Perluas Jaringan Internasional, UMM-University of Adelaide Siap Realisasikan Kerjasama

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali perluas jaringan internasional. Kali ini, Kampus Putih UMM terima kunjungan salah satu Profesor dari University of Adelaide, Australia pada Senin (25/07) lalu. Kunjungan ini merupakan langkah awal UMM untuk menjalin kolaborasi internasional sekaligus menaikan mutu dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka. Professor from School of Animal and Veterinary Science University of Adelaide, Dr. Farhid Hemmatzadeh merasa senang bisa bertemu sivitas akademika Kampus Putih UMM. Menurutnya, dengan adanya kolaborasi dari universitas yang berbeda dengan budaya yang berbeda, dapat menghasilkan banyak manfaat bagi banyak pihak. Selain melakukan pertemuan, kedatangan Farhid juga sempat menjadi dosen tamu dalam program Center of Excellence perikanan di kelas udang. Dalam kuliah tamu tersebut, ia menyampaikan mengenai penanganan penyakit AHPND pada udang dengan menggunakan terapi bakteriofag. “Kunjungan saya kali ini yaitu untuk memperkenalkan teknologi baru yang kami kembangkan di University of Adelaide untuk sistem tampilan bakteriofag. Mungkin nantinya, akan ada aplikasi lain juga untuk penelitian pengembangan vaksin maupun pengembangan penyakit menular di daerah tropis yang sebagian besar diperuntukan untuk pertanian,” jelas Farhid. Farhid menilai lingkungan pendidikan yang dimiliki UMM sangat memenuhi kegiatan para mahasiswa. Baik itu secara akademik maupun yang non-akademik. Ia juga mengapresiasi inovasi andalan UMM yakno puluhan CoE yang sudah diresmikan. “Tentu saya harap bisa ke,bali berkunjung ke UMM di lain waktu. Pun dengan kerjasama yang memungkinkan mahasiswa bisa saling merasakan perkuliahan di masing-masing universitas,” ungkapnya. Sejalan dengan yang diungkapkan Farhid, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berharap kerjasama ini bisa segera direalisasikan. Apalagi melihat University of Adelaide merupakan universitas dengan posisi yang bagus pada QS World University Rankings 2023. “Dengan ranking pendidikan yang baik secara global, University of Adelaide akan menjadi partner yang bagus untuk pengembangan kegiatan internasional. Saya berharap akan banyak kolaborasi yang bisa dilakukan oleh UMM bersama University of Adelaide. Baik bagi para dosen maupun mahasiswa,” ungkap Fauzan. Selain itu, Ketua Jurusan Perikanan UMM, Sri Dwi Hastuti, S.Pi., M.Aqua menyampaikan bahwa kunjungan ini di maksudkan untuk finalisasi program kerja sama yang telah di buat. Program tersebut diantaranya adalah kuliah tamu, kolaborasi riset, publikasi media, transfer kredit, hingga pertukaraan pelajar. “kedatangan Dr. Farhid ke UMM ini, selain menjadi dosen tamu, juga sebagai ambassador dari University of Adelaide. Dimana ke depannya tidak hanya departemen akuakultur dan juga peternakan saja yang melakukan kerja sama, tapi jurusan lain di UMM juga bisa melakukan kerja sama dengan University of Adelaide,” pungkas Sri. (zak/wil)

Deputi Setkab RI Apresiasi Program Center for Future of Work UMM

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) terus digalakkan oleh pemerintah untuk mencapai Indonesia emas 2045. Menariknya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sudah memulainya sejak lama melalui program Center of Excellence (CoE) dan Center for Future of Work (CFW). Hal itu disampaikan oleh Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Perekenomian RI Satya Bhakti Parikesit, S.H., M.M., LL.M. dalam diskusi pengembangan SDM di Kampus Putih UMM pada Rabu (27/7) lalu. Bhakti, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa ia mengapresiasi langkah visioner dari UMM yang bertujuan menyiapkan SDM dengan skill yang sesuai dengan industri. Apalagi sederet CoE tersebut sudah hadir sebelum Kemendikbud-Ristek mencetuskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Ia juga menilai bahwa upaya UMM itu serupa dengan apa yang sedang pemerintah galakkan dalam menyongsong generasi emas 2045. “Jujur, sebelum saya ke sini, yang saya dengar tentang UMM adalah prestasi-prestasinya. Saya juga penasaran, kira-kira keunggulan apa yang dimiliki UMM sehingga bisa mencapai beragam raihan membanggakan. Ternyata beberapa di antaranya adalah program UMM PASTI dan juga CoE serta CFW,” tambahnya. Menurutnya, apa yang dilakukan UMM selama ini sudah berada dalam jalur yang tepat. Harus terus ditingkatkan dan dipromosikan dengan baik. Apalagi hal ini memang menjadi aspek penting yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini. Dalam mencapai Indonesia emas 2045, Bhakti mengatakan Indonesia harus bisa menekan angka pengangguran. Pun dengan menyiapkan lapangan kerja minimal sebanyak 2,5 juta tiap tahun serta investasi yang harus berada di atas enam persen. Sayangnya, sebagian besar tingkat pendidikan dan kompetensi SDM Indonesia kurang memadai. Padahal pada rentang waktu 2021-2024, penambahan kebutuhan tenaga kerja Indonesia mencapai 7.365.011 orang atau sekitar 2.455.004 per tahun. Tiga sektor tertinggi yang menyumbang adalah pertanian, perdagangan besar serta industri pengolahan. Belum lagi jumlah kebutuhan pelatihan bersertifikat yang kian meningkat. Untuk mengatasinya, Bhakti mengatakan bahwa pemerintah menerapkan dua kunci utama. Pertama yakni perbaikan sistem pendidikan, utamanya revitalisasi sistem pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Menariknya, langkah ini sudah dilakukan UMM melalui inovasi CoE dan CFW yang berjalan dengan berkolaborasi bersama Dunia usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kemudian yang kedua adalah perkembangan teknologi dan peningkatan keterampilan para pekerja dan pencari kerja. Bonus demografi juga menjadi aspek penting yang harus dikelola dengan baik. Menurut Bhakti, jika Indonesia gagal memanfaatkannya, maka impian dan cita-cita Indoensia emas 2045 hanya akan menjadi angan belaka. Perlu adanya inovasi, lompatan tak biasa, dan terobosan baru agar hal itu bisa terwujud dan memberikan manfaat bagi banyak orang. “Negara Brazil sudah terlebih dahulu melewati bonus demografi. Sayang, pengelolaannya kurang baik sehingga hasilnya kurang maksimal. Tentu hal ini harus kita hindari agar Indonesia mampu menjadi negara yang lebih baik,” tegasnya. Bhakti juga memaparkan terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), khususnya KEK Singhasari yang bertujuan membangun wilayah melalui pendekatan regional. Menariknya, kawasan tersebut memberikan berbagai kemudahan seperti fasilitas, relaksasi aturan, hingga insentif fiskal. Hal itu dilakukan untuk menarik investor dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar serta kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. “Saya juga sempat mengobrol dengan CEO KEK Singhasari untuk tidak melepaskan UMM dalam pengembangan CFW di kawasan terkait. Apalagi dengan visi dan program menarik yang dimiliki Kampus Putih. Tujuannya tentu untuk mencetak generasi cakap dan mampu berbuat banyak di masa yang akan datang,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan bahwa CoE UMM tidak akan berhenti di tengah jalan. Tetapi akan terus berinovasi dan memberikan program-program baru demi melahirkan mahasiswa dan alumni yang mumpuni. Upaya itu menjadi bagian dari nafas UMM untuk mengantarkan anak didik ke masa depan yang cerah. “CoE ini menjadi terobosan UMM yang ikonik dan harus terus kita galakkan. Semoga diskusi pada hari ini bisa memberikan pencerahan dan membuka wawasan sebagai modal mengembangkan kurikulum dan SDM. Baik untuk UMM maupun untuk Indonesia,” kata Fauzan. Pihaknya juga memiliki rencana untuk menghapus berbagai konotasi dalam dunia pendidikan yang mengalami degradasi makna. Salah satunya sebutan magang yang akan diganti dengan praktek kerja profesional (PKP). Menurutnya, saat ini istilah magang seakan-akan menjadi second class dan seringkali diperlakukan kurang bagus. (wil)

Festival Endah Lali Gadget Garapan Mahasiswa Komunikasi UMM

Kampung Lali Gadget (KLG) merupakan sebuah kampung yang dibentuk untuk membesarkan anak-anak dengan mengurangi dampak kecanduan bermain gadget. Kampung yang berada di Dusun Bendet, Desa Pagerngumbuk, Wonoayu, Sidoarjo ini telah di gagas sejak tahun 2018 silam. Dalam rangka memperigati hari anak nasional 2022, KLG bersama dengan mahasiswa praktikum Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Festival Endah Lali Gadget pada awal Juli lalu. Salah satu anggota tim, Udaimatun Nur Farahin menjelaskan bahwa agenda ini dilaksanakan sebagai peringatan Hari Anak Nasional. Di samping itu juga agar anak-anak dapat kembali memainkan permainan tradisional yang semakin dilupakan. Adapun kegiatan ini diikuti oleh 17 sekolah tingkat dasar di Wonoayu, dengan total 126 peserta dan 62 pendamping. “Melalui festival ini, kami ingin melestarikan budaya-budaya tradisional. Festival ini mencakup beberapa kegiatan yaitu pembuatan wong-wongan sawah oleh para peserta, penulisan harapan kepada presiden, serta jelajah Dusun Bendet,” ungkap mahasiswa yang akrab di panggil Farah tersebut. Hal senada juga diungkapkan oleh pendiri KLG, Achmad Irfandi. Festival Endah Lali Gadget ini diselenggarakan untuk mendekatkan anak-anak para budaya-budaya tradisional. Beberapa budaya yang diangkat adalah cara pembuatan wong-wongan sawah menggunakan jerami, bakiak, egrang, serta alat bermain tradisional seperti klompen tali. “Kami juga memfasilitasi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi mereka. Hal ini dilakukan melalui acara penulisan harapan di kardus lalu peserta akan mengalungkannya ke boneka jerami yang mereka buat. Nantinya harapan yang mereka tulis ini akan kita kumpulkan dan kirim suratnya kepada presiden pada tanggal 23 Juli. Hal ini menjadi simbol bahwa aspirasi tak hanya datang dari orang dewasa, saja tetapi juga anak-anak,” ungkap Irfandi. Tak hanya bermanfaat bagi anak-anak, kegiatan ini juga membantu perekonomian warga sekitar. Salah seorang warga desa bendet yang berjualan di sekitar Kampung Lali Gadget, Nurhayati, mengaku senang dengan diselenggarakannya festival ini. Keberadaan festival tersebut membuat pendapatannya bertambah menjadi berkali-kali lipat dari hari biasa. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan di KLG. “Tak hanya membantu pedagang seperti saya, saya juga berharap anak-anak di desa dapat memiliki kegembiraan luar biasa sehingga dapat menciptakan masa depan dari desa untuk Indonesia,” pungkasnya. Sukses dengan Festival Endah Lali Gadget, Farah tak melakukan semuanya dengan sendirian. Ada tujuh anggota tim lain yang turut serta dalam proyek ini yaitu  M. Taqiyyudien Al Rasyid, M. Zaky Nurrahman, Veri Teguh Anugro, Hassan Arie Wibowo, Aldila Putri Uskha, Ghilda Azzahra, dan Vivi Yunita Putri. (wil)

Prodi Ekonomi Pembangunan UMM MoU dengan Alami Fintech, Kembangkan Keuangan Digital

Prodi Ekonomi Pembangunan (EP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperluas kerjasamanya. Terbaru, mereka menggaet Alami Fintech pada Rabu (20/7) lalu sebagai upaya untuk mencetak mahasiswa dan alumnus yang skillful. Selain memorandum of understanding (MoU), dalam kesempatan itupula dilaksanakan kuliah tamu kebanksentralan yang mengundang sederet pembicara bertema “Financial Intitutions Persistence on Digital Reform”. Firmansyah Shiddiq Wardhana selaku Tim Alami Fintech menjelaskan bahwa saat ini dunia perbankan mengalami evolusi keuangan. Hal itu mengakibatkan perpindahan sistem keuangan konvensional ke digital. Maka perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang cakap akan digital. “Ini juga menjadi peluang besar ekonomi syariah untuk terus berkembang dan maju. Apalagi melihat Indonesia yang dipadati oleh masyarakat beragam islam,” tegasnya. Turut hadir dalam agenda itu perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Hendra Wangsa. Ia menuturkan bahwa sentralisasi pembayaran sudah berpaling dari konvensional menuju digital. Saat ini, BI memasifkan pembayaran non-tunai, dimulai dengan sala satu sistem pembayaran yaitu Qris. Menurutnya, evolusi pembayaran ini berawal dari kartu kredit kemudian ebralih pada pembayaran online. Pun dengan model pembayaran di supermarket dan UMKm yang sudah menggunakan sistem virtual currency. “Pembayaran non-tunai ini sedang terus kami upayakan. Salah satunya melalui sosialisasi kepada para pelaku UMKM serta masyarakat luas,” ucapnya. Di sisi lain, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM Dr. Idah Zuhroh.,M.M. menilai bahwa selama pandemi Covid-19 perekonomian bangsa Indonesia mengalami penurunan yang signifikan. Maka, saat era normal kembali, Indonesia harus segera meningkatkan ekonomi dengan baik. Menariknya, selama pandemi Indonesia tidak seperti negara kebanyakan yang mengalami resesi. “Terkait pengawasan, bank-bank di Indonesia sudah diawasi dengan baik oleh otoritas kejaksaan. Sementara BI lebih bertugas mengawasi secara makro kepada bank-bank lainnya agar peredaran keuangan Indonesia tetap stabil,” tambahnya. Idah, sapaan akrabnya berharap digitalisasi keuangan Indonesia sudah dapat tercapai dalam aspek inklusi. Pun dengan literasi dalam digitalisasi bisa seimbang dengan inklusi. Utamanya dalam transformasi digital dunia perbankan. “Ini menjadi potensi sekaligus tantangan bagi kami dalam mengembangkan perbankan syariah. Terlebih kami melihat adanya peluang dalam membantu sistem keuangan bagi UMKM di tengah arus zaman,” imbuhnya. (haq/wil)

UMM Dampingi Warga Sragi Blitar Kembangkan Potensi Minuman Alami

Dalam upaya mengamalkan tri dharma perguruan tinggi, Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan pendampingan dan pengembangan hasil bumi di Desa Sragi, Blitar. fokus dalam program ini adalah mengadakan pelatihan untuk pembuatan produk minuman serbuk rambut jagung dan jahe dengan merk “Palawidja”. Adapun kegiatan berlangsung pada pertengahan bulan Juli lalu. Tim yang tergabung dalam program ini terdiri dari dosen FPP yaitu  Vritta Amroini Wahyudi, S.Si, M.Si. sebagai ketua tim, dibantu oleh Hanif Alamudin Manshur, S.Gz., M.Si,  M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc. Turut berkolaborasi dan memabntu para mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEKPA). Vritta, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mampu menghasilkan produk unggul pertanian. Salah satunya dengan cara mengikuti pelatihan  pengolahan produk rambut jagung dan jahe dan pemasaran hasil pertanian.  Dengan kata lain, Kampus Putih UMM berupaya menyiapkan masyarakat Desa Sragi menjadi kelompok sociopreneur. Dalam pelatihan ini, mahasiswa UMM punya andil mendampingi untuk membuat minuman serbuk. Metode serbuk yang dipilih adalah foam mat drying. Teknik ini dipilih karena memiliki keunggulan dalam mempecepat psoses penguapan air. Yakni dilakukan pada suhu yang lebih rendah sehingga nilai gizi yang ada dalam bahan dapat dipertahankan. Tak hanya melaksanakan pelatihan pembuatan minuman serbuk rambut jagung dan jahe, acara ini juga memberikan materi mengenai peningkatan kapasitas BPD yang ditujukan untuk perangkat desa. Sederet pemateri dihadirkan dari prodi ilmu pemerintahan, salah satunya Drs. Krishno Hadi, M.A. Krishno, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa salah satu karakter dari desa mandiri adalah desa tersebut mampu mengembangkan potensi yang di milikinya.  “Salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Sragi ini adalah pengembangan usaha minuman serbuk dari bahan rambut jagung dan jahe. Jika pengembangan produk ini berhasil, maka akan menjadi contoh bagi desa-desa yang lain untuk mengembangkan potensinya juga,” ujarnya. Ia mengapresiasi langkah Kampus Putih UMM untuk terjun langsung berperan membantu masyarakat. Menurutnya, salah satu ciri kampus maju adalah memiliki peran konkret kepada masyarakat. Para perangkat desa juga antusias dan mau belajar hal baru sehingga Krishno yakin pengembangan desa itu akan lebih baik lagi. Sementara itu, Sutikno selaku Ketua BPD Desa Sragi berterimakasih kepada UMM yang senantiasa membantu pihaknya. Di samping itu menyajikan materi menarik dari para pemateri andal yang mudah dipahami oleh masyarakat desa Sragi. “Ke depan, kami sebagai mitra kerja pemerintah tetap ingin mendorong agar pemerintah Desa Sragi selalu bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang secara berkelanjutan.Sehingga apa yang menjadi cita-cita Desa Sragi bisa terwujud,” pungkasnya. (ros/wil)

Tim UMM Sabet Juara Kompetisi Debat Nasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi. Kali ini, dua mahasiswa prodi Hubungan Internasional dan Psikologi, Hamim Faqih dan Ferdy Aprizal berhasil menyabet juara dua dalam Kompetisi Debat Nasional. Ajang yang dilakukan dengan sistem british parliamentary tersebut dilaksanakan di event Festival Retorika pada pertengahan Juli lalu. Mahasiswa yang kerap disapa Hamim ini mengatakan, debat tersebut mengangkat tema “Speaker Conception for Craving Innovation”. Timnya harus menghadapi sederet perwakilan dari Universitas dari berbagai daerah di Indonesia. Ia mengaku, tidak ada kendala yang begitu berarti. Salah satu yang sempat membuatnya kesulitas adalah masalah jaringan yang beberapa kali mengalami gangguan. “Karena lomba ini dilaksanakan secara online, maka jaringan menjadi hal yang krusial. Saya sangat bersyukur dan senang sekali atas pencapaian yang telah didapat. Apalagi ini adalah ajang pertama kali untuk ikut bersaing dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dengan sistem ini,” tegasnya. Dijelaskan Hamim, sistem british parliamentary ini memiliki tahapan dan penilaian tertentu. Ada tiga babak preliminary round. Di tiap round tersebut, diisi oleh empat tim berbeda. Adapun sistem penilaiannya menggunakan victory poin. Sehingga tim yang ingin lolos haru memenangkan dua round dalam tiga preliminary. “Sementara nilai tentu akan diambil berdasarkan korelasi argumentasi terkait mosi atau tema yang diberikan. Pun dengan kecocokan logika yang akan menentukan baik tidaknya nilai yang didapat,” ungkap Hamim. Sementara itu, Ferdy mengatakan bahwa ia dan Hamim sudah melaksanakan persiapan matang sejak jauh-jauh hari. Apalagi mereka juga tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) English Debating Society-Internasional Language Forum (EDS-ILF). Hal itu menguntungkan mereka karena banyak senior yang memberikan masukan dan juga strategi untuk bisa menang. “Setiap dua kali seminggu, kami melatih critical thinking kami dengan cara mengajak sparing tim universitas lain. Di sisi lain, kami juga belajar dari kegagalan di perlombaan sebelumnya agar bisa lebih maksimal,” tegasnya. Menurut Ferdy, proses perlombaan kemarin cukup meriah dan menarik. Banyak lawan berat yang haris dihadapi oleh tim UMM. Sebelumnya, mereka juga sempat memenangkan sederet perlombaan seperti lomba debat nasional di Polinema pada 2021 lalu. “Tentu ini adalah salah satu dari banyak perlombaan yang ingin kami menangkan. Semoga kemampuan kami bisa lebih meningkat dan mampu mengharumkan nama kampus di ajang berikutnya,” harapnya. (zak/wil)

Seleksi Calon Guru, PPG UMM Siap Wujudkan Generasi Emas 2045

Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) komitmen lahirkan pendidik yang profesional. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan tes substantif bagi para calon mahasiswa PPG seluruh Indonesia. Ribuan calon mahasiswa bersaing untuk bisa meraih tempat dalam pendidikan profesi pada Senin (25/7) lalu di puluhan ruangan Kampus Putih. Koordinator PPG UMM Dr. Trisakti Handayani, MM. menjelaskan bahwa tes ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa pra jabatan tahun 2022. Pelaksanaannya dilakukan serentak bersamaan dengan 45 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di seluruh Indonesia, salah satunya UMM. Sementara pengaturan dan ketentuan penerimaan dipegang langsung oleh pusat, dalam hal ini Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud-ristek. “Jadi kebijakannya dari pusat, tapi penyelenggaranya adalah 45 LPTK seluruh Indonesia. Dalam proses pembelajarannya nanti juga dilaksanakan oleh LPTK masing-masing, termasuk UMM. Total, ada 1650 peserta yang mengikuti tes di Kampus Putih UMM dan menjadi salah satu yang terbanyak,” tambahnya. Trisakti, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa ada tiga tes yang harus diikuti oleh calon mahasiswa. Diawali dengan tes administratif yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu, kemudian mengikuti tes substantif. Jika berhasil lolos, mereka akan menginjak tes terakhir, yakni proses wawancara. Menurutnya, tes wawancara menjadi proses seleksi yang menentukan apakah calon mahasiswa benar-benar memiliki panggilan jiwa untuk menjadi seorang guru. Apalagi kini guru seringkali menjadi pilihan kesekian dan akhirnya hanya dikerjakan dengan asal-asalan. Padahal, pendidik menjadi satu faktor penting dalam membangun sebuah bangsa. “Saat ini, guru merupakan penentu masa depan sebuah bangsa. Jika pendidikannya baik, maka semakin besar pula peluang untuk mewujudkan generasi yang andal dan mampu bersaing. Bukan hanya di dalam negeri tapi juga bersaing secara global. Selain itu juga sebagai upaya mewujudkan generasi emas Indonesia 2045,” tegasnya. Sampai saat ini, Kampus Putih UMM menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) nomor satu yang menerima  kuota PPG dari GTK Kemendikbud-ristek. Kampus ini juga masuk dalam tujuh besar perguruan tinggi dengan kuota mahasiswa PPG terbanyak. Pun dengan persentase kelulusan yang cukup tinggi yakni selalu di atas 82%. Trisakti mengatakan ada tiga aspek penting yang menentukan seberapa banyak kuota yang akan didapatkan LPTK, dalam hal ini kampus. Pertama, yakni seberapa bagus mutu dan kualitas LPTK terkait. Sejauh mana dapat menerapkan dan menghasilkan lulusan yang cakap. Kedua, yakni komitmen penyelenggara dalam mencetak guru dengan empat kompetensi yaitu profesional, pedagogi, sosial, dan kepribadian. “Kemudian yang terakhir ialah sarana dan prasarana. Bagaimana kesiapan LPTK dalam memberikan fasilitas yang mumpuni sehingga dapat mencetak guru dan pendidik yang profesional. Dengan begitu, mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 bukan hanya menjadi angan belaka tapi benar-benar akan terjadi,” tutur dosen asal Madiun tersebut. (*wil)

UMM Launching UKM Golf di Lanud Abd Saleh Malang

Setelah melaunching Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dirgantara Biru Flying Club, kini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaunching UKM Golf pada Sabtu (23/7) lalu. Unit ini menjadi wadah potensi bagi para mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang golf. Menariknya, dua UKM ini adalah hasil kerja sama Kampus Putih UMM dengan Landasan Udara (Lanud) Abd Saleh, Malang. Adapun launching ini ditandai dengan penyerahan stik golf dari Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dan Komandan Lanud Abd Saleh Zulfahmi, S.Sos, M.H. kepada dua perwakilan UKM Golf UMM. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian UMM memeriahkan Turnamen Golf Lanud Abd Saleh dalam rangka ulang tahun Skadron Udara 32 dan Skadron Teknik 022. Zulfahmi menilai bahwa olahraga golf merupakan olahraga yang lengkap. Tidak hanya mendapatkan tubuh yang sehat, tapi juga sebagai sarana hiburan. Pun dengan memperluas network serta hubungan kerja yang selama ini dijalin. “Jadi golf ini memang tidak hanya sebagai olahraga semata, tapi bisa mendapatkan banyak manfaat. Semoga ajang turnamen golf ini bisa terus dilakukan agar silaturahmi antar peserta, panitia, dan warga Malang bisa terjalin,” tambahnya. Sementara itu, Fauzan menjelaskan bahwa sebelum UKM Golf, UMM dan Lanud Abd Saleh juga telah bekerjasama di bidang dirgantara dengan dilaunchingnya UKM Biru Flying Club. Dari dua kegiatan itu, diharapkan muncul para pemimpin andal yang muncul dari dua bisang terkait. Ia melanjutkan bahwa UMM mendorong dua kemampuan bagi mahasiswa-mahasiswanya. Pertama, yakni kompetensi akademik yang didapat melalui perkuliahan yang dijalani. Kemudian yang kedua ialah kemampuan leadership. “Skill leadership ini bisa didapatkan dari berbagai organisasi yang sudah disediakan oleh UMM. Salah satunya lewat UKM Golf yang baru dilaunching hari ini,” tegasnya. Menurutnya, tidak mungkin melahirkan pemimpin dari satu pintu saja. Harus ada berbagai pintu lain agar semakin banyak pemimpin-pemimpin yang baik. Pun jika ingin memenangkan persaingan dengan SDM negara-negara lain, kemampuan leadership adalah salah satu yang utama. Kegiatan ini adalah komitmen bersama UMM-Lanud Abd Saleh untuk membentuk generasi yang disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab, khususnya di bidang golf. Apalagi melihat masih jarang atlet-atlet muda golf yang lahir dari kampus. Nantinya, padang golf ini juga akan menjadi basecamp pelatihan golf mahasiswa UMM. Pun dengan proses pelatihan dan pembinaan yang diberikan oleh pelatih dari Lanud. Ketua UKM Golf UMM Akbar Cahya Krisdana mengatakan bahwa antusiasme mahasiswa untuk bergabung sangat tinggi. Terhitung ada 100 mahasiswa yang mendaftar dan mengikuti seleksi. Beberapa di antaranya berhasil lolos tes dan menjadi anggota. “Kami juga rutin berlatih sekali hingga dua kali dalam seminggu. Beruntung, UMM senantiasa mewadahi setiap potensi mahasiswanya seperti membentuk UKM Golf ini,” jelasnya. Ke depannya, pihaknya ingin mengadakan fun game dengan mengundang komunitas dari berbagai kampus di seluruh Indonesia. Bahkan dalam waktu dekat akan merancang turnamen golf mahasiswa tingkat nasional. Ia juga berharap, UKM Golf UMM dapat melahirkan atlet-atlet dengan skill mumpuni. Sehingga mampu mewakili UMM atau bahkan daerah asalnya berlaga di kompetisi-kompetesi bergengsi. Baik di level nasional atau bahkan internasional. (wil)

Konferensi Internasional FH UMM Kaji Aspek Hukum Usai Pandemi

Legal reform memiliki peran penting dalam perkembangan sosial. Hal itu disampaikan oleh Ambeg Paramarta, S.H., M.Si. yang hadir mewakili Wakil Menteri Hukum dan Ham RI dalam International Conference on Law Reform (INCLAR) pada Jumat (23/7) lalu. Adapun konferensi yang bertajuk Understanding Law Reform on Post Covid-19 Pandemic ini telah diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk yang ketiga kalinya. Lebih lanjut, Ambeg mengatakan bahwa pembaharuan hukum tergantung pada perubahan sosial  yang ada di masyarakat. Pandemi Covid menjadi salah satu momen untuk melakukan refleksi. Terutama dalam aspek hukum yang mendapat efek. Ia mendorong para peserta INCLAR UMM untuk berjalan bersama dan saling bahu-membahu dalam menghadapi perubahan. Menurutnya, selama pandemi, perubahan hukum didominasi oleh dua variabel. Di antaranya adalah risiko kemanan publik dan pemulihan ekonomi. “Dua variabel itu memiliki sumbangsih dalam perubahan hukum dalam mengantisipasi pandemi belakangan ini. Tentu, perlu adanya koordinasi dan kerjasama dari berbagai lini untuk bisa menghadapi perubahan yang sangat cepat, khususnya di bidang hukum,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin,  M.Si. merasa senang dengan upaya FH UMM yang mampu merawat konferensi internasional ini. Agenda ini mampu memperkuat tradisi akademik yang senantiasa UMM galakkan demi memberikan sumbangsih atas masalah-masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa konferensi inetrnasional ini tidak boleh berakhir begitu saja. Harus ada output dan outcome yang dipikirkan dan bisa diberikan. Misalnya saja paper-paper yang bisa diterbitkan atau workshop maupun pelatihan lain setelah konferensi ini. “Semoga agenda menarik seperti ini bsia terus dilaksanakan dan dilakukan. Tidak hanya bagi FH UMM saja, tapi juga untuk seluruh sivitas akademika,” tambah Syamsul. Tercatat, ada seratus paper dari berbagai belahan dunia yang diterima oleh panitia INCLAR. Mulai dari Jepang, Filipina, Arab Saudi, Belanda, Aljazair, Indonesia dan sederet lainnya. Pun dengan para pemateri yang berasal dari beragam negara. Sebut saja Dr. Fernando Arlettaz dari Univesidad de Zaragoza Spanyol, Prof. Olver Fuo dari Afrika Selatan, Dr. Nor Anita Adullah dari Universiti Utara Malaysia. Antusiasme para peserta diapresiasi oleh Sholahuddin Alfatih selaku ketua pelaksana. Menurutnya, hal ini semakin memacu panitia untuk menjaga tradisi akademik semacam ini. Apalagi, ada beberapa universitas yang dijadikan sebagai co-host karena mengirimkan lima hingga lebih paper terkait tema ini. Salah satu yang paling banyak adalah Universitas Gorontalo yang mengirim 38 paper dan juga sederet peserta ke Malang. “Semoga para peserta bisa lebih memahami legal reform dengan lebih baik, utamanya di masa setelah pandemi seperti ini. Pun dengan penentuan regulasi mana yang tepat dalam mengatasi berbagai masalah,” tuturnya mengakhiri. (wil)

Ribuan Pendaftar Bersaing Jadi Mahasiswa FK dan Fikes UMM

Sebanyak 1400-an peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersaing untuk bisa meraih bangku perkuliahan di Fakulas Kedokteran (FK) UMM dan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMM. Meski pandemi mereka, proses ujian tersebut tetap dilaksankan dengan protokol kesehatan dan keamanan yang ketat. Adapun UTBK UMM dilangsungkan sejak Kamis (21/7) lalu hingga Sabtu (23/7). Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM Nurudin mengatakan bahwa proses UTBK UMM untuk FK dan Fikes dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Sementara gelombang dua digelar pada bulan Juli ini. Menurutnya, jumlah pendaftar di FK dan Fikes pada gelombang dua meningkat dibanding gelombang pertama. “Pada gelombang dua ini ada sekitar 1400-an. Dibandingkan gelombang pertama lalu yang berjumlah 1000-an tentu ini adalah peningkatan jumlah pendaftar yang ingin masuk di dua fakultas ini,” tambahnya. Terkait ruangan, Nurudin mengatakan sudah tersedia 18 ruangan dengan kapasistas 20-an orang. Selain protokol kehatan yang ketat, pihaknya juga bersiaga agar tidak terjadi kecurangan. Di setaip ruangan, disediakan metal detector untuk mengantisipasi adanya alat-alat dilarang yang mungkin dibawa oleh para peserta. Dalam UTBK UMM itupula, hadir beberapa tim kepolisian untuk memastikan keamanan demi kelancaran ujian. Adapun metode ujian masuk menggunakan komputer sudah dilangsungkan UMM sejak 2019 lalu. Hal ini membuat proses seleksi masuk menjadi lebih mudah dan efektif. UMM juga telah menyiapkan tim soal untuk menyusun soal-soal berkualitas agar bisa mendapatkan mahasiswa yang memiliki kemampuan mumpuni. “Sampai saat ini, antusiasme dan kepercayaan masyarakat akan FK dan Fikes UMM sangat tinggi. Terlihat dari jumlah pendaftar yang kian meningkat. Apalagi kita juga didukung dengan adanya RSU UMM yang menjadi bukti bahwa fasilitas lengkap sudah tersedia. Terkait biaya, UMM masih tergolong terjangkau ketimbang perguruan-perguruan tinggi swasta yang lain,” tuturnya melanjutkan. Disampaikan Nurudin, secara umum, pendaftar calon mahasiwa UMM meningkat di tahun 2022 ini. Bahkan angka itu bisa terus bertambah mengingat pendaftaran untuk jalur reguler UMM masih dibuka. Selain FK dan Fikes, masyarakat masih bisa mendaftar menjadi mahasiswa UMM di semua jurusan hingga 15 Agustus mendatang. (wil)