Patrol Sahur Mahasiswa Asing UMM hingga Bagi Sahur Masakan Chef Hotel Berbintang

Setelah mengadakan sederet kegiatan di Jodipan saat sahur minggu lalu, kini tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyambangi Kampung Adat di Desa Busu, Jabung. Di sana, mereka turut ikut patroli sahur, berbagi sahur, hingga mendongeng. Bahkan juga menghadirkan chef Hotel Kapal Garden Sengkaling milik UMM pada 16 April 2023. Adapun patrol sahur yang dilakukan juga mengikutsertakan para mahasiswa asing. Menariknya, anak-anak dan pemuda Desa Busu juga membangunkan sahur dengan membawa bantengan dan kentongan gong. Hal itu menarik perhatian para warga dan akhirnya bangun sahur pada pukul dua hingga setengah tiga pagi. Salah satu warga, Abied Hunter mengapresiasi kedatangan silaturahmi teman-teman dari Kampus Putih UMM. Menurutnya UMM memberikan kebahagiaan bagi para warga sekitar. Apalagi di bulan Ramadan, jarang sekali ada kegiatan seperti yang dilakukan Kampus Putih. “Ini juga menjadi motivasi untuk warga setempat. Menguatkan diri untuk berpuasa dan meningkatkan ibadah di hari-hari akhir Ramadan. Warga juga banyak yang datang untuk makan bersama serta melihat chef memanggang makanan,” tambahnya. Terkait bantengan, Abied mengatakan bahwa desa Busu memang terkenal dengan desa adat. Masih ada banyak budaya yang dilakukan, misalnya saja Bantengan hingga adanya panggang tangan dan kaki. Bantengan juga dirasa memfasilitasi anak-anak dan pemuda untuk turut berpatrol memmbangunkan sahur. Pun dengan upaya melestarikan budaya. Di sisi lain, Kepala Humas UMM M. Isnaini, M.Pd. mengatakan bahwa timnya sengaja melaksanakan beragam kegiatan. Hal itu agar sahur bersama yang dilakukan tidak monoton dan biasa. Harus ada nilai lebih yang diberikan. Msialnya nilai kebersamaan dan kemanusiaan yang dihadirkan untuk mempererat persaudaraan. Krisna, begitu ia kerap disapa juga bersyukur kedatangan Kampus Putih UMM disambut baik oleh para warga. Mereka terlihat antusias menyaksikan live masak chef hotel Kapal Garden. Anak-anak pun asyik mendengarkan dongeng hingga ikut membangunkan sahur bersama mahasiswa asing. “Para mahasiswa asing kami juga senang karena mencoba bantengan untuk membangunkan sahur sambil berbagi makanan ke warga setempat. Semoga apa yang kami lakukan mampu menjaga semangat warga dalam berpuasa serta dapat meningkatkan upaya untuk memanfaatkan bulan Ramadan yang hampir usai ini,” pungkasnya. (Wil)

Baksos UMM di Pujon, Penyuluhan Stunting hingga Games Edukatif di SD

Meski Ramadan akan berakhir dalam hitungan hari, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masih terus berbagi dan berkontribusi. Terbaru, tim UMM melaksanakan bakti sosial (baksos) di berbagai lokasi, salah satunya di Desa Tawangsari, Pujon. Sederet kegiatan yang ada yakni pemberian paket, penyuluhan stunting, pemeriksaan kesehatan, hingga permainan edukatif ke anak-anak sekolah dasar (SD). Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada 15 April 2023 itu membawa rombongan yang menarik. Ada tim Rumah Sakit UMM beserta ambulans, mobil Kamis Membaca (KaCa) dan mobil Bakti untuk Bangsa (Terbang), hingga panitia semarak Ramadan Kampus Putih. Kedua mobil itu memang sering datang ke berbagai wilayah dan lokasi untuk meningkatkan literasi. Kedatangan UMM disambut baik oleh warga, salah satunya Heni Tri Susanti. Ia menilai pemeriksaan kesehatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Palign tidak mereka bisa tahu kondisi tubuhnya secara umum. Pun dengan penyuluhan terkait kesehatan dan stunting kepada ibu-ibu dan balita. “Penyuluhan UMM tentu memberikan kontribusi positif dan meningkatkan kesadaran warga akan kesehatan. Banyak warga yang meskipun merasa sakit, tapi tidak segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan,” kata perempuan yang juga menjadi bidan itu. Ia berharap Kampus Putih tidak hanya datang ke Tawangsari saja, tapi juga ke berbagai daerah lain. Dengan begitu, kemanfaatan yang diberikan bisa semakin meluas. Ia juga ingin silatruahmi baik antara desa dan UMM bisa berlanjut di kegiatan-kegiatan lain. Misalnya dengan pelatihan atau penyuluhan di bidang yang dibutuhkan. Hal serupa juga disampaikan kepala SDN 1 Tawangsari, Pujon. Menurutnya, anak-anak antusias dengan kedatangan dua mobil edukatif UMM. Ada banyak buku yang disediakan sehingga mendorong minat baca anak-anak. “Di sekolah memang sudah ada perpustakana dengan berbagai buku, tapi acara seperti ini memang diperlukan. Hal itu karena anak-anak merasa ad aprogram baru dan membuat mereka bersemangat kembali. Apalagi dengan berbagai games yang disediakan tim UMM,” tambahnya. Umi juga sempat mengobrol dan bertanya tentang kegiatan mobil-mobil edukatif UMM. pihaknya ingin mobil KaCa dan Terbang bisa datang lagi. Syukur-syukur bersama dengan mobil Bioskop Keliling, sehingga makin menarik. Bukan hanya bagi anak-anak SD, tpaip juga bagi warga sekitar. Di sisi lain, Koordinator Baksos dr. Sri Adila Nurainiwati, Sp.KK menjelaskan bahwa agenda ini memang sesuai dengan misi UMM, utamanya bersinergi dengan pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Maka dari itu, pihaknya datang dengan memberikan penyuluhan serta memberikan paket-paket yang menunjang nutrisi dan mencegah stunting. “Kami juga datang bersama dokter spesialis anak untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu agar tahu bagaimana cara agar anak terhindar dari stunting. Semoga apa yang kami lakukan ini paling tidak bisa menurunkan angka stunting di daerah-daerah. Selain di Pujon, kami juga akan menyambangi Jabung,” kata dosen FK UMM spesialis kulit dan kelamin tersebut. Antusiasme juga datang dari anak-anak SD, salah satunya Ayla Medina Zahra. Ia senang karena buku yang disediakan sangat bagus dan cukup lengkap. Apalagi kegiatan menarik dari pihak luar seperti ini jarang mereka rasakan. “Banyak games dan permainan menarik. Kakak-kakak dari UMM juga menyediakan banyak doorprize yang bikin kami makin bersemangat,” pungkasnya. (wil)

Deddy Mizwar di Tadarus Ramadan UMM: Dakwah Bisa lewat Tontonan

Berdakwah melalui seni dan budaya di masa kini jauh lebih mudah ketimbang beberapa puluh tahun yang lalu. Hal itu ditegaskan Deddy Mizwar dalam Tadarus Ramadan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 14 April 2023 lalu. Turut hadir Muhammad Dwiki Dharmawan yang juga menjadi pemateri. Keduanya memberikan inspirasi bagaimana strategi berdakwah yang baik melalui seni dan budaya. Kedatangan Deddy juga dimeriahkan dengan penampilan teater mahasiswa Kampus putih UMM serta angklung musisi jalanan Malang. Dilengkapi dengan pelukis alumnus UMM yang melukis dome UMM secara live menggunakan kedua kakinya. Lebih lanjut, menurut Deddy, saat ini membuat film ataupun konten berisi kebaikan bisa menggunakan telepon genggam saja. kemudian ditayangkan di berbagai alternatif media yang bisa dilihat banyak orang. Berbeda dengan zaman dulu yang hanya punya dua alternatif, televisi (TV) atau layar lebar. Ditambah dengan biayanya yang tidak murah. “Maka tentu jauh lebih mudah ketimbang dulu. Jadi, dakwah lewat seni dan budaya saya kita harus banyak dan harus lebih kreatif. Adapun tantangan yang harus dihadapi di masa kini adalah konten apa yang akan dibuat dan seberapa menarik konten itu,” tambahnya. Deddy juga sempat menceritakan awal mula upayanya membuat konten dengan muatan religius Islmai. Ia merasa, dulu, beragam tontonan eletkronik tidak menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Meski lebih dari 85% warga negaranya adalah muslim, tapi tayangan yang tersedia tidak mencerminkan fakta itu. Kemudian ia memulai gerakan membuat tontonan dengan unsur islami di dalamnya. Berawal dari mendapat kesempatan mengisi ruang di salah satu TV swasta. Yakni dengan membuat serial berjudul Abu Nawas. Namun, ia mengaku upaya itu sangat tidak mudah. Ia harus bisa meyakinkan bahwa konten Islami akan banyak disukai masyarakat. “Bahkan saat itu, saya bilang ke pihak TV bahwa mereka tidak perlu membayar saya sebagai produser. Bayar saya kalau saya main di dalamnya sebagai aktor. Tapi dalam hati, saya sangat yakin bahwa keluarga Islam di Indonesia memang sangat membutuhkan tayangan dengan muatan Islami,” tegas pria yang juga menjadi Dewan Pakar LSB PP Muhammadiyah itu. Deddy juga menilai bahwa film itu ibarat sihir. Bisa membuat penontonnya menangis, tertawa maupun marah hanya lewat gambar dan video. Maka, penetrasi film tentu sangat mempengaruhi penontonnya. ia menegaskan bahwa tanggungjawab ini memang harus diemban oleh berbagai elemen masyarakat. Bukan hanya terbatas di TV atau film, tapi juga tontonan yang ada di media sosial secara luas. Terahir, ia juga mengatakan bahwa film juga menjadi refleksi dari realita yang ada di masyarakat. pun dengan keyakinan bahwa budaya yang beragam milik Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa. Hanya saja kraung optimal dan maksimal dari aspek penggarapannya. “Jika ada yang bertanya kenapa saya berupaya membuat film dan konten religius islami, saya akan menjawab bahwa itu adalah bentuk rasa syukur. Utamanya atas karunia dan kemampuan membuat film yang telah dianugerahkan Allah kepada saya dalam hidup ini. Kalau saya bikin tontonan yang tidak jelas, untung secara finansial belum tentu didapat. Malah rugi karena memberikan hal yang tidak baik. Sebaliknya, tontonan islami mungkin belum memberikan untung secara materi, tapi saya sudah pasti untung karena bernilai ibadah,” pungkasnya mengakhiri. (wil)

Masih Kesulitan Ajarkan Anak Puasa? Ini Tips dari Dosen FKIP UMM

Berpuasa adalah salah satu ibadah yang memiliki banyak manfaat, baik secara kesehatan, sosial, maupun spiritual. Dalam membantu anak-anak memperoleh manfaat-manfaat tersebut, orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak untuk berpuasa. Namun, adapula nilai spiritual yang tak kalah penting, yaitu takwa. Dr. Nurbani Yusuf, M. Si, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelaskan bahwa takwa adalah kesadaran seseorang akan keberadaan Allah SWT. Pun dengan usaha untuk hidup sesuai dengan ajaran-Nya. Dalam konteks puasa, takwa juga dapat diartikan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran diri dan mengendalikan hawa nafsu. Sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan benar dan penuh kesadaran. Sebagai orang tua, penting untuk memperhatikan nilai takwa dan mengajarkan anak-anak untuk menjalankan puasa dengan benar. Bukan sekadar menjadi rutinitas atau kebiasaan semata. “Orang tua harus memberikan pengertian mengenai arti puasa dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tegas Nurbani. Selain itu, Nurbani juga menyampaikan, teladan yang baik juga perlu diberikan. Orang tua harus menjadi contoh yang baik dan konsisten dalam menjalankan puasa dengan tekun dan tulus. Orang tua juga harus memperhatikan dan mendukung anak-anak, mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan ibadah. “Namun perlu diketahui bahwa, tidak semua anak-anak mudah diajari untuk berpuasa. Anak-anak yang masih sangat kecil atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu mungkin kesulitan dalam menjalankannya. Oleh karena itu, orang tua harus menyesuaikan kemampuan anak-anak secara individual, serta metode pengajaran yang sesuai,” tegasnya. Nurbani pun berbagi beberapa tips dan strategi agar anak-anak dapat berpuasa dengan baik dan menyenangkan. Diawali dengan membuat jadwal puasa yang sesuai dengan kemampuan anak. Orang tua dapat memulai dengan memperkenalkan puasa pada hari-hari tertentu seperti Senin dan Kamis, atau hanya beberapa jam saja pada awalnya. “Kemudian, secara bertahap meningkatkan durasi dan frekuensi puasa sesuai dengan kemampuan anak,” katanya. Selain itu, orang tua juga harus memberikan dukungan moral dan motivasi selama proses belajar berpuasa. Ini dapat dilakukan dengan memberikan pujian, hadiah kecil, atau memberikan contoh yang baik dalam menjalankan puasa. Terakhir, menerapkan pengaturan jadwal yang baik. Anak-anak yang berpuasa membutuhkan istirahat yang cukup dan pola makan yang seimbang. “Pastikan anak-anak kita mendapatkan cukup waktu istirahat dan makan makanan yang sehat saat berbuka maupun sahur,” pesannya. Nilai-nilai dalam puasa juga harus dijelaskan seperti takwa, seperti kesabaran, keikhlasan, dan kemurahan hati. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh menjadi individu yang berakhlak baik dan mampu menjalankan kewajiban agama dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. “Dalam Islam, puasa diwajibkan bagi setiap muslim dewasa atau balig. Biasanya mereka yang sudah mencapai pubertas berada di kisaran usia 12-15 tahun. Tetapi orang tua sudah bisa mendidik anak-anak mereka untuk berpuasa sebelum waktu tersebut dengan memperhatikan hal-hal tadi,” pungkasnya. (rul/wil)

Musisi Senior ini Jelaskan Cara Dakwah dengan Musik di Tadarus Ramadan UMM

Tanpa harus dilabeli dengan sebutan lagu religi,  musik akan selalu memiliki peran besar dalam media dakwah. Hal itu disampaikan oleh seorang musisi sekaligus komposer Muhammad Dwiki Dharmawan dalam Tadarus Ramadhan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan yang dihadiri ribuan peserta itu diselenggarakan pada 14 April 2023 lalu di Dome UMM. Menariknya, Dwiki juga sempat mengiringi para peserta bernyanyi lagu sang Surya dengan penampilan pianonya. Bahkan tampil bersama istrinya, Ita Purnamasari, menyanyikan dua lagu untuk menghibur dan menyapa para penonton. Salah satunya berdujul “Dengan Menyebut Nama Allah”. Mengangkat tema besar strategi dakwah dalam melalui seni dan budaya, Dwiki mengatakan, dakwah melalui industri musik memiliki pengaruh yang sangat besar. Bukan hanya untuk muslim saja, tapi juga bagi umat beragama. Banyak sekali musik yang diciptakam dan menceritakan tentang kepedulian tentang sesama maupun lingkungan. “Musik di indonesia menjadi sebuah legenda. Musik Indonesia juga akan selalu berkesan di hati para pendengarnya. Oleh sebab itu, musik bisa menjadi sebuah sarana dakwah yang strategis dan jitu,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dwiki menegaskan bahwa kekuatan musik di Indonesia sangat jelas terlihat dari antusiasme para penonton yang ada di beragam konser. Apalagi alunan musik juga sering terdengar dari berbagai tempat seperti kafe, tempat nonggkorng, taman dan lainnya. “Musik dan dakwah bisa sangat cocok, karena musik memiliki efek untuk membangkitkan semangat dan juga pencair suasana,” kata Dewan Pakar LSB PP Muhammadiyah itu. Salah satu lagu religi yang ia ciptakan adalah “Dengan Menyebut Nama Allah”. Menurutnya, lagu yang lahir di era 90 an itu menjadi sangat populer dan selalu diputar saat bulan ramadan. Lagu itupula yang akhrinya membawanya melahirkan lagu-lagu religi baru sebagai sarana dakwah. Menariknya, Dwiki juga menjadi salah satu orang dibalik lagu-lagu yang lahir dari Muhammadiyah. Dua diantaranya yaitu komposer dari lagu 100 tahun Muktamar Muhammadiyah dan juga hymne PKU Muhamadiyah. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa suasana tadarus kali ini sedikit berbeda. Hal itu tak lepas dari hadirnya dua insan kreatif yang mampu berdakwah melalui karyanya. Ia menjalaskan bahwa Deddy dan Dwiki bukan orang asing, karena keduanya merupakan bagian dari dewan pakar LSB Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Fauzan juga menjelaskan, dalam menghadapi Ramadan, UMM senantiasa menghadirkan banyak tokoh dan beragam kegiatan. Bukan hanya dari satu lingkaran keyakinan saja, tapi juga mengundang mereka yang memiliki latar belakang berbeda. “Kami juga melaksanakan sederet misi kemasyarakatan ke berbagai tempat. Misalnya dengan menyambangi Lapas Perempuan Kelas II A Malang hingga sahur bersama warga di Jodipan. Semua itu dilakukan sebagai bentuk menebar manfaat ke sesama,” pungkasnya. (zak/wil)

UMM Kerahkan Tiga Mobil Andalan, Hibur Anak-Anak SD di Gresik

Bulan Ramadan menjadi bahan bakar tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengunjungi berbagai daerah. Terbaru, bersama tim Rumah Baca Cerdas (RBC) Malik Fadjar, mereka menyambangi SD Muhammadiyah 2 GKB, Gresik pada 13 April 2023 lalu. Di sana, UMM mengajak anak-anak untuk mendongeng, bermain games, belajar skill baru, hingga membaca buku yang tersedia di Mobil Kamis Membaca (KaCa) dan mobil Bakti terhadap Bangsa (Terbang). Bahkan juga menutup agenda dengan menonton film edukatif bersama lewat Mobil Bioskop Keliling (Bioling). Rangkaian kegiatan itu diapresiasi oleh Wakil Kepala bagian Pendidikan dan Pembiasaan Karakter SDM 2 GKB Aditama, S.Pdi. Menurutnya, beragam games dan acara membuat anak-anak tertarik dan ikut asyik. Bukan hanya bermain semata, tapi ada nilai-nilai baik yang bisa diambil. “Kebetulan, kedatangan UMM berbarengan dengan agenda Funtastic Ramadan kami. Kolaborasi ini tentu semakin membuat anak-anak antusias untuk meramaikan Ramadan dengan kegiatan positif. Semoga tiga mobil unik nan menarik UMM juga bisa mengunjungi dareah-daerah lain untuk menghibur dan mengedukasi anak-anak,” harapnya. Di sisi lain, Kepala Divisi Layanan Informasi Publik UMM Maharina Novia Zahro, M.Ikom. mengatakan bahwa timnya memang sengaja menyiapkan berbagai tipe agenda. Dengan begitu, anak-anak diharapkan tidak bosan karena penampilan yang monoton. Ada permainan ular tangga karakter, mendongen dengan boneka, mitigasi bencana, hingga menonton film-film karya anak-anak lokal. “Alhamdulillah, anak-anak antusiasi mengikuti acara dari siang hingga malam hari. Kami juga sudah menyiapkan sederet doorprize bagi mereka yang aktif berpartisipasi, bermain, dan belajar bersama. Semoga bisa memberikan kesan yang baik dan menyenangkan bagi anak-anak,” tambahnya. Maharina, begitu ia kerap disapa, mengaku bahwa tiga mobil andalan UMM ini memang sudah mengaspal ke berbagai daerah dan beragam situasi. Mulai dari Madura, Madiun, Probolinggo, Gresik dan sederet wilayah lainnya. Baik itu ke sekolah, menghibur penyintas saat bencana, maupun kolaborasi bersama. Tujuannya tentu untuk memberikan literasi dan kegiatan edukatif bagi beragam elemen masyarakat. Antusiasme juga ditunjukkan oleh anak-anak SDM 2 GKB, salah satunya Callysta Mozza Fahrudi. Ia yang ikut bermain mengatakan senang dan terkesan. Banyak permainan seru serta buku cerita menarik yang bisa ia nikmati. Pun dengan materi mitigasi bencana yang dibawakan dengan menarik. “Seru banget, semoga nanti kakak-kakak UMM bisa kembali datang ke sekolah kami. Memberikan materi baru, permainan baru, dan juga film lucu lainnya. Filmya membuat saya dan teman-teman tertawa keras karena lucu,” pungkasnya. (wil)

Vokasi UMM Boyong Industri ke dalam Kampus

Secara umum, proses pembelajaran di kampus biasanya dilakukan di dalam sebuah kelas. Kegiatan mencatat materi yang dijelaskan oleh dosen menjadi hal yang sering kali dijumpai. Namun, proses pembelajaran itu tidak dilakukan oleh mahasiswa vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berlokasi di Jalan Raya Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Jika dilihat, kampus ini seolah menjadi industri atau perusahaan yang lengkap dengan para pekerja di dalamnya. Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM, Assoc. Prof. Dr. Tulus Winarsunu, M.Si mengatakan kampus vokasi ini memang menerapkan konsep pembelajaran Factory Training and Production Collaboration Project. Yaitu proses pembelajaran yang disebut dengan authentic learning atau pembelajaran secara nyata atau yang sebenarnya. “Untuk mendukung situasi nyata itu, maka vokasi UMM mengajak mitra industri untuk masuk ke dalam kampus berkolaborasi langsung dengan mahasiswa kami. Sehingga praktisi yang dihadirkan bukan hanya sebagai dosen tamu atau pemberi dana saja, tapi benar-benar mengajari bagaimana industri berjalan,” jelas Tulus. Lebih Lanjut, ia juga menjelaskan prinsip teaching factory (TEFA) yang dikembangkan di UMM. Salah satunya yakni mahasiswa yang tidak hanya melakukan research saja, tapi juga turut andil dalam memproduksi barang sampai dengan pemasaran yang dilakukan bersama mitra perusahaan. “Konsep seperti ini bisa disebut dengan gain gain solution. Di mana masing-masing pihak, baik dari perusahaan maupun kampus juga mendapatkan keuntungan,” ungkap Tulus. Menariknya, para mahasiswa vokasi UMM juga mendapatkan keterampilan yang bersifat multidimensi. Maksudnya yakni mendapatkan kemampuan utama (hardskill) di bidang keilmuan masing-masing serta soft skill yang dapat berjalan beriringan. Menurut Tulus, di zaman yang serba modern ini, soft skill masih dan akan terus dibutuhkan dalam proses industri. “Seperti yang kita ketahui, soft skill merupakan kemampuan untuk melakukan komunikasi dengan baik, berpikir kritis dan juga kreatif. Sehingga barang yang diproduksi oleh mahasiswa nantinya merupakan produk inovasi baru yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi,” kata Tulus. Intinya, proses pembelajaran di Vokasi UMM berutjuan untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berguna untuk masyarakat dan juga bangsa. “Untuk itu, vokasi UMM banyak melakukan kerja sama industri baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Membuka banyak pelatihan-pelatihan yang bisa mengantarkan mahasiswanya untuk berkarir di skala global ,” ungkap Tulus. Terakhir, Tulus juga menjelaskan, ke depannya kurikulum yang digunakan di vokasi UMM akan fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan juga perkembangan zaman. Vokasi UMM tidak mau membuang waktu untuk proses pembelajaran yang biasa-biasa saja. “Karena pada akhirnya, kita tidak akan tahu lulusan-lulusan seperti apa yang akan dipilih dan diterima oleh perusahan. Kalaupun tidak berkarir perusahaan, setidaknya lulusan vokasi UMM sudah memiliki bekal yang mumpuni untuk membuka usahanya sendiri,” pungkasnya. (zak/wil)

PWM Jatim Siap Kembangkan Perbankan Syariah dengan Hasil Triliunan Rupiah

Muhammadiyah tidak lagi bicara di tataran empang lagi, tapi sudah bermain di samudera serta menjadi pioner. Hal itu ditegaskan Sutrisno Lukito, Pendiri Lembaga Ekonomi Umat pada rapat koordinasi Perbankan Muhammadiyah dan penerapan sistem ISS Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim). Agenda yang dilaksanakan pada 12 April lalu di rayz Hotel Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini dihadiri sederet tokoh dan ahli untuk berdiskusi terkait ekonomi. Termasuk pengembangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Sutrisno, begitu ia kerap disapa, melanjutkan bahwa BPRS yang dibentuk akan menjadi cikal bakal Bank Muhammadiyah di masa depan. Maka, PWM Jatim harus menjadi pioner dalam bergerak dalam aspek jihad ekonomi. Bagaimana Muhammadiyah bisa memulai dengan modal sekecil-kecilnya dan menghasilkan sebanyak-banyaknya. “Tentu harus ada target yang dibuat dan dituju. Misalnya saja dengan modal 400 miliar rupiah, dalam dua tahun harus menghasilkan empat triliun rupiah. Saya rasa target itu sangat realistis mengingat jaringan Muhammadiyah yang begitu besar. Ini menjadi modal yang luar biasa,” kata Sutrisno. Ia juga menjelaskan bagaimana aplikasi keuangan yang terousat akan memberikan kemudahan. Misalnya saja pembayaran rumah sakit Muhammadiyah bisa dilakukan lewat aplikasi Bank Muhammadiyah. Pun dengan pembiayaan obat, sekolah, dan lain sebagainya. Turut hadir Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat, UMKM, dan Industri Halal PWM Jatim Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah sudah sangat baik dalam memberikan solusi di aspke kesehatan, pendidikan, dan sosial. Maka, saat ini Muhammadiyah harus melebarkan sayapnya untuk pengembangan ekonomi yang mana tujuannya untuk mengatasi persoalan ketimpangan ekonomi di masyarakat. “Bukan hanya seminar-seminar ekonomi saja, tapi benar-benar bisa memberikan kontribusi dan terobosan untuk mensejahterakan umat,” tambah pria yang juga wakil rektor II UMM. Sementara itu Ketua PWM Jatim Dr. dr. Sukadiono MM. mengatakan bahwa PWM Jatim harus bisa menjadi pioner dan percontohan bagi warga Muhammadiyah lainnya. Apalagi jihad ekonomi juga sudah ditegaskan pada Muktamar Muhammadiyah di Makassar beberapa tahun lalu. Saat ini, menurutnya jihad ekonomi yang digalakkan masih belum maksimal. “UMM mungkin sudah mengambil peran dalam implementasi jihad ekonomi dengan unit-unit bisnisnya. Maka, hal itu harus ditularkan ke perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) dan pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) lainnya agar semakin memberikan manfaat,” katanya. Sukadiono juga menegaskan, dalam berjihad ekonomi harus melihat berbagai potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Misalnya saja di Jombang yang kini sedang mengembangkan peternakan ayam petelur yang bekerjasama dengan BPRS UMM dalam menjalankannya, Hal itu bisa ditiru oleh teman-teman Muhammadiyah lain. Terakhir, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung pembentukan BPRS. Hal itu sejalan dan sesuai dengan jihad ekonomi yang sudah digalakkan oleh Muhammadiyah selama ini. Pun juga menjadi salah satu upaya kontribusi, berbagi, dan terobosan mensejahterakan masyarakat. (wil)

UMM Undang Kepolisian untuk Berbagi Spiritual Ramadhan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selalu menjalin sinergisitas bersama dengan banyak pihak untuk menebar manfaat, termasuk di dalamnya pihak kepolisian. Hal tersebut disampaikan oleh Moh. Nurhakim, M.Ag. Ph.D. dalam kajian Ramadhan UMM bersama kepolisan pada 10 April 2023 lalu. Turut hadir para dosen dan karyawan Kampus Putih pada agenda itu. Nurhakim selaku Asisten Khusus Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tersebut juga menyampaikan bahwa hubungan harmonis antara UMM dengan kepolisian harus tetap terjalin. “UMM dengan kepolisian harus jalan beriringan. Dengan kerjasama yang baik, tentu akan muncul banyak kebaikan dan kebermanfaatan pula. Mulai dari tingkat Polsek, Polres, Polda, hingga Polri. Hubungan tersebut harus tetap terjalin dengan harmonis, mengingat banyak hal yang perlu kita garap bersama, baik dari segi keamanan maupun pengembangan,” ungkapnya. Sementara itu, tim kepolisian Polres Batu Totok Harianto, S.H., M.H. menyampaikan bahwa tingkat spiritualitas masyarakat saat Ramadan meningkat. Hal tersebut juga berefek dari turunnya tindak kriminal yang terjadi. “Bulan ini juga cocok untuk bersilaturahmi, baik antar manusia ataupun antar lembaga. Semoga Ramadan ini bisa menjadikan kita manusia yang lebih baik. Menghindari dosan dan juga menjaga kita dari kejahatan,” tuturnya. Hal serupa juga disampaikan AKP Anton Widodo, S.H., M.H. selaku Kapolsek Lowokwaru dan Kompol Triwik Winarti, S.H., M.H. selaku Kapolsek Kecamatan Dau. Mereka menyampaikam apresiasi tinggi pada Kampus Putih atas beragai capaian yang diraih. Termasuk bagaimana mahasiswa UMM bersikap selama ini. Anton menyebut bahwa para mahasiswa UMM tidak pernah terlibat tindak pidana di wilayah keluarahan lowokwaru. “Mahasiswa UMM ini sangat spesial, dalam artian tidak pernah terlibat kasus apapun di wilayah Lowokwaru. Menurut laporan warga, anak-anak juga cukup baik dalam bersikap,” jelasnya. Anton juga memaparkan bahwa hubungan pihaknya dengan UMM sudah terjalin lama, bahkan sejak kampus ini berdiri. Menariknya, UMM juga selalu menjaga hubungan dengan baik dan tidak pernah memutus komunikasi dengan pihak kepolisian. Sekalipun ada perubahan Kapolsek. Di sisi lain, Winarti melihat bahwa wilayah UMM ini sangat unik, terutama kampus III. Hal itu tak lepas dari letaknya yang berada di dua kecamatan, sebagian ada di Kota Malang dan sebagian lainnya ada di Kabupaten Malang. Maka menurutnya, sinergisitas dan kesepahaman hars terus dijaga agar pengamanan dan kebermanfaatan bisa tetap dijalankan. “Utamanya sepanjang bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti. Jangan sampai ada kesalahpahaman informasi,” katanya. Terakhir, Winarti juga berpesan pada sivitas akademika untuk terus taat dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan juga bsia menorehkan prestasi membanggakan untuk mengharumkan nama kampus, lebih luas nama Malang. (faq/wil)

Makan saat Imsak Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Dosen UMM

Bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, imsak bukanlah hal yang asing. Imsak sering kali diartikan sebagai penanda akan berakhirnya waktu sahur dan dimulainya waktu puasa.  Agus Supriadi, Lc., M.H.I selaku Dosen Fakultas Agama Islam, Prodi Hukum Keluarga Islam UMM menjelaskan, secara kebahasaan imsak, al imsak, atau as shoum berarti menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Imsak memiliki kesamaan makna dengan puasa, yaitu menahan diri. Literasi imsak sendiri terkenal di Indonesia dan memiliki pengkhususan makna. Merujuk pada tahun 1400-an, imsak mulai terdengar di era Turki Usmani dan juga Mesir. Imsak yang dimaksud adalah momen 5-10 menit sebelum azan subuh berkumandang.a I Kementerian Agama Indonesia melalui tim hisab dan rukyat pada tahun 2016 dan juga para ulama Indonesia menyepakati penjadwalan khusus terkait waktu imsak. Jadwal tersebut digunakan sebagai pengingat atau lampu kuning bagi orang yang berpuasa untuk segera bersiap menahan diri dari berbagai hawa nafsu, termasuk makan dan minum. “Biasanya waktu imsak digunakan untuk membersihkan diri atau mulut dari sisa-sisa makanan setelah sahur. Bisa dengan berkumur atau juga menyikat gigi,” tambahnya. Lantas, bagaimana hukumnya jika seseorang makan dan minum pada waktu imsak? Dosen UMM yang akrab disapa Agus tersebut menjelaskan, bahwa makan dan minum ketika waktu imsak diperbolehkan. Hal itu dikarenakan pada dasarnya waktu berpuasa dimulai ketika azan subuh berkumandang. “Dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘Anhu bahwa rasulullah menjelaskan jarak antara azan dan sahur yakni sekadar membaca 50 ayat. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,” kata Agus. Dari hadist tersebut, Kemenag di Indonesia menyepakati bahwa waktu imsak yakni kurang lebih 5-10 menit sebelum subuh. Perlu diingat, imsak bukan pertanda wajib bagi kita untuk menghentikan sahur. “Imsak itu sebagai lampu kuning atau kehati-hatian saja agar kita tidak kebablasan ketika sahur,” ungkap Agus mengakhiri. (sep/wil)