Pakar Psikolog UMM Sebut Self-Diagnosis Berbahaya

Saat dihadapkan dalam sebuah masalah, seseorang memiliki kecenderungan untuk merasa tertekan. Kemudian akan merasa stres dan depresi ketika tidak dapat menemukan jalan keluar. Hal itu dijelaskan Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Putri Saraswati M.Psi. dalam UMM Talks. Podcast yang dilaksanakan pada 9 Juni 2023 lalu mendiskusikan tema terkait “Stress dan Depresi Berat, Cari Tahu Solusinya”. Putri, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ada dua tipe individu tatkala sudah menyadari bahwa dirinya sedang depresi. Pertama, orang yang menanganinya dengan cara yang positif seperti bercerita ke orang terdekatnya atau pergi ke tangan yang profesional. Kedua, adapula mereka yang malah self-diagnosis. “Apalagi di zaman informasi yang cepat seperti sekarang membuat konten-konten psikoligi sering berseliweran. Termasuk terkait ciri-ciri orang stres. Hal itu membuat kita cenderung melakukan self-diagnosis dan itu adalah langkah yang kurang tepat,” ujarnya. Putri mengatakan bahwa self-diagnosis akan berbahaya bagi seseorang. Sebab, ketidaktahuan akan apa yang sebenarnya terjadi pada diri, membuat mereka mengikuti saran-saran dari media sosial yang bahkan keakuratannya belum jelas. Hingga akhirnya melakukan hal-hal yang tidak berkaitan bahkan berbahaya. “Pada dasarnya, setiap individu pastinya mempunyai tekanan dan setiap individu memerlukannya untuk bisa belajar untuk merespon masalah. Tinggal bagaimana ia menyikapinya, dengan cara yang baik atau tidak. Jika sebuah masalah ditanggapi dengan tidak baik, maka individu akna merasa tertekan hingga stress dan depresi,” jelas psikolog Pusat Layanan Psikologi UMM. Ia menjelaskan bahwa tidak semua orang mampu menyadari bahwa dirinya sedang depresi. Terutama mereka yang awam dan tidak paham. Beberapa ciri orang yang depresi yakni mereka seringkali murung dan tidak bersemangat. Kemudian berakibat pada kurangnya tidur dan asupan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Auranya juga cenderung negatif. Ketika mendapati teman atau keluarga yang seperti itu, Putri menyarankan orang-orang terdekat untuk menemani dan mendengarkan keluh kesahnya. Apalagi orang depresi biasanya tidak dapat berpikir secara jerniah dan cenderung berputar dalam masalah yang sedang dialami. Terakhir, ia juga berpesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan konten di media sosial. Terutama yang mengangkat tema gangguan psikologi. Sebab, hanya tenaga profesional saja yang boleh mendiagnosa apakah seseorang mengalami depresi atau tidak. “Mulai sekarang, jangan mengisi pikiran dengan informasi yang negatif karena akan berdampak buruk dari sisi psikologis dan juga fisik. Lebih banyaklah untuk menyayangi diri sendiri karena hanya diri kita sendirilah yang akan menjalani hari yang panjang,” pungkasnya. (ri/wil)
Begini Serunya Diajar Praktisi di CoE Construction & Vehicle UMM

Demi melahirkan sumber daya manusia yang cakap di riset industri dan simulasi strukutur, Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) jalankan program pusat keunggulan. Adapun Center fo Excellence (CoE) tersebut adalah CoE Construction & Vehicle (CVS) yang selaras dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) garapan Kemenreistek-Dikti. Salah satu Dosen Teknik Mesin Alvian Iqbal Hanif Nasrullah, ST. MT. menjelaskan bahwa CoE ini didirikan sebagai respon akan SDM analisis kontruksi. “Hampir seluruh industri desain dan manufaktur pasti memiliki analisis konstruksi untuk menguji kekuatan material terhadap pembebanan. Pun dengan industri otomotif yang memerlukan explicit dynamic dan multibody dynamics sebagai sertifikasi keamanan penumpang. Sehingga peluang kerja di area ini sangatlah luas,” tambahnya. CoE tersebut juga berupaya memenuhi kebutuhan industri otomotif, terutama dalam bidang analisis crashworthiness pada kendaraan. Sehingga para peserta bisa belaajr mengenai analisis statik, simulasi tabrak, dan analisis dinamik. Adapun CoE ini sudah berdiri sejak tahun lalu dan sudah bekerjasama dengan berbagai dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Mulai dari PT Industri Kereta Api (INKA), , PT Petrosea, PT Tiga Pilar Energi, INKA Multisolusi, PT Vela Prima Nusantara dan lain sebagainya. Alvian mengaku bahwa terobosan itu mendapat respon positif dari masyarakat maupun mahasiswa. sampai saat ini sudah ada tujuh kelas instensif. Di antaranya kelas dinamika kendaraan, kelaikan tabrak, Rekayasa Berbantuan Komputer, Analisa Struktur, Metode Elemen Hingga, Pneumatik Hidrolik, dan Sistem Perkeretaapian. Menariknya, para pengajarnya bukan lagi dosen, tapi lagsung dari praktisi. “Langkah ini menjadi percepatan mahasiswa untuk memperluas pengetahuan sebelum terjun ke lapangan. Setelah materi, mahasiswa dapat magang di industri mitra melalalui program Magang Studi Industri Bersama (MSIB) maupun secara mandiri,” tegas Alvian. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti kelas CVS telah mengalami peningkatan kompetensi dalam bidang analisis struktur. Hal itu berpengaruh pada tugas akhir dan penelitian skripsi para mahasiswa yang lebih cepat dan baik. Berkat banyaknya materi dan pengetahuan yang langsung diberi dair praktisi, mahasiswa juga memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri. Sehingga dapat meningkatkan daya serap lulusan di perusahaan-perusahaan. “Dengan adanya kelas unggulan CoE ini, prodi Teknik Mesin semakin memiliki warna dan keunggulan tersendiri. Sekaligus meningkatkan rekognisi Prodi Teknik Mesin UMM di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. (rul/wil)
Sosok Oman Sukmana, Guru Besar Baru Kesos UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah guru besar baru. Kali ini berasal dari program studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), yakni Prof. Dr. Oman Sukmana, M.Si. Ia resmi dikukuhkan pada 10 Juni 2023 sebagai guru besar bidang ilmu sosiologi di prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos). Dalam orasinya, ia mengatakan bahwa di Indonesia baru ada lima profesi yang dilindungi oleh undang-undang yaitu insinyur, dosen atau guru, perawat, dokter dan pekerja sosial. Profesi pekerjaan sosial dibangun dari multidisiplin ilmu pengetahuan, kemudian diramu menjadi kekuatan akademik yang memperkuat profesi pekerja sosial. “Kesejahteraan sosial merupakan sebuah area bagi semua pekerja sosial yang terlibat. Pekerjaan sosial memiliki empat bidang praktek yaitu secara individu, keluarga, kelompok atau institusi dan pada komunitas atau organisasi (makro),” jelasnya. Lebih lanjut, praktik makro pekerjaan sosial memiliki tiga praktik lanjutan yang dikaitkan dengan sosiologi. Ketiga bidang itu adalah pemberdayaan sosial, perencanaan sosial dan aksi sosial. Menurutnya, aksi sosial yang termasuk ke dalam gerakan sosial seharusnya tertata dan terorganisir. Oman menambahkan bahwa contoh jelas dari praktik ini ada pada Persyarikatan Muhammadiyah yang melakukannya dengan baik. Turut hadir secara daring Ketua LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri SE. MM. dalam pengukuhan itu. Ia mengatakan, UMM di tahun 2023 ini telah melahirkan tujuh profesor dari berbagai bidang. Atas capaian itu, LLDIKTI sangat mengapresiasi Kampus Putih sebagai universitas yang mampu mewujudkan sumber daya manusia unggul dan memajukan Indonesia. “Optimalisasi peluang dan kekuatan UMM selalu dikelola sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi. Aplagi dengan masifnya program Center of Excellence (CoE) UMM yang menjadi unggulan dalam program pembelajaran. UMM juga selalu melahirkan karya dan juga inovasi baru dengan berkolaborasi bersama dunia usaha dan dunia industri,” kata Dyah. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan M.Pd. mengatakan, orasi ilmiah yang telah disampaikan, secara teoritik memberikan penguatan terhadap program sosial yang sedang dikembangkan oleh UMM. Program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) dibuat untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat ke arah yang lebih baik. Program ini, digerakkan dengan cara mengkapitalisasi ekosistem sosial yang berangkat dari potensi-potensi yang dimiliki oleh kelompok sosial di beberapa daerah di indonesia. “Pekerjaan sosial sering dipersepsikan masyarakat sebagai pekerja yang tidak berdampak ekonomis pada pekerjanya. Padahal pekerjaan sosial memberikan nilai sosial yang sangat kompleks. Nilai sosial itu harus tetap dijaga sehingga manusia akan selalu menempati posisi yang tinggi pada sistem sosial,” jelas Fauzan. Fauzan berharap pengukuhan guru besar ini tidak hanya sebagai seremonial atau formalitas saja tetapi juga bentuk pembuktian karya-karya nyata dari para profesor. Pun menjadi cerminan sebagai seorang dosen yang bijaksana, memiliki kadar intelektual tinggi dalam berfikir dan bertindak, sehingga dapat menambah energi positif dalam rangka membawa kampus putih UMM di masa mendatang. (zak/wil)
Jihan, Atlet Cantik UMM yang Raih Juara di Kompetisi Karate Internasional

Kabar gembira kembali menghampiri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Jihan Prashanti, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM yang berhasil membawa pulang piala juara 3 kategori kumite perorangan 61 kg Kejuaraan Karate Internasional. Adapun kompetisi itu diselenggarakan oleh FORKI yang berlokasi di GOR Among Raga, Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu. Jihan, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan perlombaan ini selama beberapa bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Bukan hanya pada aspek fisik, tapi juga mental yakni dengan latihan tanding dengan teman-temannya. Ia bahkan menambah porsi latihannya,d ari yang hanya tiga kali smeinggu menjadi lima kali dalam seminggu. “Biasanya saya latihan di malam hari setelah selesai jam kuliah. Awalnya, saya cukup keteteran karena tugas semester akhir lumayan menumpuk. Apalagi prioritas utama kan memang pendidikan. Tapi Alhamdulillah, meski bersusah payah, saya bisa menyeimbangkan keduanya dengan baik,”kata gadis asal Bali itu. Selain itu, Jihan juga harus menurunkan berat badannya sebanyak lima kilogram agar bisa masuk dalam ketegori yang sesuai. Ia menerapkan diet frutarian yakni dengan hanya memakan buah dibarengi dengan latihan fisik secara teratur. Meski sempat turun, Jihan merasa khawatir beberapa hari sebelum kompetisi karena berat badannya naik. “Alhasil saya hanya makan buah pisang saja dan berolahraga lebih banyak. Alhamdulillah bisa kembali ke berat ideal dan lolos saat penimbangan,” katanya. Adapun ketertarikannya akan karate berawal dari kekagumannya pada salah satu atlet asal Bali, Cokroda Istri Agung Sanistyarani. Jihan mengaku bahwa sosok Cokroda bahkan menjadi kiblatnya untuk menapaki langkah menjadi atlet. Maka dari itu, ia sangat berusaha dan berlatih keras untnuk memenangkna berbagai kejuaraan. Menurutnya, kiara tiga yang ia raih memang membanggakan, tapi bukan berarti ia sudah puas. Ada banyak kompetisi yang harus ia taklukkan. Terakhir, anak bungsu itu juga berpesan pada anak muda lainnya untuk tidak hanya berhenti pada mimpi. Tapi harus bisa mengambil langkah untuk meraihnya. Meski ada banyak rintangan dan halangan, namun semua akan terbayar lunas tatkala berhasil mencapainya. “Jangan melewatkan kesempatan emas. Gunakan sebaik mungkin meski ada banyak yang meragukanmu,” pungkasnya. (ri/wil)
UMM-Gerakan Non Blok Beri Beasiswa Master Mahasiswa Asing

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memegang teguh visi menjadi universitas bertaraf global. Untuk mewujudkannya, UMM secara masif banyak melakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder internasional. Teranyar, Kampus Putih menjalin kerjasama dengan Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM-CSSTC). Kerja sama itu terjalin dengan adanya penandatangan Memorandum ofUnderstanding pada 7 Juni lalu. Adapun NAM CSSTC adalah organisasi antar pemerintah yang biasa dikenal dengan gerakan non blok. Banyak kerjasama yang dilakukan untuk mencapai misi dalam meningkatkan kapasitas. Termasuk kapasitas sumber daya manusia. Saat ini, ada lebih dari 100 negara yang tergabung di dalamnya. Direktur NAM-CSSTC, Diar Nurbintoro menilai bahwa UMM memiliki tujuan pasti dan terukur dalam mengembangkan pendidikan. Bukan hanya bagi mahasiswa Indonesia, tapi juga para mahasiswa asing. Untuk alasan itulah, NAM-CSSTC memilih kampus putih untuk diajak kerjasama dalam pengembangan manusia. “Sudah sejak lama saya tahu kampus UMM. Perkembangannya sangat pesat. Ditambah lagi dengan adanya program Center of Excellence (CoE) yang inovatif dan bisa menjadi jawaban atas masalah sumber daya manusia. Kami juga tentu akan turut berkontribusi untuk pengembangan program CoE ini,” ungkap Diar. Pria yang pernah menjadi Duta Besar RI untuk Rumania itu juga menjelaskan fungsi NAM-CSST. Salah satunya adalah untuk memberikan pengembangan capacity building. Utamanya bagi negara-negara yang tergabung di gerakan non-blok dan negara bagian selatan-selatan. “Salah satu caranya yakni dengan pemberian beasiswa kepada mahasiswa asing dari negara terkait yang berkuliah di Indonesia. Untuk saat ini, implementasi kerjasama dengan UMM masih terkait beasiswa. Harapan ke depannya, kerja sama ini bisa diperluas, baik pada aspek riset maupun penelitian,” pungkas Diar. Di sisi lain, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP. selaku kepala IRO UMM menjelaskan bahwa kerjasama dengan Gerakan Non-Blok tersebut difokuskan pada pemberian beasiswa S2 kepada mahasiswa asing anggota non-blok yang berkuliah di UMM. Ada lebih dari seratus negara yang tergabung dalam gerakan non-blok, mulai negara dari benua Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Lis, sapaannya, juga mengatakan bahwa kerjasama tersebut akan dikembangkan di tingkat yang lebih besar. Utamanya dalam kolaborasi penelitian dan kontribusi besar untuk memberikan efek untuk kemajuan global. “Hal tersebut juga menjadi bukti nyata upaya internasionalisasi UMM. Meningkatkan kuantitas kerjasama dengan pihak-pihak internasional dan meningkatkan kualitas dalam meimplementasikan kegiatan-kegiatan konkret dari kerjasama tersebut,” tegasnya mengakhiri. (Faq/Zak/Wil)
UMM Teken Kerjasama dengan Pemda Tabanan Jaga warisan Dunia

Peran aktif di tataran global terus dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), termasuk menjaga dan memajukan aspek budaya. Salah satunya yakni mengembangkan Subak Bali yang telah diakui oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan dunia. Bahkan UMM telah melakukan sederet hal dari hulu hingga hilir serta bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Tabanan, Bali, pada 8 Juni 2023 lalu. Adapun Subak dikenal sebagai organisasi wadah bermusyawarah para petani untuk mengatur sistem tata kelola pengairan pertanian di Bali. Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P. selaku tim UMM mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya melihat Subak dari perspektif pertanian. Tapi juga dari dimensi ekonomi, sosial budaya, lingkungan, bahkan juga pariwisata. Ia dan tim juga sudah melakukan survey dan mendapatkan data-data untuk melakukan pengembangan. Salah satunya terkait pertanian organik. Salah satu hal yang dilakukan yakni berupaya memperbaiki kualitas tanah yang kini berada di pH 4-4,5. Jika tanah tidak subur, petani mau tidak mau harus mengeluarkan biaya tambahan agar produktivitas tanahnya baik. Maka, ia mendorng petani untuk bisa menjadikan tanah di sawah menjadi subur lewat pertanian organik. Dengan begitu, otomatis biaya produksi bisa ditekan, lebih untung, harga jual juga relatif lebih tinggi. “Berbagai hal sudah kami lakukan. Mulai dari pelatihan sistem mutu, sekolah lapang produksi pupuk organik, demonstration plot, pelatihan membersihkan residu di sawah, hingga pembuatan kolam filtrasi. Kami juga memberikan bantuan pupuk cair Biofarm kepada ratusan petani di sana. Bersama pihak Subak Bengkel, tim UMM juga sudah menanam padi organik di 1,1 hektar dan akan terus diperluas secara bertahap,” jelasnya. Dalam waktu dekat, UMM dan Subak Bengkel juga akan menanam padi secara organik di 1,3 hektar tanah dan terus dikembangkan di ratusan hektar lainnya setelah adanya perumusan dan kerjasama. Indah juga menegaskan bahwa nantinya akan ada sertifikasi organik sehingga diakui kualitasnya. Pun dengan menyelenggarakan program pertanian organik di berbagai wilayah milik Subak Bengkel. Di sisi lain, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. senang bisa berkolaborasi dengan UMM di bidang pendidikan, teknologi, penelitian dan pengabdian. Pun dengan pertanian yang kini sedang digarap oleh Kampus Putih. Menurutnya, ide dan pemikiran profesor dan akademisi, termasuk UMM, sangat diperlukan di era global. Utamanya dalam menjaga budaya warisan dunia seperti Subak. Ia yakin outcome dan hasilnya akan lebih baik dari sebelumnya. Dia juga menjelaskan bahwa 75% penduduk di Tabanan berkecimpung dalam bidang agraris. Maka, tidak heran jika Tabanan menjadi lumbung pangan dan beras di pulau Bali. Bahkan mendapatkan penghargaan satya lencana pembangunan dari presiden. “Semoga kerjasama ini dapat memberikan kebaikan. Menjaga budaya warisan dunia Subak dan meningkatkan kesejahteraan para petani,” katanya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan, pihaknya memang memiliki tim khusus yang disbeut dengan profesor penggerak pembangunan masyarakat. Di dalamnya, ada para profesor dari berbagai bidang yang siap membantu menyejahterakan masyarakat. Salah satu hasilnya adalah kerjasama dengan Kabupaten Bondowoso dalam hal pertanian organik. Pun dengan Jember dan berbagai wilayah lainnya. “Kami tentu turut membantu dalam menjaga warisan dunia sekaligus membantu menyejahterakan masyarakat. Apalagi kita punya tujuan yang sama untuk memajukan kepentingan bangsa dan negara,” pungkas Fauzan. (wil)
Cara Ukur Kemampuan Diri Nonton Konser Jutaan Rupiah yang Harus Anda Tahu

Masyarakat Indonesia dibuat heboh oleh grup band Coldplay. Pasalnya, grup band legendaris asal Inggris itu secara resmi mengumumkan konser perdananya di Indonesia pada bulan November mendatang. Tak mau ketinggalan momen, berbagai kalangan usia berbondong-bondong untuk membeli tiket tanpa menghiraukan harga. Melihat fenomena ini, Novita Ratna Satiti, SE., MM., dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkomentar. Menurutnya, tidak masalah memanjakan diri setelah mencapai tujuan penting dalam hidup. Namun, sebelum memutuskan untuk menghabiskan jutaan uang untuk tiket konser, ada beberapa pertimbangan finansial dan manajemen keuangan pribadi yang perlu dipikirkan. “Penting untuk melihat kembali anggaran dana yang ada, agar tidak mengganggu keseimbangan keuangan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika kebutuhan pokok dan tabungan masa depan dirasa tetap aman, maka sah-sah saja membeli tiket konser sebagai bentuk apresiasi diri,” ungkap Novita. Novita juga menegaskan untuk selalu mempertimbangkan besaran dana yang dikeluarkan. Jika individu menilai bahwa menonton konser itu penting dan menjadipengalaman berkesan, maka sah-sah saja. Apalagi jika menganggapnya sebagai investasi emosional yang bernilai. “Penting untuk mencatat bahwa setiap individu memiliki preferensi, prioritas, dan sumber nilai yang berbeda. Bagi sebagian orang, menonton konser senilai jutaan mungkin memberikan manfaat emosional dan kepuasan diri. Yang terpenting adalah bahwa setiap individu mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai dan keinginan mereka,” jelas Novita. Meski begitu, ia mengingatkan akan pentingnya prioritas dan keadaan keuangan masing-masing sebelum memutuskan membeli tiket konser. Membeli tiket jutaan akan menjadi hal yang buruk jika menghambat kemajuan dan rencana finansial. Baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Apalagi jika membuat keuangan tidak stabil. Menurutnya, bentuk apresiasi diri tidak melulu dengan menghamburkan uang dengan jumlah besar. Ada alternatif lain yang bisa dicoba yakni memilih band-band lokal dan nasional yang harganya tidak begitu tinggi. Bahkan ada juga yang tidak perlu mengelurkan biaya sepeserpun. “Pertimbangkan kondisi keuangan saat ingin membelanjakan. Apalagi untuk apresiasi diri. Perlu adany penyesuaian budget dan juga kebutuhan,” tegasnya mengakhiri. (Aul)
Keren, Ratusan Mahasiswa Bahasa Indonesia UMM Lulus tanpa Skripsi

Berupaya berikan bekal komperehensif untuk lulusannya, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memastikan mahasiswanya memiliki keahlian ekstra. Melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mereka diajari keahlian di luar akademik yang memberikan nilai tambah dan kompetensi. Bahkan ada ratusan mahasiswa yang lulus tanpa skripsi berkat program tersebut. “Jadi ada tiga program yang kami berikan. Mulai dari pertukaran mahasiswa, magang, hingga menjadi asisten mengajar di sekolah,” ujar Kepala Program Studi PBSI, Arif Setiawan, S.Pd., M.Pd. Pada pertukaran mahasiswa, Arif menyebutkan bahwa mahasiswa boleh memilih universitas manapun. Ini menjadi peluang mereka untuk merasakan iklim kampus yang berbeda, dengan tantangan dan pengalaman yang istimewa. Sedangkan untuk magang, karena konsepnya diluar keguruan, PBSI UMM telah bekerjasama dengan instansi, lembaga atau perusahaan yang masih berhubungan dengan jurusan. Termasuk di dalamnya industri penerbitan. “Magang itu konsepnya di luar keguruan. Jadi mahasiswa diajarkan tentang kewirausahaan salah satunya melalui Center of Excellence (CoE) Entrepreneur Perbukuan yang bekerjasama dengan perusahaan penerbitan. Sementara itu, asisten mengajar lebih fokus untuk menguatkan profil utama lulusan sebagai guru,” tandas Arief. Ia juga menjelaskan bahwa implementasi program MBKM ini dinilai sangat membantu mahasiswa. Selain mendapatkan ilmu dan pengalaman di luar kampus, mereka juga bisa menyelesaikan tugas akhir dengan tepat dan cepat. “Peluang-peluang MBKM yang disediakan oleh prodi PBSI ini juga memberikan kesempatan mahasiswa untuk membuat luaran atau laporan. Data-data tersebut bisa dijadikan sebagai tugas akhir. Sehingga bisa lulus tanpa skripsi karena sudah diekuivalensi. Seperti halnya magang di penerbitan, di mana mereka menyusun buku bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum merdeka,” tambahnya. Kegiatan-kegian tersebut bisa dijadikan scriptprenuer yang diarahkan ke penelitian pengembangan. Untuk asisten mengajar, bisa mengumpulkan data sebanyak mungkin terkait studi kasusnya. Dari studi kasus tersebut, hasilnya dapat dijadikan untuk menulis artikel dan dipublikasikan ke jurnal Sinta 3. “Pada intinya, mahasiswa yang mengikuti program MBKM ini bisa dipastikan siap untuk mengikuti ujian akhir. Jadi selain mengikuti magang, mereka juga dituntut untuk mampu menyuguhkan data untuk studi kasus atau pengembangan. Dengan berjalannya MBKM ini, ratusan mahasiswa PBSI mampu lulus tanpa skripsi dalam kurun waktu satu tahun,” tambahnya. (wil)
Ingin Lanjutkan S3 di UMM? Begini Kemudahan Biayanya

Kabar gembira untuk mereka yang ingin melanjutkan studi doktoral di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Utamanya para dosen yang kini tengah mengajar di perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Kampus Putih memberikan sederet manfaat bagi mereka yang mendaftar kuliah dan menimba ilmu di strata 3 atau studi doktoral. “Iya, ada banyak manfaat, termasuk jumlah biaya yang harus dibayarkan. Jadi nanti para dosen PTMA akan mendapatkan keuntungan tergantung tempat di mana ia mengajar,” jelas Nurudin selaku kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM. Ada empat kategori yang masing-masing memiliki biaya berbeda. Pertama, yakni dosen dari PTMA golongan mikro di mana jumlah mahasiswanya kurang dari 1.000. Mereka akan dibebani biaya sebesar Rp7.500.00 per semester dengan total biaya Rp45.000.000. Kemudian untuk PTMA dengan jumlah mahasiswa antara 1.000 dan 5.000, biaya yang harus dibayarkan yakni Rp10.000.000 dengan total biaya Rp60.000.000. “Sementara biaya studi doktoral di UMM untuk PTMA kategori sedang di angka Rp12.500.000 per semester dengan total 75 juta rupiah. Terakhir, bagi dosen PTMA dengan jumlah mahasiswa lebih dari 15 ribu, mereka mendapatkan diskon sebesar 25% tiap semester. Total biayanya berada di kisaran Rp98.300.000,” tambahnya. Lebih lanjut, mereka yang mendapatkan pembiayaan khusus ini adalah para dosen dari PTMA se-Indonesia. Mereka juga diharuskan memiliki nomor induk dosen nasional (NIDN) dengan homebase PTMA. Nurudin mengatakan, kebijakan UMM terkait pembiayaan khusus ini sejalan dengan program 5.000 doktor majelis pendidikan tinggi penelitian dan pengembangan pimpinan pusat Muhammadiyah. Selain itu juga sebagai tindak lanjut hasil dan rekomendasi rapat koordinasi nasional majelis pendidikan tinggi penelitian dan pengembangan PP Muhammadiyah, Mei lalu. “Utamanya terkait percepatan doktor bagi dosen PTMA. Dengan begitu, kualitas perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah semakin baik, khususnya dalam bidang sumber daya manusia (SDM). Apalagi Kampus Putih UMM sebagai salah satu amal usaha persyarikatan Muhammadiyah bidang pendiidkan mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mencerdaskan SDM,” katanya mengakhiri. (Wil)
Reproduksi Mamalia hingga Seleksi Sperma, Begini Paparan Dua Profesor Spanyol di UMM

Berdasarkan riset yang ada, ditemukan bahwa sel telur dapat dibuahi lebih dari satu sperma pada hewan mamalia. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Maria Jose’ Izquierdo Rico, Ph.D. pada kegiatan One Day International Seminar yang dilaksanakan oleh prodi pendidikan Biologi dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Adapun agenda itu berlangsung pada akhir Mei 2023 lalu. Maria, sapaan akrabnya mengatakan, penemuan tersebut menjadi satu problem di Eropa. Oleh karena itu Maria bersama dosen lain dari Universidad de Murcia Spanyol melakukan riset lebih mendalam terhadap penemuan itu. “Riset yang dilakukan yakni pada zona pelusida hewan mamalia. Zona pelusida merupakan matriks yang melindungi sel telur dan embrio dari kerusakan mekanik selama ovulasi. Zona pelusida juga memegang peran penting dalam pengikatan spermatozoa,” jelas Maria. Maria juga menambahkan bahwa zona pelusida memiliki peranan penting dalam keberhasilan inseminasi. Pun zona pelusida pada ovum, memiliki karakter dan spesifikasi yang berbeda pada setiap hewan. Mengangkat tema “Trend in Reproductive Technology and Biology Research,” seminar ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru. Pun dengan memberikan inspirasi para peneliti, khususnya di bidang reproduksi dan biologi secara umum. Dengan begitu, muncul gairah dan semangat untuk meneliti lebih lanjut. Menemukan fenomena baru dan menjadi kontribusi bagi keilmuan. Selain Maria, hadir pula Prof. Francisco Alberto Garcia Vazquez, Ph.D. dari universitas yang sama. Ia menjelaskan tentang proses seleksi sperma pada proses reproduksi. Seleksi sperma ini disebut dengan Artificial Insemination. “Seleksi sperma ini bertujuan untuk membuat saluran telur buatan dengan teknik bioprinting menggunakan metode decellularized extracellular matrix (dECM). selain itu juga mengevaluasi toksisitas jaringan yang diperoleh dari hasil inkubasi dengan spermatozoa dan oosit,” terang Fransisco. Sementara itu, Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini M.Si., ketua program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM, juga memberikan penjelasan mengenai perkembangan riset bioinformatika. Menurutnya, perkembangan bioinformatika pada awalnya hanya fokus pada informasi DNA (DNA) saja. Namun, semakin kesini, perkembangan bioinformatika semakin pesat. Salah satunya adalah untuk merancang calon molekul obat (drug design) dan hubungan suatu spesies tanaman. (zak/wil)