Beri Kontribusi Pendidikan, Alumni UMM ini Terpilih Jadi Presiden IELTA dan Diundang ke Korea

Di era 5.0 seperti saat ini, banyak kemudahan yang didapat oleh manusia, khususnya terkait teknologi. Hal itu juga dimanfaatkan oleh Urifah, salah seorang pemerhati pendidikan yang juga alumni Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Apalagi dua tahun belakangan, pandemi membatasi gerakan dan interaksi manusia, termasuk di dunia pendidikan. Meksi begitu, Urifah memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan baik untuk melakukan kegiatan kolaborasi. Tidak hanya di level nasional tapi juga internasional. Ia juga mengikuti berbagai kegiatan pendidikan secara daring yang diselenggarakan berbagai negara. Keaktifan dan sederet kontribusinya tersebut membuat Urifah dikenal oleh banyak orang dari sederet negara. Khususnya dari kalangan guru, pakar, dan pemerhati pendidikan. Tak jarang ia menjadi pemateri di acara kolaborasi antar sekolah seperti di India, Kolombia, Taiwan, Rumania, Filipina dan lainnya. Kajian yang ia lakukan juga menarik yakni pendidikan, SDGs, budaya serta lingkungan. Berkat kemampuannya yang mumpuni itu, Urifah sukses terpilih menjadi Presiden International English Language Teachers Association (IELTA) yang anggotanya terdiri dari guru bahasa Inggris dari Indonesia, Korea Selatan, Nepal, Bangladesh, Argentina, Mesir, Malaysia dan banyak negara lain. Terbaru, perempuan asal Malang ini diundang untuk menghadiri agenda kolaborasi yang dilaksanakan di Korea Selatan. Tepatnya di International Conference on Education di Sejong pada 20-24 Oktober 2022. Ada 60 perwakilan guru dan praktisi pendidikan yang juga hadir di ajang tersebut. Mereka melakukan diskusi, sesi perkenalan, materi dari kementerian pendidikan Korea Selatan dan sederet lainnya. Urifah juga berkesempatan berkunjung dan mengajar di Dajeong School. Ia bahkan ditemani kepala sekolah untuk memberikan materi serta mendidik siswa-siswi di sana. “Tentu ini kesempatan yang langka saya bisa berinteraksi langsung dengan siswa dan guru di sini. Apalagi sebelumnya kita lebih sering bersua lewat platform daring. Di sini, pendidikan tertata dengan sangat baik dan memiliki kurikulum inovaitf, sederhana dan maju sehingga memberikan kegembiraan. Mudah-mudahan hal ini bisa memberikan wawasan baru bagi pendidikan di Indonesia,” katanya. Sebelumnya, urifah juga diundang ke beberapa agenda serupa di negara lain. Salah satunya di India yang memberikan pengalaman unutk mengajar dan berinteraksi dengan masyarakat di sana. Ia berharap, apa yang ia dapat di India dan Korea Selatan bisa dibagikan kepada guru-guru lainnya agar mampu memajukan pendidikan Indonesia. (wil)
Humas Infokom UMM Dipercaya Wakili Jatim di Ajang Anugerah Humas Diktiristek Nasional

Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Berkat komitmen dan kerja kerasnya, Humas Infokom UMM berhasil mendapatkan nilai terbaik Anugerah Humas Diktiristek (AHD) tahun 2022 perguruan tinggi swasta (PTS) Jawa Timur. Adapun Ajang ini diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah (LLDIKTI) VII Jawa Timur pada September lalu dan pengumuman pemenangnya pada Oktober 2022. Kepala Humas Infokom UMM, M. Isnaini, M.Pd. mengatakan, upaya branding yang dilakukan UMM ini berdasarkan perencanaan yang target yang matang. Selain bertujuan untuk mem-branding Kampus Putih, usaha ini juga sebagai cara untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Apalagi program tersebut merupakan prioritas utama dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-ristekdikti). Lebih dari itu, tim kami juga terus berupaya untuk melakukan publikasi media siber maupun cetak. Begitupun dengan berbagai video menarik dan unik yang ditayangkan melalui platform Youtube. “Belakangan ini, strategi dan objek branding kami memang banyak mengalami penyesuaian. Salah satunya karena adanya program Center of Excellence (CoE) garapan UMM yang berhubungan erat sebagai implementasi nyata MBKM pemerintah,” tutur dosen pendidikan bahasa Indonesia itu. Ada sederet kriteria yang dinilai dalam kompetisi ini yakni konten dan desain, strategi pengelolaan, engagement, ragam media sosial, serta kelengkapan laporan kehumasan. Terkait desain, Krisna, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa UMM memiliki kekhasan dalam desain dan konten. Hal itu tidak langsung membuat warganet mengetahui bahwa konten terkait merupakan karya Kampus Putih. Strategi pengelolaan juga aspek yang selalu diperhatikan oleh Krisna. Berkat itu, Humas Infokom UMM sukses mendapatkan banyak pengikut. Misalnya saja follower Instagram UMM yang mencapai lebih dari 108.000 follower. Pun dengan akun TikTok Kampus Putih yang memiliki lebih dari 65.000 followe serta Youtube yang memiliki 72.000-an subscriber. “Bukan hanya dari jumlah, tapi engagement di tiap-tiap media sosial juga tinggi karena kami memproduksi konten secara rutin. Terutama konten yang memiliki kebaruan dan menarik,” tambahnya. Dosen asli Lombok itu juga mengatakan bahwa semua upaya tak lengkap jika tidak ada laporan kehumasan yang tertata. Menurutnya, berangkat dari laporan, timnya bisa memberikan kebijakan dan strategi untuk menyajikan informasi terbaik dan terbaru tentang Kampus Putih UMM. “Prestasi ini memang membanggakan, namun juga menjadi dorongan agar mampu meraih prestasi bergengsi lain karena bagi kami tak mudah berpuas diri. Apalagi kami akan mewakili Jawa Timur pada ajang serupa di level nasional. Semoga kami bisa memberikan hasil terbaik bagi UMM dan LLDIKTI Wilayah VII,” harapnya. (wil)
Sandiaga Uno Ucapkan Terima Kasih untuk CoE UMM

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut bahwa dunia di masa depan membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkemajuan. Salah satu yang ia apresiasi adalah upaya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Center of Excellence (CoE) dan Center for Future of Work (CFW). Hal itu ia sampaikan saat meresmikan Singhasari Animation and Film Factory di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari pada Selasa, 25 Oktober 2022. Sandiaga, sapaan akrabnya telah mengetahui jika UMM berkomitmen sejak awal untuk mendukung Indonesia emas 2045. Dibuktikan melalui sederet program menarik yaitu CoE dan CFW. Ia menilai dua program itu sangat strategis. Utamanya dalam upaya menghasilkan SDM berkualitas untuk menyongsong masa depan yang penuh dengan inovasi teknologi. “Saya sangat mendukung program CoE dan CFW dari UMM. menurut saya, ini adalah komitmen strategis untuk mengisi lapangan kerja kita di masa depan. Karena kan future work memang harus berkemajuan. Terima kasih atas dukungan UMM dalam aspek ini,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, David Santoso selaku CEO KEK Singhasari mengapresiasi Kampus Putih UMM karena berkenan untuk melakukan kolaborasi. Baginya, UMM telah banyak membantu lewat CoE yang dapat menghasilkan ekosistem bermutu. “2024 kita akan ke fokus ke pendidikan. Ada beberapa institusi pendidikan luar negeri yang telah bekerja sama dan rencanannya akan segera kami bangun. Pihak kami akan tentu akan terus berkoordinasi dengan UMM karena memang UMM merupakan lakon KEK Singhasari di bidang pendidikan,” tambahnya. Lebih lanjut, ia mengaku sejak 2018 sudah banyak berdiskusi dengan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. Khususnya mengenai ekosistem teknologi. Apalagi mengingat bahwa pusat teknologi tidak bisa berdiri sendirian kalau tidak punya satuan pendidikan yang berorientasi masa depan. “Saya berterima kasih karena UMM menangkap dan memiliki visi yang sama sehingga dapat berkolaborasi dengan KEK. Ditambah dengan dukungan pemerintah pusat yang mengamini untuk menciptakan terobosan di bidang pendidikan,” kata David. Sementara itu, Fauzan selaku Rektor UMM mengatakan jika Kampus Putih ingin menjadikan KEK bidang pendidikan sebagai tempat untuk memberikan solusi masalah sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan hadir sebagai salah satu instrumen untuk mengembangkan teknologi dan memanfaatkannya. Apalagi jika mengingat bahwa mahasiswa saat ini akan menjadi pemimpin di masa depan. “Jadi program CoE dan CFW yang dikembangkan UMM ini bukan pendidikan reguler. Tapi menjadi program model pendidikan training. SDM di Indonesia juga bukan hanya berbasis ijazah saja kan, ada juga yang berbasis non ijazah,” pungka rektor asal Kediri itu. Turut hadir dalam acara peresmian Singhasari Animation and Film Factory tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dan Jonathan Alan sebagai perwakilan Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya serta Perwakilan Konsulat Jenderal Australia, Fiona Hoggart. (ros/wil)
Hadirkan Pemateri Andal, UMM Bahas Sebab Multikulturalisme di Asia dan Tantangannya

Bangsa Asia adalah bangsa yang sangat kaya dengan keberagaman. Baik suku, budaya, agama, ras, hingga bahasa sehingga dibutuhkan kesadaran serta orientasi sosial untuk mendeskripsikan fenomena multikulturalisme. Hal tersebut diutarakan oleh Prof. Dr. Albertus Fenanlampir, S.Pd., M.Pd., AIFO selaku guru Besar Universitas Pattimura di seminar Multiculturalism for the Human Development in Asian Community. Adapun kegiatan ini dilaksanakan oleh Center For Asian Studies Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (19/10) di Aula GKB 4 lantai 9. Fenanlampir sapaan akrabnya membahas terkait awarness and people oriented in Asian multiculturism. Menurutnya, benua asia adalah benua terbesar di dunia yang meliputi 30% luas daratan bumi, 44,58 juta km persegi atau sekitar 4,38 kali lebih besar dari Benua Eropa dan menyumbang 30% total daratan bumi. “Selain itu, Asia merupakan tempat berkembangnya agama besar di dunia. Asia menjadi tempat kelahiran agama besar dan ratusan agama kecil. Semisal, Hindu dan Budha berasal dari India, Kesten Protestan dan Kristen Katolik berasal dari Yerusalem, kong Hu Chu berasal dari Tiongkok dan Islam yang berasal dari Arab Saudi,” terangnya Melalui keberagaman tersebut, tentu akan melahirkan interaksi sosial dari berbagai latar belakang yang berbeda ke masyarakat. Interaksi dan komunikasi antar orang, organisasi, lembaga yang berbeda latar belakang budaya terjadi setiap waktu. Ia mengingatkan bahwa perbedaan dan keanekaragam adalah sesuatu yang alamiah dan setiap orang serta bangsa memiliki keunikan tersendiri. “Memiliki kesadaran sosial dan memahami ragam budaya adalah penting. Kesadaran seseorang untuk bisa membaca, menyadari serta memahami orang disekitarnya dan lingkungannya. Pemahaman tersebut menjadi dasar untuk bertindak secara tepat dalam situasi yang ada,” tuturnya. Selanjutnya ia menjelaskan terkait multikultarisme. Masyarakat Multikultur adalah masyarakat yang terbagi dalam bagian sistem yang berdiri sendiri dan masing-masing bagian sistem terkait oleh ikatan premordial. Baginya, masyarakat Asia sangat multikultural dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa asia adalah rawan bencana sosial. “Di satu sisi, Keberagaman budaya di Asia memang rawan konflik yang membutuhkan solusi kongkret dalam menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga munculah konsep multikulturisme. Multikulturalisme dijadikan acuan terbentuknya masyarakat multikultural yang damai karena terkandung pengakuan akan martabat hidup dengan kebudayaannya masing-masing,” terangnya. Sementara itu, Pradana Boy ZTF, S.Ag., MA., Ph.D. menjelaskan bahwa multikulturalisme dapat terbentuk dari berbagai aspek antara lain perdagangan, perang dan kolonialisme. Terkhusus perdagangan, faktor ini mempertemukan berbagai etnis dalam suatu praktek jual beli barang ataupun jasa. Hal tersebut dibuktikan dengan kedatangan bangsa Arab dan China ke Nusantara pada abad ke 5 Masehi. Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam (FAI) UMM ini mengatakan bahwa dalam aspek kolonialisme, Belanda di Indonesia membentuk multikulturalisme secara tidak langsung. Dapat dilihat dari praktek pengasingan dan mendatangkan pekerja asing dari negara Asia Timur kemudian membentuk sebuah komunitas atau masyarakat dari latar belakang etnis yang bermacam-macam. Apalagi ditambah dengan misi menyebarkan agama yang semakin memperlebar makna multikulturalisme yang buakn hanya berdasar etnis semata. “Misi kolonilisme dalam menyebarkan ajaran kristiani membentuk aspek baru dalam keberagaman umat beragama. Jadi multikulturalisme tidak hanya dilihat dari etnis mapun ras saja,” ucap pria asli Lamongan ini. (haq/ros/wil)
Tingkatkan Minat Berkuliah di Amerika Serikat, UMM-EducationUSA Gelar Pameran Universitas USA

Melanjutkan kuliah di luar negeri merupakan impian bagi sebagian masyarakat Indonesia. Pun dengan upaya untuk bisa menimba ilmu di Amerika Serikat. Terhitung, ada 7500 mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan studi di negeri Paman Sam tersebut. Melihat antusiasme masyarakat Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan EducationUSA selenggarakan Graduate Fair 2022 pada Kamis (20/10) lalu di Dome UMM. Selain seminar, ajang ini juga menyediakan berbagai stand yagn bisa dikunjungi untuk mengetahui cara berkuliah di Amerika Serikat. Salah satu pemateri, Patrick Moore menjelaskan bahwa sebelum memilih universitas, para mahasiswa harus menentukan tujuan utama mengapa mereka mengambil kuliah lanjutan di luar negeri. Setelahnya, para mahasiswa dapat mencocokan universitas dengan program beasiswa yang akan diambil. Apalagi melihat ketentuan yang berbeda di masing-masing beasiswa dan universitas tujuan. “Kalian harus menetapkan tujuan, apakah kalian ingin menambah pengetahuan, menjadi seorang profesional, ataupun ingin berkontribusi di Indonesia melalui kuliah lanjutan tersebut. Tujuan para pendaftar akan berpengaruh pada program-program yang akan ambil kedepannya. Keinginan untuk kuliah secara offline di USA ataupun online di Indonesia juga dapat mempengaruhi program yang akan ambil,” ujar Assistant Director of Graduate Recruitment Office of University of Colorado Boulder tersebut. Lebih lanjut, Patrick sapaan akrabnya juga menjelaskan bahwa pemilihan tempat kuliah tak hanya berpatok pada universitas saja tetapi juga kepada jurusan yang akan diambil. Ada juga perbedaan terkait pemilihan kuliah master dan doktoral. Untuk program master fokus utama pembelajaran adalah menguasai lapangan. Sementara doktoral tak hanya berfokus pada lapangan tetapi juga riset mendalam. “Satu tips lagi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa adalah menyamakan riset yang sedang dikerjakan dengan departemen tujuan. Hal ini akan mempengaruhi proses penerimaan mahasiswa di departemen impian,” kata Patrick. Di sisi lain, Mary K. Treehock mangatakan bahwa kegiatan ini menjadi gelaran keempat yang merupakan hasil kolaborasi UMM dengan EducationUSA. Khusus kali ini, EducationUSA memfokuskan pembahasan pada proses perkuliahan di USA. Pengadaan pameran ini juga bertujuan untuk mewadahi keingintahuan mahasiswa akan beasiswa Full Bright dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ada sederet universitas USA yang tergabung dalam program ini seperti Arizona State University, Indiana University Bloomington, Michigan State University, Northeastern University, dan lainnya. “Perwakilan dari univeritas USA dan berbagai beasiswa akan berbicara di forum seminar. Selain itu kami juga menyiapkan stand-stand bagi mahasiswa yang ingin bertanya lebih lanjut tentang proses pendaftaran. Kami berharap akan ada lebih banyak mahasiswa yang melanjutkan perkuliahannya di USA. Saat ini telah ada 7500 mahasiswa Indonesia di USA dan akan kita targetkan pada tahun 2025 jumlah ini bisa meningkat sebanyak dua kali lipat,” ungkap Assistant Cultural Attache EducationUSA itu. Sementara itu, salah satu pengunjung bernama Nanik mengatakan bahwa ia mendapatkan banyak ilmu dan wawasan terkait beasiswa di luar negeri. Ia juga mendapat pengetahuan tentang beragam universitas yang ada di Amerika. “Saya memang tertarik untuk melanjutkan perkuliahan di luar negeri. Jadi saya langsung mendaftar dan hadir di sini. Semoga kedapannya akan semakin banyak program-program seminar dan pengenalan universitas seperti ini agar banyak orang yang tahu cara dan persiapan yang harus dilakukan,” ujar mahasiswa jurusan bahasa Inggris tersebut. (syi/wil)
Maman Suherman Menangis dalam Bedah Bukunya di Jurusan Bahasa Indonesia UMM

Buku Re: dan Perempuan merupakan buku novel tentang kehidupan pelacur lesbian. Kisah itu juga merupakan hal nyata yang ada dan diteliti saat menyelesaikan proses skripsi. Hal itu disampaikan penulis buku tersebut, Maman Suherman dalam kuliah tamu dan bedah buku pada Selasa (25/10) lalu. Adapun ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Gramedia. Lebih lanjut, Maman, sapaan akrabnya menceritakan meski ia mengambil kriminologi namun ia menyukai sosiologi sastra. Kebetulan yang mengampu saat itu adalah Sapardi Djoko Darmono. Ketika ia menyelesaikan skripsinya, Maman ingin menjadikan karya ilmiahnya itu menjadi sebuah buku. Namun orang-orang pada saat itu lebih menyukai hal-hal bahagia, bukan malah yang sedih dan merana. Ia menjelaskan bahwa semua berawal dari skripsinya yang mengkaji terkait pelacuran lesbian. Demi mendapatkan data yang lebih valid, ia bahkan menjadi sopir pelacur selama hampir dua tahun. Maman berangkat ke Surabaya, Jakarta, Medan, Makassar dan empat kota lainnya. “Jadi Re merupakan nama seorang pelacur lesbian. Ia sebenarnya seorang keturunan ningrat Sunda. Namun karena ia hamil di luar nikah serta malu, ia akhirnya ke Jakarta dan berakhir di pelacuran. Kisahnya memiliki banyak pelajaran yang bisa kita ambil,” terang Maman. Penulis asal Makassar itu menyebut ada banyak hal menarik yang ia ceritakan dalam buku itu. Apalagi semuanya merupakan kisah nyata. Bagaimana sosok Re yang menjadi pelacur dengan merawat seorang anak, kekejaman orang yang mucikarinya, hingga bagaimana ia bertahan di kondisi mencekam hingga maut mendatangi. Pun dengan semangat Re untuk membesarkan anak semata wayangnya. “Di kehidupan nyata, anak Re yang ia besarkan saat ini sudah bergelar doktor,” ungkapnya sambil terseguk haru. Ia juga tak lupa memberikan tips menulis yakni dengan 5R. R pertama adalah reading yakni membaca. Menurutnya penulis yang bagus adalah pembaca yang bagus pula. Kemudian R yang kedua dan ketiga adalah riset dan reliable. Tulisan itu harus ada risetnya serta tidak boleh salah. Sementara dua R yang yang terakhir adalah reflecting dan w(R)ite. Di sisi lain, Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. menilai bahwa sosok Maman Suherman merupakan orang dengan kecerdasan bahasa yang sangat bagus. Terbukti dari karya-karyanya, baik aritkel maupun nover serta banyaknya forum yang mengundangnya. “saya tahu Kang Maman ini dari acara komedi di televisi yakni Indonesia Lawak Club. Salah satu yang paling saya tunggu adalah notulasi Kang Maman yang menarik, padat, dan enak didengar,” tutur Syamsul. Ia berharap kedatangan Kang Maman di Kampus Putih UMM bisa memberikan inspirasi dan energi positif. Apalagi melihat adanya program ekuivalensi skripsi di prodi PBI UMM. Para mahasiswa bisa menyusun dan melahirkan karya novel kemudian diekuivalensi. Sehingga mahasiswa tak perlu mengerjakan skripsi sebagai syarat menyelesaikan studi. Hal serupa juga disampaikan oleh Manajer Gramedia Grorup Surabaya Yulie Dwi Kurniasari. Menurutnya, agenda hari ini selaras dengan visi dari gramedia yang ingin melebarkan sayapnya di wilayah Asia Tenggara sebagai upaya meningkatkan literasi. Adapun saat ini ada lebih dari 120 Gramedia yang tersebar di berbagai kota Indonesia. “Hal ini juga selaras pula dengan visi UMM yang menapaki milestone international competitiveness pada 2030 mendatang. Maka, semoga kolaborasi ini bisa memberikan dampak positif bagi banyak pihak dan dapat dilanjutkan,” tutur Yulie mengakhiri. (wil)
Farzah, Sosok Perancang Bangun Jembatan: Mahasiswa UMM yang jadi Korban ke-135 Tragedi Kanjuruhan

Kabar duka kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satu mahasiswa berprestasinya yang juga korban tragedi kanjuruhan menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (23/10) malam. Ia adalah Farzah Dwi Kurniawan Jhovhanda, mahasiswa jurusan teknik sipil UMM. ia menjadi korban ke-135 yang meninggal karena tragedi Kanjuruhan awal Oktober lalu. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar selama 23 hari. Sempat membaik namun pada akhirnya kondisinya semakin menurun. Farzah yang asli orang Malang merupakan mahasiswa yang berdedikasi dan berprestasi. Hal itu yang diungkapkan oleh salah satu temannya, Fathur Rizqi. Farzah merupakan teman yang aktif untuk berkontribusi dan belajar hal baru. Terbukti dari dedikasinya untuk lembaga semi otonom (LSO) Surya. Ia dipercaya mengemban tugas di bidang riset dan pengembangan. Bahkan juga pernah mewakili UMM di ajang Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI). “Farzah adalah salah satu teman yang gigih. Baik pada proses perkuliahan atau sebagai tim Surya. Saat mewakili Kampus Putih, ia juga menunjukkan kegigihan itu. Bekerja keras membuat inovasi untuk memenangkan kompetisi,” terangnya. Fathur, sapaan akrabnya melihat bahwa Farzah memang memiliki hobi bermain sepak bola. Tapi sejauh yang ia tahu, temannya itu sebelumnya hampir tidak pernah menonton sepak bola secara langsung di stadion. Pertandingan Arema melawan Persebaya awal Oktober lalu menjadi kesempatan pertamanya untuk menonton langsung. “Saya kaget ketika diberitahu Farzah meninggal. Apalagi usai magrib keadaannya dia membaik. Namun sekitar jam setengah delapan malam kondisi yang memburuk dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Fathur adalah sosok yang sopan. Tidak jarang, kalau bicara dengan teman-temannya menggunakan bahasa krama. Bahkan tugasnya di LSO Surya juga selalu diselesaikan dengan baik,” kata ketua tim LSO Surya UMM itu. Rasa kehilangan juga dirasakan oleh pihak Kampus UMM, khususnya sivitas akademika jurusan Teknik Sipil Kampus Putih. Farzah yang juga turut membantu sebagai asisten laboratorium Muhammadiyah Applied Technologi Center (MATC). Ia dikenal sebagai asisten yang ramah dan tak segan membantu junior-juniornya untuk memahami berbagai materi. “Almarhum merupakan mahasiswa yang aktif baik akademik maupun dalam aktivitas LSO Surya. Ia beberapa kali mewakili UMM dan tahun ini juga menjadi panitia tim yang mendukung para finalis ke final KBGI dan Kompetisi Jembatan Indonsia tahun ini. Tapi kehendak Allah berkata lain dan tentu tidak bisa diubah. Semoga amal ibadah almarhum diterima dan diampuni kesalahannya,” terang sekretaris jurusan teknik sipil UMM, Dr. Ir. Moh. Abduh, ST., MT., IPM., ACPE., ASEAN Eng. (wil)
Ratusan Peserta PPG FKIP UMM Siap Wujudkan Guru Profesional Indonesia

Pada 2023 nanti, ada sekitar 40 ribu calon guru yang dihasilkan oleh program profesi guru (PPG). Sayangnya, jumlah guru yang pensiuan mencapai lebih dari 70 ribu. Maka, para peserta PPG diinta untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti kelan dan ujian agar bisa lulus. Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) Dr. Trisakti Handayani, M.M. dalam orientasi PPG UMM. Adapun agenda itu diikuti ratusan mahasiswa secara luring. Lebih lanjut, Trisakti juga mendorong para mahasiswa untuk bisa melewati ujian kompetensi mahasiswa program profesi guru (UKMPPG). Jika tidak, maka kekurangan guru di masa depan akan terjadi. Selain itu, dengan serius mengikuti segala proses, artinya para peserta juga telah membabtnu pemerintah unutk mewujudkan pendidikan yang berkemajuan. “Maka, mulai saat ini saudara harus berjanji pada diri sendiri, UMM dan pemerintah yang sudah memberikan kesempatan dan beasiswa menempa diri di PPG. Manfaatkan peluang ini dan jadilah guru bagi pemimpin masa depan,” tegas Trisakti. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai guru yang sukses adalah guru yang bisa mengantarkan anak didiknya untuk meningkatkan martabat bangsa. Maka, guru menjadi ujung tombak mencetak generasi masa depan yang diperhitungkan. Sebagai calon guru, para mahasiswa PPG diminta untuk memahami bahwa 2030 merupakan awal puncak dari demografi. Maksudnya adalah jumlah usia produtkif akan melambung tinggi mengungguli mereka yang tidak produktif. Hal ini tentu menjadi kesempatan sartegis bagi Indonesia untuk emnajdi salah satu kekuatan ekonomi besar dunia. “Momen ini bisa jadi keuntungan maupun malapetaka bagi Indonesia. Semua tergantung pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Tentu, anak-anak yang kini duduk di bangsku sekolah dasar maupun menengah menjadi pemangku tongkat kepemimpinan di tahun-tahun tersebut,” terang rektor asal Kediri itu. Ia meminta mahasiswa PPG untuk membayangkan bagaimana keadaan anak-anak didik di masa depan. Apakah mereka bisa menghadapi tantangan dan perubahan dengan baik, atau malah tertinggal dan kalah. Pun dengan situasi yang akan terjadi di Indonesia, apakah mampu mencapai visi Indonesia emas 2045 atau malah sebaliknya. “Kesempatan ini jangan hanya digunakan sebagai sarana mendapatkan sertifikat saja. Tapi harus memahami bahwa proses ini juga menjadi bagian menyiapkan diri menjadi guru yang mampu mendevelop anak diidknya untuk hidup di zaman yang akan datang. Jika mental guru hanya untuk berangkat kerja kemudian pulang saja, maka habislah peradaban bangsa ini. SDM-nya tentu tidak bisa diandalkan,” tutur Fauzan. (wil)
Dokter RS UMM Ungkap Penyebab Fenomena Gagal Ginjal pada Anak

Kementerian Kesehatan menginformasikan jika setidaknya data yang dihimpun Jumat (21/10) menunjukan terdapat 241 kasus gagal ginjal pada anak dan 133 di antaranya berakhir meninggal. Kabarnya, kematian tersebut disebabkan oleh penggunaan sirup. Menanggapi hal tersebut, dr. Pertiwi Febriana Chandrawati, Sp.A., M.Sc. selaku Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil sikap dan memberi penjelasan dalam program UMMTalks. Utamanya terkait apakah obat sirup ini menjadi penyebab penyakit tertentu pada anak. Pertiwi, sapaan akrabnya menjelaskan jika penyakit gagal ginjal menyebabkan peningkatan kreatinin. Yaitu penurunan fungsi darah disertai penurunan urin atau urin tidak bisa keluar sama sekali. Menurut data dari Kemenkes, ada dua kriteria yang disebut suspek gangguan ginjal pada anak, yaitu Oliguria dan Anuria. “Oliguria adalah kencing sedikit selama 6 hingga 8 jam. Jadi untuk untuk orang tua yang memiliki anak satu tahun, berarti setidaknya 6-8 jam harus ganti pampers. Kalau ternyata setelah dicek pampernya kencingnya masih sedikit, berarti harus hati-hati, karena bisa jadi itu terkena Oliguria. Sementara Anuria yakni tidak adanya kencing dalam waktu 12 jam atau lebih. Ini juga harus hati-hati, takutny mengarah pada gangguan ginjal,” jelas dosen Ilmu Kesehatan Anak FK UMM itu. Lebih lanjut, ia memaparkan terkait hubungan sirup dengan penyakit gagal ginjal. Baginya, seluruh sirup atau obat yang berbentuk cair pasti mempunyai bahan pelarut. Pelarut yang aman digunakan adalah polyethylene glycol atau polyethylene oxide. Keduanya memiliki batas aman secara Internasional dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ada juga pelarut yang tidak diperkenankan penggunaannya ke manusia, yakni ethylene glycol dan diethylene glycol. “ethylene glycol atau diethylene glycol adalah pelarut yang biasanya digunakan untuk industri, bukan manusia. Efek sampingnya jika dikonsumsi oleh anak-anak akan membuat mereka pusing kepala, muntah dan kemungkinan terparahnya adalah gangguan ginjal, ” terang Pertiwi. Berkaca dari kasus negara Gambia, di sana telah dipastikan ada beberapa obat sirup yang menggunakan pelarut terlarang dan mengakibatkan gagal ginjal. Sebagai tindakan preventif, Pertiwi mengimbau para orang tua untuk sementara tidak memberi obat sirup kepada anak. Hal tersebut juga senada dengan yang dianjurkan oleh BPOM, Kemenkes dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk menggunakan obat puyer. “Agar anak mau meminum obat puyer, bisa menggunakan pemanis buatan sendiri. Baik itu berupa gula atau teh manis. Dua langkah itu cukup efektif untuk sementara waktu,” sarannya. Di samping itu, Pertiwi juga memberi solusi kepada orang tua yang ingin menjaga kesehatan anak-anaknya ataupun ketika sakit. Misalnya jika demam, langkah yang bisa diambil adalah dengan mengecek menggunakan termometer. “Jika demamnya di bahwa 38 derajat, jangan terburu-buru diberi obat. Minum dulu yang banyak agar kencingnya banyak dan panasnya turun. Tapi jika sudah mencapai 39-40 derajat celcius, segera bawa ke dokter terdekat,” tutur dokter yang juga Kepala SMF Anak dan Perinatologi RS UMM. Ia juga menegaskan untuk menjaga daya tahan tubuh dan tidak stres. Apalagi di cuaca yang terjadi belakangan ini. Bukan hanya untuk anak, tapi juga para orang tua. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah dengan berjemur di pagi hari, mengatur pola tidur, mengonsumsi makanan yang bergizi hingga meminum vitamin. (ros/wil)
UMM Latih Guru BK se-Malang, Atasi Trauma Siswa Pasca Tragedi Kanjuruhan

Sebagian besar korban tragedi Kanjuruhan adalah mereka yang berusia remaja dan notabene menjadi siswa dan siswi. Hal itu juga berdampak pada anak didik yang berada di sekolah. Hal itu disampaikan oleh Kepala Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Kabupaten Malang, Inta Elok Youarti, M.Pd. dalam kegiatan Pelatihan Konseling Traumatik Pasca Tragedi Kanjuruhan. Adapun agenda itu diselenggarakan oleh unit Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (19/10) lalu. Diikuti oleh 60 guru bimbingan konseling (BK) se-kabupaten Malang, Kepala PMB UMM Nurudin mengucapkan terimakasih atas hadirnya para guru BK untuk mengikuti pelatihan tersebut. Dia menjelaskan bahwa di UMM, sudah disediakan program serupa untuk para korban yang diberi nama Trauma Support Mobility. “Saya rasa bapak dan ibu memang menjadi garda terdepan untuk memberikan ketenangan bagi para siswa di sekolah yang mengalami trauma karena tragedi itu. Maka, semoga pelatihan ini bisa bermanfaat dan memberikan dampak positif serta mampu dipraktekkan di sekolah masing-masing,” terangnya. Turut hadir Dekan Fakultas psikologi UMM Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. yang memaparkan materi. Ia menjelaskan beberapa ciri orang yang memiliki mental sehat. Mulai dari kemampuan untuk mengenali potensi diri, mampu menangani stres harian, dan produktif. Bahkan juga memberikan manfaat untuk masyarakat. Sementara itu, trauma merupakan peristiwa yang mengancam keselamatan dan integritas diri. Penyebabnya bisa karena bullying, pelecehan seksual, demonstrasi, kecelakaan, bencana, dan lainnya. “Begitu mengalami trauma seseorang pasti mengalami post traumatic stress (PTS) atau tahapan awal dalam trauma. Ada dua tipe trauma, yang pertama yakni mereka yang mengalaminya langsung disebut dengan PTS primer. Kemudian tipe kedua yaknni yang tidak mengalami kejadian secara langsung, baik lewat mendengar maupun melihat. Tipe kedua inilah yang banyak dialami oleh teman-teman,” tambahnya. Lebih lanjut, Salis menjelaskan jika trauma mempengaruhi aktivitas, maka dapat dikatakan sebagai acute stress disorder. Jika terus berlangsung dan terjadi mood swing, maka ia sampai pada tahap post traumatic disorder. Kalau tidak segera ditangani, orang tersebut bisa berakhir dengan bunuh diri. Maka, konseling menjadi hal penting yang harus diberikan kepada penderitanya. Menurutnya, kunci sukses melakukan konseling bukanlah nasihat atau motvasi, justru hal itu malah membuat mereka semakin stres. Salah satu yang bisa dilaksanakan adalah memberikan Psychological First Aid (PFA) yaitu look, listen dan link. Look maksudnya adalah memastikan keadaan orang tersebut aman. Kemudian listen berfokus pada pikiran dan perasaan orang yang mengalami trauma. Bukan malah menanyakan kronologi kejadian. Lalu yang terakhir adalah link, maksudnya adalah memberikan bantuan apa-apa yang mereka butuhkan. Utamanya dalam menstabilkan emosi. Disisi lain, perwakilan guru BK dari SMAN 1 Bululawang, Wiwik Endang mengucapkan terima kasih sudah dijamu dan diberia materi yang menarik. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bagus dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan. “Saya mendapatkan ilmu dan juga metode baru untuk mengatasi dan mendampingi anak-anak didik di sekolah. Saya juga tentu berharap, UMM bisa senantiasa menjalin kerjasama dengan para guru BK se-Malang,” pungkasnya. (zak/wil)