Confusius Institute China Siap Sertifikasi Ketrampilan Bahasa Mandarin Mahasiswa UMM

Sebagai upaya peningkatan program kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Confusius Institute China melalui China Corner kembali menggelar kegiatan sharing session di Hall BCA UMM pada Selasa (27/02). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa UMM tentang pengalaman belajar dan kebudayaan di Tiongkok. Pada kesempatan tersebut, ketua Confusius Institute China Liao Guirong (Anna) menyampaikan rasa bangganya dapat berada di tengah-tengah mahasiswa UMM. Ia juga menyampaikan bahwa pihak UMM sangat terbuka dalam bekerjasama, termasuk untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah wawasan mahasiswa tentang Tiongkok. “UMM sangat baik dan terbuka dengan kami dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti ini,” jelas Anna. Selain berbagi pengalaman kepada 600 mahasiswa UMM yang berasal dari jurusan D3 Perbankan dan Manajemen, Anna juga memberikan gambaran tentang bentuk beasiswa yang dapat diperoleh dari Tiongkok. “Dari kegiatan ini saya berpikir bahwa mahasiswa UMM akan bisa mendapatkan beasiswa yang kami sediakan,” ungkapnya. Saat ini UMM mulai mengingtegrasikan Bahasa Mandarin sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa. Sejak tahun 2017, D3 Perbankan dan Majemen dipilih menjadi jurusan percontohan. “Mungkin tahun depan akan ada satu atau dua jurusan baru yang mewajibkan Bahasa Mandarin,” jelas Anna. Kedepannya ketrampilan Bahasa Mandarin pada mahasiswa UMM ini akan dilengkapi dengan sertifikasi. Confosisius Institute akan membuat sebuat tes khusus agar ketrampilan bahasa mandarin mahasiswa UMM mendapatkan pengakuan secara resmi dari pihak Tiongkok. “Kalau mahasiswa disini sudah baik dan banyak yang bisa menguasai, maka akan kita buatkan tes bahasa dari kami langsung,” pungkasnya (nis/sil)
Mengupas Tentang Smart City, Prodi IP UMM Datangkan Pemateri Asal Thailand

Program studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya meningkatkan wawasan keilmuan mahasiswanya. Kali ini, mendatangkan pemateri dari Khon Koen University Thailand Dr Narin Jaroensappayanon Prodi IP UMM mengadakan kuliah perdana mahasiswa semester 6 dengan tema Development Smart City as a Concept For The Sustainable di Aula Teknik GKB 3, Kamis (1/3). Kepala Prodi Ilmu Pemerintahan, Salahudin, SIP, MSi, MPA menyampaikan hadirnya pemateri dari Thailand tersebut diharapkan dapat memberikan berbagai pamdangan baru tentang smart city bagi mahasiswa. “Karena perkembangan ilmu luar biasa cepatnya, karena itu kita mengundang tamu dari luar negeri untuk berbagi,”ujarnya. Pada kesempatan tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan Narin, salah satunya tentang praktis Smart City di negara-negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Malaysia. Salahudin menyampaikan, tidak sekedar kuliah tamu, ada target khusus yang ingin dicapai usai diselenggarakannya acara ini yaitu agar mahasiswa punya semangat untuk “sign in” dalam program pertukaran di Thailand, khususnya di Khon Koen University selama satu semester atau satu bulan. “Kalau exchange sekitar satu sampai dua minggu, sedangkan sign in itu kita bisa satu bulan, satu semester dan nanti ada regulasi jurusan dan universitas untuk transfer kredit dengan mata kuliah yang ada disini,”tandas Salahudin. Selain itu, Salahudin menjelaskan pada tahun lalu, saat ia berada di Thailand, telah dilaksanakan MoU Jurusan Ilmu Pemerintahan UMM dengan Khon Kaen University. Ke depannya, kerja sama juga akan dikembangkan dengan beberapa negara di Eropa, Amerika, dan RRT. “Semester genap ini saya akan mengirim mahasiswa dibeberapa negara tersebut,” pungkas Salahudin.(nas/sil)
Mobil Listrik Genetro Suryo UMM Melenggang ke Shell Eco-Marathon Asia

Perkembangan industri mobil listrik dalam kurun waktu satu dekade terakhir terus mengalami peningkatan. Hal tersebut melatarbelakangi beberapa perguruan tinggi untuk berlomba dalam menciptakan mobil listrik. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus eco-energy juga turut andil dalam perkembangan industri transportasi modern tersebut. Setelah berhasil menduduki peringkat empat besar nasional tahun 2017 dalam gelaran Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) yang digelar oleh Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Sang Surya Eco Energy Team UMM siap melenggang pada ajang Shell Eco-Marathon Asia di Singapura 8-11 Maret 2018 mendatang. Pada pertandingan ini, Sang Surya Eco Energy Team yang terdiri dari delapan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) telah menyiapkan tim khusus untuk melakukan riset dalam bidang kelistrikan sebagai salah satu strategi untuk menghasilkan performa yang sempurna. “Kemarin tim kelistrikan benar-benar disiapkan untuk mempelajari tentang hambatan-hambatan pada mobil,” jelas Ketua Tim Renggi Ahmad Rimeldi. Didesain istimewa, mobil listrik Gentro Suryo ini memiliki keunggulan pada kapasitas berkendara selama 2,5 hingga 3 jam dalam satu kali pengisian baterai. Hal tersebut menjadikan mobil ini termasuk pada mobil yang sangat hemat energi bahan bakar listrik. “Mobil ini sekarang sudah kami sempurnakan dengan menambahkan kapasitas baterai untuk perjalanan mobil yang lebih lama,” pungkas anggota divisi Kelistrikan Syarul Surur. Menurut Pembina LSO Mecatron Jufri pada kompetisi ini Gentro Suryo sudah memiliki kesiapan yang cukup. Ia menyatakan bahwa mobil ini akan menjadi mobil listrik kebanggaan UMM. “Kekompakan dan mental juara yang dimiliki timlah yang membuat performa mobil ini menjadi luar biasa,” tuturnya. Pada kesempatan Grand Launching Sang Surya Energy Team, Rektor UMM Fauzan berpesan kepada anggota tim untuk tidak berhenti dalam berinovasi terutama untuk pengembangan mobil listrik ini. “Jangan pernah berhenti berinovasi untuk kelanjutan mobil listrik ini,” jelas Fauzan, di Aula BAU Rabu (28/2). Shell Eco-Marathon Asia merupakan acara tahunan yang disponsori oleh Shell dimana seluruh peserta berkompetisi untuk membuat kendaraan khusus yang bisa melakukan efisiensi bahan bakar. (nis/sil/)
Gelar Pra MAFI, KINE Klub UMM Hadirkan Marketer Amazon Studios Amerika

Malang Film Festival 2018 (MAFI Fest 2018) sebagai program kerja tahunan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UKM UMM) Kine Klub UMM, selalu memberikan inovasi setiap tahunnya. Setelah sukses menggelar program pra MAFI Fest 2018 yang bertajuk Malang Sinau Dokumenter pada 7 – 15 Februari silam, kini festival film tertua yang diprakarsai mahasiswa di Indonesia tersebut menggelar program pra MAFI Fest 2018 terakhir, yakni Film Marketing and Impact Campaign Workshop yang bekerja sama dengan United States of America Consulat Surabaya dan American Film Showcase. Acara digelar interaktif pada (26/2) di Mini Theater Laboratorium Ilmu Komunikasi UMM hingga Selasa (27/2) di American Corner UMM. Tidak tanggung-tanggung, acara ini menghadirkan Ashley Hasz yang merupakan film marketer dari Amazon Studios Amerika. Programmer Non Kompetisi MAFI Fest 2018 Sestria Herdianti memaparkan tujuan diadakannya program ini adalah untuk mengedukasi filmmaker di Kota Malang tentang seluk beluk marketing film. “Kami ingin para filmmaker terutama di Kota Malang menyadari bahwa untuk mendistribusikan film tidak hanya dapat dilakukan melalui festival film semata. Ada banyak jalan lain untuk mendistribusikan film,” ujar mahasiswi Ilmu Komunikasi UMM angkatan 2015 ini. Pada hari pertama workshop, peserta diputarkan empat film dari filmmaker Kota Malang yakni Film Tilaran (Produksi Bersama Kine Klub UMM ke 14), Film Mokel (AV Ilmu Komunikasi UMM 2014), Film Anderpati serta Film Umbul Gemulo. Setelah memutar film-flm ini Ashley selaku pemateri workshop membantu para filmmaker dari keempat film tersebut untuk menemukan sisi dimana para filmmaker bisa menjual filmnya. Pada hari kedua, Ashley memutarkan film Sriracha, film dari Amerika yang pernah ia garap marketingnya. Setelah memutarkan film yang bercerita tentang saus sambal tersebut, Ashley kemudian mulai membahas apa saja strategi marketing yang dilakukan pada filmnya. Selain ini tidak dihadiri oleh mahasiswa UMM, acara ini juga menarik komunitas-komunitas film di Malang seperti Societo UB, ACE UM, Cinedex dan lain sebagainya. (Humas UMM)
UMM Datangkan Dua Profesor Asal FilipinaUlas Cara Belajar Abad 21

Nampaknya, pendidikan menjadi salah satu faktor utama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk meningkatkan kualitas mahasiswa magisternya. Oleh karena itu, UMM mengadakan kuliah tamu bagi mahasiswa magister antara lain magister pendidikan bahasa inggris, magister pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, magister kebijakan dan pengembangan pendidikan, dan magister pendidikan matematika dengan mendatangkan dua profesor asal Filipina yaitu Prof. Dr. Henry Gabriel Magat dan Prof. Dr. Virgilio Umangay Manzano. Acara yang dilaksanakan (24/2) di Aula GKB 4 ini mengusung tema A Place-based Curriculum Design for A Holistic Education in ASEAN Educational Institutions. Secara khusus kedua pembicara yang hadir membahas kurikulum secara terperinci,termasuk strategi dalam pengembangan kurikulum yang baik. Manzano menyampaikan, dalam ranah pendidikan setiap orang bisa menjadi guru karena di setiap profesi masing-masing individu mempunyai kesempatan untuk mengajar orang lain. Khusus untuk guru, kesempatan untuk membentuk lingkungan belajarlebih luas. Mereka jugamemiliki keluluasaan untukmendorong kreativitas siswa melalui beberapa cara. Pertama, modelling (pemberian suri taulandan). Dalam konteks ini, guru bisa menjelaskan bagaimana cara menciptakan ide-ide. Kedua, mengkomunikasikan harapan, guru memberitahu siswa bahwa ide kreatif perlu diutarakan. Ketiga yaitu reinforcement (penguatan). “Siswa sering patah semangat bukan karena merasa sulit di pembelajaran melainkan kurang diberi motivasi dan diberi penghargaan. Penghargaan tidak hanyaperludiberikan kepada siswa yang sukses,tetapi juga kepada siswa yang gagal dalam belajar,”ujar Prof. Dr. Henry Gabriel Magat. Selain itu, dalam mencapai strategi yang menyeluruh di dalam kelas, peran guru untukmemvariasikan strategi sangat diperlukan.Menurut Magat, guru yang hebat adalah guru yang multi strategi dan multi metode. “Dengan demikian, guru bisa memahami berbagai karateristik siswa karena cara belajar siswa dalam satu kelas pasti berbeda satu sama lain,” jelasnya. Dalam kegiatan ini, juga dipaparkan pendekatan dalam pembelajaran dan praktik pembelajaran abad 21.Terdapat tiga pendekatan yang dapat digunakan, yakni pembelajaran berbasis masalah, penelitian/pengamatan, dan proyek/tugas. Magat juga menjelaskan sepuluhpraktik yang sebaiknya dilakukan guruuntuk mendukung pembelajaran abad 21 ini yaituketerampilan komunikasi, pelibatan siswa dalam pembelajaran, penggunaan humor, bertindak, pemberian perintah yang benar, pemberian ruang belajar individual, pemberian positif feedback, pelibatan siswa dalam pengambilan keputusan, pemanfaatan pembelajaran kooperatif, dan mencintai pelajaran.Dengan adanya praktik tersebut, siswa dituntut untuk memiliki pola pikir yang sangat kritis agar dapat memecahkan masalah yang ia hadapi. “Untuk membelajarkan siswa agar memiliki pikiran yang kritis, juga dilibatkan pola pikir mulai dari tingkat sederhana (mengetahui) sampai tingkat sulit (evaluasi),” tukas Magat. (wrd/sil)
Rangkaian Yudisium Dikemas Istimewa, FPP Jamin Kemandirian Lulusannya

Layaknya prosesi pelepasan wisudawan di setiap fakultas, Jumat (23/2) Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) menggelar Yudisium Sarjana untuk wisudawan dan wisudawati FPP periode I tahun 2018. Istimewanya, jika biasanya yudisium fakultas yang notabene merupakan prosesi seremonial pelepasan sarjana hanya dihadiri oleh jajaran dekanat, program studi (prodi) dan calon sarjana kali ini yudisium FPP juga mengundang para orang tua wali mahasiswa. Ketua pelaksana yudisium FPP periode I tahun 2018, Ary Bakhtiar, memaparkan bahwa pada yudisium kali ini FPP tidak hanya merubah konsep pada hari H yudisium, namun juga menambahkan rangkaian kegiatan pada pra yudisium tersebut. “Kami membuat dua sesi kegiatan, pada tanggal 12 yakni sesi foto bersama jajaran dekanat dan dosen FPP beserta sarjan, dilanjutkan dengan pelatihan soft skill. Setelah itu pada tanggal 23 prosesi yudisium yang juga dihadiri oleh orang tua mahasiswa,” papar Ary. Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM, David Hermawan, menjelaskan bahwa alasan dirubahnya konsep yudisium tersebut tidak lain adalah untuk menjaga hubungan baik dengan orang tua dan alumni FPP. “Selain merupakan momen terakhir di fakultas bagi para calon sarjana, kami juga ingin membangun hubungan yang baik dengan para orang tua wali mahasiswa yang juga merupakan stakeholder dari fakultas dan universitas,” jelas David. Selain itu, dalam sambutannya David juga menambahkan bahwa untuk mendukung program UMM Pasti yang dicanangkan Rektor UMM, Fauzan, pada pertengahhan 2017 silam, FPP juga mengadakan pelatihan soft skill untuk para calon sarjana agar mendapatkan bekal mental yang cukup untuk menghadapi dunia kerja nantinya. “Para orang tua wali tidak perlu khawatir, karena dengan adanya program UMM Pasti lulusan dari FPP UMM dijamin pasti mandiri,” terangnya. (iel/sil)
Dikemas Menarik, Wisuda ESP UMM Anugerahkan “The Best Captain”

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Wisuda English for Spesific Purpose (ESP) Graduation di Hall Dome UMM, Minggu (25/2). Acara ini menjadi tanda berakhirnya program Language Center UMM tersebut bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pembelajaran selama dua semester. Pada gelaran ini, diwisuda 5.780 mahasiswa FAI angkatan 2015 dan mahasiswa non FAI angkatan 2016. “Program ESP ini bertujuan untuk memberikan bekal ketrampilan bahasa inggris kepada mahasiswa untuk menghadapi era globalisasi bahasa pada zaman sekarang,” ujar Wakil Rektor I Syamsul Arifin. Wisuda kali ini dibagi menjadi dua sift, shift I dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 09.00 WIB sedangkan untuk shift II dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berakhir pada 16.00 WIB. “Ini guna memperlancar wisuda ESP hari ini,” kata Wakil Ketua Pelaksana Wisuda ESP tahun 2018 Alfianti Urfah Kalilah. Melakukan beberapa pembaharuan, ada hal yang berubah pada Wisuda ESP kali ini seperti waktu yang digunakan hanya dua jam per kloter. “Dan kami lebih melibatkan mahasiswa, seperti pada tahun ini ada pemenang the best captain, yaitu bagi ketua tingkat yang aktif maka akan kami apresiasi,”tambah Alfianti. Di sisi lain, Mahasiswa Program Studi Kedokteran Raden Mochammad Kelvin yang menjadi The First Winner of Esp dengan hasil akhir taep 426 menyampaikan bahwa ESP menjadi programbelajar yang menyenangkan untuk belajar Bahasa Inggris. Bmahasiswa UMM baik yang belum bisa, ESP merupakan tempat untuk lebih mengenal dan memperdalam Bahasa Inggris. Sedangkan bagi yang sudah bisa, ESP merupakan wadah untuk me-review kembali dan lebih memperdalam Bahasa Inggris. “ESP itu menyenangkan dan tidak membuat mahasiswa bosan, karena lecturernya friendly, jadi materinya cepat kami fahami” pungkas mahasiswa yang akrab dipanggil Kevin tersebut. Program English for Spesific Purpose (ESP) adalah Program Bahasa Inggris yang dikhususkan untuk masing-masing bidang ilmu di semua jurusan dan fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang. Program ini setara D1 dan ditujukan kepada seluruh mahasiswa baru semester I sampai semester II dengan tujuan untuk membekali mahasiswa dengan bahasa Inggris sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. (mif/sil)
UMM Bekali Dosen Ketrampilan Khusus Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa

Pertumbuhan jumlah rasio kewirausahaan secara nasional menjadi konsentrasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk membangun iklim kewirausahaan bagi mahasiswa. Berangkat dari hal tersebut, pada hari ini digelar Training for Trainer Dosen Karir dan Kewirausahaan UMM di Hall Rusunawa UMM, Senin (26/02). Rektor UMM Fauzan menyampaikan, membangun jiwa kewirausahaan merupakan sejarah baru bagi UMM untuk menghadapi era millenial. Karenanya Fauzan berpesan kepada 149 peserta yang merupakan dosen perwakilan dari seluruh program studi agar mengintergrasikan perkembangan isu-isu terbaru dalam kegiatan belajar mengajar. “Perubahan mindset dalam mengajar harus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hasil belajar mahasiswa,” tandasnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang I Syamsul Arifin menyampaikan bahwa, UMM saat ini berada di posisi yang ideal untuk mengembangkan model pembelajaran yang futuristik sebagai upaya pembentukan profil lulusan yang berkualitas dan salah satunya dapat dilakukan dengan pembentukan jiwa kewirausahaan. “Saat ini, perkembangan UMM menuntut kita untuk membentuk profil lulusan yang berkualitas,” jelas Syamsul. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang II Nazaruddin Malik menyampaikan bahwa pengajaran kewirausahaan yang paling sulit adalah menumbuhkan kepekaan pada potensi usaha yang dapat dibangun. “Mengajar kewirausahaan itu yang paling sulit membangun jiwa kewirausahaannya sendiri,” tegas Nazaruddin. Untuk mengasah hal ini, Nazarrudin menyampaikan bahwa UMM terus berupaya untuk membangun lingkungan sosial yang dapat membentuk semangat kewirausahaan bagi semua civitas akademika. “UMM saat ini berusaha membangun lingkungan sosial yang memberikan ruang berekspresi bagi seluruh elemen universitas,” jelas Nazzarudin. Menambahkan Nazaruddin, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Malang Agus Endra menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang entrepreuner dibutuhkan keuletan dan ketelatenan. Kedua hal tersebut sudah menjadi hal yang wajib dimiliki seorang wirausahawan. “Entrepreneur itu cuma butuh dua hal, ulet dan telaten,” jelas Agus. Khusus bagi mahasiswa menurut Agus, bidang usaha yang paling tepat adalah yang berhubungan dengan teknologi karena memiliki peluang yang besar untuk berkembang. “Kewirausahaan yang berhubungan dengan teknologi akan menjadi usaha yang berkelanjutan,”tandas Agus. Dalam gelaran ini, seluruh dosen yang hadir di bekali beberapa materi diantaranya perkembangan bentuk kewirausahaan di era digital, Focus Group Discussion_ (FGD) untuk merancang Bussines Plan, Self Management: Self Assessment, serta Business Capital Access. Usai training dilaksanakan, nantinya akan dibuka Kelas Khusus Karir dan Kewirausahaan bagi mahasiswa semester akhir yang ditempuh dan diselesaikan dalam beberapa pertemuan. Harapannya, semua lulusan UMM siap menjadi wirausahawan.
Dialog Keluarga Kebangsaan: Orang Tua Masa Kini Wajib Update Perkembangan Sosial

Maraknya kasus kekerasan dan degradasi moral khususnya yang melibatkan anak-anak menjadi perhatian khusus beberapa pihak. Salah satunya ialah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga yang secara khusus berkosentrasi pada edukasi keluarga, termasuk tentang kiat mendidik anak sejak janin hingga dewasa. Seperti yang kita ketahui, dewasa ini orang tua dihadapkan dengan berbagai macam pilihan pola asuh anak. Mereka juga dibingungkan dengan tingkah anak yang sangat cepat berubah. Puncaknya, banyak orang tua yang lebih mempercayakan pengembangan karakter anak ke instansi pendidikan. Fenomen tersebut dikritisi oleh Penasehat Dharma Wanita Kemendikbud Suryan Widati Muhadjir Effendy. Ia menyayangkan kepada keluarga yang menyerahkan sepenuhnya bimbingan pendidikan anak kepada instansi pendidikan. “Jika sejak awal kita sudah mengasumsikan bahwa pendidikan itu adalah sekolah maka itu salah,” jelas Suryan Widati pada gelaran Dialog Ketahanan Bangsa Berangkat dari Ketahanan Keluarga pada Sabtu (24/02) bertempat di Ruang Sidang Senat (RSS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada kesempatan yang sama, hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto yang menyampaikan bahwasanya seorang ibu adalah tiang utama keluarga. “Ibu adalah tiang penegak sebuah keluarga,” jelasnya. Sebagai seorang perempuan dan ibu, Nanny menegaskan, wanita harus menjadi kuat untuk bisa mendidik putra-putri yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Selain itu, orang tua khususnya ibu, juga harus berani mengikuti perkembangan zaman. Dengan demikian, pola asuh yang tepat dapat diterapkan dan tidak akan ada perlawanan dari anak. “Orang tua jaman sekarang itu harus dan wajib update dengan perkembangan di lingkungan sosial,” tandasnya.
UMM dan BCA Gelar Kuliah Tamu Digitalisasi Dunia Perbankan

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar perhelatan Wisuda ke-87 Periode 1 tahun 2018 hari ini, Sabtu (24/02). Sejalan dengan semangat UMM Student Today, Leaders Tomorrow hadir Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Pada kesempatan kali ini, Hadi memberikan orasi ilmiah tentang ‘Membangun Kemampuan Deterrence yang Sesungguhnya’. Pria asli Malang tersebut mengungkapkan, bahwa keterlibatan setiap warga negara khususnya akademisi, merupakan elemen penting dalam membangun sumber daya manusia yang berintelektual tinggi serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. “Salah satu pihak yang berperan dalam perkembangan industri pertahanan dalam negeri adalah saudara semua, para wisudawan dan segenap akademisi UMM,” tandasnya. Lebih dalam Hadi menjelaskan, pentingnya seluruh komponen menyelaraskan langkah agar tidak ketinggalan teknologi, salah satunya dengan menggencarkan aktifitas penelitian dan pengembangan. Untuk menunjang hal tersebut, agar lebih optimal dibutuhkan sinergitas antara TNI dengan seluruh unsur Penelitian dan Pengembangan (Litbang) lain seperti perguruan tinggi dan sekolah-sekolah. Melanjutkan paparannya, Hadi mengingatkan kepada para akademisi dan wisudawan UMM bahwa saat ini kita telah memasuki era revolusi industri ke-4. Era ini telah merubah tata kehidupan manusia dalam berinteraksi dan berkomunikasi, memberikan manfaat yang luar biasa, namun juga sering menimbulkan kerawanan yang perlu terus diwaspadai oleh seluruh elemen karena teknologi menjadi serba canggih. Meski demikian Hadi percaya bahwa para akademisi termasuk mahasiswa mampu untuk turut mengambil peran dalam mengakselerasi kemajuan industri pertahanan Indonesia. “Besar harapan saya bahwa wisudawan UMM dapat berkontribusi pada usaha-usaha pertahanan negara khususnya dalam membangun kemampuan deterrence yang sesungguhnya,” tutup Hadi. Dalam setahun, UMM melakukan wisuda sebanyak empat kali. Wisuda kali ini diikuti sebanyak 1.121 lulusan yang terdiri dari 26 lulusan Diploma 3; 1.015 lulusan Sarjana Strata I; 73 lulusan Sarjana Strata 2; 7 lulusan Doktor Strata 3 dan 3 lulusan Program Profesi. (Humas UMM)