Gen Z Marak Investasi Saham, Ini Tanggapan Praktisi Pasar Modal UMM

Menurut Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), data mencatat bahwa dalam periode 2020 sampai akhir 2022, lonjakan jumlah investor saham dan pasar modal melesat. Dari yang awalnya 3 juta investor menjadi 9,45 juta per Agustus 2022. Antusiasme investor baru ini didominasi oleh generasi Z dan milenial. Hal ini terbukti dari persentase sebesar 60% dari total investor adalah mereka yang berusia dibawah 30 tahun. Menanggapi hal tersebut, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM, Venus Kusumawardhana, S.E, M.M menerangkan bahwa investasi terutama dalam instrumen saham, memiliki prospek yang menjanjikan. Namun perlu adanya perhatian terkait risiko yang mungkin terjadi. “Anak muda generasi Z harus menyikapi secara bijak rencana investasi dan risiko yang pasti ada di setiap keputusan. Apalagi seringkali anak muda memiliki antusiasiasme yang menggebu-gebu akan hal baru,”” jelas Venus Menurutnya, dalam melakukan kegiatan investasi harus tetap mengedepankan rasional. Tingkat risiko dan imbal hasil yang diharapkan harus bisa diukur. Karena pada setiap keuntungan investasi yang sangat besar, pasti memiliki risiko yang besar pula. Sesuai dengan prinsip investasi yakni high risk high return. Sebagai generasi Z yang berada di tengah teknologi digital serba canggih, kini berinvestasi saham sangat mudah untuk diakses oleh siapapun. Hal ini pula yang menjadi salah satu faktor lonjakan kenaikan investor. “Dengan modal HP dan uang mulai dari 100 ribu saja, kini semua orang bisa dengan mudah membeli dan bertransaksi saham secara real time di bursa,” jelas dosen yang juga pernah menjadi praktisi pasar modal di perusahaan pialang ini. Mengenai prospek investasi saham, menurtnya anak muda generasi Z saat ini memiliki kesempatan yang jauh lebih mudah dibandingkan 10-20 tahun yang lalu. Namun, harus memperhatikan banyak hal sebelum memutuskannya. Ia berpesan agar anak muda harus memiliki mindset yang benar dulu sebelum terjun ke dunia investasi. “Generasi Z ini sebagain besar masih memiliki modal yang terbatas. Maka yang harus dilakukan adalah menyisihkan sebagian uang untuk diinvestasikan. Uang yang digunakan juga harus uang yang “menganggur” setelah porsi dana untuk kebutuhan primer terpenuhi,” katanya. Investasi dengan modal terbatas juga sebaiknya dilakukan dengan orientasi jangka panjang. Anak-anak muda juga bisa menggunakannya untuk pendalaman ilmu dan memperbanyak pengalaman. Sehingga nantinya bisa terjung langsung di pasar modal dengan baik. Ia juga memberikan tips bagi anak-anak muda yang ingin berinvestasi. Salah satunya yakni memilih saham eprusahaan dengan track record baik dan memiliki kinerja keuangan yang prima. “Selain itu, menabung saham secara rutin dan berkala juga bisa dilakukan agar bisa mendapat keuntungan jangka panjang,” pungkasnya. (lib/wil)
Dosen UMM Ini Kawinkan AI dan Pengembangan Motif Batik

Pemanfaatan Articial Intelligence (AI) dapat diterapkan dalam berbagai sektor. Mulai dari kesehatan, market place, hingga kebutuhan sehari-hari. Bahkan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini mendesain AI yang khusus digunakan untuk pengembangan motif batik. Inovasi ini dikembangkan Dosen Program Studi Prodi Informatika Agus Eko Minarno, M.Kom. Ia menceritakan latar belakang pengembangan dan riset yakni karena ketertarikanya akan batik, tepatnya sejak 2012 lalu. Dari situ, Agus, sapaan akrabnya konsisten untuk melakukan penelitian motif batik. AI yang sedang kami kembangkan diharapkan mampu memberikan motif baru. Apalagi di dunia batik ada istilah stagnasi, yaitu kebanyakan motif yang digunakan masih sama. Adapun Teknologi generative adversial networks (GANs) bisa mengembangkan dan bahkan mengombinasikan motif-motif yang ada menjadi motif yang baru. Lebih lanjut ia menjelaskan, nantinya program yang ada akan diberi input agar bisa membuat motif yang diinginkan. Misalnya, jika ada motif A dan motif B, AI akan mengombinasikan dan menggabungkannya menjadi batik baru yang menarik. “Dengan GANs, komputer belajar mengidentifikasi motif-motif yang sudah ada dan mengembangkannya menjadi motif yang baru. Ini juga bermanfaat sebagai simulator bagi desainer dalam menggabungkan dan mengkombinasikan motif. Melalui teknologi ini, dalam satu detik dapat menghasilkan sekitar 100 motif baru,” jelasnya. Penelitian Agus telah sampai pada proses mengumpulkan data set yang nantinya dijadikan buku-buku terkait batik dan filosofinya. Sampai saat ini ada lebih dari 202 kain batik yang sudah didigitalisasi. Dalam melaksanakan penelitian, ada lebih dari 35 volunteer yang turut membantu. Pun kerjasama dengan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekar Jagad, pengrajin, serta dosen-dosen Prodi Informatika UMM, serta para kolektor. Dosen yang sedang melanjutkan studi doktoral ini melanjutkan bahwa tantangan yang ia hadapi adalah mengupulan data set. Hal itu karena banyak batik klasik yang hanya dimiliki oleh sedikit kolektor. Maka, kerjasama dengan PPBI menjadi solusi yang bagus untuk mengumpulkan berbagai hal. “Semoga akan lebih banyak lagi motif batik yang dapat dikumpulkan sehingga batik bisa banyak dikenal dengan mudah. Pun dengan pengembangan AI ini bisa membantu pengusaha dan desainer batik untuk membuat motif-motif baru dan menaikkan angka penjualan,” pungkasnya. (nov/wil)
UMM-Jember Realisasi Mandiri Pangan dan EBT di 6 Lokasi Strategis

Kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memasuki babak baru. Keduanya sudah menetapkan sederet lokasi yang akan dijadikan tempat pengembangan pangan organik dan energi abru terbarukan. Hal itu didiskusikan pada kunjungan Bupati Jember ke UMM pada 9 Januari 2023 lalu. Bupati Jember, Ir. Hendy Siswanto, ST., IPU. Menjelaskan bahwa Jember memiliki program bernama Smart Organic Farming Renewable Energy 100 (SOFRE 100). Dalam menjalankannya, UMM memiliki peran penting, utamanya di bidang pangan dan kemandirian sumber daya energi. Ada empat peran UMM dalam proses SOFRE 100. Di antaranta pendampingan sertifikasi Organik RE 100, pendampingan Smart Organic Farming, pendampingan pemasaran untuk produk Organik RE 100 dan pendampingan pemanfaatan energi Baru terbarukan (EBT). “Untuk sektor pangan rencananya Jember akan mendirikan pabrik pupuk organik di kecamatan Sumbersaru. Kemudian juga melakukan kemandirian pangan di Desa Sukorejo,” ungkapnya. Terkait ketahanan energi, Hendy mengatakan bahwa ada empat wilayah yang akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Keempatya yakni desa Jambearum, Dusun Baban Timur Darungan, Dusun Karang kebun, dan Dusun Sepuran. “Ada beberapa wilayah kami yang belum teraliri listrik karena lokasinya di dalam hutan. Maka, saya rasa UMM bisa memberikan masukand an pendampingan agar Jember bisa memiliki PLTMH maupun PLTS. Semoga ini bisa menjadi solusi strategis bagi masyarakat. Tujuan kedatangan kami adalah untuk melihat bukti nyata kontribusi perguruan tinggi bagi bangsa. Sehingga kami bsia meniru secepatnya,” kata Hendy. Hendy juga mengatakan bahwa, program mandiri energi Jember akan dimulai dari Pondok Pesantren, Sekolah dan Madrasah. Hal tersebut tentu dapat menciptakan kemandirian sekolah dalam hal EBT. Selain itu juga bisa menjadi wahana edukasi baru dan sekaligus praktek bagi para pelajar. Di sisi lain, penanggung jawab bidang mandiri pangan dari UMM Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP. IPU. menyampaikan rencana dan strategi selama lima tahun ke depan. Pada 2023, akan membentuk klaster SOFRE dan industri pendukung hulu hilir. Kemudian 2024 pengembangan industri pendukung dan industri pengolahan berbasis SOFRE 50 dan pemasaran regional. “Tahun 2025 Pengembangan smart corporate farming sebagai industri inti berbasis RE 100 dan pemasaran nasional. Diikuti dengan pengembangan Klaster SOFRE ke 2 serta Inisiasi sertifikasi internasional untuk pasar Ekspor pada 2026. Terakhir yakni ada pengembangan desa wisata berbasis SOFRE 100 dan brand development serta ekspor beras organik di 2027,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berharap ada langkah nyata untuk mengeksekusi rencana kerjasama keduanya. Utamanya dalam memajukan ketahanan pangan dan EBT. Ia menegaskan bahwa akan memberikan akademisi terbaik untuk membantu memajukan Jember dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (ros/wil)
Banat, Alumnus UMM yang Sukses Meniti Karir di Kuwait

Adat muda menanggung rindu, adat tua menanggung ragam. Peribahasa satu ini tepat untuk menggambarkan semangat Banat Farofihoh, salah satu alumni Vokasi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia menilai bahwa anak muda memang harus bersabar dalam meraih cita-cita. Demikian juga ia yang kini menagsal ilmu dan pengalamannya berkarya di Royal Hayat Hospital, Kuwait. “Sebenarnya motivasinya bukan bekerja tapi untuk belajar dan menambah pengalaman di manapun tempatnya. Baik itu kesempatan di dalam maupun luar negeri. Harapannya ilmu yang didapat bisa diaplikasikan untuk membangun sistem kesehatan yang optimal di Indonesia,” ujar Banat. Berangkat ke Kuwait pada Oktober 2022 lalu, saat ini ia bertugas sebagai Practice License Nurse. Yakni perawat di bagian home health, semacam homecare yang merawat pasien di rumah. Beberapa layanan yang diberikan yakni berupa baby care dan geriatric care. Perempuan lulusan D3 Keperawatan ini memulai karir awalnya sebagai salah satu volunteer Covid-19 pada program penanggulangan Pandemi hasil kerjasama Dinas Kesehatan Kota Batu dan RSU UMM pada 2021 silam. Sembari mengabdikan diri di tengah wabah, Banat mendaftar pada program kerja internasional di Kuwait. Siapa sangka, akhir 2021 ia mendapat kabar baik tentang keberangkatannya. “Pada tempat saya mendaftar ini berfokus di bidang global, jadi pembagian pekerjaannya ada yang ke Jepang, Arab Saudi, Kuwait dan masih banyak lagi. Kontrak kerjanya kurang lebih 2 tahun. Prosesnya cukup panjang tapi alhamdulillah pihak UMM selalu membantu dan mendukung niat saya. Mulai dari kemudahan mengurus administrasi hingga persiapan keberangkatan”, urai Banat. Pada awal-awal menjalani pekerjaan, Banat merasakan banyak culture shock. Terutama dari segi bahasa dan sistem kerja yang digunakan. Namun, kemudahan-kemudahan lain hadir untuk meringankan langkahnya. “Jam kerja di Kuwait 12 jam, sebanyak 17 hari dalam 1 bulan. Sedangkan di Indonesia hanya 8 jam kerja. Selain itu, rekan kerja yang berasal dari berbagai negara juga jadi tantangan tersendiri. Meski begitu, ada banyak kemudahan yang saya peroleh seperti fasilitas kendaraan dan tempat tinggal lengkap beserta furniturenya yang difasilitasi oleh rumah sakit. Penghasilan juga sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari, yakni berkisar 12-13 juta rupiah perbulan,” katanya. Selain itu, tantangan lainnya yakni saat menghadapi keluarga pasien yang berbeda pednapat. Disini keteguhan dan kesabarannya diuji untuk dapat menyelesaikan tugas dengan sebaik mungkin. “Biasanya pada bagian homecare suka struggle saat dealing dengan keluarga pasien, seperti memberi pemahaman kepada keluarga yang kadang memiliki standar kesehatan yang berbeda,” pungkasnya. (nov/wil)
Sunset Vokasi UMM dan BRI Tekan Risiko Gagal Studi Mahasiswa

Sebanyak 35 mahasiswa vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terima beasiswa biaya studi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Malang. Hal tersebut merupakan upaya UMM dan BRI untuk membantu mengembangkan talenta dan menekan risiko gagal studi. Beasiswa tersebut juga merupakan bagian dari program Vokasi UMM yang diberi nama Student Safety Net (Sunset) Adapun serah terima itu berlangsung pada 27 Januari 2023 lalu. Pimpinan BRI Malang, Mohammad Suratin mengatakan bantuan CSR ini merupakan salah satu program BRI Peduli untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan. Salah satunya dengan memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu dari segi ekonomi. “Apalagi melihat talenta mahasiswa UMM yang luar biasa. Maka, dengan sedikit bantuan ini semoga bisa membantu kelancaran studi mahasiswa UMM. Selain itu, bantuan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha bagi mahasiswa agar mereka bisa mandiri secara ekonomi agar tidak terus bergantung pada bantuan yang ada,” ujar Suratin. Ia juga berharap agar pemberina beasiswa ini bisa menjadi pintu gerbang kerjasama BRI dengan Kampus Putih UMM. Ada berbagai bidang yang ia lihat memiliki peluang untuk bisa dikolaborasikan untuk menyebarkan manfaat lebih kepada masyarakat. Di sisi lain, Kepala Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si. menyampaikan bahwa bantuan beasiswa BRI ini sejalan dengan program Sunset yang digagas oleh pihaknya. Program ini ebrtujuan untuk mengatasi risiko gagal studi yang seringkali menjadi penghalang mahasiswa. “Terhitung sejak dua tahun lalu, program ini telah membantu biaya studi hingga biaya hidup mahasiswa. Bahkan juga mmbantu biaya training mahasiswa yang berangkat ke Jepang. Mudah-mudahan bantuan dari BRI kali ini bisa menambah semangat para mahasiswa untuk menjalani studi dengan baik,” ungkap Tulus. Hal tidak jauh berbeda disampaikan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. Ia berharap ada peluang bagi UMM dan BRI untuk memperluas kerjasama. Terkait beasiswa, ia mendorong mahasiswa yang menerimanya untuk bisa digunakan dengan tepat dan bermanfaat. Apalagi jika digunakan untuk membangun usaha yang mampu menghidupi dirinya dan membayar uang kuliah. Sehingga tidak bergantung pada bantuan-bantuan lain. Beasiswa Bri tersebut disambut baik oleh Yulia Ayu Firnanda, mahasiswa D3 keperawatan UMM. Ia merasa beruntung bisa mendapatkan bantuan CSR dari BRI karena memang ia sedang mencari beasiswa untuk keperluan studinya. “Selain untuk membiayai kuliah, saya juga berencana mengembangkan usaha agar bisa lebih mandiri. Ada banyak ide dan teman yang bisa diajak untuk merintis bisnis saya ini,” pungkasnya. (zak/wil)
Festival AIK UMM Putar Film-Film Kreatif Karya Mahasiswa

Visualkan nilai-nilai dan prinsip Muhammadiyah lewat sebuah film drama dan dokumenter, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan pemutaran film. Acara bertajuk Gelar Seni dan Budaya Muhammadiyah ini menampilkan enam film karya mahasiswa mata kuliah Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Adapun acara ini diadakan pada akhir Desember lalu bertempat di Aula BAU. Dosen pembimbing AIK Azhar Muttaqin, M.Ag. menjelaskan bahwa acara tersebut dikonsep oleh Bagian Pengembangan (BP) AIK UMM dan sederet mahasiswa. Keenam film yang ditampilkan memuat tema tentang AIK, kesenian musik islami, dan juga musikalisasi puisi. Selain itu, pada agenda tersebut, turut diputarkan juga film Jejak Langkah 2 Ulama dengan menghadirkan tim Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. “Enam film yang ditampilkan adalah murni karya dari para mahasiswa. Awalnya, kami ingin mengadakan pemutaran film biasa saja. Namun, Alhamdulillah pihak Kampus mendukung penuh dan nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah festival. Tentu ada pemenang yang akan dipilih berdasarkan karya. Harapannya agenda ini bisa menjadi tradisi yang dilaksanakan oleh seluruh peserta AIK,” tegasnya. Azhar, sapaannya mengatakan bahwa karya yang ada dapat menjadi sumbangsih dalam dakwah kultural Muhammadiyah sekaligus menjadi stimulasi bagi pembelajaran AIK yang lain. Kami juga akan mengusahakan agar menjadi kegiatan tahunan yang bisa mendorong kreativitas mahasiswa. Di sisi lain, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. sangat mengapresiasi agenda tersebut. Oa menilai bahwa pemutaran film ini dapat menjadi salah satu cara bagi dosen untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa. Terutama untuk meningkatkan potensi diri sesuai minat yang berbeda-beda. “Mahasiswa kita kan beragam, ada yang suka seni budaya, suka berdiskusi dan lainnya. Maka, hal ini menjadi tantangan bagi para dosen AIK untuk menjadi pendidik yang kreatif. Setelah pagelaran ini berlangsung, ternyata tidak hanya mahasiswa Ilmu Komunikasi yang bisa memproduksi film. Saya sangat senang dan mengapresiasi. Perlu diperbanyak komunitas pembuat film dari anak muda sehingga dapat mewadahi kemampuan para pecinta seni sebagaiw adah pesan dakwah,” ujar dosen kelahiran Sampang ini. Turut hadir Era Sugiarso yang merupakan tim LSBO PP Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2017, pihaknya memang memiliki fokus dakwah baru yaitu melalui media film. Sejauh ini LSBO telah mempunyai empat film, salah satunya Jejak Langkah 2 Ulama. “Saya tentu ingin para mahasiswa semakin gencar dan giat dalam menyiarkan dakwah-dakwah Islam dan Muhammadiyah. Bisa menggunakan berbagai platform, salah satunya ya dengan media film,” pungkasnya. (wil)
Perjalanan Sukses Alumnus UMM yang Jadi Komisaris di Perusahaan Garuda Indonesia

Mimpi itu gratis dan jangan takut untuk bermimpi karena itu sebuah kewajiban. Tapi tidak cukup hanya bermimpi saja, perlu adanya keras agar angan itu bisa terwujud. Hal tersebut diungkapkan oleh Komisaris PT. Aerofood ACS (Garuda Indonesia Group), Muhammad Sukron , ST.,MT. yang merupakan alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sukron, sapaan akrabnya, mengatakan keberhasilannya menjadi seorang komisaris tak luput dari kerja keras dan juga pengalaman yang di dapatkan selama berkuliah. Sebelumnya, ia tak pernah membayangkan akan menjadi seorang pimpinan dari salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Karena biasanya, untuk seorang lulusan teknik bisa bekerja di perusahaan atau menjadi karyawan BUMN itu sudah sangat baik. Namun jika bisa lebih dari itu, menjadi hal yang luar biasa. Utamanya bagi saya,” katanya. Sukron sudah menduduki posisi komisaris sejak dua tahun lalu. ia mengaku banyak permasalahan yang harus dihadapi dan diseesaikan. Apalagi saat itu perusahaan sedang menghadapi problem dan krisis akibat pandemi Covid-19. Salah satunya turunnya pendapatan. “Dengan keinginan yang kuat untuk membangkitka perusahaan, Alhamdulillah saya dan tim bisa mengatasinya. Melalui evaluasi serta pengawasan yang akuntabel sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG), pendapatan perusahaan kembali normal bahkan mengalami peningkatan dan perusahan bisa keluar dari krisis,” jelas Sukron. Selain sebagai komisaris, Sukron juga aktif di politik serta organisasi kepemudaan sembari berwirausaha di bidang konstruksi. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bidang Energi dan Sumber Daya Mineral. Jabatan itu ia raih berkat kepiawaiannya dalam memimpin. Bahkan sejak menjadi mahasiswa beberapa tahun yang lalu. “Selama berkuliah, saya merupakan mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi intra kampus maupun organisasi otonom Muhammadiyah. Seperti, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Senat Mahasiswa dan juga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Selama keikutsertaan saya di organisasi, saya juga sempat dipercaya menjadi Ketua Komisariat IMM UMM. Hal itulah yang menjadi alasan kuat mengapa saya bsia berada di posisi sekarang,” ungkap Sukron. Meski memiliki segudang kesibukan, Sukron muda tak pernah lupa dengan nilai akademik perkuliahannya. Sebagai mahasiswa teknik mesin, ia berhasil lulus tepat waktu dengan indeks prestasi yang baik. Dengan pengalaman dan juga prestasi yang telah didapat, ia berhasil melanjutkan studi magister dan juga doktornya dengan beasiswa. “Menurut saya, sayang sekali jika sebagai mahasiswa waktunya hanya dipakai untuk perkuliahan saja. Harus ada keseimbangan antara kemampuan akademik dan non-akademik. Kemampuan akademik untuk mengasah ilmu secara personal, sedangkan kemampuan akademik untuk mengasah softskill. Salah satu softskill yang dibutuhkan saat berada di masyarakat maupun di tempat kerja yaitu kemampuan memimpin. Hal tersebut harus terus diasah sedini mungkin,” tuturnya. Ia berharap anak-anak muda bisa membangun kapasitas dan potensi. Jika dilakukan dengan baik, pintu kesuksesan akan terbuka lebar. “Saya bangga bisa berkuliah di UMM. Banyak hal yang saya pelajari dan banyak alumninya yang menjadi orang besar. Smeoga anak-anak muda bisa tekun dan belajar banyak hal agar mampu menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya. (zak/wil)
Start Energi dan Pertanian: Kerjasama UMM-Jember Langsung Tancap Gas

Sudah waktunya Jember menjadi daerah yang mandiri energi dan pangan. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto, ST. saat melakukan diskusi bersama Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) pada 5 Januari 2023. Selain rektor, UMM juga menghadirkan para pakar dan profesor untuk memberikan arahan agar pelaksanaan program kerjasama bisa segera berjalan dengan baik. Lebih lanjut, Hendy, sapaannya, mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi tindak lanjut kerjasama yang sudah dijajaki. Untuk mencapai tujuan Jember yang mandiri, pihaknya menggandeng UMM dan para pakarnya. Utamanya di bidang pertanian yang fokus pada pertaniain organik dan turunannya. Kemudian yang kedua adalah energi baru terbarukan (EBT). Dalam diskusi tersebut, sudah dilakukan pemetaan area yang digarap untuk pengembangan beras organik, pupuk organik, dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Agar bisa segera diimplementasikan, dalam kesempatan itu jgua langsung dibentuk tim task force di lapangan yang terdiri dari pihak UMM maupun pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember. “Kami juga akan berkunjung ke UMM Senin depan untuk melihat berbagai inovasi yang sudah dilakukan. Apalagi pupuk organik, beras organik dan PLTMH sudah diimplementasikan UMM sejak lama sehingga tidak perlu lagi diragukan,” tegasnya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengaku senang dengan penjelasan bpati Jember yang tidak ingin matahari dan air di Jember tidak boleh disia-siakan. Harus ada program konkret yang bisa ditangkap dan menjadi sumber energi pendukung bagi warga Jember. “Sinergisitas ini tentu segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Kami tidak ingin bertele-tele. Harus ada langkah konkret yang akan segera kami lakukan. Kami juga berkomitmen untuk bersama-sama membangun sustainibiltas bagi masyarakat Jember,” pungkasnya (wil)
Tahun Baru Makan Makanan Bakar? Awas Bahaya, Ini Kata Pakar UMM

Tahun baru 2023 memang sudah berlalu. Banyak masyarakat yang turut memperingatinya dengan berkumpul bersama keluarga hingga menyajikan makanan olahan bakar. Namun, siapa sangka, makanan yang dimasak dengan arang berpotensi menyebabkan penyakit kanker. Menurut Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malang (UMM) Faqih Ruhyanudin, M. Kep., Sp. Kep.MB, secara umum arang bukan zat karsinogen. Namun memasak dengan arang dapat memunculkan sifat karsinogenik penyebab kanker. Dengan proses yang cukup lama, kanker terbentuk dari sel yang sudah bermutasi karena zat karsinogen. Semua bermula dari tumbuhnya polip dari sel yang seharusnya ber-apuptosi atau mati secara terprogram. Namun sel tersebut justru tetap hidup dan tumbuh. Meski demikian, dosen yang fokus pada keperawatan medikal bedah ini menyebutkan, sampai saat ini belum diketahui dengan jelas penyebab kanker. Kecenderungan budaya masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi makanan yang diasap, dibakar atau dipanggang harus diperhatikan karena mengandung senyawa benzopirin. Paparan zat ini dapat menyebabkan peningkatan progresivitas kanker. Terkait deteksi kanker, ia menjelaskan bahwa peluang sembuh akan tinggi jika bsa dideteksi sejak dini atau sebelum sel kanker menyebar ke area-area lain. Namun, meski sudah dinyatakan sembuh, penderita harus tetap waspada karena sel kanker masih berpeluang muncul lagi di tempat lain. “Terkadang, ketika seseorang didiagnosa terjangkit kanker, orang tersebut langsung cemas dan tidak semangat. Pengaruh pengobatan itu hanya 30% saja, sementara sisanya adalah motivasi diri untuk sembuh dan mengatasi penyakit.” jelas Faqih. Di akhir, Faqih menyampaikan beberapa tips untuk memulai kebiasaan baik dan mencegah penyakit ini. Dimulai dengan rutin berolahraga atau beraktivitas fisik setiap hari. Kemudian juga menghindari alkohol, obesitas serta memperhatikan pola makanan yang masuk ke dalam tubuh. Rokok juga perlu dihindari serta mengurangi makanan berbahan dasar daging merah tinggi lemak. “Manusia itu makhluk yang unik. Selain faktor fisik yang sehat, kita juga perlu menjaga kesehatan kondisi psikis dan spiritual kita untuk kehidupan yang lebih optimal. Daripada merayakan sesuatu dengan kegiatan euforia berlebihan, lebih baik melakukan intropeksi dan memperbaiki diri. Baik dari segi fisik, psikis maupun spritual,” pungkasnya. (van/wil)
Belajar Riset dengan Asyik di Soscamp UMM 2022

Mahasiswa Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) harus siap kapanpun dan di manapun sebagai agen perubahan sosial. Hal tersebut diucapkan oleh Luluk Dwi Kumalasari, M.Si. selaku Ketua Prodi Sosiologi UMM pada penutupan Sosiologi Camping (Soscamp). Adapun kegiatan ini diselenggrakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) pada akhir Desember berlokasi di Desa Sumberejo, Batu. Luluk, sapaan akrabnya mengatakan soscamp menjadi sebuah forum pengenalan prodi kepada mahasiswa baru. Melalui forum ini, peserta mendapatkan gambaran selama bagaimana menjadi seorang mahasiswa. Selain itu juga sebagai awal praktek mahasiswa baru melakukan riset sosial dengan terjun langsung di tengah masyarakat. Meski sempat vakum karena pandemi, Soscamp akhirnya bisa kembali terlaksana demi menempa pemuda menjadi penggerak dan problem solver. “Dengan kegiatan ini, maka Sobat Sosio bisa mengambil manfaat yakni mengenal bagaimana menjalankan sebuah riset dan program akademik. Pun dengan materi-materi terkait pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sehingga mampu memberikan solusi dan manfaat,” pungkasnya. Menariknya, Soscamp ini ditutup dengan iringan pentas seni yang bekerjasama dengan warga setempat. Sumberreko juga dinilai memiliki karakter unik yakni budaya kerelawanan dan seduluran. Warganya juga terkenal dengan adab yang dijunjung tanpa memandang perbedaan. Rachmad Kristiono, P.hD. selalu pemateri menilai, keunikan itulah yang dijadikan objek peneitian atau riset mahasiswa dalam Soscamp. Kemudian dijadikan bahan atau acuan pada perkembangan desa. Ia berharap Soscamp dapat memacu keingintahuan dan daya kritis mahasiswa. Dengan begitu, sebutan agent of change tidak hanya menjadi bualan belaka. “Nilai saling membersamai dalam desa ini menjadi ciri khas menarik. Tentu harapan saya yaitu agar mahasiswa sosiologi bisa sadar dan empati ketika berada di tengah masyarakat,” katanya. Hal serupa juga disampaikan oleh Omilrio Sankha, Ketua Umum Himasos UMM. Ia mengatakan bahwa Soscamp 2022 mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Sosial Melalui Nilai Kekeluargaan dan Intelektual Mahasiswa Sosiologi UMM”. Melalui tema ini, para peserta didorong untuk menumbuhkan rasa empati, diiringi dengan pemikiran intelektual yang kuat. Salah satu skill yang dipelajari di sini adalah kemampuan survei. Yakni dengan mewawancarai masyarakat untuk mendapatkan data. “Melalui rasa empati tersebut, muncul rasa kekeluargaan yang menjadi bahan bajar untuk berkontribusi,” pungkasnya. (haq/wil)