Ke Jepang, UMM Kembali Jajaki Kerjasama dengan JIFPRO

Perwakilan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini bertolak ke Jepang untuk kembali menjajaki kerjasama dengan lembaga penyandang dana CSR Toyota Bhosoku, yakni Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center (JIFPRO). Kerjasama ini kaitannya dengan pengelolaan revitalisasi hutan lindung. Sebelumnya, di tahun 2006 UMM dan JIFPRO telah menjalin kerjasama melalui proyek rehabilitasi hutan lindung di kawasan konservasi di taman nasional Bromo. Proyek ini selesai pada tahun 2015. Proses rehabilitasi yang panjang ini berkaitan dengan mekanisme penghijauan yang memerlukan proses pengamatan yang cukup lama. Tatag Muttaqin S.Hut., M.Sc., IPM., dan Novin Farid Setyo Wibowo, S. Sos, M.Si, bertolak ke Jepang (9/4). Bukan tanpa alasan, penjajakan kerjasama ini lantaran pada Februari lalu, UMM juga telah menerima mandat pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. UMM diberi mandat untuk mengelola hutan pendidikan yang berada di kawasan hutan produksi dan hutan lindung Perum Perhutani petak 43A, 44I, 44K-1, 44K-2, 44L dan BE BKPH Pujon KPH Malang seluas 75.09 Ha. Lokasi ini akan menjadi laboratorium lapang sekaligus media pembelajaran pengelolaan kawasan hutan. Sembari menikmati indahnya bunga sakura di taman Ueno, Nakama Eiichiro perwakilan JIFPRO menerima kedatangan Tatag dan Novin. “Kita sampaikan perkembangan lingkungan yang lebih baik atas kerja sama yang telah dijalin sebelumnya,” ungkap Tatag yang merupakaan Ketua Prodi Kehutanan saat ditemui, Selasa (23/4). Tatag mengaku telah menawarkan beberapa program yang berpotensi untuk dikerjasamakan dengan JIFPRO sebagai pengelola dana CSR perusahaan otomotif terkenal Toyota Bhosoku. “Ini masih tahapan penjajakan, kita coba renewing contract, mudah-mudahan gol,” jelas Tatag yang menerima langsung mandat KHDTK. Dalam minggu ini, Nakama Eiichiro berserta tim akan membalas kunjungan Tatag dan Novin ke Indonesia untuk menindaklanjuti penjajakan kerjasama ini. Sejauh ini, Toyota memiliki komitmen besar pada pelestarian lingkungan. Yakni melakukan berbagai kerjasama dengan lembaga yang fokus pada hal ini, termasuk UMM. Selain melakukan pertemuan dengan JIFPRO, Tatag dan Novin juga berkesempatan mengunjungi Museum Toyota di Nagoya yakni ibu kota Prefektur Aichi, Jepang. “Kami bisa melihat perkembangan Toyota awal pendiriannya sebagai perusahaan pengelola kapas, kini menjadi perusahaan otomotif kaliber dunia,” tutur Novin. (mir/can)

Tahun 2020 ASEAN Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Terbesar Kelima Dunia

Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional Kemenko Polhukam Marsda TNI Ahmad Sajili menyebut, pertumbuhan ekonomi ASEAN terus bertumbuh di tengah gejolak ekonomi global. Berdasarkan data ASEAN Secretariat, perekonomian ASEAN adalah yang terbesar keenam di dunia. Sementara, dengan jumlah penduduk sekitar 634 Juta, Indonesia mencatat Produk Domestik Bruto-nya mencapai 2,6 Trilyun USD. “Dengan potensi ini diharapkan pada tahun 2020 ASEAN menjadi kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia. Dan 2030 diharapkan menjadi yang terbesar ke empat di dunia setelah Uni Eropa, Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok,” demikian disampaikan Sajili dalam gelaran Diseminasi Informasi Masyarakat ASEAN bertajuk “Tantangan Politik dan Keamanan Di Kawasan” di UMM, Senin (22/4). Ahmad Sajili mengisi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang diselenggarakan Pusat Studi ASEAN (PSA) UMM. Acara ini turut dihadiri Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd, Brigjen Pol. Anthoni Hutabarat, Asisten Deputi Kerja Sama ASEAN Widya Rahmanto Serta Civitas Akademika Fisip UMM. Diskusi dimoderatori oleh  Peggy Puspa Hapsari M.Sc., M.Si selaku Kepala PSA. Saat ini ASEAN telah melewati usia 50 tahun sejak didirikan 1967 dan mempersiapkan diri melewati pembentukan masyarakat MEA 2020. Dengan adanya ASEAN, masyarakat mampu menjalani kehidupan masyarakat majemuk dengan penuh kedamaian. “Karena ada begitu banyak pengaruh dari kekuatan negara besar, sengketa perbatasan dan wilayah, hingga perbedaan kepentingan,” tuturnya. Kegiatan ini adalah kerjasama yang merupakan program dari Polhukam sebagai koordinator pilar Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN yang bertanggung jawab mendiseminasikan Stakeholder Nasional. “Jadi tidak hanya memberikan informasi tetapi menerima masukan agar masyarakat ASEAN dapat berperan dalam mengimplementasi rencana aksi ASEAN,” ungkap Sajili. Sementara, berbicara tentang Ketahanan Politik di kawasan ASEAN, terkait program presiden 2019-2066 tentang Sumber Daya Manusia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjawab tantangan ini. “Karena stabilitas keamanan politik dimanapun, itu ditentukan oleh yang pertama adalah ekonomi yang kedua adalah keterampilan,” ungkap Rektor UMM Fauzan dalam pidato sambutannya. “Dalam konteks ini, penguatan di aspek pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam rangka menciptakan SDM unggul. Karena SDM menjadi variabel yang sangat dominan untuk menentukan arah bangsa. Oleh karena itu, mahasiswa harus menjadi orang yang maksimal, orang yang selalu berfikir optimal, dan orang yang selalu ideal. Itulah yang sebenarnya mampu membangkitkan bangsa kita,” pungkasnya. (riz/can)

UMM Bangun PLTMH Baru di Boonpring Turen

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fakultas Teknik dan sejumlah pihak kembali menjadi pelopor pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan melakukan pembangunan stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) baru-baru ini. Kali ini pembangunan dilakukan di lingkungan Eco Wisata Andeman, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen Kabupaten Malang, Jawa Timur. UMM tak sendiri, PLTMH ini juga dikerjasamakan dengan Bank Nasional Indonesia (BNI), Jawa Pos Radar Malang, Bumdes Kerto Raharjo serta didukung oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Dalam pembangunannya memakai dana CSR Bina Lingkungan dari BNI. “Kita memakai dana sekitar 348 juta,” kata Ali Suasono, Head Office Banking BNI wilayah Malang dalam acara peletakan batu pertama, Sabtu (20/4). Ketua Tim Teknis PLTMH UMM, Ir Suwignyo, MT menerangkan PLTMH di lingkungan Eco Wisata Andeman – Boon Pring ini berbasis masyarakat untuk mendukung konservasi sumber air Andeman dan pengembangan ekowisata terpadu. “Upaya ini didasarkan pada Sumberdaya Mata Air Andeman dan keinginan masyarakat serta Pemerintah Desa Sanakerto yang potensial untuk dikembangkan,” terangnya. “Pengembangan sumberdaya mata air ini diharapkan dapat terbentuknya pusat perkembangan ekonomi perdesaan berbasis masyarakat. Tujuannya guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pengembangan lapagan kerja dan masyarakat produktif pendukung pariwisata serta pengembangan lingkungan sosial berkelanjutan,” sambungnya saat ditemui di sela acara peletakan batu pertama. Salah satu potensi mata air Andeman adalah energi listrik yang dihasilkan PLTMH yakni pada siang hari dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif perdesaan dan untuk pengembangan irigasi pompa kawasan agrowisata. Serta dapat dijadikan sebagai taman edukasi wisata sains-teknologi energi terbarukan.Pada malam harinya dimanfaatkan untuk penerangan kawasan wisata dan lingkungan sekitarnya. Sebelum melakukan pembangunan diperlukan desain dan analisa kelayakan agar pada saat proses pembangunan PLTMH dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan. Serta pada saat pasca pembangunan, PLTMH tidak terjadi masalah sosial dan ekonomi. Kegiatan studi kelayakan ini dilakukan untuk mengetahui apakah pembangunan PLTMH memenuhi kelayakan dari segi teknis dan ekonomi. Secara teknis PLTMH Desa Sanankerto mengandalkan debit air 0,50 M3 perdetik dengan mengambil dari sumber air Andeman. Turbin yang digunakan berbeda dengan yang dipakai pada PLTMH di UMM sebelumnya. “Turbin Boonpring menggunakan propeller poros vertikal. Jika berhasil akan kita kembangkan untuk produksi turbin dan akan dijual,” kata dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik UMM tersebut. Turbin ini, sambung Suwignyo, merupakan rancangan tim teknik UMM sendiri. Energi yang digerakkan dari turbin rancangannya mencapai 14 kWatt sepanjang tahun. Dalam pembuatan PLTMH Boonpring Desa Sanankerto ini direncanakan akan di mulai pada bulan Mei dan rampung pada akhir September. “PLTMH Boonpring selanjutnya akan menjadi laboratorium lapangan bagi Fakultas Teknik UMM,” tambahnya. Kepala Desa Sanankerto, H. Subur, S.E, menerangkan keberadaan PLTMH di wilayah yang dipimpinnya ini diakui akan menambah nilai lingkungan Boonpring sebagai tempat tujuan wisata sehingga mampu memunculkan inovasi-inovasi baru di dalamnya. “Selain akan menambah produktivitas pengerajin bambu, kedepannya Sanankerto akan dijadikan pusat pembelajaran Agrowisata,” tuturnya saat memberi sambutan. Wakil Bupati Kabupaten Malang mengaku bangga dengan capaian ini. “Di Indonesia sumber energi terbarukan masih menjadi tantangan yang harus dikembangkan. Terlebih di era modern, pembangunan PLTMH ini memegang peranan vital dalam mencapai kemajuan pembangunan di bidang lainnya. Harapannya pembangunan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Sanusi yang turut memberi sambutan. (bel/can)

Seminar Internasional Komunikasi: Kupas Pemberitaan Media Pasca Teror Di Selandia Baru

Gambaran negatif sekaligus stereotip terhadap agama Islam seringkali kita jumpai pada pemberitaan sejumlah media. Hal tersebut disampaikan Budi Suprapto, staf pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam Seminar Internasional “Pasca Teror Penembakan di Selandia Baru: Respon dan Cara Pemberitaan Media Mengenai Muslim” di Auditorium BAU, Kamis (18/4) pagi. Ironi sekali, sambungnya, melihat di Indonesia yang mayoritas penduduk memeluk agama Islam, tetapi belum memiliki kekuatan yang memadai saat berhadapan dengan pemberitaan yang merugikan umat Islam, maupun kelompok Islam. “Terdapat empat kunci dari wacana yang sering digunakan media Indonesia dalam memaknai kelompok Islam, yaitu ekstremis, fundamentalis, teroris, dan anti NKRI,” tuturnya. Tiga diantara wacana tersebut yakni ekstremis, fundamentalis dan teroris bahkan kerap dijumpai pada pemberitaan Barat. Sementara Tobias Hoheneder, staf pengajar University Erlangen Numberg, Jerman juga menyampaikan pembingkaian Islam di media. “Meskipun Jerman merupakan negara yang menerima imigran muslim, akan tetapi 80% pemberitaan menunjukkan sisi negatif dari Muslim,” tandasnya. Berbeda dengan di Indonesia, menurut Budi Suprapto, media tidak menunjukkan eksistensinya sebagai media di negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Tidak banyak media di Indonesia yang menggunakan kata muslim dalam pemberitaannya. Bahkan, ia menambahkan, presiden Indonesia tidak begitu menunjukkan eksistensinya dalam menyatakan sikap terhadap terorisme. Jika dilihat, pembingkaian media Jerman mengenai muslim, misalnya berupa penindasan wanita, masalah integrasi, serta dikaitkan dengan stigma, kecurigaan dan stereotip tertentu, yakni sebagai agama yang pro pada kekerasan dan sarang terorisme. Tobias juga menceritakan bagaimana talkshow pada media di Jerman hanya mengundang penceramah dari kelompok yang dikenal radikal saja. Sementara, disampaikan Mustafa Selcuk, seorang kandidat PhD Aristoteles University of Thessaloniki, pasca aksi penembakan di Selandia Baru, dunia Barat mulai merubah cara pandangnya terhadap muslim. Dan mulai memandang sisi positif muslim. “Jerussalem yang negaranya memiliki permasalahan dengan negara muslim, media juga menyatakan penembakan tersebut sebagai aksi teror,” lanjutnya. (mir)

Rektor UMM: Rektor Cup Jadi Ajang Lahirkan Para Juara

Kompetisi tahunan Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dibuka oleh Rektor Dr. Fauzan, M.Pd Sabtu (20/4) pagi. Gelaran kompetisi di bidang penalaran, olahraga dan kreativitas bagi mahasiswa UMM ini diikuti oleh 24 Unit Kegiatan Mahasiswa yang berlomba di 64 cabang lomba. Beragam perlombaan tersebut sudah dimulai sejak awal April lalu, dan akan berakhir pada 4 Mei mendatang. Tahun ini, kembali sepuluh fakultas di tingkat strata 1 akan merebutkan piala bergilir bergengsi sebagai juara umum. Setahun lalu, piala ini bertengger di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Dr. Rinikso Kartono, M.Si, Dekan FISIP UMM menyerahkan kembali piala bergilir ke Rektor UMM untuk diperbutkan kembali. Penyerahan ini disambut riuh tepuk tangan para peserta Rektor Cup 2019. Selain itu, dalam rangka mewadahi kreativitas, daya saing, serta ketangkasan mahasiswa, lanjut Fauzan, Rektor Cup menjadi ajang membuktikan diri bahwa segala hal dapat diraih dengan usaha yang keras. Menurutnya, banyak pelajaran yang dapat diambil dalam kompetisi tahunan memperebutkan piala rektor ini. “Rektor Cup sudah digelar sejak tahun 90-an, ini bukanlah waktu yang sebentar,” tutur Fauzan. Menurut Fauzan, ada manfaat yang sering kali luput dari penyelenggaraanya, bahwa para juara yang dimiliki UMM saat ini juga terlahir dari pembelajaran yang diberikan saat penyelenggaraan Rektor Cup. “Menang ataupun kalah tidaklah begitu penting. Menjadi seorang yang berjiwa besar harus mulai dipupuk sejak mahasiswa. Melalui Rektor Cup, semuanya akan dilatih untuk siap berkompetisi,” ungkapnya. Rektor Cup diharapkan dapat menjadi masa awal untuk melatih benih-benih juara UMM. “Semoga terlahir mahasiswa-mahasiswa yang dapat berprestasi di tingkat regional hingga nasional,” tandasnya. Fauzan bersama Wakil Rektor I, II dan III serta Direktur Utama Radar Malang melakukan kick-off yang menandai dimulainya gelaran ini. Dosen dan karyawan juga turut bertanding sepak bola dengan rekan jurnalis. (mir/can)

Teknik Informatika UMM Resmikan Laboratorium Riset 24 Jam

Keterbatasan waktu penggunaan laboratorium saat riset membuat Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini meresmikan laboratorium yang dapat digunakan 24 jam. Kelebihannya, tidak sekedar kelapangan waktu akses, laboratorium ini juga dilengkapi dengan banyak teknologi terkini untuk menunjang kegiatan praktikum maupun riset dosen dan mahasiswa. “Adanya laboratorium ini demi kenyamanan mahasiswa maupun dosen agar tidak mempunyai batasan waktu ketika melakukan riset di dalam laboratorium,” ungkap Dr. Lailis Syafa’ah, M.T. selaku Wakil Dekan 2 Fakultas Teknik saat ditemui di ruangannya Sabtu (20/4). Laboratorium praktikum dan riset yang terletak di GKB 2 lantai 6 ini diresmikan dan sudah mulai digunakan sejak 5 April 2019 lalu. Laboratorium ini mendukung kegiatan praktikum empat bidang minat. Yakni rekayasa perangkat lunak, sistem dan keamanan jaringan, sains data, dan game cerdas. Terlebih didukung tiga puluh orang asisten, seorang laboran, juga lima orang partime yang siap melayani. Selain itu, laboratorium ini juga telah terstandardisasi yakni melalui skema kerjasama sertifikasi dengan Oracle Academy dan Cisco Networking Academy. Menurut kepala Laboratorium Agus Eko, S.Kom, M.Kom, laboratorium riset ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang. Selain ruangan yang bebas diakses 24 jam, koneksi internet juga cepat, ruangan ber-AC, meeting room, 3D printing, neurosky, bahkan terdapat pula console game (Xbox 360 + Kinect) dan juga Coffee Bar untuk sekedar menghilangkan suntuk saat melakukan riset di dalam laboratorium. Selain itu Agus juga berharap dengan adanya laboratorium ini akan dimudahkannya akses kerjasama dengan para pelaku industri. ”Selain beberapa target tersebut saya juga berharap nantinya mahasiswa teknik informatika dapat menghasilkan produk-produk yang inovatif, dan yang paling penting bisa menciptakan sinergitas antara dosen dengan mahasiswa maupun sebaliknya dalam setiap riset,” ungkapnya Sabtu (20/4). Menurut Rama Daniswara, salah satu mahasiswa Prodi Teknik Informatika mengaku, kehadiran laboratorium riset ini dinilai sangat menunjang prestasi mahasiswa. “Saya harap dengan adanya laboratorium riset baru ini, nantinya dapat membuat kami nyaman dalam menggunakan dan juga memperdalam riset. Sehingga dapat menciptakan penemuan dan juga pengetahuan yang lebih berkembang,” ungkapnya. (zak/can)

Dosen Ini Kenalkan Budaya Lewat Matematika

Keanekaragaman budaya Nusantara menjadi identitas suatu bangsa, khususnya Indonesia. Hal ini mengilhami dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yakni Dyah Worowirowirastri Ekowati, Dian Ika Kusumaningtyas, dan Nawang Sulistrani untuk menulis buku Ethnomatika. Dijelaskan oleh Dyah bahwasanya Ethnomatika berasal dari gabungan dua kata yaitu Etnik atau kebudayaan dan Matematika. Secara harfiah bisa diartikan pembelajaran matematika dengan menggunakan budaya sebagai medianya. “Jadi tidak hanya belajar saja, tetapi mereka juga bisa mengenal budaya nusantara lewat matematika,” ujarnya. Dilanjutkan Dyah, Ethnomatika pertama kali diperkenalkan oleh D’Ambrosio, seorang matematikawan Brasil pada tahun 1977. Namun dalam perjalanannya mengalami perkembangan dan mulai dikenal luas di berbagai belahan dunia. Karena pembelajarannya yang lebih efektif dan simpel melalui media yang ada disekitar siswa. “Pembelajaran matematika khususnya untuk anak SD, musti diajari sesuatu yang konkrit. Jadi tidak bisa hanya menjelaskan materi dan memberikan soal saja. Karena di Matematika, ada program yang dinamakan Matematika Realistik. Menggunakan benda-benda realistik yang ada disekitar, lewat budaya misalnya,” bebernya. Pada permainan Engklek, misalnya, secara tidak langsung siswa juga belajar Matematika saat melewati petak yang sudah diberi angka dan menghitung jumlah angka yang dilewati. Selanjutnya, membentuk rumah adat yang terdiri atas bangun datar apa saja dan membentuk kelompok yang terdiri dari segitiga, dan lainnya. Kemudian, sambung Dyah, melalui permainan Engklek siswa juga diajak bermain dengan membentuk rumah adat berdasarkan kelompok-kelompok yang telah dibagi. Lalu siswa dipersilahkan untuk memadupadankan antar kelompok sehingga membentuk rumah adat dari bangun datar-bangun datar tersebut. Penerapan buku ini telah dilakukan dalam penelitian dan pengabdian di sekolah-sekolah. “Ini adalah bagian dari Pengembangan program Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) dalam pembuatan buku yang diperuntukkan bagi dosen. Lahir tahun 2017 dan untuk proses cetak lanjutannya tahun ini,” jelasnya. Melalui metode ini, pertama, Matematika menjadi lebih realistis. Kedua, pembelajaran Etno (melalui observasi) merupakan wahana belajar sambil bermain dan outdoor learning bagi siswa. Ketiga, memperkenalkan kebudayaan kepada siswa. “Dengan begitu diharapkan mereka memiliki kepedulian untuk melestarikannya,” ungkapnya. “Yang terakhir tentu saja memacu siswa untuk terus mensyukuri kenikmatan Tuhan atas benda di sekitar kita. Nilai ini sesuai dengan nilai karakter dalam kurikulum 2013. Demikian keunggulan dari pembelajaran berbasis Ethnomatika yang kami garap dalam buku ini,” lanjutnya saat diwawancarai Kamis (18/4) siang di ruangannya. “Belajar Matematika itu tidak abstrak saja, tetapi mampu diterapkan dalam kehidupan nyata. Karena bagi saya belajar Matematika itu bukan hanya bicara tentang rumus. Lebih dari itu, Matematika adalah aktivitas dan bahasa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas perempuan yang juga dosen Prodi PGSD UMM. (riz/can)

Angkat Isu Cyber Bullying, Mahasiswa UMM Juarai Creative Idea IndosatM2

Instagram telah berkembang menjadi salah satu platform media sosial paling populer di dunia. Namun, platform teknologi komunikasi berbasis internet ini melahirkan konsekuensi negatif. Yakni dengan maraknya praktik penyalahgunaan media yang kebanyakan diakses oleh mereka yang berusia remaja. Salah satunya yakni praktik cyber bullying atau intimidasi dunia maya. Hal ini marak terjadi belakangan. Melalui latar belakang ini, Adinda Jelfani mahasiswa Prodi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menjadi peserta terbaik dalam sayembara Creative Idea pada Seminar Digital Literasi  yang diadakan oleh penyedia jasa internet dan multimedia IndosatM2. Dinda berhasil menyisihkan setidaknya hampir 120an peserta dengan menggagas aplikasi Anti Cyber Bullying. “Saya memiliki ide yaitu adanya aplikasi yang dapat terhubung dengan akun di media sosial. Aplikasi ini nantinya dapat mendeteksi konten yang mengarah ke cyber bullying. Seperti dapat mendeteksi komentar negatif dengan langsung menghapusnya secara otomatis, menghapus foto atau video milik kita yang di upload oleh seseorang tanpa izin, serta mendeteksi akun-akun palsu,” terang Adinda, Selasa (16/4). Aksi cyber bullying biasanya dilakukan melalui hinaan pada fisik (body shaming), saling menjelekkan ras, merendahkan bakat atau hobi seseorang, dan bahkan sampai ke orientasi seksual. Selebgram bahkan orang biasapun bisa mengalami kejadian seperti ini. Lanjutnya, Instagram atau media sosial lainnya yang selayaknya dimanfaatkan dengan baik, justru digunakan untuk hal yang bersifat negatif. Dicontohkan Adinda, seperti akun instagram @sukaniqab. Si pemilik akun yang tak diketahui pemiliknya ini mengambil foto-foto akun perempuan lantas mempostingnya tanpa melalui izin sang pemilik foto. “Parahnya, akun bodong ini menambahkan keterangan foto dengan kata-kata yang tidak pantas (ke arah mesum). Tak berhenti di situ, masih banyak akun media sosial palsu lainnya,” ungkapnya. “Popularitas jejaring sosial, seperti Facebook, Youtube,Twitter dan Instagram meningkat selama beberapa tahun terakhir. Dengan semakin canggihnya teknologi sekarang ini kita dapat mengenal banyak orang dan berbagai berita dengan cepat. Selain itu, kita juga dapat menghasilkan uang hanya dengan mengupload foto,video untuk mengendorse sebuah produk,” pesannya usai menerima hadiah. Selain itu, kelebihan aplikasi ini juga dapat langsung melaporkan aksi tersebut kepada pihak yang berwajib, jika memang sudah ke tahap keterlaluan. “Semoga dengan adanya aplikasi ini dapat membantu orang-orang yang berprofesi sebagai selebgram. Atau siapapun juga dapat menggunakan media sosial dengan aman tanpa harus khawatir menjadi korban cyber bullying,” ungkap Adinda. Dinda menerima hadiah dari pihak Indosat M2 yang diserahkan langsung oleh Theo Reiza Presadhikarno selaku East Java Region B2B Sales Vice President. Sedangkan Adinda sendiri didampingi langsung oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Teknik yakni Dr. Hj. Lailis Syafa’ah, MT saat menerima hadiah ini. “Semoga aplikasi ini bisa dikembangkan menjadi perusaan start up yang diimpikan,” tutur Theo. Selain menyerahkan hadiah pemenang, maksud lain dari kedatangan pihak IndosatM2 ini adalah untuk membicarakan mengenai kerja sama yang telah dijalin dengan UMM sebelumnya. Serta melanjutkan creative idea ini dalam bentuk aplikasi sesungguhnya. “Saya harap nantinya kerja sama kita dengan UMM tidak hanya berakhir disini saja dan juga tetap menjalin komunikasi yang baik dengan pihak kita,” kata Theo. (zak/can)

PPG UMM Luluskan 351 Guru Profesional

Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (15/4), meluluskan 351 guru tersertifikasi. Periode I tahun 2019 ini dari program Pra Jabatan 97 orang, program Dalam Jabatan 254 orang. Mereka terdistribusi di empat program studi dengan rincian PGSD 189 orang, Bahasa dan Sastra Indonesia 25 orang, Bahasa Inggris 76 orang, dan Matematika 61 orang. Penyematan gelar guru profesional ini disampaikan dalam gelaran kelulusan dan penyerahan sertifikat pendidik dengan tema “Menghadapi Profesionalitas Guru Abad XXI dalam Bingkai Pendidikan Berkemajuan”. Diselenggarakan oleh Prodi PPG Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM yang berlangsung di Teater Dome UMM, Senin (15/4) pagi. Gelaran ini disaksikan civitas akademika FKIP UMM. Pada Periode 1 PPG ini telah memiliki statuta legal formal dari Kemenristek Dikti No. 710/1/2018 dengan kewenangan 6 bidang studi. Meliputi PGSD, Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Civic Hukum. Dari keenam program studi, empat diantaranya telah ditugasi oleh Kemendikbud dan Kemenristek Dikti untuk menyelenggarakan PPG. Dua prodi lainnya tinggal melengkapi sejumlah syarat. Penyelenggaraan PPG ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan No 14 tahun 2005 bahwasanya untuk menjadi guru profesional harus menempuh jenjang pendidikan di PPG. “Oleh karena itu, saat ini bapak dan ibu guru telah naik derajat dari guru biasa menjadi guru profesional dengan lulus dari PPG UMM,” ujar Dr. Sudiran, M.Hum selaku Wakil Dekan I FKIP UMM dihadapan Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. Dilanjutkan Sudiran, menjadi seorang guru tidak cukup hanya dengan menguasai 7M yaitu mengajar, membimbing, membina, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi. Tetapi harus mengimbangi persyaratan menjadi seorang guru di era Industri 4.0. Karena, sambung Sudiran, para guru akan bersaing dengan masyarakat global, dan hanya bisa disongsong melalui penguasaan teknologi komunikasi. Dr. Fauzan, M.Pd dalam pidato sambutannya menyampaikan, guru profesional setidaknya harus memiliki 2 bekal, yakni Filsafat Pendidikan dan Psikologi Pendidikan. “Karena kalian berhubungan dengan manusia dan tugas kita adalah mengubah pola pikir atau mindset siswa agar menjadi leader of opinion, leader of change atau seorang pemimpin yang mengedepankan gagasan dan patut dicontoh,” ujarnya. “Karena itu kami memberikan ucapan selamat kepada peserta PPG yang telah berjuang hingga akhirnya lulus pada hari ini. Sekali lagi selamat,” pungkas Dr. Hari Sunaryo, M.Si  selaku Sekretaris Prodi PPG di hadapan peserta PPG dengan cakupan wilayah asal dari Jawa Timur, Jawa tengah, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, hingga Kabupaten Anambas Kepulauan Riau. (riz/can)

UMM Menangi Debat Konstitusi MK Regional Timur

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jadi langganan menjuarai kontes debat regional dan nasional. Kali ini kabar membanggakan kembali datang dari tim debat mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang baru-baru ini menjuarai kompetisi debat konstitusi Mahkamah Konstitusi (MK) XII 2019 yang digelar pada tanggal 11-13 April 2019 lalu. UMM keluar sebagai juara tiga kompetisi tingkat Regional Timur. Tim debat FH UMM yang terdiri dari Ratu Julhijjah, Nur Rizkiya Mukhlas dan Yusya akan diberi waktu untuk istirahat dan dijadwalkan untuk berlatih kembali Senin depan guna menyambut Debat Konstitusi Tingkat Nasional. Atas raihannya ini, Tim Debat UMM berhak mewakili regional Timur untuk berkompetisi Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia XII Tahun 2019. “Alhamdulillah. Kemenangan ini berkat kerja keras semua civitas akademika Fakultas Hukum UMM. Adik-adik mahasiswa rajin berlatih. Kompak. Bismillah, akan kami lanjutkan semangat ini pada babak selanjutnya, yakni tingkat nasional,” ungkap Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., head coach tim debat FH UMM saat diwawancarai, Senin (15/4) di ruangannya. Fatih optimis tim binaannya menang. Kompetisi debat Regional Timur sendiri diikuti oleh 24 tim terbaik dari regional timur. Pada babak penyisihan grup, tim debat FH UMM tergabung dalam grup E bersama UINSA dan IAIN Pare-Pare. UMM lolos sebagai juara grup dan berhak melaju ke babak perempat final. Selanjutnya di babak perempat final, UMM mengalahkan UMI. Sayang, di babak semifinal UMM harus mengakui keunggulan Ubaya dengan skor tipis 2-3. Di babak perebutan tempat ketiga, UMM harus berhadapan dengan tim tuan rumah, Unsrat. Dengan dukungan penuh dari para mahasiswa dan dosen Unsra, tim FH UMM mencoba bermain lepas tanpa beban. Strategi tersebut berhasil. UMM berhasil menekan tim Unsrat dan mendikte pertandingan. Akhirnya tim juri memutuskan UMM menjadi juara 3, sekaligus berhasil mengalahkan tekanan tuan rumah, Unsrat. Di tahun sebelumnya, di mana UMM sebagai tuan rumah perhelatan Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia XI Tahun 2018, tim debat UMM keluar sebagai juara 1 nasional. Di babak Grand Final, tim debat UMM saat itu dipertemukan dengan Universitas Surabaya (Ubaya). Tak tanggung, pada babak ini dihadirkan tiga belas ahli hukum untuk menilai adu argumen kedua tim. (*/can)