Dosen UMM Lakukan Teaching Collaboration di Dua Kampus Polandia

Dalam meningkatkan kualitas sivitas akademikanya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memberangkatkan dosennya ke Polandia dalam program Erasmus Plus. Kali ini, Dr. Widayat, Drs. MM. selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM melakukan kunjungan ke Wroclaw University of Science and Technology (Politechnika Worclawska) dan Politechnika Warszawska, Warsaw Polandia. Adapun kegiatan ini berlangsung selama seminggu pada akhir bulan Juli. Widayat, sapaan akrabnya mengatakan bahwa program ini bertujuan dalam potensi kerjasama pengembangan Program Internasionalisasi UMM ke depan. Bentuk kerjama bisa saja berbentuk teaching collaboration dalam pelaksanaan kelas Internasional, credit transfer, hingga double degree. Sedangkan dari sisi dosen atau karyawan, akan ada potensi untuk research collaboration. Tidak menutup kemungkinan juga kajian bersama pada tema tertentu. “Bukan hanya urusan kerjasama saja, tetapi kami para dosen juga belajar agar ilmu yang kami dapat di Polandia ini bisa bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Indonesia, khusunya UMM,” ucapnya. Selain itu, justru ia lebih tertarik kepada standarisasi perkulihan di Polandia yang tertata. Hal tersebut didasari oleh pengelolaan yang berbasis pada mekanisme pasar. Adapun mekanisme ini melihat mahasiswa sebagai primer customer atau investor primer, sedangkan orang tua dilihat sebagai inverstor sekunder. Menurutnya, mekanisme ini layak diadposi di Indonesia karena mahasiswa sebagai investor bebas memilih investasi dalam bentuk perkuliahan. Respon pasar atas instrumen investasi tersebut bisa ebrbentuk pemograman matakuliah, memilih dosen pada matakuliah tertentu, serta harus bersifat fair dan terbuka. Adapun tim di SGH Warsaw ini terbagi menjadi dua kelompok, pertama dosen yang berfokus pada research dan pembelajaran. Kedua, adalah kelompok yang berfokus pada “main responsibility” bekerja sebagai dasar, untuk memberikan pembinaan atau reward, sertifikasi mengajar, membimbing skripsi, atau aktifitas lainnya. Selain itu, sistem pembelajaran mata kuliah di sana diampu lebih dari satu dosen, sehingga paradigma yang diterima oleh mahasiswa beragam. “Saya rasa secara sistem dan pengeloaan universitas, sistem di Polandia ini layak diadopsi di Indonesia karena mahasiswa dipandang sebagai investasi besar ke depannya,” ungkapnya. Pria asli Banyuwangi ini juga kagum dengan kebiasaan positif masyarakat yang ada di Warsaw, Polandia. Ia melihat bahwa jalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi publik menuju kantor tempat kerja merupakan satu budaya yang bagus dan patut ditiru. Selain itu, budaya kerja hemat sumber daya dan hidup terencana juga menggugahnya. “Sumber daya manusia yang berkualitas dapat dilihat dari pendidikannya. Semakin baik sistem pendidikannya, semakin baik pula SDM yang dihasilkan. Saya berharap pendidikan Indonesia semakin berkembang dengan baik, sehingga menciptakan budaya positif dari SDM yang dihasilkan,” imbuhnya. (haq/wil)

Mexpo Teknik Mesin UMM Pamerkan Teknologi Bantu UMKM Malang Raya

Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar pameran karya dari mahasiswa dan dosen bertajuk Mechanical Engineering Expo (Mexpo). Agenda pada Rabu (10/8) ini memamerkan karya mahasiswa, utamanya yang telah membantu puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Malang Raya dengan output pembuatan karya mesin. Iis Siti Aisyah, ST., MT. Ph.D selaku ketua pelaksana Mexpo menuturkan jika agenda ini merupakan tahun kedua terselenggarakannya Mexpo. Adapun program ini bertujuan untuk memamerkan karya cipta mahasiswa Prodi Teknik Mesin UMM yang menarik. Selain itu juga sebagai pemenuhan syarat akreditasi internasional yang sedang dipersiapkan. “Melalui program ini, para pengunjung dan masyarakat bisa menyaksikan sederet alat menarik buah ide dari para mahasiswa. Tentu, semua alat ini dirancang dan dibuat dengan melalui beragam mata kuliah yang ditempuh,” tambahnya. Iis, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sebelum mengadakan pameran Mexpo ini, para mahasiswa telah dikriim ke 60 UMKM yang tersebar di Malang Raya. Di masing-masing UMKM, mereka diminta untuk menggali dan menemukan permasalhan yang sedang dialami apra pelaku usaha. Kemudian memberikan dan menawarkan inovasi solutif berupa karya mesin. “lewat mata kuliah project design team, kami mengajak mahasiswa untuk memberi solusi terbaiknya dari ilmu perkuliahan yang telah didapat. Mata kuliah ini wajib bagi seluruh mahasiswa teknik mesin UMM untuk melahirkan sebuah karya mesin,” ujarnya. Salah satu karya unggulan dari pameran Mexpo ini adalah roasting kopi otomatis. Mahasiswa menemukan bahwa salah satu UMKM merasa biji kopi yang diroasting tidak begitu merata. Bahkan bisa sampai gosong dan merugikan. Bernagkat dari dari hal tersebut, mahasiswa mendesain mesin agar roasting merata dan menuai hasil yang maksimal. Selain produk dari mata kuliah, adapula produk yang dipamerkan di Mexpo adalah hasil dari Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pun dengan beragam penelitian maupun lomba-lomba yang diikuti sivitas akademika Prodi Teknik Mesin. Salah satunya Robot Dome yang bulan lalu meraih juara 2 dalam Kontes Robot Indonesia 2022. Uniknya, dalam gelaran kedua mexpo ini, semua hal dirancang sepenuhnya oleh mahasiswa dan alumni yang saling bersinergi untuk ikut memeriahkan. Turut hadir pula para pelaku UMKM dan ratusan pengunjung dari siswa SMA dan SMK se-Malang Raya. “Saya berharap semoga Mexpo bisa jadi kegiatan tahunan. Jika tahun ini mengundang UMKM, saya berharap kedepan bisa menjangkau sasaran lebih luas dan bisa menjadi sarana komunikasi yang baik antara alumni dan mahasiswa,” pungkasnya. Senada dengan Iis, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku Wakil Rektor I UMM menilai program seperti ini berhasil menguatkan internalisasi antara mahasiswa, dosen dan alumni. Utamanya untuk mendapatkan rekognisi secara internasional. Capaian ini tidak luput dari UMM yang dipercayai oleh Kemenristekdikti lewat Prodi Teknik Mesin untuk menjalankan Program Kompetisi Kampus Merdeka  (PKKM) “Saya berharap dosen dan mahasiswa bisa berkompetisi tidak hanya di regional, tetapi juga di tingkat internasional. Dan Fakultas Teknik UMM berhasil menunjukan kemampuannya. Di beberapa perlombaan, bahkan sukses menyabet juara lomba robot maupun kompetisi lainnya. Hal ini menunjukan jika dosen dan mahasiswa teknik memiliki etos berkompetisi di berbagai level,” tegasnya. (ros/wil)

Kerjasama UMM-Pelaksana Program Kartu Prakerja Komitmen Lahirkan SDM Indonesia Unggul

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa berupaya untuk terus mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi (PT). Terbaru, melalui kerjasama dengan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja pada Rabu (9/8) lalu, Kampus Putih berkomitmen untuk dapat bersinergi bersama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Indonesia. Adapun kerja sama itu berbentuk program pelatihan kartu prakerja Cahyo Prihadi selaku Direktur Pemantauan dan Evaluasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menyampaikan bahwa segala bentuk pelatihan harus berdampak pada kualitas SDM. Khususnya dalam aspek kompetensi dan keterampilan masyarakat Indonesia. Dengan begitu, masyarakat dalam memiliki skill yang bagus. Pun dengan peningkatan dan proses upgrade yang maksimal sehingga melahirkan SDM unggul yang mampu bersaing dengan negara lain. “Dari sinilah akan muncul SDM yang kompeten dan mandiri. Bahkan bisa juga menciptakan lapangan pekerjaan sendiri untuk masyarakat luas,” tegasnya. Hal tak jauh berbeda juga disampaikan penanggungjawab tim ahli independen program pelatihan kartu prakerja UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T. Menurutnya, program pemantauan yang telah dilakukan bersama dengan tim sejauh ini berjalan dengan lancar. Koordinasi dan kerja keras tiap anggota menjadi salah satu alasannya. “Kesolidan tim UMM tentu sangat membantu dalam melangsungkan pemantauan ini. Begitupun dengan koordinasi dengan pihak Kartu Prakerja yang baik. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik demi menebar kemanfaatan bagi masyarakay luas,” tegasnya. Eki, sapaan akrabnya mengatakan bahwa ia dan pihaknya berkomitmen untuk melakukan pemantauan pelatihan secara efektif, efisien dan kredibel. Dengan begitu, proses belajar masyarakat Indonesia dalam memahami berbagai materi bisa lebih lancar. Pun dengan upaya memperjuangkan hak peserta untuk mendapatkan sertifikat keterampilan. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III UMM itu mengatakan bahwa upaya ini juga menjadi salah satu cara Kampus Putih UMM untuk memberikan kontribusi signifikan. Utamanya dalam aspek peningkatan kualitas SDM yang dimiliki Indonesia. Apalagi, pada 2045 nanti Indonesia mencanangkan generasi emas 2045 yang akan menentukan kemajuan negeri. (*/wil)

LK UMM Ajari Menulis Warga Binaan Lapas Perempuan Malang

Lembaga Kebudayaan (LK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdayakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perempuan kelas IIA Malang melalui kemampuan menulis pada Selasa (9/8) lalu. Berlokasi di Lapas perempuan, LK UMM membeberkan langkah-langkah mudah menulis cerita, penggunaan bahasa, hingga kiat membuahkan karya menarik. Tri Anna Aryati, Bc.IP, SH., M.Si. selaku kepala Lapas Perempuan Kelas II Malang bahagia akan kedatangan rombongan dari UMM. Menurutnya, ini menjadi kesempatan yang strategis bagi warga binaan lapas untuk menggali potensi dan menajamkan kemampuan menulis. Apalagi dengan sederet ahli yang sudah dihadirkan dan siap memberikan tips menulis yang baik. “Kalau di luar, mungkin bapak dan ibu pemateri akan diberi fee sebagai balasan pemberian materi. Namun, bapak dan ibu datang ke sini dengan penuh keikhlasan untuk berbagi ilmu dan memberikan jalan masa depan yang lebih baik bagi para warga binaan. Tentu doa akan selalu dipanjatkan untuk keberkahan bapak dan ibu,” tambahnya. Tri, sapaan akrabnya juga mengatakan bahwa sebelumnya, warga Lapas bersama dengan UMM telah sukses menerbitkan  buku berjudul Titik nadir Penantian. Bahkan, sebentar lagi buku tersebut akan naik cetak untuk yang kedua kali. Maka, Tri mendorong agar peserta pelatihan kedua ini mampu menyerap ilmu dan melahirkan karya Lapas yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala LK UMM Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. Menurutnya, para warga binaan sudah memiliki potensi dan kemampuan menulis. Hanya perlu dikembangkan dan dipoles hingga menjadi lebih baik. Ia juga yakin, peserta akan menorehkan karya yang tak kalah menarik dari buku sebelumnya, yakni Titik Nadir Penantian. Ia juga mendorong para warga binaan untuk merenung dan membaca buku-buku. Sehingga ide dan gagasan cerita bisa muncul dan menjadi pondasi menulis cerita yang unik nan menarik. Terbukti, buku Titik Nadir Penantian kini hanya tinggal satu yang tersisa dan akan segera naik cetak yang kedua dengan beberapa revisi. “Ini juga menjadi implementasi UMM dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, yakni aspek pengabdian kepada masyarakat. Jadi kami tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian saja, tapi juga harus berupaya bagaimana caranya memberdayakan dan memberikan manfaat bagi sesama,” tegasnya. Pelatihan tersebut juga disambut baik para warga binaan, salah satunya oleh Selvi. Menurutnya, agenda itu memberikan motivasi besar bagi mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu juga mnejadi pembuka jalan bagi mereka yang ingin menapaki impian menjadi seorang penulis. “Kalaupun tidak menjadi penulis, kami bisa menyampaikan cerita menggugah dari balik jeruji. Bagaimana kami melewati ini semua dan mengubah perspektif masyarakat yang mungkin salah terkait Lapas dan WBP. Semoga melalui pelatihan ini, potensi yang kami miliki makin terasah dan bisa melahirkan sebuah karya,” tegasnya mengakhiri. Pelatihan menulis tersebut menghadirkan sederet pemateri andal yang memaparkan cara menulis kepada para warga binaan. Mulai dari materi terkait menulis ceripa pendek, bahasa dalam sebuah cerita hingga peluang budaya digital. Pun dengan fiksi sebagai perspektif pembaca. (wil)

Bantu Petani Bawang, Mahasiswa UMM Kembangkan Teknologi Monitoring Kelembapan Tanah

Lonjakan harga bawang yang tak menentu membuat masyarakat menjadi resah. Hal ini terjadi karena gagal panen yang terjadi di beberapa daerah Indonesia. Melihat hal tersebut, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ciptakan teknologi bernama MONIKEL yang merupakan akronim dari MONItoring KELembapan Tanah pada Tanaman Bawang Merah melalui Chatbot Pesan Telegram. Teknologi ini diikut sertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) dan berhasil mendapat pendanaan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Salah satu anggota tim, Muhammad Iqbaludin Zaky, menjelaskan bahwa penyebab gagal panen yang melanda para petani ini terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Dari hal tersebut, mahasiswa Jurusan Informatika ini menilai kelembapan tanah memiliki efek terhadap proses pertumbuhan bawang merah. Dari penelitian tersebut, kami menyimpulkan bahwa bawang merah membutuhkan pasokan air yang banyak namun dengan memperhatikan kadar kelembapan tanah. “Cuaca di Indonesia akhir-akhir ini tak menentu. Kadang hujan turun dengan deras sehingga merendam lahan bawang merah para petani. Jika kelembapan tanah meningkat melebihi standar, maka tanaman bawang merah mudah terserang penyakit dan hama. Sementara itu, jika kelembapan tanah kurang dari standar maka bawang merah akan menjadi kecil dan itu mengurangi daya jualnya karena hasilnya tidak maksimal,” ungkap anak tengah dari tiga bersaudara itu. Lebih lanjut, Zaky sapaan akrabnya menjelaskan bahwa MONIKEL ini berkonsep Internet of Things (IoT) dengan menggunakan teknologi arduino dan chatbot pesan telegram. Cara menggunakan alat ini adalah dengan menyambungkan prototipe alatnya ke telegram para petani. Setelah itu, alat akan dipasangkan ke beberapa titik lahan. Jika lahan kering, petani akan mendapatkan notifikasi pengingat. “Saya dan tim juga ingin mengkombinasikan MONIKEL dengan garden sprinkle. Jadi nantinya, alat ini bisa menyiram lahan secara otomatis jika para petani menekan tombol penyiraman yang ada di aplikasi telegram. Terintegrasinya MONIKEL dengan garden sprinkle ini juga membantu dalam mengetahui kelembapan tahan tiap bulannya,” kata mahasiswa asal Serang tersebut. Saat ini MONIKEL masih dalam tahap pengembangan prototipe. Tak sendiri, Zaky mengembangkan alat ini bersama tiga teman lainnya yaitu Gilly Huga Anargya, Farli Nahrul Javier, dan Wahyu Budi Utomo.  Zaky menjelaskan jika nanti sudah sempurna, MONIKEL akan memiliki beberapa keunggulan dibanding alat-alat serupa yang telah beredar dipasaran. Keunggulan tersebut meliputi harga alat yang lebih murah, fitur yang tersedia cukup lengkap, serta hemat listrik karena menggunakan panel surya. “Saya berharap para petani dapat terbantu dengan alat yang kami bangun ini. Kami juga berharap hasil panen bawang merah dapat meningkat setelah menggunakan alat rancangan kami dan meminimalisir kerugian para petani,” ujarnya mengakhiri. (syi/wil)

Lagi, Dosen UMM Ikuti Erasmus Staff Week di Eropa

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memberangkatkan dosennya terbang ke Polandia melalui program Erasmus Staff Week. Kali ini, dosen Ilmu Komunikasi UMM Dr. Joko Susilo M.Si. melakukan kunjungan untuk mempererat kerja sama dengan Wroclaw University of Science and Technology (Politechnika Worclawska) dan Politechnika Warszawska. Kegiatan tersebut berlangsung pada akhir bulan Juli lalu. Joko, sapaan akrabnya mengatakan kegiatan yang dikoordinir oleh International Relations Office (IRO) UMM itu berlangsung selama sepuluh hari. Kegiatan itu bertujuan untuk mengimplementasikan kerjasama terkait Program Erasmus+. Selain itu juga saling memberikan wawasan baru melalui pengenalan dan sharing pengalaman antar kampus. “Kerja sama International Relations Office (IRO) UMM dan pihak Erasmus  sudah berlangsung lama. Sedangkan kegiatan menjadi upaya memperluas kerjasama dan kolaborasi internasional lain di benua eropa,” jelas Joko. Dosen yang juga Sekretariat Rektorat UMM itu menilai, secara bentuk, Sebagian besar perguruan tinggi di Polandia memiliki fokus pada satu dispilin. Contohnya seperti Politeknik khusus Engineering, Universitas Medicine dan Universitas Economic. Sedangkan untuk proses pendidikannya, dibuat dalam bentuk semi modul. Pada mata kuliah tertentu bisa diambil secara lintas prodi. Seperti Filsafat, bisa diikuti 200-an mahasiswa dari berbagai prodi. “Sebelum saya, ada beberapa dosen yang juga berangkat di kota dan universitas yang berbeda. Dengan tujuan yang hampir sama yakni membicarakan mengenai kolabarosi atau kerja sama antar Universitas,” ungkapnya. Selain membahas mengenai kerja sama dan juga kampus, Joko juga banyak mengenal mengenai budaya yang ada di Polandia. Begitupun sebaliknya, ia juga mempresentasikan mengenai budaya Indonesia di sana. Baginya, kunjungannya ke dua universitas di Polandia memberikan pengalaman yang berharga. “Esensinya kemarin lebih kepada menambah pengalaman dan juga wawasan. Sehingga, semakin memperkaya khazanah pemahaman tentang banyak hal. Utamanya terkait kondisi sosial dan budaya agar dapat semakin meningkatkan kualitas diri yang juga bisa berpengaruh pula pada institusi,” terang dosen asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu. (zak/wil)

Mahasiswa Internasional UMM Pentaskan Drama Danau Toba dan Malin Kundang

Mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) didorong untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia. Kali ini, Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing (BIPA) UMM menggelar Pentas Drama yang di perankan oleh para mahasiswa internasional. Adapun pentas ini dilaksakan pada hari Jumat (5/8) lalu, bertempat di Laboratorium Drama Pendidikan dan Sastra Indonesia UMM. Pentas drama kali ini terdiri dari dua kelompok, utama yang masing-masing beranggotakan empat orang membawakan satu kisah. Adapun kisah yang dibawakan adalah kisah Malin Kundang dan Danau Toba. Menariknya, pentas ini menjadi syarat dan ujian pada mata kuliah berbicara bahasa Indonesia. “Pagelaran drama ini menjadi sebuah ujian kelulusan mata kuliah berbicara bahasa Indonesia bagi mahasisa Internasional” ujar kepala BIPA UMM Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. Arif, sapaan akrabnya mengatakan bahwa selain menjadi syarat kelulusan, pentas ini bertujuan agar mahasiswa asing semkain mahir berbicara dan membaca bahasa Indonesia. Sekaligus belajar bagaimana mengapresiasi dan menghormati budaya Indonesia. Hal ini tentu membantu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam mengembangkan program internasionalisasi bahasa dan budaya Indonesia. Dosen Prodi Pendidikan dan Sastra Indonesia (PBSI) UMM ini berharap setelah adanya pentas drama, mahasiswa internasional UMM bisa lebih mengapresiasi dan mempelajari lebih dalam akan budaya yang ada di UMM ini semakin mengapresiasi dan bangga akan budaya Indonesia. Sehingga ketika mahasiswa internasional ini pulang ke negara asal, dapat membaginya kepada keluarga atau masyarakat di sana sehingga makin dikenal. Sementara itu, salah satu mahasiswa internasional bernama Syed Khaled, yang berasal dari Afganistan merasa senang bisa membawakan peran Malin Kundang. Menurutnya, pentas ini semakin meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Indonesia. Tentu, ia makin semangat untuk terus mempraktekkan dan memahami bahasa terkait. “Saya berterimakasih kepada BIPA UMM dan seluruh pengajarnya yang telah membimbing kami dalam belajar bahasa. Ini menjadi hal yang tak terlupakan, pun dengan pentas drama yang sukses digelar,” pungkasnya. (haq/wil)

Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Gelorakan Pertunjukan Teater

Bukan hanya memberi pemahaman kognisi, berteater juga memicu daya kreativitas lebih kuat. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Hari Sunaryo, M.Si. selaku dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam gelaran pentas seni teater yang diadakan oleh mahasiswa prodi PBI UMMdi Aula Biro Administrasi Umum (BAU), Sabtu (6/8) lalu. Dalam gelaran teater itu, total ada empat kelompok yang memberikan penampilan terbaiknya. Ada yang menampilkan teater bertema dukun-dukunan hingga nuansa kota yang tak henti bernyanyi. Para penampil berupaya dan bekerja keras agar mampu menyajikan penampilan yang menghibur. Pada kesempatan itu, Hari menyampaikan jika kegiatan ini merupakan gelaran teater pertama setelah dua tahun pandemi. Ini juga menjadi buah hasil dari mata kuliah keterampilan sastra produktif unit kompetensi penyutradaraan. Malalui gelaran teater, mahasiswa didorong untuk menyalurkan ide kreatifnya yang kemudian disalurkan untuk merancang hingga mengeksekusi pagelaran teater. “berhubung sudah vakum selama dua tahun, saya mengajak mahasiswa berdiskusi atas fenomena-fenomena yang terjadi untuk nantinya dibawa ke dalam alur cerita. Kami menganalisisi terkait aktor, media, pencahayaan dan latar  panggunng yang dibawa ke perspektif pertunjukan teater,” ujarnya. Gelaran teater kali ini membawa filosofi tontonan itu menuntun. Melalui filosofi tersebut, mahasiswa memiliki landasan mengekseskusi cerita dengan tetap menyelipkan nilai-nilai kebajikan. Alasanya adalah karena sebagai mahasiswa bukan hanya perihal kreatif, tapi juga memberi kebermanfaatan yang baik.  “Maka terkait pemilihan naskah hingga penggarapan harus menggunakan nilai-nilai tersebut. Sebab, kami membawa jargon menonton itu menuntun,” ungkapnya. Hari berharap setelah terlaksananya penampilan tersebut mahasiswa mempunyai pemahaman dan kemampuan menyutradarai pertunjukan teater. Mahasiswa juga diminta agar bisa memimpin pertunjukan serta melakukan pembinaan teater ketika di luar bangku perkuliahan. “Goalsnya tentu mendorong mereka agar mampu memproduksi sendiri pertunjukan teater yang nantinya ketika sudah lulus kuliah bisa menjadi bekal untuk disalurkan kepada siswanya jika kelak menjadi seorang guru,” pungkasnya. Total ada empat kelompok yang menggelar pentas seni teater, yaitu Sranti Arutali, Oasis, Hawicarita, dan Naungan Surau. Selain itu, untuk memantik kreativitas mahasiswa, adapula penganugerahan kategori pemeran pendukung wanita terbaik hingga pemeran utama wanita terbaik. Pun dengan peran pendukung pria terbaik, peran utama pria terbaik, sutradara terbaik, artistik terbaik serta ilustrasi terbaik. Di sisi lain, Ahmad Setya Nurdiansyah selaku mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini karena memiliki nilai positif. Apalagi dengan euforia para penonton yang cukup tinggi. Namun, rentetan acara tersebut bukan tanpa kendala. Ia mengatakan bahwa rekan-rekannya cukup kesulitan untuk berkoordinasi. Namun, semua bisa diatasi sehingga mampu berjalan menghibur. Menurutnya, ada dua hal dari dirinya yang bertambah, yakni pemahaman sastra dan kepeduliannya akan sastra. “Saya dan teman-teman juga berharap event-event teater bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. khusunya para anak muda dan mampu menarik animo mahasiswa untuk menonton dan mencintainya. Terbukti, kemarin ada cukup banyak masyarakat yang hadir untuk menikmati sajian tiap kelompok,” tuturnya mengakhiri. (ros/wil)

Webinar Teknik Mesin UMM Beri Tips Mahasiswa Lulus Bebas Skripsi

Jurusan teknik acapkali dipandang sebagai jurusan yang sukar untuk lulus tepat waktu. Oleh karena itu, Prodi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan Webinar Ngobrol Bareng pada Kamis (4/8) lalu. Agenda ini menghadirkan empat mahasiswa Teknik Mesin yang berhasil lulus tepat waktu tanpa sidang skripsi. Mereka adalah Muhammad Ardiansyah, Annisa Widya N, Nadia Septria dan Muchammad Ridwan. Sebagai pembuka, Ketua Prodi Teknik Mesin Iis Siti Aisyah, ST., MT. Ph.D menyampaikan bahwa webinar ini menjadi upaya memfasilitasi mahasiswa untuk berbagi dengan para seniornya. Utamanya dalam memenangkan kompetisi dan mampu lulus tanpa sidang skripsi. “Dengan kiat-kiat yang diberikan dan nasehat, harapannya para mahasiswa bisa menyelesaikan studinya dengan tepat waktu. Sekaligus dapat mematahkan mitos bahwa anak teknik tidak bisa lulus tepat waktu. Apalagi Kampus Putih memiliki program UMM PASTI yang menjadi upaya agar mahasiswa bisa lulus tpat waktu dengan kemandirian yang bagus,” tegas Iis. Adapun keempat mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2018 itu lulus melalui program ekuivalensi sertifikat kompetisi bertaraf nasional maupun internasional. Dari keempat mahasiswa tersebut, Nadia berhasil lulus dalam waktu tiga tahun sembilan bulan serta menyabet predikat cumlaude. “Agar bisa lulus tanpa sidang skripsi, perbanyak mencari informasi mengenai lomba, baik proyek maupun kompetisi. Selain itu, harus ada niat untuk segera menyelesaikan tanggungan mata kuliah. Jangan lupa juga untuk meminta doa dan dukungan dari orang tua dan juga teman-teman,” tegas Nadia. Selama berkuliah, Nadia merupakan mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Ia tergabung dalam tim yang menerima pendanaan Dikti. Yakni pada program dan pembuatan alat produksi sebagai implementasi pembelajaran project based learning untuk penyelesaian problem UMKM. Selain itu, ia juga termasuk dalam Tim Srikandi yang berhasil menjadi finalis lomba Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang. Di sisi lain, Muhammad Ardiansyah, Annisa Widya dan Muchammad Ridwan merupakan salah satu tim yang lolos seleksi pendanaan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 33 tahun 2020. Mereka berhasil bersaing dengan 66.000 proposal dari berbagai universitas yang lain se-Indonesia. Ardian sebagai ketua tim mengatakan ketika itu, timnya membuat program yang diberi judul Sistem Pintar Pengaman Parkir Bertingkat Untuk Kendaraan Roda Empat. Dari kompetisi Pimnas tersebut, mereka mengajukan ekuivalensi ke kampus sehingga bisa bebas skripsi. “Bisa dikatakan proposal kami setara dengan skripsi karena pada saat itu diuji langsung oleh tiga profesor,”jelas Ardian. Teranyar, Ardian bersama timnya berhasil meraih juara tiga Lomba Nasional Rancang Bangun Mesin ke-10 (LNTRBM X) 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM) Indonesia. Dalam lomba saat itu, Ardian dan timnya membuat inovasi permainan simulasi turbin ulir berbasis teknologi renewable energy untuk anak 7-18 tahun, yang diberi nama E-Rotta. Di akhir webinar, Ardian memberikan motivasi kepada juniornya agar bisa mengikuti tips yang sudah mereka bagikan. Pun untuk terus semangat dan belajar agar mampu menjadi yang terbaik. “Keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Jadi harus disiapkan sejak dini, agar saat ada kesempatan kita sudah siap memanfaatkannya,” pungkas Ardian. (zak/wil)

Unik, Rayz Hotel UMM Tampilkan Sky Fashion Week

Terispirasi dari gelaran citayam fashion week di ibu kota, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui amal usahanya Rayz Hotel UMM selenggarakan Sky Rooftop Fashion Week. Peragaan busana ini diadakan pada Rabu (03/08) yang bertempat di The Sky Rooftop Rayz UMM. Tak hanya mengundang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Putra Putri Kampus (PPK), acara ini juga turut menghadirkan beberapa selebriti Instagram serta TikTok asal Malang. Total ada 50 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Hotel Manager Rayz UMM, Yanuar Arifien, mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu ajang pendorong mahasiswa untuk berkreasi, utamanya dalam bidang fashion dan konten kreatif. Hal ini juga diharapkan menjadi pijakan awal bagi Rayz Hotel UMM untuk berkolaborasi dengan mahasiswa serta para influencer yang diundang. “Kami ingin memberikan yang terbaik bagi mahasiswa sebagai salah satu amal usaha yang UMM punya. Selain gelaran acara ini, kami juga akan memberikan diskon khusus untuk para mahasiswa. Hal ini meliputi diskon menginap sebesar 15% dan paket makan khusus crovel serta cappucino dengan harga 15.000 saja. Diskon ini bisa diperoleh menggunakan KartuTanda Mahasiswa (KTM) UMM,” ungkap Arifien. Pada kesempatan yang sama, Maharina Novia Zahro, S.Ikom salah satu staf Humas UMM menjelaskan bahwa dengan adanya kesempatan ini para mahasiswa seperti PPK, BEM, dan influencer yang tergabung dalam Digital Tim UMM dapat berkolaborasi bersama Rayz Hotel. Dalam perjalanannya, semoga gelaran acara ini dapat menghasilkan karya-karya yang dapat dinikmati serta diterima baik oleh masyarakat luas. “Ini bukan agenda pertama dan terakhir, harapannya program ini dapat terus bersinergi baik secara formal maupun non formal. Hasil dari program ini adalan ngonten kreatif, jadi hal ini tak perlu diagendakan secara serius. Hal ini, nantinya bisa teman-teman diskusikan secara non-formal di luar acara,” ujar alumni Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi UMM itu. Tak hanya menyajikan gelaran peragaan busana, acara ini juga menyajikan live music serta hidangan yang memanjakan lidah pengunjung. Lebih lanjut, Rina sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dengan terbentuknya kolaborasi ini, konten kreatif digital tim UMM akan semakin berkembang. “Pandemi telah membuat jarak antara satu pihak dengan yang lain. Hal itulah yang membuat teman-teman tidak saling mengenal. Semoga dengan adanya momen ini bisa menjalin silaturahmi antara satu dengan yang lain, utamanya antara mahasiswa dengan Rayz Hotel UMM,” pungkasnya mengakhiri. (syi)