Dirikan Program Pendidikan hingga Tulis Buku, Mahasiswa UMM Ini Jadi Duta Pendidikan Jatim

Kabar membanggakan datang dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Amira Syafana, mahasiswa PGSD yang sukses meraih penghargaan sebagai runner up 2 dalam event Putera Puteri Pendidikan Jawa Timur 2023. Adapun kompetisi ini diselenggarakan oleh Glamour Look Pageants di Kota Surabaya dan diikuti puluhan peserta. Tentu bukan hal yang mudah bagi Amira untuk menjalani berbagai proses event tersebut. Banyak sekali tahapan yang harus ia lewati untuk bisa lolos di grandfinal. Mulai dari pendaftaran pada Februari, dilanjutkan dengan tes tulis, tes wawancara dan focus group discussion, pra-karantina satu dan dua. Kemudian dialnjutkan dengan masa karantina dan puncaknya grandfinal pada 11 Juni 2023. Menariknya, ia juga merupakan seorang aktivis pendidikan yang seringkali terjun ke sekolah-sekolah dalam kategori daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Bahkan ia merintis lembaga advokasi Teacher for Charity yang memiliki tagline “Bersama Eksplorasi Sekolah Untuk Meningkatkan Mutu” (Bersatu). Lewat program itu, ia mengajar “Bermodalkan rasa keikhlasan dan semangat kepedulian akanpendidikan, saya tergerak untuk ikut andil dalam memajukan pendidikan ini terutama kepada daerah 3T. Salah satunya dengan mendirikan lembaga advokasi Teacher for Charity sejak tahun 2021 sebagai kendaraan formal saat saya terjun langsung ke sekolah-sekolah. Sekaligus menjadi pemantik bagi orang-orang untuk lebih peduli kepada pendidikan,” katanya. Menurutnya, kesetaraan pendidikan di Indonesia saat ini masih sangat kurang. Terutama pada sekolah daerah 3T dari segi model pembelajaran, media pembelajaran, desain pembelajaran, hingga sarana prasarana penunjang Pendidikan. Saat ini, Amira juga fokus membantu dalam hal terapis keluarga autis tepatnya di Omah Terapi Autis. Di sana, ia mengajar basic life seperti membersihkan toilet sikat gigi, memegang sendok, hingga motorik kasar seperti melompat dan jalan. “Kebetulan saya mendampingi anak-anak usia sekitar 3-7 tahun. Saya tidak bisa menutup mata dengan keberadaan anak-anak yang spesial. Saya sangat bahagia bisa berbagi dan mendampingi mereka,” urainya. Amira juga produktif dalam dunia kepenulisan. Ia telah menelurkan delapan buku, beberapa artikel, dna bahkan opini yang mendapat penghargaan. Misalnya saja opini berjudul Merajut Asa Pejuang Merdeka Belajar yang sukses memenangi kompetisi Nasional PENMAS. Menurutnya, karya tersebut menjadi usahanya untuk memberikan semangat bagi mahasiswa dan anak muda lain untuk berkarya. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh calon guru untuk lebih memperhatikan proses pendidikan. Pun dengan tidak pilih-pilih dalam menjalankan tugas sebagai seorang pendidik karena pendidikan merupakan garda terdepan dari sebuah bangsa. Intelektual dan moral suatu bangsa juga ditentukan oleh pendidikan yang disediakan. (Faq/Wil)

Mahasiswa UMM Menangi Kejuaraan Taekwondo Internasional

Derlin Julianto, Atlet Taekwondo Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sabet medali emas dalam kejuaraan Internasional. Tepatnya di kejuaraan Asia Invitational Taekwon-Do Championship yang dihelat di SRJK Shang Wu, Penang, Malaysia, pada 3-4 Juni 2023 lalu. Setidaknya terdapat lebih dari 850 peserta yang berasal dari sepuluh negara, antara lain Malaysia, Indonesia, Singapura, Hong Kong, Bangladesh, India, Taiwan, Sri Lanka, Thailand, dan Brunei. Dhein, sapaan akrabnya menceritakan bahwa dengan tekad yang kuat ia mampu mengalahkan lawan-lawannya. Apalagi dengan bekal latihan selama kurang lebih 5 tahun menjadi modal utama untuk mengikuti kejuaraan internasional tersebut. ”Saya sebenarnya ingin melatih dan menguji mental serta ingin mengetahui sensasi mengikuti kejuaraan taekwondo internasional. Jadi persiapannya bukan hanya satu dua bulan saja, tapi hingga bertahun-tahun agar bisa lebih matang. Kebetulan saya sudah menekuni beladiri taekwondo ini sejak 2018 lalu,” katanya. Mahasiswa Diploma-III Teknik Elektro, Vokasi UMM tersebut menyampaikan bahwa dia mendapat undangan langsung dari International Taekwon-Do Federation (ITF) Malaysia melalui ITF Indonesia untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Ia juga mengapresiasi Kampus Putih UMM yang sangat mendukungnya untuk berlaga di perhelatan dunia itu. Baik itu dari segi finansial maupun fasilitas. Mahasiswa asal Konawe Utara, Sulawesi Tenggara itu juga sempat membagikan pengalamannya selama berkarir menjadi atlet taekwondo. Semua berawal pada tahun 2018 di mana Dhein menggeluti dunia taekwondo. Ia mengaku tidak memiliki dasar apapun di dunia bela diri sehingga ia benar-benar belajar dari nol. Namun, berkat keuletan dan konsistensi selama berlatih, dia mendapatkan buah dari hasil latihan tersebut berupa memenangkan berbagai kejuaraan beladiri. Menariknya, Dhein tidak hanya mengikuti kompetisi taekwondo saja. Ia juga sering kali terjun dalam berbagai kejuaraan beladiri seperti kickboxing, baik itu di tingkat kota hingga nasional. Meski sedikit berbeda, tapi sensasi kompetisinya membuatnya bersemangat. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh atlet bela diri khususnya di UMM untuk berani mengikuti pertandingan persahabatan. Hal itu akan melatih serta meningkatkan skill serta mental dalam bertanding di gelanggang. “Semakin sering bertanding, semakin sering sparing dengan yang lain, semakin bagus pula untuk mental. Percuma teknik bagus tapi mental masih lembek. Percuma juga percaya diri tapi tekniknya kurang memadai. Keduanya harus diasah dengan seimbang,” tegasnya mengakhiri. (faq/wil)

Berkurban Wajib atau Sunnah? Ini Jawaban Dosen UMM

Terdapat beberapa perbedaan pendapat para ulama mengenai hukum pelaksanaan ibadah kurban. Ada ulama yang mengatakan bahwa berkurban adalah wajib, namun adapula yang mengatakan berkurban ini hukumnya sunnah. Melihat hal itu, Ketua Program Studi Studi Hukum Keluarga Islam (Prodi HKI) Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.HI. memberikan penjelasannya. Jika mengacu pada pendapat yang dipegang oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, maka hukumnya akan lebih mengarah pada sunnah muakkad. Maksudnya adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. “Namun, saya kira perbedaan pendapat tersebut tidak perlu diperselisihkan. Bagi yang ingin menganggap itu wajib silahkan, pun bagi yang menganggap itu sunnah silahkan diikuti,” jelasnya. Ketika seseorang memiliki kemampuan, maka setiap tahun dia memiliki syariat atau sunnah untuk melaksanakan ibadah kurban. Jadi ibadah ini tidak berlaku sekali untuk seumur hidup. Jika mampu melaksanakannya tiap tahun, maka sebaiknya ia berkurban karena hal tersebut merupakan bagian dari syari’at. Arif, sapaannya, juga memberikan beberapa anjuran bagi yang ingin melaksanakan kurban. Pertama, dianjurkan bagi orang yang berkurban untuk langsung menyembelih hewan kurban tersebut jika ia berani dan bisa. Jika tidak bisa, maka dapat diwakilkan ke mereka yang bisa menyebelih. Pemilik hewan kurban tersebut juga dianjurkan untuk menyaksikan proses penyembelihan dilakukan. Anjuran kedua yaitu tidak memotong kuku atau rambutnya sampai penyembelihan hewan kurban selesai dilaksanakan. “Namanya anjuran ya memang tidak wajib dilakukan. Namun akan lebih baik jika bsia dilakukan dan dilaksanakan,” ujar Arif. Lebih lanjut, Arif mengatakan, tidak semua hewan bisa dijadikan hewan kurban. Hewan tersebut harus masuk kategori hewan ternak. Hewan yang masuk kategori hewan ternak ialah sejenis unta, sapi, kambing, domba ataupun biri-biri. Syarat hewan kurban terdapat dari dua sisi, yaitu dari sisi fisik dan umur. Jika dari sisi fisik, hewan kurban itu harus sehat, tidak cacat dan memiliki tanduk. Adapun sehat di sini merujuk pada tidak sakit, hewan harus gemuk dan memiliki daging. Kemudian dari sisi umur, unta harus berusia minimal lima tahun, sapi berusia minimal dua tahun, serta kambing dan sejenisnya berumur minimal satu tahun. “Jika sudah mencari kemana-mana dan tidak ditemukan hewan yang memenuhi umur minimal, maka bisa menggunakan hewan jadza’ah yaitu kambing atau domba yang umurnya enam bulan hingga satu tahun,” kata Arif. Adapun Pelaksanaan kurban ini dilaksanakan pada saat Idul Adha 10 Zulhijjah hingga 13 Zulhijjah sebelum terbenamnya matahari. Tidak ada syarat tempat untuk melaksanakan kurban. Hanya saja lebih baik jika dilakukan di tempat salat atau ibadah, seperti di masjid ataupun lapangan. (dev/wil)

Dosen FK UMM: Vape juga Merusak Paru-Paru

Banyak orang beranggapan bahwa mengonsumsi vape atau rokok elektrik lebih aman ketimbang mengonsumsi rokok tradisional. Hal itu berdasar pada pemikiran bahwa tidak adanya kandungan tembakau dalam rokok elektrik. Sehingga vape menjadi aman dan tidak merusak kesehatan. Namun, hal itu dibantah oleh dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Probo Yudha Pratama Putra. Ia menjelaskan bahwa penggunaan vape juga memiliki risiko bahaya bagi penggunanya, seperti halnya rokok tradisional. “Electronic nicotine dispensing systems (ENDS) yang sering kita kenal sebagai e-cigarattes atau vape, memiliki sederet kandungan dan komposisi yang merusak tubuh kita,” tegasnya. Lebih lanjut, di dalam vape terdiri dari baterai kawat nikel, copper, hingga silver. Sementara dalma cairan atau liquidnya berisikan kandungan propylene glycole, nicotine, glycerol, tetrahydrocannabinol, acetaldehyde, formaldehyde, dan acetamide. Berbagai komposisi tersebut akna bercampur menjadi satu dan membentuk asap yang dihirup tubuh. Menurut Yudha, efek dari asap tersebut berbahaya. “Pada tahun 2019, terjadi sebuah outbreak atau wabah penyakit yang disebabkan oleh vape yakni yakni wabah e-cigarette or vaping product use-associated lung injury yang sering disebut dengan wabah EVALI. Hal ini disebabkan karena terjadinya peradangan kronis yang disebabkan kandungan dari vapor. Penggunaannya dapat meningkatkan mediator inflamasi pada tubuh, dan juga oxidative stress pada tubuh kita,” jelas dokter lulusan FK UMM itu. Tak sekedar menyakitkan, Yudha menyampaikan bahwasanya EVALI juga berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Menurut salah satu penelitian, ada 68 kematian dalam sebuah wilayah dilaporkan terjadi berkat penggunaan vape. Sejumlah ebsar pasien bahkan memerlukan ventilasi mekanis untuk membantu mereka bernafas. Bagi mereka yang sudah parah, berujung pada kematian. Terkait perbandingan rokok eletkrik dan rokok tradisional, Yudha menjelaskan bahwa vape memang memiliki tingkat kerusakan yang lebih rendah. Hal ini sudah terbukti secara ilmiah melalui penelitian ahli yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun tetap saja, jika vape digunakan secara berlebihan akan menjadi bom waktu yang dapat membahayakan tubuh kita. “Menurut saya anggapan bahwa vape lebih baik daripada rokok itu tidak tepat. Sebisa mungkin hindari vape dan rokok konvensional. Vape mungkin lebih rendah tingkat kerusakannya, namun tetap saja memberikan efek buruk pada paru-paru dan kelangsungan hidup masyarakat,” pesan Yudha mengakhiri. (Lib/Wil)

Trik Berbisnis Anak Muda ala Dosen UMM

Akhir-akhir ini, muncul banyak jutawan dan milyarder yang masih berusia muda. Baik mereka yang ada di Indonesia maupun mancanegara. Hal itu menarik perhatian Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) Novi Puji Lestari SE., M.M. Menurutnya,  pebisnis harus memiliki ketertarikan bidang wirausaha dan juga jiwa entrepreneurship. “Dalam berbisnis, kita harus tahu kapan untung dan kapan rugi. Sayangnya banyak orang yang belum paham akan hal itu,” katanya. Novi, sapaannya, mengatakan bahwa jiwa kewirausahaan sebenarnya bisa ditumbuhkan. Salah satunya melalui lingkungan yang mendukung. Meski demikian, keinginan yang kuat tak lantas menjadi syarat utama. Perlu beberapa hal lain yang menjadi pertimbangan agar seorang pebisnis pemula memiliki peluang sukses dalam usahanya. Pertama, tidak boleh gengsi atau malu dalam berbisnis. Bisnis tidak akan berjalan jika kita hanya diam saja tanpa mempromosikannya. Jika malu, bagaimana produk yang dijual bisa laku. Lalu yang kedua adalah kemauan dan kemampuan untuk belajar mengatur keuangan dengan baik. “Perlu sikap profesional dan disiplin agar uang bisnis dan uang pribadi tidak tercampur,” tegasnya. Kemudian yang ketiga adalah tidak boleh menyerah. Novi menegaskan bahwa berbisnis memang bukan perkara mudah. Banyak resiko yang dihadapi, contohnya saja seperti mendapat kerugian. Namun, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menyerah dan berhenti. Menurutnya, saat mendapat masalah, para pebisnis muda harus mengevaluasi. Kudian memperbaikinya secara bertahap. Lalu yang terakhir adalah tempat. Novi menjelaskan bahwa secara teori, tempat menentukan sukses tidaknya suatu bisnis. “Marketing mix atau bauran pemasaran ini intinya ada 4P dan harus ada jika kita ingin mendirikan usaha. Salah satunya adalah place atau tempat usaha yang strategis,” tambah Novi. Variabel pertama dalam marketing mix yaitu place (tempat). Semakin mudah dijangkau orang dan pelanggan, maka semakin besar kemungkinan untuk sukses. Meski demikian, seiring berkembangnya teknologi, tempat kini tidak lagi menjadi prioritas utama. Karena usaha yang tidak memiliki tempat strategis, dapat menjalankan promosinya melalui berbagai platfom media online dan sistem delivery. “Jadi tempat bukan lagi menjadi prioritas dalam meraih kesuksesan, namun bagaimana cara kita memanfaatkan teknologi sebagai wadah dalam berbisnis menjadi hal yang lebih penting,” tandasnya. Kemudian yang kedua ialah product (produk). Semakin berguna dan unik suatu produk maka semakin membuat calon konsumen tertarik untuk membeli. Ketiga adalah price (harga) yang biasanya menjadi tolok ukur kualitas suatu barang. Sebagian konsumen akan berpikir bahwa semakin tinggi harganya maka akan semakin bagus kualitasnya. “Lalu yang keempat ialah promotion (promosi). Era digital sangat membantu untuk menjalankan promosi, baik yang berbayar maupun yang gratis. Mau sebagus apapun tempatnya, seberkualitas apapun produknya, seterjengkau apapun harganya, tapi jika tidak dipromosikan maka orang tidak akan tahu bisnis yang kita miliki,” jelasnya. (dev/wil)

Pakar Psikolog UMM Sebut Self-Diagnosis Berbahaya

Saat dihadapkan dalam sebuah masalah, seseorang memiliki kecenderungan untuk merasa tertekan. Kemudian akan merasa stres dan depresi ketika tidak dapat menemukan jalan keluar. Hal itu dijelaskan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Putri Saraswati M.Psi. dalam UMM Talks. Podcast yang dilaksanakan pada 9 Juni 2023 lalu mendiskusikan tema terkait “Stress dan Depresi Berat, Cari Tahu Solusinya”. Putri, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ada dua tipe individu tatkala sudah menyadari bahwa dirinya sedang depresi. Pertama, orang yang menanganinya dengan cara yang positif seperti  bercerita ke orang terdekatnya atau pergi ke tangan yang profesional. Kedua, adapula mereka yang malah self-diagnosis. “Apalagi di zaman informasi yang cepat seperti sekarang membuat konten-konten psikoligi sering berseliweran. Termasuk terkait ciri-ciri orang stres. Hal itu membuat kita cenderung melakukan self-diagnosis dan itu adalah langkah yang kurang tepat,” ujarnya. Putri mengatakan bahwa self-diagnosis akan berbahaya bagi seseorang. Sebab, ketidaktahuan akan apa yang sebenarnya terjadi pada diri, membuat mereka mengikuti saran-saran dari media sosial yang bahkan keakuratannya belum jelas. Hingga akhirnya melakukan hal-hal yang tidak berkaitan bahkan berbahaya. “Pada dasarnya, setiap individu pastinya mempunyai tekanan dan setiap individu memerlukannya untuk bisa belajar untuk merespon masalah. Tinggal bagaimana ia menyikapinya, dengan cara yang baik atau tidak. Jika sebuah masalah ditanggapi dengan tidak baik, maka individu akna merasa tertekan hingga stress dan depresi,” jelas psikolog Pusat Layanan Psikologi UMM. Ia menjelaskan bahwa tidak semua orang mampu menyadari bahwa dirinya sedang depresi. Terutama mereka yang awam dan tidak paham. Beberapa ciri orang yang depresi yakni mereka seringkali murung dan tidak bersemangat. Kemudian berakibat pada kurangnya tidur dan asupan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Auranya juga cenderung negatif. Ketika mendapati teman atau keluarga yang seperti itu, Putri menyarankan orang-orang terdekat untuk menemani dan mendengarkan keluh kesahnya. Apalagi orang depresi biasanya tidak dapat berpikir secara jerniah dan cenderung berputar dalam masalah yang sedang dialami. Terakhir, ia juga berpesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan konten di media sosial. Terutama yang mengangkat tema gangguan psikologi. Sebab, hanya tenaga profesional saja yang boleh mendiagnosa apakah seseorang mengalami depresi atau tidak. “Mulai sekarang, jangan mengisi pikiran dengan informasi yang negatif karena akan berdampak buruk dari sisi psikologis dan juga fisik. Lebih banyaklah untuk menyayangi diri sendiri karena hanya diri kita sendirilah yang  akan menjalani hari yang panjang,” pungkasnya. (ri/wil)

Begini Serunya Diajar Praktisi di CoE Construction & Vehicle UMM

Demi melahirkan sumber daya manusia yang cakap di riset industri dan simulasi strukutur, Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jalankan program pusat keunggulan. Adapun Center fo Excellence (CoE) tersebut adalah CoE Construction & Vehicle (CVS) yang selaras dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) garapan Kemenreistek-Dikti. Salah satu Dosen Teknik Mesin Alvian Iqbal Hanif Nasrullah, ST. MT. menjelaskan bahwa CoE ini didirikan sebagai respon akan SDM analisis kontruksi. “Hampir seluruh industri desain dan manufaktur pasti memiliki analisis konstruksi untuk menguji kekuatan material terhadap pembebanan. Pun dengan industri otomotif yang memerlukan explicit dynamic dan multibody dynamics sebagai sertifikasi keamanan penumpang. Sehingga peluang kerja di area ini sangatlah luas,” tambahnya. CoE tersebut juga berupaya memenuhi kebutuhan industri otomotif, terutama dalam bidang analisis crashworthiness pada kendaraan. Sehingga para peserta bisa belaajr mengenai analisis statik, simulasi tabrak, dan analisis dinamik. Adapun CoE ini sudah berdiri sejak tahun lalu dan sudah bekerjasama dengan berbagai dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Mulai dari PT Industri Kereta Api (INKA), , PT Petrosea, PT Tiga Pilar Energi, INKA Multisolusi, PT Vela Prima Nusantara dan lain sebagainya. Alvian mengaku bahwa terobosan itu mendapat respon positif dari masyarakat maupun mahasiswa. sampai saat ini sudah ada tujuh kelas instensif. Di antaranya kelas dinamika kendaraan, kelaikan tabrak, Rekayasa Berbantuan Komputer, Analisa Struktur, Metode Elemen Hingga, Pneumatik Hidrolik, dan Sistem Perkeretaapian. Menariknya, para pengajarnya bukan lagi dosen, tapi lagsung dari praktisi. “Langkah ini menjadi percepatan mahasiswa untuk memperluas pengetahuan sebelum terjun ke lapangan. Setelah materi, mahasiswa dapat magang di industri mitra melalalui program Magang Studi Industri Bersama (MSIB) maupun secara mandiri,” tegas Alvian. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti kelas CVS telah mengalami peningkatan kompetensi dalam bidang analisis struktur. Hal itu berpengaruh pada tugas akhir dan penelitian skripsi para mahasiswa yang lebih cepat dan baik. Berkat banyaknya materi dan pengetahuan yang langsung diberi dair praktisi, mahasiswa juga memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri. Sehingga dapat meningkatkan daya serap lulusan di perusahaan-perusahaan. “Dengan adanya kelas unggulan CoE ini, prodi Teknik Mesin semakin memiliki warna dan keunggulan tersendiri. Sekaligus meningkatkan rekognisi Prodi Teknik Mesin UMM di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (rul/wil)

Sosok Oman Sukmana, Guru Besar Baru Kesos UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah guru besar baru. Kali ini berasal dari program studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), yakni Prof. Dr. Oman Sukmana, M.Si. Ia resmi dikukuhkan pada 10 Juni 2023 sebagai guru besar bidang ilmu sosiologi di prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos). Dalam orasinya, ia mengatakan bahwa di Indonesia baru ada lima profesi yang dilindungi oleh undang-undang yaitu insinyur, dosen atau guru, perawat, dokter dan pekerja sosial. Profesi pekerjaan sosial dibangun dari multidisiplin ilmu pengetahuan, kemudian diramu menjadi kekuatan akademik yang memperkuat profesi pekerja sosial. “Kesejahteraan sosial merupakan sebuah area bagi semua pekerja sosial yang terlibat. Pekerjaan sosial memiliki empat bidang praktek yaitu secara individu, keluarga, kelompok atau institusi dan pada komunitas atau organisasi (makro),” jelasnya. Lebih lanjut, praktik makro pekerjaan sosial memiliki tiga praktik lanjutan yang dikaitkan dengan sosiologi. Ketiga bidang itu adalah pemberdayaan sosial, perencanaan sosial dan aksi sosial. Menurutnya, aksi sosial yang termasuk ke dalam gerakan sosial seharusnya tertata dan terorganisir. Oman menambahkan bahwa contoh jelas dari praktik ini ada pada Persyarikatan Muhammadiyah yang melakukannya dengan baik. Turut hadir secara daring Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri SE. MM. dalam pengukuhan itu. Ia mengatakan, UMM di tahun 2023 ini telah melahirkan tujuh profesor dari berbagai bidang. Atas capaian itu, LLDIKTI sangat mengapresiasi Kampus Putih sebagai universitas yang mampu mewujudkan sumber daya manusia unggul dan memajukan Indonesia. “Optimalisasi peluang dan kekuatan UMM selalu dikelola sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi. Aplagi dengan masifnya program Center of Excellence (CoE) UMM yang menjadi unggulan dalam program pembelajaran. UMM juga selalu melahirkan karya dan juga inovasi baru dengan berkolaborasi bersama dunia usaha dan dunia industri,” kata Dyah. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan M.Pd. mengatakan, orasi ilmiah yang telah disampaikan, secara teoritik memberikan penguatan terhadap program sosial yang sedang dikembangkan oleh UMM. Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) dibuat untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat ke arah yang lebih baik. Program ini, digerakkan dengan cara mengkapitalisasi ekosistem sosial yang berangkat dari potensi-potensi yang dimiliki oleh kelompok sosial di beberapa daerah di indonesia. “Pekerjaan sosial sering dipersepsikan masyarakat sebagai pekerja yang tidak berdampak ekonomis pada pekerjanya. Padahal pekerjaan sosial memberikan nilai sosial yang sangat kompleks. Nilai sosial itu harus tetap dijaga sehingga manusia akan selalu menempati posisi yang tinggi pada sistem sosial,” jelas Fauzan. Fauzan berharap pengukuhan guru besar ini tidak hanya sebagai seremonial atau formalitas saja tetapi juga bentuk pembuktian karya-karya nyata dari para profesor. Pun menjadi cerminan sebagai seorang dosen yang bijaksana, memiliki kadar intelektual tinggi dalam berfikir dan bertindak, sehingga dapat menambah energi positif dalam rangka membawa kampus putih UMM di masa mendatang. (zak/wil)

Jihan, Atlet Cantik UMM yang Raih Juara di Kompetisi Karate Internasional

Kabar gembira kembali menghampiri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Jihan Prashanti, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM yang berhasil membawa pulang piala juara 3 kategori kumite perorangan 61 kg Kejuaraan Karate Internasional. Adapun kompetisi itu diselenggarakan oleh FORKI yang berlokasi di GOR Among Raga, Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu. Jihan, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan perlombaan ini selama beberapa bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bukan hanya pada aspek fisik, tapi juga mental yakni dengan latihan tanding dengan teman-temannya. Ia bahkan menambah porsi latihannya,d ari yang hanya tiga kali smeinggu menjadi lima kali dalam seminggu. “Biasanya saya latihan di malam hari setelah selesai jam kuliah. Awalnya, saya cukup keteteran karena tugas semester akhir lumayan menumpuk. Apalagi prioritas utama kan memang pendidikan. Tapi Alhamdulillah, meski bersusah payah, saya bisa menyeimbangkan keduanya dengan baik,”kata gadis asal Bali itu. Selain itu, Jihan juga harus menurunkan berat badannya sebanyak lima kilogram agar bisa masuk dalam ketegori yang sesuai. Ia menerapkan diet frutarian yakni dengan hanya memakan buah dibarengi dengan latihan fisik secara teratur. Meski sempat turun, Jihan merasa khawatir beberapa hari sebelum kompetisi karena berat badannya naik. “Alhasil saya hanya makan buah pisang saja dan berolahraga lebih banyak. Alhamdulillah bisa kembali ke berat ideal dan lolos saat penimbangan,” katanya. Adapun ketertarikannya akan karate berawal dari kekagumannya pada salah satu atlet asal Bali, Cokroda Istri Agung Sanistyarani. Jihan mengaku bahwa sosok Cokroda bahkan menjadi kiblatnya untuk menapaki langkah menjadi atlet. Maka dari itu, ia sangat berusaha dan berlatih keras untnuk memenangkna berbagai kejuaraan. Menurutnya, kiara tiga yang ia raih memang membanggakan, tapi bukan berarti ia sudah puas. Ada banyak kompetisi yang harus ia taklukkan. Terakhir, anak bungsu itu juga berpesan pada anak muda lainnya untuk tidak hanya berhenti pada mimpi. Tapi harus bisa mengambil langkah untuk meraihnya. Meski ada banyak rintangan dan halangan, namun semua akan terbayar lunas tatkala berhasil mencapainya. “Jangan melewatkan kesempatan emas. Gunakan sebaik mungkin meski ada banyak yang meragukanmu,” pungkasnya. (ri/wil)

UMM-Gerakan Non Blok Beri Beasiswa Master Mahasiswa Asing

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memegang teguh visi menjadi universitas bertaraf global. Untuk mewujudkannya, UMM secara masif banyak melakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder internasional. Teranyar, Kampus Putih menjalin kerjasama dengan Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM-CSSTC). Kerja sama itu terjalin dengan adanya penandatangan Memorandum ofUnderstanding pada 7 Juni lalu. Adapun NAM CSSTC adalah organisasi antar pemerintah yang biasa dikenal dengan gerakan non blok. Banyak kerjasama yang dilakukan untuk mencapai misi dalam meningkatkan kapasitas. Termasuk kapasitas sumber daya manusia. Saat ini, ada lebih dari 100 negara yang tergabung di dalamnya. Direktur NAM-CSSTC, Diar Nurbintoro menilai bahwa UMM memiliki tujuan pasti dan terukur dalam mengembangkan pendidikan. Bukan hanya bagi mahasiswa Indonesia, tapi juga para mahasiswa asing. Untuk alasan itulah, NAM-CSSTC memilih kampus putih untuk diajak kerjasama dalam pengembangan manusia. “Sudah sejak lama saya tahu kampus UMM. Perkembangannya sangat pesat. Ditambah lagi dengan adanya program Center of Excellence (CoE) yang inovatif dan bisa menjadi jawaban atas masalah sumber daya manusia. Kami juga tentu akan turut berkontribusi untuk pengembangan program CoE ini,” ungkap Diar. Pria yang pernah menjadi Duta Besar RI untuk Rumania itu juga menjelaskan fungsi NAM-CSST. Salah satunya adalah untuk memberikan pengembangan capacity building. Utamanya bagi negara-negara yang tergabung di gerakan non-blok dan negara bagian selatan-selatan. “Salah satu caranya yakni dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswa asing dari negara terkait yang berkuliah di Indonesia. Untuk saat ini, implementasi kerjasama dengan UMM masih terkait beasiswa. Harapan ke depannya, kerja sama ini bisa diperluas, baik pada aspek riset maupun penelitian,” pungkas Diar. Di sisi lain, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP. selaku kepala IRO UMM menjelaskan bahwa kerjasama dengan Gerakan Non-Blok tersebut difokuskan pada pemberian beasiswa S2 kepada mahasiswa asing anggota non-blok yang berkuliah di UMM. Ada lebih dari seratus negara yang tergabung dalam gerakan non-blok, mulai negara dari benua Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Lis, sapaannya, juga mengatakan bahwa kerjasama tersebut akan dikembangkan di tingkat yang lebih besar. Utamanya dalam kolaborasi penelitian dan kontribusi besar untuk memberikan efek untuk kemajuan global. “Hal tersebut juga menjadi bukti nyata upaya internasionalisasi UMM. Meningkatkan kuantitas kerjasama dengan pihak-pihak internasional dan meningkatkan kualitas dalam meimplementasikan kegiatan-kegiatan konkret dari kerjasama tersebut,” tegasnya mengakhiri. (Faq/Zak/Wil)