Lukis Wajah Sandiaga Uno, Mahasiswa UMM Pecahkan Rekor MURI

Siapa sangka, kegemarannya dalam bidang seni lukis sejak kecil berhasil mengantarkan mahasiswi ini memecahkan rekor MURI Nasional. Yakni dalam kategori Melukis Wajah Terbanyak dalam kurun waktu satu jam. Adalah Aprilisfiya Handayani, mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang turut serta dalam pemecahan rekor MURI yang diadakan oleh Yayasan Seni Untuk Bangsaku (YSUB) dalam event bertajuk “Indonesia Melukis 1000 Wajah.” Terkait rekor MURI yang berhasil dipecahkan, April bersama kurang lebih 1000 pelukis se-Indonesia lainya berhasil melukis wajah bebas dalam waktu satu jam. Acara yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah ini dihadiri 150 pelukis secara luring dan 850 lainya secara daring dikarenakan keterbatasan kapasitas untuk memenuhi protokol kesehatan. “saya melukis wajah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Bapak Sandiaga Uno. Lukisan ini sekarang masih dalam tahap kurasi untuk nantinya diberikan langsung kepada Bapak Sandiaga Uno sendiri,” ujarnya bangga. April, sapaan akrabnya, mengaku bahwa dirinya sudah memiliki cita-cita sejak kecil untuk memecahkan rekor. Mimpi itu berhasil ia wujudkan bersama denagn pelukis lain. Adapun ia terinspirasi dari acara televisi bertajuk Ripley’s Believe it Or Not yang menayangkan hal unik dan pencapaian berbagai pemecahan rekor berskala internasional. “Sejak kecil memang sudah termotivasi. Pokoknya kelak aku harus bisa memecahkan suatu rekor di bidang kesenian. Sekalipun pemecahannya bersama dengan orang-orang lain seperti saat ini,“ ungkap mahasiswi yang juga menggeluti olah raga karate ini. Sejak SD, April memang sering mengikuti perlombaan seni menggambar. Bahkan saat kelas 9 SMP, ia berniat untuk serius mendalami seni lukis dengan mengikuti les melukis bersama seniman ulung, Sadikin Pard. Ia merupakan seorang maestro seniman difabel yang telah memiliki segudang pengalaman dan memilki reputasi di kancah internasional. Berkat kerja keras dan tekad kuatnya dalam hal seni lukis, prestasi demi prestasi ukses ditorehkan oleh April. Lukisannya masuk ke 10 besar dalam ajang nasional yang dihadiri Gubernur Jawa Timur. Karya-karyanya juga sering ikut dalam pameran. Bahkan pernah dinobatkan sebagai pelukis termuda dalam event Pasar Seni Lukis Indonesia 2018. Prestasi internasional juga pernah yakni dengan membawa pulang Bronze Award dalam kompetisi lukis yang diadakan oleh Yayasan Musik Jakarta. Selain aktif melukis, April kini tengah merintis usaha galeri seni bernama Prilis Gallery. Harapanya galeri ini dapat menjadi ruang apresiasi seni untuk masyarakat agar lebih peduli kepada karya seniman-seniman lokal. Usahanya juga berhasil meraih pendanaan dari Kemenristekdikti dan sukses meraih Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Awards pada bulan November 2022 lalu.Capaian membanggakannya ini tentu tidak lepas dari dukungan UMM, baik itu moral maupun material. (lib/wil)
Amira, Mahasiswa UMM yang Tidak Hanya Jago Menulis tapi Juga Menjadi Terapis Autis

Bermanfaat, berbakat dan berdedikasi menjadi prinsip yang dipegang teguh oleh Amira Syafana, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Ddasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sampai saat ini ia mampu mengumpulkan banyak prestasi. Terbaru, gadis ayu tersebut berhasil menyabet kemenangan pada Lomba Podcast Nusantara dan Juara I Lomba Opini Nasional PENMAS yang diadakan oleh Universitas Negeri Medan. “Ini hal yang luar biasa dan suatu kebanggaan bagi saya dapat mengharumkan nama prodi dan kampus. Apalagi kategori yang dilombakan cocok dengan ide dan kegiatan saya sehari-hari,” ucapnya. Pada kompetisi tersebut, Amira mengangkat judul “Merajut Asa Pejuang Merdeka Belajar”. Opini ini memuat tentang implementasi merdeka belajar yang berusaha mengubah keterbatasan manusia menjadi suatu potensi. Menurutnyam setiap anak diciptakan oleh Tuhan dengan potensinya masing-masing. Maka, sebagai orang yang paling berpengaruh dalam membentuk jiwa merdeka anak-anak, Amira mengajak orang tua dan guru wajib menyayangi, mendidik, membina dan mengarahkan mereka. “Bagaimanapun keadaannya, anak-anak adalah investasi dunia akhirat yang lahir dari rahim seorang ibu. Kelak mereka akan menyumbang banyak pemikiran untuk bangsa dan negara, berkontribusi untuk ibu pertiwi,” tandasnya. Apa yang disampaikan Amira lewat Opini ternyata tak hanya ide belaka. Ia sudah menerapkan sejak lama dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa yang hobi menulis, membaca dan public speaking ini juga aktif sebagai terapis di Omah Terapih Autis, sebuah Lembaga yang bekerjasama dengan Autism Center Malang. Di sana, ia mengajar basic life seperti membersihkan toilet sikat gigi, memegang sendok, hingga motorik kasar seperti melompat dan jalan. “ Kebetulan saya mendampingi anak-anak usia sekitar 3-7 tahun. Saya tidak bisa menutup mata dengan keberadaan anak-anak yang spesial. Saya sangat bahagia bisa berbagi dan mendampingi mereka,” urainya. Meski menghadapi berbagai tantangan, Amira mengaku mendapat banyak hal positif di tempatnya bekerja. Salah satunya belajar menjaga regulasi emosi dengan baik. Ia juga bisa tahu cara merawat anak dan ilmu-ilmu parenting. Misalnya cara mengelola makanan karena kebanyakand ari mereka tidak bisa makan sembarangan. Menariknya, Amira tidak hanya menulis opini, tapi dia sudah meluncurkan delapan judul buku. Ia berupaya memberikan semangat bagi mahasiswa dna anak muda lain untuk berkarya. Baik itu berkarya membantu sesama, maupun melahirkan buku dan lainnya. “Mari mulai berpikir bahwa manusia tidak dikekang oleh batas dalam menggapai masa depan. Selalu ingat sesama dan juga mengembangkan potensi yang sudah diberikan oleh Sang Maha Kuasa,” pungkasnya. (tri/wil)
FEB UMM, Ini Pentingnya Financial Planning untuk Anak Muda

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019, indeks literasi keuangan di Indonesia sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%. Dari survei tersebut dapat dikatakan tingkat literasi tentang keuangan di Indonesia masih rendah. Di sisi lain, berdasarkan survei OJK, mayoritas milenial sangan rentan terhadap finansial, sebab dari pendapatan yang ditabung hanya 10,7% dan pendapatan habis untuk kebutuhan bulanan 51,1%. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM Dr. Widayat M.M dalam “Sosialisasi Financial Planning”, pada Sabtu, 24 Desember 2022 lalu. Mengangkat tema “Perencanaan Keuangan untuk Mencapai Kebahagiaan,” sosialisasi ini dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2022. Adapun tujuannya untuk membentuk para mahasiswa semester awal menjadi pribadi yang cakap mengelola dan merencanakan keuangan. Widayat menjelaskan bahwa perencanaan keuangan (financial planning) adalah proses mencapai tujuan-tujuan keuangan seseorang melalui manajemen keuangan secara terintegrasi dan terencana. “Perencanaan keuangan diperlukan untuk mempersiapkan kondisi ketidakpastian penggunaan dana di masa mendatang. Sehingga masa depan lebih baik dan aman secara finansial, membuat hidup lebih tenang dan sehat serta untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan yang semakin tinggi,” jelas Widayat. Lebih lanjut, Widayat menyebutkan enam prinsip dalam perencanaan keuangan. Pertama yaitu memahami besar kecil pendapatan yang diterima dan kedua yakni dapat menyisihkan uang untuk disimpan atau ditabung. Ketiga menginvestasikan uang untuk masa depan. Kemudian yang keempat, bijak dalam mengajukan dan menggunakan pinjaman serta yang kelima memproteksi diri untuk keadaan darurat dan juga masa tua. Yang tidak kalah penting adalah tidak belanja secara impulsif. Sejalan dengan yang disampaikan Widayat, Direktur Utama BPRS Artha Sinar Sejahtera Syariah, Aep Saepudin, S.E, M. Sy, mengatakan bahwa financial planning bukan membuat seseorang menjadi kaya. Namun bagaimana agar rencana atau tujuan keuangan yang diinginkan bisa terpenuhi dengan sumber daya yang dimiliki. “Karena sesuatu yang direncanakan itu biasanya akan lebih terarah dan teratur. Dengan perencanaan keuangan yang jelas, seseorang juga akan lebih mudah dalam memastikan masa depannya. Menabung menjadi salah satu hal dalam perencanaan keuangan. Secara tidak langsung kita juga mengikutsertakan diri kita dalam program negara untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara umum.” terang Aep. Menariknya, para peserta yang notabene peserta terlihat antusias. Mereka yang aktif juga diapresiasi dengan mendapatkan saldo dan membuka rekening Tabungan Sinar IB dari BPRS Artha Sinar Sejahtera UMM. Totala da enam mahasiswa yang beruntung dan dinilai aktif. (zak/wil)
Teknik Mesin UMM Raih Unggul, Targetkan Akreditasi Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa membuktikan diri sebagai kampus berkualitas. Salah satunya melalui Program Studi (Prodi) Teknik Mesin yang berhasil meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Adapun akreditasi yang berlaku selama lima tahun ini dicapai berkat apiknya kualitas dan layanan pendidikan yang diselenggrakan. Ketua Prodi Teknik Mesin, Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D. mengatakan jika Prodi Teknik senantiasa meningkatkan banyak aspek guna meningkatkan kualitas internal maupun eksternal. Misalnya saja apda tahun 2020, di mana pihaknya mengerjakan akreditasi Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) dan meraih akreditasi PA. Kemudian pada 2021 menyiapakan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) dan mendapatkan nilai Unggul. “ISK sangat membantu karena kami sudah ISK unggul. Kemudian juga sudah melewati porfesional akreditasi IABEE sehingga kepercayaan assessor meningkat dan dibuktikan dengan layanan yang ada,” terangnya. Iis menyampaikan jika capaian yang diraih merupakan hasil kerja keras bersama sejak lama. Salah satu strategi untuk memperolaeh akreditasi adalah dengan menyiapkan persyaratan dan mengintegrasinya ke seluruh program. “Untuk mencapai Unggul, minimal memiliki 30 MoU dan kerjasama dengan mitra pengabdian. Kemudian kami integrasikan syarat tersebut ke mata kuliah yang mana dosen dan mahasiswa mengeksekusinya. Bisa denganengan membuat sebuah mesin yang kemudian bekerjasama dengan UMKM untuk mengembangkan produknya. Sehingga paling tidak satu angkatan sudah menjalin 65 kerjasama,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi para mahasiswa yang solid membantu untuk membangun prodi yang berkualitas. Berbagai macam perubahan terkait akreditasi bisa diterima oleh mahasiswa dan mereka mau berkompromi dengan peraturan yang baru. Selain itu, berbagai macam kegiatan prodi juga tak lepas dari kerja keras mereka. “Mungkin kali ini perubahannya agak ketat, tapi manfaatnya luar biasa. Mahasiswa mudah beradaptasi dengan peraturan baru dan bersinergi dengan. Salah satu yang menarik yakni menggandeng UMKM dalam oengembangan produk melalui mesin-mesin yang diciptakan oleh mahasiswa dan dosen. Bahkan ada pameran tersendiri sehingga ada kebanggan,” katanya. Program yang diberi nama Capstone Design tersebut nyatanya membantu proses penilaian yang dilakukan assesor. Apalagi sudah dilakukan Prodi Teknik Mesin sejak puluhan tahun di sini. Nilai dari program tersebut juga cukup tinggi menurut Iis. Selepas memperoleh akreditasi Unggul dari LAM, Prodi Teknik Mesin UMM menargetkan general accreditation AIBEE pada 2024. AIBEE merupakan akreditasi Internasional dan diakui oleh Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) yang berkantor di Amerika Serikat. “Semoga prestasi ini semakin memebrikan semangat bagi kami untuk menjaga dan meningkatkan kualitas. Saat ini kami sedang sigap menyiapkan akreditasi internasional yang tentunya sejalan dengan prorgam internasionalisasi kampus UMM,” katanya. (ros/wil)
Paramotor dan Marching Band UMM Meriahkan Musywil Muhammadiyah Jatim

Setelah sukses memeriahkan pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo, kali ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan Sky Show dan marching band di Musyawarah Wilayah (Musywil) Ke-16 Muhammadiyah Jawa Timur. Kegiatan akbar Muhammadiyah Jatim ini berlangsung di Alun-alun Ponorogo pada Sabtu, 24 Desember 2022 lalu. Penampilan Sky Show dengan menggunakan paramotor tersebut diinisiasi oleh Kampus putih UMM dengan menggandeng panitia Musywil serta Pangkalan TNI Angkatan Udara Iswahjudi. Kepala Biro Informasi dan Komunikasi, Ir. Suyatno, M.Si. menjelaskan bahwa pada kesempatan tersebut UMM menerjunkan dua paramotor yang membawa bendera logo UMM dan Muhammadiyah untuk bangsa. “Untuk persiapannya sendiri, kami lakukan dengan cukup singkat. Meski beberapa kendala seperti arah angin dan lokasi penerbangan yang kurang kondusif, namun semua itu bisa kami atasi dengan apik. Apalagi kami sudah sering mengurusi kegiatan semacam Sky Show sebelumnya,” ungkap dosen asal Rembang tersebut. Selain pesta udara, pihaknya juga mempersiapakan marching band bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMM. Yatno, sapaannya kembali menjelaskan bahwa hadirnya dua penampilan tersebut bertujuan untuk memeriahkan Musywil Jatim. Selain itu juga menambah energi bagi masyarakat Muhammadiyah agar bisa terus menebar manfaat. “Semoga dengan sky show dan marching band yang kami selenggarakan ini bisa memberikan warna baru dalam kegiatan Muswil muhamamdiyah Jatim. Hal ini juga agar kemeriahan Muswil tidak kalah dengan meriahnya muktamar di Solo,” kata dosen Bioteknologi Peternakan itu. Di sisi lain, salah satu anggota Aisyiyah dari Ponorogo bernama Endah, mengatakan bahwa hiburan Sky Show dan marching band yang digelar UMM sangat bagus. Apalagi dengan kekompakan yang ditunjukkan beserta lagu-lagu yang dibawakan. Menurutnya, penampilan ini semakin membuatnya dan teman-teman Muhammadiyah lain lebih bersemangat menyambut dan melaksanakan Musywil. “Saya suka melihat kekompakan para pemain marching band dari UMM. Untuk acara Muswil sendiri semoga bisa menghasilkan keputusan yang terbaik untuk kita warga Muhammadiyahdi Jatim. Pun juga bisa memberikan manfaat dan kebaikan untuk semua masyarakat Jatim di berbagai elemen,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)
Pro-Kontra Muslim Ucapakan Selamat Natal, Ini Kata Dosen FAI UMM

Dari tahun ke tahun, hukum mengucapkan selamat natal kepada non muslim selalu menjadi perdebatan di kalangan masyarakat Indonesia. Menanggapi masalah tersebut, dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Univeristas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.H.I memberikan penjelasan. Menurutnya, hukum mengucapkan selamat hari raya untuk agama lain termasuk dalam hal syubhat atau samar. Oleh karena ucapan tersebut masuk ke hal yang tidak jelas, pandangan para ulama terkait hal tersebut juga berbeda-beda. Ada yang membolehkan ada juga yang tidak. Arif, sapaan akrabnya menjabarkan bahwa menurut fatwa tarjih Muhammadiyah, hukum mengucapkan selamat natal kepada mereka yang non muslim itu sebenarnya perkara yang tidak dianjurkan untuk dilakukan karena termasuk hal yang syubhat. Namun ada beberapa surat yang melatarbelakangi dianjurkan atau tidaknya pengucapan tersebut. Surat yang pertama adalah surah Al-Hujurat ayat 13 yang menyebutkan bahwa allah SWT menciptakan manusia secara beragam. Oleh karenanya, diharapkan manusia bisa saling mengenal dan melakukan hal-hal yang baik kepada sesama. “Dalil ini menjadi landasan diperbolehkannya mengucapkan hari raya selamat pada agama lain. Namun, diperbolehkannya hal ini juga didasari oleh beberapa kondisi tertentu. Kondisi pertama adalah seorang muslim yang berada di tempat mayoritas non muslim. Kedua adalah pengucapan hari raya agama lain yang telah menjadi tradisi dan jika tidak dilakukan akan menyebabkan perseteruan antar agama. Jika salah satu kondisi tersebut terpenuhi, maka diperbolehkan untuk memberi selamat pada agama lain dalam rangka menjaga hubungan antar manusia,” ujar dosen asal Riau itu. Terkait dalil yang tidak memperbolehkan, Arif mengatakan bahwa hal tersebut dijabarkan dalam surat Luqman ayat 15. Dalam surat tersebut terkandung himbauan untuk menjauhi sifat syirik yang dalam hal ini adalah mengucapkan selamat hari raya pada agama lain. Namun dalam surat tersebut juga dipesankan untuk tetap menjalin hubungan baik dengan sesama manusia sesuai dengan kepantasannya. “Dalam dua dalil yang dikutip tersebut kesimpulannya adalah tidak ada nego terkait akidah ataupun keyakinan, artinya tidak boleh ada percampuran antar satu keyakinan dengan yang lain. Namun dalam hal urusan muamalah yang sifatnya duniawi maka itu tetap boleh untuk bergaul dengan umat beragama lainnya. Intinya jangan berlebihan dalam mengucapkan natal,” ungkap Ketua Majelis Tabligh PCM Dau tersebut. Sebagai masyarakat indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama, Arif mengatakan bahwa masyarakat Islam harus menghormati perayaan hari raya agama lain. Jangan menjadikan sebuah perbedaan menjadi perdebatan yang tidak berujung. Ia menegaskan bahwa ke depan kita harus menumbuhkan sifat berbaik sangka dan tidak memaksakan kehendak serta pemikiran terhadap orang lain. “Bentuk toleransi yang bisa kita terapkan adalah dengan tidak mengganggu prosesi ibadah agama lain. Dalam surat al Kafirun terdapat kalimat ‘bagimu agamamu bagiku agamaku’. Sehingga kita harus menghormati umat agama lain dalam melaksanakan hari raya sesuai keyakinan dengan tenang dan nyaman,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)
Kagum akan UMM, Pemerintah Prefektur Miyagi Jepang Impor SDM dari UMM

Kondisi demografi Jepang saat ini tengah mengalami kemunduran, khususnya pada usia muda. Tercatat, hanya ada 14 juta penduduk usia muda di Jepang, sedangkan 36 juta penduduk negeri sakura adalah lanjut usia (lansia). Maka, Jepang beberapa tahun belakangan mengimpor pekerja dari berbagai negara, salah satunya l Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Goto Masaki, perwakilan pemerintahan Jepang prefektur Miyagi saat mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 21 Desember lalu. Adapun kedatangannya dan rombongan ingin meninjau langsung training center yang dimiliki UMM. Dengan begitu, mereka bisa memastikan kualitas SDM yang dilahirkan sehingga bisa direkrut nantinya. Masaki takjub dengan sistem pendidikan UMM yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap bekerja. Bahkan juga memilimi anak usaha seperti hotel, taman rekreasi hingga pom bensin yang mendukung finansial kampus. Hal itu membuatnya yakin untuk bekerjasama dengan UMM, khususnya dalam aspek tenaga kerja. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Jepang saat ini tengah mencari perawat berkualitas yang ditugaskan di panti-panti jompo. Apalagi melihat SDM lokal Jepang yang semakin minim memaksa pemerintah untuk menginpor tenaga kerja. “Setelah melihat dan berkunjung, saya rasa SDM yang dicetak UMM sangat sesuai dengan apa yang kami harapkan karena siap beradaptasi dan bekerja. Semua disiapkan dengan matang oleh UMM,” tegasnya. Di sisi lain, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si selaku Direktur Vokasi UMM menjelaskan bahwa TC tahun ini diikuti olh 108 peserta. Masa pelatihan untuk perawat dan enam bulan untuk non-perawat. Mereka dilatih dan diberi jalan untuk bisa bekerja di luar negeri. Ia berharap, bukan hanya lulusan vokasi saja yang bisa turut serta, tapi juga lulusan lainnya agar bisa menjadi jembatan penghubung antar SDM dan negara yang dituju. “Saat ini, total ada lebih dar 70 alumni vokasi UMM yang sedang bekerja di Jepang. Belum lagi jika ditambahkan mereka yang berkarya di Uni Emirat Arab dan negara lainnya. Kami tentu ingin bisa menjadi jembatan bagi siapapun yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja,: kata Tulus. Hal serupa juga disampaikan Rektor UMM, Dr. Fauzan M.Pd. ia menegaskan bahwa Kampus Putih sudah lama mengirimkan mahasiswa atau lulusannya bekerja di Jepang. Kerjasama yang dibangun dengan PT Selmajaya dan pemerintah Jepang, khususnya prefektur Miyagi ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM. “Tentu kami ingin agar peserta TC bisa terus ebrtambah sehingga mampu memberangkatkan ke berbagai negara, termasuk Jepang. Kami juga berharap agar tidak hanya dari Malang saja, tapi juga menjangkau peserta dari luar Malang,” pungkasnya. (haq/wil)
Kaji Neuro Linguistic, Alumni UMM Ini Sabet Penghargaan Internasional

Neuro linguistic memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Apalagi metode ini sering digunakan dalam perusahaan atau instansi besar yang sering kali efektif dalam meingkatkan produktivitas. Hal tersebut diucapkan oleh Alamsyah, S.Pd., M.Pd., M.M, yang merupakan alumni Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia sukses mendapatkan penghargaan sebagai ‘Education Inspirator’ dari lembaga International Human Resources Transformation Neuro Linguistic Programming (HRNLP) pada Desember ini. Adapun Alam saat ini diamanahi sebagai Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al Irtiqo’ Kota Malang. Ia bercerita bahwa selepas lulus dari UMM, ia langsung mengikuti course di lembaga The National Federation of Neurolingustic Programming, USA. Ia mulai dari yang dasar hingga mampu menjadi coach.Selama menjadi coach, ia lebih fokus terjun pada motivator pendidikan dengan metode neuro linguistik. Adapun neuro linguistik adalah pendekatan untuk merubah motivasi melalui pola pikir dengan optimalisasi panca indera dan alam bawah sadar. Oleh karena itu, dengan terbentuknya motivasi positif dalam diri guru dan siswa, diharapkan bisa berefek pada performa dan prestasi yang diraih. “Saat ini fokus saya pada penerapan neuro linguistik dalam dunia pendidikan. Utamanya untuk meningkatkan motivasi belajar dan berkarya para pendidik serta peserta didik,” ucapnya. Pria asli Pulau Kalu Kalukuang, Kabupaten Pajangkene Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa neuro linguistik yang ia implementasikan berhubungan dengan human resource. Sehingga ada perpaduan ilmu pendidikan dan manajemen. Melalui pandangan ini, seorang konselor bisa dengan mudah melihat kekurangan motivasi guru maupun siswa. Lulusan magister pendidikan bahasa Indonesia dan manajemen ini kembali bercerita bahwa sejak kecil sudah tertarik menjadi guru. Faktor inilah yang membuatnya saat bergelut di dunia pendidikan. Apalagi saat kecil, lingkungan yang ia tinggali memiliki sedikit tenaga pendidik serta akses ke pendidikan. Hal itu pula yang mendorongnya menjadi seorang guru dan pendidik bagi anak bangsa. Maka, UMM menjadi pilihan yang tepat baginya. Ia bersyukur bisa menimba ilmu di Kampus Putih karena banyak fasilitas yang mendukung impiannya. Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) juga berkualitas serta senantiasa mengantarkan mahasiswa menjadi pendidikan profesional yang berakhlak mulia. “Saya berharap metode neuro linguistik ini bisa diimplementasikan di pendidikan Indonesia. Khusunya dalam meningkatkan motivasi belajar di alam bawah sadar. Saya juga masih punya keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan agar ilmu yang saya punya semakin lengkap dan bisa berbagi ke pendidik-pendidik lain,” tegasnya mengakhiri. (haq/wil)
Seminar Internasional UMM Kupas Hak Perempuan di Mata Global

Hukum internasional saat ini masih belum layak untuk menegakkan hak perempuan terhadap pelanggaran-pelanggran. Hal ini disampaikan oleh dosen University of Kebangsaan Malaysia Dr. Muhammad Helmi Md. Said pada acara seminar internasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Seminar ini dilaksanakan secara offline pada 17 Desember 2022 dengan mengkaji tema hak asasi internasional dan dinamikanya. Lebih lanjut, Helmi menjelaskan bahwa usaha untuk memasukkan penanganan kekerasan rumah tangga di bawah hukum internasional telah dilakukan selama beberapa dekade belakangan. Utamanya untuk melindungi hak perempuan. Banyak aktivis yang turut memperjuangkan hal tersebut, bahkan di berbagai belahan dunia. Harapannnya, dengan adanya huku yang mengatur, kekerasan terhadap perempuan bisa dicegah dan bisa memberikan hukum bagi pelaku. “Ada beberapa hak perempuan yang terkandung dalam hukum internasional. Hak pertama adalah memperoleh martabat sebagai manusia. Kedua ada hak untuk hidup, bebas, dan aman. Selanjutnya adalah hak untuk mendapat kesetaraan dan terhindar dari hal diskriminatif. Keempat adalah akses yang adil dan setara untuk memperoleh perlindungan hukum. Kelima adalah hak dalam pernikahan, memperoleh kebangsaan, pelatihan, kesehatan, dan reproduksi. Terakhir adalah hak dalam kesejahteraan ekonomi dan sosial,” ujar dosen spesialis private international law itu. Dalam menjalankan peranan untuk melindungi hak perempuan, Helmi mengatakan bahwa negara memiliki beberapa kewajiban di Undang-Undang (UU) internasional. Kewajiban tersebut meliputi pelarangan tindakan kekerasan privat, pelarangan diskriminasi, penghapusan adat, tradisi, atau agama yang menumbuhkan kekerasan terhadap perempuan. Pun dengan menjaga keamanan dan kesehatan kerja untuk perempuan. Sayangnya, hal itu masih terkendala oleh anggapan bahwa hak perempuan merupakan masalah pribadi di luar perlindungan negara. Namun, Helmi menjelaskan bahwa pemerinta Malaysia telah menyetujui untuk memperkuat The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW) tahun 1995. Terbaru, dilakukan pembaharuan pada pasal 16 (2) tentang pernikahan di bawah umur. “Kapasitas penegakan hukum internasional ini harus diperkuat dengan adanya adopsi standar hukum global ke hukum masing-masing negara,” tegas Helmi. Selain membahas tentang hak perempuan, agenda tersebut juga mengundang Dr. Muhammad Sayuti bin Hassan yang menjabarkan mengenai UU antar bangsa. Di sisi lain, Dr. Nur Subeki, ST. MT. selaku Wakil Rektor III UMM menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan latihan bagi para mahasiswa untuk meningkatkan diri dan memperoleh rekognisi ke jenjang internasional. Apalagi sudah banyak teknologi yang membantu dan mempercepat agenda akademik. “Pemahaman tentang hukum internasional sangat penting untuk menjalin kerja sama dari satu negara ke negara lain. Datangnya dua pemateri dari University of Kebangsaan Malaysia ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa terkait hukum internasional,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil)
Gaet Perusahaan Ternama, UMM Resmikan Lab CoE PLTS

Dalam upaya meningkatkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan laboratorium PLTS dengan kapasitas 5,82 kWp. Peresmian yang dilaksanakan pada akhir November lalu ini juga dihadiri oleh tim dari perusahaan manufacture inverter asal Taiwan Goodwe Technologies Co Ltd. dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang memberikan dana corporate social responsibility. Adapun laboratorium tersebut dibangun dalam waktu kurang dari tiga minggu dibantu oleh PT. Adidaya Renewable Energy dan PT. Jayatama Adi Sentosa sebagai kontraktor utama. Menariknya, tidak hanya peresmian, Fakultas Teknik juga melangsungkan seminar yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan ratusan siswa Smk di wilayah Malang. Richard Merchury selaku Country Sales Manager Goodwe Indonesia menjelaskan bahwa pembangunan laboratorium ini sangat bagus. Apalagi melihat ekosistem PLTS di Indonesia masih tergolong baru. Sehingga akan banyak kesempatan luas, baik dari sisi bisnis maupun lapangan kerja. “Kesempatan akan datang kepada orang yang sudah mempersiapkan diri. Dan Kampus Putih UMM sudah menyiapkan PLTS dengan sangat baik,” tegasnya. Adanya laboratorium PLTS juga dinilai strategis untuk membangun kompetensi mahasiswa teknik elektro. Utamanya di bidang perancanan, pemasangan dan operasional. Pun dengan upaya perawatan terkait PLTS yang tentu dibutuhkan. Sememtara di sisi bisnis, energi surya dinilai cukup menjanjikan meski masyarakat awam masih belum banyak mengerti. Ditamlah lagi dengan ketidaktahuan tentang regulasi pemerintah mengenai penggunaan PLTS. Pada kesempatan yang sama, Alwan Zanuar selaku engineer dari PT. Adidaya Renewable Energy mengatakan bahwa laboratorium ini mampu mendorong mahasiswa untuk lebih tahu bagaimana memasang dan mendesain sebuah PLTS. Sehingga, lahan eksplorasi mahasiswa bisa meningkat. Bahkan menurutnya, laboratorium ini dapat dikembangkan dan diintegrasikan dengan pembangkit yang lain. Apalagi melihat potensi renewable energi dan green energy semakin maju dan masif. “Semoga mahasiswa bisa mempelajari banyak hal terkait PLTS di laboratorium ini. Pun agar bisa memberi pemahaman lebih kepada masyarakat awam bahwa PLTS bisa menjadi alternatif yang baik. Bukan hanya bagi mereka, tapi juga bagi lingkungan,” katanya. Sementara itu, penanggungjawab Center of Excellence (CoE) PLTS Basri Noor Cahyadi, M.Sc. mengungkapkan bahwa laboratorium ini memiliki sederet tujuan khusus. Salah satunya bertujuan untuk menunjang praktikum mahasiswa CoE PLTS. Bahkan juga dijadikan sebagai uji kompetensi skala P3 baik itu mahasiswa maupun orang luar yang ingin mendapatkan sertifikasi profesi. “Laboratorium ini juga menjadi ousat energu abru terbarukan, khususnya dalam penguatan CoE PLTS. Kami berharap akan muncul berbagai inovasi baru seperti penelitian-penelitian di bdiang solar cgarge controler hingga battery management,” tegasnya mengakhiri. (*/wil)