasa menurut saya. Saya bertekad untuk terus mewujudkan dan mengabdikan diri untuk masyarakat,” ujar pria kelahiran 1 Maret 1995 ini. “Setelah lulus dari Pendidikan Biologi, FKIP-UMM pada Februari 2017, sebulan setelahnya, saya lolos seleksi nasional beasiswa Teaching Clinic yang diadakan oleh Global English. Awal tahun 2018 setelah melewati berbagai rangkaian seleksi program Indonesia Mengajar, Kim dinyatalan lolos bersama 32 pengajar muda lainnya. “Kami harus bersaing dengan 6500 pendaftar lainnya,” tegas pria yang pernah mengabdi menjadi fasilitator Pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan ini. Ia menceritakan, sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan masing-masing, mereka dikarantina selama hampir dua bulan untuk pembekalan. Pembekalan meliputi proses pelatihan pedagogi, pelibatan masyarakat, pendekatan ke pemangku kebijakan di dunia Pendidikan, dan pengenalan daerah. Kim ditugaskan sebagai Guru SD di SDN Baru dan Fasilitator Pendidikan di pedalaman Kalimantan selama setahun. Masyarakat di daerah penugasannya adalah mayoritas berasal dari suku Banjar yang hidup di bantaran sungai Nagara. Hal menarik selama penugasan yang Kim rasakan adalah belajar bahasa daerah. Di tempat penugasannya, hampir seluruh masyarakat menggunakan bahasa Banjar baik untuk komunikasi dan belajar-mengajar di sekolah. “Mau tidak mau, saya harus bisa beradaptasi. Dalam waktu kurang lebih 3 bulan, saya sudah bisa belajar bahasa daerah. Walau belum terlalu fasih. Ini cukup membantu untuk proses belajar-mengajar di dalam kelas,” ungkapnya. Tinggal di desa yang kaya akan potensi alamnya, sangat memungkinkan untuk belajar dari alam. Tidak jarang, Kim selalu membawa murid-muridnya keluar kelas (outdoor learning), salah satu metode yang ia dapatkan saat menempuh kuliah di Pendidikan Biologi FKIP UMM di semester 4. Apalagi saat ini pembelajaran tematik, sangat bisa diterapkan. “Selain itu, ketika menjadi fasilitator dalam kegiatan-kegiatan pelatihan guru-guru di tingkat kecamatan bahkan kabupaten, dan kegiatan kerelawanan di sekolah-sekolah SD, seringnya juga menggunakan berbagai media belajar dan metode pembelajaran kreatif. Tentu ini tidak terlepas dari pengalaman selama kuliah dulu,” imbuh mantan Asisten Laboratorium Biologi UMM tersebut. Bulan Juli 2019 hingga saat ini, Zulyamin Kimo bekerja sebagai Fasilitator atau Project Coordinator di Taman Bacaan Pelangi (TBP), sebuah yayasan pendidikan/literasi yang telah berdiri sejak 2009, yang fokus pada peningkatan minat baca anak-anak di wilayah Indonesia Timur. Hingga saat ini, Yayasan Taman Bacaan Pelangi telah bekerjasama dengan 131 Sekolah Mitra yang tersebar di 18 Pulau di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papuan Barat. Sebagai fasilitator atau project coordinator, Kim bertugas untuk mengelola pelatihan guru-guru dalam kegiatan literasi melalui pengelolan perpustakaan sekolah, pendampingan pembelajaran kontekstual di daerah Indonesia Timur, dan pendampingan pelatihan kegiatan membaca bersama komunitas-komunitas Taman Baca Masyarakat di daerah TBP, serta melakukan dukungan dan evaluasi (support monitoring) untuk sekolah-sekolah yang telah selesai program. “Dalam setahun ini, saya telah berkesempatan belajar bersama Guru-guru dan juga masyarakat di Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Alor, Pulau Timor, Pulau Banda,” tutur fasilitator yang sejak Desember 2019 ditugaskan untuk pendampingan sekolah-sekolah di Pulau Raja Ampat dan Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kim menegaskan, bangsa ini membutuhkan pejuang-pejuang literasi yang tangguh, terlebih daerah-daerah Indonesia Timur. Anak-anak muda, fresh graduate, dan para sarjana harus berkontribusi untuk mencerahkan masyarakat. “Bangsa ini membutuhkan kita untuk menyukseskan gerakan literasi hingga ke semua penjuru negeri,” pungkas pemuda yang mengaku terinspirasi dari Mars Muhammadiyah “Sang Surya” ini. (fid/can)

Mahasiswa Buat dan Bagikan Masker ke Warga Jombang

SEKELOMPOKmahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 19 mengadakan kegiatan pembuatan masker kain dan membagikannyasecara door to doorkepada warga Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kota Jombang, Jawa Timur. Selain membagikan masker, kelompok PMM yang beranggotakan lima orang itu juga membagikan handsanitizer serta face shield bagi warga yang sudah bekerja dan beraktivitas di luar rumah. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dimulai pada tanggal 6 Juli sampai tanggal 8 Juli 2020. “Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya pada warga desa Peterongan dalam rangka mencegah penularan Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan saat berada di luar rumah sesuai yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI,” ujar Dela Hesti selaku ketua koordinator kelompok 19 PMM UMM. Pembuatan masker kain ini diproduksi sendiri bersama lima orang anggota kelompokserta dibantu seorang penjahit sekitar Desa Peterongan. Untuk model masker yang mereka buat ada dua model. Model kain polos dan masker kain bermotif batik. Produksi masker sendiri dimulai dari pembelian bahan, pemotongan dan pengukuran bahan, serta proses penjahitan hingga pengemasan produk. Sedangkan untuk hand sanitizer dan face shield tinggal repacking. “Selanjutnya setelah semua barang sudah siap, saat proses pendistribusian kami membuat jobdesk dengan cara masing-masing anggota atau memisah secara door-to-door ke rumah warga, sehingga ada duaorang yang membagikan masker, duaorang membagikan hand sanitizer, dan seorang membagikan face shield,” kata Dela. Program PMM ini merupakan kegiatan pengganti KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang berada dibawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UMM dan terdiri dari berbagai macam skema yang salah satunya adalah PMM Bhaktimu Negeri, seperti yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa FK UMM semester 6 pada PMM Kelompok 19 tersebut. Kegiatan ini diawasi dan dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Setyo Wahyu S, SE., ME. “Kegiatan PMM yang dilakukan oleh Kelompok 19 dilakukan selama kurang lebih 40 hari, yang tentunya diisi dengan berbagai kegiatan menarik dan pastinya bermanfaat khususnya bagi Desa Peterongan, Jombang,” kata Setyo. (*/can)

Doktor Ilmu Pertanian Target Jadi Prodi Unggul Bidang Pangan dan Energi di ASEAN

DOKTOR Ilmu Pertanian, salah satu program studi muda yang ada di program pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendapatkan pengakuan akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkanKeputusan BAN-PT No. 3999/SK/BAN-PT/Akred?D/VII/2020. Prodi yang berfokus pada jenjang S3 dari pengembangan bidang pertanian yang dipimpin oleh Prof. Lili Zalizar ini menjalani serangkaian persiapan mulai dari penyusunan, pengajuan akreditasi sampai proses terakhir yaitu asesmen lapangan secara daring yang dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 11 Juli 2020 yang lalu. Diwawancarai saat diruang kerjanya. Lili Zalizar mengungkapkan timnya sudah mempersiapkan baik dari sisi dokumen serta beberapa pendukung sejak 2019 lalu untuk keberhasilan akreditasi prodi ini. “Sehingga kami dan tim yakin bisa mendapatkan target nilai B sesuai dengan yang ingin kami capai,” ungkapnya. Sesuai dengan visi misinya yang menjadikan Prodi ini unggul baik di tingkat nasional maupun ASEAN di bidang pangan dan energi, Kaprodi yang juga dosen senior di UMM ini juga berharap dengan berhasilnya meraih akreditasi B ini akan semakin mendorong para mahasiswa Prodi S3 Ilmu Pertanian untuk semangat menempuh studinya dan menjadikan lampu hijau bagi mereka yang ingin mengujikan penelitian disertasinya. Sejalan dengan program percepatan dan peningkatan kualitas lulusa, Prof. Akhsanul In’am selaku direktur Direktorat Program Pascasarjana UMM sangat mendukung apa yang menjadi visi misi dari Prodi Ilmu Pertanian. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan dalam banyaknya program percepatan, baik bagi mahasiswa dengan memberikan kesempatan dan pelatihan penulisan karya tulis yang berkualitas sampai jejaring publikasi artikel jurnal. Di sisi lain dukungan bagi para dosen pengajar yang ada di Pascasarjana UMM diwujudkan dalam program percepatan Guru Besar yang sudah dilaksanakan dan akan siap untuk melahirkan para guru besar baru bagi UMM. “Diharapkan dengan program tersebut akan memajukan kualitas lulusan mahasiswa dan para dosen pengajar baik di lingkungan pascasarjana dan juga universitas,” kata In’am. (dik/can)