Kedubes UEA-UMM Siap Jalin Kerjasama di Berbagai Bidang

Ada banyak aspek yang bisa dikerjasamakan Kedutaan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mulai dari aspek kesehatan, sumber daya manusia, hingga pendidikan. Hal itu ditegaskan Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Al-Daheri yang melakukan kunjungan ke UMM pada 13 Desember 2022. Ia juga berkesempatan memberikan orasi ilmiah dan motivasi di hadapan wisudawan Kampus Putih. Abdullah, sapaan akrabnya menilai bahwa setiap mahasiswa yang telah lulus sarjana harus berinisiatif melanjutkan pendidikan di tingkat lanjut. Selesainya studi sarjana bukanlah akhir, malah menjadi awal perjalanan di kehidupan nyata. Ia juga berpesan, untuk meraih kesuksesan diperlukan upaya memaksimalkan passion dan potensi dalam diri. Maka, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas menjadi kunci utama. Abdulla juga menegaskan, UEA siap menerima mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan di negerinya. Apalagi dengan banyaknya universitas terkemuka dengan fasilitas terbaik yang disediakan UEA. Pun kurikulum dan sarana prasarana dalam mendukung kerativitas mahasiswanya seperti artificial intellegent (AI). Terkait UMM, ia juga sangat terkesan dengan lingkungan yang disediakan Kampus Putih untuk mahasiswanya. Abdulla juga menjelaskan bahwa kesempatan untuk pertukaran mahasiswa maupun dosen tentu selalu terbuka. Pun dengan kerjasama di bidang kesehatan, sumber daya manusia, hingga pendidikan serta penelitian. Apalagi UMM juga telah memiliki rumah sakit yang mumpuni dan berkualitas. “Tentu ada banyak hal yang bisa dikomunikasikan dan dikerjasamakan. Kami selalu menerima para wisudawan UMM yang ingin melanjutkan studi di negara kami dengan tangan terbuka,” tambahnya. Hadir pula dalam kesempatan yang sama Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A selaku Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sekaligus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ia mengatakan bahwa sejak awal, dasar pemikiran pendiri Muhammadiyah yakni mampu melahirkan banyak generasi masa depan yang berkualitas. Menurutnya, pemikiran ini sangat sesuai dengan Islam berkemajuan yang mana senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. “Banyak hal yang sudan dilakukan Muhammadiyah, utamanya dalam hal menyesuaikan diri dengan zaman. Salah satunya penggunaan ilmu falak sebagai perhitungan astronomi modern. Saya juga ingin agar lulusan UMM mampu bergerak dengan nafas islam yang menerapkan prinsip keimuan. Selalu kibarkan khittah Islam berkemajuan di manapun saudara berada,” ungkap Saad. Adapun Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berharap ilmu dan pengalaman yang didapat wisudawan bisa dimanfaatkan dengan baik. Bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri, tapi juga untuk kepentingan masyarakat luas. Semboyan “Students Today, Leaders Tomorrow” juga harus selalu dipegang teguh agar dapat membakar semangat menjadi pemimpin yang baik. “Sudah saatnya kalian yang diwisuda di Dome UMM ini menjadi pemimpin. Terus belajar, terus memberi manfaat besar demi masa depan bangsa dan Indonesia,”ucap Fauzan mengakhiri. (haq/wil)
UMM Ajari Mahasiswa Jaga Lingkungan lewat Eco Jihad

Berjihad bisa dilakukan di berbagai aspek, termasuk bidang lingkungan. Hal itulah yang juga membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya mendorong mahasiswanya untuk melakukan jihad lingkungan. Salah satunya memberikan penjelasan melalui Kuliah Ahad Shubuh (KAS) yang dilaksanakan tim Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada 11 Desember 2022 lalu. Adapun program yang diikuti ratusan mahasiswa ini dilaksanakan usai menjalankan salat subuh di Masjid AR Fachruddin, UMM. Pada kesempatan KAS tersebut, UMM menghadirkan Ketua Divisi Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Hening Purwati Parlan, M.M. Ia memulai dengan menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki ciri khas berkemajuan untuk melakukan tindakan amar ma’ruf nahi munkar. Termasuk di dalam adalah perilaku dna sikap untuk menjaga lingkungan dan bumi. Teologi amal jariyyah yang dimiliki Muhammadiyah mendorong agar senantiasa menjaga ciptaannya. Bukan hanya untuk sesama manusia, tapi juga lingkungan, tumbuhan dan juga hewan. Hal itu juga yang ditekankna oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. “Bahkan Muhammadiyah juga mulai menginisiasi pembentukan majelis lingkungan hidup sejak gerakan hijau muncul, yakni pada 1990-an. Hingga akhirnya apda 2000-an lahirkan majelis lingkungan hidup,” tegasnya. Hening, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa ia sangat menyukai sebutan ber-eco jihad. Menurutnya ini adalah perjuangan dan jihad yang menarik. Adapun Eco adalah ekologi yang berkaitan dngan lingkungan. Sementara jihad ialah perjuangan yang sangat kuat. Maka Eco Jihad yakni semangat perjuangan untuk melakukan perubahan pada lingkungan agar lebih baik. Ada banyak riset yang membahas mengenai perubahan iklim, utamanya yang mengarah pada semakin memburuknya lingkungan yang ada di bumi. Ia menilai, salah satu solusinya bisa dengan melakukan pendekatan religius dna budaya. Sementara, hal yang yang bisa dilakukan oleh mahasiswa UMM adalah dengan melakukan perubahan kecil yang mampu menginspirasi masyarakat. Seperti misalnya mengurangi penggunaan plastik, mematikan lampu jika tidak digunakan dan lainnya. Eco Jihad juga menarik perhatian para peserta, salah satunya Reva Abiah. Ia menilai bahwa materi KAS sangat menginspirasinya untuk melakukan perubahan. ia juga sadar bahwa Islam juga mengatur dan mendorong manusia untuk menjaga lingkungannya. Hal itu tidak hanya memberikan kebaikan bagi lingkungan, tapi juga melindungi manusia dari mara bahaya. “Kalau kita tidak menjaga lingkungan, saya rasa perentase bencana seperti banjir dan longsor juga akan kita dapati. Maka, eco jihad menjadi solusi yang bagus bagi masyarakat. Saya juga berharap teman-teman mahasiswa dna pemuda bsia bergerak dan memberikan inspirasi bagi masyarakat luas akan pentingnya lingkungan,” tegasnya mengakhiri. (rev/wil)
IcoN-BEAT UMM Kaji Virus Newcastle hingga Pangan Fungsional
Bioenergi dan pertanian ramah lingkungan menjadi topik menarik yang banyak banyak dibahas. Salah satunya di International Conference on Bio-Energy and Environmentally Agricultural Technologies (IcoN-BEAT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada akhir November lalu. Tidak hanya menghadirkan pemateri ahli dari dalam negeri, ajang ini juga turut diramaikan oleh sederet peneliti andal dari berbagai universitas. Adapun konferensi ini juga menjadi batu loncatan untuk bertukar informasi tentang ilmu-ilmu pertanian dan peternakan dari dalam maupun luar negeri. Maka, turut hadir ratusan peserta yang menyimak paparan dari awal hingga akhir. Apalagi ini adalah gelaran ketiga konferensi bergengsi tersebut. Salah satunya yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Noor Harini, MS. dari UMM yang membahas tentang pangan fungsional. Menurutnya, pangan fungsional merupakan makanan yang menyediakan nutrisi dan energi. Lebih dari itu juga dapat memodulasi satu atau lebih fungsi yang terarah dalam tubuh dengan meningkatkan respon fisiologis tertentu. Bahkan juga dapat mengurangi risiko penyakit. “Banyak makanan yang bisa dikonsumsi oleh manusia, tapi sayang kurang bergizi dan tidak bisa menjaga kekebalan tubuh. Maka kita perlu memperbanyak memakan makanan yang fungsional seperti buah-buahan dan sayuran. Misalnya buah kiwi, apel, pir, pisang dan lainnya,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Sawita Suwannarat, Ph.D. mengkaji tentang plasma dingin untuk mengontrol penyakit tular benih. Dijelaskan olehnya, plasma tersebut memiliki banyak manfaat, baik di aspek hasil ternak, benih, tanaman dan lainnya. Sawita, sapaan akrabnya, juga memberikan klasifikasi plasma serta komponennya. “Plasma ini juga sangat bermanfaat untuk menjaga benih di penyimpanan. Utamanya dari benih yang berpenyakit sehingga tidak tertular. Kalau sampai tertular, benih tersebut tentu tidak akan maksimal pertumbuhannya,” katanya menjelaskan. Plasma ini dapat bermanfaat untuk banyakk bidang, seperti hasil ternak, benih, tanaman, dan masih banyak lagi. Sawita menjelaskan juga secara detail mengenai klasiifikasi plasma dan komponennya, serta bagaimana rumus kimia dan pengaplikasiannya. Plasma ini sangat bermanfaat untuk menjaga benih dipenyimpanan agar tidak menular kebenih yang lain. Jika menular, maka kettika ditanam benih tersebut tidak dapat masimal pertumbuhannya. Paparan menarik juga datang dari Prof. Farhid Hemmatzadeh. DVM, Ph.D dari University of Adelaide, Australia. Ia mengkaji tentang virus penyakit Newcastle yang baru-baru ini muncul dan merugikan. Virus ini menyerang hewan-hewan ternak seperti ayam. Sementara Dr. Ir. Joachim J. Schouteten menutup konferensi dengan topik penilaian konsumen terhadap pengalaman konsumsi produk makanan. Bagaimana hubungan emosional, kegunaan, dan penampilan dengan produk makanan terkait. Terkait konferensi tersebut, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. berharap ajang seperti ini dapat terus diadakan. Hal itu tidak lepas dari upaya UMM untuk menjaga kultur akademik dan penelitian. Sehingga muncul penemuan dan inovasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. (wil)
Arif Zuhri, Kaprodi HKI UMM yang Terpilih Jadi Ketua Perkasa

Kabar membanggakan datang dari Prodi Hukum Kelaurga Islam (HKI) Universiats Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.Hi. selaku ketua prodi HKI UMM dinobatkan menjadi ketua Ketua Perkumpulan Akhwal Syakhsiyah (Perkasa) Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta wilayah IV. Hal itu berdasarkan musyawarah dan pemilihan yang dilaksanakan pada November lalu. Adapun Perkasa merupakan asosiasi yang dibentuk oleh Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah IV Surabaya pada 2016. Ada sederet tugas yang harus diemban, mulai dari menghimpun dan menjadi jembatan bagi seluruh Prodi HKI tingkat perguruan tinggi swasta. Utamanya dalam upaya berkolaborasi mewujudkan Tridharma Perguruan Tiinggi. Di antaranya pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Arif, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Perkasa juga berupaya mengoptimalisasi kinerja para akademisi di lingkungan HKI. Kemudian juga melahirkan organisasi keilmuan bidang HKI atau Akhwal Syahkhsiyah dengan nama Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam Swasta ( ADHIKS ). “Lewat Perkasa ini, saya harap kolaborasi dan kerjasama prod HKI di berbagai perguruan tinggi bsia semakin solid, erat, dan mampu bekerja secara kolektif kolegial. Sehingga kita semua bisa melahirkan generasi penerus yang mumpuni dan memiliki tingkat keilmuan yang bagus,” tegasnya. Selain pemilihan pengurus dan ketua baru, konferensi Perkasa juga diisi dengan workshop seputar program MBKM. Terlihat dari tema yang diangkat yakni “Integrasi Program MBKM dalam Kurikulum Perguruan Tinggi Keislaman Swasta“. Program yang dicanangkan oleh Menditeri Pendidikan dan Kebudayan ini lambat laun menuai banyak tantangan. Maka perlu ada solusi dan inovasi agar program menarik ini dapat berjalan dengan maksimal. Menariknya, tim UMM juga menjadi pemateri dalam workshop itu. Pada ajang itu, ada lebih dari 30 perguruan tinggi yang turut serta. Adapun proses pemilihannya terdiri dari beberapa tahap. Pertama, yakni pemilihan melalui jalur seleksi yang kemudian menghasilkan lima peserta terpilih. Kemudian yang kedua yakni pemilihan suara terbanyak oleh anggota Perkasa. Hingga akhirnya muncul nama Arif sebagai ketua Perkasa. “Terpilihnya saya sebagai ketua Perkasa bukan hanya menjadi kabar membanggakan. Lebih dari itu juga menjadi amanah dan tanggung jawab yang betul-betul harus diemban. Bagaimana saya dan teman-teman bisa mewujudkan visi yang ingin dicapai di beberapa tahun ke depan. Semoga saya bisa memberikan warna baru di Perkasa,” harapnya. (rev/wil)
UMM Borong Penghargaan di KJI dan KBGI Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali borong piala dalam Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2022. Mereka sukses memenangkan empat kategori pada perlombaan yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta, Pusat Prestasi Nasional, Kemdikbudristek. Adapun kompetisi ini diadakan pada November lalu di Tangerang dan diikuti oleh perguruan tinggi terkemuka seluruh Indonesia. Fathur Rizqi, selaku Ketua Lembaga Semi otonom (LSO) Surya Team menceritakan bahwa UMM mengajukan 15 proposal di empat kategori yang berbeda. Di antaranya kategori model jembatan pelekung, model jembatan rangka baja, model bangunan gedung beton pracetak dan model bangunan gedung baja. “Dari 15 proposal yang telah dikumpulkan, ada empat tim yang berhasil masuk pada babak selanjutnya dan berhak berlaga pada perhelatan tersebut. Tiap tim bersaing di masing-masing kategori dan berhasil mendapatkan piala,” terangnya. Rizqi sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa tim UMM sukses menyabet empat penghargaan di ajang tersebut. Pada KJI, mereka memenangkan juara dua kategori jembatan rangka baja dan harapan dua kategori jembatan pelekung. Sedangkan untuk KGBI, tim Kampus Putih memenangkan juara tiga di kategori beton pracetak dan juara kategori khusus material terbaik untuk pengembangan metropolitan. Sementara itu, Ivan Galih yang menjadi bagian tim juara 2 kategori Jembatan Rangka Baja menjelaskan bahwa persiapan sudah dilakukan sejak lama. Beruntung, kampus UMM selalu memberikan dukungan baik dari segi material maupun moral. Mereka juga dibimbing oleh dosen pembina yang mumpuni di LSO Surya team. “Setelah diumumkan bahwa kami melaju ke babak final, kami segera membuat maket berukuran tiga meer yang masing-masing digunakan untuk latihan dan lomba. Inovasi terbaru yang kami tawarkan yakni dengan tema back to basic. Artinya mengambil sesuatu yang simpel dan menggunakan jembatan yang sederhana. Sebab jembatan sederhana akan lebih mudah untuk diaplikasikan ke dunia nyata dibandingkan desain yang rumit. Salah satunya dengan konfigurasi Warren Truss dengan sudut 45° yang membentuk melengkung,” katanya. Ia merasa beruntung selama mengikuti perlombaan tidak ada kendala yang sulit. Hanya masalah warna maket yang harus diperbaiki karena proses cetaknya menggunakan laser 3D dan beberapa lainnya. “Dari segala kendala tersebut, saya beruntung bisa difasilitasi dengan baik di UMM dalam berproses, terutama terkait pendanaan. Meskipun UMM sibuk dengan berbagai agenda nasional dan internasional seperti Muktamar maupun ISS, namun masih bisa membagi fokusnya untuk mahasiswanya yang sedang berlomba,” katanya mengakhiri. (ros/wil)
Cetak Guru Kompeten untuk Indonesia Emas 2045, Ini Inovasi PPG UMM

Mencetak guru profesional yang berkomitmen mendidik anak negeri bukan perkara mudah. Namun segala upaya dilakukan demi kemajuan bangsa. Termasuk usaha Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang senantiasa berinovasi agar dapat melahirkan pendidik berhati mulia nan profesional. Diawali dengan orientasi akademik bagi mahasiswa pra jabatan PPG pada 9 Desember lalu di Grand Mercure, Malang. Disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Dr. Trisakti Handayani, MM., inovasi yang ditelurkan PPG UMM berbeda-beda tiap angkatan. Beberapa tahun lalu pihaknya mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pembeljaran berbasis virtual reality. Adapula dengan menyusun buku antologi ber-ISBN tentang pengalaman mengajar di berbagai daerah oleh para guru. “Kita selalu mencoba mendorong mahasiswa untuk mencapai potensi yang dimiliki, khusunya dalam bidang pendidikan. Kami juga terus berupaya meningkatkan pemahaman mereka terkait pembelajaran digital. Bahkan kami mengundang sederet ahli untuk menjelaskan bagaimana menyusun strategi pendidikan berbasis digital,” tegasnya. Trisakti, sapaan akrabnya mengatakan bahwa inovasi-inovasi tersebut membuahkan hasil yang baik. Pada 2022, persentase kelulusan mahasiswa UMM di Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG) dirasa tinggi. Untuk PPG pra jabatan, tingkat kelulusannya mencapai 100%, sementara PPG Kemdikbudristek dalam jabatan (daljab) mencapai lebih dari 83 persen. Terakhir, tingkat kelulusan PPG daljab Kemenag berada di angka lebih dari 92%. Inovasi-inovasi itu juga sesuai dengan visi UMM yang bertujuan melahirkan generasi muda dengan skill-skill masa depan. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan bahwa guru tidak hanya menjadi pengajar, tapi juga pendidik. Jika pengajar bertugas untuk transfer ilmu, berbeda dengan pendidik yang mentransfer nilai. “Pendidikan hakikatnya adalah untuk membentuk kepribadian seseorang. Maka saudara harus bisa mnejadi pendidik yang andal. Apalagi di peran guru dalam dinamika masyarakat kini semakin terkikis,”jelasnya. Fauzan juga mengingatkan bahwa guru harus bsia menciptakan kelas yang ideal. Bukan malah membuat suasana tegang dan membosankan. Menurutnya, pendidikan sekarang tidak bisa dilakukan secara konvensional. Maka, skill-skill digital masa depan juga harus dikuasai oleh guru. Pun dengan membangun pola komunikasi yang asah dan asuh serta menyenangkan. Banyak peserta yang mengapresiasi kualitas PPG UMM. Salah satunya Rahmawati Nisa. Perempuan asal Trenggalek itu menilai bahwa Kampus Putih selalu mendampingi mahasiswa PPG dengan baik. Sehingga ia merasa diperhatikan dan ditunjukkan bagaimana menjadi pendidik yang profesional. “Tidak semua orang punya kesempatan untuk ikut di PPG, maka saya akn senantiasa memanfaatkannya dnegan baik. Ini adalah kesempatan emas sebagai jalan untuk mendidik anak bangsa dan memajukan Indonesia,” pungkas Nisa. (wil)
Lemhannas RI Puji CoE dan Sistem Pendidikan UMM

Pendidikan yang baik pasti memiliki dasar yang baik pula dengan kurikulum yang tersistematika. Maka, untuk menciptakan program pendidikan yang bagus, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia (RI) melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kegiatan ini dilakukan pada 7 Desember 2022 lalu di gedung rektorat Kampus Putih. Andi Widjajanto selaku Gubernur Lemhannas kagum dan senang bisa melakukan benchmarking di UMM. Ia mengatakan bahwa slogan lulus tepat waktu menjadi hal penting dalam pendidikan perguruan tinggi. Menurutnya bukan zamannya lagi perkuliahan melebihi batas empat tahun kuliah. Maka, ia sangat mengapreasisi sistem di UMM yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Andi, sapaan akrabnya, merasa bahwa CoE adalah program yang dibutuhkan dunia pendidikan saat ini. Terutama untuk menciptakan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pun sebagai upaya menjadi penopang agar tercipta Indonesia emas 2045. “Kami berharap kunjungan ini dapat menambah referensi kami dan bekal kurikulum di Lemhannas demi mencetak generasi terbaik,” imbuhnya. Di sisi lain, Dr. Fauzan, M.Pd selaku Rektor UMM mengatakan bahwa pihaknya memiliki program yang mendukung minat dan bakat dari mahasiswa. Center of Excellence (CoE) merupakan program selama satu semester dengan jaminan siap untuk bekerja. Menariknya Adapun CoE ini secara sistem berbasis studi, yang mana setiap jurusan di UMM memiliki kelas professional. Program ini dibuka secara umum sehingga mahasiswa yang memiliki hobi berbeda dengan jurusan bisa mengikutinya. UMM juga selalu mengapresiasi setiap prestasi yang diraih oleh mahasiswa. Karena prestasi yang diraih mahasiswa menggambarkan universitas dimata masyarakat umum. Selain itu, setiap minat dan bakat mahasiswa senantiasa ditampung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Dari UKM inilah berbagai kreativitas karya dan prestasi akademik serta non akademik bisa lahir,” terangnya. Hal serupa juga disampaikan Wakil Rektor IV UMM Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum. I berharap kunjungan Lemhannas ke UMM dapat memberikan pengetahuan baru untuk menciptakan sistem pendidikan. Semoga UMM dapat menjadi contoh maupun referensi yang baik dalam melahirkan pemimpin. “Pada kesempatan ini, teman-teman Lemahannas ingin melihat secara langsung proses pendidikan yang ada di Kampus Putih. Harapannya tidak hanya kunjungan saja, tapi juga bisa menjadi jembatan kerjasama untuk kedua belah pihak,” pungkas Sidik. (haq/wil)
Sekjen ASEAN Hadir di Wisuda UMM

Data dari Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) menunjukkan bahwa pada tahun 2020, 34% dari populasi ASEAN adalah pemuda. Hal ini diharapkan dapat meningkat dan pada tahun 2038 ASEAN dapat mencapai skor tertinggi jumlah anak muda yang produktif. Hal itu disampaikan oleh H.E. Dato Lim Jock Hoi selaku Sekretaris jenderal ASEAN di hadapan ribuan wisudawan UMM pada 8 November 2022. Lebih lanjut, ia mengajak para lulusan UMM untuk memulai hidup baru secara dinamis dan memiliki tekad yang tinggi. Sebab hal tersebut penting untuk melanjutkan kedamaian dan pengembangan di daerahnya masing-masing. Terlebih saat ini ASEAN mengklaim bahwa tahun ini menjadi ASEAN Youth. “ASEAN telah mengakui peran anak muda dalam membangun komunitas ASEAN. Seperti yang tertera dalam rancanagan kerja ASEAN untuk pemuda tahun 2021-2025 yang berfokus pada pengembangan platform, kesempatan dan inisiasi yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam membangun masyarakat,” jelasnya. Ia juga mendorong anak muda untuk hadir di berbagai program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Pihaknya ingin memberi kesempatan anak muda untuk berpartisipasi dan terlibat akan upaya kesadaran nilai-nilai dan identitas ASEAN. “Langkah ini sangat penting bagi pemuda untuk menyadari bahwa mereka adalah pemangku kepentingan yang signifikan dalam membangun komunitas ASEAN. Terlebih kita mulai bertransformasi menjadi masyarakat digital yang meningkatkan konektivitas antar masyarakat dan berkontribusi untuk mencapai agenda 2030, yaitu tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Edy Suandi Hamid, M.Ec. selaku Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah menyampaikan mengenai kepercayaan diri. Utamanya setelah lulus dari Kampus Putih. Apalagi UMM memiliki reputasi internasional serta menjadi ikon perguruan tinggi di Indonesia. “UMM telah melahirkan dua menteri yang berasal dari pimpinan kampus inj. Hal ini menunjukan bahwa UMM dipimpin oleh orang bereputasi tinggi. Jadi saudara tak perlu khawatir karena perguruan tinggi anda telah memenuhi standar di atas rata-rata,” ungkapnya. Ia juga mengingatkan kepada para wisudawan untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya di dunia luar. Sebab selama di UMM, mereka telah diberi bekal kompetensi secara akademik maupun kompetensi karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang mampu menunjang di masa depan. “Saya pernah memimpin beberapa asosiasi perguruan tinggi di Indonesia dan saya tidak melihat kampus lain yang memiliki program seperti Center of Exellent (CoE). Bagi saya, UMM telah menyiapkan lulusan terbaiknya untuk terjun ke dunia kerja. Jadi saudara perlu bersyukur menjadi lulusan kampus yang peduli terhadap hal itu,” terangnya. Senada dengan Edy, Dr. Fauzan, M.Pd selaku Rektor UMM berpesan untuk tidak boleh ada rumus tidak percaya diri. Lulusan UMM memiliki ciri tidak pernah mengeluh menghadapi persoalan masyarakat dan senantiasi mimiliki jiwa optimis. “Karena di UMM tidak hanya mencetak ahli di keilmuannya, tetapi juga mengantarkan seluruh mahasiswanya untuk memiliki jiwa pemimpin. Jiwa inilah yang saudara perlukan untuk hadi lr di tengah masyarakat,” pungkasnya. (ros/wil)
Kaji Cara Atasi Wabah Udang, Tim UMM Juara Favorit PIMNAS

Beri solusi terkait bakteri yang menyebabkan kematian hingga 100% dalam udang, tim dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses raih juara favorit kelas presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) kategori PKM Riset Eksakta. Mereka adalah Annisa Salsabila, Alif Zidane Juni Wananda, Aufal Ahdi Robbani, Shafira Rahmania, Imroatin Hasana yang mengikuti ajang bergengsi PIMNAS pada awal Desember 2022. Caca selaku ketua tim menjelaskan jika penelitiannya berjudul Teknologi Freeze Drying Bakteri Indiginus Usus Udang Vannamei guna Mempertahankan Viabilitas dan Upaya Preventif Wabah Acute Hepatopacreonic Necrosis Disease. Ide brilian itu muncul karena adanya wabah baru yaitu Acute Hepatopacreonic Necrosis Disease (AHPND). Wabah ini menyebabkan kematian hingga 100% pada budidaya udang, sayangnya masih banyak mengalami keterbatasan dalam penanggulangannya. “Maka, kami berinisiatif untuk menciptakan sebuah solusi dengan menggunakan sebuah bakteri yang diisolasi dari saluran pencernaan udang dan diawetkan dengan métode pengering dingin yaitu freeze dry,” terang mahasiswa program studi akuakultur itu. Ia menyadari bahwa semua hal pasti memiliki permasalahan, tidak terkecuali timnya. Mereka sempat kesulitan dalam menentukan waktu penelitian karena sering berbenturan dengan perkuliahan. Selain materi penelitian, mereka juga fokus berlatih secara konsisten untuk presentasi. Hingga akhirnya mampu menorehkan prestasi menjadi meraih juara favorit kelas presentasi. “Bahkan kami juga menyiapkan kostum agar lebih kompak dan serasi sehingga menarik perhatian para dewan juri,” katanya. Caca dan tim bersyukur UMM selalu membantu di setiap proses pengerjaan PKM hingga PIMNAS. Ada proses monitoring dan evaluasi yang diadakan tiap minggu. Hal itu membuat mereka megerti bagian mana yang kurang, dan bagian mana yang menjadi kekuatan. Terakhir, Caca berharap kemenangan timnya mnejadi pelecut untuk meraih prestasi lainnya. Apalagi kompetisi ini merupakan ajang bergengsi dan dinanti para mahasiswa dari penjuru Indonesia. “Semoga di PIMNAS tahun depan, ada lebih banyak PKM yang bisa lolos PKM dan memenangkan juara. Saya yakin, banyak potensi dan kreativitas yang dimiliki oleh mahasiswa Kampus Putih,” tegasnya mengakhiri. (ros/wil)
Mulai Presma hingga Perwakilan ke Korea, Ini Sosok Harisuddin Wisudawan UMM

Menjadi mahasiswa dan pemuda yang aktif mengikuti berbagai kegiatan bukan perkara mudah. Hal itu juga dirasakan oleh Harisuddin, wisudawan Universitas Muhammadiyah malang (UMM) yang penuh dengan prestasi dan mandiri. Ia pernah menjabat sebagai presiden mahasiswa UMM, mewakili Indonesia di konferensi internasional petani muda di Korea Selatan, hingga membangun platfrom pertanian yang diberi nama Harvest Day Farm. Ia juga sering menjadi pemateri di berbagai event dan kesempatan. Salah satunya menjadi pembicara di ajang Your Voice Matter garapan Indozone. Bahkan ia juga pernah satu panggung dengan Erick Thohir saat berkunjung ke UMM. Haris, sapaan akrabnya, memulai ceritanya saat pertama kali menginjakkan kaki di Kampus Putih. ia langsung tancap gas ikut ke berbagai organisasi. Mulai dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), menjadi anggota himpunan mahasiswa jurusan, berlanjut ke ketua senat mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), hingga terakhir sebagai presiden mahasiswa UMM. “Menjadi mahasiswa, tidak cukup jika mengandalkan ilmu dari perkuliahan semata. Harus mencari hal baru di organisasi. Makanya, saya selalu aktif ikut dan turut berperan memebrikan kontribusi, paling tidak di komunitas mahasiswa,” katanya. Ia juga menjelaskan saat terbang ke Korea Selatan untuk menghadiri konferensi petani muda. Di sana, ia bertemu dengan anak-anak muda yang fokus untuk mengembangkan pertanian dari berbagai negara. Ia juga berkesempatan melihat bagaimana pengelolaan pertanian menggunakan teknologi di sana. Hal itu memacunya untuk memberikan inovasi baru dan menerapkannya di Indonesia agar petani bisa hidup lebih sejahtera. “Saya bersyukur berkuliah di UMM karena sneantiasa didukung untuk melakukan banyak hal sesuai passion. Kalau saja saya tidak menimba ilmu di sini, belum tentu saya bisa ke Korea dan memberikan dampak positif seperti sekarang,” katanya. Menariknya, ia juga menjadi salah satu lulusan yang sesuai dengan tujuan UMM yakni mencetak generasi yang mandiri. Hal itu tidak lepas dari usahanya, Harvest Day farm yang bergerak di bidang pertanian, baik jasa maupun barang. Layanan jasa berupa pelatihan pertanian organik dan hidroponik. Sementara untuk produk, ia menjual lebih dari 300 benih hasil kerjasama dengan petani yang ada di Batu. “Saat ini saya dan tim juga sedang mengembangkan scan barcode yang bisa memberikan informasi terkait tumbuhan terkait. Seperti misalnya, kita tinggal scan pohon tertentu dan kemudian akan muncul infomasi tentang penyakit dan hal-hal terkait. Semoga bisa segera terealisasi,” jelasnya. Terkahir, wisudawan asal Lamongan ini berpesan kepada anak-anak muda untuk terus menggali potensi. Khusus untuk mahasiswa di bidang pertanian, ia mengajak untuk memajukan pertanian Indonesia. Saat ini ada 33 juta petani di NKRI dan hanya 8% yang merupakan petani muda. “Jadilah pemain dalam bidang ini. Indonesia adalah negara agraris, jangan sampai membuat petani menangis,” tegasnya. (wil)