UMM Jalin Kolaborasi dengan Kings College London

Ada beragam hal menarik yang sudah dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal itu dikatakan oleh Dr. Helen Bailey, Deputy Vice President Global Business Development Kings College London (KCL). Adapun ia dan tim KCL datang ke UMM pada 17 Februari 2023 untuk melakukan penjajakan dan diskusi untuk kolaborasi lebih lanjut. Helen, sapaannya, mengatakan bahwa produk riset yang dilaksanakan UMM cukup menarik. Apalagi dengan menggaet komunitas lokal dan memberikan kontribusi ke masyarakat. Pun dengan dukungan Kampus Putih bagi mahasiswa untuk berinovasi di berbagai bidang. “Banyak hal yang bisa dibahas dan didiskusikan. Kita juga bisa saling membuka kesempatan untuk menjajaki kerjasama antar perguruan tinggi ini,” ungkapnya. Pihak KCL juga mengapresiasi upaya UMM di bidang energi baru terbarukan. Baik itu pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH)  Humaupun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Menurut mereka, ini adalah langkah strategis dalam mengjadapi isu lingkungan. Di sisi lain, Prof. Djoko Sigit Prayogo, M. Acc, P.hD. dari UMM menjelaskan bahwa sebagian besar produk riset Kampus Putih dapat digunakan langsung oleh masyarakat. Bahkan juga dapat dikomersialkan. Maka, pihak UMM ingin melebarkan sayap risetnya di duni internasional. “Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan KCL, terutama di bidang riset,” tambahnya. Ia juga memaparkan bahwa ada program inovatif yang melibatkan mahasiswa dalam berbagi manfaat ke warga. Program itu adalah Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Dalam prosesnya, mahasiswa akan menjadi jembatan antara kampus dan masyarakat serta menemukan data. Dari data itu, fakultas dapat menentukan hal apa yang bisa dilakukan di wilayah tersebut. Kemudian dilaksanakan oleh para mahasiswa. Selain itu, ada pula program Center of Excellence (CoE) yang terus dikembangkan UMM. Sampai saat ini ada lebih dari 40 sekolah yang bisa diikuti dan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dengan begitu, UMM bisa turut serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan guru besar UMM lain, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P. Ada sederet program inovatif yang sedang digalakkan. Salah satunya adalah SOFRE 100 yang dilaksanakan di daerah-daerah, termasuk Jember. Program ini meliputi smart farming, pengembangan masyarakat lokal, hingga energi baru terbarukan. Dalam menjalankannya, UMM juga menggaet pemerintah, investor, dan industri. “Maka saya rasa kolaborasi UMM dan KCL bisa menjadi langkah untuk meningkatkan riset di masing-masing kampus. Serta bisa memberikan hal-hal baik di bidang lainnya,” katanya mengakhiri. (wil)

2023 Diprediksi Resesi, Ini Kata Dosen Ekonomi UMM

Ancaman resesi ekonomi global 2023 menjadi perbincangan belakangan ini. Berbagai bentuk perdagangan baik dalam negeri maupun luar negeri diprediksi mengalami penurunan. Meski demikian, Muhammad Khoirul Fuddin, S.E, M.E. selaku dosen jurusan Ekonomi Pembangunan mengatakan jika Indonesia berpotensi tidak ikut terdampak. Hal ini lantaran, Indonesia telah lebih dulu mengalami hal tersebut di masa pandemi Covid-19 tahun 2019 akhir menuju 2020. Setelah Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) berakhir, resesi ekonomi di Indonesia juga perlahan memudar. Tahun 2021, pertumbuhan ekonomi mulai naik 7,07% hingga akhir 2022 sampai sekarang cenderung stabil. “Yang mengalami resesi itu sebenarnya bukan di Indonesia tapi justru secara global. Memang, pertumbuhan ekonomi dari tahun 2022 ke 2023 pada beberapa negara mengalami penurunan, hal itu yang menyebabkan terjadinya resesi ekonomi global di tahun ini,” jelas Fuddin. Walau demikian, resesi ekonomi global dapat menghambat kegiatan ekspor impor di Indonesia. Jadi, ketika dunia global pertumbuhan ekonominya turun maka secara otomatis kegiatan ekspor Indonesia juga akan menurun. Ini dikarenakan banyak warga luar yang tidak bisa membeli barang akibat krisis ekonomi di negaranya. Akibatnya, barang yang di dalam negeri akan tertimbun karena hasil produksi banyak namun tidak dapat terjual ke luar negeri. “Selain pada kegiatan ekspor, resesi global juga menghambat kegiatan impor. Ada beberapa barang yang memang diambil dari luar negeri kemudian di rakit di Indonesia. Akibat resesi ekonomi global, maka negara yang biasanya memproduksi barang tersebut jadi terhambat. Sehingga banyak barang yang tidak diproduksi dan menyebabkan barang terbatas, sedangkan permintaan di Indonesia meningkat,” tambahnya. Banyak pihak khawatir resesi ekonomi 2023 ini berefek pada Indonesia. Hal ini lantaran tidak terpenuhinya kebutuhan, negara tidak dapat menjual barangnya dan juga tidak dapat mendatangkan bahan dari luar negeri. Menyikapi kecemasan ini, menurutya masyarakat perlu menyiapkan diri untuk menghadapi resesi ekonomi secara global. Pertama, harus menjaga tingkat onsumsi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan rutin. Tingkat konsumsi yang stabil akan menjaga harga barang-barang di pasaran lebih stabil. Yang kedua, melakukan investasi. Investasi ini ada dua cara yakni di dalam negeri atau di luar negeri. Saat investasi dalam negeri, uang akan masuk ke Indonesia sehingga jumlah uang di dalam negeri akan bertambah dan ini akan mengurangi jumlah pengangguran. Sebaliknya, ketika menanamkan modal ke luar negeri, maka uangnya akan pindah keluar. Ini mengakibatkan jumlah uang di dalam negeri akan sedikit. Jika sedikit, maka akan menghambat pertumbuhan ekonomi tahun ini. “Dan yang ketiga yakni melihat pengeluaran pemerintah.  Ketika pengeluaran pemerintah semakin banyak, seharusnya pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan. Hal ini berarti pemerintahan perlu terus gencar membangun infrastruktur yang akan mendukung kegiatan ekonomi di dalam negeri,” pungkasnya. (git/wil)

UMM Taat Pajak, KPP Malang Utara Ajari Karyawan Cara Lapor Pajak

Pajak menjadi salah satu aspek penting bagi pembangunan negara. Hal tersebut disampaikan Ahmad Wahid Hasan selaku Account Representative Kantor Pajak Malang Utara saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Malang, 17 Februari 2023 lalu. Kedatangan mereka juga untuk memberikan sosialisasi terkait pelaporan pajak di Kampus Putih. Lebih lanjut, Ahmad, sapaannya juga berterimakasih karena UMM memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan mengenai pajak, terutama cara pelaporan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kelas pajak yang sudah mereka galakkan sejak lama. Pihaknya juga menyediakan konsultasi melalui berbagai platfrom, termasuk WhatsApp. Selain Ahmad, adapula Adreas Perkasa Zebua yang menjelaskan alur pelaporan pajak tahunan kepada para karyawan UMM. Ia menjelaskan terkait prosedur untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Tahunan PPH OP khusus karyawan. Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah validasi NIK di laman djponline.pajak.go.id. Setelah itu registrasi untuk bisa masuk ke dashboard dan memasukkan data NIK. Apabila perlu ada pembaharuan bisa pilih validasi. “Kita semua juga harus mengetahui jenis-jenis Surat Pemberitahuan (SPT) pajak orang pribadi. Adapun jenisnya adalah 1770, 1770 S dan 1770 SS,” terangnya. Lebih lanjut, Andreas, sapaan akrabnya menjabarkan terkait SPT tahunan Wajib Pajak orang pribadi 1770 adalah apabila karyawan memiliki usaha lain seperti berjualan ataupun memiliki usaha kecil. Sedangkan SPT 1770S diperuntukkan bagi seseorang yang memiliki jumlah penghasilan setahun dan lebih dari 60 juta rupiah. Sedangkan 1770 SS untuk seseorang yang memiliki penghasilan setahun kurang dari 60 juta rupiah. Adapun dokumen yang harus disiapkan untuk mengisi SPT Pajak Tahunan adalah bukti potong PPh, kartu keluarga, daftar harta, hingga daftar utang. Pun dengan catatan omzet per bulan jika ada dan bukti penyetoran PPh Final. Segala informasi dan pelaporan terkait SPT pajak tahunan dapat diakses di pajak.go.id. “Melalui sosialisasi ini saya berharap dosen dan karyawan UMM bisa lebih mengenal kewajibannya dalam bernegara. Utamanya membayar dan melaporkan pajaknya dengan benar, sebab pajak sangat penting bagi pembangunan,” tegasnya. Kelas pajak tersebit juga diapresiasi oleh Kepala Biro Adiminstrasi Umum UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A. Ia menegaskan bahwa Kampus Putih senantiasa mematuhi dan siap membayar pajak. Apalagi hal itu merupakan kewajiban warga negara yang dapat membantu kemajuan bangsa dan negara. Kehadiran tim Pajak Malang Utara ini juga dinilai membantu memberikan pemahaman bagi para karyawan. Apalagi dengan penggunaan platform digital, baik aplikasi maupun website. Dengan begitu, semua pihak bisa tahu dan paham cara melaporkan pajak. Sebelumnya, UMM biasanya mengadakan layanan bagi para karyawan maupun dosen yang akan melapor pajak. Bahkan ada beberapa relawan dari mahasiswa yang mengarahkan dan memberi pemahaman agar sivitas akademika UMM menjadi warga negara yang taat pajak. (wil)

Seberapa Efektif Tilang Online? Begini Kata Dosen Hukum UMM

Penindakan tilang adalah salah satu upaya untuk membentuk keteraturan. Dalam penerapan hukum pidana, tilang merupakan salah satu sanksi pidana yang sangat penting dan diatur oleh undang-undang, yaitu KUHP. Terbaru, pemerintah telah melaksanakan penyederhanaan penanganan pelanggaran lalu lintas melalui Electronic Traffic Law Enforcement System (ETLE) atau tilang elektronik. Terkait hal itu, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nu’man Aunuh S.H M.Hum. memberikan tanggapannya. Ia menilai adanya tilang elektronik ini membuat masyarakat semakin patuh berkendara. Pun dengan upaya mengurangi interaksi dalam proses penilangan, sehingga dapat menekan angka pungli di lapangan. “Kebijakan tilang elektronik ini memberikan dampak positif, baik masyarakat maupun kepolisian. Masyarakat menjadi disiplin dan patuh ketika berkendara. Sementara pihak kepolisian tidak memiliki citra buruk terkait berita pungli serta mengembalikan wibawa penegak hukum,” urai Nu’man. Nu’man, sapaan akrabnya juga mengatakan pengenaan tilang elektronik dapat berjalan dengan efektif dan sejalan dengan tujuan pidana modern. Selain mencegah pelanggaran lalu lintas, tilang online ini juga memberikan efek jera. Hal itu karena masyarakat akan merasa selalu diawasi melalui CCTV meski tidak ada polisi yang yang berjaga. Baik itu di lampu merah maupun di sepanjang jalan. Sayangnya, jika sarana dan prasarana belum memadai, maka kebijakan dan peraturan tersebut tidak akan berjalan maksimal. “Harus dipahami juga bahwa teknologi tersebut perlu dibarengi dengan sistem pengawasan yang baik. Sehingga pelanggar dari individu tidak memiliki celah untuk melanggar,” tegas Nu’man. Selain itu, kerjasama masyarakat juga diperlukan agar tilan elektronik ini bisa berjalan efisien. Kesadara mereka bisa dihidupkan melalui sederet sosialisasi di berbagai platform terkait cara berkendara. Bisa melalui media sosial maupun turun langsung ke lapangan. Ia menilai bahwa perlu waktu untuk meningkatkan kesadaran masyarakata akan ketertiban berkendara. Menurutnya, perlu dua hingga lima tahun ke depan hingga para pengendara bisa sadar dan mawas diri saat berada di jalan. “Jika terwujud, hal ini tentu mendukung kepolisian sebagai institusi agar bisa memberikan kepastian hukum,” katanya. Di sisi lain, ada dampak engatif yang dihasilkan dengan adanya tilang elektronik. Salah satunya adalah semakin jauh jarak interaksi antara kepolisian dan masyarakat. Maka harus ada upaya mendekatkan kepolisian dengan warga sehingga mereka merasa diayomi dan dilindungi. Hal itu juga menjadi langkah mengembbalikan kepercayaan masyarakat. (and/wil)

Raih Predikat Unggul, Ilmu Pemerintahan UMM Targetkan Akreditasi Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa konsisten dalam membuktikan menjadi kampus terbaik. Terbaru, Program studi (prodi) Ilmu Pemerintahan UMM sukses mempertahankan predikat unggul. Capaian ini tetapkan oleh BAN-PT sejak 8 Februari 2023 hingga tahun 2028 mendatang. Muhammad Kamil, S.IP., MA. selaku Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan UMM menyampaikan jika sejak tahun 2020, mereka mengajukan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) peringkat akreditas yang semula A menjadi unggul hingga 2022. Lalu pada tahun 2023 kembali melaksanakan akreditasi dan akhirnya berhasil mempertahankan predikat unggul. “Terhitung, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM telah dua kali memperoleh akreditasi A dan dua kali mencapai unggul. Ini menjadi bukti baiknya kualitas yang kami berikan, baik dari segi pelayanan maupun proses pendidikan,” ungkapnnya. Kamil, sapaan akrabnya, menuturkan jika semua pencapaian tersebut tidak datang secara tiba-tiba, namun dari berbagai usaha keras. Mulai dari empat tahun membuat sebuah rancangan besar dalam menyiapkan data dan melaksanakan kurikulum yang konsisten agar alumni bisa bekerja sesuai profil lulusan. Pun dengan memperbaiki pelayanan dan pengelolaan prodi, serta menonjolkan kegiatan internasional. “Salah satu hal yang membuat kami unggul adalah atmosfer akademik internasional. Salah satunya adalah prestasi internasional ada 6, penelitian internasional kami ada 8, pengabdian internasional ada 6 dan mahasiswa internasional kami sebanyak 23 mahasiswa,” terangnya. Baginya, membumikan pengabdian dan mengamalkan Tri Dharma perguruan tinggi menjadi bekal penting dalam pencapaian ini. Terlebih, hingga kini Ilmu Pemerintahan UMM berhasil mendapatkan peringkat pertama sebagai prodi pemerintahan kampus negeri dan swasta. “Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan pimpinan universitas, fakultas dan seluruh tim prodi yang berhasil saling menguatkan untuk mencapai titik ini. Pun dengan para alumnus dan belasan mitra yang sudah mendukung selama proses akreditasi,” katanya. Selanjutnya, FPP UMM akan segera mewujudkan rekognisi internasional yang telah digarap bersamaan dengan akreditasi unggul pada 2022. Dokumen dan proses penyelesaian sudah dilakukan. Kemudian akan mengirimkannya bulan depan ke akreditasi internasioanl FIBAA yang bermarkas di Jerman. “Harapanya 2023  Ilmu Pemerintahan UMM sudah mendapatkan akreditasi internasional dari FIBAA. Tentu yang terpenting dari semua proses ini adalah meningkatkan mutu pelayanan dan prodi. Jadi, sebenarnya akreditasi adalah bonus dari upaya terbaik kami dalam meningkatkan mutu pelayanan di bidang tri dharma,” ungkapnya. Di lain kesempatan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM Prof. Muslimin Machmud mengatakan bahwa capaian ini merupakan sesuatu yang membanggakan. Ia yakin, hasil yang baik berasal dari upaya dan proses panjang yang baik pula. “Terimakasih kepada alumnus, mahasiswa, pengelola prodi dan mitra yang sudah bahu membahu untuk mencapai predikat unggul ini. Ia juga mengapresiasi prodi IP untuk langsung mengajukan rekognisi internasional ke FIBAA,” tegasnya. (ros/wil)

Prodi HKI UMM Raih Peringkat 1 Kinerja Publikasi Sinta

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hentinya menorehkan prestasi. Kali ini datang dari prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam (FAI) yang berhasil meraih peringkat 1 kinerja publikasi Science and Technology Index (Sinta) dari 247 prodi HKI setanah air pada awal tahun ini. Berdasarkan data, prodi HKI UMM memiliki Sinta Score Overall 4.211 dan Sinta Score 3 Yr 2.840. Muhammad Arif Zuhri, Lc. M.HI. selaku ketua prodi HKI UMM mengatakan raihan prestasi ini memperlihatkan bahwa UMM sebagai perguruan tinggi swasta memiliki keunggulan dan mampu bersaing di bidang riset dan publikasi ilmiah. “Alhamdulillah, kami bersyukur atas prestasi ini. Capaian ini bentuk dari ikhtiar prodi HKI untuk memenuhi Catur Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan AlK,” ungkap Arif. Arif menegaskan bahwa tidak ada program khusus yang dilakukan untuk mencapai prestasi ini. Semua berjalan secara natural dan sudah semestinya. Mereka selalu memiliki prinsip untuk segera mengeksekusi apa yang bisa dihasilkan, tidak hanya berhenti di pikiran saja yang ujungnya menjadi beban. Para dosen juga sering bertukar pikiran, ide, dan memberi motivasi serta masukan antara satu dengan yang lain. Dengan begitu akan ada perbaikan dan pengembangan dalam catur dharma perguruan tinggi. “Ini juga hasil dari kedisplinan kami dalam menjalankan berbagai aktivitas ilmiah. Apalagi kami juga memiliki tiga dosen lektor kepala, empat dosen lektor, dan 16 asisten ahli yang memiliki peran dalam pertimbangan perhitungan skor prodi HKI UMM,” tegasnya. Arif menegaskan bahwa prestasi ini bisa menjadi bahan bakar HKI untuk bisa menjadi prodi terkemuka dalam pengembangan ilmu hukum di tahun 2030, utamanya hukum Islam. Pengembangan keilmuan itu tentu berdasarkan nilai-nilai islam yang berwawasan tajdid dan keindonesiaan. “Kami juga berterima kasih kepada UMM yang telah memberi dukungan dalam banyak hal untuk peningkatan mutu prodi maupun dosen,” harap Arif. Terakhir, Arif menjelaskan bahwa skor Sinta tersebut berhasil diperoleh karena pihaknya telah menerbitkan 6 artikel terindeks Scopus Q1, 4 artikel terindeks Scopus Q2, 1 artikel terindeks Scopus Q3, dan 1 artikel terindeks Q4, serta 1 publikasi yang dikategorikan sebagai Scopus Non Artikel. Di samping itu, juga terdapat 25 Scopus Citation, 7 Scopus Document tersitasi, 4 artikel yang berupa Web of Science Document (core) dan 2 artikel Web of Science Document tersitasi. Selain itu juga didapat dari artikel yang terindeks Sinta (Garuda S1 Non Scopus) sejumlah 4 artikel, (Garuda S2) 46 artikel, (Garuda S3) 24 artikel, (Garuda S4) 41 artikel, (Garuda S5) 12 artikel, (Garuda S6) 2 artikel, (Garuda dokumen tidak terakreditasi) 77 artikel. (zak/wil)

Kompor Surya Ciptaan Mahasiswa UMM untuk Dukungan Korban Gempa di Turki

Gempa di Turki membangkitkan rasa kemanusiaan masyarakat dunia. Tak terkecuali mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selain doa, mereka juga telah menciptakan kompor surya yang bisa digunakan dalam keadaan darurat. Adapun kompor inovasi ini dikembangkan dalam rentang waktu empat bulan oleh 18 mahasiswa. Hibatullah Al-Mubarok, perwakilan dari tim menjelaskan bahwa ide kompor ini muncul dari diskusi panjang kelompoknya bersama dosen, yakni Ir. Muhammad Lukman, MT. Dari situlah mereka perlahan membuat prototipe hingga akhirnya menjadi kompor surya. Adapun cara kerja kompor itu memanfaatkan pantulan cahaya matahari yang dipusatkan dalam satu titik dengan menggunakan prinsip dna alat. Dalam titik itulah energi panas dikumpulkan dan siap digunakan untuk memasak. “Kompor surya adalah tekonologi yang memanfaatkan energi matahari dalam memasak pada pagi hari hingga siang hari,” imbuhnya. Barok, sapaan akrabnya mengatakan bahwa kompor ini sangat cocok dalam keadaan darurat, seperti misalnya saat bencana melanda. Menurutnya kompor ini dapat menjadi solusi di kondisi bencana gempa bumi Turki. Apalagi mengingat susahnya mencari gas atau bahan bakar untuk memasak. Maka, memanfaatkan energi alam yakni matahari dapat menjadi jalan keluar. Keunggulan lain produk ini adalah penggunaannya yang ramah lingkungan. Berbeda dengan energi gas dan fosil yang secara jangka panjang dapat membahayakan lingkungan. “Saya rasa kompor surya ini sangat cocok digunakan di masa bencana. Baik itu banjir, tsunami, longsor atau bahkan gempa di Turki. Dengan satu alat, problem memasak sudah bisa  diatasi dan mampu memberikan makanan yang cukup. Semoga ada relawan yang mau memanfaatkannya untuk dibawa ke lokasi-lokasi bencana, termasuk lokasi gempa Turki,” tegasnya. Mahasiswa asli Tuban ini berharap kompor ini bisa terus dikembangkan. Salah satunya yakni bentuk yang harus dimodifikasi dan diubah menjadi lebih minimalis. Untuk saat ini, bentuk kompor ini masih tergolong bongsor dan sulit untuk dibawa ke mana-mana. Jika nantinya ada pengembangan bentuk, ia rasa kompor surya buatan mahasiswa UMM bisa digunakan masyarakat luas. Pun dengan tingkat panas yang bisa ditingkatkan lagi sehingga proses memasak bisa lebih mudah dan cepat. “Minimalis dan mampu mengumpulkan panas lebih banyak menjadi tujuan kami selanjutnya. Semoga akan muncul banyak ide yang bisa kami implementasikan di alat ini,” pungkasnya. (haq/wil)

Halal Center UMM Gandeng Lembaga Halal Malaysia

Memiliki komitmen untuk meningkatkan sadar halal secara global, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gaet lembaga halal asal Malaysia. Salah satunya menerima kunjungan tim dari International partnership and Global Event Serunai Commerce Malaysia pada 9 Februari 2023. Kedatangan mereka yakni untuk melakukan kerjasama dengan Halal Center UMM. Intan Suriya Ramly selaku Director of International partnership and Global Event Serunai mengatakan bahwa perusahaannya adalah lembaga yang memang bergerak di bidang halal. Termasuk melakukan sertifikasi halal baik skala kecil, menengah hingga perusahaan besar. Selain itu juga memiliki kompetensi sumber daya manusia dan teknologi dalam upaya menyatukan komunitas pegiat halal di dunia, dimulai dengan ASEAN mini (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand). “Kami juga mempunyai komitmen untuk mempermudah umat Islam terhadap kebutuhan dan informasi produk halal. Yakni melalui pemeriksaan halal, autentikasi halal, publikasi atau sosialisasi yang mendukung banyak pihak. Menurut saya, Halal Center UMM menjadi pihak yang strategis untuk menjalin kerjasama,” terang Intan. Di sisi lain, Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. selaku Kepala PS P3 Halal UMM mengatakan bahwa ada sederet bidang yang bisa dikolaborasikan. Utamanya dala pendampingan halal bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mellaui Halal Center UMM. Pun dengan lembaga pemeriksa halal Muhammadiyah maupun Pemerintah daerah. “Hal itu merupakan upaya untuk memperbanyak  wirausaha muslim yang mempunyai produk bersertifikat halal. Pun dengan standar yang disepakati bersama agar dapat digunakan untuk mempermudah membuat jejaring informasi produk, outlet, hingga toko oleh-oleh yang sudah bersertifikasi halal,” jelas Elfi. Adapun kedua belah pihak saling memberi input untuk memperkuat ekosistem dan industrialisasi halal di dunia, khususnya ASEAN. Kemudian juga merancang kurikulum bersama dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada stakeholders yang mana selaras dengan tujuan dan keinginan PS P3 Halal dalam membentuk CoE Halal UMM. “Kami berharap program dan kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan sadar halal bagi produsen, konsumen dan peran kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berwawasan keislaman dan mendunia. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Anbiya’ ayat 107, Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam (rahamatan liralamin),” haraf Elfi. Rencana kerja sama itupun juga mendapat tanggapan baik dari Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd . Ia sangat mendukung dengan program dan target internasionalisasi UMM. Utamanya untuk menyiapkan SDM menyongsong Indonesia menjadi pusat halal dunia 2024 dan Indonesia Emas 2045. “Saya kira kerjasama ini bisa direalisasikan ddi berbagai aspek. Misalnya kegiatan ilmiah seperti workshop ataupun seminar hingga pelatihan atau pendampingan, penelitian, dan publikasi bersama. Selain itu juga dapat menjadi kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk pertukaran kegiatan magang sebagai mitra kerja Serunai di negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) lainnya,” harap Fauzan. (zak/wil)

Dosen UMM: Jelang Pemilu, Pemilih Pemula Wajib Waspadai Black Campaign

Pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah akan segera dilaksanakan pada tahun 2024. Ini merupakan salah satu bentuk dari partisipasi politik di masyarakat. Partisipasi politik sendiri memiliki banyak bentuk. Salah satunya adalah voting atau pemungutan suara untuk memilih wakil rakyat. Hal ini dijelaskan oleh Ach. Apriyanto Romadhan, S.Ip., M.Si. selaku Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menurutnya, dalam memilih wakil rakyat ada tiga tahapan yang dilalui oleh pemilih. Pertama, akses sumber informasi yang berkaitan dengan wakil rakyat bakal calon. Bisa dengan melihat program kerja maupun track recordnya. Kedua, proses di mana pemilih ikut dalam melakukan pemungutan suara. ”Ketiga, pasca dimana pemilih mengawal calon yang terpilih dan melihat apakah mereka berhasil dalam struktur legislatif. Kemudian melihat apakah mereka menjalankan program-program yang telah dijanjikan ketika berkampanye,” lanjutnya. Achmad, sapaannya, juga menekankan bahwa pemilih yang baik adalah mereka yang memiliki orientasi terhadap program kerja dan track record dari calon wakil rakyat. Maka, perlu adanya pendidikan politik yang diberikan oleh partai pengusung calon maupun pihak lainnya. Hal ini dilakukan bukan hanya menjelang pemilu saja, tetapi dilakukan secara periodik dan berkelanjutan. Sehingga dapat meningkatkan stock of knowledge bagi pemilih terkait pemilu maupun politik. Sejalan dengan hal itu, pendidikan politik akan meningkatkan kepercayaan pemilih terhadap kapasitas calon. Selain pendidikan politik, penting juga peran dari media sosial dalam mengkampanyekan berita-berita politik. Baik itu prestasi maupun pribadi calon-calon yang diusung. Selain itu, media sosial nyatanya juga dapat menjadi black campaign dalam memberikan berita-berita bohong informasi calon wakil rakyat tertentu. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus lembaga pendidikan maupun lembaga masyarakat yang memiliki kepedulian dalam pendidikan politik. Dengan meningkatnya pendidikan politik dari stakeholder akan meningkat pula modal intelektual para pemilih pemula. “Fungsi pendidikan ini adalah meningkatkan kemampuan literasi yang tentu akan meningkatkan penjaringan informasi dalam memilih calon atau partai yang akan dipilih,” jelasnya. Untuk melihat track record calon, dapat dilihat dari keanggotan partai politik calon, latar belakang calon melalui akses yang diberikan oleh KPU dan dari berbagai media. Sehingga pemilih dapat membandingkan informasi yang didapat, menyaring informasi sepadat mungkin dan selektif agar tidak mudah terbawa arus black campaign. “Keberhasilan suatu pemilu adalah proses kerja sama antara berbagai kepentingan, baik itu pemerintah, lembaga swasta, masyarakat, maupun organisasi-organisasi lainnya. Ini adalah tugas bersama untuk mencerdaskan pemilih pemula dengan membuka kelas-kelas politik,” tutupnya. (nov/wil)

Menulis di Ponsel, Syahrul Menangkan Lomba Essay Nasional

Terkendala oleh waktu dan alat tak membuat semangat Muhammad Syahrullah. Sr untuk mengikuti berbagai perlombaan essay. Berkat usaha gigihnya tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berhasil menyabet juara tiga dalam Pekan Olimpiade Dan Seni Akbar Nasional (POSAN). Perlombaan tersebut diselenggarakan oleh Platform Gudang Prestasi Indonesia akhir bulan lalu. Syahrul, sapaanya menjelaskan bahwa essay yang dibuatnya ini mengangkat tema tentang Pancasila dalam konteks sejarah bangsa Indonesia. Essay itu dibuat hanya dengan memakan waktu satu hari saja, mulai dari penggalian ide, penulisan essay, revisi, hingga submit karya. Mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah tersebut menjelaskan bahwa manajemen waktu merupakan kunci utama dalam menyelesaikan essay tersebut. “Saya mengerjakan essay mulai dari jam sepuluh pagi sampai dengan jam dua belas malam. Dikarenakan tidak memiliki laptop, jadi selama proses pengerjaan saya menggunakan aplikasi microsoft word yang ada di smartphone. Lebih susahnya lagi karena smartphone saya sudah tua, jadi sering mengalami hang. Belum selesai sampai di situ, saya juga terkendala oleh pembuatan daftar pustaka yang membutuhkan mendeley. Jadi saya meminjam laptop teman saya di jam-jam akhir sebelum submit karya,” ungkap mahasiswa angkatan 2022 ini. Terkait motivasi dalam mengikuti lomba, Syahrul mengatakan bahwa ia ingin memanfaat momen liburan semester ini untuk mendulang berbagai prestasi. Selain itu, dengan mengikuti perlombaan literasinya juga akan bertambah, terkhusus di bidang essay. Tema perlombaan ini juga sangat menarik minat Syahrul, yaitu Moderasi dan Pancasila. “Sebagai tema essay kali ini, Pancasila memiliki peranan penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Tak hanya sebatas mengetahui tentang peranan Pancasila dalam pembentukan negara, mempelajari pancasila juga dapat membantu dalam membangun identitas nasional, memelihara stabilitas politik, memajukan pembangunan sosial dan ekonomi. Pun dengan memastikan bahwa hak-hak setiap individu diakui dan dilindungi,” ujar mahasiswa asal Makassar tersebut. Lebih lanjut Syahrul mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak berekspektasi lebih untuk memenangkan perlombaan. Jika pun kalah, Syahrul berkata bahwa ini cukup menjadi pengalaman yang berharga baginya. “Saya berayukur UMM selalu mendorong mahasiswanya untuk berprestasi. Pun dengan penghargaan yang diberikan kepada mereka yang berprestasi. Saya berharap dapat terus menjaga semangat dan dedikasi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Membuktikan bahwa kemenangan ini merupakan awal dari sebuah perjalanan yang lebih baik,” ungkapnya mengakhiri. (syi/wil)