Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai, Mahasiswa UMM Juarai Lomba Nasional

Mohammad Zinedyne Zidane, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (Ekos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sabet juara 2 pada Kejuaraan Bussines Plan. Kejuaraan nasional tersebut diselenggarakan oleh The 10 East Java Economic (EJAVEC) Forum Java Sharia Business Model Competition, pada awal Oktober lalu. Dia berhasil mengalahkan lebih dari 50 peserta dari berbagai universitas yang ada di Indonesia. Dalam Bussines Plan yang ia sertakan, mahasiswa asal blitar tersebut mengambil fokus pada pengolahan sampah yang nantinya dimanfaatkan kembali untuk diproduksi sebagai pakan ternak organik. Selain itu juga sebagai pupuk tanaman bebas akan zat kimia yang berasal dari hasil penguraian oleh hewan maggot. Hal tersebut sekaligus dapat memberikan dampak dalam peningkatan ekonomi serta roda kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. “Jadi, awalnya business plan ini merupakan sebuah keresahan akan sampah yang menumpuk dan juga pemanfaatan dari sampah tersebut yang kurang inovatif. Akhirnya munculah ide untuk mengolahnya menggunakan maggot dan menghasilkan produk yang mampu meningkatkan ekonomi,” jelasnya. Lebih lanjut, Zidane, sapaan akrabnya juga menjelaskan apa maksud dari roda kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Yakni dari hasil pakan ternak organik serta pupuk organik yang berasal dari maggot dapat mengurangi efek dari ketergantungan pola hidup yang sudah sering terpapar oleh bahan-bahan kimia. “Sumber makanan manusia itu dari tumbuhan dan hewan, saat ini kan sering menggunakan bahan tambahan dari zat kimia untuk mempercepat pertumbuhan dari hasil tani dan peternakan. Padahal hal itu sangat berdampak negatif pada tingkat kesuburan tanah dan lain sebagainya. Nah kalau kita ganti zat kimia itu dengan hasil dari maggot, otomatis akan lebih sehat dan kestabilan alam akan lebih baik lagi,” ungkapnya. Menariknya, konsep dalam Bussines Plan ini sudah ia terapkan saat melaksanakan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di desa Sumbersuko, kabupaten Malang. Kemudian dilanjutkan oleh masyarakat sekitar secara mandiri. Besar harapan Zidane, inovasi yang ia kembangkan tersebut dapat membantu masyarakat luas dan menjadi solusi untuk mengurangi masalah sampah organik yang ada di Indonesia. Terakhir, dia berpesan untuk mahasiswa, akademisi, serta praktisi untuk tidak ragu dalam mengembangkan serta menunjukkan inovasi-inovasi yang dikembangkan. Jangan pernah remehkan ide-ide yang mungkin terdengar sangat mustahil untuk dilakukan, namun jika itu memiliki visi untuk menjadikan indonesia lebih baik, jangan pernah takut untuk mengembangkannya. “Just do it, jangan hiraukan apa kata orang lain dan buktikan bahwa kamu bisa menciptakan inovasi yang solutif,” pesannya. (*faq/wil)

Bantu UMKM, Tim Mahasiswa UMM Luncurkan Inovasi Inchise id

Peran teknologi semakin mendominasi hampir di setiap aspek kehidupan manusia. Di tengah perubahan besar ini, munculah para teknopreneur, individu yang memadukan jiwa wirausaha dengan pemahaman mendalam tentang teknologi. Mereka bukan hanya menciptakan inovasi, tetapi juga membawa perubahan positif dalam dunia bisnis. Menyadari hal itu, tim mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ciptakan platform Inchise.id. Inovasi ini berhasil lolos tahap pendanaan program Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha P2MW dari pemerintah. Adapun tim tersebut terdiri dari Cucu Muhammad Zahid, Husein, M fakhri, Dami Tegar, dan Fikri Arnitio. Inchise.id adalah platform yang memberikan solusi bagi mereka yang ingin membeli franchise usaha atau mendaftarkan usaha mereka sendiri. Wadah ini berupaya untuk membantu pengusaha dalam mengembangkan bisnis mereka. Salah satu tujuan utama platform ini adalah membantu pengusaha “mewaralabakan” usaha mereka. “karena website ini masih dalam tahap pengembangan, jadi kami hanya menerima pendaftaran UMKM food dan beverage (F&B) saja. Namun ke depannya, akan kami tambah dengan kategori lain seperti jasa dan supplier,” ucap Zahid selaku ketua Kelompok. Program berbasis website ini dirancang khusus untuk memberikan dukungan kepada para pengusaha untuk mendapatkan peluang yang lebih besar dalam mengembangkan bisnis. Bukan hanya menyediakan wadah pengembangan atau rintisan, tapi juga menyajikan pelatihan, pengembangan, dan konsultasi. “Jadi Inchise.id ini bukan hanya sebuah platform pembelajaran, tetapi juga tempat di mana pengusaha dapat mendaftar untuk “waralaba.” Ini memungkinkan mereka untuk menampilkan usaha mereka dan menerima umpan balik dari pengguna lainnya. Dengan begitu, mereka dapat terus mengembangkan bisnis mereka dengan mempertimbangkan masukan dari komunitas,” katanya. Di sisi lain, Basri Noor Cahyadi, S.T., M.Sc. selaku dosen pembimbing mengatakan bahwa akan ada berbagai hal yang akan dipelajari nantinya. “Karena website ini juga menerima konsultasi, maka kita juga butuh banyak UMKM untuk listing dulu sebelum memulai mentoring. Jadi kita bisa tahu apa yang harus dipersiapkan,” jelasnya. Platform ini juga direncanakan menjadi tempat yang lebih interaktif dengan transaksi online, pelacakan on-kill, dan banyak lagi. Dalam perkembangannya, Inchise.id juga melibatkan lebih banyak orang yang ingin berkontribusi dengan memberikan informasi tentang potensi bisnis di berbagai daerah di Indonesia. Menurut Basri, Inchise.id adalah contoh nyata bagaimana semangat anak muda dapat menghasilkan inovasi yang menguntungkan banyak orang. Dengan visi yang jelas dan semangat untuk membantu pengusaha, mereka telah menciptakan platform yang dapat membantu siapapun dapat menuju jalan sukses dalam dunia bisnis. (*nel/wil)

Tim Marching Band UMM Menangi Dua Medali Internasional

Kabar membanggakan silih berganti datang dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bukan hanya prestasi akademis, tapi juga non-akademis. Salah satunya tim marching band UMM yang berhasil menjuarai 2 kategori. Yakni medali perak untuk kategori Wind Essemble Best Music Class Open dan medali perunggu untuk kategori Colour Guard Battle Class Open. Adapun kemenangan itu diperoleh dalam kompetisi internasional yang diadakan Pemerintah Kota (Pemkab) Jember  berkolaborasi dengan The Asian Marching Band Confederation (AMBC). Lomba tersebut dilaksanakan pada Oktober ini dan diikuti berbagai negara. Terhitung, ada belasan tim dari sederet negara yang bersaing. Selain dua kategori yang dimenangkan UMM, ada kategori lain yang dilombakn. Yaitu Concert Band, Marching Filed Show, Individual, Marching Music Parade, dan Street Parade. Lalu Nune Satria Sakti selaku ketua tim menyebutkan, mereka sudah berlatih sejak tiga bulan sebelumnya. Ia juga harus mengumpulkan dan open rekrutmen untuk bisa memenuhi kuota tiim yang dilombakan. “Awalnya saya semapt putus asa karena anggota tim kami belum genap dan takutnya tidak bisa tampil di kompetisi itu. Namun, berkat bantuan teman-teman, akhirnya kami bisa full team dan memberikan yang terbaik,” jelasnya. Satria, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa berlatih marching band bukan perkara mudah. Bukan hanya menabuh drum sekenanya, atau meniup terompet semaunya. Harus ada harmoni di antara pemain marching band agar bisa menghasilkan musik yang menarik. Begitupun dengan penampilan colour guard yang melengkapi. Salah satu yang cukup menantang adalah masalah pemain tambal sulam. Ada beberapa orang yang harus diganti karena keperluan mendesak. Sehingga harus diganti dan berlatih berulang kali. Utamanya terkait koreagrafi dan kekompakan tim. Namun sebua bisa diatasi dengan strategi terbaik yang mereka berikan. Terkait dua media internasional, Satria berharap raihan ini menjadi motivasi besar. Bukan hanya bagi anggota marching band UMM, tapi juga bagi sivitas akademika Kampus Putih UMM. “Sehingga kita bisa sama-sama terpacu untuk memberikan yang terbaik dan mendapatkan hasil yang terbaik. Mampu memberikan kebanggaan tersendiri bagi diri, keluarga dan nama kampus,” tegasnya mengakhiri. (*tri/wil)

Kemajuan Teknologi Musnahkan Pekerjaan Manusia? Begini Kajiannya di Sosiologi UMM

Era transformasi 4.0 membawa perubahan besar dalam dunia industri. Otomatisasi, internet of things (IoT), big data, dan kecerdasan buatan menjadi faktor yang mendorong transformasi ini. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Federasi Serikat Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP KEP SPSI) R. Abdullah di depan ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 5 Oktober lalu. Adapun acara tersebut adalah kuliah tamu Prodi Sosiologi UMM dengan mengangkat kajian praktis dan empiris hubungan industrial di era revolusi industri 4.0. Di dalamnya, juga ada penandatanganan kerjasama antara UMM dan SP KEP SPSI, utamanya terkait peningjatan sumber daya manusia. Lebih lanjut, Abdullah menjelaskan, dalam hubungan industrial, transformasi tersebut memberikan konsekuensi. Salah satunya yakni pekerjaan yang dulu dilakukan oleh manusia kini semakin otomatis dan terhubung secara digital. Hal ini memiliki dampak signifikan pada hubungan antara pekerja, perusahaan, dan serikat pekerja. “Kita tidak hanya menyaksikan perkembangan teknologi yang pesat, tetapi juga pertanyaan mendasar tentang bagaimana menciptakan kehidupan yang layak bagi semua orang. Makna layak di sini berhubungan dengan layak mendapatkan sandang, pangan, papan, dan lainnya. Kalau pekerjaan semakin sedikit, maka perlu adanya sistem baru. Karena setiap warga negara memang layak untuk memilih dan mendapatkan pekerjaan serta upah,” ujar Abdullah yang juga mencantumkan UU sebagai pedoman. Menurutnya, pemerintah memiliki peran penting dalam mengatur hubungan industrial untuk memastikan keadilan dan keseimbangan antara pengusaha dan pekerja. Mereka bertanggung jawab untuk menciptakan regulasi yang melindungi hak pekerja, mengatur kondisi kerja, dan memfasilitasi dialog antara berbagai pihak. Saat ini, hubungan kerja yang ada kebanyakan menjadi pekerja kontrak, magang dan paruh waktu musiman. Perlu adanya kebijakan yang mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Maka, anak-anak muda harus bersiap dan mengambil peran. Tidak hanya menunggu masa depan, tapi harus bergerak mulai sekarang. Mereka juga harus bisa memotivasi diri karena merekalah yang nantinya akan memimpin negara. Sementara itu, Sulismadi M.Si Dosen UMM menegeaskan, hubungan industrial adalah kunci untuk memahami bagaimana proses produksi barang dan jasa berkembang. Peran pengusaha, pekerja, dan pemerintah sangat penting dalam menciptakan kehidupan yang layak untuk semua orang. Era Reformasi 4.0 telah membawa perubahan radikal dalam dinamika tersebut sehingga mengharuskan semua pihak untuk beradaptasi dengan cepat. Begitupun dengan nilai-nilai sosial yang berkembang. Selain itu, industrial di indonesia juga tidak akan bisa dilepaskan dari ideologi negara yakni pancasila. (*nel/wil)

Kasus Sianida Kembali Mencuat, Dosen UMM Jelaskan Bahayanya

Setelah dirilis film dokumenter berjudul “Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso,” publik kembali diingatkan tentang kasus kematian yang disebabkan kopi sianida di tahun 2016 lalu. Salah satu yang menarik perhatian adalah sianida dan efeknya. Menanggapi rilisnya film dokumenter tersebut, dosen Farmasi UMM apt. Engrid Juni Astuti, S.Farm., M.Farm. menjelaskan bahwa sianida merupakan bahan kimia yang sangat beracun dan dapat mengganggu seluruh sistem tubuh. Sianida mengandung ion yang mengandung CN- yang dapat membentuk asam dan garam. Senyawa ini sering digunakan diberbagai industri dan juga sebagai reagen dalam bahan kimia. Selain itu, garam sianida juga sering digunakan masyarakat untuk menangkap ikan. “Masyarakat biasanya mengenal garam sianida dengan sebutan potas. Potas tersebut dilemparkan ke laut sehingga menyebabkan ikan-ikan mati dan mudah untuk dijaring,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya sianida juga terkandung secara alami di beberapa tanaman, seperti singkong, almond, dan biji apel. Namun, selama tidak dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan diolah dengan baik, maka efeknya tidak membahayakan. Lalu, bagaimana sianida dapat beracun dan mematikan jika dikonsumsi oleh manusia? Engrid, sapaannya, menjelaskan dosis mematikan sianida adalah 2mg/kgBB atau kurang lebih 50-75 mg. Kandungan sianida dibagi menjadi tiga kategori yaitu ringan, sedang, dan parah. Kandungan yang ringan sekitar 0,5 – 1 ppm (mg/l), sedang 1-2,5 ppm, dan jika lebih dari 2,5 ppm termasuk kategori parah dan dapat menyebabkan kematian. Keracunan sianida disebabkan oleh ketidakmampuan sel untuk menggunakan oksigen, bukan karena kurangnya pengiriman atau pasokan oksigen. Sianida mencegah sel menggunakan oksigen dengan menghambat fungsi oksidatif sitokrom oksidase mitokondria, suatu enzim dalam rantai transpor elektron. Sitokrom oksidase biasanya mengubah oksigen menjadi air pada akhir rantai transpor elektron. Metabolisme oksidatif menciptakan sejumlah besar ATP yang merupakan sumber utama energi seluler. Sianida, yang memiliki struktur kimia mirip dengan oksigen, berikatan dengan bagian besi dari sitokrom oksidase. Pengikatan sianida menghambat kemampuan sitokrom oksidase untuk menggunakan oksigen dan dengan demikian mengurangi produksi ATP. Berkurangnya ketersediaan ATP menyebabkan disfungsi seluler dan kematian. Tanda dan gejala awal keracunan sianida akut mencerminkan upaya refleksi sistem pernapasan, neurologis, dan kardiovaskular untuk mengatasi kadar oksigen di dalam jaringan tubuh menurun. Peningkatan sementara tekanan darah dan detak jantung, hiperventilasi, sesak napas, jantung berdebar, dan sakit kepala adalah tanda dan gejala awal umum keracunan sianida akut. Gejala lanjut atau gejala keracunan parah mencerminkan depresi neurologis, pernapasan, dan kardiovaskular karena jaringan gagal mengkompensasi ketidakmampuannya menggunakan oksigen. Koma, kejang, penurunan kesadaran, dan henti jantung pernafasan adalah tanda-tanda umum keracunan yang terlambat atau parah. Keracunan sianida hanya bisa diatasi dengan bantuan medis. Pada umumnya, pasien akan diberikan alat bantu pernapasan serta obat yang mengandung amil nitrit dan natrium nitrit untuk mencegah efek keracunan yang lebih parah. “Karena sifat toksisitas sianida yang progresif cepat, maka bantuan medis idelanya dilakukan di lokasi kejadian keracunan,” pungkasnya. (sep/wil)

CoE UMM Antarkan Nila Bekerja di Perusahaan Beken Usai Lulus

Adalah Nila Choirun Nailin, alumni Program Studi (Prodi) Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang langsung direkrut menjadi Analis Laboratorium di PT Summa Benur. Hal itu tak lepas dari keikutsertaannya dalam program Center of Excellence kelas Udang. Sebelumnya, ia memang dikirim program CoE untuk magang profesional di sana selama empat bulan. Keberhasilannya langsung bekerja usai lulus tak lepas dari korelasi positif materi CoE yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini.  “Saat mengikuti CoE, saya dapat banyak ilmu yang tidak saya temui di kelas. Mulai dari pengamatan benur udang, stadia awal sampai panen hingga pengelolaan pakan alami Skeletonema sp dengan melakukan kultur setiap harinya. Itu semua selaras dengan kebutuhan untuk terjun langsung di dunia budidaya udang,” jelasnya. Menariknya, Nila juga mendapatkan ekuivalensi tugas akhir dari kelas profesional tersebut sehingga tanpa melalui proses skripsi. Hal itu menjadi salah satu bukti nyata UMM dalam memberikan mekanisme tugas akhir sesuai dengan passion dan kompetensi keahlian mahasiswanya. Dalam kesehariannya selama bekerja, Nila ditugaskan di laboratorium untuk melakukan pengecekan kualitas air. Dia juga menjelaskan pengecekan kualitas air media budidaya benur udang memiliki tiga parameter yakni fisika, kimia, dan biologi. “Untuk yang parameter fisika, biasanya dengan mengecek suhu, salinitas, dan warna air budidaya. Sedangkan parameter kimia itu biasanya kita melakukan cek ph, alkalinitas, dan TOM (Total Organic Matter). Untuk parameter biologi kita mengamati plankton dan bakteri,” imbuhnya. Lebih lanjut, peraih IPK 3,96 tersebut juga bersyukur melalui CoE Udang, dia mendapatkan banyak ilmu baru yang jarang didapatkan apabila tidak dihadapkan langsung dengan situasi dan kondisi di lapangan. Beruntungnya, UMM mampu mempertemukan mahasiswanya dengan DUDI untuk memberikan wadah dalam praktik setelah mendapat teori ilmu yang didapatkan selama perkuliahan. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk tetap konsisten dan jangan pernah malas dalam menuntut ilmu, senantiasa meningkatkan skill dan juga memperkuat relasi. Mengikuti CoE juga menjadi cara yang strategis agar bisa langsung bekerja dan mandiri tanpa menunggu lama. Banyak perusahaan yang membutuhkan skill yang sudah dipelajari di masing-masing CoE di UMM. (Faq/Wil)

Bioling Turun ke Gresik, UMM Jadi Pembina Sekolah

Mobil Bioskop Keliling (Bioling) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ramaikan Fantastic Day di Gresik, 6-7 Oktober ini. Acara yang dilaksanakan oleh SMA Muhammadiyah 3 Bungah (SMADIGA) ini juga turut diikuti oleh puluhan siswa SMP, para alumni, hingga warga sekitar. Selain menyajikan film edukatif, Bioling UMM juga memberikan beragam doorprize bagi para peserta. Kedatangan bioling diapresiasi oleh kepala sekolah SMADIGA Mufrikha, S.Pd. MM. Menurutnya, hal itu meningkatkan antusiasme peserta dan penyelenggara karena keunikan bioling. Apalagi ada sederet film yang disajikan dan membuat penonton senang. Selain itu, Mufrikha juga bersyukur karena UMM ambil bagian untuk memberikan pembinaan khusus untuk sekolahnya. Utamanya dalam pengembangan lanjutan bagi SMADIGA. “Kami siap untuk memberikan yang terbaik dan siap diarahkan untuk kemajuan sekolah. Program-program seperti Fantastic Day yang kami lakukakan ini juga tak lepas dari binaan dan dukungan dari UMM. Semoga apa yang kita lakukan bersama memberikan manfaat yang baik,” katanya menjelaskan. Di sisi lain, UMM memang memiliki komitmen penuh dalam pengembangan sekolah-sekolahdi seluruh Indonesia, termasuk sekolah Muhammadiyah. Salah satu yang sedang dikembangkan yakni SMADIGA. Hal itu ditegaskan Faizin, M.Pd. selaku koordinator program sekolah binaan UMM. Menurutnya, ini merupakan manfesto nyata UMM dalam keikutsertaan pengembangan pendidikan. Faizin optimis, pengembangan ini memberikan banyak keuntungan bagi siswa atau calon siswa yang akan bersekolah di SMADIGA. Misalnya saja beragam event dan program unggulan yang akan digagas bersama UMM dalam upaya meningkatkan segala potensi yang dimiliki oleh sekolah dan siswa. Sehingga para lulusan juga bisa terampil serta unggul dalam banyak sektor. “Kami siapkan berbagai event penunjang untuk peningkatan sekolah, baik dari manajemen sekolah maupun pengoptimalan bakat siswa. Kami juga sediakan hal-hal menarik seperti salah satunya dengan bioling ini untuk turut meramaikan sekolah serta kegitatan-kegiatan rutin untuk meningkatkan mutu dan tidak lain mewujudkan SMADIGA yang unggul,” jelasnya. Kedatangan UMM juga disambut baik oleh para siswa. Salah satu siswa SMADIGA Nadine Roosmita Hajir mengaku sangat senang akan kehadiran biskop keliling dari UMM. Dia merasa enjoy dengan berbagai film yang ditayangan serta mendapat pengalaman baru dan ilmu menarik dari film yang ditayangkan. “film nya sangat edukatif, saya dan teman-teman sangat senang dan antusias. Apalagi ada sederet doorprize yang disediakan. Pagi sebelumnya, kami juga mendapatkan tiga kelas coaching clinic yang belum pernah kami dapatkan. Seperti kelas bikin pupuk, jurnlasitik cilik, dan lain sebagainya. Ini juga pengalaman pertama kami menonton film layar lebar di ruang terbuka,” ungkapnya. (Faq/Wil)

HI UMM Gaet 9 Pemda, Branding Kota Berstandar Internasional

Sebanyak 32 mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) yang tergabung di program Center of Excellence (CoE) Kelas Profesional Paradiplomasi diterjunkan ke 9 kota dan kabupaten di Indonesia. Mereka akan turut serta pemagangan selama empat bulan periode September-Desember 2023. Para peserta bertugas membranding kota-kota terkait agar bisa mencapai standar internasional. Hafid Adim Pradana, koordinator CoE Paradiplomasi, mengatakan bahwa para mahasiswa akan dikirim ke sederet pemda. Seperti misalnya Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Probolinggo, dan Malang. Begitupun juga dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Dinas Pariwisata Kota Batu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang. Sebelum terjun, para peserta juga dibekali dengan pemahaman dan pelatihan. Utamanya terkait peranan diplomasi substate actor, regulasi dan undang-undang, dan manajemen kerjasama luar negeri untuk pemerintah daerah. Selain itu juga skill untuk inventarisir potensi daerah dalma kaitannya untuk branding kota berstandar internasional. Sementara itu, salah satu mahasiswa yang bertugas di Surabaya, Hilal Wahid mengaku senang dan tertantang. Apalagi selama bertugas di sana, ia dan rekan-rekannya menjadi jembatan anatara Kota Surabaya dengan sederet kota di luar negeri. “terbaru, kami juga sudah sering berkoordinasi perihal agenda sister city bersama dengan Kota Kitakyushu, Jepang,” katanya menjelaskan. Dalam kemitraan itu, ia dan tim fokus pada branding Kota Surabaya menjadi kota berstandar internasional melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM), transfer teknologi, optimalisasi pariwisata, hingga pertukaran pelajar. “Kami juga ikut mengatur strategi pengembangan kerja sama Kota Surabaya dengan kota-kota mancanegara lainnya, termasuk strategi media sosial,” pungkas Hilal. Adapun melalui program CoE Paradiplomasi ini, diharapkan mahasiswa HI UMM dapat berkontribusi aktif dalam implementasi Permendagri No. 25 Tahun 2020 tentang Tata Cara Kerja Sama Daerah dengan Pemerintah Daerah di Luar Negeri dan Kerja Sama Daerah dengan Lembaga di Luar Negeri. Sehingga, setelah lulus nanti para mahasiswa dapat menjadi diplomat muda yang berdaya saing internasional, namun tetap strategis bagi pengembangan daerah. (*/Wil)

Bikin Prototipe Alat Pendeteksi Pangan, Mahasiswa UMM Menangi Lomba Nasional

Banyak inovasi dan terobosan yang ditelurkan oleh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah malang (UMM). Salah satunya yang digagas Aulya Mauizzati, mahasiswa Program Studi Akuntasi UMM angkatan 2021. Ia bersama empat anggota kelompok lainnya membuat prototipealat portabel untuk pengamanan produk pangan olahan yang diber nama Portable Tool-Anti Food Fraud. Alat ini juga sukses membawa mereka meraih juara tiga pada Bidang Hukum, Sosial dan Ekonomi di Mandalika Essay Competition 3 di Universitas Gunung Rinjani, NTB. Aulya, sapaannya, menjelaskan bahwa gagasan ini muncul dari banyaknya kasus pemalsuan produk pangan di Indonesia. Salah satunya penggunaan ayam tiren yang digunakan sebagai bahan dasar bakso di Kabupaten Bantul, Yogjakarta pada 2022 lalu. Hal ini ditambah dengan terbatasnya indera manusia dalam mendeteksi pemalsuan produk pangan tersebut. “Pemalsuan yang dimaksud adalah, penggunaan bahan-bahan yang tidak sesuai dengan yang disampaikan kepada konsumen. Misalnya  produk yang seharusnya menggunakan daging ayam ternyata terbuat dari daging tikus. Alat ini diharapkan bisa mendeteksi bahan-bahan berbahaya yang tidak seharusnya ada pada makanan,” tambah Aulya. Cara  kerja alat ini adalah dengan memasukkan  sample makanan ke dalam tempat yang telah disediakan. Selanjutnya pada layar touchscreen, akan ditampil 3 menu atau ikon utama yaitu database, measure, dan setting.  Pada database, terdapat empat menu turunan, yaitu input yang berisi data real dari sampel yang diperiksa dan data referensi mengenai ciri umum kepalsuan pangan yang pernah terjadi di Indonesia. “Kemudian ada juga penyimpanan data, yang digunakan untuk menyimpan data asli dari sampel yang diperiksa sebelumnya beserta data referensi. Ada pula menu perbandingan, di mana akan dilakukan proses perbandingan dari database dan data referensi yang disimpan sebelumnya. Terakhir ada menu hasil dan laporan yang akan mengeluarkan hasil perbandingan yang dilakukan sebelumnya,” tambahnya. Pada menu measure, terdapat empat menu turunan juga. Pertama, pengukuran pemalsuan untuk mengukur tingkat pemalsuan pangan yang sedang di deteksi. Kedua, pengukuran kualitas hasil untuk mengukur keakuratan hasil pendeteksi pemalsuan pangan. Ketiga, Pelaporan hasil untuk mencentak hasil pendekti alat portabel ini. Keempat, pemberitahuan yang berisi pemberitahuan tingkat pemalsuan. Mulai  dari rendah, menengah atau tinggi yang ditandai dengan warna merah jika tinggi, warna kuning jika menengah warna hijau jika rendah. “Menu terakhir adalah setting. Pada menu ini tedapat 3 komponen, yaitu pengaturan alat pemindaian untuk mengatur sistem yang ingin digunakan untuk mendeteksi apakah inframerah, ultravuolet portabel, dan cahaya tampak. Lalu ada pengaturan data base untuk mengubah atau mengedit data yang terdapat pada database,” jelanya. Kemudian yang terakhiryakni keamanan dan pengaturan untuk melindungi akses dan mengontrol izin pengguna alat ini. Sehingga alat ini tidak dapat digunakan atau disalah gunakan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung  jawab. Karena bentuknya baru prototipe, mereka baru mengkampanyekan alat tersebut. Harapannya bisa di realisasikan sebagai salah satu bentuk antisipasi dalam pemalsuan pangan berkelanjutan. Dalam pengembangannya, Aulya tidak sendiri. Ia ditemani Uni Fitratunnisa, Mohammad Mirzan Abdillah, Ivanya Anindhi dan Aida Aulia. (nov/wil)

Kukuhkan Internasionalisasi, UMM Tuan Rumah Pameran Pendidikan AS

Pameran pendidikan Education USA U.S. Graduate Fairs kembali digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 5 Oktober lalu. Para mahasiswa bisa langsung berinteraksi dengan 20 perwakilan dari sederet universitas di Amerika Serikat (AS) dan lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP), Komisi Fulbright (AMINEF), dan Kedutaan Besar AS. Pameran tersebut juga menampilkan sesi tips membuat lamaran dan penulisan esai, personal branding, dan peluang beasiswa. Meskipun sebagian besar perwakilan universitas akan merekrut mahasiswa untuk program magister dan doktor di Amerika Serikat, pameran ini juga akan menampilkan sesi informasi bagi mahasiswa yang mencari program pertukaran jangka pendek dan program S1. Konsul Jenderal AS, Jonathan Alan yang hadir menyampaikan, berbagai universitas yang ada di Amerika tentu akan memberikan pelayanan terbaik untuk mereka yang memiliki dedikasi tinggi kepada dunia pendidikan. Misalnya saja dengan mempertemukan mahasiswa dengan praktisi yang berkompeten untuk meningkatkan pengetahuan yang dibutuhkan. Selain itu, dia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta pameran atas antusias yang luar biasa dalam mengikuti agenda ini. Terhitung, ada ribuan peserta yang turut serta, mendapatkan banyak pengetahuan, dan beberapa bingkisan. Jonathan juga mengapresiasi UMM yang memiliki berbagai macam program unggulan, salah satunya Center of Excellence (CoE) yang juga memiliki tujuan untuk meningkatkan skill mahasiswa. Baik untuk keperluan dunia kerja industri maupun kemampuan riset. Menurutnya, hal itu juga bisa menjadi modal yang bagus bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi yang lebih intensif. Dia juga menyampaikan kepada seluruh peserta untuk tidak ragu dalam mengorek informasi sedalam-dalamnya ke booth-booth yang telah disediakan. Apalagi event seperti ini sangatlah spesial dengan mendatangkan ihak dari berbagai universitas yang ada di AS. Seperti University of Michigan, Harvard University, New York University, dan lain sebagainya. Sementara itu, salah satu peserta pameran Tirtania Wijayanti mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, event itu memudahkan mahasiswa yang ingin tahu lebih dalam terkait informasi melanjutkan pendidikan S2 ke AS serta berbagai beasiswa yang disediakan. Baik yang disediakan univesitas di AS atau juga pemerintah Indonesia. “Seru dan sangat bermanfaat. Kami bisa mendapatkan info detail dari masing-masing booth. Jadi, saat kami ingin mendaftar, kami tidak lagi bingung dan sudahtahu cara serta kiatnya. Bisa langsung mengobrol dan bertanya berbagai hal ke perwkailan universitas dan bahkan alumninya,” pungkas Wijayanti. (Faq/Wil)