Driver Ojek Online Asal NTT, Semangat Kuliah di UMM Demi Cita-Cita jadi Negarawan

Meski berprofesi sebagai tukang ojek online, cita-cita Syaiful Muhammad Usman mahasiswa Jurusan Sosiologi Program Pascasarjana UMM asal Kupang, Nusa Tenggara Timur setinggi langit. Pria asli Pulau Timor ini ingin menjadi seorang negarawan. “Saya kuliah tidak semata-semata untuk memperoleh gelar, namun juga untuk menambah ilmu sebanyak mungkin dan menambah relasi. Saya ingin belajar tentang sosiologi dan politik, karena ingin menjadi negarawan,“ ujarnya. Berbekal manajemen waktu yang baik, Syaiful menyelaraskan langkahnya untuk tetap bekerja dengan profesional tanpa menyisihkan kewajiban belajarnya. Meski dilakukan secara online, setiap perkuliahan dia ikuti dengan sungguh-sungguh. “Kerja mulai pagi sampai malam. Kalau sedang ada jadwal kuliah, saya offkan dulu aplikasinya. Selesai kuliah lanjut ngojek lagi,” ujarnya. Meski mungkin ada yang memandang sebelah mata, Syaiful tak lantas minder dengan pekerjaannya. Menjadi driver ojek online memberikan banyak kemudahan dalam hidupnya. Sehari, ia bisa mendapat ratusan ribu. Meski terlihat sedikit, tapi menurutnya lama-kelamaan akan menjadi banyak dan mampu menghidupinya serta membayar kuliah. Kuncinya adalah tidak merasa gengsi karena yang penting pekerjaan bisa menghasilkan dan berkah. Tekad Syaiful yang besar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi juga ia usahakan melalui jalur beasiswa. “Alhamdulillah Allah memberikan jalan dan kemudahan dari arah yang tidak di sangka-sangka. Saya mendapatkan potongan biaya dari pihak kampus karena aktif di Pemuda Muhammadiyah Kupang, selain itu juga ada bantuan dari BAZNAS, dompet Dhuafa dan LAZISMU,” ucapnya senang. Kesempatan emas ini tak ingin Syaiful sia-siakan. Meski terpisah jarak yang cukup jauh, semangat dan keinginannya besar. Ia optimis, ikhtiarnya dapat menjadi tangga yang mengantarkan dirinya untuk mewujudkan mimpi. Membantu orang dalam jumlah yang lebih banyak melalui berbagai kebijakan yang dibuat. Ia memang ingin menjadi salah satu anggota dewan. Menurutnya, ranah politik menjadi tempat yang tsrategis untuk membantu. Bukan hanya satu dua saja, tapi banyak orang. Meski memiliki pengalaman di lembaga zakat, namun ia merasa masih kurang maksimal. Maka belajar di UMM menjadi salah satu upayanya meningkatkan kapasitas. Memilih UMM sebagai tempat melanjutkan studi, Syaiful mengaku ini adalah pilihan yang paling tepat. Menurutnya, menjadi mahasiswa UMM menjadi kebanggan sendiri. “Meskipun jaraknya cukup jauh, kami orang-orang NTT terutama yang muslim merasa bangga berkuliah di UMM yang memiliki nuansa religius dan berskala internasional,” ujarnya. Selain banyak kesempatan beasiswa, Pendidikan Pascasarjana di UMM menurutnya cukup terjangkau karena dapar dibayar secara berangsur. Ini menjadi salah satu yang meringankan langkahnya. Para dosen yang sangat kooperatif juga menjadi salah satu hal yang membuat dirinya merasan nyaman. (aul/sil/wil)
Pakar Hukum di UMM Bongkar Kelemahan Sistem Pertanahan Indonesia VS Malaysia

Sistem pendaftaran tanah yang dianut oleh Indonesia tertuang dalam beberapa perundang-undangan. Hal ini berakibat pada tumpang tindihnya kepemilikan tanah. Hal tersebut disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Jady Zaidi Bin Hassim selaku Dekan Fakultas Undang-undang di Universiti Kebangsaan Malaysia. Adapun ia menjadi pemateri dalam kuliah tamu yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, 17 Desember 2022 lalu. Lebih lanjut, Jady menjelaskan bahwa banyaknya peraturan di beberapa perundang-undangan memunculkan ketidakpastian hukum. Bahkan malah menimbulkan kerugian. Adapun pengaturan tanah di Indonesia masuk di beberapa perundang-undangan seperti Keputusan Mahkamah Agung No 495 Tahun 1975. Kemudian juga ada di Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Pokok Agraria (UUPA). “Yang dirugikan bisa dari pihak pemerintah yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun masyarakat yang kepemilikan hak atas tanahnya terancam. Karena ada kemungkanan adanya tumpang tindih sertifikat tanah,” katanya. Ia juga sempat membandingkannya dengan Malaysia. Di sana ketika seseorang memegang hak atas tanah tersebut, kepemilikan itu dianggap tidak dapat dicabut. Artinya, tidak seorang pun dapat mempersoalkan kepemilikan tanah berdasarkan hak atas tanah. Hanya orang yang sama yang dapat mengalihkan tanah melalui hak atas tanah kepada orang lain di Kantor Pertanahan. “Di Malaysia, peraturan pertanahannya menggunakan sistem Torrens. Prinsip dari sistem tersebut adalah pemilik yang terdaftar memiliki hak tak terbantahkan. Sertifikat bisa saja digugat apabila terdapat masalah ataupun terindikasi penipuan,” katanya. Ia menjelaskan, dalam peraturan pertanahan Malaysia, jika sudah lama menempati tanah tersebut semisal 10 atau 20 tahun dan tanahnya tidak didaftarkan ke pemerintah, maka dia tidak dianggap sebagai pemilik resmi. Maka penting sekali mendaftarkan tanah ke pemerintah supaya ada perlindungan. “Biasanya, isu yang berkaitan dengan tanah sangat marak dengan penipuan. Biasanya penipuannya berbentuk pemalsuan dokumen. Bahkan juga pemalsuan cap jari dan tanda tangan secara langsung,” ungkapnya. Jady menunjukkan data di Malaysia mulai tahun 2010 hingga 2019 bahwa penipuan banyak terjadi. Bahkan sebagian besar melibatkan isu tanah. Terlebih, saat ini orang lebih pandai menggunakan sistem digital sehingga memudahkan aksi untuk menipu. “Isu yang penting untuk diangkat adalah bagaimana teknologi mampu melindungi kepemiilikan tanah dengan mumpuni? Ada beberapa riset dari Indonesia yang berkaitan dengan sistem informasi teknologi yang bisa melindungi kepemilikan tanah di Indonesia. Pasti hasilnya sangat menarik, sebab biasanya teknologi sangat dekat dengan anak muda dibandingkan orang tua seperti saya,” katanya. Sementara itu, Dekan FH UMM Dr. Tongat, M.Hum. juga berharap materi yang disediakan mampu memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi mahasiswa. Utamanya dalam sistem pertanahan yang ada di Indonesia maupun Malaysia. Pada kesempatan itu pula, FH UMM dan Universitu Kebangsaan Malaysia melakukan tanda tangan kerja sama. Dengan begitu, akan ada banyak program kolaborasi yang bisa dilakukan keduanya. “Sebelumnya kita juga sudah berkolaborasi dengan Young San University. Tentu kerjasama ini bisa melebarkan kesempatan saudara-saudara mahasisa untuk ikut exchange ke berbagai negara dan mendalami ilmu hukum di sana,” pungkasnya. (ros/wil)
Berkat Program Vokasi UMM, Ika Sukses Meniti Karir di Negeri Sakura

Berani mencoba hal baru menjadi resep alumni D3 Keperawatan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ika Wahyu Purwaningsih. Ia berhasil meniti karir keperawatanya di Negeri Matahari Terbit, Jepang. Perempuan asli Malang ini kini telah menyelesaikan kontrak kerja selama 3 tahun lamanya di negeri tersebut. Ika, demikian panggilan akrabnya mengaku keberangkatannya ke negeri sakura tidak didapat begitu saja. Ia perlu menyiapkan beberapa hal, mulai dari kemampuan Bahasa Jepang hingga berkas-berkas yang dibutuhkan agar bsia berkarya di sana. “Keberhasilan saya meniti karir di Jepang tidak leaps dari dukungan vokasi UMM melalui program persiapan hingga keberangkatan. Saya dan teman-teman mendapat pembekalan bahasa asing selama delapan bulan. Kemudian dikarantina selama 3-4 bulan untuk diberi materi mengenai pekerjaan kami di sana,” ujar alumni Fakultas Ilmu Kesehatan tersebut. Bekerja di negara lain dengan kebiasaan dan budaya baru, membuat Ika harus pandai menyesuaikan diri. Ia mengaku harus berusaha keras untuk beradaptasi. Utamanya di awal-awal bekerja. Namun semua berjalan dengan baik seiring berjalannya waktu. Salah satu kultur berbeda yang ia lihat adalah tingkat kedisiplinan. Di sana, ia harus belajar mengatur waktu dan tidak telat dalam berbagai hal. Saat ini, kebiaasaan itu malah menjadi kegiatan sehari-harinya. Bahkan saat kembali ke Indonesia. “Selain karena gaji yang tinggi, saya tertarik ikut program ini karena merasa penasaran dengan suasana kerja di Jepang. Saya bekerja sebagai perawat lansia di sebuah panti jompo dengan delapan jam kerja. Sabtu dan Minggu libur, biasanya saya gunakan untuk jalan-jalan menjelajah kota,” jelasnya. Adapun di sana, Ika bisa mendapatkan gaji sekitar 15 jutaan perbulan dengan fasilitas kerja yang lengkap dan terjamin. Bahkan tempat tinggal dan kendaraan juga sudah difasilitasi agar pekerja bisa lebih nyaman dalam mengemban tugas. Jika bisa memilih, dengan berbagai kemudahan dan pengalaman kerja yang di dapat, Ika sebetulnya berniat untuk meneruskan kontrak. Namun sayangnya, ada kepentingan keluarga yang perlu ia selesaikan segera sehingga akhirnya tidak dapat melanjutkan pekerjaannya di negeri sakura. Tidak hanya Ika, program kerjasama UMM dan sederet perusahan Jepang yang difasilitasi oleh program vokasi ini juga telah mengantarkan banyak mahasiswa alumni program vokasi berkarir di ranah internasional. Hal ini juga menjadi langkah UMM untuk mengantarkan lulusannya menjadi pribadi yang mandiri dengan kompetensi internasional. (fit/wil)
Sambut Tahun Baru, Ini Tips Dosen UMM buat Amankan Keuanganmu di 2023!

Menginjak akhir tahun, perencanaan dan pengelolaan keuangan harus kembali dilakukan. Perencanaan keuangan perlu disiapkan sebaik mungkin, baik secara personal maupun perusahanaan. Bahkan, anak usia sekolah dasar juga perlu mulai merancang tabungannya dan membuat target serta pengaturan keuangan pribadinya. Hal serupa juga disampaikan Chalimatuz Sa’diyah, S.E, M.M. selaku dosen manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Chalimatuz mengungkapkan bahwa merencanakan keuangan memang harus dilakukan sejak dini. Bahkan menurutnya, anak-anak usia sekolah dasar (SD) sudah harus diajari bagaimana menggunakan dan mengatur keuangan. “Semisal anak-anak itu diberi uang jajan oleh orang tuanya. Mereka juga harus memikirkan apakah uang tersebut akan dihabiskan untuk jajan semua, disimpan, atua bahkan disedekahkan,” tuturnya. Kemampuan ini harus terus diasah agar bisa meningkat seiringberjalannya waktu. Adapun Chalimatuz membaginya ke beberapa tahap. Diawali dengan tahap menjadi freshgraduate yang telah memiliki penghasilan. Biasanya mereka akan dengan bebas menggunakan uang untuk bersenang-senang. Padahal harus ada antisipasi tabungan untuk keadaan darurat. “Tahap kedua yakni ketika berkeluarga. Akan banyak kebutuhan baru yang perlu dipikirkan, maka perlu strategi baru juga untuk menghadapinya. Kemudian tahap pensiun di mana harus bsia memikirkan cukup tidaknya harta untuk kehidupan sehari-hari. Maka perlu adanya aset produktif seperti kos-kosan,” jelasnya. Terkait menabung dan investasi, ia juga menekankan agar hal tersebut dilakukan di awal. Bukan malah sebaliknya dengan menunggu sisa pengeluaran yang ada. Menurutnya, jika dilakukan di akhir, investasi atau menabung tidak bisa memberikan hasil maksimal. Menariknya, Chalimatuz juga membagikan kiat perencanaan keuangan yang baik dan efisien. Diawali dengan memahami kesehatan keuangan pribadi yakni dengan memastikan pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan. Kemudian melakukan alokasi dana diiringi dengan pencatatan keuangan agar tidak keluar dari alokasi yang ditentukan. “Jika punya utang segera dilunasi, karena biasanya hutang ini yang akan menggerogoti keuangan kita. Jika bisa di restrukturisasi maka segera lakukan, tapi jika tidak bisa maka kita harus menekan alokasi keuangan yang lain agar bisa lebih cepat menyelesaikan utang. Jangan lupa juga untuk melakukan audit, sekalipun hanya keuangan personal,” tambahnya. Terakhir yakni menentukan perencanaan jangka menengah dan jangka panjang. Untuk jangka menengah, menyimpan uang pada instrumen investasi yang sewaktu-waktu dapat diambil bisa menjadi pilihan. Misalnya tabungan biasa atau reksadana pendapatan tetap. Akan tetapi perlu diingat, bahwa menyimpan uang di tabungan biasa maka akan beresiko tergerus inflasi. Pilihan lainnya adalah emas yang termasuk investasi jangka menengah. “Emas juga disebut sebagai aset safe haven karena nilainya yang tetap atau meningkat walaupun pasar sedang tidak stabil. Dia akan menjaga pemiliknya agar tetap kaya bukan semakin kaya. Sementara untuk jangka panjang bisa diinvestasikan ke saham, tanah, maupun rumah meski memang pencairannya lebih lama,” pungkasnya. (dev/wil)
Humas UMM Raih Gold Winner di Anugerah Humas Diktiristek Nasional 2022

Kabar membanggakan datang dari Humas dan Protokoler Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka sukses meraih gold winner pada ajang Anugerah Humas Diktiristek Nasional pada 15 Desember 2022 lalu di Jakarta. Sebelumnya, Humas UMM juga berhasil menang di tingkat provinsi dan mewakili Jatim di level Nasional. Kepala Humas dan Protokoler UMM, M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan bahwa kunci kemenangan itu adalah keberlanjutan dalam pengelolaan, pembagian segmen, dan produksi konten media sosial. Misalnya konten TikTok Kampus Putih yang menyajikan video asyik dan menarik. Sementara Instagram memberikan konten yang futuristik dan informatif. Hal yang sama juga berlaku di Youtube, Twitter dan media sosial lain. “Gold Winner di kategori perguruan tinggi swasta ini tentu atas pengaruh besar Humas yang berada langsung di bawah koordinasi Biro Infokom UMM. Hal ini memudahkan kami untuk berakselerasi dalam mempublikasikan informasi. Baik itu rilis ke media mainstream setiap hari maupun memproduksi 3-4 konten informatif dan bermanfaat setiap harinya di media sosial,” tegasnya. Dosen asal Lombok itu menilai bahwa media sosial official UMM yang bercentang biru menjadi salah satu nilai plus. Ditambah dengan jumlah view dan like yang tinggi disertai subscriber yang senantiasa bertambah. Pun dengan rilis pemberitaan harian UMM yang selalu dimuat di media cetak maupun online yang mainstream. Ia juga mengaku bahwa pihaknya selalu optimis meski banyak perguruan tinggi dengan nama mentereng yang turut serta. “Dari awal kompetisi, kami selalu optimis karena rektor kami ‘mengharamkan’ kata pesimis untuk memperjuangkan sesuatu yang memberi manfaat bagi semesta. Semoga kemenangan ini menjadi bahan bakar kami untuk terus berprestasi,” katanya. Sementara itu, Kepala Biro Infokom UMM, Ir. Suyatno, M.Si. mengungkapkan kebanggaannya. Apalagi proses yang dilakukan Humas UMM sangat panjang dan keras. Maka sudah barang tentu, penghargaan ini menjadi ganjaran yang pantas. Meski begitu, ia tetap mendorong Humas Kampus Putih untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas karyanya. “Mempublikasikan dan membranding kampus tentu merupakan tugas kami. Tanpa adanya kompetisi sekalipun, kami juga tetap melaksanakan tugas dan meningkatkan kualitas. Karena memang itu tugas humas untuk memberikan informasi sekecil apapun yang berkaitan dengan UMM kepada masyarakat,” tegasnya. Yatno, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa pihaknya kini tengah mengembangkan program masif dan strategis. Menurutnya, kemenangan ini harus menjadi dorongan untuk terus berkarya lebih keras lagi. Apalagi di tengah gempuran digitalisasi dan pemanfaatan media sosial. Maka, perlu ada inovasi-inovasi baru dalam menyampaikan informasi kepada khalayak luas. (wil)
Ada Apa Dirut PT Antam Khusus Hadir di Wisuda UMM

Dalam menghadapi dunia kerja, mahasiswa harus mengembangkan tiga karakter dalam dirinya. Karakter tersebut meliputi integritas, striving for excellence, serta humility. Hal tersebut di sampaikan oleh Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Jakarta Nicolas D. Kanter dalam gelaran wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke 106. Selain menghadiri wisuda pada 15 November 2022, ia juga sempat berdiskusi terkait kerjasama yang bisa dilakukan antara UMM dan PT Antam. Lebih lanjut, Nico sapaannya menjelaskan bahwa selama 39 tahun berkarir di perusahaan multinasional dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ada tiga sifat yang selalu ia pegang teguh. Sifat pertama adalah integritas yang merupakan kombinasi dari jujur, bermoral, serta berakhlak. Dengan menganut sifat ini, para wisudawan akan tahu di mana harus berpijak. “Ayah saya pernah berpesan agar jangan pernah membiarkan rasa takut menghambat kita untuk melakukan sesuatu yang benar. Namun dalam penyampaiannya harus dilakukan dengan tulus, ikhlas, penuh sopan santun, dan hormat. Karakter inilah yang membuat saya diberi banyak kepercayaan selama 39 tahun ini,” ungkap mantan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) itu. Nico kembali menjabarkan karakter-karakter lain yang harus dimiliki para wisudawan. Karakter kedua adalah striving for excellence atau memberikan yang terbaik di suatu pekerjaan. Dalam melakukan sebuah tugas tidak boleh dilakukan dengan setengah-setengah. Melakukan yang terbaik bukan berarti menjadi yang terbaik di antara rekan kerja, tetapi menjadi yang terbaik versi diri sendiri. “Terakhir adalah humility atau kerendahan hati. Kadang beberapa orang salah paham bahwa rendah hati artinya mengecilkan diri sendiri, padahal bukan seperti itu maksudnya. Kalau kita berani mengakui kesalahan dan bersifat rendah hati maka kita membuka diri pada seseorang untuk memberikan timbal balik serta masukan, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Inilah yang membuat kita dapat berkolaborasi dengan lebih baik kedepannya,” kata Nico. Nico juga mengatakan bahwa UMM telah memberikan bekal yang luar biasa. Apalagi kampus ini merupakan universitas yang terpandang. Di sisi lain, ini juga merupakan sebuah tantangan bagi wisudawan untuk membuktikan diri bahwa UMM memang berkualitas. “Wisuda ini merupakan bagian awal dari perjalanan para mahasiswa untuk masuk ke dunia nyata. Jangan takut pada sebuah masalah karena hidup adalah sebuah perjuangan. Kalian harus mengubah masalah menjadi sebuah tantangan. Menurut saya kesuksesan itu adalah keberhasilan yang tertunda,” ujar lulusan University of Southern California ini. Terkait kerjasama, ia menjelaskan bahwa ada banyak potensi yang bisa dilakukan kolaborasi dengan UMM. Apalagi melihat Kampus Putih yang memiliki program Center of Excellence (CoE). Menurutnya, inovasi seperti ini perlu dimiliki oleh perguruan tinggi dan bahkan industri. Senada dengan Nico, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa proses belajar adalah bagian dari perjuangan dimana jatuh, bangun, suka, dan duka selalu menyertai. Namun itu semua adalah cara untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan mampu berpikir untuk memecahkan masalah. “Saudara sudah harus memiliki gambaran untuk tiga belas tahun kedepan tentang peran apa yang ingin diambil di tengah-tengah masyarakat. Apa yang diberikan dan diperoleh saudara di kampus UMM jangan disia-siakan. Jadikan hal tersebut sebagai perisai untuk mengatasi kesulitan dan mencapai suatu kesuksesan di masa depan,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)
CEO Ginray Jepang Ajari Wisudawan UMM Cara Berbisnis

Bisnis tidak hanya sekadar pada profit dan investasi saja. Justru keduanya malah tidak menghasilkan apa-apa. Hal tersebut disampaikan oleh CEO Ginray Co.Ltd Shinji Okazaki, MBA. Di hadapan ribuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang pada 15 Desember 2022 lalu. Adapun Ginray Co. Ltd merupakan perusahan besar Jepang yang bergerak di pertanian dan makanan. Menurut Okazaki bisnis adalah sebuah ide atau gagasan yang disalurkan untuk mengatasi sebuah masalah yang terjadi di sekitar kita. Saat ini, dunia sedang mengalami perubahan yang besar dengan adanya krisis pangan yang terjadi di berbagai negara. Pun dengan perubahan iklim hingga jumlah penduduk yang terus meningkat. Menurutnya, permasalahan itu tidak bisa diselesaikan diri, perlu adanya kerja sama dari berbagai negara dan juga berbagai pihak untuk saling membantu. Namun, menurutnya menjalin kerjasama bukan perkara mudah. Apalagi dengan banyaknya perbedaan dan persaingan. Menariknya, ia melihat bahwa perbedaan seharus bisa dijadikan kunci mengatasi permasalahan. Salah satu caranya yakni melakukan sesuatu bukan berdasarkan keinginan sendiri atau kelompok, tapi untuk kepentingan bersama. “Kedatangan kami ke UMM tidak lain adalah untuk menjalin kerja sama, dengan begitu akan ada generasi yang nantinya menjadi bagian dalam mengatasi permasalahan dunia. Sekali lagi selamat untuk para wisudawan dan wisudawati, orang tua dan juga dosen karena sudah sampai di momen ini,” ungkapnya. Hadir pula dalam kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang membuka banyak lowongan pekerjaan. Berbagai investasi juga banyak dibuka karena hal ini bisa memperbesar jumlah pekerjaan yang tersedia. “Namun untuk mendatangkan investor tentu tidak mudah, karena kita juga berkompetisi dengan negara lain yang memiliki tujuan yang sama,” katanya. Muhadjir, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa salah satu upaya untuk memenangkan kompetisi itu adalah dengan pmenyelenggarakan agenda besar yang strategis. termasuk Indonesia yang berhasil menjadi tuan rumah G20. Apalagi mengingat negara yang tergabung di G20 merupakan negara yang memiliki gross domestik program tinggi. Indonesia saat ini berada diposisi 16 di antara 20 negara dari segi kekayaan. Naumn, pada tahun 2045 Indonesia memiliki target untuk mencapai posisi ke lima. “Untuk mencapai tujuan itu, maka para wisudawan hari inilah yang akan mengambil peran signifikan. Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, saudara harus memiliki modal yang cukup karena tingginya persaingan. Tidak cukup belajar di perguruan tinggi saja, namun harus tetap belajar untuk menyesuaikan dengan kemajuan zaman,” ungkapnya. Adapun Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd menilai bahwa para wisudawan merupakan golongan yang beruntung karena sudah lulus dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal itu tidak lepas dari raihan UMM yang mendapatkan beragam pengakuan nasional dan internasional. “Ini menjadi modal yang sangat bagus. Selalu pergunakan ilmu yang sudah saudara dapat untuk menebar kebermanfaatan. Jadilah problem solver di tengah masyarakat, bukan malah menjadi problem maker. Sekali lagi, selamat untuk para wisudawan, saya harap anda selalu percaya diri dalam menyongsong masa depan,” harap Fauzan mengakhiri. (zak/wil)
Unik, Wisudawan UMM Ini Hadiri Wisuda dengan Naik Kuda dan Dokar

Menghadiri wisuda dengan mengendarai mobil atau motor sudah biasa. Bagaimana jika datang ke wisuda dengan menaiki kuda diiringi keluarga yang mengendarai dokar? Hal itu dirasakan oleh Nur Avia Aminia Junaedy, wisudawan jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang datang ke wisuda UMM pada 15 Desember 2022 lalu. Ia dengan lincah mengendarai kuda diikuti rombongan keluarga bersama empat dokar. Avia, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa sudah lama ia merencakan hal tersebut. Ia merasa wisuda merupakan momen istimewa yang harus dirayakan secara berbeda. Maka, kuda dan dokar menjadi pilihannya. “Apalagi ini adalah momen sekali seumur hidup. Saya ingin agar kenangan hari ini bisa selalu saya ingat hingga tua nanti,” katanya. Perempuan asal Malang ini memang menyukai kuda sejak lama. ia juga diajari ayahnya bagaimana menaiki kuda dan menenangkannya. Bahkan, Avia menunggang kuda dari rumah hingga ke Dome, lokasi wisuda UMM dilaksanakan. Apalagi jarak rumahnya di Tegalgondo tidak begitu jauh dari Kampus Putih. Beruntung, keputusannya membawa kuda saat wisuda diperbolehkan oleh kedua orangtuanya. Malah didukung karena memang kedua orang tuanya memiliki peternakan tidak jauh dari rumah. “Alhamdulillah diperbolehkan untuk mengukir kenangan manis. Saya juga berharap UMM bisa terus mengembangkan berbagai hal dan semakin maju. Sehingga prestasi demi prestasi terus diraih dan menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya. Sementara itu, sang ayah, Usman Junaidi menjelaskan bahwa anaknya memang menyukai hewan sejak belia, utamanya sapi dan kuda. Hal itu tidak lepas dari kebiasaan Usman yang sering mengajak Avia ke peternakan. Adapun saat ini ada beberapa sapi dan kuda yang ia miliki. “Malah mau saya Avia naik sapi yang besar saja, bukan kuda. Tapi dia memilih kuda sebagai tunggangannya untuk wisuda. Kebetulan kami memang memiliki peternakan sapi. Kalau kuda, saya hobi merawat dan menunggang kuda. Ternyata anak saya juga suka dan ikut nimbrung kalau saya sedang merawat sapi dan kuda,” katanya. Terakhir, Usman berharap anaknya bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Ia yakin bahwa dengan pendidikan, kesejahteraan dan kebahagiaan bisa dicapai. Usman dan istri juga berterimakasih kepada UMM yang menyediakan berbagai fasilitas sehingga anaknya bisa berkuliah dengan baik dan selesai dengan hasil memuaskan. “Semoga UMM bisa senantiasa menebar manfaatnya dengan berbagai cara. Saya yakin, segala prestasi akan terus mengalir ke Kampus Putih. Sekali lagi terimakasih telah mendidik anak saya dengan baik,” pungkasnya mengakhiri. (wil)
Kolokium Doktoral UMM Dorong Laju Peningkatan Hilirisasi Penelitian

Berdasarkan data yang ada, jumlah publikasi jurnal internasional di Indonesia meningkat 600% dalam kurun waktu enam tahun. Dari sebelumnya hanya delapan ribu publikasi per tahun kini meningkat menjadi 50 ribu per tahun. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pembicara Dr. Jeanny Maria Fatimah, M.Si dalam acara Kolokium Doktoral yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 10 Desember 2022 lalu. Kolokium tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para doktor untuk menyampaikan gagasan-gagasan atau pikiran akademiknya. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi dunia akademik, industri maupun usaha. Jeanny, sapaan akrabnya, menambahkan selain jumlah jurnal internasional yang mengalami peningkatan, Indonesia juga menjadi negara yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tertinggi se Asia Tenggara yang mencapai 2842 jumlah paten jurnal di tahun 2019. Terlepas dari data yang ada, Indonesia masih memiliki persoalan kompleks yang harus dikaji yaitu persoalan kebermanfaatan penelitian bagi masyarakat. Menurutnya, tidak banyak hasil penelitian yang bisa digunakan masyarakat. Hal tersebut tak luput dari banyaknya tantangan atau kendala yang dihadapi oleh peneliti sehingga hasil penelitian hanya sampai di laporan akhir atau publikasi. “Beberapa tantangan yang harus dihadapi yaitu pada aspek kelembagaan. Pun juga dengan aspek pembiayaan, di manadiperlukan biaya yang cukup besar untuk biaya perawatan dan sosiliasisi paten produk. Ketiga yakni dari aspek peneliti sendiri yang masih egosentris dan hanya ingin menyimpan hasil penelitiannya sendiri,” jelasnya. Apalagi saat ini tidak banyak industri yang tertarik dengan hasil penelitian. Maka peran pemerintah sebagai jembatan sangat diperlukan. Sehingga produk penelitian ini bisa digunakan bahkan dikembangkan sehingga bermanfaat lebih luas. Proses hilirisasi juga akan lebih mudah. “Saya secara pribadi sangat bangga dan senang bisa berkunjung ke UMM. Apalagi bertemu dengan sivitas akademika dan mahasiswa yang bersemangat dalam membuat karya-karya penelitian,” katanya. Hal tak jauh berbeda disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM Prof. Dr. Muslimin, M.Si. Ia mengatakan bahwa dunia akademik, penelitian dan karya ilmiah sangat lekat kaitannya dengan dosen maupun mahasiswa. Mereka memiliki dua tanggung jawab untuk mengembangkan kelimuan. Di antaranya tanggung jawab moral bagi diri sendiri untuk meningkatkan kualitas diri, serta tanggung jawab sosial agar bermanfaat. “Sehingga hasil penelitian tidak hanya menjadi laporan atau pembukuan yang menumpuk di perpustakaan. Bahkan juga bisa dikomersialkan. Mudah-mudahan acara ini bisa menjadi agenda yang bisa terus menerus kita lakukan sehingga atmosfer akademik di kampus juga bisa terus tumbuh dan berkembang. Dan yang terpenting mampunmenghasilkan kebermanfaatan untuk kepentingan publik,” harap Muslimin mengakhiri. (zak/wil)
Solah, Harry Potter UMM yang Raih Berbagai Beasiswa Mancanegara

Harry Potter merupakan film yang pernah booming pada masanya. Dengan sekian banyak rangkaian cerita, tak jarang para Potterhead, penggemar seri Harry Potter, terbuai dan terpikat dengan detail-detail di dalam filmnya. Salah satu yang terpikat dan termotivasi karena film ini adalah M. Solahudin Al Ayubi, wisudawan terbaik Periode IV Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Solah, sapaan akrabnya, senantiasa memupuk mimpi untuk terbang ke Inggris sejak kecil. Ia juga mulai tertarik dengan aksen dan pronounce para pemain Harry Potter. Bahkan mendekati kelulusannya dari pesantren, ia berusaha keras mencari beasiswa yang bisa mengantarkannya menimba ilmu di Oxford University. “Tentu saja susah sekali mendapatkan beasiswa untuk menjadi beasiswa sarjana di sana. Saya juga akhirnya tidak bisa melanjutkan impian. Namun, alhamdulillah, berkuliah di UMM ternyata membuka banyak jalan saya untuk terbang ke berbagai negara. Hal itu tak lepas dari berbagai wadah yang sudahd isediakan UMM seperti program dari International Relation Office. Saya jadi bisa pergi ke Singapura, Inggris, bahkan juga Taiwan. Saya juga berkesempatan mengenakan pakaian Harry Potter dan mengunjungi tempat-tempat ikonik sekaligus bertemu para potterhead lain,” kisahnya. Selama kuliah di UMM, total Solah telah mengikuti empat beasiswa pertukaran pelajar luar negeri. Pertama kali tahun 2019 mengikuti program Temasek Foundation Specialists’ Community Action And Leadership Exchange (TF SCALE) ke Singapura. Ia belajar tentang Responsible Consumption and Production. Kemudian di tahun 2020 mendapatkan beasiswa Erasmus+ International Credit Mobility Program ke Portugal. “Di Portugal saya belajar satu semester di program studi Political Science and International Relations. Lalu tahun 2021 ikut program IISMA di University of Glasgow dan sebelum saya lulus 2022 dapat program Transfer Credit di Asia University, Taiwan,” ungkapnya. Ia merasa peran UMM sangat besar sekali dalam proses mendapatkan beasiswa. Terlebih, Kampus Putih UMM telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di luar negeri, sehingga mahasiswanya bisa mencicipi kuliah di berbagai kampus. Baginya, program Erasmus+ adalah program privilese karena hanya ada beberapa universitas saja yang turut bekerjasama dan UMM adalah salah satunya. “Beberapa tips untuk bisa memperoleh beasiswa adalah dengan menjemput bola dengan mencari informasi penting. Menurut saya, International Relation Office (IRO) adalah lembaga yang kredibel di UMM yang bisa membagikan banyak informasi. Selanjutnya, perlu persiapan juga terkait motivasi mengikuti beasiswa dan terakhir adalah kita harus tahu peran kita sebagai generasi muda, yakni bermimpi dan berkontribusi,” tegasnya. Selain aktif mengikuti program beasiswa ke luar negeri, Solah juga gemar ikut program kerelawanan. Ketika semester tiga, ia menginisiasi membuat komunitas bernama Language Community. Sebuah komunitas yang getol menebar informasi seputar pendidikan. “Komunitas ini telah memberikan beasiswa kepada 20 pemuda di Indonesia untuk mendapatkan bimbingan program ke luar negeri dan kursus bahasa. Total sudah ada 10 bahasa yang kita pelajari. Di sini kami mengupayakan agar bahasa asing bisa dipelajari oelh anak-anak muda. Sehingga bsia menjadi salah satu kunci bagi mereka yang ingin turut serta menjadi global citizen,” pungkas Solah. (ros/wil)