Festival AIK UMM Putar Film-Film Kreatif Karya Mahasiswa

Visualkan nilai-nilai dan prinsip Muhammadiyah lewat sebuah film drama dan dokumenter, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan pemutaran film. Acara bertajuk Gelar Seni dan Budaya Muhammadiyah ini menampilkan enam film karya mahasiswa mata kuliah Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK). Adapun acara ini diadakan pada akhir Desember lalu bertempat di Aula BAU. Dosen pembimbing AIK Azhar Muttaqin, M.Ag. menjelaskan bahwa acara tersebut dikonsep oleh Bagian Pengembangan (BP) AIK UMM dan sederet mahasiswa. Keenam film yang ditampilkan memuat tema tentang AIK, kesenian musik islami, dan juga musikalisasi puisi. Selain itu, pada agenda tersebut, turut diputarkan juga film Jejak Langkah 2 Ulama dengan menghadirkan tim Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. “Enam film yang ditampilkan adalah murni karya dari para mahasiswa. Awalnya, kami ingin mengadakan pemutaran film biasa saja. Namun, Alhamdulillah pihak Kampus mendukung penuh dan nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah festival. Tentu ada pemenang yang akan dipilih berdasarkan karya. Harapannya agenda ini bisa menjadi tradisi yang dilaksanakan oleh seluruh peserta AIK,” tegasnya. Azhar, sapaannya mengatakan bahwa karya yang ada dapat menjadi sumbangsih dalam dakwah kultural Muhammadiyah sekaligus menjadi stimulasi bagi pembelajaran AIK yang lain. Kami juga akan mengusahakan agar menjadi kegiatan tahunan yang bisa mendorong kreativitas mahasiswa. Di sisi lain, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. sangat mengapresiasi agenda tersebut. Oa menilai bahwa pemutaran film ini dapat menjadi salah satu cara bagi dosen untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa. Terutama untuk meningkatkan potensi diri sesuai minat yang berbeda-beda. “Mahasiswa kita kan beragam, ada yang suka seni budaya, suka berdiskusi dan lainnya. Maka, hal ini menjadi tantangan bagi para dosen AIK untuk menjadi pendidik yang kreatif. Setelah pagelaran ini berlangsung, ternyata tidak hanya mahasiswa Ilmu Komunikasi yang bisa memproduksi film. Saya sangat senang dan mengapresiasi. Perlu diperbanyak komunitas pembuat film dari anak muda sehingga dapat mewadahi kemampuan para pecinta seni sebagaiw adah pesan dakwah,” ujar dosen kelahiran Sampang ini. Turut hadir Era Sugiarso yang merupakan tim LSBO PP Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2017, pihaknya memang memiliki fokus dakwah baru yaitu melalui media film. Sejauh ini LSBO telah mempunyai empat film, salah satunya Jejak Langkah 2 Ulama. “Saya tentu ingin para mahasiswa semakin gencar dan giat dalam menyiarkan dakwah-dakwah Islam dan Muhammadiyah. Bisa menggunakan berbagai platform, salah satunya ya dengan media film,” pungkasnya. (wil)
Perjalanan Sukses Alumnus UMM yang Jadi Komisaris di Perusahaan Garuda Indonesia

Mimpi itu gratis dan jangan takut untuk bermimpi karena itu sebuah kewajiban. Tapi tidak cukup hanya bermimpi saja, perlu adanya keras agar angan itu bisa terwujud. Hal tersebut diungkapkan oleh Komisaris PT. Aerofood ACS (Garuda Indonesia Group), Muhammad Sukron , ST.,MT. yang merupakan alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sukron, sapaan akrabnya, mengatakan keberhasilannya menjadi seorang komisaris tak luput dari kerja keras dan juga pengalaman yang di dapatkan selama berkuliah. Sebelumnya, ia tak pernah membayangkan akan menjadi seorang pimpinan dari salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Karena biasanya, untuk seorang lulusan teknik bisa bekerja di perusahaan atau menjadi karyawan BUMN itu sudah sangat baik. Namun jika bisa lebih dari itu, menjadi hal yang luar biasa. Utamanya bagi saya,” katanya. Sukron sudah menduduki posisi komisaris sejak dua tahun lalu. ia mengaku banyak permasalahan yang harus dihadapi dan diseesaikan. Apalagi saat itu perusahaan sedang menghadapi problem dan krisis akibat pandemi Covid-19. Salah satunya turunnya pendapatan. “Dengan keinginan yang kuat untuk membangkitka perusahaan, Alhamdulillah saya dan tim bisa mengatasinya. Melalui evaluasi serta pengawasan yang akuntabel sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG), pendapatan perusahaan kembali normal bahkan mengalami peningkatan dan perusahan bisa keluar dari krisis,” jelas Sukron. Selain sebagai komisaris, Sukron juga aktif di politik serta organisasi kepemudaan sembari berwirausaha di bidang konstruksi. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bidang Energi dan Sumber Daya Mineral. Jabatan itu ia raih berkat kepiawaiannya dalam memimpin. Bahkan sejak menjadi mahasiswa beberapa tahun yang lalu. “Selama berkuliah, saya merupakan mahasiswa yang aktif mengikuti organisasi intra kampus maupun organisasi otonom Muhammadiyah. Seperti, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Senat Mahasiswa dan juga Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Selama keikutsertaan saya di organisasi, saya juga sempat dipercaya menjadi Ketua Komisariat IMM UMM. Hal itulah yang menjadi alasan kuat mengapa saya bsia berada di posisi sekarang,” ungkap Sukron. Meski memiliki segudang kesibukan, Sukron muda tak pernah lupa dengan nilai akademik perkuliahannya. Sebagai mahasiswa teknik mesin, ia berhasil lulus tepat waktu dengan indeks prestasi yang baik. Dengan pengalaman dan juga prestasi yang telah didapat, ia berhasil melanjutkan studi magister dan juga doktornya dengan beasiswa. “Menurut saya, sayang sekali jika sebagai mahasiswa waktunya hanya dipakai untuk perkuliahan saja. Harus ada keseimbangan antara kemampuan akademik dan non-akademik. Kemampuan akademik untuk mengasah ilmu secara personal, sedangkan kemampuan akademik untuk mengasah softskill. Salah satu softskill yang dibutuhkan saat berada di masyarakat maupun di tempat kerja yaitu kemampuan memimpin. Hal tersebut harus terus diasah sedini mungkin,” tuturnya. Ia berharap anak-anak muda bisa membangun kapasitas dan potensi. Jika dilakukan dengan baik, pintu kesuksesan akan terbuka lebar. “Saya bangga bisa berkuliah di UMM. Banyak hal yang saya pelajari dan banyak alumninya yang menjadi orang besar. Smeoga anak-anak muda bisa tekun dan belajar banyak hal agar mampu menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya. (zak/wil)
Start Energi dan Pertanian: Kerjasama UMM-Jember Langsung Tancap Gas

Sudah waktunya Jember menjadi daerah yang mandiri energi dan pangan. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto, ST. saat melakukan diskusi bersama Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) pada 5 Januari 2023. Selain rektor, UMM juga menghadirkan para pakar dan profesor untuk memberikan arahan agar pelaksanaan program kerjasama bisa segera berjalan dengan baik. Lebih lanjut, Hendy, sapaannya, mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi tindak lanjut kerjasama yang sudah dijajaki. Untuk mencapai tujuan Jember yang mandiri, pihaknya menggandeng UMM dan para pakarnya. Utamanya di bidang pertanian yang fokus pada pertaniain organik dan turunannya. Kemudian yang kedua adalah energi baru terbarukan (EBT). Dalam diskusi tersebut, sudah dilakukan pemetaan area yang digarap untuk pengembangan beras organik, pupuk organik, dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). Agar bisa segera diimplementasikan, dalam kesempatan itu jgua langsung dibentuk tim task force di lapangan yang terdiri dari pihak UMM maupun pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember. “Kami juga akan berkunjung ke UMM Senin depan untuk melihat berbagai inovasi yang sudah dilakukan. Apalagi pupuk organik, beras organik dan PLTMH sudah diimplementasikan UMM sejak lama sehingga tidak perlu lagi diragukan,” tegasnya. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengaku senang dengan penjelasan bpati Jember yang tidak ingin matahari dan air di Jember tidak boleh disia-siakan. Harus ada program konkret yang bisa ditangkap dan menjadi sumber energi pendukung bagi warga Jember. “Sinergisitas ini tentu segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Kami tidak ingin bertele-tele. Harus ada langkah konkret yang akan segera kami lakukan. Kami juga berkomitmen untuk bersama-sama membangun sustainibiltas bagi masyarakat Jember,” pungkasnya (wil)
Tahun Baru Makan Makanan Bakar? Awas Bahaya, Ini Kata Pakar UMM

Tahun baru 2023 memang sudah berlalu. Banyak masyarakat yang turut memperingatinya dengan berkumpul bersama keluarga hingga menyajikan makanan olahan bakar. Namun, siapa sangka, makanan yang dimasak dengan arang berpotensi menyebabkan penyakit kanker. Menurut Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malang (UMM) Faqih Ruhyanudin, M. Kep., Sp. Kep.MB, secara umum arang bukan zat karsinogen. Namun memasak dengan arang dapat memunculkan sifat karsinogenik penyebab kanker. Dengan proses yang cukup lama, kanker terbentuk dari sel yang sudah bermutasi karena zat karsinogen. Semua bermula dari tumbuhnya polip dari sel yang seharusnya ber-apuptosi atau mati secara terprogram. Namun sel tersebut justru tetap hidup dan tumbuh. Meski demikian, dosen yang fokus pada keperawatan medikal bedah ini menyebutkan, sampai saat ini belum diketahui dengan jelas penyebab kanker. Kecenderungan budaya masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi makanan yang diasap, dibakar atau dipanggang harus diperhatikan karena mengandung senyawa benzopirin. Paparan zat ini dapat menyebabkan peningkatan progresivitas kanker. Terkait deteksi kanker, ia menjelaskan bahwa peluang sembuh akan tinggi jika bsa dideteksi sejak dini atau sebelum sel kanker menyebar ke area-area lain. Namun, meski sudah dinyatakan sembuh, penderita harus tetap waspada karena sel kanker masih berpeluang muncul lagi di tempat lain. “Terkadang, ketika seseorang didiagnosa terjangkit kanker, orang tersebut langsung cemas dan tidak semangat. Pengaruh pengobatan itu hanya 30% saja, sementara sisanya adalah motivasi diri untuk sembuh dan mengatasi penyakit.” jelas Faqih. Di akhir, Faqih menyampaikan beberapa tips untuk memulai kebiasaan baik dan mencegah penyakit ini. Dimulai dengan rutin berolahraga atau beraktivitas fisik setiap hari. Kemudian juga menghindari alkohol, obesitas serta memperhatikan pola makanan yang masuk ke dalam tubuh. Rokok juga perlu dihindari serta mengurangi makanan berbahan dasar daging merah tinggi lemak. “Manusia itu makhluk yang unik. Selain faktor fisik yang sehat, kita juga perlu menjaga kesehatan kondisi psikis dan spiritual kita untuk kehidupan yang lebih optimal. Daripada merayakan sesuatu dengan kegiatan euforia berlebihan, lebih baik melakukan intropeksi dan memperbaiki diri. Baik dari segi fisik, psikis maupun spritual,” pungkasnya. (van/wil)
Belajar Riset dengan Asyik di Soscamp UMM 2022

Mahasiswa Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) harus siap kapanpun dan di manapun sebagai agen perubahan sosial. Hal tersebut diucapkan oleh Luluk Dwi Kumalasari, M.Si. selaku Ketua Prodi Sosiologi UMM pada penutupan Sosiologi Camping (Soscamp). Adapun kegiatan ini diselenggrakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) pada akhir Desember berlokasi di Desa Sumberejo, Batu. Luluk, sapaan akrabnya mengatakan soscamp menjadi sebuah forum pengenalan prodi kepada mahasiswa baru. Melalui forum ini, peserta mendapatkan gambaran selama bagaimana menjadi seorang mahasiswa. Selain itu juga sebagai awal praktek mahasiswa baru melakukan riset sosial dengan terjun langsung di tengah masyarakat. Meski sempat vakum karena pandemi, Soscamp akhirnya bisa kembali terlaksana demi menempa pemuda menjadi penggerak dan problem solver. “Dengan kegiatan ini, maka Sobat Sosio bisa mengambil manfaat yakni mengenal bagaimana menjalankan sebuah riset dan program akademik. Pun dengan materi-materi terkait pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sehingga mampu memberikan solusi dan manfaat,” pungkasnya. Menariknya, Soscamp ini ditutup dengan iringan pentas seni yang bekerjasama dengan warga setempat. Sumberreko juga dinilai memiliki karakter unik yakni budaya kerelawanan dan seduluran. Warganya juga terkenal dengan adab yang dijunjung tanpa memandang perbedaan. Rachmad Kristiono, P.hD. selalu pemateri menilai, keunikan itulah yang dijadikan objek peneitian atau riset mahasiswa dalam Soscamp. Kemudian dijadikan bahan atau acuan pada perkembangan desa. Ia berharap Soscamp dapat memacu keingintahuan dan daya kritis mahasiswa. Dengan begitu, sebutan agent of change tidak hanya menjadi bualan belaka. “Nilai saling membersamai dalam desa ini menjadi ciri khas menarik. Tentu harapan saya yaitu agar mahasiswa sosiologi bisa sadar dan empati ketika berada di tengah masyarakat,” katanya. Hal serupa juga disampaikan oleh Omilrio Sankha, Ketua Umum Himasos UMM. Ia mengatakan bahwa Soscamp 2022 mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Sosial Melalui Nilai Kekeluargaan dan Intelektual Mahasiswa Sosiologi UMM”. Melalui tema ini, para peserta didorong untuk menumbuhkan rasa empati, diiringi dengan pemikiran intelektual yang kuat. Salah satu skill yang dipelajari di sini adalah kemampuan survei. Yakni dengan mewawancarai masyarakat untuk mendapatkan data. “Melalui rasa empati tersebut, muncul rasa kekeluargaan yang menjadi bahan bajar untuk berkontribusi,” pungkasnya. (haq/wil)
Tim ITP UMM Dampingi Petani Sumawe, Hasilkan Kakao Berkualitas

Sebagai negara dengan jumlah produksi kakao yang tinggi, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan kakao sebagai komoditas ekspor nasional. Namun kenyataannya, kakao Indonesia masih belum menjadi primadona di mata para petani. Melihat peluang besar tersebut, Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan program pengabdian kepada para petani kakao. Tim UMM juga menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di desa Ringin Kembar Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada Agustus-Desember 2022 lalu. Adapun pengabdian ini dilaksanakan melalui hibah blockgrant Fakultas Pertanian-Peternakan UMM tahun pada tahun 2022. Ketua Prodi Teknologi Pangan Hanif Alamudin Manshur, S.Gz., M.Si menjelaskan bahwa pengabdian ini berfokus untuk memberi penyuluhan kepada para petani. Secara garis besar, penyuluhan ini membahas tentang proses fermentasi biji kakao yang dipecah dalam empat tahap fermentasi. Tahapan-tahapan tersebut meliputi tahapan mekanisasi, tahapan reaksi, pembentukan senyawa aktif, dan titik kritis halal. “Proses fermentasi memiliki peran penting dalam industri kakao. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan cita rasa dari biji kakao. Sehingga setelah selesai diolah, cokelat yang dihasilkan memiliki cita rasa yang kaya dan khas. Meskipun proses ini penting, masih banyak para petani kakao di Indonesia yang belum mengetahuinya. Oleh karena itu, pada penyuluhan kali ini kami berfokus pada tahapan fermentasi kakao,” ungkap dosen dengan keahlian Pangan Gizi tersebut. Lebih lanjut, Hanif, sapaannya, menilai bahwa pengabdian tersebut memberikan hasil yang baik. Terlihat dari antusiasme para petani untuk saling berbagi pengalaman. Diikuti dengan diskusi terkait topik-topik penting dalma proses pertanian. Selain itu, pada kesempatan yang sama, Prodi Teknologi Pagan FPP juga melangsungkan penandatangan kerjasama dengan Gapoktan kakao Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Baik itu berbentuk Memorandum of Agreement (MoA) maupun Memorandum of Understanding (MoU). “Kerjasama ini diharapkan bisa menciptakan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember. Hal ini dirasa akan menjadi daya tari tersendiri bagi para pembeli dan juga riset aplikasi praktis,” kata Hanif. Di sisi lain, Ketua Gapoktan Kecamatan Sumbermanjing Wetan Sujito mengatakan, kerja sama dengan Prodi Teknologi Pangan UMM ini merupakan salah satu bagian dari sinergi masyarakat dan perguruan tinggi. Utamanya untuk menjaga geliat hulu-hilir kakao secara nyata. Petani selama ini hanya mengandalkan dorongan pembeli untuk budidaya kakao. Dengan begitu mereka bisa bersemangat untuk menanam kakao. Namun, sekarang ada dorongan lain yang diberikan oleh UMM. Ia berharap para akademisi Kampus Putih juga memberikan hasil riset praktis pada pengolahan kakao. Menurutnya, petani sesungguhnya membutuhkan langkah konkret dan praktis dalam metode fermentasi. Apalagi selama ini kotak fermentor yang ada membutuhkan waktu yang lama, yakni 2-3 hari. Padahal hasilnya juga belum memenuhi standar. “Kerjasama dengan UMM ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan pembeli untuk mendukung hasil panen dan olah fermentasi petani Kecamatan Sumbermanjing Wetan,” pungkasnya mengakhiri. (wil)
UMM Jalin Komitmen Kembangkan Pertanian, Energi dan Aviasi dengan Jember

Tidak hanya fokus mengembangkan kualitas pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga turut membangun kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan berbagai daerah, termasuk Jember. Dimulai dengan diskusi bersama dengan Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto, ST. beserta jajaran pada 2 Januari 2023 lalu. Beberapa aspek yang dikerjasamakan yakni bidang pertanian, energi baru terbarukan (EBT), aviasi hingga pendidikan. Menariknya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dan Wakil Rektor II Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. datang mengendarai pesawat yang turun di Bandar Udara Notohadinegoro, Jember. Bahkan salah satu pesawat yang datang merupakan milik UKM Biru Flying Club UMM. Menyambut rombongan Kampus Putih, Hendy, sapaannya mengatakan bahwa pihaknya sangat memerlukan inovasi yang sudah dilakukan UMM. Banyak produk dan penemuan Kampus Putih yang bisa ditiru dan diimplementasikan di Jember. “Satu hal yang menarik adalah bidang pertanian. Bagaimana UMM bisa mengatasi problem pupuk di berbagai daerah. Jember juga memiliki problem serupa, sehingga harapannya kerjasama yang dibangun bersama UMM bisa mengatasi masalah ini. Apalagi UMM sudah menggunakan pupuk organik di Situbondo dan berhasil. Kebetulan kami juga tengah mempersiapkan pembangunan pabrik pupuk organik,” katanya. Ia juga mengapresiasi UMM yang segera menghadirkan para ahli untuk memberikan masukan di aspek pertanian. Rencananya pada 5 januari 2023 nanti, ada sederet profesor yang akan turut memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi. Dengan begitu dapat mempercepat aktivitas nyata di antara keduanya. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa Jember memiliki potensi yang sangat besar. Di bidang pertanian, Jember menduduki tempat ketiga sebagai penghasil beras terbanyak di Jawa Timur. Sayangnya, selama ini para petani terlalu bergantung pada pupuk kimia. Padahal harga pupuk jenis itu semakin hari semakin tinggi. “Hal itu tentu akan merugikan para petani. Maka, UMM hadir dan menggandeng Jember dalam mengupayakan solusi melalui pupuk organik. Apalagi kami juga sudah berpengalaman. Harapannya, biaya produksi bisa ditekan dan membuat petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik. Niat kami dan Bupati Jember juga sama yakni menyejahterakan masyarakat,” katanya. Di aspek lain, UMM-Jember juga akan mengembangkan EBT di beberapa titik. Ada tiga titik yang menurut Fauzan memungkinkan untuk dikembangkan EBT, khususnya pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). (wil)
Unik, Perahu Bebek UMM yang Bikin Belajar Jadi Lebih Asyik

Suasana unik terlihat di danau kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Belasan mahasiwa terlihat asik bercengkrama sambil mengayuh bebek air. Wahana bebek air ini mulai dioperasikan untuk umum beberapa bulan ke belakang bertempat di danau kampus tiga UMM. Tak jarang terlihat antrean mahasiswa dan pengunjung yang menunggu giliran untuk mengendarainya. Kepala Bagian Komunikasi Publik UMM, M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan bahwa wahana bebek air ini merupakan bentuk pemanfaatan infrastuktur di UMM yakni danau kampus. Selain itu, adanya bebek air di UMM ini berguna untuk menciptakan suasana lingkungan belajar yang menyenangkan bagi para mahasiswa. Menariknya, wahana ini juga terbuka untuk para tamu dan mahasiswa kampus lain yang ingin lebih mengenal Kampus Putih. “Kami ingin kampus tidak hanya dipandang sebagai tempat yang serius untuk belajar tetapi juga tempat yang menyenangkan. Awalnya kami hanya memberikan satu wahana bebek air untuk uji coba. Namun karena antusiasme yang tinggi, kami menambah tiga buah bebek air lagi. Total, danau UMM memiliki empat bebek air yang bisa menampung maksimal empat orang di masing-masing perahunya,” Ujar dosen Prodi Bahasa Indonesia itu. Krisna, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa keselamatan merupakan merupakan prioritas. Selain memberikan tulisan himbauan tentang tata cara penggunaan bebek air, kampus juga bekerja sama dengan Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA). Tim DIMPA membantu untuk mengawasi penggunaan bebek air. Pihak universitas juga akan langsung melakukan perbaikan jika ada perahu bebek yang mengalami kerusakan. “Tak hanya wahana bebek air, kami juga menyediakan berbagai tempat untuk nongkrong dan menikmati suasana di Kampus Putih. Seperti misalnya gazebo, kafe kontainer, Mydormy UMM dan lain sebagainya. Harapannya mahasiswa dan masyarakat umum dapat menikmati proses pembelajaran di UMM dengan nyaman dan tenang serta membantu perkuliahan menjadi lebih santai,” ungkapnya. (syi/wil)
UMM Jalin Komitmen Kembangkan Pertanian, Energi dan Aviasi dengan Jember

Tidak hanya fokus mengembangkan kualitas pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga turut membangun kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan berbagai daerah, termasuk Jember. Dimulai dengan diskusi bersama dengan Bupati Jember Ir. Hendy Siswanto, ST. beserta jajaran pada 2 Januari 2023 lalu. Beberapa aspek yang dikerjasamakan yakni bidang pertanian, energi baru terbarukan (EBT), aviasi hingga pendidikan. Menariknya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dan Wakil Rektor II Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. datang mengendarai pesawat yang turun di Bandar Udara Notohadinegoro, Jember. Bahkan salah satu pesawat yang datang merupakan milik UKM Biru Flying Club UMM. Menyambut rombongan Kampus Putih, Hendy, sapaannya mengatakan bahwa pihaknya sangat memerlukan inovasi yang sudah dilakukan UMM. Banyak produk dan penemuan Kampus Putih yang bisa ditiru dan diimplementasikan di Jember. “Satu hal yang menarik adalah bidang pertanian. Bagaimana UMM bisa mengatasi problem pupuk di berbagai daerah. Jember juga memiliki problem serupa, sehingga harapannya kerjasama yang dibangun bersama UMM bisa mengatasi masalah ini. Apalagi UMM sudah menggunakan pupuk organik di Situbondo dan berhasil. Kebetulan kami juga tengah mempersiapkan pembangunan pabrik pupuk organik,” katanya. Ia juga mengapresiasi UMM yang segera menghadirkan para ahli untuk memberikan masukan di aspek pertanian. Rencananya pada 5 januari 2023 nanti, ada sederet profesor yang akan turut memberikan solusi atas masalah-masalah yang dihadapi. Dengan begitu dapat mempercepat aktivitas nyata di antara keduanya. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa Jember memiliki potensi yang sangat besar. Di bidang pertanian, Jember menduduki tempat ketiga sebagai penghasil beras terbanyak di Jawa Timur. Sayangnya, selama ini para petani terlalu bergantung pada pupuk kimia. Padahal harga pupuk jenis itu semakin hari semakin tinggi. “Hal itu tentu akan merugikan para petani. Maka, UMM hadir dan menggandeng Jember dalam mengupayakan solusi melalui pupuk organik. Apalagi kami juga sudah berpengalaman. Harapannya, biaya produksi bisa ditekan dan membuat petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik. Niat kami dan Bupati Jember juga sama yakni menyejahterakan masyarakat,” katanya. Di aspek lain, UMM-Jember juga akan mengembangkan EBT di beberapa titik. Ada tiga titik yang menurut Fauzan memungkinkan untuk dikembangkan EBT, khususnya pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH). (wil)
Unik, Perahu Bebek UMM yang Bikin Belajar Jadi Lebih Asyik

Suasana unik terlihat di danau kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Belasan mahasiwa terlihat asik bercengkrama sambil mengayuh bebek air. Wahana bebek air ini mulai dioperasikan untuk umum beberapa bulan ke belakang bertempat di danau kampus tiga UMM. Tak jarang terlihat antrean mahasiswa dan pengunjung yang menunggu giliran untuk mengendarainya. Kepala Bagian Komunikasi Publik UMM, M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan bahwa wahana bebek air ini merupakan bentuk pemanfaatan infrastuktur di UMM yakni danau kampus. Selain itu, adanya bebek air di UMM ini berguna untuk menciptakan suasana lingkungan belajar yang menyenangkan bagi para mahasiswa. Menariknya, wahana ini juga terbuka untuk para tamu dan mahasiswa kampus lain yang ingin lebih mengenal Kampus Putih. “Kami ingin kampus tidak hanya dipandang sebagai tempat yang serius untuk belajar tetapi juga tempat yang menyenangkan. Awalnya kami hanya memberikan satu wahana bebek air untuk uji coba. Namun karena antusiasme yang tinggi, kami menambah tiga buah bebek air lagi. Total, danau UMM memiliki empat bebek air yang bisa menampung maksimal empat orang di masing-masing perahunya,” Ujar dosen Prodi Bahasa Indonesia itu. Krisna, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa keselamatan merupakan merupakan prioritas. Selain memberikan tulisan himbauan tentang tata cara penggunaan bebek air, kampus juga bekerja sama dengan Unit Kegitan Mahasiswa (UKM) Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA). Tim DIMPA membantu untuk mengawasi penggunaan bebek air. Pihak universitas juga akan langsung melakukan perbaikan jika ada perahu bebek yang mengalami kerusakan. “Tak hanya wahana bebek air, kami juga menyediakan berbagai tempat untuk nongkrong dan menikmati suasana di Kampus Putih. Seperti misalnya gazebo, kafe kontainer, Mydormy UMM dan lain sebagainya. Harapannya mahasiswa dan masyarakat umum dapat menikmati proses pembelajaran di UMM dengan nyaman dan tenang serta membantu perkuliahan menjadi lebih santai,” ungkapnya. (syi/wil)