Tim ITP UMM Dampingi Petani Sumawe, Hasilkan Kakao Berkualitas

Sebagai negara dengan jumlah produksi kakao yang tinggi, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan kakao sebagai komoditas ekspor nasional. Namun kenyataannya, kakao Indonesia masih belum menjadi primadona di mata para petani. Melihat peluang besar tersebut, Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan program pengabdian kepada para petani kakao. Tim UMM juga menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di desa Ringin Kembar Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada Agustus-Desember 2022 lalu. Adapun pengabdian ini dilaksanakan melalui hibah blockgrant Fakultas Pertanian-Peternakan UMM tahun pada tahun 2022. Ketua Prodi Teknologi Pangan Hanif Alamudin Manshur, S.Gz., M.Si menjelaskan bahwa pengabdian ini berfokus untuk memberi penyuluhan kepada para petani. Secara garis besar, penyuluhan ini membahas tentang proses fermentasi biji kakao yang dipecah dalam empat tahap fermentasi. Tahapan-tahapan tersebut meliputi tahapan mekanisasi, tahapan reaksi, pembentukan senyawa aktif, dan titik kritis halal. “Proses fermentasi memiliki peran penting dalam industri kakao. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan cita rasa dari biji kakao. Sehingga setelah selesai diolah, cokelat yang dihasilkan memiliki cita rasa yang kaya dan khas. Meskipun proses ini penting, masih banyak para petani kakao di Indonesia yang belum mengetahuinya. Oleh karena itu, pada penyuluhan kali ini kami berfokus pada tahapan fermentasi kakao,” ungkap dosen dengan keahlian Pangan Gizi tersebut. Lebih lanjut, Hanif, sapaannya, menilai bahwa pengabdian tersebut memberikan hasil yang baik. Terlihat dari antusiasme para petani untuk saling berbagi pengalaman. Diikuti dengan diskusi terkait topik-topik penting dalma proses pertanian. Selain itu, pada kesempatan yang sama, Prodi Teknologi Pagan FPP juga melangsungkan penandatangan kerjasama dengan Gapoktan kakao Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Baik itu berbentuk Memorandum of Agreement (MoA) maupun Memorandum of Understanding (MoU). “Kerjasama ini diharapkan bisa menciptakan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember. Hal ini dirasa akan menjadi daya tari tersendiri bagi para pembeli dan juga riset aplikasi praktis,” kata Hanif. Di sisi lain, Ketua Gapoktan Kecamatan Sumbermanjing Wetan Sujito mengatakan, kerja sama dengan Prodi Teknologi Pangan UMM ini merupakan salah satu bagian dari sinergi masyarakat dan perguruan tinggi. Utamanya untuk menjaga geliat hulu-hilir kakao secara nyata. Petani selama ini hanya mengandalkan dorongan pembeli untuk budidaya kakao. Dengan begitu mereka bisa bersemangat untuk menanam kakao. Namun, sekarang ada dorongan lain yang diberikan oleh UMM. Ia berharap para akademisi Kampus Putih juga memberikan hasil riset praktis pada pengolahan kakao. Menurutnya, petani sesungguhnya membutuhkan langkah konkret dan praktis dalam metode fermentasi. Apalagi selama ini kotak fermentor yang ada membutuhkan waktu yang lama, yakni 2-3 hari. Padahal hasilnya juga belum memenuhi standar. “Kerjasama dengan UMM ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan pembeli untuk mendukung hasil panen dan olah fermentasi petani Kecamatan Sumbermanjing Wetan,” pungkasnya mengakhiri. (wil)

UMM Jalin Komitmen Kembangkan Pertanian, Energi dan Aviasi dengan Jember

Tidak hanya fokus mengembangkan kualitas pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga turut membangun kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan berbagai daerah, termasuk Jember. Dimulai dengan diskusi bersama dengan Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto, ST. beserta jajaran pada 2 Januari 2023 lalu. Beberapa aspek yang dikerjasamakan yakni bidang pertanian, energi baru terbarukan (EBT), aviasi hingga pendidikan. Menariknya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dan Wakil Rektor II Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. datang mengendarai pesawat yang turun di Bandar Udara Notohadinegoro, Jember. Bahkan salah satu pesawat yang datang merupakan milik UKM Biru Flying Club UMM. Menyambut rombongan Kampus Putih, Hendy, sapaannya mengatakan bahwa pihaknya sangat memerlukan inovasi yang sudah dilakukan UMM. Banyak produk dan penemuan Kampus Putih yang bisa ditiru dan diimplementasikan di Jember. “Satu hal yang menarik adalah bidang pertanian. Bagaimana UMM bisa mengatasi problem pupuk di berbagai daerah. Jember juga memiliki problem serupa, sehingga harapannya kerjasama yang dibangun bersama UMM bisa mengatasi masalah ini. Apalagi UMM sudah menggunakan pupuk organik di Situbondo dan berhasil. Kebetulan kami juga tengah mempersiapkan pembangunan pabrik pupuk organik,” katanya. Ia juga mengapresiasi UMM yang segera menghadirkan para ahli untuk memberikan masukan di aspek pertanian. Rencananya pada 5 januari 2023 nanti, ada sederet profesor yang akan turut memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi. Dengan begitu dapat mempercepat aktivitas nyata di antara keduanya. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa Jember memiliki potensi yang sangat besar. Di bidang pertanian, Jember menduduki tempat ketiga sebagai penghasil beras terbanyak di Jawa Timur. Sayangnya, selama ini para petani terlalu bergantung pada pupuk kimia. Padahal harga pupuk jenis itu semakin hari semakin tinggi. “Hal itu tentu akan merugikan para petani. Maka, UMM hadir dan menggandeng Jember dalam mengupayakan solusi melalui pupuk organik. Apalagi kami juga sudah berpengalaman. Harapannya, biaya produksi bisa ditekan dan membuat petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik. Niat kami dan Bupati Jember juga sama yakni menyejahterakan masyarakat,” katanya. Di aspek lain, UMM-Jember juga akan mengembangkan EBT di beberapa titik. Ada tiga titik yang menurut Fauzan memungkinkan untuk dikembangkan EBT, khususnya pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). (wil)

Unik, Perahu Bebek UMM yang Bikin Belajar Jadi Lebih Asyik

Suasana unik terlihat di danau kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Belasan mahasiwa terlihat asik bercengkrama sambil mengayuh bebek air. Wahana bebek air ini mulai dioperasikan untuk umum beberapa bulan ke belakang bertempat di danau kampus tiga UMM. Tak jarang terlihat antrean mahasiswa dan pengunjung yang menunggu giliran untuk mengendarainya. Kepala Bagian Komunikasi Publik UMM, M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan bahwa wahana bebek air ini merupakan bentuk pemanfaatan infrastuktur di UMM yakni danau kampus. Selain itu, adanya bebek air di UMM ini berguna untuk menciptakan suasana lingkungan belajar yang menyenangkan bagi para mahasiswa. Menariknya, wahana ini juga terbuka untuk para tamu dan mahasiswa kampus lain yang ingin lebih mengenal Kampus Putih. “Kami ingin kampus tidak hanya dipandang sebagai tempat yang serius untuk belajar tetapi juga tempat yang menyenangkan. Awalnya kami hanya memberikan satu wahana bebek air untuk uji coba. Namun karena antusiasme yang tinggi, kami menambah tiga buah bebek air lagi. Total, danau UMM memiliki empat bebek air yang bisa menampung maksimal empat orang di masing-masing perahunya,” Ujar dosen Prodi Bahasa Indonesia itu. Krisna, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa keselamatan merupakan merupakan prioritas. Selain memberikan tulisan himbauan tentang tata cara penggunaan bebek air, kampus juga bekerja sama dengan Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA). Tim DIMPA membantu untuk mengawasi penggunaan bebek air. Pihak universitas juga akan langsung melakukan perbaikan jika ada perahu bebek yang mengalami kerusakan. “Tak hanya wahana bebek air, kami juga menyediakan berbagai tempat untuk nongkrong dan menikmati suasana di Kampus Putih. Seperti misalnya gazebo, kafe kontainer, Mydormy UMM dan lain sebagainya. Harapannya mahasiswa dan masyarakat umum dapat menikmati proses pembelajaran di UMM dengan nyaman dan tenang serta membantu perkuliahan menjadi lebih santai,” ungkapnya. (syi/wil)

UMM Jalin Komitmen Kembangkan Pertanian, Energi dan Aviasi dengan Jember

Tidak hanya fokus mengembangkan kualitas pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga turut membangun kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan berbagai daerah, termasuk Jember. Dimulai dengan diskusi bersama dengan Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto, ST. beserta jajaran pada 2 Januari 2023 lalu. Beberapa aspek yang dikerjasamakan yakni bidang pertanian, energi baru terbarukan (EBT), aviasi hingga pendidikan. Menariknya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dan Wakil Rektor II Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. datang mengendarai pesawat yang turun di Bandar Udara Notohadinegoro, Jember. Bahkan salah satu pesawat yang datang merupakan milik UKM Biru Flying Club UMM. Menyambut rombongan Kampus Putih, Hendy, sapaannya mengatakan bahwa pihaknya sangat memerlukan inovasi yang sudah dilakukan UMM. Banyak produk dan penemuan Kampus Putih yang bisa ditiru dan diimplementasikan di Jember. “Satu hal yang menarik adalah bidang pertanian. Bagaimana UMM bisa mengatasi problem pupuk di berbagai daerah. Jember juga memiliki problem serupa, sehingga harapannya kerjasama yang dibangun bersama UMM bisa mengatasi masalah ini. Apalagi UMM sudah menggunakan pupuk organik di Situbondo dan berhasil. Kebetulan kami juga tengah mempersiapkan pembangunan pabrik pupuk organik,” katanya. Ia juga mengapresiasi UMM yang segera menghadirkan para ahli untuk memberikan masukan di aspek pertanian. Rencananya pada 5 januari 2023 nanti, ada sederet profesor yang akan turut memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi. Dengan begitu dapat mempercepat aktivitas nyata di antara keduanya. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa Jember memiliki potensi yang sangat besar. Di bidang pertanian, Jember menduduki tempat ketiga sebagai penghasil beras terbanyak di Jawa Timur. Sayangnya, selama ini para petani terlalu bergantung pada pupuk kimia. Padahal harga pupuk jenis itu semakin hari semakin tinggi. “Hal itu tentu akan merugikan para petani. Maka, UMM hadir dan menggandeng Jember dalam mengupayakan solusi melalui pupuk organik. Apalagi kami juga sudah berpengalaman. Harapannya, biaya produksi bisa ditekan dan membuat petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik. Niat kami dan Bupati Jember juga sama yakni menyejahterakan masyarakat,” katanya. Di aspek lain, UMM-Jember juga akan mengembangkan EBT di beberapa titik. Ada tiga titik yang menurut Fauzan memungkinkan untuk dikembangkan EBT, khususnya pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). (wil)

Unik, Perahu Bebek UMM yang Bikin Belajar Jadi Lebih Asyik

Suasana unik terlihat di danau kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Belasan mahasiwa terlihat asik bercengkrama sambil mengayuh bebek air. Wahana bebek air ini mulai dioperasikan untuk umum beberapa bulan ke belakang bertempat di danau kampus tiga UMM. Tak jarang terlihat antrean mahasiswa dan pengunjung yang menunggu giliran untuk mengendarainya. Kepala Bagian Komunikasi Publik UMM, M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan bahwa wahana bebek air ini merupakan bentuk pemanfaatan infrastuktur di UMM yakni danau kampus. Selain itu, adanya bebek air di UMM ini berguna untuk menciptakan suasana lingkungan belajar yang menyenangkan bagi para mahasiswa. Menariknya, wahana ini juga terbuka untuk para tamu dan mahasiswa kampus lain yang ingin lebih mengenal Kampus Putih. “Kami ingin kampus tidak hanya dipandang sebagai tempat yang serius untuk belajar tetapi juga tempat yang menyenangkan. Awalnya kami hanya memberikan satu wahana bebek air untuk uji coba. Namun karena antusiasme yang tinggi, kami menambah tiga buah bebek air lagi. Total, danau UMM memiliki empat bebek air yang bisa menampung maksimal empat orang di masing-masing perahunya,” Ujar dosen Prodi Bahasa Indonesia itu. Krisna, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa keselamatan merupakan merupakan prioritas. Selain memberikan tulisan himbauan tentang tata cara penggunaan bebek air, kampus juga bekerja sama dengan Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA). Tim DIMPA membantu untuk mengawasi penggunaan bebek air. Pihak universitas juga akan langsung melakukan perbaikan jika ada perahu bebek yang mengalami kerusakan. “Tak hanya wahana bebek air, kami juga menyediakan berbagai tempat untuk nongkrong dan menikmati suasana di Kampus Putih. Seperti misalnya gazebo, kafe kontainer, Mydormy UMM dan lain sebagainya. Harapannya mahasiswa dan masyarakat umum dapat menikmati proses pembelajaran di UMM dengan nyaman dan tenang serta membantu perkuliahan menjadi lebih santai,” ungkapnya. (syi/wil)

Mega Baskara, Pentas Drama Lokal Garapan PGSD UMM

Mega Baskara adalah tajun pementasan yang dilangsungkan oleh program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Diikuti ratusan peserta, pagelaran drama itu memberikan decak kagum berkat cerita, penampilan dan musik yang ditampilkan pada 29 Desember 2022 lalu. Apalagi dengan penampilan yang beragam seperti cerita rakyat, puisi, hingg aseni tari. Ketua pelaksana, Naila Zulfaida menjelaskan bahwa pagelaran drama ini bertujuan untuk menjaga budaya nusantara dan menghidupkan kembali cerita rakyat. Selain itu juga mengajak anak-anak muda untuk mencintai budaya lokal. “Memang sebenarnya gelaran ini merupakan ajang kompetisi tugas akhir teman-teman. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kami turut serta menjaga dan melestarikan budaya Indonesia,” katanya. Adapun tiap tim dan kelas membawakan cerita dari berbagai pulau yang berbeda. Ada yang dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Papua. Dalam agenda itu pula mahasiswa dilatih untuk menjadi penyelenggara, aktor, penulis naskah, hingga penyedia musik agar penampilan yang dibawa menarik. Pun agar mereka bsia merasakan bagaimana proses penampilan seni budaya nusantara. Sementara itu, Innany Mukhlishina, M.Pd selaku dosen pengampu mengatakan bahwa sebenarnya drama tersebut dilakukan rutin setiap tahun. Pun juga sebagai proyek akhir mata kuliah yang dirasa menyenangkan sekaligus memberikan edukasi. “Mata kuliah kajian Bahasa Indonesia SD yang saya ampu ebrsama Ibu Delora jantung Amelia ini memang ingin mengajak mahasiswa dan anak muda untuk lebih mencintai budaya lokal. Dengan begitu, tidak mudah tergerus dengan budaya-budaya luar negeri dari erpoa, amerika maupun juga korea selatan,” tegasnya. Inany, sapaan akrabnya mengatakan bahwa agenda ini sangat dinanti-nanti, bukan hanya bagi mahasiswa PGSD tapi juga mahasiswa dan orang lain. Karena memberikan penampilan menarik yang sudah disiapkan sejak lama. “Melalui cara ini, kami juga ingin agar lulusan PGSD bisa menjadi sosok yang multilalenta. Tidak sekadar memiliki kemampuan akademik dan keahlian mengajar, namun  juga  memiliki keahlian lain di bidang nonakademik,” harapnya mengakhiri. (*/wil)

Bawa Misi Pengembangan Mahasiswa, Wakil Rektor III UMM Jadi Sekjend Forpimawa

Forum Pimpinan Kemahasiswaan (Forpimawa) adalah forum kemahasiswaan perguruan tinggi seluruh Indonesia yang menjadi wadah penyeimbang antara pimpinan perguruan tinggi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal tersebut dikatan oleh Dr. Nur Subeki, ST., MT. selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang terpilih sebagai Sekretaris Jendral (Sekjend) Forpimawa. Adapun ia terpilih pada Desember ini dalam Rapat Pleno pemilihan ketua dan sekretaris bertempat di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Eki, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Forpimawa merupakan mediator kerjasama perguruan tinggi dengan kementerian, salah satunya terkait beasiswa. Selain itu, Forpimawa juga fokus mnejalin kerjasama dengan pemerintahan dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dalam berbagai kompetisi mahasiswa. forum ini ikut andil dalam menentukan Sistem Pemeringkatan Perguruan Tinggi yang berkolaborasi dengan Kemendikbud-Ristek. Sistem pemeringkatan dinilai mampu melecut semangat perguruan tinggi untuk berinovasi dan menciptakan hal kreatif. Sistem ini juga mampu menciptakan pola pendampingan universitas yang dirasa besar, kepada perguruan tinggi yang dirasa masih berkembang. “Melalui sistem pemeringkatan ini, ke depannya bisa membentuk pola pendampingan antar universitas. Ini juga menjadi langkah penyeimbang kualitas pendidikan di perguruan tinggi Indonesia,” imbuhnya. Dosen Teknik Mesin UMM ini mengatakan bahwa Forpimawa ini tentu terus meningkatkan jumlah beasiswa, baik itu kerjasama dengan pemerintahan dan pihak swasta. Menurutnya, jika berhasil, minat pelajar untuk meneruskan ke jenjang kuliah akan lebih tinggi. “Kami tentu ingin jumlah anak muda, khususnya pelajar yang ingin melanjutkan ke jenjang sarjana bisa meningkat. Salah satunya melalui penyediaan beasiswa yang akan kami usahakan. Tentu dengan menggaet berbagai pihak,” katanya. Pada akhir wawancara, ia berharap Forpimawa ini bisa menjadi wadah saling sinergi antar universitas dan pemerintahan dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Salah satunya melalui internalisasi sinergi dalam tubuh Forpimawa, sehingga forum kemahasiswaan ini berjalan searah dengan pengembangan mahasiswa. (haq/wil)

UMM Kukuhkan Guru Besar Baru, Beri Kontribusi di Bidang Informasi Ekonomi

Untuk menciptakan sebuah pasar yang sempurna, diperlukan keseimbangan informasi antara penjual dan pembeli. Hal ini dapat dilakukan jika seorang penjual menyampaikan semua aspek informasi secara murni pada pembeli. Jika hal tersebut sudah dilakukan, maka akan tercipta kesepakatan harga yang murni dari kualitas barang. Orasi ilmiah tersebut disampaikan oleh Prof. Djoko Sigit Sayogo, M.Acc., Ph.D. dalam acara pengukuhan guru besarnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang manajemen yang dilaksanakan pada 29 Desember 2022, bertempat di Teater Dome UMM. Lebih lanjut, Sigit sapaannya mengatakan bahwa saat ini pasar tidak memiliki keseimbangan informasi antara penjual dan pembeli. Hal tersebut akan berujung pada inefisiensi harga produk. salah satu contoh ketidakseimbangan tersebut adalah produk-produk yang ada di supermarket. Para pembeli hanya disajikan informasi terbatas seperti kemasan, harga, serta label sertifikasi tertentu. Sementara itu produsen memiliki lebih banyak informasi di banding yang tertera pada kemasan produk. “Mayoritas konsumen mengetahui harga produk, tetapi mereka kurang mengetahui informasi mengenai kualitas produk yang mereka beli. Dalam penelitian yang saya kerjakan saya berusaha mengurangi ketidakseimbangan informasi melalui pengungkapan informasi-informasi terpercaya sesuai dengan nilai dan kebutuhan dari pengguna,” kata Wakil Direktur II Bidang Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian serta Pengabdian tersebut. Untuk mengurangi ketidakseimbangan itu, Sigit mengungkapkan bahwa perlu adanya pengembangan smart technology yang memungkinkan integrasi informasi dan data digital dari berbagai sumber dan format. Dengan perkembangan teknologi ini konsumen memiliki kesempatan untuk menganalisis serta menelusuri data dengan lebih cermat dan menghasilkan keputusan yang lebih cerdas. “Untuk menghindari informasi yang berlebih perlu adanya penjelasan yang mengandung nilai-nilai dan kebutuhan konsumen. Hal ini biasa disebut dengan smart disclosure. Penggabungan antara smart technology dan smart disclosure ini akan meningkatkan nilai sosial suatu informasi tanpa mengurangi nilai ekonomisnya. Di beberapa kasus membagikan informasi lebih akurat kepada pelanggan justru tidak hanya meningkatkan nilai sosial tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dalam waktu yang bersamaan,” ungkap Sigit. Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri S.E., M.M., sangat mengapresiasi raihan prestasi pengukuhan guru besar yang diterima oleh Sigit. Ia mengungkapkan bahwa loncatan jabatan dari bidang akuntansi ke manajemen yang Sigit peroleh merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Perempuan asal Trenggalek juga mengatakan bahwa peningkatan pendidikan melalui pengukuhan guru besar akan menjadi fokus LLDIKTI Wilayah VII. Ia menegeaskan bahwa untuk mempermudah peningkatan jabatan, LLDIKTI Wilayah VII telah memberlakukan beberapa aturan baru. Sejak tanggal satu Juli 2022, pengajuan jurnal tidak lagi memerlukan pre-review. Selain itu, tidak ada masa jabatan untuk guru besar dan lektor kepala. Lalu untuk tahap pengajuan, dari yang sebelumnya lima tahap diganti menjadi satu tahap pengajuan saja. “Aturan terakhir adalah tidak diperlukannya penyertaan bimbingan dan lain sebagainya. Kami memiliki harapan yang besar bahwa dosen UMM yang lain akan mengambil peluang ini dan mengikuti jejak Prof. Sigit kedepannya,” ungkapnya mengakhiri. (syi/wil)

Kaji Pemilu, Tim UMM Menangi Ajang Debat Nasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali raih prestasi membanggakan. Kali ini giliran tim Fakultas Hukum yang sukses membawa pulang juara 3 dalam ajang Debat Konstitusi Nasional Formasi Law Fair 2022, awal Desember ini. Tim yang beranggotakan Ibnu Khairudin Weul Artafella, Puji Rahayu, dan Yogi Syahputra Al Idrus ini bersaing dengan universitas ternama seluruh indonesia di Universitas Mataram. Ibnu Khairudin menyampaikan bahwa konsep debat kali ini mengangkat tema “Penegakan Hukum Pemilu melalui Re-aktualisasi Nilai-nilai Konstitusional”. Secara khusus, kompetisi ini mengangkat urgensi pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil, peraturan perundang-undangan pemilu dan aparat yang bertugas menegakkannya. Apalagi tahun depan menjadi momen pesta demokrasi Indonesia. Selain itu, juga cara mengatasi masalah penegakan hukum pemilu melalui materi peraturan perundang-undangan yang harus dilengkapi, diperjelas, dan dipertegas. Proses seleksi kompetisi debat Formasi Law Fair 2022 dibuka dengan babak penyisihan secara daring melalui pengiriman video penyisihan dari masing-masing delegasi. Total terdapat puluhan video kompetisi dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS. Tahap selanjutnya, tim yang dinyatakan lolos ke babak 8 besar wajib bertanding secara luring di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ibnu, sapaannya, menyampaikan ada empat tim yang akhirnya melaju ke semifinal dan memperebutkan juara satu, dua serta tiga. “Bekal utamanya adalah modal pemahaman analytical thinking. Alhamdulilah untuk kompetisi debat nasional, kami sudah ikut lomba sebanyak sepuluh kali dan tujuh di antaranya berhasil kami menangkan. Mulai dari juara 1, 2, 3 serta best speaker sebanyak dua kali,” katanya. Lebih lanjut, Ibnu menuturkan bahwa dukungan dari pihak UMM berperan penting dalam kemenangan mereka. Baik itu bimbingan hingga finansial. Fakultas Hukum UMM juga terus memberikan bimbingan agar timnya semakin matang dalam persiapan, demi kelancaran saat mengikuti kompetisi di berbabagi level. “Tentu kami mengajak mahasiswa dan anak-anak muda lain agar terus berusaha mengembangkan pemahaman intelektual secara intensif. Baik itu dengan mengikuti Lsi atau sederet organisasi yang sudah disediakan oleh UMM maupun eksternal,” harapnya. (wil)

Melihat Lebih Dekat Akademi Pertanian Milenial Garapan Alumni UMM Kaltim

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menggelar Reuni Akbar bertajuk “Membangun dan memperkuat Kolaborasi dengan Pemerintah”. Acara yang digelar pada 24 Desember 2022 itu sekaligus memperkenalkan program Akademi Pertanian Milenial yang digarap oleh para alumni. Adapun akademi tersebut berlokasi di Kutai Kartanegara. Lebih lanjut, Dr. Mariman Darto Darto, M.Si selaku Ketua IKA UMM Kaltim menjelaskan jika reuni akbar ini telah berlangsung selama empat tahun. Tujuannya yakni untuk memberikan rekognisi penghargaan kepada para alumni UMM yang berprestasi. Sleain itu juga mengenalkan program Akademi Pertanian Milenial. “Alhamdulilah Akademi Pertanian Milenial mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak, baik dari kampus maupun pemerintah. Program ini telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Kutai Kartanegara senilai 8,5 Milyar dalam bentuk lahan, gedung, dan lainnya,” terang Darto. Disampaikan Darto, Akademi Pertanian Milenial nantinya akan berbentuk sebagai institusi vokasi yang akan mencetak sumber daya manusia unggul dan siap bekerja. Bukan hanya disiapkan menjadi seorang pekerja, tetapi menciptakan entrepeneur muda yang bisa menciptakan pekerjaan untuk orang lain. “Akademi Pertanian Milenial ingin membangun kompetensi SDM di kalimatan yang selaras dengan prioritas program dari Gubernur Kaltim. Program ini juga sejalur dengan apa yang dilaksanakan UMM yang ingin menyebarkan Center of Excellence ke seluruh Indonesia, terutama Kalimantan Timur,” ungkapnya. Adapun IKA UMM Kaltim memiliki tiga misi. Pertama yakni ingin menunjukkan bahwa alumni UMM mampu menajdi orang hebat dan UMM berhasil mencetak generasi yang unggul. Kedua yakni sharing, maksudnya adalah alumni UMM berkenan berbagi rezeki dan manfaat untuk melaksanakan kegiatan positif. Sementara ketiga adalah caring, yakni peduli kepada lingkungan dan masyarakat. “Jika ketiga misi itu berhasil. Saya yakin bukan hanya nama UMM yang besar, tetapi juga Indonesia yang bisa mencerahkan semesta layaknya ideologi Muhammadiyah,” pungkasnya. Hadir pula dalam kesempatan itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. Ia menilai bahwa eksistensi IKA UMM merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kampus Putih. Dulu belajar dan menimba ilmu di UMM, kini terlibat langsung dalam proses penebaran manfaat ke masyarakat. Menurutnya, apa yang dilakukan IKA UMM Kaltim adalah kekuatan dan program yang strategis. Fauzan juga ingin agar para alumni bisa saling membangun sinergi dalam mengembangkan UMM. Apalagi melihat mereka yang sudah berhasil berkarya di berbagai bidang. Menurutnya, hal itu sangat potensial dan menarik untuk ditingkatkan. “Kerjasama dengan alumni tentu merupakan mitra yang potensial. Ada banyak sektor yang bsia dikerjasamakan,” tegasnya. (ros/wil)