Home Service Jadi Andalan Bengkel Rinjani UMM

Pasca pandemi Covid-19, sebagian besar masyarakat ingin bepergian dan mengunjungi destinasi wisata. Namun seringkali kendala muncul dari aspek kendaraan karena lama tidak digunakan. Maka, Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) siap memberikan pelayanan terbaik untuk perawatan dan perbaikan mobil. Apalagi, sudah tersedia pelayanan home service yang memudahkan. Eka Kadharpa Utama Dewayani, S.E., MM. selaku manajer Bengkel Rinjani UMM menjelaskan bahwa selama masa pandemi pihaknya tentu mengalami penurunan pelanggan. Hal tersebut mempengaruhi pendapatan yang juga ikut menurun. Dalam mengatisipasi hal tersebut, bengkel rinjani membuat strategi dengan menerima panggilan home service. Adapun dalam layanan ini, para petugas bengkel langsung datang ke rumah pelanggan untuk melakukan service mobil. “Selama pandemi kita fokus kepada pelayanan home service. Apalagi mengingat kondisi pandemi yang menyebabkan orang tidak boleh keluar terlalu sering. Oleh karena itu kami mendatangi para pelanggan yang butuh service mobil di rumahnya. Tentu ini akan sangat membantu, apalagi dengan tim kami yang memadai. Layanan home ervice ini juga masih terus kami sediakan sekalipun pandemi sudah mulai menurun,” jelasnya. Eka, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pasca pandemi, tahun ini pelanggan lama sudah mulai sering ke bengkel. Bukan hanya pelanggan lama, tetapi pelanggan baru juga mulai berdatangan, meskipun banyak yang datang dalam keadaan darurat. Mulai dari proses mengganti oli, kerusakan radiator, dan banyak lagi. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tidak ada yang dipersiapkan khusus dalam menghadapi pasca pandemi. Karena menurutnya, bengkel rinjani akan selalu siap kapapun melayani para pelanggan, baik itu pelanggan baru ataupun lama. Selain penanganan mesin, bengkel tersebut juga menyediakan layanan pada aspek cuci mobil dan motor, auto detailing, salon mobil dan spooring balancing. Pun juga dengan air conditioner, velg, ban, hingga variasi sparepart.  “Setiap bulannya, akan selalu ada promo berbeda mengikuti setiap momentum yang ada, baik itu promo service dan cuci mobil. Pada bulan Agustus ini kami mengeluarkan promo kemerdekaan, yaitu discount 10% service, auto detailing dan ganti oli,” ujarnya Pria asli Purwokerto ini berharapa bengkel rinjani UMM dapat semakin sigap dan tanggap. Selain itu juga dapat menjadi tujuan utama untuk kebutuhan service mobil masyarakat, khususnya Batu dan Malang. “Siapapun dan kapanpun kami siap melayani. Jangan ragu untuk datang ataupun menelpon layanan home service kami ketika ada kendala,” pungkasnya. (haq/wil)

DIMPA UMM Kibarkan Bendera Raksasa di Pujon Hill

Hal menarik dilakukan Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-77. Sejumlah Tim Dimpa bahu-membahu mengibarkan bendera merah putih di wilayah Pujon Hill UMM, tepatnya di salah satu tebing. Uniknya, bendera tersebut ebrukruan raksasa yakni sebesar 22 meter x 9 meter. Rangkaian agenda dimulai dari masuk bersama melalui pintu masuk depan. Kemudian berbaris untuk melangsungkan upacara bendera. Adapun yang didapuk menjadi pembina upacara adalah Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dimpa, Tatag Mutaqin, S.Hut., M.Sc. Dalam amanatnya, ia mengatakan bahwa rasa kesatuan dan persatuan menjadi aspek yang paling penting. Perlu adanya upaya serius untuk menumbuhkannya di hati generasi muda. Dengan begitu, akna muncul manusia-manusia yang tidak hanya unggul, tapi juga mencintai tanah air. “Pelaksanaan upacara ini menunjukkan bahwa kawan-kawan muda memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Namun, prosesi upacara tidak cukup, kita harus segera membekali diri dengan berbagai kemampuan sehingga dapat membangun negeri di berbagai sektor,” tambahnya. Terkait pengibaran giant flag, ia menyebut bahwa ini kali pertama bendera merah putih dipasang di Pujon Hill UMM. Hal itu juga menandai spirit sivitas akademika UMM, khusunya DIMPA untuk lebih mencintai lingkungan. Di sisi lain, ketua DIMPA 2022 Jefa Ananda Rizki berharap, bendera raksasa tersebut bisa mendorong mahasiswa untuk berkarya mewarnai kemerdekaan yang sudah diraih sejak 77 tahun lalu. Salah satunya dengan mengikuti berbagai kegiatan, lomba, organisasi dan upaya untuk menyebarluaskan kebaikan serta kemanfaatan. Khususnya bagi masyarakat sekitar Pujon Hill. Menurutnya, sebagai generasi muda, sudah seharusnya menjadi pioner dalam membangun perubahan menuju Indonesia yang lebih baik. Ada banyak pintu yang bisa dicoba dan dikembangkan. Rizki menilai bahwa semua kesuksesan tergantung bagaimana usaha yang dilakukan diri sendiri dan memaksimalkan kesempatan. Acara ini disambut dengan antusias oleh para peserta upacara. Tidak hanya anggota DIMPA 2022, tapi juga para senior dan alumnus yang turut memeriahkannya. Dua di antaranya Imam Teguh Santoso yang mnejadi ketua DIMPA pada 1992-1993 dan Satriyo Joko Mono yang menduduki jabatan ketua pada tahun 1991-1992. (Wil)

One Day English UMM: Program Asah Bahasa Inggris bareng Native Speaker

Hadirkan native speaker dari berbagai negara, lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan program One Day English and UMM Corners’ Showcase. Program yang digelar pada Selasa (09/08) ini berlangsung dengan dua cara yaitu offline di American Corner (Amcor) serta online melalui Zoom. Salah satu panitia, Erlyna Abidasari, S.Pd., MA., M.Ed. menjelaskan bahwa pada program ini para peserta akan secara langsung bertukar budaya dengan para Warga Negara Asing (WNA) yang diundang. Total ada belasan WNA yang tergabung dalam program ini. Para WNA itu berasal dari lima negara yang berbeda yaitu United State of America (USA), Ukraina, Afghanistan, Filipina, dan Mesir. Selain Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM sebagai penyelenggara utama, dalam perkembangannya program ini juga turut di dukung oleh Amerika Corner dan Aussie Banget Corner. “Kami membuka program ini untuk masyarakat umum. Total ada 100 peserta yang mengikuti agenda ini, baik secara online maupun offline. Kemarin juga ada rombongan pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gresik yang turut bergabung secara online di program ini,” kata dosen jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu. Lebih lanjut, Erlyna sapaan akrabnya, mengatakan bahwa program ini memiliki dua sesi acara. Pertama para WNA akan memberikan perkenalan singkat tentang budaya asalnya. Sesi selanjutnya adalah bincang langsung dengan peserta. Sistemnya yakni orang-orang mancanegara dibagi menjadi beberapa kelompok. Setelah itu para peserta dibebaskan untuk memilih sendiri alwan bicaranya. Tinggal menentukan WNA yang mana yang diajak mengobrol. “Tujuan utama program ini adalah untuk mengasah keterampilan berbicara asing para peserta. Selain itu, kami juga ingin lebih mengenalkan kampus kepada masyarakat luas. Pada acara tersebut, ada beberapa hal yang biasa ditanyakan para peserta pada WNA antara lain budaya, beasiswa, serta culture shock apa yang dialami mereka tatkala menginjakkan kaki di Indonesia,” ungkap dosen asal Tulungagung tersebut. Pada akhir wawancara, Erlyna berharap One Day English dapat memberikan kebermanfaatan pada para peserta. Utamanya dalam keterampilan berbicara bahasa Inggris. Pihaknya berencana mengembangkan agenda ini menajdi lebih besar lagi. Pun juga dengan kelanjutannya karena banyak orang menilai One Day English sangat berguna.  “Salah satu rencana yang kami canangkan yakni menyelenggarakan One Day Englis secara roadshow. Yakni mengajak para WNA untuk mengunjungi berbagai sekolah dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengasah bahasa Inggrisnya,” ungkapnya mengakhiri. (syi/wil)

UMM Fashion Show dan Fashion Kids Ramaikan Hut RI ke-77

Merayakan kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang unik dilangsungkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui UMM Fashion Show dan Fashion Kids. Acara yang dilaksanakan pada 16-17 Agustus lalu ini diwarnai dengan beragam kostum dan pakaian adat dari puluhan peserta. Menariknya, mereka memamerkan baju dan posenya di atas jembatan GKB I Kampus Putih UMM. Adapun UMM Fashion Kids diselenggarakan bagi anak-anak sekolah dasar (SD). Puluhan anak SD dari Malang saling bersaing untuk mendapatkan hadiah. Sementara UMM Fashion Show diperuntukkan bagi para sivitas akademika UMM yang ingin tampil dengan kostum terbaiknya.  Para peserta bisa mendaftarkan diri secara individu ataupun berpasangan. Salah satu juri Fashion Show, dr. Yulia Merita Putri menjelaskan bahwa kegiatan ini semakin menarik karena dimeriahkan pula oleh mahasiswa asing dari berbagai belahn dunia. Antusiasme para peserta juga sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari pernak-pernik kostum yang mereka tampilkan saat acara. “Para peserta terlihat sangat serius untuk mengikuti lomba ini. Mereka mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Terhitung. ada hampir 100 peserta yang turut berkompetisi,” tambahnya. Lebih lanjut, Putri, sapaan akrabnya mengatakan bahwa fashion show ini bermanfaat untuk mengenalkan budaya masing masing daerah kepada khalayak luas. Pun sebagai upaya melestarikan pakaian adat yang kini jarang dikenakan kecuali saat ada acara. “Berkat acara ini, mahasiswa asing menjadi tahu pakaian adat masyarakat Indonesia. Mereka bahkan bisa menyebutkan masing-masing pakaian adat yang diwakilinya. Mungkin sekarang hanya terbatas pada fashion, namun ke depannya akan merambat ke budaya-budaya lain sehingga lebih variatif,” kata dosen asal Jember ini. Hal serupa juga disampaikan salah satu guru pendamping dari SD, Dian Ulfatun Nur. Ia menilai UMM Fashion Kids menjadi wadah memupuk kepercayaan diri anak-anak. Pun dengan pengembangan minat dan bakat terpendam serta keberanian mereka. Ia menilai, kompetisi yang ada membuat anak-anak yang dulunya pemalu, mau tidak mau harus menjadi anak yang percaya diri. Terkait pakain yang dikenakan, Dian mengaku bahwa pihak sekolah dan orang tua bekerja sama dalam menyiapkannya. “Jadi saya dan wali murid sempat diskusi pakaian daerah apa yang akan dikenakan anak-anak ini. Saya juga mengapresasi kegiatan rutin UMM ini. Bukan hanya lomba Fashion Kids, tapi juga lomba mewarnai, yel-yel dan lainnya. Apalagi dua tahun belakangan ditiadakan karena pandemi,” jelas guru SDN 1 Ampeldento Karangploso itu. Ia berharap, rentetan lomba ini bisa terus dilanjutkan. Bahkan juga bisa ditambahkan cabang-cabang lain sehingga lebih semarak. Pun dengan penambahan peserta yang membuat lombanya menjadi lebih seru. (*wil)

Ribuan Pakaian Adat dan Lomba Unik Hiasi Perayaan Kemerdekaan RI di UMM

Ada pemandangan menarik dalam upacara Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pada Rabu (17/8). Ribuan peserta yang hadir mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah selama upacara berlangsung. Antusiasme yang tinggi terlihat karena sudah dua tahun upacara 17 Agustus di UMM tidak diadakan karena adanya pandemi. Perayaan kemerdekaan RI di UMM juga turut dimeriahkan oleh anak-anak sekolah dasar (SD). Mereka saling berkompetisi dalam berbagai lomba yang sudah disediakan UMM seperti lomba fashion kids, mewarnai, hingga menyanyi lagu nasional dan daerah. Bahkan adapula lomba ketangkasan, di antaranya estafet bola, estafet karet, serta estafet kursi. Hal ini untuk menanakan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dalam diri generasi masa depan. Tidak hanya untuk kalangan luar, beragam lomba juga diadakah bagi sivitas akademika UMM. Mulai dari bakiak hingga estafet karet sudah disiapkan. Hal itu merupakan upaya UMM untuk merekatkan silaturahmi dan kerjasama serta memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Sementara itu, dalam amanatnya, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. Wakidi mengajak sivitas akademika UMM untuk menjaga keutuhan persatuan. Karena menurutnya, dengan persatuan, tujuan bersama yang dicanangkan bisa terwujud. “Ini adalah momen langka bagi kita untuk mengenakan pakaian adat yang berbeda-beda seperti ini. Selalu jaga keberagaman adat dan etnis ini sebagai pondasi untuk membangun persatuan dan kesatuan demi kemajuan kita bersama,” ungkapnya. Wakidi juga menegaskan agar kemerdekaan RI yang sudah berusia 77 tahun ini bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Bukan hanya dirayakan dengan gembira saja. Salah satunya dengan cara melahirkan generasi masa depan yang mumpuni, mandiri dan mampu menebar kebaikan kepada masyarakat. “Ini juga menjadi bentuk usaha kita dalam mempertahankan kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan dengan seluruh jiwa dan raganya. Kita tidak boleh berdiam diri dan tidak memanfaatkan perjuangan mati-matian yang sudah mereka lakukan,” ungkapnya. Usai upacara, diumumkan pula sederet nama mahasiswa berprestasi. Pun dengan dosen serta karyawan berprestasi. Mereka diberi apresiasi serta penghargaan langsung oleh Rektor Kampus Putih UMM. Sementara itu, mahasiswa internasional asal Iran, Farzaneh Sadeghi Moghaddam merasa senang dan bahagia bisa turut hadir dalam upacara di UMM. Ia mengaku bahwa ini menjadi kali pertamanya mengikuti upacara kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, orang-orang Indonesia  terlihat sangat bangga dengan negaranya. “Salah satu yang paling menarik adalah keberagaman baju adat yang dikenakan peserta upacara di UMM ini. Saya sangat menyukainya. Kalau saya boleh bilang, budaya menjadi daya tarik yang luar biasa dari Republik Indonesia,” katanya. Farzaneh, begitu ia kerap disapa, menambahkan bahwa kecintaan masyarakat akan budayanya tidak hanya terlihat dari baju adat. Tapi juga tari, kebiasaan, dan juga jumlah bahasa lokal yang melimpah. Bahkan, bahasa daerah juga diajarkan di sekolah-sekolah formal. Hal itu membuatnya takjub dan ingin belajar banyak hal tentang negara maritim ini. “Saya tentu ingin mengucapkansSelamat hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-77. Semoga negara ini bisa lebih maju dan tetap menjaga budayanya yang kaya,” ungkap mahasiswa magister UMM itu. (*wil)

PPUT, Program Beasiswa UMM Lahirkan Ulama Berkualitas

Merespon keprihatinan sekaligus memupuk optimisme kehadiran ulama di masyarakat, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyediakan Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT). Program tersebut merupakan salah satu dari sederet beasiswa yang bisa diperoleh mahasiswa baru di Kampus Putih UMM. Agus Supriadi, Lc., M.H.I. selaku kooordinator PPUT menjelaskan jika program itu merupakan upaya perkarderan ulama tarjih Muhammadiyah. Secara khusus, program ini mengkolaborasikan ilmu sains dengan ilmu keislaman. Sehingga tidak hanya berkompeten di ilmu agama, namun juga mumpuni dalam ilmu sains dan mampu berkontribusi ke masyarakat. Adapun tujuan dibentuknya PPUT diantaranya adalah menanamkan Islam yang komprehensif sebagai ajaran yang baik. Kedua, menanamkan pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang implementatif yakni menjadi teladan di masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai Islam serta Muhammadiyah. Ketiga yakni mendidik budi pekerti luhur mahasiswa, artinya para kader diupayakan menjadi contoh utama berbasis kepada akhlakul karimah. Kemudian yang terakhir yaitu mengajar dan mendidik kader tarjih Muhammadiyah yang berwawasan tajdid. “Mahasiswa yang lolos PPUT akan mendapatkan dua kurikulum, yaitu kurikulum PPUT yang berkaitan khusus dengan keilmuan PPUT dan kurikulum yang terintegrasi langsung dengan program studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam,” ujarnya. Program PPUT sendiri memberikan beasiswa berupa pembebasan biaya Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) selama delapan semester. Selain itu juga beasiswa di asrama selama dua tahun, diberi materi pembinaan khusus, dan penguatan implementasi keilmuan. Keunggulan lain yang didapat adalah pemahaman akan softskill seperti pelatihan desain, karya tulis ilmiah, public speaking, english speaking, MTQ dan pelatihan salafiah. Agus menilai hal itu bisa mendorong mahasiswa PPUT untuk bisa beradaptasi dengan mudah di lingkungan masyarakat. Sehingga berimbas pada cara berdakwah dan mampu menyerukan hal baik ke lingkup yang lebih luas. “Langkah untuk mendapatkan beasiswa ini yakni dengan  mendaftar di website PMB. Kemudian memilih prodi HKI dan mengikuti rangkaian seleksi berupa tes bahasa arab, hafalan Alquran, keislaman sert kemuhammadiyahan,” tambahnya. Agus, sapaan akrabnya berharap agar program ini mampu menghasilkan kader ulama tarjih Muhammadiyah yang memiliki kekokohan akidah, integrasi moral dan keluasan ilmu agama. UMM juga selalu berupaya menghasilkan ulama tarjih yang memiliki kecakapan dalam memimpin, berdakwah dan memberikan solusi keumatan yang sesuai. “Kami ingin para kader ini bisa tersebar di penjuru Indonesia. Bahkan kalau bisa, mampu mengabdi di luar negeri dan memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya. (ros/wil)

Semarak Agustusan UMM, Lomba Egrang hingga Jembatan Fashion Week

Menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menyiapkan rangkaian panjang perayaan. Salah satunya beragam lomba unik dan menarik yang dilaksanakan sejak Sabtu (13/8) lalu hingga nanti pada akhir bulan Agustus. Tidak hanya lomba yang mengandalkan ketangkasan, semarak Agustusan UMM juga melestarikan permainan tradisional seperti egrang dan bakiak. Ketua Pelaksana Agustusan UMM Frendy Aru Fantiro, M.Pd. menjelaskan bahwa rangkaian ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan oleh Kampus Putih. Sempat terhenti karena pandemi, perayaan kemerdekaan RI ini menjadi wadah euforia merayakan dan silaturahmi antar sivitas akademika yang ada di UMM. “Pada tanggal 17 Agustus nanti, upacara yang kami laksanakan akan diwarnai dengan para peserta yang mengenakan pakaian adat dan nuansa kemerdekaan. UMM ingin memberikan suasana baru setelah dua tahun tidak menggelar upacara. Kami juga akan mengundang anak-anak sekolah dasar (SD) untuk mengikuti lomba. Salah satunya lomba UMM Fashion Kids yang akan mendorong mereka untuk lebih kreatif dan percaya diri. Jadi, sederet perlombaan yang disiapkan tidak diperuntukkan bagi sivitas kami saja, tapi juga untuk pihak eksternal seperti anak-anak SD ini,” tambahnya. Frendy, begitu ia kerap disapa menambahkan bahwa antusiasime peserta lomba sangat tinggi. Hal itu terjadi karena sudah lama tidak ada acara yang mempertemukan banyak orang dalam satu waktu. Adapun pada Selasa (16/8) beberapa  perlombaan dilangsungkan. Mulai dari gerak jalan kreatif yang mengadu koordinasi dan kekreatifan peserta hingga lomba kayuh bebek yang diadakan di danau Kampus Putih UMM. “Pada hari yang sama, ada juga kompetisi Jembatan Fashion Show yang menyajikan kostum-kostum menarik dari mahasiswa maupun pegawai dan dosen. Lomba ini memang terinspirasi dari Citayam Fashion Show, tapi ini kami laksanakan di jembatan depan GKB I dengan beberapa inovasi agar lebih menarik,” ungkap Frendy. Di sisi lain, salah satu mahasiswa peserta lomba Nurul Hamidah mengaku sangat menunggu rentetan lomba Agustusan UMM tahun ini. Apalagi di dua tahun sebelumnya, agenda ini tidak bisa terlaksana karena pandemi. Menurutnya, perayaan kemerdakaan merupakan momen yang tepat untuk membangun kebersamaan dan kerjasama sehingga dapat memajukan Indonesia dengan berbagai upaya. “Salah satu wadah yang bagus adalah melalui lomba-lomba ini. Tidak sekadar berkompetisi, tapi juga menjalin silturahmi yang nantinya bisa menjadi pondasi membangun Indonesia bersama,” tegasnya. Lebih lanjut, ia berharap perayaan Kemerdekaan Indonesia ini bisa dimaknai lebih dalam oleh generasi muda. Bagaimana semangat kemerdekaan senantiasa mendorong mereka untuk membekali diri dengan kemampuan yang mumpuni. Dengan begitu, mereka bisa mengambil peran untuk memajukan bangsa. (*wil)

Sanggar Jalu UMM Gaet Komunitas Artiknesia, Gelar Pameran Lukisan dan Lomba Tari

Melestarikan budayan bisa dilakukan melalui beragam kegiatan. Salah satunya lewat pameran karya lukisan dan lomba tari tradisional kreasi se-Jawa Bali oleh Lembaga Semi Otonom (LSO) Sanggar Seni Jalu Fakultas Pertanian dan peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Agenda yang dilaksanakan pada 8-10 Agustus 2022 itu merupakan hasil kolaborasi dengan Komunitas Artiknesia. Dosen pembimbing LSO Jalu Devi Dwi Siskawardani, S.TP., M.Sc. menjelaskan tema menarik “Dicari Dalang” (Dirgahayu Cita-Cita Negeri dalam Belenggu). Menurutnya, tema ini berupaya untuk melahirkan seniman-seniman yang memiliki semangat tinggi. Utamanya dari kalangan mahasiswa yang nantinya akan melanjutkan dan melestarikan budaya. Devi, sapaan akrabnya menilai bahwa salah satu jalan mewujudkan cita-cita adalah dengan karya. Termasuk tari-tari tradisional yang kurang begitu mendapat perhatian anak muda. Pun dengan lukisan-lukisan menarik yang bisa dihasilkan. Terkait lomba tari, ada beberapa kriteria penilaian dalam kompetisi tersebut. Dimulai dengan kesesuaian dengan tema lomba. Kemudian juga wiraga atau koreografi yang menunjukkan kesesuaian antara ragam gerakan tari dengan sinopsis alur cerita. Kemudian ada juga kekompakkan antar penari, formasi dan yang terakhir atraksi.  Ketiga aspek dalam wiraga tersebut harus sesuai dan seirama agar menghasilkan penampilan yang apik. Selain itu, penilaian dari aspek wirasa (ekspresi) juga perlu diperhatikan. Yakni untuk mengidentifikasikan kelihaian dan keluwesan para penari dalam memaknai setiap gerakan melalui ekspresi. Sementara penilaian Wirama (musik) yakni untuk menganalisa kesesuaian irama dalam gerak saat menari. Seberapa cocok musik yang digunakan sehingga tidak terlalu menyimpang dari tarian. Pun dengan wirupa (sifat) yakni menilai sifat yang ditunjukkan dari seluruh tubuh pada setiap gerakan. “Aspek artistik (kosum) juga memiliki bagian dalma penilaian. Yakni seberapa bagus kreasi kostum dan properti yang disiapkan masing-masing tim guna mendukung penampilan dan penyampaikan alur cerita,” ungkapnya menambahkan. Dalam kesempatan itu, sederet dewan juri hadir untuk menilai. Ada Asrofi, S.Pd, M.Pd, Fandi Firdaus, S.Pd  dari Malang Fair Dance dan Ki Sutopo dari Dewan Kesenian Jawa Timur. Ketiganya dinilai sangat kompeten dan obyektif dalam proses penilaian. (*/wil)

Kamar Kapsul hingga Cafe Unik, Fasilitas Hotel Kapal UMM yang Patut Dicoba

Malang merupakan salah satu kota dengan destinasi wisata yang lengkap. Tak hanya dipenuhi dengan berbagai wisata alam, Malang juga memiliki banyak wisata buatan manusia. Jika berlibur ke Malang, rasanya tak lengkap jika tidak mengunjungi hotel-hotel di Malang. Salah satu hotel unik yang wajib di kunjungi para pelancong adalah Kapal Garden Hotel by Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Apalagi dilengkapi dengan Kamar Kapsul dan Café yang menyajikan pemandangan gunung. Hotel yang berada di kawasan Taman Rekreasi Sengkaling ini, merupakan salah satu hotel tematik yang mengusung nuansa kapal pesiar. Tata letak dan interior di dalam maupun luar hotel di buat semirip mungkin dengan sebuah kapal. Uniknya, jendela pada hotel ini juga didesain bulat seperti jendela-jendela yang ada di kapal. Selain itu para pegawai juga mengenakan pakaian seperti room stewad di kapal pesiar. Manager Kapal Garden Hotel by UMM, Teguh Hadi Saputro, S.Pd., MA, menjelaskan bahwa pada awalnya bangunan hotel ini merupakan sebuah aula yang menunjang beragam pertemuan di Taman Rekreasi Sengkaling. Namun, sejak di ambil alih oleh UMM pada tahun 2018, gedung ini beralih fungsi menjadi sebuah hotel tematik. “Gedung ini dari awal memang di desain seperti kapal karena Sengkaling mengusung tema wisata air. Pada saat Sengkaling diakuisisi oleh UMM, kami berpikir untuk mengubah fungsinya menjadi sebuah hotel. Hal ini dikarenakan hotel tematik merupakan hal yang jarang pada saat itu,” kata pria kelahiran Kota Batu tersebut. Selain menyediakan sebuah kamar, Kapal Garden Hotel by UMM ini juga menyewakan sebuah cabin dormitory yang memiliki konsep mirip dengan hotel kapsul. Teguh sapaan akrabnya mengatakan bahwa cabin dormitory ini sangat cocok untuk para backpacker. Selain dapat menginap dengan nyaman, harga yang di bandrol untuk semalam menginap juga lumayan murah yaitu berkisar antara 90.000 sampai 130.000 ribu rupiah. “Kami juga menyediakan empat tipe kamar lain yang dapat digunakan untuk sendiri maupun keluarga. Tipe kamar pertama adalah superior twin yang dibandrol dengan harga 265.000 sampai 345.000. Tipe kamar yang kedua adalah deluxe double yang berharga 396.00 sampai 476.000. Tipe yang ke tiga adalah family 4 yang diberi harga 534.000 sampai 694.000. Serta tipe terakhir family suite yang dipatok harga 804.000 sampai 1.004.000,” jelasnya. Menariknya, hotel kapal ini juga menyediakan cafe kapal rooftop dan meeting room. Untuk cafe kapal rooftop tak terbatas pada pengunjung saja, tetapi juga di buka untuk masyarakat umum juga. Sehingga para masyarakat atau mahasiswa bisa berkunjung menikmati sajian sambil memandang pemandangan gunung yang menarik dari atas. (syi/wil)

Mahasiswa UMM asal Vietnam Ceritakan Kesan Menimba Ilmu di Indonesia

Banyaknya perguruan tinggi berkualitas menarik minat mahasiswa asing mengenyam pendidikan di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pilihan banyak mahasiswa asing yang ingin belajar di Indonesia. Salah satunya Huỳnh Hoàng Vân Anh, mahasiswa internasional asal Vietnam yang mengambil magister pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di Kampus Putih UMM. Ada cerita menarik dibalik keputusannya untuk mengenyam ilmu di negara maritim tersebut. Huỳnh Hoàng Vân Anh yang akrab di panggil Rio mengatakan bahwa pada awalnya ua sudah berniat untuk mengambil magister bahasa Arab langsung ke negara Arab. Apalagi bidang studi yang ia ambil di jenjang sarjana juga bahasa Arab. Sayangnya, ia terkendala masalah visa. “Karena terkendala oleh visa, akhirnya saya mencari tahu negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki prodi bahasa arab yang bagus. Setelah riset dan bertanya pada banyak orang, akhirnya Indonesia menjadi negara yang direkomendasikan. Tapi, saya berpikir kenapa tidak mengambil program studi yang sesuai dengan bahasa negaranya. Dari situlah saya memutuskan untuk mengambil studi bahasa indonesia dan UMM menjadi pilihan terbaik,” jelas Rio. Lebih lanjut, Rio menjelaskan sebelum masuk perkuliahan, dirinya belajar bahasa Indonesia terlebih dahulu selama satu tahun di BIPA UMM. Namun saat memasuki perkuliahan, pandemi Covid-19  menyerang sehingga memaksanya untuk kembali ke Vietnam dan belajar secara daring. Hal itu membuatnya kesulitan mencari buku-buku untuk memenuhi kebutuhan belajar. Beruntung, pihak BIPA UMM dan teman-teman Indonesia-nya selalu membantu ketika ia kesulitan. “Proses belajar di UMM sangat baik dengan fasilitas kampus yang bagus pula. Pemandangan kampus yang indah membuat mahasiswanya bisa bersantai setelah waktu perkuliahan selesai. Para dosen yang mengajar juga berkualitas, mereka banyak membantu menjelaskan apa  saja yang saya kurang paham tentang Indonesia,” tambahnya. Ada pengalaman menarik yang Rio rasakan saat pertama kali menginjakkan kaki di Malang. Saat itu, ia harus pergi ke suatu tempat yang sebenarnya tidak begitu jauh. Sayangnya, ia kebingungan karena saat itu ia sama sekali belum bisa berbicara bahasa Indonesia. “Jadi saya mencoba bertanya ke masyarakat sekitar. Mungkin karena bahasa Indonesia saya kurang, alih-alih sampai di tujuan, saya malah tersesat di persawahan dan kebun. Padahal lokasinya tidak begitu jauh,” jelasnya sambil tertawa. Rio mengatakan bahwa dirinya sempat mempelajari beberapa tari, bahkan juga kesenian gamelan yang diajarkan di BIPA UMM. Selain belajar bahasa, ia juga belajar banyak terkait budaya dan kehidupan orang Indonesia. Menurutnya orang indonesia sangat ramah, sopan dan selalu membantu. Rio yang beragama Budha juga banyak belajar tentang Islam selama berkuliah di UMM. Ia mengungkapkan ketika melihat umat Islam beribadah, hatinya juga ikut merasa damai. (zak/wil)