Dekan Kedokteran UMM Beri Tips Pilih Makanan Pasca Lebaran

Lebaran menjadi momen berkumpul dengan keluarga. Saat itu juga kita akan menjumpai berbqgai makanan. Bahkan setelah seminggu usai idul fitri, makanan-makanan tersebut masih ada dan menggiurkan. Salah satunya makanan yang penuh lemak dan kolestwrol, seperti rendang daging, opor ayam dan gulai. Hal itu menarik perhatian Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp. PD, FINASIM. Ia menegaskan, mereka yang menderita hipertensi, diabetes, kolesterol, dan asam urat harus lebih berhati-hati ketika memilih makanan. Terutama untuk makanan yang mengandung santan, lemak, dan gula yang tinggi. Walaupun sedang dalam suasana lebaran, tetap harus memperhatikan pola hidup sehat, khususnya mereka para manusi lanjut usia (manula). Manula perlu perhatian khusus dalam pemilihan makanan karena secara fisiologis telah mengalami perubahan fungsi. Salah satunya sistem kekebalan tubuh yang tidak seoptimum usia muda. Manula rentan terhadap penyakit metabolik dan generatif seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, asam urat, dan kanker sehingga perlu penanganan khusus. Salah satu faktor yang memengaruhi penyakit tersebut adalah asupan makananan. Meddy, sapaannya, menyebutkan makanan yang sehat dapat dilihat dari jenis atau macamnya. Contohnya dengan memilih makanan dengan indeks glikemik atau kadar gula yang rendah. “Saat lebaran pasti banyak kue-kue manis, makanan dari olahan tepung, dan sirup yang sudah pasti memiliki kadar gula yang tinggi. Hal ini harus disiasati dengan cara memilih makanan dari olahan gandum atau tepung dari ubi-ubian. Makanan tersebut memiliki kadar gula yang lebih rendah,” jelasnya. Selain itu, menghindari banyak gorengan terutama yang menggunakan teknik penggorengan deep frying. Jika berlebihan, makanan itu bisa menyebabkan kolesterol. Hal ini dapat disiasati dengan menggantinya dengan makanan yang dipanggang dan dikukus agar lebih sehat. Ia mengatakan bahwa tidak ada salahnya untuk mengonsumsi buah dan sayur di momen lebaran. Khusunya yang tinggi antioksidan seperti buah delima, buah naga, dan ketela ungu. “Mau tidak mau, kita harus pintar memilah dan memilih apa yang masuk ke dalam tubuh. Apalagi mereka yang sudah manula. Sebisa mungkin hindari makanan ‘jahat’ sekalipun itu sedikit. Karena seringkali yang sedikit juga dapat menyebabkan penyakit,” tanbahnya. Terakhir, Meddy juga mengajak untuk meneruskan pola hidup sehat. Tidak hanya terkaut makanan yang dikonsumsi, tapi juga berolahraga, mengurangi aktivitas berat, dan juga menambah ibadah. “Kalau ditelaah lebih dalam, Salat itu termasuk ilahraga yang sederhana. Niatnya tentu untuk beribadah, tapi juga memberikan manfaat bagu tubuh. Selain itu, beberapa olahraga yang bagus untuk manula adalah jalan kaki di pagi hari,” pungkasnya. (sep/wil)

Wakil Rektor UMM Beri Pandangan Kasus Peneliti BRIN

Momen Idul Fitri 2023 diwarnai dengan sedikit kejadian tidak mengenakkan. Salah satunya komentar oknum Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) AP Hasanuddin tentang perbedaan hari raya yang menyudutkan Muhammadiyah. Bahkan ia mengancam akan membunuh dan menghalalkan darah warga Muhammadiyah. Sederet reaksi ditunjukkan oleh warga Muhammadiyah. Mulai dari mengecam, menyayangkan, hingga melaporkannya ke pihak berwajib. Terkait fenomena itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan beberapa hal. Menurutnya, unggahan tersebut jelas melanggar etika norma sosial dan hukum. Selain itu juga melukai Pancasila yang menjadi rujukan bersama sebagai bangsa Indonesia. “Hal ini tentu dapat dinyatakan sebagai ujaran kebencian. Terlepas apapun motif yang melatarbelakangi yang bersangkutan untuk menuliskannya,” tambah Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu. Lebih lanjut, ia juga menilai bahwa langkah Muhammadiyah untuk melaporkan oknum BRIN ke pihak berwajib sudah tepat. Hal itu tentu akan mencegah tindakan main hakim sendiri dan bisa menjadi teladan bagi masyarakat lainnya agar tidak mudah menghakimi. Apalagi Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat yang taat pada hukum. Nazar, begitu ia kerap disapa, menegaskan bahwa warga Muhammadiyah sudah teruji samgat dewasa sejak lama menghadapi situasi seperti ini. Mereka sudah paham bagaimana menyikapi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan. “Jadi saya rasa warga Muhammadiyah bisa mengatur emosi dan menyelesaikannya dengan jalan yang baik,” katanya. Terakhir, Nazar berharap warga Muhammadiyah bisa terus mengawal proses hukum AP Hasanuddin yang sedang berjalan. Apalagi Muhammadiyah juga sudah menegaskan dalam Muktamarnya tentang pentingnya menegakkan etika bermedia sosial, penegakan hukum, serta edukasi terkait itu. “Di berbagai tempat dan kesempatan, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah selalu memberi atahan dan ceramah bahwa Muhammadiyah memiliki i’tikad kuat untuk memberantas ujaran kebencian, termasuk melalui media sosial. Dengan begitu, masyarakat juga bisa memahami dan sealu berupaya menggunakan media digital dengan baik,” pungkasnya. (wil)

MuRid UMM Berbagi untuk Negeri, Bantu Warga Terdampak Awan Panas Semeru

Tak pernah berhenti untuk selalu menebar kebaikan, Muhammadiyah University of Malang Riders (MuRid) langsungkan kegiatan bakti sosial. Komunitas motor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menempuh lebih dari 100 kilometer untuk mencapai tiga titik lokasi terdampak awan panas Semeru pada 17 April 2023. Yakni desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, desa Supiturang dan desa Pronojiwo Kecamatan Pronojiwo. Adapun MuRid yang berangkat dibagi menjadi dua tim. Satu tim mengendarai tunggangan motor, sementara yang tim lainnya menggunakan mobil untuk mengangkut berbagai bantuan sosial. Waktu yang dibutuhkan yakni 3,5 jam dari titik keberangkatan, Kampus Putih UMM. Koordinator klub motor MuRid Zakarija Ahmad mengatakan bahwa baksos menjadi agenda rutin yang dilaksanakan pohaknya. Pada tahun ini, MuRid diberikan amanah oleh Baitul Maal Khatulistiwa untuk menyalurkan 100 bingkisan lebaran ke para warga. Pun dengan membagikan tunjangan hari raya ke guru mengaji yang ada di daerah, teruama mereka yang terdampak bencana awan panas gunung Semeru. “Kami juga menyempatkan memberikan bantuan kepada siswa-siswi Tapak Suci cabang Pronojiwo yang berasal dari keluarga tidak mampu. Semoga apa yang kami berikan bisa memberikan manfaat lebih,” katanya menjelaskan. Hal serupa juga disampaikan salah satu pemotor MuRid. Ia dan teman-teman berharap, bantuan yang ada bisa memberikan sedikit kebahagiaan di suasana lebaran. Meski berada di situasi kurang baik, tapi para warga bisa tersenyum dan menikmati hari raya dengan senang. “Apalagi daat hari raya biasanya kebutuhan warga bertambah. Jadi bingkisan lebaran ini bisa sedikt membantu meringankan,” pungkasnya mengakhiri. (wil)

Ganti Puasa atau Mulai Syawal Ini Kata Dosen UMM

Ramadan baru saja usai. Para muslim juga tengah beruforia dengan datangnya hari idul fitri di bulan Syawal. Bulan yang tepat untuk menjaga ibadah yang sudah diupayakan pada bulan Ramadan, sehingga kualitas sebagai muslim tidak menurun. Salah satunya dengan menjalankan puasa Syawal yang dianjurkan oleh Nabi. Terkait hal itu, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Luciana Anggraeni, M.H. memberikan penjelasannya. Puasa Syawal ialah berpuasa selama enam hari selama bulan itu. Mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, puasa sunnah di bulan syawal memiliki ganjaran yang besar. Puasa Ramadan yang diikuti puasa selama enam hari, dihitung seperti berpuasa penuh satu tahun. Lalu, bagaimana dengan orang yang ingin menjalankan ibadah puasa Syawal namun masih memiliki hutang puasa Ramadan? Mana yang lebih utama dan didahulukan? Menanggapi hal tersebut, Luci menyampaikan bahwasanya ada 3 tiga pandangan ulama untuk melakukan puasa sunnah ini. Pertama, yakni mengganti puasa Ramadan dulu, kemudian puasa syawal. Adapula yang membolehkan puasa syawal terlebih dahulu. Bahkan adapula gang menggabungkan niat keduanya. “Akan tetapi alangkah baiknya membayar utang puasa Ramadan terlebih dahulu, karena hukumnya yang wajib. Lagipula amalan sunnah tidak akan diterima jika yang wajib saja belum ditunaikkan,” sarannya. Jadi mengganti puasa Ramadan harus diutamakan karena sifatnya yang wajib. Apalagi, membayar uutang puasa Ramadan memang dianjurkan secepatnya. Karena jika terlalu lama menunda, dikhawatirkan yang bersangkutan akan lupa akan kewajiban tersebut hingga datang Ramadan berikutnya. “Meskipun puasa syawal ini hukumnya sunnah, namun sangat dianjurkan oleh Nabi. Bagi orang orang yang tidak berhalangan, alangkah baiknya melakukan puasa syawal selama enam hari,” tandasnya. (wil)

Tanggapi Perbedaan Hari Raya, Dosen FAI UMM Akhlak Harus Diatas Fiqih

Ketetapan tentang jatuhnya Hari Raya Idul Fitri di Indonesia beberapa kali tidak sama antara satu organisasi atau golongan. Perbedaan metode yang digunakan menjadi alasan kenapa terjadi perbedaan hari. Tidak jarang hal itu memicu pertengkaran dan perselisihan. Fenomena itu menarik perhatian Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Pradana Boy Zulian, S.Ag, M.A. Ia menyampaikan, warga muslim perlu diingatkan kembali perihal pentingnya menumbuhkan akhlak untuk sesama, terutama terkait perbedaan mazhab. Dengan demikian, dalam diri akan tertanam sikap untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan mazhab yang diyakini. “Akhlak itu harus di atas fiqih. Jangan merasa bahwa prinsip kita paling benar dan punya lain seratus persen salah,” kata pria asal Lamongan tersebut. Menurutnya, menjalankan perintah agama itu haruslah membawa kemaslahatan. Adapun hukum-hukum yang ada di Alquran dan Hadis tidak akan berubah. Namun, pemikiran dan interpretasi manusia bisa jadi berubah. “Hal inilah yang dinamakan fiqih yang merupakan hasil pemahaman dan interpretasi para ahli atas peristiwa yang hukumnya tidak ditemukan dalam Alauran dan Hadits,” tandasnya. Meskipun banyak perbedaan, pada akhirnya tujuan yang ingin dicapai umat muslim tentu sama yaitu mendapatkan pahala dari Allah. Lagipula menurutnya, tidak mungkin para ulama sengaja menyesatkan jutaan umat dari berbagai golongan. Maka, Boy menyarankan agar setiap orang turut aktif mengikuti organisasi, asalkan organisasi tersebut cocok dengan syariah Islam. “Ikut organisasi itu poinnya bukan karena fanatik, tapi sebagai cara memiliki jaminan. Meskipun memang belum tentu jaminan itu benar. Para ulama-ulama besar di dalamnya juga tidak mungkin  menjerumuskan dan berlomba memproduksi kesalahan,” tegasnya. Selain itu, Boy juga sempat menceritakan kisah sahabat nabi yaitu Mu’adz bin Jabal yang dijadikan acuan untuk berijtihad. Keahlian Mu’adz dalam fiqih dan ilmu pengetahuan, membuatnya seringkali mendapat punian dari Rasulullah SAW. Beliau mengatakan bahwa jika pedoman yang paling utama dalam mengadili adalah kitab Alquran beserta sunnah-sunnahnya. Akan tetapi, jika Mu’adz tidak menemuainya, maka ia akan menggunakan akalnya untuk berijtihad. “Adanya perbedaan itu bisa disebut sebagai cara kita untuk menghargai karunia dan ciptaan Tuhan, yaitu akal. Maka perbedaan itu justru menunjukkan bahwa akal manusia itu bekerja. Karena tidak mungkin semua orang itu sama.m, maka memiliki perbedaan hari raya atau menjalankan puasa itu bukanlah suatu masalah yang harus dibesar-besarkan. Yang penting kita menjalani ibadah syariah puasanya itu dengan ikhlas dan sungguh-sungguh,” imbuhnya. (*nel/wil)

Idul Fitri di UMM Mari Mengembangkan Nilai-Nilai Kemanusiaan

Masyarakat Indonesia harus terus mengembangkan dan menginternalisasikan nilai-nilai kemanusiaan global. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A. dalam khutbah idul fitri di Universitas Muhammadiyah malang (UMM). Adapun salat tersebut dilaksanakan pada 21 April 2023. Lebih lanjut, Najib menjelaskan bahwa Ramadan adalah tempat untuk menggodok kualitas sebagai mulsim. Pun dengan mengaplikasikan nilai-nilai yang sudah didapat di dalamnya. Termasuk nilai kemanusiaan global. nila yang menempatkan manusia sebagai makhluk yang sama di hadapan Allah SWT tanpa memandang ras, gender, golongan dan lainnya. Nabi juga pernah bersabda untuk memberikan kasih sayang kepada orang-orang di bumi. niscaya Allah akan memberkan rahmat pula kepada mereka. “Saat ini dunia menghadapi berbagai masalah terkait hak asasi manusia (HAM), konflik, kemiskinan, diskriminasi dan lainnya. Maka, umat manusia dan muslim harus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya. ia juga sempat menjelaskan mengenai kabar beberapa lapangan yang tidak dizinkan untuk salat di dalamnya, seperti di Pekalongan dan Sukabumi. Kemudian baru diberi izin ketika banyak yang membahas. Pun dengan hambatan pembangunan masjid yang berlokasi di aceh pada 2022 lalu. Menurunya, ada banyak hal yang bisa dipelajari atas peristiwa di atas. Salah satunya, warga Muhammadiyah bisa merasakan bagaimana menjadi minoritas. Bisa mengalami bagaimana kebebasan terhalangi dan bagaimana rasanya terdiskriminasi. “Pada kenyataannya, ada kelompok dan agama lain yang mungkin merasakan apa yang kita alami. Bahkan malah lebih parah. Ada yang tempat ibadanya disegel, ada yang tidak bisa mengurbukan jenazah di pemakaman umum, ada yang terusir karena beda keyakinan, ada yang terisolasi dan lainnya. Hal itu juga berdampak pada akses pendidikan dan kariri yang terhalangi,” katanya. beruntung bagi Muhammadiyah yang menjadj mayoritas. Muhammadiyah mampu. Berarguman dan beradvokasi ketika ada hal yang tidak menyenangkan attau kebijakan yang kurang sesuai. Muhammadiyah bisa bersuara, bekerja sama dengan wartawan untuk menyampaikan argumennya. Sayangnya, kemampuan dan keleluasaan itu tidak bisa dilakukan oleh kelompok minoritas. Maka, pengembangan nilai kemanusiaan harus terus digalakkan. Alasan pertama yakni karena itu adalah perintah Allah dan juga tuntunan Nabi Muhammad SAW sehingga harus dilakukan. Kedua, karena dalam berbagai Muktamarnya, Muhammadiyah mengeluarkan rekomendasi terkait kemanusiaan, kebangsaan, dan keummatan. Hal itu dilakukan untuk menciptakan kehidupan yang damai. “Terkhir, yakni melihat kenyataan bahwa pembatasan hak-hak dan diskrimnasi bisa dirasakan oleh siapa saja. Muslim juga menjadi minoritas di berbagai beahan negara. Sementara di Indonesia menjadi mayoritas. Maka kita seharusnya bisa menjadi contoh bagi negara lain untuk menyayangi mereka yang minoritas,” pungkasnya. Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berharap apa yang sudak dilakukan selama bulan Ramadan bisa membawa para muslim mnejadi manusia yang lebih baik. Manusia yang memanusiakan manusia sertamenjadi golongan yang muttaqin. “Semoga kita mampu menjaga kualitas ibadah dan sikap kita yang sudah dibangun di bulan Ramadan. Antusiasme salat idul fitri kali ini juga luar biasa. Semogga juga dibarengi dengan kebaikan-kebaikan di masa depan,” pungkasnya mengakhiri. (wil)

Mau Mudik? Ini Tips Dosen UMM agar Mobil Aman

Menjelang libur panjang lebaran, tradisi mudik sudah menjadi agenda utama yang di nanti-nanti setiap tahun. Pada momentum liburan ini, mobilitas kendaraan ke luar kota lebih padat daripada hari-hari biasa lainya. Bahkan tidak jarang, kecelakaan lalu lintas seringkali terjadi. Menanggapi hal itu, Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Alvian Iqbal Hanif Nasrullah, M.T memberikan tips aman mudik. Utamanya terkait keamanan dan kenyamanan dalam berkendara untuk jarak panjang. Alvian, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa sebelum memulai perjalanan, pemudik benar-benar harus melakukan persiapan yang matang dan menyeluruh. Ini mencakup dua aspek penting yakni persiapan fisik dari segi manusia atau pengemudi dan juga persiapan fisik kendaraan yang akan dipakai. “Kondisi fisik pengemudi dan kondisi fisik mobil beserta komponen-komponen di dalamnya itu saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Percuma kalau performa mobilnya baik, tetapi kondisi pengemudi kurang  fit untuk berkendara. Begitu pula sebaliknya,” tuturnya. Lebih lanjut, Alvian menjelaskan bahwa terdapat beberapa komponen mobil yang harus dicek sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Pertama adalah kondisi ban yang harus dipastikan masih dalam kondisi prima dan tidak selip. “Selain itu, tekanan udaranya juga harus ideal. Biasanya berada di kisaran 30-40 psi untuk ban mobil,” tambahnya. Aspek teknis lain yang perlu diperhatikan adalah komponen mesin, seperti sistem pendinginan, sistem perolian, dan bagian bagian silinder blok mobil. Menurutnya, jarak tempuh yang panjang seringkali menyebabkan mesin kepanasan atau overheat. Oleh karena itu, radiator dan cooling fan juga perlu dicek dan dipastikan ulang kondisinya. “Langkah untuk merawat kondisi mesin mobil adalah dengan rutin ganti oli mesin dan service keseluruhan di bengkel. Karena mesin yang ada begitu kompleks, maka service rutin mutlak dilakukan. Tidak hanya sebelum mudik atau perjalanan jauh saja,” tegas Alvian. Tips lainnya hajni menyesuaikan beban yang diangkut dengan kapasitas maksimum kendaraaan tersebut. Dalam istilah kendaraan, dikenal yang namanya over dimension and overloads atau ODOL. “Jika beban yang dibawa oleh mobil melebihi kapasitas maksimum, maka akan sangat beresiko menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya. Terakhir, Alvian yang memiliki konsentrasi keilmuan dalam uji layak tabrak kendaraan menjelaskan bahwa banyak sekali kasus kecelakaan yang terjadi karena oleh aspek teknis kendaraan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan performa dari kendaraan yang dimiliki. “Kenali kendaraan yang akan digunakan untuk mudik atau melakukan perjalanan di momen lebaran nanti, karena setiap kendaraan memiliki spesifikasinya masing-masing. Pastikan semuanya siap dan dalam keadaan baik agar perjalanan senantiasa aman, “ pungkasnya. (*lib/wil)

Baksos UMM di Malang, Hadirkan Mobil Kaca hingga Edukasi Stunting

Suara riuh siswa-siswi sekolah dasar terdengar jelas saat rombongan Bakti sosial (BakSos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tiba. Anak-anak sekolah dasar sangat antusias membaca ratusan buku yang disediakan mobil Kamis Membaca (KaCa) miliki UMM itu. Setelah sebelumnya mengunjungi Desa Tawangsari, Pujon, kali ini rombongan Baksos UMM mengunjungi Desa Sukopuro, Jabung pada 17 April 2023. Salah satu siswi sekolah dasar (SD) Frensiska merasa sangat senang bisa belajar dan bermain bersama kakak-kakak dari UMM. “Seru banget, kami diajari banyak sama kakak-kakaknya, mulai dari belajar bahasa Inggris sampai berhitung dengan cara yang menyenangkan. Kami juga nyanyi bareng, terus dikasih hadiah topi bagi mereka yang bisa jawab pertanyaan. Semoga kakak-kakaknya bisa main ke sini lagi,” ungkap Frensiska. Antusias yang sama juga terlihat dari warga desa yang mengikuti penyuluhan stunting dan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan oleh tim rumah sakit UMM. Selain itu, tim baksos UMM juga memberikan paket yang berisi bahan makanan kaya gizi. Hal itu ditujukan agar para warga juga dapat memahami makanan apa saja yang baik untun tubuh. Jumiati, salah satu warga setempat mengapresiasi Baksos UMM tahun ini. Ia merasa bahwa ini menjadi ajang yang bagus untuk berkumpul dan silaturahmi. “Alhamdulillah, adanya bakti sosial UMM ini sangat membantu kami para ibu dan juga anak-anak. Selain itu, saya sempat lihat anak-anak belajar sama kakak-kakak UMM. Mereka terlihat seru dan tertarik. Semoga bisa menjadi penyemangat anak-anak untuk belajar lebih giat,” katanya. Hal serupa juga disampaikan Kepala Sekolah SDN 1 Sukopuro, Umbar Suyono. Menurutny, Mobil KaCa memberikan peningkatan literasi. Walaupun hanya sebentar, tapi anak-anak bisa membaca sederet buku menarik yang membuat mereka terkesan. Hal itu tentu membuat minat baca siswa-siswi jadi meningkat. “Penyuluhan stunting dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga desa juga bermanfaat. Apalagi melihat desa kami yang sempat mendapat persentasi angka stunting yang cukup tinggi. Semoga program seperti ini juga bisa dilaksanakan di desa lainnya,” kata Umar. Di sisi lain, Koordinator Baksos, dr. Sri Adila Nurainiwati, Sp.KK menjelaskan bahwa kegiatan baksos ini adalah acara rutin UMM di setiap bulan ramadhan  tiba. Untuk tahun ini, tim baksos UMM menyisir desa-desa yang memiliki lokasi stunting tinggi. “Karena dua tahun terakhir ini UMM memiliki program dalam upaya penurunan stunting. Dan wilayah di kabupaten Malang yang paling tinggi angka stuntinghya salah satunya di sini,” kata dokter yang juga dosen FK UMM itu. (faq/wil)

Jarang yang Tahu, Ini Beda Buka Puasa di Madinah dan Indonesia

Meski Arab Saudi memiliki jumlah muslim yang banyak seperti Indonesia, ada banyak perbedaan kebiasaan yang muncul. Utamanya saat bulan Ramadan tiba. Hal itu pula yang dirasakan Fachrul Rozi, salah satu alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini tengah melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi dengan beasiswa. “Ini menjadi momen bulan puasa pertama saya di luar negeri dan jauh dari tanah air. Tentu rindu, tapi alhamdulillah Ramadan di sini juga ramai seperti di Indonesia,” katanya. Rozi, begitu ia kerap disapa, mengatakan bahwa salah satu kegiatan yang membuatnya kagum adalah saat-saat menjelang berbuka. Meski sama-sama berbagi makanan, tapi orang-orang di Madinah sangat jor-joran dalam memberikan makanan. Mereka seakan berlomba-lomba berbagi dan berusaha mendapatkan banyak kebaikan di Ramadan. Makananya juga beragam, mulai dari daging sapi, nasi briyani, kebab, dan makanan khas Arab lainnya. “Saya sempat kaget saking banyak dan melimpahnya makanan untuk berbuka. Alhamdulillah, saya dan teman-teman juga turut bergabung memberikan makanan bagi para muslim di sini,” tambahnya. Pria alumnus Hukum Keluarga Islam UMM itu juga menyebut bahwa di Madinah, kurma seakan menjadi makanan wajib untuk berbuka. Biasanya orang-orang di Arab menyantapnya berbarengan dnegan yogurt. Menariknya, rasa fresh yoghurt zabadi sedikit berbeda ketimbang yogurt-yogurt pada umumnya. Ada campuran zabadi yang dituangkan ke dalamnya sehingga mempunyai cita rasa yang asam, asin, dan sedikit manis. Sayangnya, Rozi tidak begitu menyukainya karena sedikit tidak cocok untuk lidah orang Indonesia. Hal lain yang membuat Rozi takjub adalah kultur masyarakat yang benar-benar berhenti beraktivitas saat azan tiba, kemudian berbondong-bondong salat berjamaah di masjid. Bahkan para warga juga saling mengingatkan untuk segera melaksanakan salat. Hal itu berlaku bukan hanya saat magrib saja, tapi juga di setiap waktu azan. Kemudian saat selesai salat, aktivitas kembali berjalan normal. “Memang Arab, terutama Madinah adalah tempat di mana Islam turun dan berkembang pada awalnya. Tapi tetap saja, hal seperti ini membuat saya berdecak kagum. Saya bersyukur bsia menginjnakkan kaki di Kota Nabi ini,” ungkapnya. Terakhir, Rozi juga mendorong anak-anak muda untuk bermimpi dan mengejarnya dengan sungguh-sungguh. Termasuk bersekolah dan menimba ilmu di luar negeri. Namun, jangan lupa untuk membawa ilmu dan pengetahuannya pulang ke tanah air serta membagikannya kepada yang lain. “Hal itu sesuai dengan prinsip saya yakni ‘Pergi untuk Kembali”. Jadi keberadaan saya di sini hanya sementara untuk menuntut ilmu. Tujuan utama saya insyaAllah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman saat kembali ke Indonesia nanti,” pungkas Rozi. (Ri/Wil)

Minuman Mawar Karya Dosen UMM Sukses Menangi Kompetisi Produk Kreatif

Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhamadiyah Malang (UMM). Kali ini datang dari Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. dengan minuman sari bunga mawarnya yang sukses menjadi juara I produk kreatif Kabupaten Pasuruan. Kompetisi yang diadakan pada 16 April 2023 ini diikuti oleh ratusan peserta dengan produk-produk menariknya. Adapun beberapa cluster yang dilombakan yakni kriya, fesyen, kuliner hingga seni rupa. Terkait raihan ini, Elfi, sapaan akrabnya mengatakan bahwa ada tiga aspek yang dinilai. Pertama ialah konten narasi produk, kemudian juga sejarah dan cerita sukses, hingga metode penyampaian saat presentasi. Para peserta dituntut untuk bisa lebih informatif, komunikati, interaktif, dan menarik. “Para juri yang hadir berasal merupakan perwakilan dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif Pusat dan juga Kabupaten Pasuruan. Alhamdulilah minuman sari bunga mawar ini berhasil mendapat peringkat pertama produk rkeatif,” tambahnya. Lebih lanjut, minuman Elviza ini berawal dari penelitiannya pada 2002 tentang pigmen. Kemudian ia menemukan bahwa mawar lokal tabur mngandung antioksidan yang bagus. Mulai dari vitamin C, minyak atsiri, antosianin hingga zink. Menariknya, ketika diuji coba ke tikus, mawar itu terbukti mampu mencegah penyakit hati dan ginjal. Hal itu membuat Elfi akhrinya mengubahnya menjadi olahan minuman sari bungan pada 2017 lalu dan mendapatkan sertifikasi halal pada 2019. Ia bercerita, bunga tersebut berasal dari Pasuruan yang seringkali dibuang ke sungai jika sedang panen raya. Sebanyak 80-100 kuntum bunga mawar hanya diharga Rp5000 saja. Maka, ia bereksperimen dan mencitaptakan minuman Elviza sebagai jawaban. “Semoga nantinya Elviza bisa menjadi produk unggulan dan ikon kota kelahiran saya, Pasuruan dan Bangil tercinta. Pun dengan produk-produk lain yang potensial,” kata Elfi. Adapun sebelumnya, minuman Elviza telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan. Mulai dari Five Best Poster Product Halal Excellent at World Halal Research di Kuala Lumpur dan bahkan mengantarkan Elfi mendapatkan predikat dosen inovator terpuji dari LLDikti Jawa Timur. Terakhir, ia berharap produk ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi dirinya saja, tapi juga memberikan kesehatan bagi masyarakat yang mengonsumsinya. Pun dengan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Saat ini, sudah ada sebelas karyawan yang membantu proses produksi dan akan bertambah seiring bertambahnya waktu. (Wil)