Pro-Kontra Muslim Ucapakan Selamat Natal, Ini Kata Dosen FAI UMM

Dari tahun ke tahun, hukum mengucapkan selamat natal kepada non muslim selalu menjadi perdebatan di kalangan masyarakat Indonesia. Menanggapi masalah tersebut, dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Univeristas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.H.I memberikan penjelasan. Menurutnya, hukum mengucapkan selamat hari raya untuk agama lain termasuk dalam hal syubhat atau samar. Oleh karena ucapan tersebut masuk ke hal yang tidak jelas, pandangan para ulama terkait hal tersebut juga berbeda-beda. Ada yang membolehkan ada juga yang tidak. Arif, sapaan akrabnya menjabarkan bahwa menurut fatwa tarjih Muhammadiyah, hukum mengucapkan selamat natal kepada mereka yang non muslim itu sebenarnya perkara yang tidak dianjurkan untuk dilakukan karena termasuk hal yang syubhat. Namun ada beberapa surat yang melatarbelakangi dianjurkan atau tidaknya pengucapan tersebut. Surat yang pertama adalah surah Al-Hujurat ayat 13 yang menyebutkan bahwa allah SWT menciptakan manusia secara beragam. Oleh karenanya, diharapkan manusia bisa saling mengenal dan melakukan hal-hal yang baik kepada sesama. “Dalil ini menjadi landasan diperbolehkannya mengucapkan hari raya selamat pada agama lain. Namun, diperbolehkannya hal ini juga didasari oleh beberapa kondisi tertentu. Kondisi pertama adalah seorang muslim yang berada di tempat mayoritas non muslim. Kedua adalah pengucapan hari raya agama lain yang telah menjadi tradisi dan jika tidak dilakukan akan menyebabkan perseteruan antar agama. Jika salah satu kondisi tersebut terpenuhi, maka diperbolehkan untuk memberi selamat pada agama lain dalam rangka menjaga hubungan antar manusia,” ujar dosen asal Riau itu. Terkait dalil yang tidak memperbolehkan, Arif mengatakan bahwa hal tersebut dijabarkan dalam surat Luqman ayat 15. Dalam surat tersebut terkandung himbauan untuk menjauhi sifat syirik yang dalam hal ini adalah mengucapkan selamat hari raya pada agama lain. Namun dalam surat tersebut juga dipesankan untuk tetap menjalin hubungan baik dengan sesama manusia sesuai dengan kepantasannya. “Dalam dua dalil yang dikutip tersebut kesimpulannya adalah tidak ada nego terkait akidah ataupun keyakinan, artinya tidak boleh ada percampuran antar satu keyakinan dengan yang lain. Namun dalam hal urusan muamalah yang sifatnya duniawi maka itu tetap boleh untuk bergaul dengan umat beragama lainnya. Intinya jangan berlebihan dalam mengucapkan natal,” ungkap Ketua Majelis Tabligh PCM Dau tersebut. Sebagai masyarakat indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama, Arif mengatakan bahwa masyarakat Islam harus menghormati perayaan hari raya agama lain. Jangan menjadikan sebuah perbedaan menjadi perdebatan yang tidak berujung. Ia menegaskan bahwa ke depan kita harus menumbuhkan sifat berbaik sangka dan tidak memaksakan kehendak serta pemikiran terhadap orang lain. “Bentuk toleransi yang bisa kita terapkan adalah dengan tidak mengganggu prosesi ibadah agama lain. Dalam surat al Kafirun terdapat kalimat ‘bagimu agamamu bagiku agamaku’. Sehingga kita harus menghormati umat agama lain dalam melaksanakan hari raya sesuai keyakinan dengan tenang dan nyaman,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)
Kagum akan UMM, Pemerintah Prefektur Miyagi Jepang Impor SDM dari UMM

Kondisi demografi Jepang saat ini tengah mengalami kemunduran, khususnya pada usia muda. Tercatat, hanya ada 14 juta penduduk usia muda di Jepang, sedangkan 36 juta penduduk negeri sakura adalah lanjut usia (lansia). Maka, Jepang beberapa tahun belakangan mengimpor pekerja dari berbagai negara, salah satunya l Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Goto Masaki, perwakilan pemerintahan Jepang prefektur Miyagi saat mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 21 Desember lalu. Adapun kedatangannya dan rombongan ingin meninjau langsung training center yang dimiliki UMM. Dengan begitu, mereka bisa memastikan kualitas SDM yang dilahirkan sehingga bisa direkrut nantinya. Masaki takjub dengan sistem pendidikan UMM yang bertujuan untuk mencetak lulusan yang siap bekerja. Bahkan juga memilimi anak usaha seperti hotel, taman rekreasi hingga pom bensin yang mendukung finansial kampus. Hal itu membuatnya yakin untuk bekerjasama dengan UMM, khususnya dalam aspek tenaga kerja. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Jepang saat ini tengah mencari perawat berkualitas yang ditugaskan di panti-panti jompo. Apalagi melihat SDM lokal Jepang yang semakin minim memaksa pemerintah untuk menginpor tenaga kerja. “Setelah melihat dan berkunjung, saya rasa SDM yang dicetak UMM sangat sesuai dengan apa yang kami harapkan karena siap beradaptasi dan bekerja. Semua disiapkan dengan matang oleh UMM,” tegasnya. Di sisi lain, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si selaku Direktur Vokasi UMM menjelaskan bahwa TC tahun ini diikuti olh 108 peserta. Masa pelatihan untuk perawat dan enam bulan untuk non-perawat. Mereka dilatih dan diberi jalan untuk bisa bekerja di luar negeri. Ia berharap, bukan hanya lulusan vokasi saja yang bisa turut serta, tapi juga lulusan lainnya agar bisa menjadi jembatan penghubung antar SDM dan negara yang dituju. “Saat ini, total ada lebih dar 70 alumni vokasi UMM yang sedang bekerja di Jepang. Belum lagi jika ditambahkan mereka yang berkarya di Uni Emirat Arab dan negara lainnya. Kami tentu ingin bisa menjadi jembatan bagi siapapun yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja,: kata Tulus. Hal serupa juga disampaikan Rektor UMM, Dr. Fauzan M.Pd. ia menegaskan bahwa Kampus Putih sudah lama mengirimkan mahasiswa atau lulusannya bekerja di Jepang. Kerjasama yang dibangun dengan PT Selmajaya dan pemerintah Jepang, khususnya prefektur Miyagi ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM. “Tentu kami ingin agar peserta TC bisa terus ebrtambah sehingga mampu memberangkatkan ke berbagai negara, termasuk Jepang. Kami juga berharap agar tidak hanya dari Malang saja, tapi juga menjangkau peserta dari luar Malang,” pungkasnya. (haq/wil)
Kaji Neuro Linguistic, Alumni UMM Ini Sabet Penghargaan Internasional

Neuro linguistic memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Apalagi metode ini sering digunakan dalam perusahaan atau instansi besar yang sering kali efektif dalam meingkatkan produktivitas. Hal tersebut diucapkan oleh Alamsyah, S.Pd., M.Pd., M.M, yang merupakan alumni Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia sukses mendapatkan penghargaan sebagai ‘Education Inspirator’ dari lembaga International Human Resources Transformation Neuro Linguistic Programming (HRNLP) pada Desember ini. Adapun Alam saat ini diamanahi sebagai Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Al Irtiqo’ Kota Malang. Ia bercerita bahwa selepas lulus dari UMM, ia langsung mengikuti course di lembaga The National Federation of Neurolingustic Programming, USA. Ia mulai dari yang dasar hingga mampu menjadi coach.Selama menjadi coach, ia lebih fokus terjun pada motivator pendidikan dengan metode neuro linguistik. Adapun neuro linguistik adalah pendekatan untuk merubah motivasi melalui pola pikir dengan optimalisasi panca indera dan alam bawah sadar. Oleh karena itu, dengan terbentuknya motivasi positif dalam diri guru dan siswa, diharapkan bisa berefek pada performa dan prestasi yang diraih. “Saat ini fokus saya pada penerapan neuro linguistik dalam dunia pendidikan. Utamanya untuk meningkatkan motivasi belajar dan berkarya para pendidik serta peserta didik,” ucapnya. Pria asli Pulau Kalu Kalukuang, Kabupaten Pajangkene Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa neuro linguistik yang ia implementasikan berhubungan dengan human resource. Sehingga ada perpaduan ilmu pendidikan dan manajemen. Melalui pandangan ini, seorang konselor bisa dengan mudah melihat kekurangan motivasi guru maupun siswa. Lulusan magister pendidikan bahasa Indonesia dan manajemen ini kembali bercerita bahwa sejak kecil sudah tertarik menjadi guru. Faktor inilah yang membuatnya saat bergelut di dunia pendidikan. Apalagi saat kecil, lingkungan yang ia tinggali memiliki sedikit tenaga pendidik serta akses ke pendidikan. Hal itu pula yang mendorongnya menjadi seorang guru dan pendidik bagi anak bangsa. Maka, UMM menjadi pilihan yang tepat baginya. Ia bersyukur bisa menimba ilmu di Kampus Putih karena banyak fasilitas yang mendukung impiannya. Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) juga berkualitas serta senantiasa mengantarkan mahasiswa menjadi pendidikan profesional yang berakhlak mulia. “Saya berharap metode neuro linguistik ini bisa diimplementasikan di pendidikan Indonesia. Khusunya dalam meningkatkan motivasi belajar di alam bawah sadar. Saya juga masih punya keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan agar ilmu yang saya punya semakin lengkap dan bisa berbagi ke pendidik-pendidik lain,” tegasnya mengakhiri. (haq/wil)
Seminar Internasional UMM Kupas Hak Perempuan di Mata Global

Hukum internasional saat ini masih belum layak untuk menegakkan hak perempuan terhadap pelanggaran-pelanggran. Hal ini disampaikan oleh dosen University of Kebangsaan Malaysia Dr. Muhammad Helmi Md. Said pada acara seminar internasional di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Seminar ini dilaksanakan secara offline pada 17 Desember 2022 dengan mengkaji tema hak asasi internasional dan dinamikanya. Lebih lanjut, Helmi menjelaskan bahwa usaha untuk memasukkan penanganan kekerasan rumah tangga di bawah hukum internasional telah dilakukan selama beberapa dekade belakangan. Utamanya untuk melindungi hak perempuan. Banyak aktivis yang turut memperjuangkan hal tersebut, bahkan di berbagai belahan dunia. Harapannnya, dengan adanya huku yang mengatur, kekerasan terhadap perempuan bisa dicegah dan bisa memberikan hukum bagi pelaku. “Ada beberapa hak perempuan yang terkandung dalam hukum internasional. Hak pertama adalah memperoleh martabat sebagai manusia. Kedua ada hak untuk hidup, bebas, dan aman. Selanjutnya adalah hak untuk mendapat kesetaraan dan terhindar dari hal diskriminatif. Keempat adalah akses yang adil dan setara untuk memperoleh perlindungan hukum. Kelima adalah hak dalam pernikahan, memperoleh kebangsaan, pelatihan, kesehatan, dan reproduksi. Terakhir adalah hak dalam kesejahteraan ekonomi dan sosial,” ujar dosen spesialis private international law itu. Dalam menjalankan peranan untuk melindungi hak perempuan, Helmi mengatakan bahwa negara memiliki beberapa kewajiban di Undang-Undang (UU) internasional. Kewajiban tersebut meliputi pelarangan tindakan kekerasan privat, pelarangan diskriminasi, penghapusan adat, tradisi, atau agama yang menumbuhkan kekerasan terhadap perempuan. Pun dengan menjaga keamanan dan kesehatan kerja untuk perempuan. Sayangnya, hal itu masih terkendala oleh anggapan bahwa hak perempuan merupakan masalah pribadi di luar perlindungan negara. Namun, Helmi menjelaskan bahwa pemerinta Malaysia telah menyetujui untuk memperkuat The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW) tahun 1995. Terbaru, dilakukan pembaharuan pada pasal 16 (2) tentang pernikahan di bawah umur. “Kapasitas penegakan hukum internasional ini harus diperkuat dengan adanya adopsi standar hukum global ke hukum masing-masing negara,” tegas Helmi. Selain membahas tentang hak perempuan, agenda tersebut juga mengundang Dr. Muhammad Sayuti bin Hassan yang menjabarkan mengenai UU antar bangsa. Di sisi lain, Dr. Nur Subeki, ST. MT. selaku Wakil Rektor III UMM menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan latihan bagi para mahasiswa untuk meningkatkan diri dan memperoleh rekognisi ke jenjang internasional. Apalagi sudah banyak teknologi yang membantu dan mempercepat agenda akademik. “Pemahaman tentang hukum internasional sangat penting untuk menjalin kerja sama dari satu negara ke negara lain. Datangnya dua pemateri dari University of Kebangsaan Malaysia ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa terkait hukum internasional,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil)
Gaet Perusahaan Ternama, UMM Resmikan Lab CoE PLTS

Dalam upaya meningkatkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meresmikan laboratorium PLTS dengan kapasitas 5,82 kWp. Peresmian yang dilaksanakan pada akhir November lalu ini juga dihadiri oleh tim dari perusahaan manufacture inverter asal Taiwan Goodwe Technologies Co Ltd. dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang memberikan dana corporate social responsibility. Adapun laboratorium tersebut dibangun dalam waktu kurang dari tiga minggu dibantu oleh PT. Adidaya Renewable Energy dan PT. Jayatama Adi Sentosa sebagai kontraktor utama. Menariknya, tidak hanya peresmian, Fakultas Teknik juga melangsungkan seminar yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan ratusan siswa Smk di wilayah Malang. Richard Merchury selaku Country Sales Manager Goodwe Indonesia menjelaskan bahwa pembangunan laboratorium ini sangat bagus. Apalagi melihat ekosistem PLTS di Indonesia masih tergolong baru. Sehingga akan banyak kesempatan luas, baik dari sisi bisnis maupun lapangan kerja. “Kesempatan akan datang kepada orang yang sudah mempersiapkan diri. Dan Kampus Putih UMM sudah menyiapkan PLTS dengan sangat baik,” tegasnya. Adanya laboratorium PLTS juga dinilai strategis untuk membangun kompetensi mahasiswa teknik elektro. Utamanya di bidang perancanan, pemasangan dan operasional. Pun dengan upaya perawatan terkait PLTS yang tentu dibutuhkan. Sememtara di sisi bisnis, energi surya dinilai cukup menjanjikan meski masyarakat awam masih belum banyak mengerti. Ditamlah lagi dengan ketidaktahuan tentang regulasi pemerintah mengenai penggunaan PLTS. Pada kesempatan yang sama, Alwan Zanuar selaku engineer dari PT. Adidaya Renewable Energy mengatakan bahwa laboratorium ini mampu mendorong mahasiswa untuk lebih tahu bagaimana memasang dan mendesain sebuah PLTS. Sehingga, lahan eksplorasi mahasiswa bisa meningkat. Bahkan menurutnya, laboratorium ini dapat dikembangkan dan diintegrasikan dengan pembangkit yang lain. Apalagi melihat potensi renewable energi dan green energy semakin maju dan masif. “Semoga mahasiswa bisa mempelajari banyak hal terkait PLTS di laboratorium ini. Pun agar bisa memberi pemahaman lebih kepada masyarakat awam bahwa PLTS bisa menjadi alternatif yang baik. Bukan hanya bagi mereka, tapi juga bagi lingkungan,” katanya. Sementara itu, penanggungjawab Center of Excellence (CoE) PLTS Basri Noor Cahyadi, M.Sc. mengungkapkan bahwa laboratorium ini memiliki sederet tujuan khusus. Salah satunya bertujuan untuk menunjang praktikum mahasiswa CoE PLTS. Bahkan juga dijadikan sebagai uji kompetensi skala P3 baik itu mahasiswa maupun orang luar yang ingin mendapatkan sertifikasi profesi. “Laboratorium ini juga menjadi ousat energu abru terbarukan, khususnya dalam penguatan CoE PLTS. Kami berharap akan muncul berbagai inovasi baru seperti penelitian-penelitian di bdiang solar cgarge controler hingga battery management,” tegasnya mengakhiri. (*/wil)
Driver Ojek Online Asal NTT, Semangat Kuliah di UMM Demi Cita-Cita jadi Negarawan

Meski berprofesi sebagai tukang ojek online, cita-cita Syaiful Muhammad Usman mahasiswa Jurusan Sosiologi Program Pascasarjana UMM asal Kupang, Nusa Tenggara Timur setinggi langit. Pria asli Pulau Timor ini ingin menjadi seorang negarawan. “Saya kuliah tidak semata-semata untuk memperoleh gelar, namun juga untuk menambah ilmu sebanyak mungkin dan menambah relasi. Saya ingin belajar tentang sosiologi dan politik, karena ingin menjadi negarawan,“ ujarnya. Berbekal manajemen waktu yang baik, Syaiful menyelaraskan langkahnya untuk tetap bekerja dengan profesional tanpa menyisihkan kewajiban belajarnya. Meski dilakukan secara online, setiap perkuliahan dia ikuti dengan sungguh-sungguh. “Kerja mulai pagi sampai malam. Kalau sedang ada jadwal kuliah, saya offkan dulu aplikasinya. Selesai kuliah lanjut ngojek lagi,” ujarnya. Meski mungkin ada yang memandang sebelah mata, Syaiful tak lantas minder dengan pekerjaannya. Menjadi driver ojek online memberikan banyak kemudahan dalam hidupnya. Sehari, ia bisa mendapat ratusan ribu. Meski terlihat sedikit, tapi menurutnya lama-kelamaan akan menjadi banyak dan mampu menghidupinya serta membayar kuliah. Kuncinya adalah tidak merasa gengsi karena yang penting pekerjaan bisa menghasilkan dan berkah. Tekad Syaiful yang besar untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi juga ia usahakan melalui jalur beasiswa. “Alhamdulillah Allah memberikan jalan dan kemudahan dari arah yang tidak di sangka-sangka. Saya mendapatkan potongan biaya dari pihak kampus karena aktif di Pemuda Muhammadiyah Kupang, selain itu juga ada bantuan dari BAZNAS, dompet Dhuafa dan LAZISMU,” ucapnya senang. Kesempatan emas ini tak ingin Syaiful sia-siakan. Meski terpisah jarak yang cukup jauh, semangat dan keinginannya besar. Ia optimis, ikhtiarnya dapat menjadi tangga yang mengantarkan dirinya untuk mewujudkan mimpi. Membantu orang dalam jumlah yang lebih banyak melalui berbagai kebijakan yang dibuat. Ia memang ingin menjadi salah satu anggota dewan. Menurutnya, ranah politik menjadi tempat yang tsrategis untuk membantu. Bukan hanya satu dua saja, tapi banyak orang. Meski memiliki pengalaman di lembaga zakat, namun ia merasa masih kurang maksimal. Maka belajar di UMM menjadi salah satu upayanya meningkatkan kapasitas. Memilih UMM sebagai tempat melanjutkan studi, Syaiful mengaku ini adalah pilihan yang paling tepat. Menurutnya, menjadi mahasiswa UMM menjadi kebanggan sendiri. “Meskipun jaraknya cukup jauh, kami orang-orang NTT terutama yang muslim merasa bangga berkuliah di UMM yang memiliki nuansa religius dan berskala internasional,” ujarnya. Selain banyak kesempatan beasiswa, Pendidikan Pascasarjana di UMM menurutnya cukup terjangkau karena dapar dibayar secara berangsur. Ini menjadi salah satu yang meringankan langkahnya. Para dosen yang sangat kooperatif juga menjadi salah satu hal yang membuat dirinya merasan nyaman. (aul/sil/wil)
Pakar Hukum di UMM Bongkar Kelemahan Sistem Pertanahan Indonesia VS Malaysia

Sistem pendaftaran tanah yang dianut oleh Indonesia tertuang dalam beberapa perundang-undangan. Hal ini berakibat pada tumpang tindihnya kepemilikan tanah. Hal tersebut disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Jady Zaidi Bin Hassim selaku Dekan Fakultas Undang-undang di Universiti Kebangsaan Malaysia. Adapun ia menjadi pemateri dalam kuliah tamu yang dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, 17 Desember 2022 lalu. Lebih lanjut, Jady menjelaskan bahwa banyaknya peraturan di beberapa perundang-undangan memunculkan ketidakpastian hukum. Bahkan malah menimbulkan kerugian. Adapun pengaturan tanah di Indonesia masuk di beberapa perundang-undangan seperti Keputusan Mahkamah Agung No 495 Tahun 1975. Kemudian juga ada di Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Pokok Agraria (UUPA). “Yang dirugikan bisa dari pihak pemerintah yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) maupun masyarakat yang kepemilikan hak atas tanahnya terancam. Karena ada kemungkanan adanya tumpang tindih sertifikat tanah,” katanya. Ia juga sempat membandingkannya dengan Malaysia. Di sana ketika seseorang memegang hak atas tanah tersebut, kepemilikan itu dianggap tidak dapat dicabut. Artinya, tidak seorang pun dapat mempersoalkan kepemilikan tanah berdasarkan hak atas tanah. Hanya orang yang sama yang dapat mengalihkan tanah melalui hak atas tanah kepada orang lain di Kantor Pertanahan. “Di Malaysia, peraturan pertanahannya menggunakan sistem Torrens. Prinsip dari sistem tersebut adalah pemilik yang terdaftar memiliki hak tak terbantahkan. Sertifikat bisa saja digugat apabila terdapat masalah ataupun terindikasi penipuan,” katanya. Ia menjelaskan, dalam peraturan pertanahan Malaysia, jika sudah lama menempati tanah tersebut semisal 10 atau 20 tahun dan tanahnya tidak didaftarkan ke pemerintah, maka dia tidak dianggap sebagai pemilik resmi. Maka penting sekali mendaftarkan tanah ke pemerintah supaya ada perlindungan. “Biasanya, isu yang berkaitan dengan tanah sangat marak dengan penipuan. Biasanya penipuannya berbentuk pemalsuan dokumen. Bahkan juga pemalsuan cap jari dan tanda tangan secara langsung,” ungkapnya. Jady menunjukkan data di Malaysia mulai tahun 2010 hingga 2019 bahwa penipuan banyak terjadi. Bahkan sebagian besar melibatkan isu tanah. Terlebih, saat ini orang lebih pandai menggunakan sistem digital sehingga memudahkan aksi untuk menipu. “Isu yang penting untuk diangkat adalah bagaimana teknologi mampu melindungi kepemiilikan tanah dengan mumpuni? Ada beberapa riset dari Indonesia yang berkaitan dengan sistem informasi teknologi yang bisa melindungi kepemilikan tanah di Indonesia. Pasti hasilnya sangat menarik, sebab biasanya teknologi sangat dekat dengan anak muda dibandingkan orang tua seperti saya,” katanya. Sementara itu, Dekan FH UMM Dr. Tongat, M.Hum. juga berharap materi yang disediakan mampu memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi mahasiswa. Utamanya dalam sistem pertanahan yang ada di Indonesia maupun Malaysia. Pada kesempatan itu pula, FH UMM dan Universitu Kebangsaan Malaysia melakukan tanda tangan kerja sama. Dengan begitu, akan ada banyak program kolaborasi yang bisa dilakukan keduanya. “Sebelumnya kita juga sudah berkolaborasi dengan Young San University. Tentu kerjasama ini bisa melebarkan kesempatan saudara-saudara mahasisa untuk ikut exchange ke berbagai negara dan mendalami ilmu hukum di sana,” pungkasnya. (ros/wil)
Berkat Program Vokasi UMM, Ika Sukses Meniti Karir di Negeri Sakura

Berani mencoba hal baru menjadi resep alumni D3 Keperawatan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ika Wahyu Purwaningsih. Ia berhasil meniti karir keperawatanya di Negeri Matahari Terbit, Jepang. Perempuan asli Malang ini kini telah menyelesaikan kontrak kerja selama 3 tahun lamanya di negeri tersebut. Ika, demikian panggilan akrabnya mengaku keberangkatannya ke negeri sakura tidak didapat begitu saja. Ia perlu menyiapkan beberapa hal, mulai dari kemampuan Bahasa Jepang hingga berkas-berkas yang dibutuhkan agar bsia berkarya di sana. “Keberhasilan saya meniti karir di Jepang tidak leaps dari dukungan vokasi UMM melalui program persiapan hingga keberangkatan. Saya dan teman-teman mendapat pembekalan bahasa asing selama delapan bulan. Kemudian dikarantina selama 3-4 bulan untuk diberi materi mengenai pekerjaan kami di sana,” ujar alumni Fakultas Ilmu Kesehatan tersebut. Bekerja di negara lain dengan kebiasaan dan budaya baru, membuat Ika harus pandai menyesuaikan diri. Ia mengaku harus berusaha keras untuk beradaptasi. Utamanya di awal-awal bekerja. Namun semua berjalan dengan baik seiring berjalannya waktu. Salah satu kultur berbeda yang ia lihat adalah tingkat kedisiplinan. Di sana, ia harus belajar mengatur waktu dan tidak telat dalam berbagai hal. Saat ini, kebiaasaan itu malah menjadi kegiatan sehari-harinya. Bahkan saat kembali ke Indonesia. “Selain karena gaji yang tinggi, saya tertarik ikut program ini karena merasa penasaran dengan suasana kerja di Jepang. Saya bekerja sebagai perawat lansia di sebuah panti jompo dengan delapan jam kerja. Sabtu dan Minggu libur, biasanya saya gunakan untuk jalan-jalan menjelajah kota,” jelasnya. Adapun di sana, Ika bisa mendapatkan gaji sekitar 15 jutaan perbulan dengan fasilitas kerja yang lengkap dan terjamin. Bahkan tempat tinggal dan kendaraan juga sudah difasilitasi agar pekerja bisa lebih nyaman dalam mengemban tugas. Jika bisa memilih, dengan berbagai kemudahan dan pengalaman kerja yang di dapat, Ika sebetulnya berniat untuk meneruskan kontrak. Namun sayangnya, ada kepentingan keluarga yang perlu ia selesaikan segera sehingga akhirnya tidak dapat melanjutkan pekerjaannya di negeri sakura. Tidak hanya Ika, program kerjasama UMM dan sederet perusahan Jepang yang difasilitasi oleh program vokasi ini juga telah mengantarkan banyak mahasiswa alumni program vokasi berkarir di ranah internasional. Hal ini juga menjadi langkah UMM untuk mengantarkan lulusannya menjadi pribadi yang mandiri dengan kompetensi internasional. (fit/wil)
Sambut Tahun Baru, Ini Tips Dosen UMM buat Amankan Keuanganmu di 2023!

Menginjak akhir tahun, perencanaan dan pengelolaan keuangan harus kembali dilakukan. Perencanaan keuangan perlu disiapkan sebaik mungkin, baik secara personal maupun perusahanaan. Bahkan, anak usia sekolah dasar juga perlu mulai merancang tabungannya dan membuat target serta pengaturan keuangan pribadinya. Hal serupa juga disampaikan Chalimatuz Sa’diyah, S.E, M.M. selaku dosen manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Chalimatuz mengungkapkan bahwa merencanakan keuangan memang harus dilakukan sejak dini. Bahkan menurutnya, anak-anak usia sekolah dasar (SD) sudah harus diajari bagaimana menggunakan dan mengatur keuangan. “Semisal anak-anak itu diberi uang jajan oleh orang tuanya. Mereka juga harus memikirkan apakah uang tersebut akan dihabiskan untuk jajan semua, disimpan, atua bahkan disedekahkan,” tuturnya. Kemampuan ini harus terus diasah agar bisa meningkat seiringberjalannya waktu. Adapun Chalimatuz membaginya ke beberapa tahap. Diawali dengan tahap menjadi freshgraduate yang telah memiliki penghasilan. Biasanya mereka akan dengan bebas menggunakan uang untuk bersenang-senang. Padahal harus ada antisipasi tabungan untuk keadaan darurat. “Tahap kedua yakni ketika berkeluarga. Akan banyak kebutuhan baru yang perlu dipikirkan, maka perlu strategi baru juga untuk menghadapinya. Kemudian tahap pensiun di mana harus bsia memikirkan cukup tidaknya harta untuk kehidupan sehari-hari. Maka perlu adanya aset produktif seperti kos-kosan,” jelasnya. Terkait menabung dan investasi, ia juga menekankan agar hal tersebut dilakukan di awal. Bukan malah sebaliknya dengan menunggu sisa pengeluaran yang ada. Menurutnya, jika dilakukan di akhir, investasi atau menabung tidak bisa memberikan hasil maksimal. Menariknya, Chalimatuz juga membagikan kiat perencanaan keuangan yang baik dan efisien. Diawali dengan memahami kesehatan keuangan pribadi yakni dengan memastikan pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan. Kemudian melakukan alokasi dana diiringi dengan pencatatan keuangan agar tidak keluar dari alokasi yang ditentukan. “Jika punya utang segera dilunasi, karena biasanya hutang ini yang akan menggerogoti keuangan kita. Jika bisa di restrukturisasi maka segera lakukan, tapi jika tidak bisa maka kita harus menekan alokasi keuangan yang lain agar bisa lebih cepat menyelesaikan utang. Jangan lupa juga untuk melakukan audit, sekalipun hanya keuangan personal,” tambahnya. Terakhir yakni menentukan perencanaan jangka menengah dan jangka panjang. Untuk jangka menengah, menyimpan uang pada instrumen investasi yang sewaktu-waktu dapat diambil bisa menjadi pilihan. Misalnya tabungan biasa atau reksadana pendapatan tetap. Akan tetapi perlu diingat, bahwa menyimpan uang di tabungan biasa maka akan beresiko tergerus inflasi. Pilihan lainnya adalah emas yang termasuk investasi jangka menengah. “Emas juga disebut sebagai aset safe haven karena nilainya yang tetap atau meningkat walaupun pasar sedang tidak stabil. Dia akan menjaga pemiliknya agar tetap kaya bukan semakin kaya. Sementara untuk jangka panjang bisa diinvestasikan ke saham, tanah, maupun rumah meski memang pencairannya lebih lama,” pungkasnya. (dev/wil)
Humas UMM Raih Gold Winner di Anugerah Humas Diktiristek Nasional 2022

Kabar membanggakan datang dari Humas dan Protokoler Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka sukses meraih gold winner pada ajang Anugerah Humas Diktiristek Nasional pada 15 Desember 2022 lalu di Jakarta. Sebelumnya, Humas UMM juga berhasil menang di tingkat provinsi dan mewakili Jatim di level Nasional. Kepala Humas dan Protokoler UMM, M. Isnaini, M.Pd. menjelaskan bahwa kunci kemenangan itu adalah keberlanjutan dalam pengelolaan, pembagian segmen, dan produksi konten media sosial. Misalnya konten TikTok Kampus Putih yang menyajikan video asyik dan menarik. Sementara Instagram memberikan konten yang futuristik dan informatif. Hal yang sama juga berlaku di Youtube, Twitter dan media sosial lain. “Gold Winner di kategori perguruan tinggi swasta ini tentu atas pengaruh besar Humas yang berada langsung di bawah koordinasi Biro Infokom UMM. Hal ini memudahkan kami untuk berakselerasi dalam mempublikasikan informasi. Baik itu rilis ke media mainstream setiap hari maupun memproduksi 3-4 konten informatif dan bermanfaat setiap harinya di media sosial,” tegasnya. Dosen asal Lombok itu menilai bahwa media sosial official UMM yang bercentang biru menjadi salah satu nilai plus. Ditambah dengan jumlah view dan like yang tinggi disertai subscriber yang senantiasa bertambah. Pun dengan rilis pemberitaan harian UMM yang selalu dimuat di media cetak maupun online yang mainstream. Ia juga mengaku bahwa pihaknya selalu optimis meski banyak perguruan tinggi dengan nama mentereng yang turut serta. “Dari awal kompetisi, kami selalu optimis karena rektor kami ‘mengharamkan’ kata pesimis untuk memperjuangkan sesuatu yang memberi manfaat bagi semesta. Semoga kemenangan ini menjadi bahan bakar kami untuk terus berprestasi,” katanya. Sementara itu, Kepala Biro Infokom UMM, Ir. Suyatno, M.Si. mengungkapkan kebanggaannya. Apalagi proses yang dilakukan Humas UMM sangat panjang dan keras. Maka sudah barang tentu, penghargaan ini menjadi ganjaran yang pantas. Meski begitu, ia tetap mendorong Humas Kampus Putih untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas karyanya. “Mempublikasikan dan membranding kampus tentu merupakan tugas kami. Tanpa adanya kompetisi sekalipun, kami juga tetap melaksanakan tugas dan meningkatkan kualitas. Karena memang itu tugas humas untuk memberikan informasi sekecil apapun yang berkaitan dengan UMM kepada masyarakat,” tegasnya. Yatno, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa pihaknya kini tengah mengembangkan program masif dan strategis. Menurutnya, kemenangan ini harus menjadi dorongan untuk terus berkarya lebih keras lagi. Apalagi di tengah gempuran digitalisasi dan pemanfaatan media sosial. Maka, perlu ada inovasi-inovasi baru dalam menyampaikan informasi kepada khalayak luas. (wil)