Angkat Kedermawanan Tokoh Lokal Muhammadiyah, Film Mahasiswa UMM Ini Raih Prestasi Nasional

Tak banyak dokumentasi yang bisa ditemukan jika kita ingin tahu seputar kiprah perjuangan tokoh-tokoh lokal Muhammadiyah, terlebih di Malang. Adalah Masluhatin atau Mbah Dollah, salah satu tokoh yang cukup punya andil kepada persebaran spirit filantropi Muhammadiyah di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kisah pengabdiannya kepada masyarakat, melatarbelakangi tim Bamboe.Films yang digawangi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat film bergenre dokudrama (atau dokumenter drama). Aksi kedermawanan Mbah Dollah melalui amal usaha yang dimilikinya membuat ia dikenang masyarakat. Film yang diproduksi mahasiswa sinematografi Kine Klub UMM ini menceritakan biografi Mbah Dollah. Dengan judul “Amal, Jejak Langkahku”, film ini berhasil memenangkan lomba Pekan Seni Muhammadiyah 2019 tingkat Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisiyah se-Indonesia di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (13-15/08). Mella Dwi Purnama, produser film ini mengaku tertarik dengan sosok Mbah Dollah lantaran kegigihan beliau dalam memperjuangkan Muhammadiyah. Hal ini terlihat saat masyarakat sekitar tempat tinggalnya yang belum mengetahui Muhammadiyah tidak menginginkan adanya tokoh yang berambisi membangun Muhammadiyah di daerah tersebut. “Saat itu banyak tekanan dari masyarakat sekitar. Bahkan setiap malam terdapat keranjang batu berisi kotoran manusia yang diletakkan di depan rumahnya. Akan tetapi dengan kegigihannya, hingga saat ini masyarakat selalu mengamalkan pelajaran dari beliau,” sebut Mella yang merupakan mahasiswa semester 5 Ilmu Komunikasi saat diwawancarai Senin (19/8) siang. Tidak hanya hal tersebut yang membuat tim Bamboe.films mengangkat ketulusan Mbah Dollah dalam membangun amal usaha yang diperuntukkan untuk masyarakat. Dari berbagai amal usaha yang ia buat, seperti TK Aisiyah ABA 16 Dinoyo, SD Aisiyah, SMP Muhammadiyah 4, dan juga padepokan Hizbul Wathon, ia gunakan untuk bersedekah dan berdakwah kepada masyarakat. Film yang disutradarai oleh Jaka Teguh Nugraha menjadi peluang sebagai salah satu dokumentasi tokoh Muhammadiyah yang saat ini jarang ditemui. Melihat peluang tersebut, Bamboes.Films akan terus mendistribusikan film tersebut melalui festival dan pemutaran alternatif. “Menurut kami, film tidak boleh hanya berhenti pada saat launching saja. Daripada kadaluarsa di tempat penyimpanan, lebih baik diikutkan lomba ataupun pemutaran alternatif. Agar film tersebut dapat bertemu dengan penontonnya, karena film dan penonton adalah jodoh,” sebut Mella. (bel/can)
UMM Siap Cetak Dosen Pemula Profesional lewat PEKERTI

Berprofesi sebagai seorang Tenaga Pengajar (Dosen) tidaklah suatu pekerjaan yang mudah. Seorang dosen harus memiliki ilmu pengetahuan yang cukup, berprilaku baik, dan memiliki teknik pengajaran yang menarik sehingga para mahasiswanya mampu menerima materi yang disampaikan dengan baik. Oleh karena itu Badan Pengelola Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengadakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) yang diselenggarakan di ruang sidang ekonomi Gedung Kuliah Bersama II lantai 1, Rabu (14/8). Acara yang dihadiri oleh Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku Wakil Rektor 1 UMM ini, diikuti oleh puluhan dosen pemula dari berbagai program studi yang ada di UMM. Selain memberikan materi tentang Kebijakan Mutu dan Profesi, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. juga membuka pelatihan tersebut secara resmi. PEKERTI sendiri memang diwajibkan kepada seluruh tenaga pengajar yang ada di lingkungan Kampus Putih UMM. Tujuan dari adanya pelatihan ini adalah sebagai bekal untuk para dosen pemula sebelum mereka terjun langsung menghadapi berbagai macam latar belakang dari para mahasiswanya. Bekal yang dimaksud di sini ialah berbagai hal yang terkait dengan pembelajaran, mulai dari teori pembelajaran, teori pengajaran, metode pembelajaran, strategi hingga evaluasi pembelajaran. Bahkan sampai membuat rangkaian dan perangkat pembelajaran, hingga praktik (Micro Teaching). Dalam kegiatan pelatihan ini terdapat 3 tahap. yakni, pemantapan konsep yang dilaksanakan selama 2 hari. Setelah mendapat pelatihan pemantapan konsep, nantinya para peserta akan diberikan waktu selama 2 minggu untuk menyusun perangkat pembelajaran yang digunakan selama satu semester, dalam hal ini para peserta mendapat tugas untuk menyusun Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) dan Rancangan Pembelajaran Harian (RPP). Setelah RPS dan RPP selesai dibuat, para dosen pemula ini akan mulai melakukan pembelajaran di kelas selama 5 minggu. Tahap ini mereka harus menerepkan RPS dan RPP yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu dalam melaksanakan pembelajaran, para dosen pemula ini nantinya akan didampingi oleh fasilitator yang bertugas untuk mendampingi kegiatan mengajar mereka di kelas, dan memonitor para dosen pemula apakah sudah menerapkan hasil dari pelatihan yang telah diikuti. Dr. Hari Windu Asrini, M.Si. selaku ketua pelaksana mengungkapkan fungsi dari fasilitator sendiri adalah sebagai pendamping di mana mereka dapat memberikan koreksi atau masukan kepada dosen pemula tersebut. “Dalam hal pembelajaran, jam terbang memiliki peran yang cukup penting. Mengingat hal ini berhubungan dengan pengalaman para dosen pemula dalam hal menyampaikan materi di depan kelas,” ungkap Rini. Selain diikuti oleh beberapa dosen pemula, pelatihan ini juga diikuti oleh beberapa dosen yang sudah memiliki jam tebang tinggi, namun belum pernah mengikuti pelatihan PEKERTI sebelumnya. Hal ini dapat terjadi karena betapa pentingnya sertifikat dari pelatihan ini sendiri. Mengingat sertifikat yang didapat nantinya dapat digunakan untuk mengurus apapun yang berkaitan dengan kepangkatan, sertifikasi dosen, karena untuk melakukan hal itu harus mencantumkan sertifikat pekerti. “Alhamdulillah UMM ini sudah diberi kewenangan untuk menyelenggarakan pelatihan pekerti ini, kalau perguruan tinggi lain masih harus ikut di LLDIKTI Kopertis,” imbuh Rini. UMM sendiri sudah menyelenggarakan pelatihan ini yang ke-22 kalinya. (zak/can)
Peringati HUT RI, Kapal Garden Hotel Gelar Donor Darah

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI) bisa diisi dengan banyak hal positif. Misalnya yang dilakukan salah satu unit bisnis milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, yakni Taman Rekreasi Sengkaling dan Kapal Garden Hotel yang mengadakan aksi donor darah, Minggu (18/8) siang. Aksi yang dikerjasamakan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang ini terkumpul 64 kantong darah dari 85 calon pendonor yang mendaftar. “Kegiatan ini memperkenalkan Kapal Garden Hotel ke semua segmen market dan ikut turut serta dalam kegiatan sosial,” terang Mashuri, ketua pelaksana kegiatan donor. Mereka yang bisa mendonor yakni yang memenuhi syarat-syarat kesehatan, antara lain: tidak ada riwayat penyakit kronis, benar-benar sehat, tidak pernah opname, tidak ada alergi, tidak minum obat (antibiotik), untuk wanita tidak sedang menyusui atau menstruasi, HB min. 12,0, max. 17,0 tensi bawah 100/60 atas 160/100. Ismah, salah satu pendonor memberikan harapan positif kepada aksi ini. Terlebih dilakukan di hari spesial, kemerdekaan. “Semoga saya pribadi dan penyelenggara dapat banyak memberikan kebaikan kepada orang-orang yang membutuhkan dan mendapatkan barakah dari Allah SWT,” ungkapnya diwawancari usai donor. Masyarakat sekitaran Sengkaling, Dau atau wisatawan yang kebetulan berkunjung juga disuguhkan deretan jenis bazar. Mulai dari makanan, baju khas Malang, dan kerajinan yang bisa dibawa sebagai cinderamata. “Aksi ini bagian dari penegasan komitmen kami, dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” tandas Mashuri. (can)
Anak Muda Taiwan Khidmat Ikut Upacara Kemerdekaan RI di UMM

Ada pemandangan menarik dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (17/8) pagi. Sejumlah anak muda Taiwan yang mengikuti pertukaran budaya nampak khidmat mengikuti upacara bendera di Lapangan Helipad UMM. Li Cheng-Sung, yang merupakan siswa kelas 2 SMA Taiwan merasa sangat antusias ketika mengetahui akan mengikuti upacara bendera. Alasannya, karena di Taiwan sendiri sudah jarang diadakan upacara bendera pada saat kemerdekaan. Terlebih, di Indonesia suasana kemerdakaan sangat meriah. “Kalau di Taiwan, tidak ada yang sorak sorai dan menyanyikan lagu kebangsaan. Kita merasa belum menjadi sebuah negara. Bahkan, orang-orang di luar masih menyebut kami China, padahal kami berbeda negara,” sebut Li Cheng-Sung. Menurut Li Cheng-Sung, hal tersebut membuat anak muda di Taiwan merasa malu meneriakkan kemerdekaan Taiwan. Bahkan, pada saat upacara bendera tidak sedikit yang memilih kabur. Lain halnya dengan apa yang mereka lihat di UMM. Seluruhnya, bahkan mahasiswanya khidmat mengikuti hingga akhir acara. Sepakat dengan hal tersebut, Su Ying yang merupakan guru Bahasa Indonesia di Taiwan, merasa sangat senang dapat mengikuti peringatan hari Kemerdekaan Indonesia di UMM. Ia merasa kagum dengan semangat nasionalis yang ada pada diri masyarakat Indonesia. “Kita melihat dari peringatan kemerdekaan ini, bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan. Tidak hanya dilihat dari upacaranya, tetapi juga dilihat dari suasana kemerdekaan yang sudah dirasakan dari jauh-jauh hari. Seperti banyak bendera dan perlombaan,” tutur Su Ying. Untuk itu, Meinong People Assosiation (MPA) Taiwan yang merupakan gerakan kampanye masyarakat tentang kebudayaan Meinong, mengajak anak muda Taiwan untuk memiliki semangat khususnya dalam melestarikan budaya Negara sendiri. Hal ini diwujudkan dengan datangnya rombongan yang berjumlah 12 orang tersebut untuk pertukaraan budaya di UMM selama 2 minggu. (bel/can)
Makna Kemerdekaan itu Freedom For, Bukan Cuma Freedom From

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (17/8), mendapuk Wakil Rektor I Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya di hadapan ribuan civitas akademika UMM Syamsul menyampaikan beberapa pemaknaan terkait konsep kemerdekaan. Pertama, kemerdekaan adalah suatu proses. “Untuk meraih kemerdekaan membutuhkan waktu yang sangat panjang, harus mencurahkan energi, air mata, bahkan darah yang menharuskan ribuan nyawa dikorbankan untuk Republik Indonesia tercinta,” ungkap Syamsul di lapangan Heliped Kampus III, Kampus Putih UMM. Syamsul lantas mengutip pernyataan presiden Amerika Serikat yang ke 32, Franklin D. Roosevelt. “Kemerdekaan itu bukan suatu anugerah. Tetapi kemerdekaan itu (lahir) dari cucuran air mata, dan tetesan darah yang luar biasa.” Demikian, kata Syamsul, kemerdekaan sebagai bagian dari proses ini harus dimaknai secara bersama. Hari ini kita memperingati ulang tahun ke 74, artinya kita “merdeka dari” atau freedom from untuk menuju kepada “merdeka untuk” atau freedom for. 74 tahun yang lalu, kita telah bebas terjajah dari bangsa kolonialisme, atau freedom from. Maka, ketika pemaknaan kemerdekaan kita berhenti di situ, tidak memberikan makna apapun. Sebaliknya, kemerdekaan harus dilanjutkan dengan freedom for atau kemerdekaan untuk apa? “Kalau kita sudah bisa terbebas terlepas dari lingkungan yang bersifat eksternal, pada hari ini merupakan suatu momentum untuk mewujudkan kemerdekaan dengan cara mewujudkan semua kebajikan yang bisa kita laksanakan,” ungkapnya. Lebih jauh lagi terkait makna kemerdekaan, Syamsul kembali mengutip pernyataan yang kali ini dari seorang penyair Kahlill Gibran. “Kemerdekaan dalam pengertian yang salah adalah mewujudkan apa yang kita inginkan. Tetapi kemerdekaan dalam pengertian yang benar adalah mewujudkan apa yang harus kita laksanakan,” kutipnya. “Apa yang kita inginkan itu berarti keinginan yang bersifat jangka pendek. Tetapi yang harus kita laksanakan itu berarti apa yang kita laksanakan dan kita wujudkan dalam bingkai etik dan moral,” paparnya di ritual upacara bendera yang juga dihadiri sejumlah pelajar Taiwan yang tergabung di Meinong People Assosiation (MPA) Taiwan. Usai mendengarkan amanat upacara, kegiatan tujuh belasan dilanjutkan dengan berbagai rangkaian lomba. Kegiatan perlombaan ini sudah dimulai dari beberapa hari sebelumnya. Menariknya, di salah satu perlombaan, yakni video, juga di selipkan kampanye #DietSampahPlastik sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan. (riz/can)
Kembang Api Meriahkan Closing Ceremony KKN 84 UMM

Semarak Closing Ceremony Kelompok Kuliah Kerja Nyata 84 Kedungsalam, Donomulyo, Kabupaten Malang berlangsung meriah dengan kembang api, Rabu (15/8). Kegiatan ini sekaligus perayaan menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. KKN 84 bekerjasama dengan Bioskop Keliling (Bioling) UMM dalam pemutaran film “Cek Toko Sebelah” yang disutradai Ernest Prakasa. Dengan menampilkan film keluarga yang dibalut dengan komedi ini terlihat antusias warga. Hal ini terbukti dari ludesnya 500 tiket pengunjung. “Ini merupakan pelaporan sekaligus penutupan dalam pengabdian kami kepada Desa Kedungsalam selama sebulan ini. Kami menyajikan Festival Kembang Api dan nonton bersama semata untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Kedungsalam,” sebut Dana Sulistya, koordinator desa Kelompok 84. Kegiatan ini disajikan untuk memberikan kesan perpisahan yang terasa dekat dengan warga Desa Kedungsalam. Setiap warga yang hadir diberi kembang api dan obor yang dinyalakan bersama sebagai simbol pelepasan mahasiswa KKN 84. Tidak sedikit warga yang ikut merasakan kesedihan pengabdian ini. “Sudah berakhir pengabdian masyarakat dari mahasiswa KKN UMM ini. Semoga tidak berakhir juga silaturahmi dengan warga-warga. Semoga diberi kelancaran dalam prosesnya belajarnya di Perguruan Tinggi,” sebut Suprianto selaku Penanggung Jawab Kepala Desa Kedungsalam saat memberikan sambutan. Acara Festival Kembang Api kali ini ditutup dengan pengumuman undian doorprize untuk para warga yang hadir dengan berbagai hadiah menarik seperti kulkas, kipas angin, dan berbagai hadiah lainnya. Bioling UMM sendiri akan mengaspal tiap pekannya memberikan hiburan kepada masyarakat ala layar tancap. (bel/can)
Mahasiswa UMM Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi masyarakat Indonesia dan dunia. Penggunaan produk plastik yang tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup yang serius. Untuk itu, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur mengolah limbah plastik tersebut menjadi paving block atau conblock. Pengolahan limbah plastik itu dilakukan para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 49 Divisi Ekonomi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Jawa Timur. Kegiatan pengolahan plastik tersebut dilakukan para mahasiswa bersama dengan masyarakat dan aparat desa, Jum’at (9/8). “Banyaknya limbah sampah plastik yang berserkan di lingkungan Desa Kemiri ini dapat merusak ekosistem lingkungan desa. Itulah alasan utama mahasiswa KKN 49 UMM untuk mencetuskan program unggulan mengolah limbah sampah plastik menjadi sebuah inovasi paving block,” ujar Ketua Divisi Ekonomi KKN 49 UMM, Arief Elfandi. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM itu menambahkan, selain sebagai solusi alternatif pengurai limbah plastik, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat desa, serta menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kemiri. Di tempat yang sama, mahasiswa KKN 49 UMM Divisi Ekonomi, Adil Abdul Hakim menambahkan, untuk memproduksi 1 buah paving block, diperlukan 1 kg sampah plastik yang dicampur dengan 1 kg pasir, lalu dicampur oli bekas. “Masak oli bekas hingga mendidih, kemudian masukkan limbah sampah plastik ke dalam tungku berisi oli panas. Kemudian, jika sudah mencair keseluruhan plastik masukkan pasir lalu aduk hingga menyatu,” ujar Adil Abdul Hakim. Selanjutlanya, lanjut mahasiswa Fakultas Teknik Informatika UMM itu, masukkan campuran plastik dan oli bekas tersebut ke dalam cetakan paving block. “Kami sangat senang karena bisa berbagi teknik pengolahan paving blok ini, apalagi kami juga mendapat dukungan antusias dari para Ketua RT dan Ketua RW Desa Kemiri, para perangkat desa Kemiri, pejabat TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terakhir), DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kepanjen Malang, serta dosen pembimbing Ibu Ririn,” papar Adil Abdul Hakim lagi. Sementara itu, Kepala Desa Kemiri, Wijiati mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada para mahasiswa KKN 49 UMM, karena telah memaparkan inovasi pengolahan limbah plastik dan oli bekas kepada para perangkat desa. “Saya sangat senang dan berterima dengan adanya ide inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini, yang mana sampah merupakan PR bagi kita semua. Dan saya berharap ke depan sampah ini bisa menjadi sampah berkah atau pun sampah rupiah yang dapat menambah penghasilan bagi masyarakat Desa Kemiri, untuk pemasaranya mungkin nanti akan di bantu oleh BUMDES,” ujar Wijiati. (can)
KOPIN, Macam-Macam Olahan Kopi Inovasi Mahasiswa UMM

Ngantang merupakan salah satu daerah penghasil kopi yang cukup melimpah di Kabupaten Malang. Bahkan pada tahun 2017, produksi kopi mencapai 348 ton biji kopi. Sugiati, Kepala Dusun Ganten, Desa Tulung Rejo, Kecamatan Ngantang menyatakan dusunnya menghasilkan lebih dari 100 ton kopi setiap tahunnya. Namun kopi ini hanya dijual secara gelondongan (borongan) dengan harga yang relatif murah. Melihat permasalahan ini Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 105 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinisiatif untuk membuat inovasi olahan kopi agar produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu aksinya, kelompok mahasiswa ini beberapa waktu lalu mengadakan penyuluhan produk olahan kopi melalui kreasi olahan kopi inovatif. Muhammad Faizal Anshori selaku kordinator bidang Ekonomi dan Kewirausahaan KKN 105 UMM menyampaikan, tak hanya kerupuk kopi, berbagai potensi dan inovasi produk olahan kopi juga coba dibuat. Seperti mie kopi, nasi goreng kopi, sabun kopi, selai kopi hingga masker kopi serta analisa usaha produk olahan kopi. “Olahan produk kopi ini di beri brand KOPIN singkatan dari Kopi Inspiratif Ngantang, “ kata Faiz (12/8). Dengan brand KOPIN, Faiz berharap agar warga Dusun Ganten bisa terus berinovasi untuk membuat olahan kopi yang unik dan inspiratif. Sehingga produk olahan kopi bisa menjadi produk khas dari Dusun Ganten khususnya melalui inovasi Kerupuk kopi. Untuk memberikan nilai tambah produk kerupuk kopi dilakukan pengemasan dan pemberian label produk sehingga kerupuk kopi lebih memiliki daya tarik. Angga Pratama Fikri, selaku Koordinator Desa KKN 105 UMM menyampaikan, warga Dusun Ganten terutama kelompok ibu-ibu sangat antusias dengan diadakannya penyuluhan produk olahan kopi. Angga juga berharap kegiatan penyuluhan ini bisa meningkatkan perekonomian warga Dusun Ganten dan tidak hanya berhenti pada tahap penyuluhan saja tetapi berlanjut meskipun program KKN berakhir. (*/can)
Lewat Konsep Green Village, Mahasiswa UMM Ajak Warga Tambak Rejo Jaga Lingkungan

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 98 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meresmikan Green Village atau Desa Hijau pada Senin (5/8). Program kerja yang digagas oleh KKN 98 UMM bersama dengan masyarakat dusun Tambak Rejo diresmikan di Desa Plandi oleh Camat Wonosari. Acara yang dilaksanakan di Gapura Dusun Tambak Rejo Desa Plandi Kabupaten Malang ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yaitu peresmian “Green Village” yang diresmikan oleh Camat Wonosari, Sesi Kedua yaitu peninjauan lokasi bersama seluruh tamu undangan. Menurut Koordinator Desa KKN 98 UMM, Dandy M. Reza dalam sambutannya, Green Village berkonsep kawasan penghijauan yang terintegrasi dengan berbagai aspek yaitu seperti program hidup sehat, kerajinan tangan, serta pengelolaan sampah yang baik dan benar. Acara ini dihadiri oleh lebih dari lima puluhan peserta. Hadir pula segenap pejabat tingkat dusun, desa dan kelurahan di antaranya Camat Wonosari, Ketua Ibu PKK, Ketua Dasa Wisma dan Masyarakat dari tiga Dusun Desa Plandi yaitu Dusun Selobekiti, Dusun Tambak Rejo, Dusun Pandan Ploso. “Semoga Dusun Tambak Rejo tidak dipandang sebelah mata sebagai dusun terpencil, tetapi Dusun Tambak Rejo dikenal sebagai dusun yang memiliki berbagai potensi di segala hal seperti sayuran, dan lainnya,” ujar penanggung jawab pelaksana, Sulistyoningrum Dalu Lestari. Sedangkan menurut Drs. A Muzaki, Camat Wonosari, dengan adanya Green Village ini semoga desa ini dapat menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan untuk kebutuhan keseharianya. Berharap rogram ini tidak berhenti pada saat peresmian, tapi diteruskan masyarakat dusun Tambak Rejo. Senada dengan itu, Kepala Desa yang baru terpilih menyanggupi untuk melanjutkan dan mengembangkan program ini lebih luas lagi di dusun lainnya. Dilanjutkan dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa masyarakat diharapkan dapat menjadi lebih peduli lingkungan lewat Green Village ini. KKN 98 UMM merupakan KKN tematik kewirausahaan yang dibimbing oleh dosen UMM, Setyo Wahyu S.E., M.E selaku dosen pendamping lapangan KKN Wonosari, Kuliah kerja nyata ini berlangsung selama 28 hari yaitu mulai dari 18 Juli 2019 dan berakhir pada 16 Agustus 2019 mendatang. (can)
Dosen UMM Kembangkan Zat Pewarna Alami Pangan dari Bunga Mawar

Penggunaan pewarna bukan untuk makanan masih menjadi pelanggaran yang terbanyak kedua pada produk pangan setelah pemanis buatan. Adapun pewarna non-pangan yang masih digunakan dan beredar bebas di pasaran seperti Rhodamin B, Methanyl yellow dan Pounceau. Hal ini tentu mengancam kesehatan masyarakat. Latar belakang ini mengunggah kepedulian Kepala Laboratorium Sentral dan Halal Center Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP untuk mengangkat penelitian berjudul Potensi Pigmen sebagai Zat Pewarna dan Antioksidan Alami untuk Mendukung Penyediaan Pangan Sehat dan Pemberdayaan Daerah. Elfi memang saat ini tengah fokus mengambil sampel bunga mawar sebagai zat pewarna alami berbasis pigmen (antosianin, karotenoid, klorofil). Pigmen yang dijadikan sampel Elfi dari organ tanaman yang terdapat pada bunga, buah dan umbi, maupun rumput laut sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan zat pewarna sintetis. ”Penggunaan bahan pewarna berbahaya secara berlebih pada makanan dapat membahayakan kesehatan manusia. Masalah yang diakibatkan karena ketidaktahuan masyarakat mengenai aturan kadar dan jenis pewarna buatan yang diizinkan, membuat saya sadar akan kekayaan hayati lokal,” ungkap Elfi saat diwawancarai, Senin (12/8). Penelitian ini dibagi kedalam 3 tahap, yakni eksplorasi kekayaan hayati lokal sebagai sumber pigmen penyumbang warna merah-keunguan, Karakterisasi pigmen beberapa kekayaan hayati lokal, sebagai pengganti Rhodamin B, dan uji efektivitas kadar penggunaannya pada beberapa produk pangan seperti sari buah, jam, dan yoghurt Perempuan kelahiran Pasuruan ini mengaku penelitiannya diilhami dari Alquran surat An-Nahl ayat 68-69 dimana minuman yang dikeluarkan dari perut lebah atau yang biasa kita sebut madu itu berasal dari bermacam-macam warna yang akhir-akhir ini biasa kita sebut sebagai pigmen terbukti bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit. Melalui penelitiannya, Elfi mampu meraih predikat Juara Kedua mewakili Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Malang dari 14 usulan calon penerima PATPI Award 2019 oleh Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia pada Forum Seminar Internasional PATPI tahun 2019 di Kota Bandung, Jawa Barat. (riz/can)