UMM dan BCA Gelar Kuliah Tamu Digitalisasi Dunia Perbankan

MENGHADAPI era digital, menjadi penting memberikan pemahaman terhadap mahasiswa terkait digitalisasi dalam dunia bisnis, mengingat peran mahasiswa adalah agent of change. Hal ini yang kemudian mendasari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Bank Central Asia (BCA) menggelar kuliah umum bertajuk ‘Digitalisasi Perbankan Di Era Transformasi Digital’, Kamis (22/02). Sebanyak 450 mahasiswa program studi Keuangan dan Perbankan memadati Hall Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Lantai 9. Selain kuliah tamu, gelaran itu juga merupakan momentum penandatangan nota kesepahaman (MoU) serta peresmian Hall GKB 4 yang terletak di lantai 9 ini. Rektor UMM, Fauzan dalam sambutannya mengungkap bahwa efek yang muncul di era digital sudah mendarah daging dan tidak bisa dibendung. Pun demikian dalam bidang bisnis. Adanya ojek online dan taksi online, merupakan salah satu contoh nyata imbas digitalisasi yang serba memudahkan. “Pesan makanan pun bisa dari ojek online. Sebab itu kuliah tamu ini penting untuk mahasiswa,” ujar Fauzan. Mengisi rangkaian acara selanjutnya, Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono menyampaikan materi terkait Digitalisasi dalam Perbankan. Dalam paparannya, Armand menjabarkan sepak terjang perusahaan perbankan dalam menghadapi era digital dimulai sejak tahun 2000an. Mulai tahun tersebut, banyak perubahan yang terjadi begitu cepat. “Mau tidak mau memang semuanya sudah serba digital dan kita tidak boleh ketinggalan,” tutur Armand. Diakhir paparan, Armand berpesan kepada para mahasiswa bahwa dalam menghadapi berbagai perkembangan zaman kecerdasan, kegigihan, keberanian dan merupakan hal utama yang harus dimiliki untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. “Utamanya anak muda itu harus gigih, karena masa depan ada tangan di kalian,” tandas Armand memotivasi peserta. Berlangsung meriah, gelaran ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang II UMM Nazarudin Malik, serta jajaran dekanat UMM. Selepas kuliah tamu, diakhir acara dilakukan pengundian doorprize untuk peserta berupa dua buah sepeda motor, tiga buah sepeda gunung, serta hadiah hiburan lain. Di akhir acara, mahasiswa mendapat kesempatan mengunjungi stand BCA yang menawarkan pembukaan rekening dengan saldo awal yang lebih terjangkau. (nim/sil)

UMM dan Ankara University Siap Laksanakan Program Excange Mahasiswa Magister dan Profesor

Mengawal rekognisi internasional yang sedang digalakkan, Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki misi membangun jaringan kerjasama dengan berbagai pihak di luar negeri. Untuk itulah, 11 orang yang terdiri dari Kepala Program Studi (Kaprodi) dan Pimpinan Program Pascasarjana UMM mencoba menjajaki Turki. Gayung bersambut, kunjungan UMM mendapat sambutan baik dari Ankara University yang merupakan peraih The Best Three University di Turki. “Prestasi inilah salah satu alasan kami mendatangi Universitas Ankara,” kata Wakil Dekan III Program Pasca Sarjana UMM, Wahyudi Winarjo, M.Si. Uniknya pada kunjungan ini ternyata ditemukan bahwa 9 prodi di Ankara University dan 10 prodi di UMM relatif sama. “Rencananya bulan depan akan ada penandatanganan kerjasama antar pimpinan universitas atau pimpinan pascasarjana,” ujar Wahyudi. Sementara ini ada tiga skema yang menjadi wacana kerjasama keduanya. Pertama di  Ankara University ada Program Studi ASEAN. Terkait Prodi tersebut, Ankara University mencari institusi atau lembaga di Indonesia yang mau memberikan pelajaran Bahasa Indonesia. Kemudian yang kedua, Ankara University ini merupakan salah satu anggota Erasmus+. Mereka pun menyatakan siap, menerima mahasiswa UMM untuk belajar disana. Dan yang ketiga adalah mengenai program student exchange yang biasa mereka sebut dengan incoming student. Ankara University siap menerima mahasiswa pascasarja hingga profesor dari UMM untuk belajar secara gratis. Sebaliknya, mereka juga meminta UMM untuk menerima mahasiswa pascasarjananya. “Ini akan segera kami laksanakan untuk teman-teman mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut,”pungkas Wahyudi. (mif/sil)

Selaraskan Langkah, UMM Perkuat Sinergi HUMAS Fakultas dan Prodi

Sinergi antar civitas akademika merupakan hal yang penting untuk membangun lingkungan akademik yang baik di sebuah perguruan tinggi, tak terkecuali di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Berlatar belakang hal tersebut, Humas UMM, Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT-PMB) serta Lembaga Informasi dan Komunikasi (Infokom) UMM berupaya mempererat sinergi antar Humas di setiap fakultas dan program studi dalam Workshop Sinergitas Branding untuk Fakultas, Prodi & Universitas yang digelar pada Selasa (20/2) di Ruang Sidang Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV. Wakil Rektor II UMM, Nazarudin Malik menyambut baik digelarnya workshop ini. Dalam sambutannya, Nazar menegaskan bahwa setiap konten branding yang dibangun oleh  Humas program studi, fakultas maupun universitas harus mempunyai sinergi antar satu dengan yang lain serta memuat budaya islami. “Namun disamping itu semua, branding yang dibangun juga harus berbanding lurus dengan perkembangan kualitas sumber daya manusia yang ada, agar tidak terjadi ketimpangan antara kedua hal tersebut,” jelas Nazarudin. Kepala HUMAS UMM, Joko Susilo, memaparkan dalam gelaran workshop kali ini, HUMAS dari setiap fakultas dan program studi juga akan dibekali teknik pengelolaan website. Hal ini dimaksudkan agar para HUMAS fakultas dan program studi lebih aktif dan kreatif dalam mengelola website dari masing-masing fakultas dan program studi. “Selain untuk mengcover informasi yang tidak bisa dimuat di website universitas, hal ini dilakukan karena menurut survey yang dilakukan Humas, lebih dari 40 persen orang mencari informasi terkait UMM melalui website,” ungkap Joko dalam pengantarnya pada workshop tersebut. Pada workshop kali ini jga disampaikan materi tentang dasar pengelolaan website oleh Kepala Lembaga Infokom, Suyatno, serta materi dari Kepala UPT PMB Saiman dalam menyajikan informasi, khususnya terkait mahasiswa baru (iel/sil)

KKN UMM Ajak Masyarakat Branding Potensi Daerah

Menandai semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dituntut untuk terjun langsung di tengah masyarakat. Selain untuk mengidentifikasi masalah, mahasiswa juga diharapkan dapat menciptakan solusi. Hal ini dilakukan salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan Januari-Februari 2018. Membawa misi menciptakan pengabdian masyarakat dengan orientasi pengembangan potensi wilayah, KKN Kelompok 3 di Desa Wagir Kidul Kabupaten Ponorogo telah merubah wajah hutan pinus di area tersebut menjadi destinasi wisata kekinian. Bukan hanya itu, proyek ini juga mengusung misi untuk mengajak masyarakat sekitar berperan aktif dalam menjaga lingkungan, terutama area hutan. “Jadi langkah awal kita mengajak masyarakat sekitar, utamanya karang taruna untuk sadar lingkungan dan potensi wisata,” ungkap Koordinator Desa KKN Kelompok 3, Rizqi Muhammad Aziz. Lokasi wisata yang diberi nama Bukit Pelangi ini ditinjau langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bidang Ekonomi dan Keuangan Ponorogo Ribut Riyanto. Pria ini mengacungi jempol untuk kerja cerdas yang dilakukan oleh kelompok 3. “Kita menghadirkan adik-adik KKN UMM ini untuk membantu membranding atau bahkan menciptakan wana wisata baru di kawasan Ponorogo,” jelas Ribut. Selain Kelompok 3, ada juga Kelompok 17 KKN UMM berfokus pada bidang pertanian. Mereka melakukan edukasi kepada petani kopi di Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Menurut Koordinator Desa Achmad Jawahir Januarestu, edukasi yang dilakukan oleh Kelompok 17 berfokus pada pengolahan hasil produksi kopi. “Kelompok kita, berfokus pada proses pengelolahan kopi hasil petani untuk di produksi sendiri,” urainya. Tidak hanya mengembangkan potensi desa, KKN UMM juga melakukan usaha dalam mensejahterakan sumber daya manusia pada aspek kesehatan. Kelompok 11 Desa Bambang Kecamatan Wajak Kabupaten Malang menggandeng Batalyon Kesehatan 2 Komando Strategis dan Cadangan TNI Angkatan Darat (Yonkes 2 Kostrad) dalam kegiatan edukasi pentingnya kembali memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kelompok ini juga mengadakan Home Visit untuk memastikan bahwa setiap anggota keluarga di desa tersebut sudah dapat mengakses pusat layanan kesehatan. Bekerjasama dengan sebuah perusahaan farmasi, mereka juga membagikan vitamin dan obat-obatan secara gratis. “Kimia Farma yang suplai vitamin dan obat-obatannya,” pungkas Koordinator Desa Kelompok 11 Mohammad Afif Dzikra Ramadhan. (nis/ sil)

Tapak Suci UMM Sabet Juara Umum Pencak Silat Paku Bumi Open IV Nasional Asia Eropa

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) keluar sebagai Juara Umum dalam kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open IV Nasional Asia Eropa. Pada kejuaraan yang berlangsung di Gor Padjajaran dan Gor Tri Lomba Juang Bandung ini, Tapak Suci UMM berhasil mengumpulkan 14 medali. Tapak Suci UMM menerjunkan satu kontingen sebanyak 14 peserta untuk berjuang dalam kategori dewasa. Ketua bidang Organisasi dan Kesejahteraan Tapak Suci, Wahid menyebut bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari latihan yang fokus pada latihan pada fisik dan teknik. “Teknik seperti pola menyerang dan bertahan, timing, juga power sangat penting,” ujar Wahid. Tidak hanya itu, Wahid juga menjelaskan bahwa sebelum kejuaraan tersebut dilaksanakan, tim ini rutin melaksanakan latihan, yakni enam hari dalam seminggu. Ketekunan dan kerja keras tersebut akhirnya berbuah manis. Seluruh peserta dapat kembali ke Malang dengan senyum mengembang. Bagaimana tidak, masing-masing dari mereka berhasil memperoleh medali diantaranya 10 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu. Nauval Hilmy, ketua bidang Bina Prestasi Tapak Suci menyampaikan, mengikuti perlombaan diluar daerah dan jauh dari kampus memberikan suntikan semangat tersendiri bagi tim Tapak Suci UMM. Merasakan perjuangan suka dan duka bersama, tim menjadi lebih solid. “Kita optimis untuk merebut juara dikota orang,” ungkap Nauval. Bersinar di pertandingan nasional pertamanya, kontingen UMM berhasil menarik perhatian juri. Dengan jumlah peserta yang sedikit, tim Tapak Suci UMM meraih jumlah emas yang sama banyaknya dari kontingen lain yang pesertanya lebih banyak. “Makanya kita yang mendapat juara umum pertama,” pungkas Nauval yang juga mahasiswa prodi Ekonomi Syariah tersebut. (nim/sil)

Bekali Dosen Karyawan Skill Tambahan, LK UMM Gelar ToT Membatik

Untuk menambah skill Sumber Daya Manusia (SDM) warga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam membatik, Lembaga Kebudayaan (LK) mengadakan acara pelatihan membatik untuk dosen dan karyawan UMM yang diselenggarakan selama dua hari (13-14/2) di basement dome UMM. Pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali peserta agar mempunyai skill yang lebih selain menjadi dosen dan mengajar. Hal ini disampaikan oleh Dr.Daroe Iswatiningsih, M.Si selaku kepala LK UMM saat membuka acara. “Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi dibidang membatik, supaya warga UMM juga memiliki kemampuan membatik yang tidak kalah dengan masyarakat yang lain,”ujarnya. Tidak hanya sekedar pelatihan, semua peserta  nantinya akan mendapatkan sertifikat ToT (Training of Trainer) yang dikeluarkan oleh Lembaga Kebudayaan UMM. Harapannya, dengan menjadi trainer membatik, para peserta dapat menjadi tutor saat diperlukan. “Misalnya ketika ada tamu, sehingga bapak /ibu disini sudah memiliki kualifikasi sebagai trainer membatik,” tutur Daroe lebih lanjut. Selanjutnya, Daroe menyampaikan beberapa inti diselenggarakannya pelatihan ini adalah untuk mengembangkan nilai edukasi, rekreasi dan ekonomi. Menghadirkan trainer dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMM yang juga lulusan Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya, Belinda Dwi Regina acara berlangsung menyenangkan. Sebelum memulai praktek membatik, dosen  cantik tersebut menyampaikan beberapa materi pengantar. Sementara itu  dosen Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi Bisnis UMM, Erna Retna Rahadjeng antusias  mengikuti acara tersebut. Ia bahkan mengaku, kelak ingin membuka usaha batik. “Senang sekali. Harapan saya semuanya bisa membatik sehingga nantinya bisa menjadi wirausaha yang baik,” pungkas Erna. (war/sil)

Aplikasikan Program UMM Pasti, FPP UMM Gelar Pelatihan Softskill bagi Calon Wisudawan

Program UMM Pasti yang dicanangkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan, pada pertengahan 2017 silam mulai direspon oleh seluruh civitas akademika UMM. Contohnya pada tingkat fakultas yakni Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) UMM. Program yang memiliki tiga tujuan yakni, mahasiswa pasti lulus 4 tahun, mahasiswa pasti bekerja setelah lulus dan mahasiswa pasti mandiri tersebut diaplikasikan dalam prosesi yudisium di fakultas yang memiliki enam program studi ini. Tepatnya pada rangkaian Yudisium FPP UMM Periode I tahun 2018, pihak fakultas menambahkan satu rangkaian kegiatan yakni Pelatihan Soft Skill dalam Menghadapi Dunia Kerja yang digelar pada Senin (12/2) di Aula BAU UMM. Dekan FPP UMM, David Hermawan mengungkapkan bahwa tidak mudah untuk merealisasikan program UMM Pasti ini. Ia menambahkan, ada beberapa unsur dari fakultas yang juga harus ikut mendukung program ini yakni kurikulum, dosen dan infrasturktur. “Adanya pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan program bagian terakhir, yakni mahasiswa pasti mandiri setelah lulus,”jelas David. Pemateri pelatihan, Kepala Bagian Kepegawaian Biro Hukum dan Kepegawaian UMM Zakarija Achmat menyampaikan bahwa dalam dunia kerja para calon wisudawan harus bisa melihat sesuatu hal dengan berbagai sudut pandang “Karena biasanya, bukan kita yang tidak bisa menyelesaikan masalah, tetapi kita yang salah memilih sudut pandang dalam menyelesaikan masalah,” ungkap pemateri yang juga salah satu dosen Fakultas Psikologi UMM ini. Salah satu wisudawan FPP UMM Periode I tahun 2018, Esta Juliana, mengaku cukup antusias dengan pelatihan softskill pra yudisium dan wisuda. Ia juga merasa pelatihan soft skill seperti ini sangat penting bagi para calon wisudawan yang akan segera menghadapi dunia kerja. “Pelatihan soft skill semacam ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami sangat senang sebelum kami lulus fakultas memberikan fasilitas seperti ini kepada kami,” ujar calon wisudawan program studi Ilmu dan Teknologi Pangan UMM tersebut. Pada akhir prosesi yudisium FPP UMM yang akan digelar pada 23 Februari nanti, juga akan diadakan gelar prestasi dari para wisudawan. Prestasi yang ditampilkan termasuk prestasi akademik dan non akademik dari 121 orang calon wisudawan yang akan disaksikan langsung oleh para orang tua wali calon wisudawan. (iel/sil)

Perkuat Rekognisi Internasional, UMM Kirim 11 Dosen dan Staff Peraih Beasiswa ERASMUS+ ke Eropa

Sebagai upaya memperkuat rekognisi internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengirimkan mahasiswa, dosen serta staf untuk belajar dan merasakan suasana internasional. Hal tersebut dilakukan dengan menjalin beberapa kerjasama, salah satunya melalui program Erasmus Mundus yang menjadi Erasmus +, sejak tahun 2007 hingga kini. Melalui program beasiswa Erasmus+, tahun ini UMM mengirim 11 mahasiswa, dosen serta staf ke beberapa perguruan tinggi di Eropa untuk mengikuti program pertukaran selama satu semester. Mereka diberangkatkan secara bersama-sama pada Minggu, (11/2). Sebelum keberangkatan, Rektor UMM Fauzan berpesan agar para penerima beasiswa Erasmus+ UMM dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan bertanggung jawab, serta senantiasa merasa bangga karena tidak banyak yang bisa mendapatkan beasiswa bergengsi ini. “Harus bertanggung jawab disana, karena ini sebagai representasi dari UMM dan juga Indonesia,” tutur Fauzan saat memberikan pembekalan pada para penerima beasiswa Erasmus+. Senada dengan hal tersebut, Asisten Khusus Rektor Bidang Kerjasama UMM, Suparto menjelaskan bahwa keberangkatan para Awardees Erasmus+ UMM membawa misi Pengembangan International Exposure. UMM ingin mahasiswa, dosen dan stafnya mendapatkan pengalaman internasional, bagaimana cara hidup, bekerja dan berinteraksi langsung orang asing. “Ini penting karena orang yang berbeda jauh tempat tinggal akan punya karakteristik, sifat dan perilaku yang sangat beda,” tandas dosen program studi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut. Lebih dalam disebut Suparto, program Erasmus + dapat memberikan manfaat yang luar biasa untuk para penerimanya. Selain memperoleh pengalaman internasional, mereka juga dapat mengembangkan kemampuan dan kemandirian hidup di negeri orang. “Dengan punya pengalaman itu harapannya civitas akademik UMM terbiasa dengan berbagai perbedaan internasional,” ujar Suparto. Tata Budhi Prasetyo, salah satu mahasiswa UMM penerima beasiswa Erasmus+ mengaku siap dengan tantangan yang akan dihadapi di Polandia.  Baginya program ini adalah kesempatan emas untuk belajar sembari berpetualang. Bahkan, mahasiswa Program Studi Manajemen ini sudah merancang rencana perjalanan yang akan dilakukan sebelum masuk perkuliahan dan saat liburan. “Saya suka alam, jadi memanfaatkan kesempatan ini untuk ke Pegunungan Tatra. InsyaAllah kalau memungkinkan akan kesana, juga ke beberapa negara tetangga,” tutur Tata. Sementara itu, menindaklanjuti kerjasama program Erasmus+ khususnya antara UMM dengan University of Opole Polandia, Michal Wanke selaku Coordinator Office for International Study Programmes dan Magdalena Hlawacz selaku  Associate Professor Erasmus+ Departamental Coordinator University of Opole mengunjungi UMM. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu lebih dalam tentang UMM sebelum kedua perguruan tinggi ini melakukan pertukaran mahasiswa, dosen, dan karyawan. Dalam kunjungannnya, Michal dan Magdalena berkesempatan menyambangi American Corner (Amcor) UMM, Kantor Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) UMM, dan beberapa kantor program studi. Michal mengaku University of Opole Polandia tidak memerlukan waktu lama untuk menerima tawaran kerjasama dengan UMM. Hal itu lantaran UMM telah memiliki kredibilitas yang baik utamanya dalam hal kerjasama. “Kami melihat UMM sangat aktif dalam kerjasama internasional dan memiliki banyak koneksi,” tukas Michal. Michal menambahkan dalam waktu dekat program Erasmus+ akan secepat mungkin dijalankan pada tahun ini. “Kami berharap dapat menjalankan program pertukaran pada semester depan,” tuturnya. Nantinya, pertukaran dosen dan karyawan dikedua perguruan tinggi ini akan menyesuaikan kebutuhan masing-masing universitas. University of Opole sendiri mempunyai kelas internasional untuk mahasiswa, dosen, maupun karyawan UMM ditempatkan disana. Selama sepekan di UMM, Magdalena Hlawacz selaku kordinator Program Erasmus+ mengaku senang berada di UMM karena baginya UMM adalah perguruan tinggi yang menarik. “Saya suka karena ada BIPA disini. Saya yakin bahwa UMM mampu menjalankan program internasional dengan baik,” pungkas Magdalena. Kedepan, tidak hanya program beasiswa Erasmus+ UMM juga mengembangkan kerjasama dibidang lain seperti join research, summer course, dan credit transfer dengan University of Opole. (nim/sil)

Bersiap Aplikasikan KPT, UNPAK Bogor Studi Banding ke UMM

Kerja kolaboratif Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan universitas lain semakin hari semakin erat. Tidak hanya antar lembaga universitas, namun juga hingga jajaran fakultas. Kali ini giliran Fakultas Hukum UMM yang mempererat hubungan dengan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor (UNPAK). Pada Jumat (9/2) jajaran Dekanat Fakultas Hukum UMM menerima 16 orang rombongan Dekanat dari Fakultas Hukum UNPAK yang melakukan studi banding di Ruang Sidang Semu Fakultas Hukum UMM. Salahudin Al Fadh, Humas Fakultas Hukum UMM mengungkapkan bahwa jajaran Dekanat Fakultas Hukum UMM menyambut baik kunjungan studi banding dari Fakultas Hukum UNPAK. Menanggapi tentang bahasan kurikulum dalam pertemuan tersebut, Salahudin menyampaikan tidak banyak perbedaan antara kurikulum FH UMM yang sudah menerapkan Kurikulum Perguruan Tinggi (KPT) sejak Februari 2017 dengan kurikulum FH UNPAK. Salah satu perbedaan yang sedikit menonjol adalah perihal tugas akhir. FH UNPAK hanya menerapkan skripsi sebagai tugas persyaratan kelulusan, namun di FH UMM saat ini sudah memberlakukan sistem ekuivalensi. “Sistem ini menyikapi edaran dari Wakil Rektor I, sistem ekuivalensi atau penyetaraan ini memungkinkan mahasiswa mengganti tugas skripsi contohnya dengan jurnal ilmiah terindex,” terang Salahudin. Sekertaris Penjaminan Mutu Fakultas Hukum UNPAK, Nazarudin Latif menyampaikan, bahwa tujuan studi banding ini selain silaturahmi antar anggota Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI), yakni untuk mempersiapkan pembaharuan kurikulum akademik di Fakultas Hukum UNPAK pada tahun 2018 ini menjadi KPT seperti di UMM.  “Di samping itu dalam kunjungan studi banding kali ini kami bersama Fakultas Hukum UMM juga membicarakan rencana untuk menggelar sebuah seminar internasional pada September ini,” tukasnya. Lebih jauh lagi Nazarudin menambahkan, pihaknya berharap kedepanya Fakultas Hukum UNPAK dan UMM bisa mengaplikasikan bentuk kerjasama lebih yang lebih luas. “Saya harap kedepannya UNPAK dan UMM bisa mengaplikasikan kerjasama dalam bentuk yang lebih luas dan berjangka panjang seperti pertukaran pelajar hingga seminar internasional yang UNPAK dan UMM rencanakan,” pungkasnya. (iel/sil)

Kelompok Peneliti Kewarganegaraan UNS Studi Banding ke UMM

“Kelompok Peneliti (Riset Group) “Filsafat dan Politik Kewarganegaraan” dari Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS) berkunjung ke Program Studi (Prodi) PPKn Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kunjungan tersebut membahas berbagai isu kebangsaan dan kewarganegaraan. “Membahas permaslahan karakter ke-Indonesiaan dan judul-judul penelitian yang bisa dikembangkan oleh riset group Kewarganegaraan,” kata Dr. Winarto M.Si sebagai Ketua Kelompok Peneliti (Riset Group) “Filsafat dan Politik Kewarganegaraan di GKB 1 Ruang 641. Winarto, demikian panggilan akrabnya mengaku kelompok yang dipimpinnya tertarik datang berkunjung ke UMM utamanya untuk menajamkan analisis dalam menemukan isu terkini untuk mendukung program penelitian. “Harapannya, kita bisa sama-sama menemu-tunjukkan isu-isu yang aktual, yang ujungnya penelitian kami bisa diterima,”tambah pria yang juga menjabat sebagai Kaprodi PPKn UNS tersebut. Kepala Divisi Penelitian pada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UMM Dr. Nurul Zuriah, MSi menyampaikan, kedatangan UNS untuk studi banding memberikan energi tersendiri bagi UMM. Utamanya, untuk bersama-sama saling menguatkan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa salah satunya bidang politik kewarganegaraan.  “Dengan datangnya Saudara se-Linier dari UNS ini menguatkan kami, bahwa Prodi PPKn UMM ini tidak sendiri untuk menyelesaikan permasalahan bangsa,” tandas wanita yang juga dosen PPKn tersebut. Kedepannya Nurul menyampaikan, pihaknya berharap melalui jejaring yang terbentuk akan muncul hasil yang komprehensif.“Kami berharap ada kerjasama lebih lanjut,”pungkasnya. (mif/sil)