Peluncuran PALAWIDJA, Produk dari Limbah Jagung Karya UMM-Desa Sragi

Tri Dharma Perguruan Tinggi senantiasa diamalkan oleh Universitas Muhammdiyah Malang (UMM). Kali ini upaya itu dilakukan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) berkolaborasi dengan Desa Sragi, Blitar yang berhasil memperkenalkan produk bernama PALAWIDJA. Adapun produk itu dikenalkan dan dilaunching pada 5 Februari 2023 lalu lewat jalan sehat serta dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi 3, Nurhadi. Menariknya, ada ribuan warga yang turut serta memeriahkan peluncuran produk inovatif itu. Vritta Amroini Wahyudi, S.Si, M.Si. selaku ketua peneliti mengatakan bahwa sudah ada banyak penelitian yang digarap untuk mengembangkna produk ini. Tepatnya sejak 2019 lalu. ia juga senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengabdi dan berbagi ilmu bersama masyarakat Desa Sragi. Lebih lanjut, Vritta menjelaskan bahwa Jawa Timur menempati posisi pertama di Indonesia sbeagai provinsi penghasil jagung tertinggi. Sementara Blitar berada di lima besar sebagai daerah produsen jagung di Jatim. Maka, ia dan tim ingin memaksimalkan nilai guna dari jagung, termasuk limbah jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai minuman serbuk teh. “PALAWIDJA merupakan produk teh dengan kadungungan antioksida tinggi yang berasal dari limbah rambut jagung. Kami ingin hal-hal yang dulunya dinilai tidak memiliki nilai, sekarang bisa digunakan sebagai produk peningkatan ekonomi warga,” ungkap Dosen Ilmu Teknologi Pangan (ITP) itu. Terkait penelitian, ia dan tim telah melakukan penelitian saat covid-19 menyerang. Penelitian itu menghasilkan temuan bahwa rambut jagung merupakan pangan yang sifatnya fungsional. Bila dikonsumsi dengan benar, dapat mencegah kanker, tumor, menghambat penuaan, mempercepat penyembuhan dan mempermudah regenerasi sel sehingga awet muda. Pengabdian tersebut disambut baik oleh pihak desa dan warga. Salh satunya dari Leni, kepala Desa Sragi. Ia menilai bahwa terobosan yang dilakukan UMM sangat baik. Rambut jagung yang dulunya dianggap sebagai limbah dan dibuang, kini malah dapat dijadikan produk bernilai tinggi. Dalam kesempatan yang sama, Dekan FPP UMM Dr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si. IPU. mendukung penuh upaya sivitas akademika Kampus Putih dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian. Utamanya untuk mendorong ekonomi mandiri masyarakat. Terlebih produk minuman teh rambut jagung adalah minuman fungsional yang tergolong sederhana dari segi teknologi. Pihaknya sengaja memilih teknologi yang secara teknis mudah diterapkan di masyarakat, namun dari segi saintifik punya nilai lebih tinggi. Terlebih masyarakat di Desa Srigi juga telah dibekali cara membuat minuman instan serbuk dengan tambahan jahe dan lemon. “Langkah berikutnya, kami akan mendaftarkan produk ini ke Pangan Industri Rumah Tangga  (PIRT). Selian itu kami suga sedang memproses agar produk dan merk tersebut memiliki klaim paten Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Saya juga tidak menyangka apresiasi besar diberikan oleh anggota DPR RI Komisi 9 Pak Nurhadi yang turun ke lapangan, ” pungkasnya. (ros/wil)

Putra Lombok, Mahasiswa UMM ini Sukses Raih Beasiswa ke Inggris

Salah satu pengalaman menarik ketika kuliah ke luar negeri adalah luasnya relasi pertemanan dari berbagai negara yang kelak bisa dimanfaatkan. Baik untuk kolaborasi pendidikan, bisnis atau yang lain. Hal tersebut disampaikan oleh Lalu Dhiya Ditria, mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil meraih beasiswa program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Berkat ketekunannya dalam belajar dan mudahnya akses infromasi beasiswa dari UMM, Ditria sapaan akrabnya berhasil menimba ilmu selama satu semester di University of Sussex, Kota Brighton, Inggirs. Impiannya untuk merasakan cuaca dingin di negeri orang sukses digapai.  Sedari kecil ia memang menyukai bahasa, terutam bahasa Inggris. Sudah tak terhitung berapa lembaga les bahasa yang sudah ia ikuti dari kecil. Hal itu juga yang menginspirasinya untuk berupaya belejar di negeri orang, terutama Britania Raya. Selama di sana, ia mengaku berada di lingkungan yang sangat supportif. Mulai dari informasi dan peluang mendapatkan pekerjaan, memperoleh bimbingan konseling, materi menulis artikel yang benar dan sesuai standar dan teman-teman yang asyik diajak berdiskusi. “Apalagi University of Sussex merupakan kampus yang bergengsi di Inggris dan tingkat kompetisinya sangat tinggi. Saya juga senang bisa mendapatkan akses belajar di English Language Center untuk membantu saya dalam menulis, membuat tugas dan medium yang sesuai standar kampus,” terangnya. Satu hal yang menurutnya menarik adalah pembelajaran menggunakan kasus terbaru. Para mahasiswa diajak untuk menganalisis berdasarkan kasus yang sedang hangat dan relevan. Hal itu menurutnya membuat mahasiswa lebih tertarik ikut berdiskusi. Kebetulan ia juga memiliki waktu luang yang digunakna untuk mengeksplor kampus. Mulai dari taman yang seringkali jadi tempat mahasiswa lain berkumpul hingga gedung-gedungnya yang memiliki arsitektur menarik. Satu tempat yang selalu ia sukai adalah perpustakaannya yang nyaman dan mendukung untuk belajar. “Di sana, selain belajar dan jalan-jalan, saya juga melakukan pekerjaan part-time. Hal itu diakrenakan di University of Sussex mahasiswanya didorong untuk lebih work-oriented. Jadi, kami tidak hanya fokus belajar, tapi juga mampu memanajemen keuangan dan kemampuan,” katanya. Perbedaan lain yang ia dapakan selama kuliah adalah komunikasi antar mahasiswa. Baginya, mahasiswa di sana lebih individualis. Terutama saat mengerjakan kerja kelompok. Mereka terkesan diam tapi pada akhirnya mampu selesai dengan baik. “Kalau saya perhatikan, mahasiswa di sana lebih komunikatif dalam mengerjakan tugas. Kerja kelompok juga berjalan efisien karena saat bertemu kami membahas poin-poin penting saja. Mereka juga jarang mengadakan komunikasi via online karena kesibukan,” pungkasnya. (ros/wil)

Tekan Angka Kecelakaan, Mahasiswa UMM Ciptakan Smart Helm

Angka kecelakaan lalu lintas semakin meningkat setiap tahunnya. Melalui data Kominfo, setidaknya ada tiga orang yang meninggal setiap jamnya akibat kecelakaan saat berkendara. Terlebih lagi saat malam hari, banyak insiden laka lantas yang menimpa para pengguna motor. Hal ini disebabkan karena kurangnya penerangan dan tingkat kewaspadaan pengendara. Bagus Dwi Bagaskara, Mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga merasakan hal yang sama. Ia hampir mengalami kecelakaan saat berkendara malam karena kurangnya penerangan. Berangkat dari pengalaman tersebut, Bagus mencetuskan ide untuk membuat smart helm yang bisa meningkatan keamanan berkendara. Dibantu oleh 9 teman lainnya, ia mulai menggarap smart helm ini. Smart helm ini pada awalnya memiliki banyak fitur penunjang, namun karena alasan berat dan fleksibilitas, fitur yang disematkan dalam smart helm ini lebih disederhanakan. Setidaknya ada empat fitur utama dalam karya ini. Yakni sistem lampu wireless atau lampu hazard, sistem anti maling, anti embun, dan pengecasan dengan panel surya. “Jika dikembangkan dengan banyak fitur, dikhawatirkan akan menambah berat dari helm itu sendiri, dan merusak citra dari penggunaan helm itu sendiri,” katanya. Fitur utama smart helm ini adalah sistem lampu wireless ymg disematkan pada bagian samping helm sebagai lampu hazard. Lampu ini mendapatkan energi dari panel surya dan dapat digunakan dalam jangka waktu 8 jam. Ia menambahkan, panel surya yang tersemat sengaja dipasang fleksibel agar tidak meninggalkan kesan berat. Pun sebagai upaya memperhatikan tampilan dari helm itu sendiri. Adapun panel surya bertenaga 5 volt ini nanti akan mengisi daya dari lampu wireless. Fitur menarik lainnya adalah anti embun yang disematkan di visor bagian dalam dari kaca depan helm. Fitur ini akan membantu pengguna agar tidak terjadi pengembunan saat hujan turun. “Fitur ini sebenarnya sudah banyak digunakan untuk mobil, namun belum banyak masyarakat yang tahu. Untuk itu saya sematkan juga fitur ini untuk membantu pengendara motor saat hujan turun,” tambahnya. Banyaknya fitur nyatanya tidak membuat mereka abai akan berat helm yang sesui dengan standar nasional. Helm buatan mereka ini masih terbilang ringan yakni 1,5 kg saja. 0,1 kg lebih ringan ketimbang bataa maksimalnya. Terakhir, Bagus berharap karya ini dapat memberi kotnribusi dan mampu menekan angka kecelakaan. Pun juga sebagai motivasi anak muda untuk terus mengembangkan karya “Saya juga bercita-cita kelak produk kami ini dapat diproduksi massal dan digunakan oleh pengendara,” pungkasnya. (tri/wil)  

KESI UMM: Jangan Sepelekan Peran Hukum di Dunia Maya

Untuk meningkatkan pemahaman hukum generasi muda, Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiya Malang gelar Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI). Kegiatan yang dilaksankana pada 2 Februari 2023 itu diikuti sebanyak 200 siswa dan siswi dari sepuluh SMA/SMK sederajat se-kota Malang. Menariknya, ada juga short course mengenai pentingnya hukum bagi para influencer generasi Z. Sebagai pemateri, Isdian Anggraeny, S.H., M.Kn mengatakan bahwa manusia akan selalu berkaitan dengan hukum, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Pun dengan mereka yang berkarya sebagai content creator dan influencer. Mereka perlu mengerti hukum agar tidak terperosok dalam kasus maupun menjadi korban kejahatan. “Setiap karya foto, video ataupun karya lainnya yang telah diunggah oleh seseorang memiliki hak cipta. Secara hukum, hak cipta merupakan bagian dari hak kekayaan intelektual (HKI) dan penciptanya memiliki hak kekayaan individu dari karya tersebut,” terang Isdian. Lebih lanjut, berdasarkan pasal 1 Nomor 28 tahun 2014 bahwa hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis, berdasarkan prinsip deklaratif, yang tidak memerlukan pendaftaran suatu karya pada dirjen kekayaan intelektual, untuk mendapatkan lisensi bukti ciptaan agar mendapat perlindungan hukum. “Jadi, setiap orang yang menggunakan karya orang lain dan digunakan secara komersial tanpa izin penciptanya dapat dikenakan pelanggaran hak cipta yang telah diatur dalam UU 28 tahun 2014. Sebagai pencipta yang mendapatkan hak eksklusif, penciptanya juga berhak meminta royalti dan membawanya ke ranah hukum ” tegas Isdian. Isdian juga menjelaskan bahwa setiap karya memiliki masa perlindungan hukumnya. Berdasarkan Pasal 40 UU 28 tahun 2014, untuk karya tulis dan lagu memiliki perlindungan hukum seumur hidup ditambah 70 tahun setelah penciptanya meninggal dunia. Sedangkan untuk karya foto yang diambil sendiri memiliki perlindungan hukum selama 50 tahun sejak karya tersebut diumumkan atau diunggah. Beberapa tips yang dapat dilakukan agar terhindar dari pelanggaran hak cipta milik orang lain yaitu pertama tidak melakukan penyalinan, share atau bagikan, mengubah karya tanpa seizin dari pencipta. Kedua, melakukan pengidentifikasian pencipta dari karya. Ketiga, jika mendistribusian karya orang lain, maka lakukan perjanjian dengan pencipta terlebih dahulu, agar konten mengenai ciptaan tersebut sesuai dan memiliki keuntungan bagi seluruh pihak. “Kemudian yang keempat, lakukan rincian lisensi dari karya yang diperoleh dari web. Kelima, menggunakan gambar bebas lisensi dan terakhir jangan lupa untuk selalu mencantumkan sumber karya,” jelas Isdian. Sementara itu, Wakil Dekan I FH UMM, Bayu Dwiwiddy Jatmiko, S.H., M.Hum. berharap kegiatan ini bisa memberikan pelajaran baru di dalam kehidupan generasi muda. Apalagi melihat zaman sekarang yang sarat dengan kemajuan teknologi. Banyak aspek kehidupan yang mengalami perubahan. Oleh karena itu, kita perlu mencari cara agar tidak terbawa arus perkembangan zaman, salah satunya pada media sosial. “Seperti yang kita tahu bahwa media sosial memiliki dampak yang positif namun ada kalanya dunia maya itu bisa menimbulkan perpecahan. Tanpa kita sadari, saat kita mengunggah sesuatu yang kita anggap baik, ternyata mendapat tanggapan yang negatif dari beberapa orang. Oleh sebab itu, ada baiknya kita bijak dalam menggunakan sosial media dan mengerti secara hukum tentang undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) agar aman dari jeratan hukum,” pungkas Bayu. (zak/wil)

Mahasiswa UMM Ceritakan Susah Senang Belajar di Liverpool

Salah satu manfaat kuliah di luar negeri adalah lebih memahami makna toleransi dan menerima hal yang berbeda. Bukan hanya bertukar ilmu, tapi juga bertukar budaya. Hal tersebut disampaikan oleh Fasha Tiara Meilena, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil meraih beasiswa program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Feya, sapaan akrabnya, beberapa waltu lalu terbang ke Inggris untuk menjalani perkuliahan selama satu semester di University of Liverpool. Semua berawal dari rasa penasarannya untuk menimba ilmu di negeri orang. Apalagi dengan kemudahan dan akses infromasi program beasiswa yang diberi oleh kampus UMM. “Saat awal kuliah, aku sempat mampir ke International Relation Office (IRO) dan bertanya mengenai kesempatan beasiswa. Alhamdulillah IRO UMM menjelaskan banyak hal. Salah satunya IISMA yang merupakan program dari Kemendikbud,” katanya. Feya berangkat ke Liverpool untuk memulai perkuliahan pada September hingga Januari lalu. Di sana ia mengikuti sistem perkuliahan dengan modul. Adapun modul yang diambil adalah Media Self Society, Music in Context: Why Music Matters dan Deviance Youth and Culture. Feya menceritakan perbedaan yang ia alami selama di Inggris. Pertama adalah kurikulum perkuliahan. Jika di Indonesia lebih mengedepankan praktek, maka di sana lebih memberikan porsi pada teori. Tiap minggu ia mau tidak mau harus membaca dua jurnal dengan rata-rata 50 lembar. Sementara penilaiannya melalui kualitas essay, bacaan jurnal dan buku. “Di sana semua harus baca jurnal. Setiap minggu diberi bacaan wajib oleh dosen. Itu yang bikin aku agak kesulitan. Mau tidak mau harus fokus baca tiap minggu,” ungkap perempuan asal Probolinggo. Mengenai makanan, ia menilai jika makanan di Inggris kebanyakan lebih hambar, sekalipun di restoran Asia. Untuk mengakali hal tersebut, Feya lebih memilih masak sendiri dibandingkan beli di luar, sebab dia juga membawa bumbu khas Indonesia selama di Inggris. “Cuaca juga jadi masalah sendiri bagi saya. Saya sering kedinginan dan harus memakai berlapis-lapis pakaian. Tapi alhamdulillah, semua lancar dan saya mendapat banyak pengalaman dan pelajaran selama di Liverpool,” katanya. Ada satu pengalaman menarik selama di sana, yakni mengadakan pengenalan budaya dari masing-masing negara bersama teman-teman internasional lain. Ia juga mengenalkan budaya Indonesia, salah satunya tari kecak. “Beruntung, UMM sangat terbuka dan mendorong mahasiswanya untuk berkontribusi dan mendapat banyak ilmu. Tidak hanya di tempat lokal, tapi juga di lokasi internasonal seperti di kesempatan ke Inggris ini. Semoga akan ada banyak anak muda yang berkesempatan belajar di luar negeri, dan membagikan kesan positifnya ketika kembali ke tanai air,” pungkasnya. (ros/wil)

Dubes Uni Eropa Kini Kolaborasi dengan UMM

Perkembangan pendidikan saat ini tidak lepas dari teknologi yang dapat membantu kerjasama pendidikan antar negara dari berbagai belahan dunia. Hal tersebut diucapkan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunnei Darussalam H.E. Vincent Piket di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kegiatan ini diselenggrakan pada 2 Februari 2023 lalu dan diikuti puluhan dosen dan mahasiswa. Vincent, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Uni Eropa saat ini sedang gencar dalam menggendeng Global Partnership, terutama dalam bidang pendidikan. Ia juga merasa tertarik dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dikerjakan oleh Indonesia. Bahkan banyak negara anggota Uni Eropa yang berbondong-bondong mencari informasi mengenai MBKM untuk bekerjasama. Menurutnya, kerjasama di dunia pendidikan ini memberikan kesempatan untuk bertukar budaya, ilmu pengetahuan dan inovasi. Didukung dengan biaya pendidikan di Eropa yang cenderung murah, sehingga membuka peluang bagi pelajar atau mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di sana. Tak lupa, ia juga memuji UMM yang memiliki banyak unit usaha dalam mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia ini. “Saya sangat setuju dan kagum dengan sistem MBKM yang ada di Indonesia ini, sehingga para mahasiswa bisa bebas menentukan pilihan pendidkan yang sesuai dengan passionnya. Kami tentu membuka kerjasama selabar-lebarnya dalam program MBKM ini, termasuk untuk UMM” ucapnya. Pria asli Belgia ini memaparkan bahwa Uni Eropa juga tengah membahas penanggulangan kerusakan lingkungan. Ia mengatakan bahwa Uni Eropa berkomitmen dalam pelestarian lingkungan hidup sebaik mungkin. Salah satunya dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan. Ia kembali memuji energi baru terbarukan yang dicetuskan Indonesia. Pun dengan EBT yang ada di UMM berupa pembangkit listrik tenaga mikrohidro. “Uni eropa akan terus berupaya dalam menjaga lingkungan melalui berbagai jalan. Pun dengan kerjasama yang akanterus kami jalin dengan banyak wilayah dan negara,” tegasnya. Sementara itu, Prof. Dr. Syamsul Arifin M.Si selaku Wakil Rektor I UMM mengatakan bahwa pihaknya sudah terbuka dengan berbagai negara eropa di Bidang Pendidikan. Salah satunya adalah Program Erasmus yang telah ada di UMM sejak tahun 2009 hingga saat ini. Dari situ, banyak mahasiswa dan dosen UMM yang berhasil melanjutkan pendidikan di sana. “Harapan saya, dialog ini semakin membuka pintu kerjasama dan kemitraan. Khususnya mengenai pendidikan yang menjadi gerbang mengubah dunia, termaasuk mengatasi krisis iklim,” ucap Syamsul mengakhiri. (haq/wil)

Ini Kiat Bikin Rumah Budget Mepet ala Dosen UMM

Harga rumah dan tanah terus terus melambung dari waktu ke waktu. Tingginya harga properti ini membuat banyak kalangan, utamanya kaum milenial kesusahan untuk memiliki hunian impian. Melihat hal tersebut, dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Ir. Moh. Abduh, ST., MT., IPM., ACPE., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa milenial pun bisa memiliki rumah impian dengan budget minimalis. Lebih lanjut, Abduh sapaannya, mengatakan generasi milenial di kisaran umur 20-30 tahun masih sangat memungkinkan untuk memiliki hunian sendiri. Namun dalam proses pembangunannya harus melibatkan ahli agar keamanan dan kenyamanan terjaga. Untuk membuat rumah tinggal yang layak dan nyaman, biaya yang dibutuhkan sangat bervariasi. Namun untuk membangun rumah sederhana para milenial harus menyediakan dana 200 juta ke atas. “Hal utama yang harus diperhatikan ketika akan membangun rumah adalah mempertimbangkan kondisi wilayah di Indonesia. Sebagai negara yang dikelilingi cincin api, Indonesia menjadi rawan terhadap gempa bumi. Hal ini cukup membahayakan, oleh karenanya pembangunan rumah juga harus dibuat tahan akan gempa,” kata dosen asal Lampung itu. Lebih lanjut, Abduh mengatakan bahwa untuk membuat rumah minimalis dengan harga yang minim, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah pemilihan gaya arsitektur rumah. Masing-masing gaya arsitektur memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Namun menurut Abduh rumah dengan gaya arsitektur tropis akan cocok untuk generasi milenial. Hal tersebut dikarenakan gaya arsitektur ini lebih efisien untuk biaya perawatan karena sesuai dengan iklim yang ada di Indonesia. “Hal lain yang dapat dijadikan pertimbangan untuk menghemat pengeluaran dana rumah adalah menggunakan bahan-bahan alternatif. Bahan pengganti ini sangat banyak ragamnya dan penggunaanya juga kondisional. Misalnya mengganti kusen kayu dengan alumunium ataupun mengganti rangka atap kayu menjadi baja ringan. Namun untuk mengganti bahan-bahan bangunan ini harus dikonsultasikan dengan para ahli, karena jika salah memilih bahan maka biaya pembangunan rumah akan membengkak,” ungkap anggota Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tim bidang sertifikasi Jatim tersebut. Terkait bahan pengganti bangunan, Abduh kembali menjelaskan bahwa masing-masing bahan pengganti memiliki sisi positif dan negatifnya tersendiri. Dari sisi positif, penggunaan bahan pengganti ini jelas memiliki sisi yang lebih ramah lingkungan. Sementara untuk sisi negatifnya terkhusus dibagian rangka atap, perlu adanya perawatan ekstra terkait pengecekan skrup atau paku baja ringannya. Hal ini harus dilakukan karena screw atau baut akan mengalami pengenduran akibat waktu, perubahan suhu, serta getaran. “Dalam membangun hunian impian harus diperhatikan keamanan materialnya. Dengan dana awal 200 juta tersebut para milenial sudah bisa membangun rumah tropis dengan spesifikasi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur simpel, dan juga ruang tamu serta ruang keluarga yang menyatu. Kurang lebih luas bangunan yang didapatkan adalah 36 meter persegi. Jika membangun rumah sendiri, generasi milenial bisa lebih menghemat dana, namun jika ingin lebih efektif maka bisa membeli rumah yang sudah jadi,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)

Dua Kepala Daerah Alumni UMM Bicara Cara Memberi Manfaat bagi Bangsa

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bisa memberi manfaat kepada orang lain. Hal tersebut ditegaskan Bupati Pasuruan, H. M. Dr. Irsyad Yusuf, S.E., M.MA pada kuliah tamu mahasiswa pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun acara tersebut diselenggarakan pada 31 januari 2023 lalu di Hotel Kapal Garden Sengkaling. Bupati pasuruan yang lebih akrab disapa Gus Irsyad itu mengungkapkan kesuksesannya menjadi bupati Pasuruan adalah karena kemauannya untuk emenbar manfaat kepada masyarakat, bangsa dan juga negara. “Berkontribusi kepada masyarakat itu bisa dimulai dari mana saja. Tidak harus seperti saya, saudara bisa jadi pengusaha, politikus, tenaga pendidik ataupun yang lainnya. Tapi harus memiliki tujuan yang jelas. Misalnya kalau jadi bupati, harus punya visi dan misi dalam program pembangunan. Dimana, tujuan dari pembangunan itu sendiri adalah untuk menyejahterakan masyarakat,” jelas Irsyad. Alumnus UMM itu juga menjelaskan bahwa dalam membangun, bukan hanya tujuan yang harus jelas, tapi juga harus memiliki sasaran dan target yang tepat. Sehingga program bisa mencapai tujuan yang sudah dicanangkan. “Selain itu, kolaborasi juga menjadi hal penting dalam mempercepat proses pembangunan. Jika ingin mempercepat pembangunan di bidang pendidikan, maka pemerintah harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Sehingga pihak kampus nantinya turut membantu untuk memberikan masukan atau ikut membangun berbagai sektor,” kata Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UMM itu. Irsyad juga mendorong mahasiswa untuk percaya pada proses dan terus maju meski banyak halangan. Pun dengan memperluas koneksi dan kolega dalam membangun karir. Ia juga meminta mereka untuk tidak melupakan guru serta dosne yang telah mendidik dan memoles mereka menjadi pribadi yang sukses. Senada dengan yang disampaikan Irsyad, Wakil bupati Malang Drs. H. Didik Gatot Subroto, S.H., M.H. juga mendorong mahasiswa untuk berkontribusi di bidang yang digeluti. Tidak apa-apa jika harus mulai dari bawah, selama bisa mnejadi pusat manfaat bagi sesama. Ia bahkan menceritakan karirnya di politik yang diawali dengan menjadi aktivis kampus. Kemudian setelah lulus diamanahi menjadi kepala desa dan dilanjutkan menjadi anggota DPRD hingga menjadi ketua DPRD. Berkat kepiawaiannya dalam memimpin, ia akhirnya juga diberi amanah untuk menjabat sebagai Wakil Bupati Malang. “Semua itu didapat dari proses belajar dan usaha. Selain itu, istiqomah juga penting dalam pembelajaran, karena diluar sana kalian akan bertemu ribuan orang yang memiliki keinginan atau cita-cita yang sama dengan kalian,” ungkap Didik yang juga alumnus UMM itu. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki S.T, M.T. menilai bahwa alumni memiliki peran penting dalam membangun ekosistem perguruan tinggi yang kompetitif. Salah satunya dengan kolaborasi bersama banyak pihak. Di mana banyak peluang yang bisa diraih oleh mahasiswa dan alumni di sektor pemerintahan, perusahaan maupun lembaga lainnya. “Oleh karena itu, ambilah hal-hal baik yang bisa diteladani dari para alumni. Jadikan itu sebagai motivasi dan bangun diri untuk menjadi pribadi yang memberikan dampak positif. Bukan hanya untuk UMM tapi juga untuk bangsa,” tegasnya mengakhiri. (zak/wil)

Alumnus UMM Jelaskan Pentingnya Fisioterapis bagi Atlet

Dalam dunia olahraga, cedera adalah hal yang paling menakutkan bagi atlet. Sebesar apapun bakat atau sekonsisten apapun performa yang ditunjukkan, semua akan lenyap ketika mengalami cedera. Hal itu dikatakan oleh Fisioterapis alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Izzul Mujahidin. Ia mengarakan bahwa jika seorang atlet mengalami cedera parah yang tak kunjung sembuh selama bertahun-tahun, maka akan menghambat karirnya. Bahkna bisa pensiun dini dan harus mengubur mimpinya. Maka kehadiran fisioterapis di dunia olahraga menjadi hal yang penting. “Sebagian besar masyarakat belum mengetahui peran penting fisioterapis, utamanya dalam dunia olahraga. Padahal kami memiliki tugas penting seperti memulihkan maupun memaksimalkan kondisi atlet,” katanya. Izzul, begitu ia kerap disapa, menjelaskan bahwa fisioterapi atau terapi fisik itu merupakan rangkaian prosedur. Mulai dari memeriksa, menangani, hingga mengeveluasi pasien yang mengalami keterbatasan gerak dan fungsi tubuh. Proses fisioterapi juga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya cedera serta gangguan gerakan di kemudian hari. Adapun ia telah mendirikan klinik yang bernama Society Physioteraphy. Klinik yang baru diresmikan Desember lalu itu memang secara khusus menangani kasus-kasus cedera olahraga dan muskuloskeletal. Ia juga sudah bergabung dengan organisasi-organisasi fisio sport. Menurutnya ada banyak pekerjaan utama seorang fisioterapis dalam dunia olahraga.Mulai dari bertanggung jawab atas program-program latihan untuk atlet, membuat penilaian terhadap resiko cedera-cedera yang terjadi, membuat program latihan spesifik yang sesuai dengan jenis olahraga, atau kadang memberi nasehat mengenai makanan yang dikonsumsi. Selain itu juga memberi masukan kepada pelatih mengenai situasi dan kondisi dari seorang pemain. Apakah pemain bersangkutan siap untuk bermain dalam sebuah pertandingan, apakah dia fit, dan berapa menit kira-kira waktu bermainnya. “Seorang fisioterapis olahraga juga membantu meningkatkan performa fisiknya. Yakni dari kondisi cedera ke kondisi fisik yang sehat dan bugar kembali. Biasanya fisioterapis juga memberi rekomendasi bagaimana seharusnya atlet berlatih dan melakukan pemanasan sebelum bertanding, agar cedera yang pernah kita alami tidak terulang kembali,” jelas alumnus jurusan Fisioterapi UMM 2014 ini. Ia mengaku mendapatkan banyak hal ketika berkuliah di UMM. Bukan hanya ilmu saja, tapi juga koneksi, cara membuka usaha, dan bagaimana memaksimalkan potensi diri. Izzul menilai, perjalanannya sebagai fisioterapis tidak lepas dari pengalamannya di Kampus Putih. (van/wil)

Mahasiswa UMM Gunakan AI untuk Menguji Viabilitas Polen Kelapa Sawit

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus melakukan inovasi di berbagai bidang. Inovasi terbaru kali ini di bidang Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Adalah Mohammad Rifqi Nur Faroza, mahasiswa teknik elektro UMM merancang AI untuk menguji viabilitas polen kelapa sawit. Semua berawal dari kesempatan yang ia dapat untuk magang di Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Kota Medan mellaui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Di situ, ia belajar banyak mengenai kelapa sawit, mulai dari pengembangannya hingga tantangannya. Ia juga fokus menggarap bidang Ai Developer untuk meningkatkan kualitas kelapa sawit di sana. Semua bermula pada permasalahan efektivitas pengujian butir polen kelapa sawit di perusahaan tersebut. Faroza dan beberapa mahasiswa MBKM akhirnya memiliki ide untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat menguji viabilitas polen atau serbuk sari dari kelapa sawit. Sehingga bisa mengetahui kelayakan dan kualitas dari polennya. Aplikasi tersebut ia beri nama Palm Oil Pollen Detector yang memiliki cara kerja dengan melihat butir polen melalui mikroskop. Kemudian dideteksi melalui aplikasi berbasis AI. Viabilitas polen yang terdeteksi dapat menyatakan keadaan polen yang sudah masak dan siap menyerbuk kepala putik. “Para peneliti sebelumnya menggunakan cara manual dalam menghitung viabilitas suatu polen dan membutuhkan waktu 1-2 jam untuk mendapatkan hasil kualitas polennya. Namun, dengan inovasi AI ini, kita dapat mempercepat proses uji menjadi beberapa detik saja,” jelas Faroza. Dalam pembuatan aplikasi ini, Faroza menjelaskan bahwa butuh waktu kurang lebih 2 bulan dan beberapa kali percobaan untuk menciptakan sebuah kecerdasan buatan yang diinginkan. Inovasi ini tentu sangat bermanfaat bagi perusahaan karena dapat mempercepat produksi kelapa sawit dengan kualitas yang sangat baik. Selain manfaat bagi perusahaan, Faroza dengan bangga menyebutkan bahwa pengembangan inovasi dari AI ini dapat menjadi referensi dari penelitian lainnya. “Semoga kedepannya dapat mengimplementasikan teknologi AI di bidang yang lain, terutama di bidang pertanian agar pertanian di Indonesia semakin maju,” tambahnya. (sep/wil)