Suka Makan Lalapan? Ini Bahayanya Menurut Dosen FK UMM

Lalapan atau penyetan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Termasuk Malang yang menjadi kota dengan ratusan ribu pendatang dan mahasiswa. Lalapan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan. Namun seberapa besar kandungan gizi yang ada serta efek negatifnya? Menanggapi hal ini, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM), dr. Pamela Sumarauw menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan lalapan setiap hari dapat menimbulkan dampak yang kurang baik. “Mayoritas menu yang disajikan di lalapan adalah makanan yang diolah dengan proses menggoreng menggunakan minyak. Hal ini akan memunculkan zat atau kandungan yang kurang baik untuk tubuh jika dikonsumsi sehari-hari,” jelas Pamela, sapaan akrabnya. Sebutan lalapan di Malang tak lepas dari sederet sayur yang disajikan bersama dengan lauk utama. Ada ayam, lele, bebek, dan lainnya. Jika dilihat secara sekilas, makanan tersebut sehat-sehat saja. Ada sumber karbohidrat dari nasi, protein dari ikan atau ayam, hingga mineral dan vitamin dari sayuran. Sayangnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan turunnya nutrisi gizi. Yakni cara pengolahan, porsi makan, serta kebersihan. “Kita ambil contoh minyak yang digunakan menggoreng berulang kali. Hal itu akan menghasilkan kandungan lemak jenuh atau lemak jahat yang berbahaya bagi tubuh. Pun dengan porsi nasi yang berlebihan akan berkontribusi pada lonjakan kandungan gula. Kebersihan sayuran mentah juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit,” jelasnya. Pamela melanjutkan, makanan yang mengandung tinggi lemak dan tinggi karbohidrat akan meningkatkan kadar kalori serta meningkatkan resiko obesitas. Hal itu juga meningkatkan potensi terjangkit penyakit-penyakit kronis seperti jantung koroner, hipertensi atau darah tinggi, diabetes, hingga kanker. Dengan demikian, Pamela menegaskan bahwa mengonsumsi makanan lalapan setiap hari tidaklah dianjurkan. Alangkah lebih baik jika masyarakat mengurangi porsi dan membatasinya. Pun dengan menambah variasi makanan lain yang dari segi pengolahan lebih sehat seperti direbus, dikukus, atau dibakar. “Sebagai upaya mengimbangi, sebaiknya lakukan olahraga rutin minimal 150 menit dalam satu minggu atau 2-3 kali seminggu. Menjaga pola tidur 7-8 jam sehari dan asupan vitamin serta mineral yang baik bagi tubuh juga dianjurkan,” tutupnya. (Lib/Wil)

Anas, Wisudawan UMM yang Jadi Atlet Balap hingga Berbisnis Kopi

Adalah Muhammad Anas Asri, wisudawan berprestasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses mengembangkan potensi tanpa mengorbankan nilai akademis. Ia dikenal peoduktif karena sering mengikuti pertukaran mahasiswa ke luar negeri. Ia juga mengembangkan hobi dan menjadi atlet balap motor serta menguasai Bahasa Mandarin dan Inggris. “Saya memang suka dengan dunia komunikasi dan bahasa adalah salah satu jalan untuk bisa mengambil kesempatan yang ada. Baik pertukaran mahasiswa mauoun lomba-lomba bergengsi,” katanya. Selama berkuliah di UMM, ia mendapat sederet kesempatan menimba ilmu di universitas luar negeri. Misalnya pada tahun 2018, di mana ia turut serta dalam program “World Muslim Student Exchange Program” di University Putra Malaysia dan University Kebangsaan Malaysia. Kemudian juga pada 2021 dan 2022 ia juga ikut student exchange di Polandia. Tepatnya di University of Silesia Katowice dan Maria Curie-Skłodowska University oleh Polish National Agency for Academic Exchange. Meski sibuk dengan banyak hal, ia tidak melupakan hobi dan kegemarannya untuk balapan. Anas dinilai aktif mengikuti kejuaraan balap motor nasional Yamaha Sunday Race dan mendapatkan support dari Yamaha Flagship Shop Bali. Saking suaknya dengan balapan, skripsi Anas juga mengangkat hal yang tidak jauh/jauh dari otomotif. Tidak cukup sampai di situ, ia juga mencoba peruntungan di bidang bisnis, utamanya di aspek makanan dan minuman. Pada 2019, ia sudah membuka kedai kopi The Lawn Coffe and Eatery. Selain untuk mencari tambahan uang, kedai tersebut juga menjadi laboratorium pribadinya untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu komunikasi. “Apalagi di UMM, kami, para mahasiswa, juga diajari cara mengembangkan jiwa-jiwa entrepreneurship. Bagaimana membangun sebuah usaha, strateginya, dan cara menjaganya agar tetap berjalan kontinyu,” katanya. Terakhir, Anas juga berpesan kepada anak-anak muda untuk tidak hanya melihat pada hasil. “Jangan pernah mundur dan menyerah saat di tengah proses. Fokus dan resapi semua nilai yang kamu hadapi. Semoga kita bisa melewatinya dan mendapatkan hasil terbaik dari upaya terbaik,” pungkasnya. (Faq/Wil)

Permudah layanan, Teknik Informatika UMM Gunakan AI dan Chatbot

Artificial Intelligence (AI) sudah menjamur di berbagai bidang. Hal itu pula yang telah diterapkan oleh program studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam menjalankan pelayanan pendidikan, mereka telah menggunakan AI pada sistem administrasi dan chatbot. Ketua program studi Informatika Galih Wasis Wicaksono, S.Kom., M.Cs. menegaskan bahwa penggunaan AI akanmeningkatkan efisiensi pekerjaan para dosen. Apalagi mereka juga harus mengurus proyek bersama, sehingga waktu yang tersedia semakin sedikit. Adapun saat ini, mereka menggunakan aplikasi Notion.So yang dinilai memberikan kemudahan. Galih, sapaannya, mengatakan bahwa aplikasi ini membuat para dosen dan karyawan dapat mengelola proyek, mengatur catatan, hingga bekerja secara kolaboratif. Dengan adanya AI sederhana, aplikasi ini dirasa bisa meningkatkan efektivitas waktu dan manajemen pekerjaan. “Saat ini kami memang masih menggunakan AI pihka ketiga. Tapi kami juga tengah mengembangkan AI serupa dengan berbagai fitur. Sehingga prodi Informatika UMM dapat dikenal sebagai prodi yang menerapkan kecerdasan buatan dengan baik,” katanya. Di samping itu, adapula penggunaan chatbot yang diterapkan pihaknya sejak awal tahun ini. Galih menjelaskan, latar belakang munculnya ide ini adalah semakin membludaknya pendaftar dan peminat Informatika UMM. Sehingga mau tidak mau, mereka harus meningkatkna pelayanan dan chatbot adalah salah satu upaya yang bagus. Adapun chatbot ini sebenarnya sudah digarap sejak tahun lalu, namun masih harus melalui proses uji coba dan lainnya. Chatbot ini diberi nama Sarana Layanan Komunikasi Mahasiswa Prodi Informatika (SAM PRI). “Kata SAM sebenarnya merujuk pada panggilan lokal Malang yakni MAS, artinya kakak laki-laki. Adapun pengembangan chatbot ini diinisiasioleh Hardianto Wibowo, S.Kom, MT. Selaku Sekprodi Teknik Informatika,” terang Galih. Menariknya, SAM PRI tidak hanya diperuntukkan bagi para calon mahasiswa atau calon wali, namun juga bagi para mahasiswa. Mereka bisa bertanya banyak hal terkait apapun yang tentang jurusan teknik infomratika. Misalnya saja mengenai jadwal ujian tengah semester atau akhir semester. Begitupun juga dengan info-info lain. “Tentu ini akan membantu efisensi dalma pelayanan. Karyawan kami tidak lagi repot membalas satu-satu pertanyaan. Para mahasiswa atau calon mahasiswa juga bsia mendapatkan informasi dengan lebih cepat. Semoga dua chatbot dan AI ini bisa terus kami kembangkan sehingga lebih felksibel serta memudahkan pelayanan dan proses pendidikan di UMM,” pungkasnya. (Tri/Wil)

Wisudawan UMM Dapat Undangan Studi Lanjut dari Dubes Spanyol

Menyelesaikan studi di Universitas bukanlah sebuah akhir, namun sebuah awal untuk kehidupan yang baru. Hal itu ditegaskan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, HE. Mr. Fransisco De Asis Aguilera Aranda dalam sambutannya di wisuda ke-108 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam agenda yang dilaksanakan pada 30 Mei 2023 itu, ia juga mengajak para wisudawan untuk bisa melanjutkan studi di negeri matador. Menurutnya, anak muda tidak perlu takut untuk menghadapi masa depan. Kepercayaan diri jadi kunci agar semua rintangan bisa diatasi. Itu juga yang akan dihadapi para lulusan setelah prosesi wisuda. Mereka harus bisa menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. “Jika memang ingin menimba ilmu kembali dan ingin mendapat pengalaman profesional, sebagai duta besar, saya menyarankan anda untuk datang ke Spanyol. Spanyol merupakan negara yang kaya akan budaya. Bahkan terkenal dengan pemain sepak bolanya. Spanyol juga merupakan negara yang nyaman untuk tinggal dan bagus untuk dikunjungi. Selain itu masyarakatnya juga memiliki toleransi dengan berbagai keberagaman yang ada ,” ungkapnya. Fransisco juga senang dengan kedatangannya ke Kampus Putih. Menurutnya, UMM memiliki potensi besar untuk melebarkan sayap kerjasamanya ke Spanyol. Apalagi dengan berbagai inovasi, ide, dan program yang dilaksanakan. Ia bahkan juga sudah banyak berdiskusi dengan jajaran rektorat UMM untuk menindaklanjuti kemungkinan kolaborasi di masa depan. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Indonesia Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. menjelaskan bahwa para wisudawan saat ini akan menjadi generasi emas tahun 2045. Yakni saat usia bangsa Indonesia menginjak 100 tahun. “Siapkanlah diri dengan sebaik-baiknya. Jangan berhenti dalam belajar dan terus mengasah kemampuan yang dimiliki. Ingat bahwa ada jutaan wisudawan dari perguruan tinggi lain yang punya tujuan yang sama dengan kalian. Gunakan berbagai ilmu dan pengalaman yang anda dapat di UMM untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah bangsa,” jelas Muhadjir. Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan bahwa memilih UMM sebagai tempat menimba ilmu adalah pilihan tepat. Mahasiswa dan wisudawan pasti memiliki bekal cukup. Apalagi dengan hadirnya Center of Excellence (CoE) sejak beberapa tahun belakang. Program tersebut mendorong mahasiswa untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri di era sekarang. “Siapa tahu keahlian penting dari program yang sediakan oleh UMM bisa menjadi sebuah lapangan kerja baru. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membantu masyarakat sekitar dan cara memajukan Indonesia. Manfaatkanlah peluang dengan baik dan jangan lupa bekerja keras,” pesan Muhadjir. Sejalan dengan yang disampaikan Muhadjir, Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan M.Pd. menyampaikan, indonesia akan menghadapi tantangan bonus demografi. Oleh karena itu, sejak tahun 2019 UMM meluncurkan program yang disebut dengan Center of Excellence (CoE).  Dimana program tersebut merupakan upaya UMM untuk berkontribusi dalam kemajuan bangsa Indonesia. “Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 54 CoE yang bisa diikuti oleh mahasiswa UMM. Bahkan program tersebut juga dapat diikuti oleh para alumni dan anak muda dari perguruan tinggi lain. Mereka yang ikut CoE juga diperbolehkan dari jurusan yang berbeda. Hal tersebut karena UMM memiliki tekad penuh dalam menyiapkan SDM unggul untuk memenuhi kebutuhan zaman, ” terang Fauzan. (zak/wil)

Sederet Anak Muda Inovatif di SINATION UMM Wujudkan SDGs 2030

Anak muda memegang peran penting dalam menemukan ide-ide dan solusi bagi permasalahan di masyarakat. Maka dari itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang gelar Final Scientific Idea Competion (SINATION) 2023 pada Mei ini sebagai wadah pengembangan inovasi. Terhitung, kompetisi nasional ini diikuti 198 tim dari berbagai daerah se-Indonesia dan terbagi menjadi dua kategori, mahasiswa dan siswa. SINATION dinilai menjadi langkah mengoptimalkan potensi generasi muda dalam mengeksplorasi diri. Utamanya dalam sektor agrokompleks sebagai kontirbusi mewujudkan sustainable development goals (SDG’s) 2023. Begitu juga yang diharapkan oleh Dekan FPP UMM Dr. Ir. Aris Winaya, M.M. M.Si. Menurutnya, kompetisi mampu mendorong embrio lahirnya berbagai ide besar dari anak-anak muda Indonesia. “Mewujudkan SDG’s memang menjadi salah satu alasan kami menyelenggarakan ini. Melalui ajang ini, kami ingin anak muda, mahasiswa dan siswa, untuk berkontribusi aktif melahirkan ide-ide brilian yang bisa diimplementasikan,” tegasnya. Salah satu ide menarik datang dari perwakilan Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Mereka membuat inovasi berupa formulasi fleur de sel (bunga garam) dan vitamin B kompleks lorjuk sebagai imunostimulan intramuscular. Formulasi itu menjadi upaya pencegahan wabah penyakit mulut dan kuku dan LSD pada sapi di Madura. Inovasi ini berhasil menjadi juara pertama kategori mahasiswa. Ketua tim UTM, Ika Masruroh bersyukur atas kemenangan timnya di ajang tersebut. Ia mengaku sangat terpacu untuk bisa menghadapi dan memenangkan persaingan dengan peserta lain yang notabene berasal dari kampus-kampus terbaik. “Kami berusaha terus optimis hingga babak akhir. Kuncinya adalah mepresentasikan apa yang sudah kami pelajari tanpa ragu,” tambahnya. Sementara itu, di kategori siswa ada tim dari SMAN 1 Lamongan yang sukses menjadi juara pertama. Muhammad Kevin selaku ketua tim sangat bersyukur karena ini menjadi ajang pertama tim tersebut. “Persaingannya ketat sekali, jurinya juga mumpuni sehingga membuat kami terpacu untuk bisa memberikan yang terbaik. Alhamdulillah kami memenangkan juara pertama,” katanya. Harapan besar juga datang dari ketua pelaksana SINATION, Dyas. Menurutnya, generasi muda harus berani melakukan banyak hal dengan kretivitasnya. Karena tak jarang, akan muncul inovasi unik yang bisa menyelesaikan masalah di masyarakat. “Jangan mudah terjebak di zona nyaman. Jika sudah terjebak, saya yakin kita tidak akan mau berusaha menemukan hal menarik dalam hidup,” pungkasnya. (Rul/Wil)

Ajar Mahasiswa HI, Profesor Portugal Terkesan dengan Mahasiswa UMM yang Kritis

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa berupaya menjadi kampus internasional dan level global. Terbaru, melalui kerjasama program Erasmus+ Teaching Mobility, kampus putih UMM kedatangan Prof. Ricardo de Sousa. Profesor yang berasal dari Universidade Autónoma de Lisboa, Portugal itu berkesempatan mengajar langsung para mahasiswa UMM di program studi Hubungan Internasional (HI). Ricardo, sapaannya, mengatakan bahwa ia terkesan dengan kampusnya yang besar serta hijau. Para mahasiswa yang ia ajar juga antusias dan memperlihatkan komitmen belajar tinggi. Terobosan-terobosannya juga inovatif, termasuk program Center of Excellence (CoE). “Selama di UMM, saya mengajar tiga kelas dengan materi stabilitas keamanan di Afrika. Mulai dari praktik neopatrialisme di Afrika, sistem  perdamaian di Afrika, hingga mengenai keamanan arsitektur dan  intervensi militer di Afrika. Teman-teman mahasiswa cukup kritis dan melontarkan berbagai pertanyaan menarik,” tambahnya. Selain mengajar, ia juga sempat bergabung dengan forum diakusi bersama para dosen. Tema yang dibahas adalah hubungan antara China dan Amerika Serikat atau yang dikenal dengan the Thucydides Trap of China versus America. “Melihat proses pembelajaran yang ada di Indonesia, dalam hal ini di  UMM, saya rasa tidak jauh berbeda dengan di Portugal. Saya dapat melihat bahwa para mahasiswa memiliki kebebasan intelektual akademik untuk terlibat secara kritis dengan para dosennya, itu sesuatu yang juga kami praktekkan,” terang Ricardo. Menurutnya, universitas adalah tempat yang bagus untuk mengembangkan kemampuan serta pemikiran kritis. Maka, ia mendorong para mahasiswa untuk berupaya sebaik mungkin untuk bisa menggapai cita-cita yang diimpikan. “Kebetulan saya juga sempat berdiskusi dengan International Relation Office (IRO) UMM untuk mengebangkan program lanjutan. Baik itu student exchange atau teaching mobility seperti yang saya lakukan sekarang,” harap Ricardo. Disisi lain, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP. selaku kepala IRO UMM menegaskan bahwa pihaknya sudah lama bekerjasama dengan Erasmus. Utamanya dalam hal program student exchange, teaching mobility dan staff mobility. Sampai saat ini, UMM mempunyai 13 universitas partner di Eropa. “Jadi kedatangan Prof. Ricardo ini untuk melaksanakan teaching mobility. Yakni mengajar di prodi yang sesuai dengan keahliannya selama delapan jam yang dibagi menjadi tiga kelas. Progam seperti ini juga terus kami kembangkan agar bisa lebih masif,” katanya. Ia juga berharap, kerjasama UMM dengan universitas di negara lain tidak hanya melalui program Erasmus saja. Namun, bisa melalui kolaborasi langsung antar universitas. (zak/wil)

PPG UMM Pamerkan Inovasi Media Pembelajaran hingga Hadirkan Direktur UNESCO

Wawasan kebangsaan dan strategi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik adalah hal yang krusial. Maka harus ada inovasi dan cara baru dalam mendidik. Hal itu ditegaskan oleh Direktur Eksekutif APCE-UNESCO Prof. Dr. Ignasius D. A. Sutapa, M.Sc. dalam seminar nasional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM), 27 Mei 2023. Lebih lanjut, Ignasius menegaskan bahwa saat ini peran guru sangat strategis. Utamanya dalam menanamkan makna-makna pancasila. Menurutnya, ada lima dimensi fundamental dalam pancasila, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Lima nilai itu harus bisa ditransfer ke peserta didik agar bis amenciptakan SDM yang unggul dan baik. Baca juga: Dekan FH UMM: Ada Banyak Pelajaran di Kasus Ferdy Sambo “Dunia pendidikan tidak lepas dari tantangan globalisasi. Maka, perlu adanya upaya penguatan-penguatan dalam berbagai aspek. Termasuk di dalamnya sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan teknologi digital, serta melihat tren yang sedang booming di media sebagai alat pembelajaran yang menarik bagi peserta didik,” katanya. Menariknya, kegiatan tersebut juga memamerkan belasan media pembelajaran karya para peserta PPG UMM. Ada yang mengembangkan metode untuk memudahkan pemahaman siswa akan budaya lewat wayang golek. Adapula alat yang menarik minat peserta didik belajar materi ilmu pengetahuan alam, seperti aerob dan anaerob. Salah satu yang menarik adalah pembelajaran untuk menjaga lingkungan. Salah satu anggota, Eci Sugiarti menjelaskan bahwa alat tersebut mencoba memberi pemahaman bagi siswa terkait perubahan lingkungan. Ada yang dikarenakan faktor alam, ada juga faktor manusia yang bisa saja merusak bumi. Ia dan tim membuat alat peraga dari bahan sterofoam, plastik, dan bahan daur ulang lain yang dijadikan sebagai arsitektur gunung, mobil, manusia dan lainnya. Hadir pula dalam kesempatan itu, Kolonel Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Tri Sugiyanto, S.Sos. Ia mengingatkan pentingnya nilai-nilai perjuangan pahlawan Indonesia dalam memerdekakan suatu bangsa. Sehingga anak-anak zaman sekarang bisa menimba ilmu dengan damai. “Perjuangan bukan hanya masalah mengangat senjata, tapi juga bisa dilakukan dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan menemukan gagasan-gagasan baru. Dengan begitu, muncul solusi inovatif bagi beragam permasalahan masyarakat,” tegasnya. Sugiyanto juga mendorong para guru untuk bisa menguatkan nilai perjuangan itu secara intensif. Sehingga bisa menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia. “Nelson Mandela pernah berkata bahwa untuk menghancurkan sebuah negara, kini tidak perlu dengan memborbardir. Cukup hancurkan dengan cara membuat generasi muda lupa akan sejarah bangsanya. Maka, guru memainkan peran strategis dalam menjaga generasi muda saat ini,” katanya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengapresiasi beragam media pembejalaran yang sudah diciptakan dengan sentuhan-sentuhan teknologi dan terbarukan. Menurutnya, pendidikan di era 5.0. memang memerlukan inovasi media yang menarik perhatian para siswa. Hal itu juga menjadi gerakan nyata seorang calon pendidik untuk turut mencerdaskan bangsa. Fauzan juga mendorong guru-guru muda untuk memperluas resonansi dalam pengembangan model pembelajaran. Bukan hanya di tingkat nasional saja, namun juga bisa meraih domain internasional. “Anak muda, termasuk guru muda, harus mampu memberikan sentuhan baru dna menjadi agent of change. Anda adalah pendidik yang akan membentuk generasi masa depan. Di tangan anda mereka akan tumbuh dan mampu memajukan bangsa Indonesia,” pungkasnya mengakhiri. (faq/wil)

Mantan Terpidana Korupsi Bisa Nyaleg, Begini Kata Ahli Hukum UMM

Pemilihan umum (Pemilu) 2024 sebentar lagi tiba. Banyak isu menarik yang bisa dibahas, termasuk dibolehkannya mantan narapidana kasus korupsi untuk mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg). Baik di di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal itu menarik perhatian dosen dan ahli hukum tata negara dan hukum administrasi negara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Catur Wido Haruni, S.H., M.Si., M.Hum. Ia menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan aturannya. Menurutnya yang salah adalah mereka yang membuat aturannya. “Tentunya banyak mantan narapidana kasus korupsi yang ingin kembali berkecimpung di dunia politik. Kemudian dengan banyak siasat lahirlah peraturan ini karena kepentingan-kepentingan politik,” ujarnya. Lebih lanjut, para narapidana kasus korupsi ini dapat mendaftar sebagai caleg sebab pada Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 2017 Pasal 240 (1) huruf G tentang Pemilihan Umum (Pemilu) disebutkan, tidak ada larangan khusus bagi mantan narapidana kasus korupsi untuk mendaftar. Pada poin ini dijelaskan bahwa calon tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. Kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan adalah mantan terpidana. “Berarti, walaupun sudah lebih dari lima tahun penjara, jika ia mengatakan secara terbuka bahwa ia merupakan mantan terpidana ataupun koruptor, maka ia tetap memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai caleg,” paparnya. Lalu jika melihat UUD 1945 Pasal 28J (1), dikatakan bahwa kita harus menghormati hak asasi orang lain. Namun pada Pasal 28J (2) dijelaskan pula, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang, dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain. “Walaupun semua orang memiliki hak dan kebebasan dalam berpolitik, tapi tidak semua orang masuk ke dalam kriteria tersebut. Jadi memang ada batasannya, termasuk kriteria pendaftar caleg ini,” jelas Catur. Catur mengatakan, pasal 240 ini pernah diuji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) karena dianggap bertentangan dengan UUD 1945. Lalu lahirlah putusan MK yang menyatakan bahwa mantan narapidana korupsi boleh mencalonkan diri dengan syarat, telah melewati jangka waktu lima tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani pidana penjara berdasakan putusan pengadilan. Lalu secara jujur atau terbuka, mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana dan bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang. “Tapi semua kembali kepada para pemilihnya atau rakyat, karena kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Maka dari itu, rakyat pun harus cerdas. Jangan memilih hanya karena fanatik terhadap partai. Lihatlah track record dari calon pemimpin yang ingin dipilih. Karena kedaulatan tertinggi ada d itangan rakyat, maka rakyat harusnya bisa memilih pemimpin yang baik dan berintegritas. Jika rakyat cerdas, maka para narapidana korupsi ini tidak akan terpilih,” tegasnya mengakhiri. (dev/wil)

Direktur Perusahaan Jepang Kirim Ratusan Alumni UMM Kerja di Jepang

Tamu menarik dihadirkan di wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 25 Mei 2023 lalu. Ia adalah Direktur PT. OS Selnajaya Indonesia Satoshi Miyajima yang membagikan kiat menghadapi dunia profesional. Ia juga mengapresiasi Kampus Putih UMM yang sudah berkolaborasi dengan pihaknya, khususnya terkait sumber daya manusia (SDM). Satoshi, sapaannya, menjelaskan bahwa UMM dan perusahaannya telah menjalankan desain workshop yang mampu menciptakan SDM unggul dengan kompetensi internasional. Adapun kerjasama keduanya sejak 2020 lalu telah mengantarkan lebih dari 200 alumni untuk berkarya di Jepang. PT OS Selnajaya juga telah memberikan kepercayaan penuh kepada UMM untuk menyiapkan angkatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja di level global, termasuk di Negeri Sakura. Baca juga: Begini Kisah Unik Mahasiswa UMM di Polandia Adapun OS Selnajaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang sumber daya manusia dengan kemampuan unggul. Perusahaan yang berdiri pada 1995 ini juga menjadi salah satu di antara grup internasional Outsourcing Inc. yang berpusat di Tokyo, Jepang. Sehingga hal ini memudahkan SDM Indonesia untuk mendapat pekerjaan di Negeri Sakura. Lebih lanjut, ia menyampaikan sederet tips yang bisa digunakan wisudawan nantinya. Pertama, selalu memiliki mimpi yang berorientasi pada tujuan yang tinggi. Pun dengan mengalahkan ketakutan akan tantangan dan kegagalan. Karena seringkali keduanya membuat manusia tidak bsia maju dan berada pada posisi yang stagnan. “Jangan lupa untuk bekerja keras dan cerdas dilengkapi dengan kesabaran yang tinggi. Kalian aharus menghargai waktu dan orang di sekitar. Jika mampu menjalankan smeua tips itu, saya yakin kalian akan berhasil,” tegasnya. Baca juga:  Berita Begini Cara Halau Ekstremisme ala Dosen UMM Pria asal Jepang tersebut juga sempat menceritakan pengalamannya saat mahasiswa. Dulu, ia memiliki mimpi untuk menjalankan sebuah bisnis dan mengembangkannya hingga level global. Cita-cita itu ia jaga dan usahakan hingga akhirnya bisa mencapainya saat ini. “Memiliki imajinasi atau mimpi yang tinggi seharusnya bukan hal yang perlu ditakutkan oleh para mahasiswa atau lulusan sarjana. Banyak orang-orang yang sukses berawal dari mimpi yang diupayakan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd. menjelaskan UMM memiliki komitmen penuh dalam menyiapkan SDM unggul untuk memenuhi kebutuhan. Utamanya para dunia usaha dan dunia industri. Salah satu caranya yakni dengan mengandeng perusahaan nasional dan internasional untuk menjadi wadah pembelajaran sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional. “Semua kegiatan itu terwadahi dalam program inovasi UMM yakni Center of Excellence (CoE). Dengan begitu, para alumni akan lebih mudah untuk terserap di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri sendiri,” tambahnya. Sampai saat ini, sudaha da 54 CoE yang bisa diikuti oleh para mahasiswa UMM. Bahkan mereka diperbolehkan ikut CoE yang berbeda dengan jurusan yang ditekuni. Misalnya saja mendaftarkan diri pada CoE Unggas, tapi berasal dari jurusan pendidikan bahasa Inggris. “UMM juga optimis bisa mendapatkan rekognisi dari UNESCO berkat berbagai terobosan dan kontribusi di berbagai bidang. Terutama yang berkaitan dengan sustainable development goals. Hal itu tentu membuat jaringan kita lebih luas dan mudah untuk menyiapkan lapangan yang lebih besar lagi untuk alumni,” pungkasnya mengakhiri. (faq/wil)

Begini Cara Halau Ekstremisme ala Dosen UMM

Aksi ekstremisme semakin ke sini kian mewabah. Dalam realita sehari-hari, ujaran kebencian tak hanya dijumpai pada kehidupan nyata namun juga dunia digital. Saling menyudutkan masing-masing ras, suku, budaya dan bahkan yang baru-baru ini ditemui yakni diskriminasi dalam beragama. Menyoroti fenomena tersebut, dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) FAI UMM Nafik Muthohirin, angkat bicara. Menurut Nafik, ekstremisme telah menjadi fenomena yang menyita perhatian global beberapa dekade terakhir. Dalam berbagai konteks, ekstremisme politik, agama, dan ideologi telah menimbulkan ancaman terhadap stabilitas sosial, perdamaian, dan keamanan di berbagai negara. Ekstremisme juga sering mengacu pada keyakinan atau pendekatan yang ekstrem atau radikal. Di mana individu atau kelompok tertentu menganut ideologi yang jauh dari kata mainstream. Mereka juga akan selalu berusaha menggunakan cara-cara yang ekstrem untuk mencapai tujuanya. “Kalau kita lihat, banyak masyarakat saat ini yang melakukan aksi ekstremisme dengan daih atas kebenaran agama. Padahal tidak ada satupun agama yang membenarkan aksi kekerasan dalam bentuk apapun,” tegasnya. Mengutip dari pandangan klasik, Nafik memaparkan kasus esktremisme di tubuh umat Islam sendiri. Tak jarang, kasus ini terjadi akibat penafsiran terhadap ayat-ayat tertentu di dalam Al-Qur’an yang dimaknai secara literal, kaku, dan tertutup. Ditambah lagi dengan faktor-faktor lain yang memulai timbulnya perilaku ekstremisme tersebut. “Maka, upaya untuk memahami akar masalah, mencegah radikalisasi, dan mempromosikan nilai-nilai toleransi dan harmoni menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan ekstremisme ini,” katanya. Ia yang juga menjabat sebagai Direktur Program RBC Institute A. Malik Fadjar tersebut menilai, madrasah atau pesantren khususnya di Indonesia, memiliki peran penting. Mereka perlu menyebarluaskan nilai-nilai keluhuran, perdamaian, dan moderasi beragama. Nafik juga menekankan pemahaman akan pentingnya menghargai keberadaan kelompok lain (agama, suku, ras, atau kelompok) sejak dini. Pendidikan formal maupun informal sangat dianjurkan untuk menekankan nilai-nilai universal seperti kasih sayang, kabaikan, keadilan dan perdamaian. Hal itu tentu membantu peserta didik mamahami makna dari suatu ayat suci. Misalnya saja dengan memberikan contoh konkret atau cerita yang relevan dengan ayat terkait. Sehingga peserta didik dapat memahami penerapan ayat dalam konteks kehidupan nyata. Hal ini akan membantu mereka melihat bagaimana ayat dapat diterapkan dalam tindakan sehari-hari. “Setelah aspek pemahaman diberikan, maka peserta didik perlu diajarkan toleransi aktif dengan mengajak kerjasama atau kolaborasi bersama kelompok berbeda. Dengan begitu kita bisa mewujudkan kehidupan yang lebih harmoni dan damai” pungkasnya. (rev/wil)