Workshop Psikologi UMM, Intervensi VR Untuk Terapi Phobia

Campur tangan teknologi dalam segala lini memang tak bisa dihindari lagi. Berbagai metode dikembangan dengan basis teknologi untuk mempermudah manusia melakukan aktivitasnya. Tidak terkecuali di bidang terapi pada pasien. Hal ini juga yang sedang dikembangkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yakni terapi berbasis virtual reality. Terapi ini bertujuan untuk memudahkan terapi dan penanganan pasien. Maka dari itu, adanya workshop yang berlangsung di Rayz Hotel UMM pada 23 Februari 2023 menjadi langkah awal perkembangan teknologi virtual reality pada dunia psikologi. Seperti kata Adhiyatman Prabowo, S.Psi., M.Psi Kepala Laboratorium Psikologi UMM bahwa wokrshop ini juga mengkaji psychtechnology. Menariknya, inovasi ini akan dikembangkan spesifik pada kasus penderita phobia kucing. “Luaran workshop ini adalah untuk mengembangkan psychotechnology UMM ke arah virtual reality. Seperti yang kita lihat, teknologi masih belum banyak dikembangkan khususnya di daerah Malang,” tegasnya. Terkait phobia kucing yang digunakan secara spesifik, Adhiyatman menjelaskan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang memiliki phobia akan kucing. Denagn begitu, akan ada upaya yang lebih futuristik dalam menanganinya. Adapun workshop itu mendatangkan pakar psychotechnology ternama, Aulia Iskandarsyah, M.Psi., M.Sc., Ph.D. Dalam kajian tersebut, mereka membahas mengenai seberapa jauh capaian dari teknologi untuk dunia psikologi. Menurut Aulia, sapaannya, manusia tidak bisa lepas dari gawai yang ada di tangannya. Maka, sudah seharusnya teknologi menyasar berbagai bdiang, termasuk psikologi. Ia menerangkan bahwa psychotechnology bisa diterapkan pada pengguna umum terkecuali populasi rentan dan di bawah 17 tahun. Maksud populasi rentan adalah mereka yang lansia, anak-anak, dan lain sebagainya. Aulia menyampaikan, bahwa psikologi dapat dikembangkan dalam teknologi virtual reality (VR). Salah satunya dengan mengatur skenario yang bisa dirasakan oleh manusia. Adapun psychotechnology ini bisa diterapkan ke banyak orang. Bahkan pada mereka yang belum didiagnosa memiliki trauma terkait, namun sudah memiliki kecenderungan yang mengarah ke gangguan tersebut. “Nantinya kita bisa melakukan banyak hal. Misalnya seperti quisioner, mengecek masalah fungsi low, moderate atau high-nya, dan lain sebagainya,” tambahnya. Adapun teknologi VR untuk psikologi ini sudah dikembangkan dan saat ini berjalan 80%. Pengerjannya juga sudah dilakukan sejak enam bulan lalu. Salah satu contoh skenarionya adalah menggunakan basic video reality, di mana pengguna diajak untuk melihat secara 360 derajat keadaan yang ditakutinya. Sehingga, dengan pelatihan ini, diharapkan mereka akan menjadi lebih tenang dan relaks. Namun, canggihnya teknologi virtual reality juga mempunyai efek samping bagi penggunannya. Salah satunya adalah migrain yang diakibatkan oleh durasi penggunaan yang terlalu lama. Maka perlu adanya standart operation procedure yang jelas. Sehingga penggunaan VR di dunia psikologi bisa lebih maksimal. (tri/wil)
Dubes Polandia Ajak Wisudawan UMM Lanjut Studi ke Poland

Untuk menjadikan dunia yang lebih baik, manusia harus fokus pada kolaborasi bukan kompetisi. Hal tersebut ditegaskan oleh Duta Besar Polandia untuk Indonesia, HE. Mrs. Beata Stoczynka dalam acara wisuda ke-107 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara wisuda yang dihadiri oleh ribuan wisudawan itu dilaksanakan pada 23 Februari 2023 lalu. Lebih lanjut, duta besar yang akrab dipanggil Beata itu mengatakan bawa Polandia dan Indonesia memiliki beberapa kesamaan. Menurutnya Indonesia adalah negara pemimpin di Asia Tenggara dan negara yang besar bagian dari ASEAN. Begitu pula dengan Polandia yang merupakan bagian dari European Union. “Selain itu, kesamaan lainnya ada pada masyarakatnya. Orang Indonesia sangat ramah dan terbuka kepada orang lain. Oleh sebab itu, selama saya bekerja di Indonesia kurang lebih lima tahun, saya selalu mencoba untuk membuat orang-orang di sekitar saya selalu dekat,” ungkap Beata. Lebih lanjut Beata menyampaikan bahwa kedatangannya ke Kampus Putih yaitu untuk melakukan kerja sama terkait pendidikan. Ia berharap bisa membukakan lebih banyak peluang mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya di Polandia. Baik di bidang kemanusian, teknik maupun kesehatan. Tak lupa ia juga memberikan nasehat kepada para wisudawan. “Hari ini adalah momen yang penting di hidup anda. Kalian harus bangga karena lulus dari kampus yang memiliki reputasi internasional. Namun ini sebenarnya adalah awal dari perjalananmu, maka jangan pernah berhenti belajar dan berusaha agar bisa memenangkan kompetisi,” tegas Beata. Menurutnya, bahwa pendidikan memang menjadi hal penting. Tapi ada yang lebih penting, yakni sikap menghormati dan menghargai orang lain di manapun berada. Dengan begitu jalan menuju kesuksesan akan dimudahkan. “Saya banyak belajar bagaimana cara toleransi dalam keberagaman dari Indonesia yang memiliki kekuatan pancasila di dalamnya. Saya berharap kalian juga belajar dari hal itu. Sukses untuk kalian semua, semoga mimpi-mimpi anda bisa tercapai,” harap Beata. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berpesan kepada para wisudawan untuk menjadi pribadi yang sukses dan luar biasa di masa depan. Menurutnya, alumni UMM harus memiliki kekuatan dan kemampuan yang tidak biasa-biasa saja agar bisa menghadapi dunia yang tidak pasti di luar sana. “Oleh karena itu, jika saudara merasa belum cukup belajarnya dan masih ingin menambah ilmu, kami telah menyiapkan program Center of Excellence (CoE) berbasis bidang studi. Ini menjadi upaya kami untuk melahirkan sumber daya manusia unggul dan profesional,” terang Fauzan mengakhiri. (zak/wil)
Hanif, Wisudawan UMM yang sudah Miliki Bisnis Beromzet Ratusan Juta

Jurusan saat kuliah tidak membatasi Hanif Arfan Himawan untuk mengembangkan potensinya. Wisudawan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini kini telah memiliki bisnis jual beli laptop yang dirintis sejak 2016 lalu. Saat itu, ia masih belajar dan menimba ilmu di UMM. Menariknya, omzet yang diperolehnya cukup tinggi yakni di angka lebih dari 700 juta rupiah tiap bulannya. Hanif, begitu ia kerap disapa, menceritakan, saat awal menjalankan usaha ia ditemani oleh beberapa teman yang membantunya. Mereka juga memiliki usaha masing-masing, ada yang terjun di dunia otomotif, adapula yang di bidang kuliner. Ia juga bergabung dalam organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). “Di sana, saya bertemu banyak pelaku bisnis, mulai dari yang baru membuka usaha hingga mereka yang sudah ahli dalam hal jual beli. Dari situ, saya juga banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman mengenai bagaimana mengembangkan sebuah bisnis. Utamanya di bidang elektronik laptop,” katanya. Bisnisnya juga tidak tiba-tiba menjadi besar. Banyak proses yang harus dilalui. Salah satunya saat menggunakan hasil penjualan laptop ayahnya untuk modal. Beruntung, ayahnya sangat suportif sehingga keuntungan penjualan laptop itu bisa ia gunakan sebagai modal awal, yakni sebesar tiga juta rupiah. Kembali dan mendapat keuntungan. “Apalagi waktu itu saya lihat pasar laptop sangat luas dengan banyaknya kampus dan mahasiswa di Malang. Hal itu semakin mendorong saya untuk terus mengembangkan jual beli laptop ini. Ditambah lagi pada 2016, hanya ada sedikti toko yang fokus berjualan melalui media daring dan market place. Jadi, saya pikir ini peluang yang besar bagi saya,” tegas Hanif. Setelah berjalan selama lebih dari tujuh tahun, kini ia sudah memiliki empat karyawan. Penualannya juga tidak hanya di sekitar Malang saja, tapi juga menyasar pasar di luar Jawa Timur, seperti Jawa tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera hingga Papua. Bahkan ia juga pernah mengirim barang ke luar negeri seperti Selangor, Malaysia. Meski ia bergelut di dunia yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah, tapi Hanif masih menggunakan ilmu yang pernah ia dapat. Misalnya saja terkait pasal penadahan yang membuatnya berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. “Tentu saja saya memperhatikan aspek hukum dalam menjalankan usaha laptop saya ini. Banyak ilmu dari FH UMM yang masih saya ingat dan gunakan sampai saat ini,” tegasnya. Hanif juga merasa bersyukur karena di UMM para mahasiswa didorong untuk mengembangkan potensinya. Sekalipun di luar bidang yang sedang dipelajari. Bahkan Kampus Putih juga menyediakan kelas kewirausahaan bagi mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship. “Lewat bisnis saya ini, saya juga ingin memotivasi para mahasiswa dan anak muda lain untuk memaksimalkan potensi dan peluang. Semua hal itu berawal dari diri sendiri, kalau kita percaya kalau kita bisa, maka kesempatan dan peluang akan terus bermunculan. Saat itulah kita harus memanfaatkannya dengan baik,” pungkasnya mengakhiri. (wil)
UMM Talks Bahas Jahatnya Insecure bagi Perkembangan Karir

Seiring berkembangnya teknologi informasi, kini ruang ekspresi tidak lagi dibatasi. Sayangnya, hal tersebut menimbulkan efek negatif, termasuk suka membandingkan diri dengan orang lain. Sehingga muncul rasa rendah diri dan insecure. Hal tersebut kembali dibahas dalam UMM Talks Episode 22 yang mengangkat tema “Jahatnya Insecure untuk Pengembangan Karir Masa Depanmu” bersama Devina Andiany, M.Psi, seorang psikolog Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun acara ini telah tayang pada 10 Februari lalu di platform YouTube UMM Campus. Devina, sapaan akrbnya, menjelaskan bahwa ada tiga penyebab utama orang merasa insecure. Pertama, yaitu pengalaman ketika dicampakkan dalam suatu fenomena. Sehingga berefek pada rasa percaya diri yang berkurang seiring berjalannya waktu. Kedua, kondisi sosial atau lingkungan sehari-hari yang terus memberikan tekanan yang tinggi. Kemudian yang ketiga berasal dari diri sendiri, yakni perasaan perfeksionis yang berlebih. “Tiga faktor itu menjadi hal yang paling sering dialami oleh anak-anak muda saat ini. Apalagi ditambah dengan pikiran membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Mereka malah akan sulit berkembang karena kecemasan yang berlebih,” katanya. Lebih spesifik, ia menjelaskan bahwa faktor lingkungan terutama keluarga dapat menjadi dua mata pisau. Keluarga bisa menjadi support sistem maupun sumber tekanan bagi individu. Keluarga selayaknya harus menjadi tempat pulang bagi anaknya, baik dalam keadaan susah maupun senang. Keluarga juga harus menjadi tempat di mana anggota keluarga dapat bercerita, khususnya anak. Sayangnya, tak jarang anak enggan pulang karena saat pulang malah mendapatkan tekanan. Pun dengan ucapan yang membandingkan sang anak dengan orang lain. Disampaikan Devina, pada dasarnya insecure merupakan hal yang normal ketika melihat kondisi orang lain. Tidak selalu dipandang negatif selama tidak berlebihan dan menjadi bahan evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Perempuan yang juga dosen Psikologi UMM ini memaparkan bahwa dalam mengendalikan rasa insecure bisa dimulai dari diri sendiri. Hal itu dikarenakan yang mampu mengubah rasa negarif ke hal positif adalah diri kita sendiri. “Kita juga bisa membantu mereka yang insecure dengan mendengarkan keluh kesah dan segala cerita yang teman ingin sampaikan. Meski remeh, tapi hal itu bisa membantu mereka untuk melepaskan kecemasan yang berlebih,” tegasnya mengakhiri. (haq/wil)
Ini Alumnus UMM yang Sukses jadi Entrepreneur dan Komisaris Perusahaan BUMN

Ali Muthohirin adalah salah satu alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan karir entreprenuer dan pergerakan yang apik. Ali, sapaannya kini tengah menjabat sebagai komisaris independen Adhi Persada Beton. Di samping itu, ia juga memiliki sederet usaha kuliner dan properti. “Motivasi terbesar yang membuat saya di berada si titik ini adalah berbagi kemanfaatan ke sesama,” jelasnya. Usaha yang ia bangun berawal dari niat mulia untuk memberikan lapangan kerja para mahasiswa. Ia yang dulu kesulitan biaya untuk kulia,h tidak ingin orang lain merasakan hal yang serupa. Maka dari itu, munculah berbagai ide usaha yang ia buka. Salah satunya yakni usaha kuliner yang bernama Sambal Genit Resto. Selain mempekerjakan mahasiswa, tarif yang ia tawarkan juga terjangkau. Sehingga para perantau tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam dan bisa menggunakannya untuk keperlun lain. Pun dengan bisnis properti yang ia bangun. Tidak hanya satu, tapi dua usaha yakni Mangkujoyo Property dan Maharaya Property. Keduanya menjadi bekal Ali untuk menjadi pribadi mandiri dan bertekad membantu sesama. “Biasanya anak-anak mahasiswa kan sering diskusi dengan saya. Dulu, saya hanya bisa kasih masukan saja. Tapi dengan memberikan jalan keluar dan bantuan secara materiil tentu akan lebih bermanfaat buat mereka,” katanya. Ali, begitu ia kerap disapa, juga getol untuk turun ke ruang-ruang publik dan politik. Bahkan ia telah aktif di organisasi pergerakan sejak duduk di bangku sekolah dan kuliah. “Keputusan saya untuk terjun ke ruang publik berawal dari pikiran bahwa anak muda tidak seharusnya menjadi generasi yang hanya bisa mencerca. Tapi juga harus berkontribusi dan berperan dalam mengambil kebijakan di ranah publik,” kata pria kelahiran Gresik itu. Ditanya mengenai inspirasinya, Ali menyebut nama Moeslim Abdurrahman, seorang intelektual yang juga turut berkontribusi di ranah publik. Ali yang dulu awalnya hanya terjun di dunia intelektual, akhirnya tergerak untuk terjun langsung. Berupaya agar bisa menjadi pihak yang mengambil kebijakan untuk kemanfaatan bersama. Ia bercerita bahwa sejak dulu dirinya memang aktif di wadah-wadah diskusi ilmiah seperti Jenesys, Young Political Leader, PPUT, hingga Tadarus Pemikiran Islam. “Saat tahu sosok Moeslim Abdurahman inilah, saya ingin mengikuti jejaknya. Menjadi cendekiawan sekaligus masuk di dunia politik. Harus bisa dirangkul bersama atau disinergikan,” katanya. Ali juga sempat memberikan pesan bagi para anak muda Indonesia. Di antaranya keikhlasan untuk menebar manfaat dan memiliki tujuan yang jelas serta menggapainya dengan konsistensi. Di samping itu harus mengasah passion masing-masing agar bisa sukses. “Tiap anak muda harus punya tujuan sendiri-sendiri. Ada yang fokus di entrepreneur, ada yang di politik, menjadi akademisi dan lainnya. Hal itu harus dimaksimalkan karena kita adalah masa depan Indonesia. Apalagi anak muda juga memiliki persentase cukup besar dalam aspek hak pilih dalam pemilu nanti, yakni sekitar 40 persenan,” tegasnya mengakhiri. (wil)
UMM Bekali Wisudawan, Hadirkan Dubes Lebanon dan UNDP

Dunia membutuhkan 1,8 miliar anak muda untuk ikut andil membuat perubahan dan menyukseskan Sustainable Development Goals (SDGs). Hal tersebut ditegaskan oleh Resident Representative United Nations Development Programme (UNDP) Jakarta, Mr. Norimasa Shimomura dalam wisuda Universitas Muhammadiyah Malang ke- 107. Adapun wisuda yang dialksanakan pada 21 Februari 2023 itu dihadiri ribuan wisudawan dan tamu. Norimasa, sapaan akrabnya, juga memberikan konsep tentang Ikigai dalam kehidupan kepada para wisudawan. Ikigai menurutnya adalah konsep mencari kebahagian. Ada dua hal menarik yang bisa diperhatikan dalam konsep Ikigai tersebut. Hal pertama yakni tentang sebuah pencapaian. Dalam kehidupan sehari-hari, momen hari ini harus lebih baik ketimbang kemarin, sementara besok akan lebih baik dari hari ini. Kemudian yang kedua adalah terkait apresiasi. Bagaimana seharusnya manusia berperilaku, saling menghormati dan menghargai karena manusia saling membutuhkan satu dengan lainnya. “Setiap orang memiliki jalan yang berbeda untuk menggapai Ikigai. Tiap orang memiliki caranya sendiri dan jalurnya sendiri untuk merasakan kebahagiaan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Norimasa juga menegaskan, wisudawan ke depannya akan menghadapi kehidupan yang penuh dengan kejutan. Misalnya saja hari ini, di mana dunia sedang menghadapi krisis yang diakibatkan oleh pandemik dan pemanasan global. Namun semua masalah itu pasti ada solusinya. Ia juga mengenalkan wisudawan terkait Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai jalan keluar. “SDG’s bertujuan untuk melindungi lingkungan dan bagaimana menciptakan dunia agar menjadi tempat yang lebih baik bagi manusia. Maka dari itu, diperlukan banyak anak muda seperti saudara untuk ikut andil dalam SDG’s ini,” jelas Norimasa. Terakhir, ia juga mengucapkan selamat kepada wisudawan yang hadir. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir, tapi awal dari ujian yang sesungguhnya. “Saya percaya anda akan sukses dan bahagia serta menemukan makna dari ikigai kalian masing-masing. Jangan lupa untuk selalu menjadi manusia yang bermanfaat yang berkontribusi untuk masyarakat,” harapnya. Dalam kesempatan yang sama, hadir pula HE. Mr. Vazken Kavlikan selaku Duta Besar Lebanon untuk Indonesia. Berbagai nasihat ia berikan kepada wisudawan. Ia menegaskan bahwa walaupun perjalanan studi yang telah terlewati terasa berat, tapi ia yakin wisudawan akan merindukan masa-masa berkuliah di kampus. “Berbeda dengan di kampus, ketika sudah memasuki dunia kerja, yang kalian miliki hanyalah diri anda sendiri. Di sanalah anda akan belajar kembali, menemukan guru terbaik dan luar biasa. Guru itu biasa kita kenal dengan kesalahan. Tapi jangan taku untuk berbuat salah karena kesalahan akan mengajarkanmu untuk menjadi manusia yang lebih baik,” ungkap Vazken. Nasehat lain yang diberikan Vazken adalah untuk selalu mencintai pekerjaan yang dilakukan, dengan begitu setiap pekerjaan akan terasa mudah. Ia juga berpesan agar wisudawan tidak takut menghadapi situasi dunia yang tak pasti, karena pasti akan selalu ada solusi. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berpesan kepada para wisudawan untuk bersiap menghadapi dunia yang tidak menentu. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran untuk tidak menjadi manusia biasa-biasa saja. Tapi menjadi manusia yang bisa mengubah dunia dari yang tak tentu menjadi pasti. Ia menegaskan bahwa kehadiran para wisudawan telah ditunggu untuk menjadi problem solver di masyarakat. “Selamat atas keberhasilan saudara dalam menempuh ilmu selama di kampus putih ini. Saya percaya anda akan menjadi orang sukses, menjadi kebanggaan orang tua dan bermanfaat bagi agama dan bangsa,” harap Fauzan. (zak/wil)
Berkat CoE UMM, Danny Dapat Bekerja Sebelum Lulus

Diterima dan sudah bekerja sebelum prosesi wisuda menjadi impian banyak anak muda. Hal itulah yang kini dijalani oleh Danny Shevarivo Pratama, salah satu wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses bekerja di perusahaan berkat program Center of Excellence (CoE) Human Resource Development (HRD). Adapun ia berhasil lulus hanya dalam waktu 3,5 tahun saja. Danny, sapaan akrabnya menjelaskasn bahwa CoE HRD dari Fakultas Psikologi UMM sangat berarti baginya. Ia diberi kesempatan untuk magang selama empat bulan di PT. Indotama Seraya Artha, Pasuruan. Perusahaan tersebut bergerak pada bidang retail bahan baku kue. Di sana, ia mendapatkan berbagai hal baru dan skill yang memang dibutuhkan industri. Bahkan, dari program CoE UMM ini ia mendapatkan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) level staf HRD. “Selain itu, saya juga mendapatkan sepuluh kompetensi unggul dari CoE dan surat pengalaman kerja dari perusahaan terkait. Usai menjalani program CoE, saya juga berhasil direkrut dan langsung bekerja di perusahaan terkait sekalipun saya belum diwisuda. Saya ditempatkan di posisi staf human capital hingga saat ini,” tegas wisudawan asal Malang itu. Ia bersyukur bisa turut serta dalam program CoE HRD UMM. Menurutnya, program ini sangat bagus untuk para mahasiswa yang ingin mendapatkan skill terbaik yang dibutuhkan oleh industri di berbagai bidang. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah terserap dunia kerja. Apalagi dengan adanya berbagai sertifikasi yang bisa menjadi bekal di persaingan kerja. Waktu 3,5 tahun juga menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi waktu normal menyelesaikan kuliah biasanya 4 tahun. Danni mengatakan bahwa CoE HRD UMM memiliki peran strategis sehingga ia bisa lulus lebih cepat. Projek dan data yang ia dapatkan di perusahaan magang bisa digunakan untuk tugas akhir. Tugas itulah yang menjadi pengganti dari skripsi yang biasa mahasiswa lain kerjakan. Terkait perkuliahan, Danny merupakan mahasiswa yang aktif dan ambisius. Ia mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Putra-Putri Kampus (PPK), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), hingga menjadi asisten laboratorium. Bahkan ia sempat menjabat sebagai ketua di sederet aktivitas mahasiswa tersebut. Wisudawan fakultas psikologi itu juga membeberkan caranya untuk bisa mendapat nilai bagus meski memiliki banyak kegiatan lain. Menurutnya, manajemen waktu merupakan hal penting untuk meraihnya. “Kalau ada kegiatan yang menurut saya bsia dikerjakan dengan cepat, saya langsung melakukannya dengan segera. Dengan begitu, kegiatan terkait tidak mengganggu aktivitas saya yang lain. Jadi lebih efektif dan dapat memaksimalkan waktu 24 jam sehari,” katanya. Terakhir, ia mendorong anak-anak muda untuk mengembagnkan potensi. Tiap anak memiliki minta dan potensinya masing-masing. Kuncinya ada pada kemauan diri untuk bisa melakukan yang terbaik. (wil)
UMM Telah Terjunkan Tim Relawan ke Turki

Gempa berkekuatan 7,8 skala richter telah melanda Turki pada awal Februari ini. Setelahnya, terus terjadi berbagai gempa susulan yang membentang di sepanjang zona patahan yang pecah di Turki Selatan. Tergerak atas dasar kemanusiaan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirim dua delegasinya untuk bergabung dengan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Internasional untuk menjadi relawan ke Turki. Salah satu relawan UMM bernama Rindya Fery Indrawan menjelaskan bahwa EMT ini merupakan tim gabungan dari Rumah Sakit (RS) dan lembaga muhammadiyah seluruh Indonesia. Dalam tugas relawan bencana ke Turki, EMT bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan juga Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Selain Fery, UMM juga mengirimkan satu delegasi lagi bernama Zakarija Achmat, S.Psi., M.Si. “Di Turki rencananya kami akan membangun rumah sakit lapangan tipe dua dan dukungan psikososial bagi para korban yang terdampak. Sebelum berangkat, semua tim berkumpul di Jakarta untuk mendiskusikan lebih matang terkait perbekalan logistic dan medis yang akan dibawa ke Turki,” ungkap Indra. Adapun lokasi yang mereka datangi adalah Kota Hassa yang terletak di Provinsi Hatay. Selain membantu baik dari segi fisik maupun psikis, mereka juga mendirikan rumah sakit darurat menggunakan tenda EMT tipe 2. Sampai hari ini, pembangunan tersebut masih terus dilaksanakan dengan rencana luasnya sekitar 2000 meter persegi. Disampaikan Indra, para anggota akan menetap cukup lama di Turki. Ia sendiri akan berada di Turki hingga akhir Februari ini untuk membantu meringankan derita yang disebabkan oleh bencana. Mereka juga berupaya memberikan kebahagiaan melalui beragam kegiatan baik itu permainan maupun hiburan lain. Terkait keterlibatan EMT menjadi relawan di Turki, Fery sapaannya menjalaskan bahwa EMT Muhammadiyah merupakan satu-satunya tim relawan yang telah tersertifikasi oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2020. Dengan perginya tim EMT Muhammadiyah ini, diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan kepada para warga yang terdampak. “Semoga keberadaan kami dapat menolong banyak orang di sana dan kami juga dapat kembali dengan selamat ke tanah air Indonesia,” pungkasnya mengakhiri. (wil)
Pimpinan Kampus Ilmu Hukum se-Indonesia Bahas Isu Strategis di UMM

Majunya sebuah asosiasi bukan karena idealisme saja, tetapi juga atas peran semua anggota. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI), Prof. Dr. Edy Lisdiyono, SH, MCL, P.hD. Ia turut hadir dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional APPTHI dan Sosialisasi Pedoman Penyusunan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kegiatan tersebut diselenggarakan pada 17 Februari lalu dan diikuti puluhan perwakilan perguruan tinggi seluruh Indonesia. Edy, sapaannya, mengatakan rapat kerja nasional ini bertujuan agar setiap anggota dari fakultas hukum bisa mendapatkan pedoman, utamanya mengenai penyusunan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Keigatan RPL ini sudah berjalan selama dua tahun, dan kini FH UMM berkesempatan menjadi tuan rumah penyusunan pedoman tersebut. Menurutnya, tiap anggota harus mampu berpartisipasi aktif untuk memajukan APPTHI. Hal itu juga akan berefek pada kemajuan fakultas hukum di masing-masing kampus. Ke depan, rakernas seperti ini tidak hanya diadakan di tingkat nasional, tpai juga dilakukan per wilayah. Dengan begitu akan ada konsentrasi kegiatan di wilayah barat, tengah maupun timur. Sehingga, konsolidasi organisasi masing-masing wilayah bisa berjalan dengan baik. Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Dekan FH UMM, Dr. Tongat, S.H, M.Hum. Ia berharap Rakernas APPTHI bisa memberikan sumbangsih unggul, baik itu program yang bermanfaat maupun inovasi lain. Pun dengan tekad untuk memajukan perguruan tinggi melalui diskusi dan saling berbagi. Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Rektor IV UMM, Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si. Ia menyampaikan bahwa asosiasi ini memiliki tugas besar karena tidak bisa diukur dengan cara apapun. “Saya kira, tidak mudah menjalankan bagi perguruan tinggi yang memiliki fakultas hukum. Karena hukum itu ilmu tidak pasti, tapi harus dipastikan adil. Oleh karena itu, setiap kampus harus memiliki kurikulum dan tenaga pendidik yang bisa menjelaskan itu,” terang Sidik. Ia juga menjelaskan jika FH tertentu mengusung dan menerapkan spirit hukum progresif, maka nantinya kurikulum dan metode belajarnya akan mencerminkan spirit itu. Pun dengan para lulusannya yang akan membawa spirit hukum progresif dalam kehidupan sehari-harinya. Adapun perguruaun tinggi memang dituntut untuk memiliki dosen pendidik profesional dan ilmuwan. Sidik mnejelaskan, ukuran dosen bisa dikatakan profesional jika sudah memiliki sertifikat pendidikan. Sedangkan predikat ilmuwan bisa dilihat dari jabatan akademik seperti menjadi lektor dengan syarat khusus memiliki jurnal bereputasi. “Dengan adanya kriteria dosen seperti itu, Maka tinggal bagaimana kita meramu kurikulum dan sistem pembelajaran. Sehingga mampu melahirkan lulusan yang baik dan profesional,” tegasnya. Terakhir, ia ingin APPTHI dapat memberikan ide dan gerakan signifikan. Khususnya yang berorientasi membangun peradaban manusia serta bangsa melalui fakultas hukum di berbagai kampus seluruh Indonesia. (zak/wil)
Kaji Pertanian hingga Aviasi, UMM Jalin Kerjasama dengan Bondowoso

Program profesor penggerak pembangunan masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus meluas. Kali ini rombongan Kabupaten Bondowoso datang ke Kampus Putih pada 17 Februari 2023 lalu. Kunjungan dan diskusi tersebut bertujuan untuk mengembangkan kerjasama yang bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat. Bupati Bondowoso Drs. KH. Salwa Arifin mengapresiasi atas bantuan UMM selama ini. Utamanya dalam aspek pertanian, yakni mengembangkan pertanian organik di Bondowoso. Terhitung sudah ada ratusan hektar yang sudah digarap, 165 hektar di antaranya sudah tersertifikasi. Ditambah lagi dengan wilayah Bondowoso yang hampir 60 persennya adalah lahan pertanian. Adapun pertemuan tersebut juga berdiskusi mengenai peluang membangun wisata aviasi di Bondowoso. Menurut Salwa Arifin, perlu adanya dukungan dari UMM untuk memajukan Bondowoso. “Ada banyak wisata yang berlokasi di Bondowoso. Namun sayangnya, sumber daya manusia yang tersedia juga masih perlu ditingkatkan. Maka saya harap UMM dapat mendampingi masyarakat luas agar Bondowoso bisa semakin maju dan melesat. Sesuai dengan jargon kami yakni, Melesat,” tegasnya. Hal yang tak jauh berbeda juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kab. Bondowoso Drs. Bambang Soekwanto, M.M. Menurutnya, wisata aviasi merupakan hal yang menjanjikan. Apalagi bisa menjadi destinasi angkasa pertama yang ada di Indonesia. “Di luar negeri memang ada beberapa wisata seperti ini. Tapi, kalau di Indonesia, mungkin kerjasama pengembangan seperti ini merupakan yang pertama,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengatakan bahwa diskusi ini membahas mengenai kemaslahatan untuk umat. Apalagi kolaborasi UMM dan Bondowoso sudah berjalan sejak lama, termasuk terkait pertanian organik. Bahkan juga telah dikenal oleh banyak orang di mana-mana. Pertanian organik ini nantinya bisa dikawinkan dengan standarisasi produk pertanian. Hal ini diperlukan untuk kepentingan proses ekspor hasil organik ke luar negeri. Pun dengan produk yang dikonsumsi oleh masyarakat. Ia meyakini bahwa di Bondowoso, ada beragam potensi daerah yang bisa ditingkatkan. Maka dari itu, kampus tidak boleh jauh dari masyarakat. Kampus pada prinsipnya adalah bagian dari masyarakat yang menjadi problem solver masalah-masalah yang terjadi. “Maka UMM siap membantu dan terjun langsung untuk berkontribusi masyarakat di berbagai bidang. Baik di pertanian, aviasi, pengembangan energi abru terbarukan dan lain sebagainya,” pungkas rektor asal Kediri itu. (wil)