Ingin Beli Rumah? Dosen Hukum UMM Ingatkan Sederet Hal

Rumah menjadi salah satu daftar utama bagi pasangan baru maupun keluarga yang sudah lama menikah. Bahkan juga bisa dijadikan investasi pribadi untuk masa depan. Namun, ,emiliki dana yang banyak tidaklah cukup. Jika ceroboh dan tidak hati-hati, maka risiko yang tidak diinginkan bisa saja terjadi, termasuk kehilangan hak milik karena bangunan atau tanah bermasalah. Maka, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Isdian Anggraeny, S.H., M.Kn. menguraikan beberapa hal yang harus disiapkan sebelum membeli properti, utamanya rumah. “Sebelum membeli rumah, kita harus memastikan apa metode pembelian rumah yang kita pakai, apakah secara tunai atau Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Keduanya memiliki cara pengurusan yang berbeda. Lalu kita juga harus mengetahui kepastian subjek dan kepastian objek dalam jual beli rumah,” jelas Isdian. Hal yang pertama adalah kepastian subjek. Subjek dalam hal ini dibagi menjadi dua yakni pihak pembeli dan penjual. Pembeli harus mengetahui identitas dan kepastian dari penjual aset tersebut. Apabila masih berstatus lajang atau belum menikah, maka harus dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga. “Apabila sudah menikah, maka selain dua syarat tadi, akta nikah harus dibuktikan juga. Kecuali memang ada perjanjian pra-nikah yang membuktikan pemisahan harta suami-istri,” tambahnya. Setelah kepastian subjek, maka hal berikutnya adalah mengetahui kepastian objek. Objek rumah ini berdiri di atas hak atas tanah, maka dokumennya juga harus lengkap dan bisa dibuktikan. Dokumen tanah sendiri terdapat berbagai macamnya. Mulai dari Sertifikat Hak Miliki (SHM), Sertifikat Hak Guna (SHGB), hingga Sertifikat Hak Pakai (SHP). “Jangan sampai nama yang tertera diatas sertifikat hak atas tanah tersebut berbeda dan tidak bisa membuktikan bahwa penjual tersebut memanglah pemiliknya. Jika berbeda, maka wajib bagi kita untuk waspada,” ujar dosen yang sedang menempuh studi doktoral tersebut. Terakhir, calon pembeli hendaknya melakukan pengecekan status tanah kepada Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Apabila tanah tersebut aman dan bebas dari sengketa, maka kantor pertanahan akan memberikan stempel legalitas bebas dari sengketa dan aman untuk diperjualbelikan. “Jika semua dokumen telah dicek dan dipastikan lengkap, maka transaksi jual beli bisa dilaksanakan antara kedua belah pihak. Masing-masing pihak dapat menyerahkan dokumen kepastian subjek seperti yang telah disampaikan di awal. Dengan begitu, properti yang dibeli bisa dipastikan aman dan dapat dibeli,” pungkas Isdian mengakhiri. (lib/wil)

Kajian Ramadan di UMM: Jihad Ekonomi, Peneguhan PWM, hingga Peluncuran Buku

Jihad ekonomi harus dilakukan secara masif, terstruktur, dan sistematik. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. saat membuka Kajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 25 Maret 2023 lalu. Dalam agenda itupula berlangsung peneguhan Pimpinan Wilatah Muhammadiyah (PWM) dan peluncuran belasan buku karya penulis-penulis Muhammadiyah. Termasuk mereka yang berasal dari daerah-daerah. Dalam kajian itupula, UMM menghadirkan pembicara andal yang sesuai dengan tema yakni ‘Membangkitkan Jihad Ekonomi’. Ada Ketua Umum Kadin dan Ketua Asean Business Advisory Council (BAC) Mohammad Arsjad Rasjid PM, Founder Lembaga Ekonomi Umat Sutrisno Lukito, Ekonom dan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Dr. Arief Budimanta S, M.Si. serta sederet tokoh lainnya. Lebih lanjut, Haedar mengapresiasi PWM Jatim dan UMM yang telah mempelopori kajian dalam aspek jihad ekonomi. Jihad aspek ini memang menjadi salah satu putusan dalam Muktamar Muhammadiyah di Makassar pada 2015 lalu dan terus dikembangkan. Misalnya saja dengan melangsungkan forum dan embrio pada gerakan saudagar Muhammadiyah dan revitalisasi amal usaha ekonomi yang sudah dirintis di daerah-daerah. Kemudian dibuat networking dan bisa terintegrasi. “UMM menjadi amal usaha yang sangat kuat praktek ekonominya. Terutama dalam hal unit bisnis yang saat ini menjadi yang terdepan,” kata Haedar. Adapun untuk bisa menjalankan jihad ekonomi yang baik, Haedar menegaskan perlu adanya reorientasi pada beberapa hal. Pertama yakni pada aspek teologis yang mendorong masyarakat muslim untuk juga meberikan perhatiannya pada dunia. Dengan begitu, umat muslim bisa memiliki ekonomi yang baik dan bisa memberikan sebagiannya kepada yang berhak melalui zakat maupun infaq sodaqoh. Kedua, yakni reorientasi strategi gerakan. Kemudian juga akselerasi praksis di mana modal yang sudah dibangun, seperti UMKM atau usaha, mulai dinaikkan kelasnya. Termasuk unit bisnis di amal usaha yang harus lebih dikapitalisasi. Dengan tiga hal itu, diharapkan jihad eknomi Muhammadiyah bisa bangkit dan ebrlangsung dengan baik. Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. menilai tema yang diusung cukup menyengat dan bisa menjadi tantangan yang bagus. Apalagi sudah ada sederet tokoh yang berkompeten pada aspek ekonomi. “Muhammadiyah sudah leading di aspek pendidikan dan kesehatan. Salah satu buktinya yakni saat menghadapi pandemi Covid 19 lalu. bagaimana Muhammadiyah sangat menonjol dalam kontirbusi mengatasinya,” tegas Muhadjir. Pun dengan antisipasi kebencanaan, di mana Muhammadiyah juga memberikan kontribusi besar. Tidak hanya di level nasional, tapi juga internasional. Misalnya dengan mengirimkan relawan ke bencana gempa di Turki beberapa waktu lalu. Bahkan juga membangun rumah sakit darurat di sana. “Maka Muhammadiyah juga perlu mengembangkan aspke ekonomi melalui jihad ekonomi,” tegasnya. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. Kajian Ramadan tersebut memang menjadi acara yang dihelat rutin setiap tahun oleh PWM Jatim. Meski rutin, kajian ini tidak boleh terjebak pada mindset rutinitas. Harus ada ide dan hal yang dihasilkan dan memberikan dampak positif. Fauzan menilai, bonus demografi dan Indonesia emas 2045 sudah siap menyambut. Maka pertanyaannya adalah seberapa siap Muhammadiyah dalam memanfaatkan hal itu. Pun dengan bagaimana kontribusi yang akan diberikan oleh Muhammadiyah untuk mewujudkan Indonesia 2045. “Gedung Dome ini menajdi saksi bahwa Muhammadiyah akan melakukan jihad ekonomi dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya. (wil)

Terpilih Jadi Duta Wisata Balikpapan, Alumni UMM Jalankan Program Taichi dan Mantrawastra

Prestasi membanggakan diraih oleh alumnus prodi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Indah Furnama. Ia sukses ditasbihkan menjadi Wakil 1 Putri Duta Wisata Kota Balikpapan pada pertengahan Maret 2023 lalu. Meski kini ia masih sibuk menjadi perawat di salah satu rumah sakit di Balikpapan, tapi hal itu tidak menghalanginya untuk berperstasi dan berkontribusi bagi masyarakat. Ia mengaku tidak mudah menjadi seorang Duta Wisata dengan berbagai kegiatannya. Bahkan saat proses pemilihan, ia harus memanfaatkan waktu dengan baik. Berangkat jam tujuh pagi hingga pulang pukul lima sore, kemudian langsung menuju tempat pra karantina duta Balikpapan. Ia juga rela memangkas waktu tidurnya menjadi 3-4 jam saja. “Cukup melelahkan tapi semua mimpi memang harus diiringi dengan pengorbanan bukan? Kini saya diamanahi dan ditugaskan untuk mempromosikan wisata yang ada di Balikpapan dan memberikan infomrasi positif bagi publik,” katanya. Indah, begitu ia kerap disapa, memang memiliki mimpi menjadi seorang duta sejak duduk di bangku SMA. Sayangnya, saat itu keinginannya tidak bsia tersalurkan. Ketika ia menginjak kota Malang, ia bersyukur UMM menyediakan kegiatan putra putri kampsu dan duta. Dimulai dengan masuknya ia dalma 10 besar putra putri kampus UMM. Kemudian terus berupaya dan belajar ke banyak senior hingga ia bisa mencapai titik ini. Ia menilai bahwa ada banyak manfaat ketika mendapatkan gelar sebagai duta. Masukan dan suaranya bisa didengar dengan mudah oleh pemerintah. Indah bahkan menawarkan salah satu program wellness tourism bertajuk ‘Sehat itu Indah’. Di dalamya, ia ingin mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan meski berada di tengah kesibukan. “Untuk mempromosikan hal itu, saya juga menyusun program dengan nama Taichi with Duta Wisata Balikpapan. Jadi ada senam taichi yang sudah terjadwal dan bisa diikuti oleh banyak orang,” katanya. Ia menegaskan bahwa dalma ilmu kesehatan, Taichi dinilai dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi menjadi rendah. Hal itu cocok dengan data yang menunjukkan bahwa tingkat penyakit hipertensi di Kota Balikpapan cukup tinggi. Bukan hanya mereka yang sudah berumur, tapi juga menjangkiti anak-anak muda. “Pelan tapi pasti, program ini berjalan dengan cukup baik dan diterima oleh masyarakat. Mungkin kenalanya hanya cara menghafal gerakan-gerakan taichi-nya saja. Saya dan tim juga tengah membuat Mantrawastra, yakni program penggerak melestarikan kasi khas kalimantan,” ungkapnya mengakhiri. (*Ri/Wil)

Dosen FAI UMM: Hati-hati Dosa Kecil saat Puasa

Ramadan merupakan bulan suci yang penuh akan keberkahan dan ampunan bagi umat Islam. Meski berlimpah keistimewaan, bulan suci ini juga memiliki banyak tantangan, salah satunya saat menjalankan ibadah puasa. Tidak hanya sekedar menahan diri dari haus dan lapar, umat Islam juga harus menahan hawa nafsu dan juga amarah. Menurut Dosen Fakultas Agama Islam, Idaul Hasanah, S.Ag., M.HI., ada sederet hal-hal kecil yang nyatanya adalah dosa dan perlu dihindari saat bulan Ramadan. Satu di antaranya adalah menjaga lisan. “Sesederhana berhati-hati saat berbicara. Jangan sampai menyakiti orang dengan lisan kita. Dalma hadits juga sudah dijelaskan, misalnya saja berbicara kotor, berbohong, menggunjing yang banyak orang tidak menyadarinya,” ujarnya. Selain berhati-hati dengan lidah, Idaul juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga diri dari keburukan. Termasuk dari gawai yang senantiasa menemani di berbagai aktivitas. Misalnya saja memposting sesuatu yang bisa menyakiti orang lain. Pun dengan menghindari keinginan untuk browsing hal-hal yang bisa membangkitkan hawa nafsu. Menggunjing bersama teman lewat chat juga wajib dihindari. “Meski terlihat kecil, tapi dosa-dosa itulah yang seringkali membuat puasa kita tidak berkualitas dan berakhir menjadi puasa yang hanya menahan nafsu lapar dan haus semata,” tegasnya Idaul juga mendorong umat muslim untuk mengisi Ramadan dengan kesungguhan. Yakni dengan meningkatkan ibadah dan hubungan dengan orang lain. Jadi tidak hanya fokus ibadah, tapi juga beramal saleh. Dengan begitu, tidak hanya menambah pahala, tapi juga mendapatkan ampunan yang besar. “Bulan ramadan itu kan maghfirah dan Allah akan mengampuni semua dosa, entah itu dosa kecil maupun dosa besar. Asalkan orang yang berbuat dosa itu menyadari bahwa ia telah melakukan dosa dan juga mau bersistigfar sebanyak-banyaknya, maka ampunan akan diberikan,” tandasnya. Terakhir, dosen yang mengajar jurusan Hukum Keluarga Islam itu juga memberikan tips memanfaatkan Ramadan. Diawali dengan membuat perencanaan, yakni menambah kuantitas dan kualitas ibadah, mengkhatamkan Alquran, atau juga berusaha mendapatkan lailatul qodar. Pun dengan menjaga pola makan dan tidur sehingga bisa menjalankan puasa dengan tubuh yang sehat dan fit. “Seperti pesan Rasullullah bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Maka, Ramadan tahun ini juga harus lebih baik dari Ramadan kemarin dengan mencapai target-target tertentu dan mampu menjadi manusia bertaqwa ketika Ramadan usai,” pungkasnya. (nel/wil)

Lulus di Taiwan, Dosen UMM Jadi Doktor Pertama Fisioterapi Jawa Timur

Rakhmad Rosadi, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi doktor pertama bidang Fisioterapi di Jawa Timur. Kerja keras dan ketekunannya berhasil membawanya menjadi salah satu dari sedikit dosen yang menggeluti bidang tersebut. Keberhasilan Rakhmad patut diapresiasi, karena tidak banyak dosen di Indonesia di bidang fisioterapi yang sampai di jenjang S3. Bahkan di Indonesia belum ada universitas yang menyediakan jalur doktor bidang fisioterapi. “Alhamdulillah, saya senang bisa sampai di tahap ini. Keberhasilan ini juga berkat dukungan keluarga, istri, anak saya dan tentunya Kampus Putih UMM,” jelasnya. Pria kelahiran tahun 1987 ini mengatakan, alasan kuatnya melanjutkan studi ke jenjang doktor adalah ingin mengembangkan keilmuan di bidang ini. Apalagi ada arahan dan dukungan langsung dari UMM usai menyelesaikan studi masternya di Vincent Pol University Polandia. “Di awal perkuliahan, sempat terjadi kendala karena  jurusan kuliah yang ada tidak sesuai dengan kompetensi saya. Akhirnya di tahun kedua, saya memutuskan pindah dengan beasiswa dari pemerintah Taiwan ke National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan dan akhirnya tahun ini berhasil menyelesaikannya,” jelas Rakhmat. Dalam disertasi yang sudah rampung tersebut, Rakhmat menjelaskan meneliti tentang radang sendi pada lutut (knee osteoarthritis). Selama proses penelitian, ia sempat kesulitan mencari data karena masih berada di situasi Covid 19. Tapi semua itu dilalui demi mendapat gelar doktor dan terus berupaya mengembangkan keilmuannya. “Karena pandemi sudah mulai mereda dan studi saya juga sudah selesai, saya sudah memulai beberapa riset saya yang lain,” tambah pria asal Jember itu. Rakhmat yang juga wakil dekan III Fikes itu menegaskan sudah menjalankan berbagai program di jurusan fisioterapi UMM. Misalnya saja pusat rehabilitasi dengan teknologi canggih, khususnya untuk cedera tulang belakang dan cedera kepala. Menariknya, program itu menggandeng kerjasama dengan pihak Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan Perkeso (Jamsostek Malaysia) “Saya rasa, pendidikan fisioterapi di Indonesia cukup bagus, baik secara kualitas maupun kuantitas. Namun, besar harapan saya agar dosen-dosen fisioterapi Indonesia dapat melanjutkan studi. Sehinhga semakin banyak mendapatkan pengetahuan baru yang bisa dibagikan di Indonesia,” harap Rakhmad mengakhiri. (zak/wil)

UMM-GPSM Bedah Buku Pemikiran Buya Syafii

Sosok Buya Syafii Maarif dikenal sebagai figur cendekiawan dan panutan bagi masyarakat Indonesia. Banyak karya buku dari sastrawan maupun  ilmuwan yang mengambil pemikiran-pemikiran Buya Syafi’i. Salah satunya buku berjudul “Berdiang di Perapian Buya Syafii” karya Riki Dhamparan Putra yang dibahas pada bedah buku garapan Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Diskusi yang dilaksanakan pada 18 Maret 2023 itu juga bekerjasama dengan Gerakan Pemikiran Syafii Maarif (GPSM). Menariknya ada sederet pemateri yang membahas dan membedah buku tersebut. Adapun penulis, Riki, mengatakan bahwa tulisan-tulisan dalam bukunya merupakan sudut pandang dirinya mencari kehangatan dari pikiran-pikiran dan juga gagasan-gagasan Buya Ahmad Syafii Maarif. Utamanya mengenai agama, bangsa, dan budaya. “Sudut pandang mengenai kebudayaan paling menonjol di buku ini. Karena saya melihat kebudayaan menjadi hal yang khas dalam pemikiran-pemikiran Buya Syafii. Atas  dasar itulah saya menyusun buku ini. Tentu harapannya bisa menjadi satu dari banyak rujukan untuk mendalami pemikira Buya Syafii,” terangnya. Dalam pemikiran Buya Syafii, menurut Riki, Indonesia berada pada kacamata kebudayaan dan visi yang masih terus berproses. Di mana Indonesia merupakan negara yang majemuk dan berusaha menyatukan masyarakatnya menjadi satu bangunan yang utuh. “Salah satu wujud utama dalam identitas keindonesiaan itu dibentuk dari agama. Sebelum Islam datang ke Indonesia, nenek moyang kita sudah memiliki ilmu teologisme sejak ratusan tahun lalu. Ilmu itu sudah ada dan membentuk jalur pemikiran mengenai alam semesta, walaupun tidak diwujudkan dalam bentuk kitab,” jelas Riki. Lebih lanjut Riki menjelaskan bahwa ilmu itu lahir dan terekspresi dalam bentuk kebudayaan yang diamalkan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Hal tersebutlah yang menjadi titik tekan Buya Syafii melihat keislaman dan keindonesian. Dalam kesempatan itu, hadir pula Dosen President University Dr. Abdullah Sumrahadi, S.IP, M. Sc sebagai pembedah buku. Abdullah mengatakan bahwa buku ini menjadi sebuah hadiah bagi kelompok yang ingin mendalami pemikiran-pemikiran Buya Syafii dari perspektif yang berbeda. Setidaknya dari sudut pandang kebudayaan dan literasi. “Islam itu harus membumi dalam gerakan-gerakannya. Dan salah satunya melalui kebudayaan,” ungkap Anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah tersebut. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan pembedah lainnya, dosen Hubungan Internasional UMM Muhammad Subhan Setowara, S.H.I., M.A. Menurutnya, selain dikenal dengan pemikiran-pemikirannya tentang agama dan bangsa, Buya Syafii juga sangat dekat dengan para pemuda. Pun dengan upaya mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan. “Hal itu juga dituliskan dalam buku ini. Menariknya, tulisan bagian itu diberi sub judul yang cukup unik yaitu Muda Penjaga Layar Perahu. Saya rasa buku ini ditulis dengan ringan dan sederhana, sehingga pembaca bisa langsung memahami dan tidak merasa capek,” pungkasnya. (zak/wil)

110 Cabang Lomba Siap Diperebutkan di Rector Cup UMM

Dengan simbolis menyalakan obor, Rector Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi dibuka pada 21 Maret 2023 lalu. Ajang kompetisi yang melibatkan sebanyak 2000-2500 peserta ini telah menyiapkan 110 cabang dari 34 unit kegiatan mahasiswa (UKM) lomba untuk dimenangkan. Adapun pembukaan tersebut juga dimeriahkan berbagai penampilan meriah dari mahasiswa dan guest star. Ada marching band, musik perkusi Kampung Cempluk, hingga penampilan band-band andalan Ikatan Aktivitas Band Mahasiswa (Ikabama) UMM. Terakhir, Wahid Darjo yang menjadi guest star sukses membuat pembukaan rector cup meriah. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan bahwa rector cup adalah nafas dan budaya yang senantiasa dilaksanakan Kampus Putih. Hal itu tidak lepas dari peran rector cup dalam membentuk pribadi pemimpin dalam diri mahasiswa. Selain itu, ajang ini juga akan menguji ketahanan mental mahasiswa agar kuat dan mampu menghadapi tekanan. “Kompetisi ini harus bisa dijalankan dan diikuti dengan mental yang bagus. Tidak boleh marah dan emosi, namun harus dibarengi dengan besar hati. Menghadapi persoalan dengan pikiran yang tenang dan dingin,” katanya. Fauzan juga berpesan agar mahasiswa berani menghadapi tantangan, bukan malah lari darinya. Mahasiswa Kampus Putih juga harus menjadi pemecah masalah, bukan malah menjadi pihak yang membuat masalah. Sementara itu, salah satu mahasiswa Psikologi Nisrina Nabila Nasywa mengaku antusias untuk bisa meramaikan rector cup. Ia yang masih duduk di semester kedua ingin tahu bagaimana keseruan ajang ini. Apalagi akna ada lebih dari seratus cabang lomba, baik dari lomba keilmuan, olahraga, kesenian dan lainnya. “Kalau kata senior-senior sih asyik dan menyenangkan. Apalagi di cabang lomba olahraga seperti sepakbola, basket, hingga voli. Atsmosfer pendukungnya sangat ramai dan damai. Terbukti dari pembukaan hari ini yang meriah,” katanya. Riri, sapaan akrabnya, berharap kompetisi ini bisa  berjalan dengan baik. Pun dengan lahirnya talenta-talenta unggul dari mahasiswa yang mungkin saat ini belum terlihat. Sehingga nanti bisa semakin bersinar dan mengharumkan nama UMM di kancah nasional bahkan internasional. (wil)

Dosen UMM: Jangan Remehkan Gejala Meningitis

Penyakit meningitis menjadi salah satu momok yang menakutkan. Beberapa artis ternama juga menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit ini, diantaranya adalah Olga Syaputra dan Glenn Fredly. Maka perlu adanya pemahaman yang baik tentan ggejalanya. Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ns. Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep. Sp.Kep. MB. menyampaikan bahwa ada banyak hal yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit ini. Meningitis tuturnya, merupakan penyakit peradangan pada selaput otak yang diakibatkan oleh infeksi dari virus, bakteri, parasit dan jamur. Gejalanya diawali dengan rasa sakit kepala yang luar biasa dan terjadi terus-menerus. Hal ini jarang diperhatikan masyarakat, karena dinilai cukup umum seperti sakit kepala biasa. Mereka pun merasa tidak perlu konsultasi ke tenaga kesehatan. Hal ini seringkali membuat meningitis terlambat ditangani. “Penyebabnya beragam. Imunitas tubuh yang menurun menjadi salah satunya. Bila seseorang merasa kelelahan, imunitas tubuhnya akan menurun dan di saat bersamaan tidak sengaja berada di sekitar tempat yang terdapat virus atau bakteri penyebab meningitis. Penyakit tersebut bisa langsung menyerang individu yang bersangkutan,” jelas Anis. Maka masyarakat harus mengenal gejala awal penyakit tersebut. Misalnya saja demam tinggi secara mendadak, sakit kepala disertai mual dan muntah, susah konsentrasi, kerigat dingin serta leher yang kaku. Semakin terlambat disadari dan terdeteksi, maka semakin lama pula proses penyembuhannya. Hal ini karena penyebaran virus penyakit tersebut telah meluas. “Virus dan bakteri yang menyebabkan meningitis ini akan mudah menyebar melalui aliran darah lalu berpindah ke sumsum tulang belakang hingga otak. Banyak faktor penyerta yang dapat menyebabkan meningitis, tidak hanya berpatokan pada imunitas yang menurun. Contohnya seperti infeksi gigi yang tidak segera ditangani yang bisa menjalar ke otak,” lanjutnya. Penyakit meningitis dapat menyebabkan kematian karena inflamasi atau peradangan yang memunculkan pembengkakan. Kemudian akan membuat massa otak bertambah. Ketika salah satu bagian dari otak mengalami penambahan volume, hal tersebut akan menyebabkan peningkatan tekanan pada otak atau disebut dengan tekanan intrakranial. “Otak adalah pusat segalanya bagi tubuh. Apabila infeksi terhadap suatu penyakit menyebar, tentu akan berimbas pada pusat koordinasi,” tandasnya. Anis pun mengimbau apabila dirasa terdapat gejala yang tidak biasa dan terus menerus, masyarakat harus segera memeriksakan diri. Hal itu sebagai upaya untuk mendeteksi penyakit yang mungkin berbahay. “Jagalah kesehatan dan segera hubungi nakes jika ada sakit yang dirasakan terus menerus,” pungkasnya. (*nia/wil)

Prodi Agribisnis UMM Buka Kelas Profesional Ekspor Agrokompleks

Ada tiga bisnis yang tidak akan pudar hingga kiamat nanti. Ketiganya adalah kesehatan, pendidikan dan yang terakhir pangan. Hal itu disampaikan oleh Komisaris PT. MAS Group Sentot Joko Priyono dalam Kuliah tamu dan penandatanganan kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun acara yang dilaksanakan pada 20 Maret adalah kerjasama terkait Center of Excellence (CoE) Ekspor Agrokompleks garapan Agribisnis UMM. Sentot, sapaannya, melanjutkan bahwa ada banyak kesempatan dan peluang dalam bisnis pangan, termasuk agrokompleks. Hal itu tidak lepas dari kebutuhan manusia akan pangan yang harus dipenuhi. Maka, para mahasiswa harus bisa memanfaatkannya dengan baik. Terkati CoE Ekspor Agrokompleks, ia menjelaskan bahwa basecamp kelas ini akan diletakkan di Pontiana. Hal itu tidak lepas dari pelabuhannya yang sangat mendukung, utamanya dalma hal regulasi ekspor. Para peserta CoE akan diajar langsung oleh stakeholder yang bergelut dalma kegiatan ekspor. “Jadi nanti yang memberikan pelatihan mulai dari petani omoditi, pengelola, bea cukai, bahkan hingga pembeli dari luar negeri. Pembelinya juga bermacam-macam seperti dari Malaysia, India, hingga Bangladesh. Jadi peserta bisa mendapatkan banyak pengalaman dan pelatihan yang mumpuni,” tegasnya. Adapun kelas ini nantinya berisi 80% praktek dan 20% sisanya materi. Diharapkan muncul bibit-bibit unggul yang paham tentang ekspor dan segala yang berkaitan dengannya. Acara itu juga dihadiri langsung oleh Direktur utama PT. MAS Group, Anne Sri Arti. Ia bercerita tentang jatuh bangun memulai usaha ini serta mengajak anak muda untuk melihat peluang yang ada. “Saya mengawali semua ini dengan keluar dair zoan nyaman, kemudian menggaet beberapa peternak sapi perah. Dari sana, muncul berbagai ide dan usaha yang terus dikembangkan. Semua pasti ada hambatannya, tapi jika tekun dan bisa melihat peluang, saya rasa keberhasilan akan menunggu di akhir jalan,” katanya. Di sisi lain, Ketua Program Studi Agribisnis UMM Ary Bakhtiar, SP., M.Si. melihat bahwa peluang pengembangan pasar ke luar negeri terbuka lebar. Salah satunya yang berkaitan dengan bdiang agrokompleks yaitu tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan. Maka peluang ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Satu upaya yang bsia dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas pengekspor produk ini. CoE ini juga diharapkan mampu membekali pengetahuan dan teknis terkait ekspor kepada para mahasiswa. bukan hanya mereka yang belajar di agribisnis, tapi juga lintas jurusan, fakultas bahkna universitas. “Pun dengan pemberian informasi tentang potensi dan tantangan ekspor produk agrokompleks, persiapan awal sebelum melakukan ekspor dan implementasi dalam kegiatan ekspor produk,” katanya. Terakhir, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa potensi ekspor sangat menjanjikan. Ia berharap mereka yang turut serta dalam CoE ini bisa menjadi pengekspor yang andal. Bukan hanya tahu produk mana yang bagus tapi juga mampu memahami regulasi dengan baik. Tidak harus menunggu lulus, tapi bisa dimulai sejak menginjak bangku perkuliahan. “Sampai saat ini ada lebih dari 40 CoE yang sudah berdiri dan berjalan. Mulai dari CoE unggas, koi, cokelat, welding inspector, anggrek, metaverse, dan lain sebagainya. Sudah banyak yang datang ke UMM untuk belajar tentang pengelolaan CoE ini. Bahkan ada yang ikut membuka program yang serupa,” pungkasnya. (wil)

Diskusi RBC UMM Kaji Situasi Politik Menjelang Pilpres 2024

Media sosial mampu memberikan ruang kepada para penggunanya untuk menyampaikan pendapat dan pemikirannya. Termashk terkait politik dalam rangka mewujudkan demokrasi digital menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Hal itu ditegaskan oleh Dr. Aribowo, M.S. selaku Ketua Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi Muhammadiyah Jawa Timur dalam diskusi politik. Adapun diskusi yang dilaksanakan pada 15 Maret 2023 itu digelar oleh Rumah Baca Cerdas (RBC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Lebih lanjut, Ariwibowo menilai bahwa lembaga survei memiliki peran penting untuk hadir di masyarakat. Apalagi paradaigma politik masyrakat Indonesia masih politik mobilisasi seperti masa orde baru. Padahal seharusnya sudah mengarah pada politik partisipasi. “Apalagi saat ini adalah era sosial media yang mendorong kebebasan publik untuk berpendapat,” katanya. Di sisi lain, Wakil Rektor II UMM Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa demokrasi sudah dikendalikan sedemikian besar oleh ekonomi. Aspek politik saat ini memang tidak bisa dilepaskan dari ekonomi. Maka perlu adanya peningkatan yang signifikan dari segi ekonomi. Adapun saat ini, Indonesia dituntut untuk menaikkan sumber  daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Pun dengan daya dorong produksi yang berbasis teknologi. Dengan begitu kemajuan ekonomi Indonesia akan bertambah dan berpengaruh positif bagi politik Indonesia. Sementara itu, Aminah Asminingtyas selaku Ketua KPU Kota Malang menilai bahwa tidak hanya survei dan ekonomi sana yang memengaruhi pesta demokrasi. Tapi juga narasi-narasi politik digital di media sosial. Narasi palsu dan hoaks sering beredar di masyarakat, terutama kepada pengguna media sosial yang notabene anak-anak muda. “Informasi di media sosial memang luar biasa. Ada yang menyebut pemilu mundur, padahal belum tentu kabar itu benar. Maka masyarakat harus bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah. Terutama pelajar dan mahasiswa yang cenderung emosional tanpa pikir panjang,” ucap Aminah. Terakhir, hal menarik disampaikan Dosen FISIP UMM, Dr. Salahuddin, M.Si. MPA. Ia menyebut bahwa media sosial sebagai pilar demokrasi berkontribusi besar. Terbukti pada tahun 2019 dan tidak jarang menyebabkan gesekan politik yang besar. “Jika didasari nilai kebangsaan yang agung, maka demokrasi akan tumbuh kembang dengan baik. Pada akhirnya kita dapat kepemimpinan yang baik demokratis, merakyat, dan visioner,” katanya mengakhiri. (*/wil)