UMM Bekali Wisudawan, Hadirkan Dubes Lebanon dan UNDP

Dunia membutuhkan 1,8 miliar anak muda untuk ikut andil membuat perubahan dan menyukseskan Sustainable Development Goals (SDGs). Hal tersebut ditegaskan oleh Resident Representative United Nations Development Programme (UNDP) Jakarta, Mr. Norimasa Shimomura dalam wisuda Universitas Muhammadiyah Malang ke- 107. Adapun wisuda yang dialksanakan pada 21 Februari 2023 itu dihadiri ribuan wisudawan dan tamu. Norimasa, sapaan akrabnya, juga memberikan konsep tentang Ikigai dalam kehidupan kepada para wisudawan. Ikigai menurutnya adalah konsep mencari kebahagian. Ada dua hal menarik yang bisa diperhatikan dalam konsep Ikigai tersebut. Hal pertama yakni tentang sebuah pencapaian. Dalam kehidupan sehari-hari, momen hari ini harus lebih baik ketimbang kemarin, sementara besok akan lebih baik dari hari ini. Kemudian yang kedua adalah terkait apresiasi. Bagaimana seharusnya manusia berperilaku, saling menghormati dan menghargai karena manusia saling membutuhkan satu dengan lainnya. “Setiap orang memiliki jalan yang berbeda untuk menggapai Ikigai. Tiap orang memiliki caranya sendiri dan jalurnya sendiri untuk merasakan kebahagiaan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Norimasa juga menegaskan, wisudawan ke depannya akan menghadapi kehidupan yang penuh dengan kejutan. Misalnya saja hari ini, di mana dunia sedang menghadapi krisis yang diakibatkan oleh pandemik dan pemanasan global. Namun semua masalah itu pasti ada solusinya. Ia juga mengenalkan wisudawan terkait Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai jalan keluar. “SDG’s bertujuan untuk melindungi lingkungan dan bagaimana menciptakan dunia agar menjadi tempat yang lebih baik bagi manusia. Maka dari itu, diperlukan banyak anak muda seperti saudara untuk ikut andil dalam SDG’s ini,” jelas Norimasa. Terakhir, ia juga mengucapkan selamat kepada wisudawan yang hadir. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir, tapi awal dari ujian yang sesungguhnya. “Saya percaya anda akan sukses dan bahagia serta menemukan makna dari ikigai kalian masing-masing. Jangan lupa untuk selalu menjadi manusia yang bermanfaat yang berkontribusi untuk masyarakat,” harapnya. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula HE. Mr. Vazken Kavlikan selaku Duta Besar Lebanon untuk Indonesia. Berbagai nasihat ia berikan kepada wisudawan. Ia menegaskan bahwa walaupun perjalanan studi yang telah terlewati terasa berat, tapi ia yakin wisudawan akan merindukan masa-masa berkuliah di kampus. “Berbeda dengan di kampus, ketika sudah memasuki dunia kerja, yang kalian miliki hanyalah diri anda sendiri. Di sanalah anda akan belajar kembali, menemukan guru terbaik dan luar biasa. Guru itu biasa kita kenal dengan kesalahan. Tapi jangan taku untuk berbuat salah karena kesalahan akan mengajarkanmu untuk menjadi manusia yang lebih baik,” ungkap Vazken. Nasehat lain yang diberikan Vazken adalah untuk selalu mencintai pekerjaan yang dilakukan, dengan begitu setiap pekerjaan akan terasa mudah. Ia juga berpesan agar wisudawan tidak takut menghadapi situasi dunia yang tak pasti, karena pasti akan selalu ada solusi. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berpesan kepada para wisudawan untuk bersiap menghadapi dunia yang tidak menentu. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran untuk tidak menjadi manusia biasa-biasa saja. Tapi menjadi manusia yang bisa mengubah dunia dari yang tak tentu menjadi pasti. Ia menegaskan bahwa kehadiran para wisudawan telah ditunggu untuk menjadi problem solver di masyarakat. “Selamat atas keberhasilan saudara dalam menempuh ilmu selama di kampus putih ini. Saya percaya anda akan menjadi orang sukses, menjadi kebanggaan orang tua dan bermanfaat bagi agama dan bangsa,” harap Fauzan. (zak/wil)
Berkat CoE UMM, Danny Dapat Bekerja Sebelum Lulus

Diterima dan sudah bekerja sebelum prosesi wisuda menjadi impian banyak anak muda. Hal itulah yang kini dijalani oleh Danny Shevarivo Pratama, salah satu wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses bekerja di perusahaan berkat program Center of Excellence (CoE) Human Resource Development (HRD). Adapun ia berhasil lulus hanya dalam waktu 3,5 tahun saja. Danny, sapaan akrabnya menjelaskasn bahwa CoE HRD dari Fakultas Psikologi UMM sangat berarti baginya. Ia diberi kesempatan untuk magang selama empat bulan di PT. Indotama Seraya Artha, Pasuruan. Perusahaan tersebut bergerak pada bidang retail bahan baku kue. Di sana, ia mendapatkan berbagai hal baru dan skill yang memang dibutuhkan industri. Bahkan, dari program CoE UMM ini ia mendapatkan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) level staf HRD. “Selain itu, saya juga mendapatkan sepuluh kompetensi unggul dari CoE dan surat pengalaman kerja dari perusahaan terkait. Usai menjalani program CoE, saya juga berhasil direkrut dan langsung bekerja di perusahaan terkait sekalipun saya belum diwisuda. Saya ditempatkan di posisi staf human capital hingga saat ini,” tegas wisudawan asal Malang itu. Ia bersyukur bisa turut serta dalam program CoE HRD UMM. Menurutnya, program ini sangat bagus untuk para mahasiswa yang ingin mendapatkan skill terbaik yang dibutuhkan oleh industri di berbagai bidang. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah terserap dunia kerja. Apalagi dengan adanya berbagai sertifikasi yang bisa menjadi bekal di persaingan kerja. Waktu 3,5 tahun juga menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi waktu normal menyelesaikan kuliah biasanya 4 tahun. Danni mengatakan bahwa CoE HRD UMM memiliki peran strategis sehingga ia bisa lulus lebih cepat. Projek dan data yang ia dapatkan di perusahaan magang bisa digunakan untuk tugas akhir. Tugas itulah yang menjadi pengganti dari skripsi yang biasa mahasiswa lain kerjakan. Terkait perkuliahan, Danny merupakan mahasiswa yang aktif dan ambisius. Ia mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Putra-Putri Kampus (PPK), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), hingga menjadi asisten laboratorium. Bahkan ia sempat menjabat sebagai ketua di sederet aktivitas mahasiswa tersebut. Wisudawan fakultas psikologi itu juga membeberkan caranya untuk bisa mendapat nilai bagus meski memiliki banyak kegiatan lain. Menurutnya, manajemen waktu merupakan hal penting untuk meraihnya. “Kalau ada kegiatan yang menurut saya bsia dikerjakan dengan cepat, saya langsung melakukannya dengan segera. Dengan begitu, kegiatan terkait tidak mengganggu aktivitas saya yang lain. Jadi lebih efektif dan dapat memaksimalkan waktu 24 jam sehari,” katanya. Terakhir, ia mendorong anak-anak muda untuk mengembagnkan potensi. Tiap anak memiliki minta dan potensinya masing-masing. Kuncinya ada pada kemauan diri untuk bisa melakukan yang terbaik. (wil)
UMM Telah Terjunkan Tim Relawan ke Turki

Gempa berkekuatan 7,8 skala richter telah melanda Turki pada awal Februari ini. Setelahnya, terus terjadi berbagai gempa susulan yang membentang di sepanjang zona patahan yang pecah di Turki Selatan. Tergerak atas dasar kemanusiaan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirim dua delegasinya untuk bergabung dengan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Internasional untuk menjadi relawan ke Turki. Salah satu relawan UMM bernama Rindya Fery Indrawan menjelaskan bahwa EMT ini merupakan tim gabungan dari Rumah Sakit (RS) dan lembaga muhammadiyah seluruh Indonesia. Dalam tugas relawan bencana ke Turki, EMT bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan juga Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain Fery, UMM juga mengirimkan satu delegasi lagi bernama Zakarija Achmat, S.Psi., M.Si. “Di Turki rencananya kami akan membangun rumah sakit lapangan tipe dua dan dukungan psikososial bagi para korban yang terdampak. Sebelum berangkat, semua tim berkumpul di Jakarta untuk mendiskusikan lebih matang terkait perbekalan logistic dan medis yang akan dibawa ke Turki,” ungkap Indra. Adapun lokasi yang mereka datangi adalah Kota Hassa yang terletak di Provinsi Hatay. Selain membantu baik dari segi fisik maupun psikis, mereka juga mendirikan rumah sakit darurat menggunakan tenda EMT tipe 2. Sampai hari ini, pembangunan tersebut masih terus dilaksanakan dengan rencana luasnya sekitar 2000 meter persegi. Disampaikan Indra, para anggota akan menetap cukup lama di Turki. Ia sendiri akan berada di Turki hingga akhir Februari ini untuk membantu meringankan derita yang disebabkan oleh bencana. Mereka juga berupaya memberikan kebahagiaan melalui beragam kegiatan baik itu permainan maupun hiburan lain. Terkait keterlibatan EMT menjadi relawan di Turki, Fery sapaannya menjalaskan bahwa EMT Muhammadiyah merupakan satu-satunya tim relawan yang telah tersertifikasi oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2020. Dengan perginya tim EMT Muhammadiyah ini, diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan kepada para warga yang terdampak. “Semoga keberadaan kami dapat menolong banyak orang di sana dan kami juga dapat kembali dengan selamat ke tanah air Indonesia,” pungkasnya mengakhiri. (wil)
Pimpinan Kampus Ilmu Hukum se-Indonesia Bahas Isu Strategis di UMM

Majunya sebuah asosiasi bukan karena idealisme saja, tetapi juga atas peran semua anggota. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI), Prof. Dr. Edy Lisdiyono, SH, MCL, P.hD. Ia turut hadir dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional APPTHI dan Sosialisasi Pedoman Penyusunan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kegiatan tersebut diselenggarakan pada 17 Februari lalu dan diikuti puluhan perwakilan perguruan tinggi seluruh Indonesia. Edy, sapaannya, mengatakan rapat kerja nasional ini bertujuan agar setiap anggota dari fakultas hukum bisa mendapatkan pedoman, utamanya mengenai penyusunan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Keigatan RPL ini sudah berjalan selama dua tahun, dan kini FH UMM berkesempatan menjadi tuan rumah penyusunan pedoman tersebut. Menurutnya, tiap anggota harus mampu berpartisipasi aktif untuk memajukan APPTHI. Hal itu juga akan berefek pada kemajuan fakultas hukum di masing-masing kampus. Ke depan, rakernas seperti ini tidak hanya diadakan di tingkat nasional, tpai juga dilakukan per wilayah. Dengan begitu akan ada konsentrasi kegiatan di wilayah barat, tengah maupun timur. Sehingga, konsolidasi organisasi masing-masing wilayah bisa berjalan dengan baik. Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Dekan FH UMM, Dr. Tongat, S.H, M.Hum. Ia berharap Rakernas APPTHI bisa memberikan sumbangsih unggul, baik itu program yang bermanfaat maupun inovasi lain. Pun dengan tekad untuk memajukan perguruan tinggi melalui diskusi dan saling berbagi. Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Rektor IV UMM, Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si. Ia menyampaikan bahwa asosiasi ini memiliki tugas besar karena tidak bisa diukur dengan cara apapun. “Saya kira, tidak mudah menjalankan bagi perguruan tinggi yang memiliki fakultas hukum. Karena hukum itu ilmu tidak pasti, tapi harus dipastikan adil. Oleh karena itu, setiap kampus harus memiliki kurikulum dan tenaga pendidik yang bisa menjelaskan itu,” terang Sidik. Ia juga menjelaskan jika FH tertentu mengusung dan menerapkan spirit hukum progresif, maka nantinya kurikulum dan metode belajarnya akan mencerminkan spirit itu. Pun dengan para lulusannya yang akan membawa spirit hukum progresif dalam kehidupan sehari-harinya. Adapun perguruaun tinggi memang dituntut untuk memiliki dosen pendidik profesional dan ilmuwan. Sidik mnejelaskan, ukuran dosen bisa dikatakan profesional jika sudah memiliki sertifikat pendidikan. Sedangkan predikat ilmuwan bisa dilihat dari jabatan akademik seperti menjadi lektor dengan syarat khusus memiliki jurnal bereputasi. “Dengan adanya kriteria dosen seperti itu, Maka tinggal bagaimana kita meramu kurikulum dan sistem pembelajaran. Sehingga mampu melahirkan lulusan yang baik dan profesional,” tegasnya. Terakhir, ia ingin APPTHI dapat memberikan ide dan gerakan signifikan. Khususnya yang berorientasi membangun peradaban manusia serta bangsa melalui fakultas hukum di berbagai kampus seluruh Indonesia. (zak/wil)
Kaji Pertanian hingga Aviasi, UMM Jalin Kerjasama dengan Bondowoso

Program profesor penggerak pembangunan masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus meluas. Kali ini rombongan Kabupaten Bondowoso datang ke Kampus Putih pada 17 Februari 2023 lalu. Kunjungan dan diskusi tersebut bertujuan untuk mengembangkan kerjasama yang bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat. Bupati Bondowoso Drs. KH. Salwa Arifin mengapresiasi atas bantuan UMM selama ini. Utamanya dalam aspek pertanian, yakni mengembangkan pertanian organik di Bondowoso. Terhitung sudah ada ratusan hektar yang sudah digarap, 165 hektar di antaranya sudah tersertifikasi. Ditambah lagi dengan wilayah Bondowoso yang hampir 60 persennya adalah lahan pertanian. Adapun pertemuan tersebut juga berdiskusi mengenai peluang membangun wisata aviasi di Bondowoso. Menurut Salwa Arifin, perlu adanya dukungan dari UMM untuk memajukan Bondowoso. “Ada banyak wisata yang berlokasi di Bondowoso. Namun sayangnya, sumber daya manusia yang tersedia juga masih perlu ditingkatkan. Maka saya harap UMM dapat mendampingi masyarakat luas agar Bondowoso bisa semakin maju dan melesat. Sesuai dengan jargon kami yakni, Melesat,” tegasnya. Hal yang tak jauh berbeda juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kab. Bondowoso Drs. Bambang Soekwanto, M.M. Menurutnya, wisata aviasi merupakan hal yang menjanjikan. Apalagi bisa menjadi destinasi angkasa pertama yang ada di Indonesia. “Di luar negeri memang ada beberapa wisata seperti ini. Tapi, kalau di Indonesia, mungkin kerjasama pengembangan seperti ini merupakan yang pertama,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa diskusi ini membahas mengenai kemaslahatan untuk umat. Apalagi kolaborasi UMM dan Bondowoso sudah berjalan sejak lama, termasuk terkait pertanian organik. Bahkan juga telah dikenal oleh banyak orang di mana-mana. Pertanian organik ini nantinya bisa dikawinkan dengan standarisasi produk pertanian. Hal ini diperlukan untuk kepentingan proses ekspor hasil organik ke luar negeri. Pun dengan produk yang dikonsumsi oleh masyarakat. Ia meyakini bahwa di Bondowoso, ada beragam potensi daerah yang bisa ditingkatkan. Maka dari itu, kampus tidak boleh jauh dari masyarakat. Kampus pada prinsipnya adalah bagian dari masyarakat yang menjadi problem solver masalah-masalah yang terjadi. “Maka UMM siap membantu dan terjun langsung untuk berkontribusi masyarakat di berbagai bidang. Baik di pertanian, aviasi, pengembangan energi abru terbarukan dan lain sebagainya,” pungkas rektor asal Kediri itu. (wil)
UMM Jalin Kolaborasi dengan Kings College London

Ada beragam hal menarik yang sudah dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal itu dikatakan oleh Dr. Helen Bailey, Deputy Vice President Global Business Development Kings College London (KCL). Adapun ia dan tim KCL datang ke UMM pada 17 Februari 2023 untuk melakukan penjajakan dan diskusi untuk kolaborasi lebih lanjut. Helen, sapaannya, mengatakan bahwa produk riset yang dilaksanakan UMM cukup menarik. Apalagi dengan menggaet komunitas lokal dan memberikan kontribusi ke masyarakat. Pun dengan dukungan Kampus Putih bagi mahasiswa untuk berinovasi di berbagai bidang. “Banyak hal yang bisa dibahas dan didiskusikan. Kita juga bisa saling membuka kesempatan untuk menjajaki kerjasama antar perguruan tinggi ini,” ungkapnya. Pihak KCL juga mengapresiasi upaya UMM di bidang energi baru terbarukan. Baik itu pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) Humaupun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Menurut mereka, ini adalah langkah strategis dalam mengjadapi isu lingkungan. Di sisi lain, Prof. Djoko Sigit Prayogo, M. Acc, P.hD. dari UMM menjelaskan bahwa sebagian besar produk riset Kampus Putih dapat digunakan langsung oleh masyarakat. Bahkan juga dapat dikomersialkan. Maka, pihak UMM ingin melebarkan sayap risetnya di duni internasional. “Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan KCL, terutama di bidang riset,” tambahnya. Ia juga memaparkan bahwa ada program inovatif yang melibatkan mahasiswa dalam berbagi manfaat ke warga. Program itu adalah Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Dalam prosesnya, mahasiswa akan menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat serta menemukan data. Dari data itu, fakultas dapat menentukan hal apa yang bisa dilakukan di wilayah tersebut. Kemudian dilaksanakan oleh para mahasiswa. Selain itu, ada pula program Center of Excellence (CoE) yang terus dikembangkan UMM. Sampai saat ini ada lebih dari 40 sekolah yang bisa diikuti dan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dengan begitu, UMM bisa turut serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan guru besar UMM lain, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P. Ada sederet program inovatif yang sedang digalakkan. Salah satunya adalah SOFRE 100 yang dilaksanakan di daerah-daerah, termasuk Jember. Program ini meliputi smart farming, pengembangan masyarakat lokal, hingga energi baru terbarukan. Dalam menjalankannya, UMM juga menggaet pemerintah, investor, dan industri. “Maka saya rasa kolaborasi UMM dan KCL bisa menjadi langkah untuk meningkatkan riset di masing-masing kampus. Serta bisa memberikan hal-hal baik di bidang lainnya,” katanya mengakhiri. (wil)
2023 Diprediksi Resesi, Ini Kata Dosen Ekonomi UMM

Ancaman resesi ekonomi global 2023 menjadi perbincangan belakangan ini. Berbagai bentuk perdagangan baik dalam negeri maupun luar negeri diprediksi mengalami penurunan. Meski demikian, Muhammad Khoirul Fuddin, S.E, M.E. selaku dosen jurusan Ekonomi Pembangunan mengatakan jika Indonesia berpotensi tidak ikut terdampak. Hal ini lantaran, Indonesia telah lebih dulu mengalami hal tersebut di masa pandemi Covid-19 tahun 2019 akhir menuju 2020. Setelah Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) berakhir, resesi ekonomi di Indonesia juga perlahan memudar. Tahun 2021, pertumbuhan ekonomi mulai naik 7,07% hingga akhir 2022 sampai sekarang cenderung stabil. “Yang mengalami resesi itu sebenarnya bukan di Indonesia tapi justru secara global. Memang, pertumbuhan ekonomi dari tahun 2022 ke 2023 pada beberapa negara mengalami penurunan, hal itu yang menyebabkan terjadinya resesi ekonomi global di tahun ini,” jelas Fuddin. Walau demikian, resesi ekonomi global dapat menghambat kegiatan ekspor impor di Indonesia. Jadi, ketika dunia global pertumbuhan ekonominya turun maka secara otomatis kegiatan ekspor Indonesia juga akan menurun. Ini dikarenakan banyak warga luar yang tidak bisa membeli barang akibat krisis ekonomi di negaranya. Akibatnya, barang yang di dalam negeri akan tertimbun karena hasil produksi banyak namun tidak dapat terjual ke luar negeri. “Selain pada kegiatan ekspor, resesi global juga menghambat kegiatan impor. Ada beberapa barang yang memang diambil dari luar negeri kemudian di rakit di Indonesia. Akibat resesi ekonomi global, maka negara yang biasanya memproduksi barang tersebut jadi terhambat. Sehingga banyak barang yang tidak diproduksi dan menyebabkan barang terbatas, sedangkan permintaan di Indonesia meningkat,” tambahnya. Banyak pihak khawatir resesi ekonomi 2023 ini berefek pada Indonesia. Hal ini lantaran tidak terpenuhinya kebutuhan, negara tidak dapat menjual barangnya dan juga tidak dapat mendatangkan bahan dari luar negeri. Menyikapi kecemasan ini, menurutya masyarakat perlu menyiapkan diri untuk menghadapi resesi ekonomi secara global. Pertama, harus menjaga tingkat onsumsi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan rutin. Tingkat konsumsi yang stabil akan menjaga harga barang-barang di pasaran lebih stabil. Yang kedua, melakukan investasi. Investasi ini ada dua cara yakni di dalam negeri atau di luar negeri. Saat investasi dalam negeri, uang akan masuk ke Indonesia sehingga jumlah uang di dalam negeri akan bertambah dan ini akan mengurangi jumlah pengangguran. Sebaliknya, ketika menanamkan modal ke luar negeri, maka uangnya akan pindah keluar. Ini mengakibatkan jumlah uang di dalam negeri akan sedikit. Jika sedikit, maka akan menghambat pertumbuhan ekonomi tahun ini. “Dan yang ketiga yakni melihat pengeluaran pemerintah. Ketika pengeluaran pemerintah semakin banyak, seharusnya pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan. Hal ini berarti pemerintahan perlu terus gencar membangun infrastruktur yang akan mendukung kegiatan ekonomi di dalam negeri,” pungkasnya. (git/wil)
UMM Taat Pajak, KPP Malang Utara Ajari Karyawan Cara Lapor Pajak

Pajak menjadi salah satu aspek penting bagi pembangunan negara. Hal tersebut disampaikan Ahmad Wahid Hasan selaku Account Representative Kantor Pajak Malang Utara saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Malang, 17 Februari 2023 lalu. Kedatangan mereka juga untuk memberikan sosialisasi terkait pelaporan pajak di Kampus Putih. Lebih lanjut, Ahmad, sapaannya juga berterimakasih karena UMM memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan mengenai pajak, terutama cara pelaporan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kelas pajak yang sudah mereka galakkan sejak lama. Pihaknya juga menyediakan konsultasi melalui berbagai platfrom, termasuk WhatsApp. Selain Ahmad, adapula Adreas Perkasa Zebua yang menjelaskan alur pelaporan pajak tahunan kepada para karyawan UMM. Ia menjelaskan terkait prosedur untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan PPH OP khusus karyawan. Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah validasi NIK di laman djponline.pajak.go.id. Setelah itu registrasi untuk bisa masuk ke dashboard dan memasukkan data NIK. Apabila perlu ada pembaharuan bisa pilih validasi. “Kita semua juga harus mengetahui jenis-jenis Surat Pemberitahuan (SPT) pajak orang pribadi. Adapun jenisnya adalah 1770, 1770 S dan 1770 SS,” terangnya. Lebih lanjut, Andreas, sapaan akrabnya menjabarkan terkait SPT tahunan Wajib Pajak orang pribadi 1770 adalah apabila karyawan memiliki usaha lain seperti berjualan ataupun memiliki usaha kecil. Sedangkan SPT 1770S diperuntukkan bagi seseorang yang memiliki jumlah penghasilan setahun dan lebih dari 60 juta rupiah. Sedangkan 1770 SS untuk seseorang yang memiliki penghasilan setahun kurang dari 60 juta rupiah. Adapun dokumen yang harus disiapkan untuk mengisi SPT Pajak Tahunan adalah bukti potong PPh, kartu keluarga, daftar harta, hingga daftar utang. Pun dengan catatan omzet per bulan jika ada dan bukti penyetoran PPh Final. Segala informasi dan pelaporan terkait SPT pajak tahunan dapat diakses di pajak.go.id. “Melalui sosialisasi ini saya berharap dosen dan karyawan UMM bisa lebih mengenal kewajibannya dalam bernegara. Utamanya membayar dan melaporkan pajaknya dengan benar, sebab pajak sangat penting bagi pembangunan,” tegasnya. Kelas pajak tersebit juga diapresiasi oleh Kepala Biro Adiminstrasi Umum UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A. Ia menegaskan bahwa Kampus Putih senantiasa mematuhi dan siap membayar pajak. Apalagi hal itu merupakan kewajiban warga negara yang dapat membantu kemajuan bangsa dan negara. Kehadiran tim Pajak Malang Utara ini juga dinilai membantu memberikan pemahaman bagi para karyawan. Apalagi dengan penggunaan platform digital, baik aplikasi maupun website. Dengan begitu, semua pihak bisa tahu dan paham cara melaporkan pajak. Sebelumnya, UMM biasanya mengadakan layanan bagi para karyawan maupun dosen yang akan melapor pajak. Bahkan ada beberapa relawan dari mahasiswa yang mengarahkan dan memberi pemahaman agar sivitas akademika UMM menjadi warga negara yang taat pajak. (wil)
Seberapa Efektif Tilang Online? Begini Kata Dosen Hukum UMM

Penindakan tilang adalah salah satu upaya untuk membentuk keteraturan. Dalam penerapan hukum pidana, tilang merupakan salah satu sanksi pidana yang sangat penting dan diatur oleh undang-undang, yaitu KUHP. Terbaru, pemerintah telah melaksanakan penyederhanaan penanganan pelanggaran lalu lintas melalui Electronic Traffic Law Enforcement System (ETLE) atau tilang elektronik. Terkait hal itu, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nu’man Aunuh S.H M.Hum. memberikan tanggapannya. Ia menilai adanya tilang elektronik ini membuat masyarakat semakin patuh berkendara. Pun dengan upaya mengurangi interaksi dalam proses penilangan, sehingga dapat menekan angka pungli di lapangan. “Kebijakan tilang elektronik ini memberikan dampak positif, baik masyarakat maupun kepolisian. Masyarakat menjadi disiplin dan patuh ketika berkendara. Sementara pihak kepolisian tidak memiliki citra buruk terkait berita pungli serta mengembalikan wibawa penegak hukum,” urai Nu’man. Nu’man, sapaan akrabnya juga mengatakan pengenaan tilang elektronik dapat berjalan dengan efektif dan sejalan dengan tujuan pidana modern. Selain mencegah pelanggaran lalu lintas, tilang online ini juga memberikan efek jera. Hal itu karena masyarakat akan merasa selalu diawasi melalui CCTV meski tidak ada polisi yang yang berjaga. Baik itu di lampu merah maupun di sepanjang jalan. Sayangnya, jika sarana dan prasarana belum memadai, maka kebijakan dan peraturan tersebut tidak akan berjalan maksimal. “Harus dipahami juga bahwa teknologi tersebut perlu dibarengi dengan sistem pengawasan yang baik. Sehingga pelanggar dari individu tidak memiliki celah untuk melanggar,” tegas Nu’man. Selain itu, kerjasama masyarakat juga diperlukan agar tilan elektronik ini bisa berjalan efisien. Kesadara mereka bisa dihidupkan melalui sederet sosialisasi di berbagai platform terkait cara berkendara. Bisa melalui media sosial maupun turun langsung ke lapangan. Ia menilai bahwa perlu waktu untuk meningkatkan kesadaran masyarakata akan ketertiban berkendara. Menurutnya, perlu dua hingga lima tahun ke depan hingga para pengendara bisa sadar dan mawas diri saat berada di jalan. “Jika terwujud, hal ini tentu mendukung kepolisian sebagai institusi agar bisa memberikan kepastian hukum,” katanya. Di sisi lain, ada dampak engatif yang dihasilkan dengan adanya tilang elektronik. Salah satunya adalah semakin jauh jarak interaksi antara kepolisian dan masyarakat. Maka harus ada upaya mendekatkan kepolisian dengan warga sehingga mereka merasa diayomi dan dilindungi. Hal itu juga menjadi langkah mengembbalikan kepercayaan masyarakat. (and/wil)
Raih Predikat Unggul, Ilmu Pemerintahan UMM Targetkan Akreditasi Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa konsisten dalam membuktikan menjadi kampus terbaik. Terbaru, Program studi (prodi) Ilmu Pemerintahan UMM sukses mempertahankan predikat unggul. Capaian ini tetapkan oleh BAN-PT sejak 8 Februari 2023 hingga tahun 2028 mendatang. Muhammad Kamil, S.IP., MA. selaku Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan UMM menyampaikan jika sejak tahun 2020, mereka mengajukan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) peringkat akreditas yang semula A menjadi unggul hingga 2022. Lalu pada tahun 2023 kembali melaksanakan akreditasi dan akhirnya berhasil mempertahankan predikat unggul. “Terhitung, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM telah dua kali memperoleh akreditasi A dan dua kali mencapai unggul. Ini menjadi bukti baiknya kualitas yang kami berikan, baik dari segi pelayanan maupun proses pendidikan,” ungkapnnya. Kamil, sapaan akrabnya, menuturkan jika semua pencapaian tersebut tidak datang secara tiba-tiba, namun dari berbagai usaha keras. Mulai dari empat tahun membuat sebuah rancangan besar dalam menyiapkan data dan melaksanakan kurikulum yang konsisten agar alumni bisa bekerja sesuai profil lulusan. Pun dengan memperbaiki pelayanan dan pengelolaan prodi, serta menonjolkan kegiatan internasional. “Salah satu hal yang membuat kami unggul adalah atmosfer akademik internasional. Salah satunya adalah prestasi internasional ada 6, penelitian internasional kami ada 8, pengabdian internasional ada 6 dan mahasiswa internasional kami sebanyak 23 mahasiswa,” terangnya. Baginya, membumikan pengabdian dan mengamalkan Tri Dharma perguruan tinggi menjadi bekal penting dalam pencapaian ini. Terlebih, hingga kini Ilmu Pemerintahan UMM berhasil mendapatkan peringkat pertama sebagai prodi pemerintahan kampus negeri dan swasta. “Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan pimpinan universitas, fakultas dan seluruh tim prodi yang berhasil saling menguatkan untuk mencapai titik ini. Pun dengan para alumnus dan belasan mitra yang sudah mendukung selama proses akreditasi,” katanya. Selanjutnya, FPP UMM akan segera mewujudkan rekognisi internasional yang telah digarap bersamaan dengan akreditasi unggul pada 2022. Dokumen dan proses penyelesaian sudah dilakukan. Kemudian akan mengirimkannya bulan depan ke akreditasi internasioanl FIBAA yang bermarkas di Jerman. “Harapanya 2023 Ilmu Pemerintahan UMM sudah mendapatkan akreditasi internasional dari FIBAA. Tentu yang terpenting dari semua proses ini adalah meningkatkan mutu pelayanan dan prodi. Jadi, sebenarnya akreditasi adalah bonus dari upaya terbaik kami dalam meningkatkan mutu pelayanan di bidang tri dharma,” ungkapnya. Di lain kesempatan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM Prof. Muslimin Machmud mengatakan bahwa capaian ini merupakan sesuatu yang membanggakan. Ia yakin, hasil yang baik berasal dari upaya dan proses panjang yang baik pula. “Terimakasih kepada alumnus, mahasiswa, pengelola prodi dan mitra yang sudah bahu membahu untuk mencapai predikat unggul ini. Ia juga mengapresiasi prodi IP untuk langsung mengajukan rekognisi internasional ke FIBAA,” tegasnya. (ros/wil)