Mega Baskara, Pentas Drama Lokal Garapan PGSD UMM

Mega Baskara adalah tajun pementasan yang dilangsungkan oleh program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Diikuti ratusan peserta, pagelaran drama itu memberikan decak kagum berkat cerita, penampilan dan musik yang ditampilkan pada 29 Desember 2022 lalu. Apalagi dengan penampilan yang beragam seperti cerita rakyat, puisi, hingg aseni tari. Ketua pelaksana, Naila Zulfaida menjelaskan bahwa pagelaran drama ini bertujuan untuk menjaga budaya nusantara dan menghidupkan kembali cerita rakyat. Selain itu juga mengajak anak-anak muda untuk mencintai budaya lokal. “Memang sebenarnya gelaran ini merupakan ajang kompetisi tugas akhir teman-teman. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kami turut serta menjaga dan melestarikan budaya Indonesia,” katanya. Adapun tiap tim dan kelas membawakan cerita dari berbagai pulau yang berbeda. Ada yang dari pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Papua. Dalam agenda itu pula mahasiswa dilatih untuk menjadi penyelenggara, aktor, penulis naskah, hingga penyedia musik agar penampilan yang dibawa menarik. Pun agar mereka bsia merasakan bagaimana proses penampilan seni budaya nusantara. Sementara itu, Innany Mukhlishina, M.Pd selaku dosen pengampu mengatakan bahwa sebenarnya drama tersebut dilakukan rutin setiap tahun. Pun juga sebagai proyek akhir mata kuliah yang dirasa menyenangkan sekaligus memberikan edukasi. “Mata kuliah kajian Bahasa Indonesia SD yang saya ampu ebrsama Ibu Delora jantung Amelia ini memang ingin mengajak mahasiswa dan anak muda untuk lebih mencintai budaya lokal. Dengan begitu, tidak mudah tergerus dengan budaya-budaya luar negeri dari erpoa, amerika maupun juga korea selatan,” tegasnya. Inany, sapaan akrabnya mengatakan bahwa agenda ini sangat dinanti-nanti, bukan hanya bagi mahasiswa PGSD tapi juga mahasiswa dan orang lain. Karena memberikan penampilan menarik yang sudah disiapkan sejak lama. “Melalui cara ini, kami juga ingin agar lulusan PGSD bisa menjadi sosok yang multilalenta. Tidak sekadar memiliki kemampuan akademik dan keahlian mengajar, namun  juga  memiliki keahlian lain di bidang nonakademik,” harapnya mengakhiri. (*/wil)

Bawa Misi Pengembangan Mahasiswa, Wakil Rektor III UMM Jadi Sekjend Forpimawa

Forum Pimpinan Kemahasiswaan (Forpimawa) adalah forum kemahasiswaan perguruan tinggi seluruh Indonesia yang menjadi wadah penyeimbang antara pimpinan perguruan tinggi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal tersebut dikatan oleh Dr. Nur Subeki, ST., MT. selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang terpilih sebagai Sekretaris Jendral (Sekjend) Forpimawa. Adapun ia terpilih pada Desember ini dalam Rapat Pleno pemilihan ketua dan sekretaris bertempat di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Eki, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Forpimawa merupakan mediator kerjasama perguruan tinggi dengan kementerian, salah satunya terkait beasiswa. Selain itu, Forpimawa juga fokus mnejalin kerjasama dengan pemerintahan dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dalam berbagai kompetisi mahasiswa. forum ini ikut andil dalam menentukan Sistem Pemeringkatan Perguruan Tinggi yang berkolaborasi dengan Kemendikbud-Ristek. Sistem pemeringkatan dinilai mampu melecut semangat perguruan tinggi untuk berinovasi dan menciptakan hal kreatif. Sistem ini juga mampu menciptakan pola pendampingan universitas yang dirasa besar, kepada perguruan tinggi yang dirasa masih berkembang. “Melalui sistem pemeringkatan ini, ke depannya bisa membentuk pola pendampingan antar universitas. Ini juga menjadi langkah penyeimbang kualitas pendidikan di perguruan tinggi Indonesia,” imbuhnya. Dosen Teknik Mesin UMM ini mengatakan bahwa Forpimawa ini tentu terus meningkatkan jumlah beasiswa, baik itu kerjasama dengan pemerintahan dan pihak swasta. Menurutnya, jika berhasil, minat pelajar untuk meneruskan ke jenjang kuliah akan lebih tinggi. “Kami tentu ingin jumlah anak muda, khususnya pelajar yang ingin melanjutkan ke jenjang sarjana bisa meningkat. Salah satunya melalui penyediaan beasiswa yang akan kami usahakan. Tentu dengan menggaet berbagai pihak,” katanya. Pada akhir wawancara, ia berharap Forpimawa ini bisa menjadi wadah saling sinergi antar universitas dan pemerintahan dalam menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Salah satunya melalui internalisasi sinergi dalam tubuh Forpimawa, sehingga forum kemahasiswaan ini berjalan searah dengan pengembangan mahasiswa. (haq/wil)

UMM Kukuhkan Guru Besar Baru, Beri Kontribusi di Bidang Informasi Ekonomi

Untuk menciptakan sebuah pasar yang sempurna, diperlukan keseimbangan informasi antara penjual dan pembeli. Hal ini dapat dilakukan jika seorang penjual menyampaikan semua aspek informasi secara murni pada pembeli. Jika hal tersebut sudah dilakukan, maka akan tercipta kesepakatan harga yang murni dari kualitas barang. Orasi ilmiah tersebut disampaikan oleh Prof. Djoko Sigit Sayogo, M.Acc., Ph.D. dalam acara pengukuhan guru besarnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia dikukuhkan sebagai guru besar bidang manajemen yang dilaksanakan pada 29 Desember 2022, bertempat di Teater Dome UMM. Lebih lanjut, Sigit sapaannya mengatakan bahwa saat ini pasar tidak memiliki keseimbangan informasi antara penjual dan pembeli. Hal tersebut akan berujung pada inefisiensi harga produk. salah satu contoh ketidakseimbangan tersebut adalah produk-produk yang ada di supermarket. Para pembeli hanya disajikan informasi terbatas seperti kemasan, harga, serta label sertifikasi tertentu. Sementara itu produsen memiliki lebih banyak informasi di banding yang tertera pada kemasan produk. “Mayoritas konsumen mengetahui harga produk, tetapi mereka kurang mengetahui informasi mengenai kualitas produk yang mereka beli. Dalam penelitian yang saya kerjakan saya berusaha mengurangi ketidakseimbangan informasi melalui pengungkapan informasi-informasi terpercaya sesuai dengan nilai dan kebutuhan dari pengguna,” kata Wakil Direktur II Bidang Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian serta Pengabdian tersebut. Untuk mengurangi ketidakseimbangan itu, Sigit mengungkapkan bahwa perlu adanya pengembangan smart technology yang memungkinkan integrasi informasi dan data digital dari berbagai sumber dan format. Dengan perkembangan teknologi ini konsumen memiliki kesempatan untuk menganalisis serta menelusuri data dengan lebih cermat dan menghasilkan keputusan yang lebih cerdas. “Untuk menghindari informasi yang berlebih perlu adanya penjelasan yang mengandung nilai-nilai dan kebutuhan konsumen. Hal ini biasa disebut dengan smart disclosure. Penggabungan antara smart technology dan smart disclosure ini akan meningkatkan nilai sosial suatu informasi tanpa mengurangi nilai ekonomisnya. Di beberapa kasus membagikan informasi lebih akurat kepada pelanggan justru tidak hanya meningkatkan nilai sosial tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dalam waktu yang bersamaan,” ungkap Sigit. Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri S.E., M.M., sangat mengapresiasi raihan prestasi pengukuhan guru besar yang diterima oleh Sigit. Ia mengungkapkan bahwa loncatan jabatan dari bidang akuntansi ke manajemen yang Sigit peroleh merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Perempuan asal Trenggalek juga mengatakan bahwa peningkatan pendidikan melalui pengukuhan guru besar akan menjadi fokus LLDIKTI Wilayah VII. Ia menegeaskan bahwa untuk mempermudah peningkatan jabatan, LLDIKTI Wilayah VII telah memberlakukan beberapa aturan baru. Sejak tanggal satu Juli 2022, pengajuan jurnal tidak lagi memerlukan pre-review. Selain itu, tidak ada masa jabatan untuk guru besar dan lektor kepala. Lalu untuk tahap pengajuan, dari yang sebelumnya lima tahap diganti menjadi satu tahap pengajuan saja. “Aturan terakhir adalah tidak diperlukannya penyertaan bimbingan dan lain sebagainya. Kami memiliki harapan yang besar bahwa dosen UMM yang lain akan mengambil peluang ini dan mengikuti jejak Prof. Sigit kedepannya,” ungkapnya mengakhiri. (syi/wil)

Kaji Pemilu, Tim UMM Menangi Ajang Debat Nasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali raih prestasi membanggakan. Kali ini giliran tim Fakultas Hukum yang sukses membawa pulang juara 3 dalam ajang Debat Konstitusi Nasional Formasi Law Fair 2022, awal Desember ini. Tim yang beranggotakan Ibnu Khairudin Weul Artafella, Puji Rahayu, dan Yogi Syahputra Al Idrus ini bersaing dengan universitas ternama seluruh indonesia di Universitas Mataram. Ibnu Khairudin menyampaikan bahwa konsep debat kali ini mengangkat tema “Penegakan Hukum Pemilu melalui Re-aktualisasi Nilai-nilai Konstitusional”. Secara khusus, kompetisi ini mengangkat urgensi pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil, peraturan perundang-undangan pemilu dan aparat yang bertugas menegakkannya. Apalagi tahun depan menjadi momen pesta demokrasi Indonesia. Selain itu, juga cara mengatasi masalah penegakan hukum pemilu melalui materi peraturan perundang-undangan yang harus dilengkapi, diperjelas, dan dipertegas. Proses seleksi kompetisi debat Formasi Law Fair 2022 dibuka dengan babak penyisihan secara daring melalui pengiriman video penyisihan dari masing-masing delegasi. Total terdapat puluhan video kompetisi dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS. Tahap selanjutnya, tim yang dinyatakan lolos ke babak 8 besar wajib bertanding secara luring di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ibnu, sapaannya, menyampaikan ada empat tim yang akhirnya melaju ke semifinal dan memperebutkan juara satu, dua serta tiga. “Bekal utamanya adalah modal pemahaman analytical thinking. Alhamdulilah untuk kompetisi debat nasional, kami sudah ikut lomba sebanyak sepuluh kali dan tujuh di antaranya berhasil kami menangkan. Mulai dari juara 1, 2, 3 serta best speaker sebanyak dua kali,” katanya. Lebih lanjut, Ibnu menuturkan bahwa dukungan dari pihak UMM berperan penting dalam kemenangan mereka. Baik itu bimbingan hingga finansial. Fakultas Hukum UMM juga terus memberikan bimbingan agar timnya semakin matang dalam persiapan, demi kelancaran saat mengikuti kompetisi di berbabagi level. “Tentu kami mengajak mahasiswa dan anak-anak muda lain agar terus berusaha mengembangkan pemahaman intelektual secara intensif. Baik itu dengan mengikuti Lsi atau sederet organisasi yang sudah disediakan oleh UMM maupun eksternal,” harapnya. (wil)

Melihat Lebih Dekat Akademi Pertanian Milenial Garapan Alumni UMM Kaltim

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menggelar Reuni Akbar bertajuk “Membangun dan memperkuat Kolaborasi dengan Pemerintah”. Acara yang digelar pada 24 Desember 2022 itu sekaligus memperkenalkan program Akademi Pertanian Milenial yang digarap oleh para alumni. Adapun akademi tersebut berlokasi di Kutai Kartanegara. Lebih lanjut, Dr. Mariman Darto Darto, M.Si selaku Ketua IKA UMM Kaltim menjelaskan jika reuni akbar ini telah berlangsung selama empat tahun. Tujuannya yakni untuk memberikan rekognisi penghargaan kepada para alumni UMM yang berprestasi. Sleain itu juga mengenalkan program Akademi Pertanian Milenial. “Alhamdulilah Akademi Pertanian Milenial mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak, baik dari kampus maupun pemerintah. Program ini telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Kutai Kartanegara senilai 8,5 Milyar dalam bentuk lahan, gedung, dan lainnya,” terang Darto. Disampaikan Darto, Akademi Pertanian Milenial nantinya akan berbentuk sebagai institusi vokasi yang akan mencetak sumber daya manusia unggul dan siap bekerja. Bukan hanya disiapkan menjadi seorang pekerja, tetapi menciptakan entrepeneur muda yang bisa menciptakan pekerjaan untuk orang lain. “Akademi Pertanian Milenial ingin membangun kompetensi SDM di kalimatan yang selaras dengan prioritas program dari Gubernur Kaltim. Program ini juga sejalur dengan apa yang dilaksanakan UMM yang ingin menyebarkan Center of Excellence ke seluruh Indonesia, terutama Kalimantan Timur,” ungkapnya. Adapun IKA UMM Kaltim memiliki tiga misi. Pertama yakni ingin menunjukkan bahwa alumni UMM mampu menajdi orang hebat dan UMM berhasil mencetak generasi yang unggul. Kedua yakni sharing, maksudnya adalah alumni UMM berkenan berbagi rezeki dan manfaat untuk melaksanakan kegiatan positif. Sementara ketiga adalah caring, yakni peduli kepada lingkungan dan masyarakat. “Jika ketiga misi itu berhasil. Saya yakin bukan hanya nama UMM yang besar, tetapi juga Indonesia yang bisa mencerahkan semesta layaknya ideologi Muhammadiyah,” pungkasnya. Hadir pula dalam kesempatan itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. Ia menilai bahwa eksistensi IKA UMM merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kampus Putih. Dulu belajar dan menimba ilmu di UMM, kini terlibat langsung dalam proses penebaran manfaat ke masyarakat. Menurutnya, apa yang dilakukan IKA UMM Kaltim adalah kekuatan dan program yang strategis. Fauzan juga ingin agar para alumni bisa saling membangun sinergi dalam mengembangkan UMM. Apalagi melihat mereka yang sudah berhasil berkarya di berbagai bidang. Menurutnya, hal itu sangat potensial dan menarik untuk ditingkatkan. “Kerjasama dengan alumni tentu merupakan mitra yang potensial. Ada banyak sektor yang bsia dikerjasamakan,” tegasnya. (ros/wil)

Lukis Wajah Sandiaga Uno, Mahasiswa UMM Pecahkan Rekor MURI

Siapa sangka, kegemarannya dalam bidang seni lukis sejak kecil berhasil mengantarkan mahasiswi ini memecahkan rekor MURI Nasional. Yakni dalam kategori Melukis Wajah Terbanyak dalam kurun waktu satu jam. Adalah Aprilisfiya Handayani, mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang turut serta dalam pemecahan rekor MURI yang diadakan oleh Yayasan Seni Untuk Bangsaku (YSUB) dalam event bertajuk “Indonesia Melukis 1000 Wajah.” Terkait rekor MURI yang berhasil dipecahkan, April bersama kurang lebih 1000 pelukis se-Indonesia lainya berhasil melukis wajah bebas dalam waktu satu jam. Acara yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah ini dihadiri 150 pelukis secara luring dan 850 lainya secara daring dikarenakan keterbatasan kapasitas untuk memenuhi protokol kesehatan. “saya melukis wajah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Bapak Sandiaga Uno. Lukisan ini sekarang masih dalam tahap kurasi untuk nantinya diberikan langsung kepada Bapak Sandiaga Uno sendiri,” ujarnya bangga. April, sapaan akrabnya, mengaku bahwa dirinya sudah memiliki cita-cita sejak kecil untuk memecahkan rekor. Mimpi itu berhasil ia wujudkan bersama denagn pelukis lain. Adapun ia terinspirasi dari acara televisi bertajuk Ripley’s Believe it Or Not yang menayangkan hal unik dan pencapaian berbagai pemecahan rekor berskala internasional. “Sejak kecil memang sudah termotivasi. Pokoknya kelak aku harus bisa memecahkan suatu rekor di bidang kesenian. Sekalipun pemecahannya bersama dengan orang-orang lain seperti saat ini,“ ungkap mahasiswi yang juga menggeluti olah raga karate ini. Sejak SD, April memang sering mengikuti perlombaan seni menggambar. Bahkan saat kelas 9 SMP, ia berniat untuk serius mendalami seni lukis dengan mengikuti les melukis bersama seniman ulung, Sadikin Pard. Ia merupakan seorang maestro seniman difabel yang telah memiliki segudang pengalaman dan memilki reputasi di kancah internasional. Berkat kerja keras dan tekad kuatnya dalam hal seni lukis, prestasi demi prestasi ukses ditorehkan oleh April. Lukisannya masuk ke 10 besar dalam ajang nasional yang dihadiri Gubernur Jawa Timur. Karya-karyanya juga sering ikut dalam pameran. Bahkan pernah dinobatkan sebagai pelukis termuda dalam event Pasar Seni Lukis Indonesia 2018. Prestasi internasional juga pernah yakni dengan membawa pulang Bronze Award dalam kompetisi lukis yang diadakan oleh Yayasan Musik Jakarta. Selain aktif melukis, April kini tengah merintis usaha galeri seni bernama Prilis Gallery. Harapanya galeri ini dapat menjadi ruang apresiasi seni untuk masyarakat agar lebih peduli kepada karya seniman-seniman lokal. Usahanya juga berhasil meraih pendanaan dari Kemenristekdikti dan sukses meraih Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Awards pada bulan November 2022 lalu.Capaian membanggakannya ini tentu tidak lepas dari dukungan UMM, baik itu moral maupun material. (lib/wil)

Amira, Mahasiswa UMM yang Tidak Hanya Jago Menulis tapi Juga Menjadi Terapis Autis

Bermanfaat, berbakat dan berdedikasi menjadi prinsip yang dipegang teguh oleh Amira Syafana, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Ddasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sampai saat ini ia mampu mengumpulkan banyak prestasi. Terbaru, gadis ayu tersebut berhasil menyabet kemenangan pada Lomba Podcast Nusantara dan Juara I Lomba Opini Nasional PENMAS yang diadakan oleh Universitas Negeri Medan. “Ini hal yang luar biasa dan suatu kebanggaan bagi saya dapat mengharumkan nama prodi dan kampus. Apalagi kategori yang dilombakan cocok dengan ide dan kegiatan saya sehari-hari,” ucapnya. Pada kompetisi tersebut, Amira mengangkat judul  “Merajut Asa Pejuang Merdeka Belajar”. Opini ini memuat tentang implementasi merdeka belajar yang berusaha mengubah keterbatasan manusia menjadi suatu potensi. Menurutnyam setiap anak diciptakan oleh Tuhan dengan potensinya masing-masing. Maka, sebagai orang yang paling berpengaruh dalam membentuk jiwa merdeka anak-anak, Amira mengajak orang tua dan guru wajib menyayangi, mendidik, membina dan mengarahkan mereka. “Bagaimanapun keadaannya, anak-anak adalah investasi dunia akhirat yang lahir dari rahim seorang ibu. Kelak mereka akan menyumbang banyak pemikiran untuk bangsa dan negara, berkontribusi untuk ibu pertiwi,” tandasnya. Apa yang disampaikan Amira lewat Opini ternyata tak hanya ide belaka. Ia sudah menerapkan sejak lama dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa yang hobi menulis, membaca dan public speaking ini juga aktif sebagai terapis di Omah Terapih Autis, sebuah Lembaga yang bekerjasama dengan Autism Center Malang. Di sana, ia mengajar basic life seperti membersihkan toilet sikat gigi, memegang sendok, hingga motorik kasar seperti melompat dan jalan. “ Kebetulan saya mendampingi anak-anak usia sekitar 3-7 tahun. Saya tidak bisa menutup mata dengan keberadaan anak-anak yang spesial. Saya sangat bahagia bisa berbagi dan mendampingi mereka,” urainya. Meski menghadapi berbagai tantangan, Amira mengaku mendapat banyak hal positif di tempatnya bekerja. Salah satunya belajar menjaga regulasi emosi dengan baik. Ia juga bisa tahu cara merawat anak dan ilmu-ilmu parenting. Misalnya cara mengelola makanan karena kebanyakand ari mereka tidak bisa makan sembarangan. Menariknya, Amira tidak hanya menulis opini, tapi dia sudah meluncurkan delapan judul buku. Ia berupaya memberikan semangat bagi mahasiswa dna anak muda lain untuk berkarya. Baik itu berkarya membantu sesama, maupun melahirkan buku dan lainnya. “Mari mulai berpikir bahwa manusia tidak dikekang oleh batas dalam menggapai masa depan. Selalu ingat sesama dan juga mengembangkan potensi yang sudah diberikan oleh Sang Maha Kuasa,” pungkasnya. (tri/wil)

FEB UMM, Ini Pentingnya Financial Planning untuk Anak Muda

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019, indeks literasi keuangan di Indonesia sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%. Dari survei tersebut dapat dikatakan tingkat literasi tentang keuangan di Indonesia masih rendah. Di sisi lain, berdasarkan survei OJK, mayoritas milenial sangan rentan terhadap finansial, sebab dari pendapatan yang ditabung hanya 10,7% dan pendapatan habis untuk kebutuhan bulanan 51,1%. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM Dr. Widayat M.M dalam “Sosialisasi Financial Planning”, pada Sabtu, 24 Desember 2022 lalu. Mengangkat tema “Perencanaan Keuangan untuk Mencapai Kebahagiaan,” sosialisasi ini dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2022. Adapun tujuannya untuk membentuk para mahasiswa semester awal menjadi pribadi yang cakap mengelola dan merencanakan keuangan. Widayat menjelaskan bahwa perencanaan keuangan (financial planning) adalah proses mencapai tujuan-tujuan keuangan seseorang melalui manajemen keuangan secara terintegrasi dan terencana. “Perencanaan keuangan diperlukan untuk mempersiapkan kondisi ketidakpastian penggunaan dana di masa mendatang. Sehingga masa depan lebih baik dan aman secara finansial, membuat hidup lebih tenang dan sehat serta untuk mempersiapkan kebutuhan masa depan yang semakin tinggi,” jelas Widayat. Lebih lanjut, Widayat menyebutkan enam prinsip dalam perencanaan keuangan. Pertama yaitu memahami besar kecil pendapatan yang diterima dan kedua yakni dapat menyisihkan uang untuk disimpan atau ditabung. Ketiga menginvestasikan uang untuk masa depan. Kemudian yang keempat, bijak dalam mengajukan dan menggunakan pinjaman serta yang kelima memproteksi diri untuk keadaan darurat dan juga masa tua. Yang tidak kalah penting adalah tidak belanja secara impulsif. Sejalan dengan yang disampaikan Widayat, Direktur Utama BPRS Artha Sinar Sejahtera Syariah, Aep Saepudin, S.E, M. Sy, mengatakan bahwa financial planning bukan membuat seseorang menjadi kaya. Namun bagaimana agar rencana atau tujuan keuangan yang diinginkan bisa terpenuhi dengan sumber daya yang dimiliki. “Karena sesuatu yang direncanakan itu biasanya akan lebih terarah dan teratur. Dengan perencanaan keuangan yang jelas, seseorang juga akan lebih mudah dalam memastikan masa depannya. Menabung menjadi salah satu hal dalam perencanaan keuangan. Secara tidak langsung kita juga mengikutsertakan diri kita dalam program negara untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara umum.” terang Aep. Menariknya, para peserta yang notabene peserta terlihat antusias. Mereka yang aktif juga diapresiasi dengan mendapatkan saldo dan membuka rekening Tabungan Sinar IB dari BPRS Artha Sinar Sejahtera UMM. Totala da enam mahasiswa yang beruntung dan dinilai aktif. (zak/wil)

Teknik Mesin UMM Raih Unggul, Targetkan Akreditasi Internasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa membuktikan diri sebagai kampus berkualitas. Salah satunya melalui Program Studi (Prodi) Teknik Mesin yang berhasil meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Adapun akreditasi yang berlaku selama lima tahun ini dicapai berkat apiknya kualitas dan layanan pendidikan yang diselenggrakan. Ketua Prodi Teknik Mesin, Ir. Iis Siti Aisyah, ST., MT., Ph.D. mengatakan  jika Prodi Teknik senantiasa meningkatkan banyak aspek guna meningkatkan kualitas internal maupun eksternal. Misalnya saja apda tahun 2020, di mana pihaknya mengerjakan akreditasi Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) dan meraih akreditasi PA. Kemudian pada 2021 menyiapakan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) dan mendapatkan nilai Unggul. “ISK sangat membantu karena kami sudah ISK unggul. Kemudian juga sudah melewati porfesional akreditasi IABEE sehingga kepercayaan assessor meningkat dan dibuktikan dengan layanan yang ada,” terangnya. Iis menyampaikan jika capaian yang diraih merupakan hasil kerja keras bersama sejak lama. Salah satu strategi untuk memperolaeh akreditasi adalah dengan menyiapkan persyaratan dan mengintegrasinya ke seluruh program. “Untuk mencapai Unggul, minimal memiliki 30 MoU dan kerjasama dengan mitra pengabdian. Kemudian kami integrasikan syarat tersebut ke mata kuliah yang mana dosen dan mahasiswa mengeksekusinya. Bisa denganengan  membuat sebuah mesin yang kemudian bekerjasama dengan UMKM untuk mengembangkan produknya. Sehingga paling tidak satu angkatan sudah menjalin 65 kerjasama,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi para mahasiswa yang solid membantu untuk membangun prodi yang berkualitas. Berbagai macam perubahan terkait akreditasi bisa diterima oleh mahasiswa dan mereka mau berkompromi dengan peraturan yang baru. Selain itu, berbagai macam kegiatan prodi juga tak lepas dari kerja keras mereka. “Mungkin kali ini perubahannya agak ketat, tapi manfaatnya luar biasa. Mahasiswa mudah beradaptasi dengan peraturan baru dan bersinergi dengan. Salah satu yang menarik yakni menggandeng UMKM dalam oengembangan produk melalui mesin-mesin yang diciptakan oleh mahasiswa dan dosen. Bahkan ada pameran tersendiri sehingga ada kebanggan,” katanya. Program yang diberi nama Capstone Design tersebut nyatanya membantu proses penilaian yang dilakukan assesor. Apalagi sudah dilakukan Prodi Teknik Mesin sejak puluhan tahun di sini. Nilai dari program tersebut juga cukup tinggi menurut Iis. Selepas memperoleh akreditasi Unggul dari LAM, Prodi Teknik Mesin UMM menargetkan general accreditation AIBEE pada 2024. AIBEE merupakan akreditasi Internasional dan diakui oleh Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) yang berkantor di Amerika Serikat. “Semoga prestasi ini semakin memebrikan semangat bagi kami untuk menjaga dan meningkatkan kualitas. Saat ini kami sedang sigap menyiapkan akreditasi internasional yang tentunya sejalan dengan prorgam internasionalisasi kampus UMM,” katanya. (ros/wil)

Paramotor dan Marching Band UMM Meriahkan Musywil Muhammadiyah Jatim

Setelah sukses memeriahkan pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo, kali ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan Sky Show dan marching band di Musyawarah Wilayah (Musywil) Ke-16 Muhammadiyah Jawa Timur. Kegiatan akbar Muhammadiyah Jatim ini berlangsung di Alun-alun Ponorogo pada Sabtu, 24 Desember 2022 lalu. Penampilan Sky Show dengan menggunakan paramotor tersebut diinisiasi oleh Kampus putih UMM dengan menggandeng panitia Musywil serta Pangkalan TNI Angkatan Udara Iswahjudi. Kepala Biro Informasi dan Komunikasi, Ir. Suyatno, M.Si. menjelaskan bahwa pada kesempatan tersebut UMM menerjunkan dua paramotor yang membawa bendera logo UMM dan Muhammadiyah untuk bangsa. “Untuk persiapannya sendiri, kami lakukan dengan cukup singkat. Meski beberapa kendala seperti arah angin dan lokasi penerbangan yang kurang kondusif, namun semua itu bisa kami atasi dengan apik. Apalagi kami sudah sering mengurusi kegiatan semacam Sky Show sebelumnya,” ungkap dosen asal Rembang tersebut. Selain pesta udara, pihaknya juga mempersiapakan marching band bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMM. Yatno, sapaannya kembali menjelaskan bahwa hadirnya dua penampilan tersebut bertujuan untuk memeriahkan Musywil Jatim. Selain itu juga menambah energi bagi masyarakat Muhammadiyah agar bisa terus menebar manfaat. “Semoga dengan sky show dan marching band yang kami selenggarakan ini bisa memberikan warna baru dalam kegiatan Muswil muhamamdiyah Jatim. Hal ini juga agar kemeriahan Muswil tidak kalah dengan  meriahnya muktamar di Solo,” kata dosen Bioteknologi Peternakan itu. Di sisi lain, salah satu anggota Aisyiyah dari Ponorogo bernama Endah, mengatakan bahwa hiburan Sky Show dan marching band yang digelar UMM sangat bagus. Apalagi dengan kekompakan yang ditunjukkan beserta lagu-lagu yang dibawakan. Menurutnya, penampilan ini semakin membuatnya dan teman-teman Muhammadiyah lain lebih bersemangat menyambut dan melaksanakan Musywil. “Saya suka melihat kekompakan para pemain marching band dari UMM. Untuk acara Muswil sendiri semoga bisa menghasilkan keputusan yang terbaik untuk kita warga Muhammadiyahdi Jatim. Pun juga bisa memberikan manfaat dan kebaikan untuk semua masyarakat Jatim di berbagai elemen,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)