UMM Tuan Rumah Pimnas ke-35 Paling Menyita Perhatian

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-35 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dibuka dengan memencet tombol metaverse yang dikembangkan UMM. Selain itu, penampilan tiga sosok maskot di PIMNAS 35, Si Panji, juga menyita perhatian para peserta pada 30 November 2022 lalu. Turut hadir Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim untuk membekali para peserta sebelum bersaing. Nadiem, sapaan akrabnya menilai Indonesia tidak kekurangan kekayaan riset dan teknologi. Sepanjang 35 tahun penyelenggaraan PIMNAS, telah banyak produk penelitian bernilai tinggi yang dilahirkan oleh mahasiswa Indonesia. Sayangnya, meski memiliki banyak produk penelitian, hal itu tidak ditunjang dengan ekosistem yang kuat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Kondisi tersebut jelas merugikan bangsa Indonesia. Padahal ada beragam riset dan penemuan teknologi yang dapat menolong permasalahan bangsa ini. Oleh karenanya, Kemendikbud membuat program Kedaireka untuk membangun jembatan antara perguruan tinggi dan mitra.  Berjalan selama dua tahun, Kedaireka telah menerima 6000 proposal dan menyalurkan 13 triliun dana untuk penelitian. Kolaborasi perguruan tinggi dan mitra juga pada akhirnya telah membantu kehidupan masyarakat secara luas,” ujar menteri kelahiran Singapura tersebut. Menurutnya, kehadiran PIMNAS secara berkelanjutan akan memperkuat ekosistem riset dan inovasi Indonesia. Hal ini juga membuktikan bahwa perguruan tinggi Indonesia tidak pernah kekurangan inovasi, ide, dan talenta cemerlang untuk melakukan lompatan ke depan. “Selain mengasah kreativitas dan daya pikir, PIMNAS merupakan sarana untuk menempa mental dan karakter kalian menjadi pribadi yang lebih berani. Berani untuk mengambil resiko dan berani untuk gagal. Baik menang maupun kalah, kalian tetap akan menjadi bagian penting dalam upaya Indonesia mewujudkan ekosistem riset yang berkelanjutan,” ujar Nadiem. Dalam ajang tersebut, berbagai mahasiswa dari penjuru Indonesia bersaing untuk memberikan inovasi yang terbaik. Total ada 1693 peserta yang terdiri dari 374 tim dan 97 perguruan tinggi. Mereka akan menampilan yang terbaik di berbagai kategori seperti Program Kretaivitas Mahasiswa (PKM Riset Eksakta, Riset Sosial Humaniora, Kewirausahaan, Pengabdian Masyarakat dan lainnya. Di sisi lain, Dr. Joko Widodo, M.Si. selaku Asisten Rektor Bidang Kemahasiswaan UMM mewakili rektor mengatakan bahwa PIMNAS merupakan ajang kompetisi yang harus dibina dan selalu ditingkatkan kualitasnya. Sekalipun berada di situasi yang sulit seperti pandemi. Sejarah juga mencatat pada tahun 2006, UMM juga menjadi tuan rumah PIMNAS ke-19. Kini sejarah kembali berulang dengan dipilihnya UMM sebagai tuan rumah PIMNAS ke-35. Menuruntya, PIMNAS menjadi titik awal bagi bangsa dalam mempersiapkan masa depan Republik Indonesia ini. Pun dengan upaya regenerasi penerus untuk mencapai Indonesia emas 2045. “PIMNAS juga menjadi ajang yang tentu akan melahirkan pemuda-pemuda yang kreatif dan inovatis serta solutif,: Ucap Joko yang juga anggota Badan Pembina Harian (BPH) UMM.(syi/haq/wil)

Jadi Tuan Rumah PIMNAS Ke-35, UMM Sambut Ribuan Peserta dan Dorong Inovasi Insan Muda

Melihat rekam jejak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang selalu berhasil sebagai penyelenggara acara nasional, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) yakin memilih UMM sebagai tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-35. Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Nur Subeki, ST., MT. Adapun kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari yakni pada 30 November sampai dengan 3 Desember 2022. PIMNAS Ke-35 tahun ini mengangkat tema “Pengembangan Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa Berbasis Transformasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045”. Para mahasiswa peserta akan beradu kreativitas dan inovasi di ajang bergengsi antar perguruan tinggi. Total, ada lebih dari 1.700 peserta dari 97 perguruan tinggi di Indonesia yang akan bersaing memenangkan kejuaraan. “UMM sebagai institusi di bawah negara akan selalu siap untuk berkontribusi dalam penyelenggaran kegiatan-kegiatan nasional. Meski ada beberapa calon tuan rumah lain, namun UMM dibilai paling siap dan sigap untuk melangsungkan agenda bergengsi ini. Pada akhirnya pihak Puspresnas memilih UMM dan berharap bisa dilaksanakan dengan lancar,” katanya. Eki, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa penunjukan UMM tentu telah melalui spesifikasi dan kriteria yang sudah disetujui. Sederet di antaranya yakni menjadi peserta PIMNAS, siap secara infrastruktur dan fasilitas serta penanganan kesehatan yang lengkap. Syarat-syarat tersebut telah dimiliki UMM karena memiliki Dome sebagai perhelatan acara dan tiga hotel yang siap menjadi tempat singgah peserta. Begitupun dengan penanganan kesehatan yang mumpuni karena UMM memiliki rumah sakit sendiri. Bahkan Kampus Putih juga memiliki relawan yang siap menjaga dan menyiapkan obat serta peralatan kesehatan. Apalagi di tengah pandemi yang saat ini sedang naik. Selain itu, aspek lain yang diperhatikan adalah bahwa tuan rumah juga harus memiliki jumlah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mencukupi dalam perhelatan PIMNAS. “Sebagai tuan rumah, UMM tentu harus sukses dalam 3P. Yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses publikasi. Dengan begitu, PIMNAS bukan hanya monoton sebagai aktivitas kompetusu saja, tapi juga menjadi hiburan yang menyenangkan. Semoga dari PIMNAS di UMM ini muncul inovasi-inovasi terbaik dari pemuda yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Eki. Sementara itu, Ketua Pelaksana PIMNAS Ke-35 Dr. Hariyadi, S.Pi., M.Si. menjelaskan bahwa PIMNAS tahun ini memiliki keunggulan. Salah satunya adalah sistemnya yang didigitalisasi. Mulai dari pendaftaran online, penggunaan barcode serta mengurangi penggunaan kertas selama kompetisi berlangsung. “Digitalisasi menjadi penting karena kita ingin semuanya lebih efisien dan terkendali. Pengurangan kertas juga harus dilakukan dalma rangka berupaya menjaga lingkungan. Saya harap kegiatan ini menjadi ajang berkumpulnya para insan muda terbaik bangsa yang memiliki prestasi di bidang ilmiah. Peserta PIMNAS 35 UMM diharapkan dapat maju bersama dan bersatu untuk menghasilkan karya karya kreatif, inovatif, dan unggul,” harapnya mengakhiri. (zak/wil)

Wabup Malang dan Angklung UMM Resmi Tutup ISS 2022

Suara angklung dengan lagu Tanah Airku terdengar dari Pendopo Kabupaten Malang. Penampilan mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu meramaikan penutupan International Student Summit (ISS) pada 29 November 2022 lalu. Adapun Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, M.H. juga turut memberikan motivasi dan pesan sekaligus menutup agenda yang diikuti ratusan mahasiswa asing dari 46 negara tersebut. Didik, sapaan akrabnya mengatakan bahwa Kabupaten Malang baru saja memperingati hari jadi yang ke 1262. Hal ini tentu memantik pihaknya untuk terus berkreasi dan berinovasi mengembangkan Malang. Ia juga menjelaskan bahwa Malang memiliki garis pantai yang panjang dan keindahan yang luar biasa. Pun dengan gunung serta perkotaan yang tak kalah menarik. “Maka, teman-teman mahasiswa asing bsia mengajak keluarga, kerabat maupun teman untuk berkunjung ke Malang dan menikmati suasana yang ada. Hasil pertanian dan perkebunannya pun sangat baik seperti kopi yang sudah diekspor ke berbagai negara,” tambahnya. Maka menurutnya, selain belajar, mahasiswa asing juga diharapkan bisa menangkap peluang. Mengawinkan usaha di negara asalnya dengan Indonesia, khususnya Malang. Pun dengan investasi yang bisa dilakukan. Ia memastikan bahwa proses investasi di bumi Arema sangat aman, sekalipun bagi investor asing. Bisa mencoba di bidang pertanian, peternakan, pariwisata, industri dan lainnya. “Dengan bekal yang didapat melalui ISS di UMM, saya yakin saudara juga mampu menjadi pelopor mengembangkan negara masing-masing. Merajut kedamaian meski banyak perbedaan,” jelas pria yang juga alumnus UMM itu. Selain penampilan angklung, adapula pembacaan puisi yang dibawakan oleh mahasiswa asing. Pun dengan penyerahan hadiah bagi mahasiswa yang berhasil memenangkan juara di perlombaan. Mulai lomba bercerita bahasa Indonesia, vlog, permainan tradisional, hingga melukis topeng. Di sisi lain, Wakil Rektor IV UMM Dr. Sidik Sunaryo, M.Si., M.Hum. mengajak mahasiswa asing untuk merasakan keindahan dan suasana Malang. Menurutnya, ISS bisa menjadi kenangan yang menarik bagi mahasiswa asing, baik itu dari segi suhu, budaya, destinasi wisata, dan keramahan warganya. Ia berharap, berbagai pengalaman menarik yang dirasakan dapat dibagikan ke keluarga dan teman-teman saat kembali ke negara masing-masing. Sidik, sapaan akrabnya  juga sempat mengajak peserta untuk meneriakkan semboyan Arema, Salam Satu Jiwa. Menurutnya, slogan tersebut sudah menjadi salah satu nyawa dari Malang “Kami juga ber terimakasih karena Wabup sudah menyambut peserta ISS UMM dengan sangat baik dan dukungan serta fasilitasnya,” pungkasnya. (wil)

Terjunkan Maharesigana, UMM Bantu Pulihkan Mental dan Fisik Korban Gempa Cianjur

Bencana gempa bumi di Cianjur menjadi perhatian seluruh penjuru negeri. Tak terkecuali Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang mengirim tim relawan mahasiswa relawan siaga bencana (Maharesigana) yang berangkat 28 November lalu. Mereka juga ditemani oleh tim psikososial yang akan membantu memulihkan mentak warga dan anak-anak. Ketua Maharesigana UMM Rindya Fery Indrawan, M.P. menjelaskan bahwa mereka juga berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Timnya bahkan diminta untuk bersiaga di salah satu posko MDMC di Kampung Cariuk, Deda Mangunkarta, Cianjur. “Ada 20 anggota maharesigana dan ditambah dengan tujuh tim psikososial. Kami memberikan sederet bantuan baik material maupun moral. Selain itu juga menyediakan layanan psikososial, membangun hunian darurat, dan pendidikan darurat,” tambahnya. Terkait pendidikan darurat, para relawan turut sert mengajar di sekolah-sekolah darurat di Kampung Cariuk. Dijelaskan Indra bahwa tim UMM saat ini berada di sekitar episentrum terjadinya gempa. Bahkan gempa skala kecil beberapa kali terasa olehnya. Adapun Cariuk berlokasi di dekat episentrum gempa. Maka ada banyak rumah dan hunian yang hancur. Bahkan ada satu sekolah yang ambruk. “Di sini ada lebih dari 27 korban yang meninggal. Kejadian inj membuat banyak anak-anak trauma dan bahkan tidak mau kembali ke rumah karena takut,” jelasnya. Maka, tim psikososial hadir untuk menhibur dan mendukung para penyintas agar bisa menghilangkan trauma yang dialami. Paling tidak bisa menekan kekhawatiran dan kecemasan yang dialami oleh para korban. Ditegaskan Indra, mereka akan selalu siap sedia 24 jam ketika ada warga yang membutuhkan. Adapun para warga sekitar masih berlindung di hunian sementara. Ada yang bersifat komunal dan berkumpul, ada juga mereka yang mendirikan tenda dekat rumah karena tidak mau meninggalkan kediamannya. Beruntung, sumber air tidak begitu jauh dari lokasi. Pun dengan makanan karena banyak donasi yang sudah diberikan. Meski begitu, Indra mengaku ada kendala lain yang cukup menyulitkan. Di antaranya listrik l sering mati yang menyebabkan sukarnya komunikasi. Aksesnya juga jauh karena berada di kali gunung Pangrango. Hal itu tentu menyulitkan proses penyaluran bantuan ke korban. Terakhir, ia berharap upaya timnya bisa memberikn dampak positif bagi korban gempa bumi Cianjur. Utamanya dalam aspek psikososial, dukungan mental, serta bantuan bagi warga yang membutuhkan. (wil)

Serunya ISS UMM 2022, Mahasiswa Asing Lukis Topeng hingga Lomba Egrang

Kenalkan beragam budaya Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar lomba tradisional di acara International Student Summit (ISS) 2022. Selain itu, ada juga aktivitas lukis topeng yang menjadi suvenir bagi para mahasiswa asing serta ajang fashion show baju adat Indonesia. Sebanyak 186 mahasiswa asing dari 46 negara mengikuti rangkaian kegiatan ISS hari ke dua dengan antusias. Acara ini berlangsung di beberapa titik UMM seperti helipad dan juga  Aula BAU pada 29 November 2022. Ketua panitia ISS 2022 Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP., menjelaskan bahwa lomba tradisional ini merupakan sarana untuk mengenalkan budaya Indonesia dengan cara yang asyik. Terdapat beberapa lomba yang diselenggarakan seperti bakiak, rangku alu, estafet kelereng, dan pindah ranjau. Selain itu, panitia juga menyiapkan beberapa booth yang menyediakan beragam mini game seru untuk mahasiswa asing yang tidak ikut berlomba. “Kami menyiapkan berbagai mini games di booth seperti membatik, engklek, gamelan, belajar tari tradisional, dan lainnya. Hal ini kami lakukan agar para peserta ISS yang tidak ikut lomba dapat mencoba hal-hal baru. Selain itu, dalam kesempatan yang sama kami juga ingin mengenalkan berbagai lembaga di UMM seperti Chinese Corner, American Corner, dan juga lembaga Kebudayaan,” ungkap dosen jurusan Peternakan tersebut. Selain mengenalkan berbagai budaya melalui lomba, Listiari sapaannya menjelaskan bahwa pada acara ini panitia juga mengenalkan topeng malangan pada para peserta. Pertama, para peserta akan diberi pengetahuan umum tentang filosofi topeng malangan. Selanjutnya para peserta di perbolehkan untuk melukis topeng malangan sesuai kreasi mereka. “Topeng-topeng yang telah mereka cat bisa dibawa pulang sebagai suvernir. Harapannya, para peserta dapat bersenang-senang sambil mengenal budaya tradisional Indonesia,” ujar Kepala International Relation Office (IRO) UMM ini. Di sisi lain, salah satu peserta Isyaka Ramo mengungkapkan keseruannya mengikuti acara ISS hari kedua itu. Apalagi dengan berbagai permainan tradisional asyik yang ia ikuti. Isyaka bahkan ikut di tiga kategori lomba sekaligus yakni estafet kelereng, bakiak, dan engklek. “Permainan engklek sangat menarik karena di negara asal saya juga memiliki permainan yang mirip. Engklek mengingatkan saya akan masa kecil. Estafet kelereng juga seru karena harus ada kerjasama yang solid antar anggota tim. Saya bersyukus bisa turut serta di ISS dan mendapat teman baru serta mendalami budaya Indonesia yang beragam,” tambahnya. Senada dengan Isyaka, Sima, mahasiswa asing Iran mengapresiasi ISS terkait. Ia mengatakan pengetahuannya akan budaya Indonesia bertambah. Misalnya saja tentang nilai filosofis tentang topeng Malangan. Namun setelah dijelaskan dan mencoba sendiri untuk melukis topeng, Sima semakin mengerti tentang topeng malangan. “Kegiatan melukis topeng ini sangat seru. Banyak pengetahuan akan budaya yang saya terima hari ini,” pungkas Sima mengakhiri. (syi/wil)

Pertunjukan Arjuna Bikin Takjub Mahasiswa Asing ISS UMM

Kisah Arjuna menyambut kedatanganan peserta International Student Summit (ISS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Kota Batu. Dihadiri oleh 200-an mahasiswa asing, agenda tersebut merupakan gala dinner yang dilaksanakan di Sendratari Arjuna Wiwaha pada 28 November 2022. Para tamu dan mahasiswa juga disambut langsung oleh Walikota Batu Dewanti Rumpoko. Menariknya, pertunjukan tersebut mengisahkan Arjuna yang sedang bertapa di Mahameru. Hal itu ia lakukan demi mendapatkan senjata pamungkas dan kesaktian dari para dewa guna menghadapi perang Batarayudha. Sayangnya, pada saat yang sama kayangan tempat para dewa diobrak-abrik olek raksasa bernama Niwatakawaca. Para dewa bingung dan lari serta mencari siapa yang bisa mengalahkan raksasa tersebut. Hingga akhirnya Dewa Indra melihat Arjuna yang sedang bertapa dan memberikannya kesaktian dan senjata panah pasopati. Ia juga diminta untuk mengalahkan Niwatakawaca dengan bantuan Dewi Supraba. Akhirnya mereka berhasil memenangkan pertempuran dan Niwatakawaca dikalahkan. Kisah tersebut sukses membius para peserta ISS UMM. Apalagi dengan tambahan unsur-unsur kekinian yang tidak membuat bosan. Dalam kesempatan yang sama, Dewanti mengatakan bahwa meski Batu merupakan kota kecil, namun memiliki keindahan yang luar biasa. Bukan hanya pemandangannya, tapi juga hasil pertanian dan perkebunan serta wisatanya yang melimpah. Menurutnya, ketika para mahasiswa lelah dan suntuk akan tugas, Kota Batu menjadi destinasi yang tepat dengan segala kelebihannya. “Selamat datang peserta ISS UMM. Sendratari Arjuna Wiwaha ini juga menjadi tempat kebanggan kami dan dinas pariwisata. Di sini akan ditampilkan seni-seni tari dan drama polesan seniman yang ada di Batu. Malam hari ini, saudara juga akan menyaksikan kisah menarik yang disuguhkan oleh salah satu sanggar tari,” katanya. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Dr. Sidik Sunaryo, M.Si. M.Hum. mengajak para peserta ISS untuk berbahagia. Menurutnya, malam itu menjadi salah satu momen yang bisa dikenang oleh para mahasiswa asing. Apalagi dengan pertunjukan budaya dan tari yang disuguhkan. Ia juga berterimakasih atas kesempatan yang diberikan pada UMM untuk menjadi tuan rumah ISS 2022. Sebagai kota yang dijadikan destinasi tujuan, Malang dan Batu memiliki beragam budaya. Keberagaman ini tercipta karena datangnya berbagai orang dari seluruh provinsi di indonesia, baik yang sedang menempuh kuliah maupun bekerja. “Kedatangan para mahasiswa asing dari 46 negara ini juga akan menambah keanekaragaman yang ada di Malang. Saya berharap para mahasiswa asing yang datang ke program ISS 2022 dapat bersenang-senang dan dapat menikmati beragam sajian yang diberikan selama tiga hari ke depan,” pungkas Sidik. (wil)

UMM dan Kemlu RI Pecahkan Cara Implementasi Hasil G20

Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah Group of Twenty (G20) di tengah invasi Rusia ke Ukraina patut diapresiasi. Hal itu telah membuktikan bahwa sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki kekuatan dan tidak bisa dimonitor negara maju manapun. Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Jendral Kerjasama Multilateral Tri Tharyat, SH. LL.M pada Sharing Session terkait isu-isu strategis hasil presidensi G-20. Adapun acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 29 November 2022 lalu. Lebih lanjut, Tri menjelaskan, setelah menerima estafet kepemimpinan G20 dari Italia, Indonesia tidak pernah membayangkan akan ada invasi Rusia ke Ukraina yang mengubah pola hubungan antar anggota G20. Karena sejak berdirinya G20, tidak ada situasi seperti itu. Kejadian itu membuat Indonesia mendapat banyak tekanan dari berbagai negara seperti Australia, Korea, Jepang, dan lainnya. “Banyak orang mengira konflik Rusia-Ukraina hanya berlangsung dalam waktu sebulan saja. Nyatanya invasi itu terjadi sampai sekarang. Bukannya membaik, tetapi malah makin kisruh. Pada akhirnya, konflik tersebut tidak hanya berdampak kepada Eropa saja, tapi juga seluruh dunia yang mengganggu stabilitas perekenomian. Hal tersebut menghasilkan triple crisis di berbagai negara yaitu krisis keuangan, pangan dan juga energi. Oleh sebab itu, Indonesia sangat berusaha untuk bisa menyelesaikan krisis ini sebagai bentuk menjaga perdamaian dunia,” jelas Tri. Penyelenggaraan KTT G20 tidak hanya membahas terkait ekonomi, tetapi juga membahas isu lainnya seperti dampak pandemi. Selain itu juga ada isu pangan dan pertanian, kesehatan, pariwisata dan kebudayaan, serta perempuan. Tujuan awal pembangunan berkelanjutan tahun 2030 mengalami perenggangan karena pandemi. Sehingga tim G20 berupaya mendorong dan memulihkan situasi dengan menarik investasi dari luar untuk membantu negara berkembang mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang sudah dicanangkan. “Salah satu hal menarik yang saya apresiasi dari UMM adalah program Center of Excellence (CoE). Saya rasa ini menjadi inovasi solutif yang sejalan dengan hasil G20 pada aspek pendidikan. Apalagi dengan kerjasama yang dibangun bersama industri sheingga menciptakan SDM yang unggul. Semoga bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkap Tri. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd. mengucapkan terima kasih kepada Tri karena sudah mau datang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bukan hanya untuk berdiskusi informasi tentang G20 tapi juga mengajak sivitas akademika untuk memberikan ide solutif. Hal itu dirasa bisa menciptakan banyak problem solver yang membantu di tengah masyarakat. “Pun bagi mahasiswa yang bisa menambah ilmu dan membangkitkan semangat untuk terus membuat perubahan. Apalagi generasi muda merupakan agent of change. Mudah-mudahan sharing session ini tidak hanya menjadi kabar dan berbagi informasi saja tapi menjadi langkah kerjasama UMM dengan kementrian luar negeri,” harap Fauzan mengakhiri. (zak/wil)

Dibuka Nadiem Makarim, Ratusan Mahasiswa Asing Meriahkan ISS UMM

Ratusan mahasiswa asing penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) meriahkan ajang International Student Summit (ISS) yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Digelar pada 28-30 November, ISS juga menghadirkan tokoh nasional seperti Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Makarim. Selain itu juga ada Siti Sofia Sudarma selaku diplomat senior kementerian luar negeri Indonesia. Menariknya, ISS kali ini menampilkan sederet hiburan menarik. Mulai dari aksi reog, marchin band UMM, tari tradisional dan lainnya. Para peserta juga ikut meramaikan acara dengan membawa bendera dari masing-masing negara. Membuka acara ISS, Nadiem Makarim menilai bahwa mahasiswa asing yang belajar di Indonesia pasti memiliki pelajaran berharga selama berkuliah di Indonesia. Hal itu bisa dibagikan kepada teman-teman maupun kerabat mereka saat pulang nanti. Nadiem, sapaan akrabnya juga mengatakan, pihaknya tengah mendorong transformasi besar pendidikan tinggi melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Maka, mahasiswa asing penerima beasiswa KNB juga bisa mendukung program tersebut. Kemendikbudristek juga berupaya meruntuhkan sekat yang membatasi kreativitas dosen dan mahasiswa. Maka, mereka diberi kesempatan untuk berkegiatan di luar kampus selama tiga semester. Baik itu kerjasama organisasi kemanusiaan, industri, maupun institusi pendidikan baik dalam maupun luar negeri. “Terhitung, sudah ada 420 ribuan sivitas akademika yang bergabung. Adapula ribuan kerjasama pendidikan dengan industri untuk menciptakan inovasi, salah satunya business trip yang ada di G20 beberapa waktu lalu. Kami juga menggelontorkan 13 triliun untuk ribuan joint research agar muncul beragam solusi,” pungkasnya. Di sisi lain, Sofia mengatakan bahwa KNB merupakan wujud dari kontribusi diplomasi publik di bidang pendidikan dan kebudayaan. Beasiswa KNB telah menerima 1681 mahasiswa asing sejak berlangsungnya program ini. Mulai tahun 2006 hingga 2022 ini. Dalam perjalanannya, program ini juga menunjuk 24 perguruan tinggi terbaik untuk menaungi para penerima beasiswa KNB selama di Indonesia. “Saat ini, kita sedang berkumpul bersama negara-negara sahabat. Setelah kembali ke negara asal, kami juga akan melibatkan mereka untuk mengenalkan budaya dan bahasa Indonesia. Harapannya para mahasiswa asing ini akan menjadi jembatan antara Indonesia dengan negara asal,” ujar Wakil Dubes RI Seoul itu. Senada dengan Sofia, Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Lukman mengungkapkan kebahagiaannya karena program ini dapat kembali berjalan setelah dua tahun vakum akibat pandemi. Adapun kegiatan ini dihadiri oleh 185 mahasiswa asing dari 46 negara penerima beasiswa KNB. “Pada tahun ini kami membuka kembali penerimaan beasiswa KNB setelah sebelumnya vakum akibat pandemi. Semoga akan ada banyak negara baru yang bersaing dan mendapatkan beasiswa ini. Kami berharap saudara tidak melupakan Indonesia dan keberagamannya,” kata Lukman. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa Kampus Putih sudah dua kali menjadi tuan rumah ISS. Kali pertama dilaksanakan pada 2015 lalu dan yang kedua pada tahun ini. Adapun salah satu misi ISS ini adalah untuk mempertemukan, bukan hanya manusianya tapi juga kultur, budaya dan bahasanya. “Saudara-saudara datang ke Indonesia untuk belajar banyak Bahasa Indonesia. Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan mencari partner bicara. Baik itu teman, pacar, atau sahabat orang Indonesia. Dengan begitu, akan lebih cepat pula saudara menguasai Bahasa,” katanya. Ia berharap, bahasa Indonesia yang sudah dipelajari dapat menjadi media diplomasi di negara asal. Salah satunya melalui cerita pengalaman mahasiswa ketika berada di Indonesia. Fauzan juga ingin agar mahasiswa asing dapat melanjutkan studinya di Indonesia agar semakin dalam ilmu yang ditekuni. (Syi/wil)

Wujudkan Kampus Bersinar, UMM Kampanyekan Generasi Muda Bebas Kekerasan Seksual

Secara hukum, ada empat maca kekerasan di dalam undang-undang. Mulai dari kekerasan seksual, kekerasan ekonomi, kekerasan psikis dan kekerasan fisik. Saat ini, kekerasan seksual menjadi masalah yang harus dicegah mengingat banyak kasus yang terjadi, baik itu di luar maupun di dalam kampus. Hal tersebut diucapkan oleh Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum selaku Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam sambutannya pada acara Workshop Pembimbing Akademik. Adapun acara ini bertujuan untuk menguatkan generasi muda bebas kekerasan seksual dan emosional berbasis spiritual. Agenda yang dilaksanakan pada 26 November ini juga berupaya mewujudkan kampus bersinar. Sidik, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pencegahan kekerasan seksual sudah menjadi keharusan. Adapun kata ‘dicegah’ dalam bahasa hukum berarti menghilangkan berbagai faktor yang menyulut terjadinya kejadian. Menurutnya, banyak tenaga dan pikiran dibutuhkan untuk menghilangkan faktor-faktor itu. Apalagi dalam kekerasan seksual, faktor tidak selalu sama. Disebutkan dalalm undang-undang bahwa kekerasan seksual bukan hanya fisik saja tapi juga non fisik. Maka, ia berharap para dosen yang turut ikut workshop tersebut dapat menjadi pelindung bagi para mahasiswanya. “Forum seperti ini memang sudha sepatutnya kita lakukan secara rutin agar apra dosen walu tahu apa saja faktor yang bisa menimbulkan kekerasan seksual,” imbuh Dosen Fakultas Hukum UMM ini. Di sisi lain, salah satu pemateri Komariah, SH., M.Si., M.Hum. mengatakan bahwa workshop ini menjadi bekal tiap dosen di masing-masing prodi dalam mencegah kekerasan seksual. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yakni meningkatkan kesadaran hukum masyarakat di Indonesia. Termasuk perilaku patuh dan taat pada hukum positif yang berlaku. “Kesadaran ini juga bisa disalurkan oleh dosen kepada para mahasiswa sehingga angka kasus kekerasan seksual bisa dihilangkan,” tegasnya. Menurut Komariah, masalah kekerasan seksual saat ini tidak hanya faktor pelaku saja tapi juga faktor korban. Dapat dilihat dari banyaknya kasus yang terjadi karena pada awalnya saling suka. Komariah menilai bahwa pemahaman anak muda mengenai seks, agama dan hukum masih kurang. Hal itu berakibat pada banyaknya pemuda pemudi yang mudah terserert hawa nafsu dalam dirinya. Hingga berujung pada perbuatan kekerasan seksual yang tidak semestinya terjadi. “Maka, para dosen dan pihak prodi harus sigap dan senantiasa membekali mahasiswanya dengan pemahaman-pemahaman moral, agama, hukum, dan edukasi seks kepada anak didiknya,” ucap salah satu Badan Pembida Harian (BPH) UMM ini. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan pemateri lain, Dr. Khozin, M.Si. Ia mengatakan, warga Muhammadiyah harus menjalankannya sesuai dengan Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH). Pun dengan komitmen untuk melawan segala bentuk kekerasan. salah satu cara yang dilakukan yakni dengan membentuk lembaga yang menanganinya di setiap universitas. “Muhammadiyah akan selalu komitmen melawan kekerasan seksual, karena sejatinya kekerasan seksual merupakan bagian dari menganiaya sesama makhluk Allah SWT,” jelasnya. Di sisi lain, Dr. Vina Salviana Darvina Soedarwo, M.Si. selaku Wakil Ketua PCA UMM mengatakan, Aisyiyah hadir sebagai organisasi perempuan modern dengan gerakan teologisnya. Termasuk berupaya mempersiapkan gereasi bangsa, utamanya perempuan untuk bisa memimpin bangsa di amsa depan. Ia melihat krisis moral dan kesadaran spiritual mahasiswa menjadi faktor paling genting yagn harus dihadapi. “Maka, workshop ini menghadirkan berbagai pemateri untuk membekali para pengajar di kampus agar bisa ditransferkan ke mahasiswa dna menghilangkan kasus kekerasan seksual,” pungkasnya. (haq/wil)

Kaji Money Laundering, FH UMM Siapkan Generasi Berintegritas

Semua orang harus mengerti dan tahu tentang pencucian uang (money laundering). Karena jika seseorang menjadi penerima dan penikmat dana dari hasil kejahatan, maka orang tersebut dapat menjadi pelaku pasif. Di mana pelaku pasif bisa dikenakan pasal 5 UU Pencucian Uang Nomor 8 tahun 2010 dan dapat dipidana paling lama 5 tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Mahupiki (Masyarkat Hukum Pidana dan Kriminalogi Indonesia), Dr. Yenti Garnasih, SH, MH dalam Kuliah Tamu yang mengangkat tema “Money Laundring yang Bersumber dari Perdagangan Narkoba”. Adapun acara tersebut di selenggarakan oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis, 24 November 2022 lalu. Yenti, sapaan akrabnya, menjelaskan mengenai money laundering. Kegiatan ini meliputi menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbangkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, menukarkan atau perbuatan lainnya yang diketahuinya merupakan hasil tindak pidana dengan maksud menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan. Sehingga seolah-olah menjadi harta kekayaan yang sah. Menurutnya, para mahasiswa khususnya hukum harus memahami dan mencurigai berbagai harta kekayaan yang diterima. Tidak boleh mudah menerika uang yang jumlahnya banyak dari sembarang orang. Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan uang tersebut merupakan hasil money laundering yang sangat berbahaya. “Karena, siapapun yang menikmati hasil kejahatan, ia juga menjadi pelaku pencucian uang.” ungkap Yanti. Ia melanjutkan, kejahatan pencucian uang di Indonesia merupakan perbuatan kriminalitas yang sudah diatur dalam undang-undang sejak tahun 2002. Menurutnya, sejak disahkannya undang-undang tersebut, bukannya makin bagus tapi makin menurun. Adapun sejarah awal pencucian uang di dunia sudah ada sejak konferensi 1988 di Amerika Serikat yang membahas terkait pemberantasan narkoba. Perdagangan narkotika merupakan kejahatan yang paling banyak menghasilkan uang, oleh sebab itu banyak sekali aliran dana yang masuk dalam pencucian uang. “Di Indonesia, jika pencucian yang berasal dari narkotika dan dibelanjakan, maka pelakunya akan dikenakan double punishment. Pertama yakni tentang tindak pidana narkotika dan yang kedua yakni perkara pencucian uang. Adapun kejahatan tersebut sudah diatur dalam Pasal 137 UU Nomor 35 Tahun,” jelasnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum (FH) UMM, Dr. Tongkat, SH., M.Hum. menilai agenda ini sangat penting karena memberikan kesempatan yang luar biasa  bagi mahasiswa hukum UMM. Utamanya untuk menambah semangat dan juga ilmu tentang money laundering. “Apalagi mahasiswa akan meneruskan tonggak kepemimpinan di berbagai bidang. Maka pengetahuan tentagn pencucian uang harus dipahami agar tidak terjebak dan terjembab menjadi pelaku kejahatan pasif,” tuturnya. (zak/wil)