UMM Siapkan Program Unggulan CoE kopi dan Kakao

Kopi merupakan komoditas barang yang menjanjikan di Indonesia. Melihat peluang tersebut jurusan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) inisiasi pendirian program unggulan Center of Excellence (CoE) Kopi dan Kakao. Penjajakan program tersebut dilakukan dengan menggelar short course pengolahan biji kopi pada akhir bulan Juli lalu. Pendiri Indonesia Coffee Academy (INCA), Drs. Hendarto Setyobudi, dalam materinya menjelaskan bahwa perkebunan kopi merupakan komoditas barang yang penting di Indonesia. Hal ini terjadi karena Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat dunia di bawah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Menurut data International Coffee Organization (ICO), pada tahun 2020 total produksi kopi Indonesia mencapai 11,95 juta karung ukuran 60 kg. “Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai macam jenis kopi. Namun yang paling terkenal adalah robusta dan arabika. Meskipun memiliki jenis yang sama, aroma dan rasa kopi bisa berbeda tergantung iklim dan daerah di mana kopi tersebut berasal. Sebagai contoh, kopi Priangan diketahui memiliki aroma yang lebih kaya. Sementara itu, kopi Bali diketahui memiliki cita rasa yang lebih asam daripada kopi Priangan,” ungkap Apprentice Trainer di Specialty Coffee Association of America (SCAA) tersebut. Pada kelas ini, Hendarto juga memperagakan cara memproduksi kopi espresso, cappucino dan americano. Ia mengatakan bahwa selain memanfaatkan bijinya, kulit kopi juga bisa digunakan untuk berbagai hal, antara lain sebagai pupuk organik, pakan ternak, dan bahan pangan. “Kulit kopi memiliki zat kaskara yang kaya akan serat dan antioksidan. Zat kaskara ini lah yang dapat diolah menjadi makanan dan minuman fungsional,” kata Hendarto. Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Dr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si. IPU., menyambut baik kegiatan inisiasi pengembangan CoE ini. Ia berharap kegiatan pelatihan ini bisa dilakukan secara periodik untuk mendukung terealisasinya kelas profesional CoE Kopi dan Kakao. Kedepannya, kelas ini akan dibuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum. “FPP sendiri telah memiliki beberapa kelas unggulan seperti CoE Industri Produksi Benih, CoE Essential Oil, Kelas Profesional Ruminansia, Kelas Profesional Unggas, Kelas Profesional udang, dan Kelas Profesional Ekspor Produk Agrokompleks. Hadirnya CoE Kopi dan Kakao ini akan menambah jajaran kelas unggulan untuk memfasilitasi minat dan bakat para mahasiswa,” ungkapnya mengakhiri. (*syi)
Tim E-Sport UMM Raih Juara Kompetisi Mobile Legend

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, tim E-Sport Valhalla UMM berhasil meraih juara dua pada Mobile Legend Zodiac E-Sports Competition Season XXII Regional Malang. Perlombaan ini dilakasanakan pada Jumat (24/07) di Jambuluwuk Hotel dan Resort Batu. Tim Valhalla berhasil meraih kemenangan pada posisi Upper Bracket setelah mengalahkan 14 tim lainnya pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Zodiac E-Sports tersebut. Adapun orang-orang yang berada di balik kemenangan ini adalah Giant Andili Pratama, Pramas Setya Wahyu, Fikri Nur Haikal dan Denny Prassetiawan. Giant sapaan akrabnya menceritakan bahwa saat Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk memainkan game online harus pergi ke warung internet (WARNET) dan mengambil paket malam. Namun dengan berkembangnya teknologi, Giant mulai mencari alternatif game melalui smartphone yaitu Mobile Legend. “Bisa kita lihat game sekarang bukan hanya sekadar hiburan tapi juga bisa sebagai tempat berkarir dengan masuknya E-Sport Indonesia ke Sea Game dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Hal itu lah yang memacu saya untuk berpartisipasi pada kompetisi musim ini. Meskipun hanya keluar sebagai Runner Up, saya bangga dapat memulai langkah awal untuk kompetisi-kompetisi selanjutnya,” ujar mahasiswa jurusan Informatika itu. Pada perlombaan ini, Giant mengatakan bahwa timnya cukup mempersiapkan diri dengan baik. Selain rutin berlatih, mereka juga menyiapkan mental serta kekompakan dalam tim. Dari babak awal sampai ke tahap semifinal, timnya meraih kemenangan berturut-turut selama beberapa permainan atau yang biasa disebut dengan Win Streak. Namun pada saat semi final, posisi timnya sempat mengalami penurunan. “Kami cukup kewalahan saat bertemu dengan tim dari Sidoarjo. Sempat juga kami terkendala kekurangan hero power. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan komunikasi. Untungnya kami bisa mengatasi hal tersebut dengan baik,” kata mahasiswa UMM angkatan 2019 itu. Mahasiswa asal Jambi ini berharap bahwa kampus bisa mendukung penuh kegiatan E-Sport UMM kedepannya. Giant juga berharap para mahasiswa UMM dapat berkarir di dunia E-sport. “Saya harap teman-teman yang memiliki bakat dan suka dengan game online tetap fokus berlatih. Mungkin dari yang awalnya player amatir bisa naik menjadi pro player suatu saat nanti,” ungkap Giant mengakhiri. (zak/syi)
LP3A UMM Ajak Orang Tua Gali Potensi Anak

Berikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan Hari Anak Nasional. Kegiatan bertema Menggali Potensi, Mengasah Kreasi, Mencetak Prestasi menuju Generasi Mandiri ini diadakan di Taman Sengkaling UMM, Sabtu (31/7) lalu. Kepala LP3A UMM, Dra.Thathit Manon Andini, M.Hum, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial semata, tetapi juga memberi wadah bagi anak Indonesia untuk mengembangkan bakat serta potensinya dengan mengikuti berbagai perlombaan. Total ada 14 bidang kategori perlombaan yang diselenggarakan. Perlombaan ini diikuti oleh 144 anak dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) se-Malang Raya. “Para peserta akan memperebutkan 56 piala dari 14 kategori lomba. Tak hanya terbatas pada anak-anak kegiatan yang kami lakukan juga menyasar para orang tua, dosen, serta mahasiswa melalui kegiatan webinar. Acara tersebut diisi oleh Drg. Arbani Mukti Wibowo selaku Kepala Dinas Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak (DB3A) Kabupaten Malang dan juga AKP Tri Nawangsari selaku Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Malang Kota,” ujar dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut. Lebih lanjut, Thathit sapaan akrabnya berharap bahwa setiap orang tua dapat mendampingi anaknya hingga berhasil meraih mimpi. Pemberian akses pendidikan yang layak kepada anak juga menjadi poin penting. Hal ini terjadi karena di Indonesia masih banyak anak yang tidak mendapat pendidikan yang layak. “Data mengatakan 4,3 juta anak Indonesia dalam rentan umur 7 – 18 tahun masih belum sekolah. Hal ini akan mempengaruhi anak dalam menentukan potensinya. Padahal lembaga pendidikan formal seperti sekolah, bisa mengeratkan pentingnya pendampingan bagi anak -anak,” ungkap Thathit. Dalam kesempatan yang sama, Najamuddin selaku orang tua anak yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresisasi dan mengungkapkan rasa senang atas terselenggaranya kegiatan ini. Baginya, kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk mendorong potensi yang anaknya miliki “Anak saya sangat antusias dan senang menghadiri perlombaan. Saya juga merasa menjadi lebih dekat dengan anak setelah mengikuti kegiatan ini. Saya berharap agenda seperti ini akan menjadi agenda tahunan,” pungkasnya mengakhiri. (*Ros/Syi)
FPP Juara Umum Rektor Cup UMM 2022

Sorakan meriah penuhi gelaran penutupan Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (03/08) malam. Setelah sebulan penuh bertanding di bidang kesenian, olahraga, dan penalaran, para mahasiswa sangat antusias dalam menyambut malam penganugerahan yang bertempat di Dome UMM tersebut. Pada gelaran itu, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) berhasil meraih piala bergilir juara umum pertama yang di perebutkan oleh sembilan fakultas lainnya. Selain menghadirkan penampilan band, tari dan paduan suara, Penutupan Rektor Cup ini juga turut mengundang Ratna Antika sebagai guest star. Dalam sambutannya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd mengatakan bahwa agenda tahunan ini berguna untuk mendorong para mahasiswa untuk aktif dalam pengembangan soft skill leadership. Dalam perjalanannya, Rektor Cup tidak hanya menumbuhkan skill leadership tetapi juga penanaman nilai-nilai suportif, jujur, bertanggung jawab, dan pemahaman menilai secara objektif. “Pada malam hari ini, para mahasiswa telah menunjukan kemampuan terbaiknya untuk berkarya di bidang non akademik. Hal ini akan memberikan pengalaman dan membangun diri para mahasiswa untuk menjadi lebih baik kedepannya,” ungkap rektor kelahiran Kediri tersebut. Meskipun kegiatan Rektor Cup telah ditutup, Fauzan berharap bahwa aktivitas mahasiswa di bidang non akademik akan terus berlangsung. Hal ini berguna untuk mengembangkan bakat dan minat para mahasiswa. “Aktivitas seperti ini harus tetap di jaga dan dilestarikan. Kalah memang biasa namun jika menang akan menjadi luar biasa,” ungkap Fauzan mengakhiri. Di sisi lain, Badan Pembina Harian (BPH) UMM Dr., Drs. Joko Widodo, M.Si., mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mahasiswa dan juga kampus yang telah menggelar acara Rektor Cup ini. Hal ini akan membawa ekosistem berprestasi secara terus menerus kepada mahasiswa UMM. hal ini juga selaras dengan slogan UMM yaitu tiada hari tanpa prestasi dan tiada prestasi yang tidak dihargai. “Saya kagum akan berbagai inovasi dan kreativitas yang selalu diperbaharui pada setiap penyelenggaraan Rektor Cup UMM. Kepada para mahasiswa yang memperoleh juara saya ucapkan selamat dan kepada yang belum berprestasi jangan menyerah karena masih ada kesempatan-kesempatan selanjutnya,” ungkap asisten rektor bidang pengembangan kemahasiswaan tersebut mengakhiri.(*syi)
Puluhan Mahasiswa UMM Bantu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Atasi PMK

Fokus tangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terjunkan 32 relawan ke Ngantang dan Kasembon. Relawan mahasiswa ini akan membantu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang untuk proses vaksinasi PMK dosis kedua. Kegiatan ini akan dimulai pada Rabu (03/08) dan berlangsung sekitar dua minggu. Kepala Satuan Tugas (satgas) PMK UMM, Prof. Dr. Lili Zalizar, M.S. menjelaskan bahwa Jawa Timur (Jatim) merupakan sasaran utama penanganan PMK. Hal ini terjadi karena Jatim memiliki populasi ternak sapi tertinggi di Indonesia, utamanya di wilayah Kabupaten Malang. “Peternak sapi di Kabupaten Malang tersebar di beberapa daerah seperti Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Produk yang biasanya dihasilkan adalah susu perah dan daging sapi. Tingginya angka peternak sapi tersebut membuat dampak ekonomi akibat PMK semakin terasa,” ungkap dosen asal Subang itu. Lebih lanjut, Lili sapaan akrabnya mengatakan bahwa berkat pembatasan transportasi ternak dan vaksinasi pertama yang di lakukan, persebaran PMK pada hewan ternak cukup berkurang. Namun untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan ternak terhadap penyakit PMK, vaksinasi tahap kedua sangat dibutuhkan. “32 relawan mahasiswa yang kita kirimkan semuanya berasal dari Program Studi (Prodi) Peternakan. Mereka akan bertugas untuk membantu proses vaksinasi dan juga rekap data ke database nasional. Vaksin tersebut akan disuntikan kepada sekitar 100 – 300 sapi per harinya. Kami sangat berharap selain memperkebal hewan ternak dari virus PMK, pemberian vaksin kedua ini juga akan menurunkan tingkat kematian hewan ternak akibat PMK,” kata Ketua Prodi Magister Agribisnis tersebut. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST, . MT mengatakan bahwa virus PMK sangat meresahkan kalangan peternak. Hadirnya para mahasiswa sebagai relawan PMK ini membuat saya bangga terhadap kepedulian untuk membantu masyarakat luas. hal ini juga dapat membantu mahasiswa untuk memperkuat soft skill yang telah di bangun. “Saya berharap mahasiswa yang diterjunkan ini akan menjadi penggerak untuk menangani wabah penyakit PMK di Malang. Selain itu, saya juga berharap apa yang kita lakukan ini berdampak positif untuk mengurangi persebaran penyakit PMK pada hewan ternak,” ujarnya mengakhiri. (Syi)
Kuliah Tamu FT UMM Hadirkan Direktur PT. WIMA Bahas Motor Listrik

Sudah saatnya Indonesia menjadi pioner sepeda motor listrik. Hal tersebut diucapkan oleh Irsal Shaleh Matondang, S.E., MM selaku Direktur Keuangan dan Pemasaran Perseroan Terbatas (PT) Wika Industri Manufaktur (WIMA) dalam Kuliah Tamu Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara tersebut mengangkat tema Pengembangan Produk dan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Adapun kegiatan ini diselenggarakan pada hari kamis (28/07) bertempat di Theater Dome UMM. Irsal sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang bagus sebagai prospek produsen sepeda motor listrik di dunia. Hal ini dapat dilihat dari masuknya Indonesia di peringkat tiga dunia sebagai pengguna kendaraan motor terbanyak. Setidaknya 70-80% rumah tangga di Indonesia mempunyai kepemilikan sepeda motor. Terlebih kedepannya akan dimulai perpindahan bahan bakar dari bensin ke listrik menggunakan teknologi baru dan terbarukan. “Terdapat 229 pengguna mobil listrik dan 1.947 pengguna sepeda motor listrik pada tahun 2020. Hal ini akan semakin bertambah tergantung dengan bagaimana kita bisa memanfaatkan peluang yang ada,” ucap pria kelahiran Sidoarjo tersebut. Lebih lanjut, Irsal kembali menjelaskan bahwa PT. WIMA saat ini mengembangkan sepeda motor listrik yang bernama gesits. Motor listrik asli Indonesia ini dirancang dengan teknologi ramah lingkungan sebagai upaya pengurangan emisi karbon. Selain itu, pengembangan gesits ini merupakan upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi penggunaan energi fosil atau minyak bumi. “Gesits memiliki beberapa spesifikasi yaitu, tahan banjir dan mampu menempuh perjalanan jauh. Jika tiga baterainya penuh, gesits dapat menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer. Distribusi gesits sudah tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Sedangkan di kancah Internasional, gesits sudah tersebar di sepuluh negara yaitu Senega, India, Filipina dan negara lainya. Target kita pada tahun 2025 adalah produksi sebanyak 2,1 juta unit. Kami juga bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menambah pom listrik di setiap daerahnya,” ungkap Irsal. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd, dalam sambutannya menerangkan bahwa UMM memiliki program baru bernama Centre of Excellent (CoE). Di bidang teknologi terbarukan CoE ini memiliki kelas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Program ini akan membantu mahasiswa menemukan potensinya, tanpa perlu kebingungan menemukan arah hidup. “CoE ini terdiri dari berbagai macam kelas yang bisa di ikuti oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. Program ini akan menjadi jalan alternatif ketika mahasiswa tidak menemukan passion dalam perkuliahan. Diharapkan ketika lulus, mahasiswa bisa bekerja dan berkembang sesuai dengan hobinya” pungkasnya mengakhiri. (Haq/Syi)
KBA UMM Selenggarakan 7 Kursus Bahasa Asing

Untuk memasuki dunia global, penting untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Sri Hartiningsih, MM Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kursus Bahasa Asing (KBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Oleh karena itu, untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan berbahasa para mahasiswa UPT.KBA selenggarakan tujuh kursus bahasa asing. Harti sapaan akrabnya, menjabarkan bahwa kursus bahasa asing ini meliputi kursus bahasa arab, inggris, jepang, jerman, mandarin, korea, serta prancis. Tak terbatas untuk kalangan civitas kampus, kursus ini juga terbuka untuk masyarakat umum. “Tak seperti tempat kursus lainnya, KBA UMM menawarkan banyak pilihan dalam belajar bahasa asing. Selain itu para pengajar di KBA UMM juga merupakan pengajar yang berpengalaman di bidangnya. Kami juga membatasi jumlah peserta untuk setiap kelasnya agar suasana pembelajaran berjalan dengan kondusif. Biaya kursus yang kami tawarkan juga terjangkau, serta sistem pendaftaran dan pembayaran bisa dilakukan secara online,” ungkap dosen asal Malang itu. Lebih lanjut, Harti menjelaskan dalam kursus KBA terdapat kelas reguler dan privat. Untuk kelas reguler memiliki dua kali pertemuan dalam seminggu, dengan total 14 kali pertemuan. Sedangkan kelas privat memiliki sepuluh pertemuan dengan jadwal yang bisa diatur sesuai kebutuhan peserta. “Jumlah peserta pada setiap kelasnya sangat dibatasi. Untuk kelas privat maksimal hanya diisi oleh empat peserta. Sedangkan kelas reguler diisi oleh 12 peserta. Jumlah ini juga akan dikurangi lagi saat kelas praktek berlangsung. Kelas praktek tidak boleh melebihi sepuluh peserta, jadi untuk kelas regular biasanya kami pecah menjadi dua,” jelas dosen jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tersebut. Selain pembelajaran dan komunikasi, KBA juga memiliki program lain untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa. Harti mengatakan bahwa KBA UMM memiliki program pengajaran, interview, dan tes persiapan untuk kompetensi bahasa asing. Selain itu, KBA UMM juga menerima kerja sama berupa pelatihan bahasa untuk sekolah maupun instansi. “Sejauh ini, kursus bahasa inggris dan korea yang paling banyak diminati. Biasanya para peserta yang mendaftar bertujuan untuk melanjutkan kuliah ataupun bekerja di luar negeri. Saya berharap, untuk kedepannya KBA UMM bisa semakin disinergikan dengan kegiatan internasionalisasi kampus seperti program sandwich, erasmus, magang luar negeri, maupun pembelajaran ke luar negeri,” tutur dosen kelahiran 1964 mengakhiri. (zak/syi)
Tim UMM Juara 1 Lomba Game Online PUBG Mobile

Game online saat ini mengalami perkembangan yang pesat, baik dari segi fitur ataupun turnamen. Meskipun pada awalnya hanya sebagai permainan untuk mengisi waktu luang, kini peranan game online sudah meningkat menjadi cabang olahraga dan bidang yang berprestasi. Prestasi membanggakan ditorehkan oleh tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang meraih Juara 1 dalam Tournament Offline Jawara PlayerUnknown’s Battlelgrounds (PUBG) Mobile. Turnamen yang disenggarakan oleh Elektronik Sport Indonesia (ESI) Malang Raya ini berlangsung selama satu hari penuh pada Sabtu (16/07). Mohammad Andrey Maulana Bahri selaku anggota tim (PUBGM) UMM menjelaskan bahwa ia dan tim tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Esport UMM. UKM ini baru terbentuk dan diresmikan pada bulan januari tahun 2022. Oleh karenanya, perlombaan ini merupakan pertandingan pertama yang Andrey dan tim ikuti sebagai perwakilan dari Esport UMM. “Meskipun ini pertama kalinya saya dan teman-teman mewakili UKM Esport UMM, namun saya tidak merasa tegang sama sekali. Hal ini terjadi karena saya maupun anggota tim lain sudah sering mengikuti turnamen dari tingkat nasional hingga internasional sejak menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP),” ungkap mahasiswa jurusan Kesejahteraan Sosial (Kesos) itu. Lebih lanjut, Andrey menceritakan bahwa timnya melakukan persiapan dengan latihan intens selama dua minggu sebelum turnamen di mulai. Latihan tersebut dilakukan empat kali selama seminggu dengan peningkatan jam dari yang mulanya satu sampai dua jam menjadi tiga sampai empat jam. “Latihannya sendiri kita lakukan pada malam hari agar tidak bertabrakan dengan kegiatan perkuliahan. Berkat persiapan yang intens tersebut tim kami tidak terkejut dengan pertandingan kelas atas,” kata mahasiswa kelahiran Banyuwangi tersebut. Meskipun telah memiliki pengalaman bertanding yang banyak serta pelatihan yang ketat, dalam setiap pertandingan selalu ada kendala. Hal tersebut juga di alami oleh Andrey dan tim. Anak pertama dari dua bersaudara tersebut menceritakan bahwa pertandingan berjalan dengan sangat sengit. “Masing-masing tim sangat lihai dan memiliki kemampuan yang setara sehingga tidak ada satu tim yang benar-benar di unggulkan. Hal ini lah yang membuat persaingan berjalan dengan sangat ketat,” kata Andrey. Dalam pertandingan tersebut Andrey ditemani oleh anggota timnya yaitu Hardland Putra Mahardika dari Fakultas Hukum, Mohammad Andrey M.B dari Jurusan Kesos, Royyan Adhinata dari jurusan Informatika, Adrian Kharisma dari jurusan Ilmu Pemerintahan, serta Bayu Dwi Kurniawan dari jurusan Ekonomi Pembangunan. Andrey berharap kedepannya proses latihan bisa ditajamkan lagi sehingga kemampuan dari tim dapat meningkat. “Selain itu, saya juga berharap bisa meningkatkan sinergi antar anggota tim untuk membangun team fight yang berambisi untuk menang. Saya melihat Team Fight kami masih belum kuat, oleh karena itu harapan saya kedepannya bisa lebih mempertajam tem fight kami dengan latihan-latihan intens,” ujarnya mengakhiri. (Haq/Syi)
Dosen UMM Turun Atasi Wabah PMK di Lumajang

Kehadiran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti sapi serta kambing masih menjadi momok bagi para peternak. Untuk mengatasi masalah tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar penyuluhan dan kerja bakti kepada kepada para peternak sapi perah di Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Makmur Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (28/07) ini turut dihadiri oleh Divisi Peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, sekretaris Kecamatan Senduro, Koramil, Kapolsek, serta pengurus dan peternak KUD Tani Makmur. Dalam sambutannya, Kepala Divisi Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Sarifah, menjelaskan bahwa wabah PMK telah menurunkan perekonomian masyarakat Kecamatan Senduro. Terjadi juga penurunan populasi sapi di KUD Tani Makmur kurang lebih 1.100 ekor. Penurunan ini diakibatkan oleh panik selling maupun pemotongan hewan ternak karena terjangkit PMK. “Selain itu, beberapa warga juga menolak untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak yang terjangkit PMK. Hal ini terjadi karena terbatasnya pengetahuan peternak terhadap dampak positif vaksinasi. Oleh karenanya, saya berharap acara ini mampu memahamkan peternak tentang pentingnya vaksinasi dan juga cara menghadapi wabah PMK tersebut,” ungkap Sarifah. Di sisi lain, Dosen Produksi Ternak UMM Dr. Imbang Dwi Rahayu, Drh., M.Kes. menjelaskan bahwa penularan PMK dapat terjadi melalui beberapa hal yaitu kontak langsung dengan hewan tertular dan kontak dengan orang ataupun peralatan yang terjangkit virus PMK. Penyebaran juga dapat terjadi melalui udara hingga radius 10 kilometer. “Cara penanganan PMK sendiri dapat dilakukan dengan deteksi dini melalui penanganan dehidrasi, pengobatan secara medis, serta pembentukan tim kecil penanganan PMK,” kata dosen asal Tegal tersebut. Selain memberikan penyuluhan, dosen Peternakan UMM, Dr. Ir. Adi Sutanto, M.M., mengatakan bahwa para dosen juga memberikan obat-obatan kepada peternak . obat-obatan tersebut berupa vitamin, desinfektan dan probiotik. Hal ini dilakukan untuk mencegah maupun mengobati ternak yang telah terjangkit PMK. Salah satu obat yang diberikan juga merupakan hasil karya dari dosen peternakan UMM yaitu Probiotik Plus Biofarm. “Pada kesempatan ini, kami juga memberikan motivasi kepada peternak yang terdampak PMK. Hal ini penting agar masyarakat dapat segera bangkit dari wabah tersebut. Alhamdulillah kegiatan yang kami selenggarakan ini disambut baik oleh masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan antusiasme para peternak untuk bertanya selama sesi tanya jawab,” pungkasnya mengakhiri. (*/syi)
Puluhan Mahasiswa IP UMM Lulus dengan Konversi Skripsi

Sejak diberlakukan pada tahun 2020, Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mencatatkan kurang lebih 70 mahasiswa yang lulus tanpa mengerjakan skripsi. Hal ini terjadi karena para mahasiswa lulus dengan menggunakan skema konversi. Dalam skema tersebut, mahasiswa dapat mengganti Tugas Akhir (TA) Skripsi menjadi mempublikasikan Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi Science and Technology Index (SINTA) dua dan tiga ataupun Jurnal Internasional bereputasi terindeks Scopus dan Web of Sciences (WoS). Capaian luar biasa ini merupakan sebuah langkah maju yang diberlakukan Prodi IP UMM untuk merealisasikan kelulusan tepat waktu. Sekretaris Prodi IP UMM, Achmad Apriyanto Romadhan, S.IP.,M.Si. menjelaskan bahwa ketentuan ini merujuk pada Keputusan Rektor UMM tahun 2017 mengenai kuivalensi karya kreatif dan inovatif ke dalam kegiatan kurikuler. “Prestasi ini juga turut berkontribusi terhadap capaian peringkat pertama yang diperoleh UMM terkait kinerja publikasi untuk kategori strata satu bidang ilmu pemerintahan di Indonesia. Hal ini diketahui berdasarkan pemeringkatan SINTA pada tahun 2022. Pada pemeringkatan tersebut prodi IP UMM Memperoleh nilai tertinggi dengan Score Overall 3.542 dan juga SINTA Score 3Yr: 2.441. Hasil yang diperoleh ini juga mengungguli semua prodi-prodi Ilmu Pemerintahan lain di Indonesia,” ujar dosen IP itu. Lompatan ini tentunya membutuhkan proses yang panjang. Apriyanto sapaannya, mengatakan bahwa raihan ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaboratif antara dosen serta mahasiswa. Pihak prodi juga turut aktif dalam mendorong mahasiswa untuk membuat artikel ilmiah sebagai alternatif pengerjaan tugas akhir selain skripsi. “Untuk mendukung program tersebut, beberapa luaran mata kuliah maupun non mata kuliah diwajibkan untuk menghasilkan jurnal dan prosiding. Dosen-dosen juga intensif dalam mendampingi pengerjaan artikel ilmiah para mahasiswa sehingga artikel yang dihasilkan menjadi lebih berbobot. Selain itu, para mahasiswa juga diberikan berbagai macam pelatihan penulisan jurnal, pengayaan metodologi penelitian dan penggunaan artificial intelligence seperti Vosviewer, Gephy, NVIVO dan Wordstat 8,” kata Apriyanto. Di sisi lain, Mariano Werenfridus, salah satu mahasiswa yang lulus dengan skema konversi tersebut menyatakan bahwa dengan adanya artikel non skripsi sebagai TA disambut positif oleh para mahasiswa. Hal ini terjadi karena para mahasiswa IP banyak memiliki kemampuan menulis yang memumpuni, sehingga banyak pula artikel ilmiah mahasiswa yang tembus di jurnal dan prosiding. “Program ini sangat memfasilitasi kompetensi mahasiswa di bidang kepenulisan ilmiah. Selain itu, program ini juga memberikan apresiasi yang pantas bagi karya tulis mahasiswa karena bisa digunakan sebagai pengganti skripsi. Manfaat lain yang dapat dirasakan teman-teman saya adalah semakin banyak yang tertarik untuk mengerjakan jurnal dan juga banyak pula yang lulus tepat waktu dengan skema tersebut,” ungkapnya mengakhiri.(*Syi)